Waspadai Balita yang Sering Pegang Gadget Berisiko Terlambat Bicara

Waspadai Balita yang Sering Pegang Gadget Berisiko Terlambat Bicara – Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan gadget seperti smartphone dan tablet memang memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, bahkan manfaat yang sama bisa pula dirasakan oleh anak-anak. Cukup banyak orangtua yang merasa memberikan gadget pada anak mereka akan membuat mereka lebih asik bermain dengan hiburan berupa video atau tayangan yang tampil pada gadget mereka.

Membiarkan anak bermain dengan gadget memang seolah menjadi jalan pintas bagi pola asuh anak yang mudah dan membuat mereka mudah terhibur. Lantas apakah ini sudah ideal dalam pola asuh yang baik bagi mereka? Sebab ditilik dari segi pengaruh rupanya ada banyak pengaruh buruk yang disebabkan oleh gadget terhadap perkembangan bayi dan balita. Apa saja pengaruh tersebut? Mari kita simak informasinya di bawah ini.

 

Pengaruh Penggunaan Gadget Pada Bayi dan Balita

Pengaruh dari penggunaan gadget terhadap kemampuan kognitif anak memang terbukti sangat baik. Dibandingkan anak harus membaca atau melihat sesuatu pada buku atau gambar, anak-anak memang secara alamiah akan lebih tertarik dengan gambar-gambar bergerak dan bersuara yang asik untuk disaksikan.

Anak-anak dapat menonton video berdurasi dalam sebuah aplikasi yang disediakan oleh gadget. Berbagai tayangan edukasi salah satunya bisa disaksikan di dalam ponsel atau tablet pintar. Mulai dari aneka tayangan video hewan, benda-benda luar angkasa, rangkuman sejarah sampai dengan aneka ragam lagu anak yang bervariatif.

Secara umum ketika orangtua mampu menjadi fasilitator bagi anak dalam penggunaan gadget maka tentu hal ini akan menjadi media yang baik bagi anak dapat belajar banyak hal. Apalagi internet tentu bisa menjadi jendela dunia yang lebih mudah diakses oleh anak dalam skala yang lebih besar. Kapanpun mereka ingin mencari tahu sesuatu maka dengan mudah mereka akan bisa mengetikannya dalam ponsel pintar mereka dan informasi terkait akan dengan mudah dimunculkan.

Pengaruh Gadget Terhadap Kemampuan Bicara Anak

Meskipun ada segudang manfaat dan pengaruh baik yang bisa didapatkan dari bermain gadget akan tetapi disamping lain pengaruh gadget pun akan mungkin mengarahkan anak pada hal-hal negatif yang mungkin berbahaya untuk tumbuh kembangnya. Salah satunya sebuah penelitian membuktikan bahwa pengaruh gadget terbukti membuat kemampuan berbicara pada anak menjadi terhambat.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh seorang spesialis jiwa anak dan remaja menjelaskan bahwa pemberian gadget pada anak dibawah usia 5 tahun akan dapat mengurangi rangsangan pada interaksi sosialnya bersama dengan lingkungan tempatnya berada. Hal ini terjadi sebab penggunaan gadget pada dasarnya tidak membutuhkan respon  anak sehingga anak akan cenderung kesulitan untuk berinteraksi dan hal ini akan dapat berdampak terhadap proses berbicaranya.

Tak hanya itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pediatric Academic Societies Meeting di San Francisco juga membahas hal yang sama. Dimana seorang dokter ahli di Toronto yang menangani tumbuh kembang anak menemukan adanya hubungan antara penggunaan gadget dengan kemampuan berbicara pada anak.

Dari penelitian yang dilakukan di tahun 2011 sampai dengan 2015 tersebut dilakukan uji coba terhadap orangtua yang memiliki anak di bawah usia 6 tahun hingga 24 minggu. Para orangtua tersebut lantas ditanya berapa lama biasanya mereka memberikan waktu menonton lewat gadget pada anak-anak mereka. Sekitar 20% anak-anak yang terlibat di dalam penelitian tersebut diketahui menggunakan gadget setidaknya selama 28 menit setiap harinya.

Dari penelitian ini ditemukan fakta bahwa mereka yang mendapatkan waktu tambahan 30 menit untuk menonton tayangan lewat gadget mereka dapat meningkatkan risiko terhadap keterlambatan dalam berbicara atau yang juga dikenal dengan sebutan speech delay dengan persentase mencapai 49%. Sementara untuk bentuk komunikasi lain seperti bahasa tubuh, emosi dan tatapan mata tidak terpapar pengaruh yang sama.

Hanya saja, penelitian ini masih membutuhkan riset lanjutan seperti halnya riset eksperimental untuk membuktikan pengaruhnya secara klinis terhadap bayi dan balita. Namun demikian, riset awalan ini dapat menjadi acuan kedepannya bagi orangtua dalam memberikan pola asuh kepada anak-anaknya. Karena memberikan gadget pada anak-anak diusia dini akan dapat berpengaruh terhadap kesehatan mereka.

Pengaruh Keterlambatan Bicara Pada Kehidupan Anak

Jangan pandang sepele keterlambatan berbicara yang terjadi pada anak-anak. Sebab dimasa depan hal ini akan pula ikut menentukan pribadi dari anak-anak anda bagaimana ia tumbuh dan berkembang. Seorang ahli dari University of Michigan Amerika Serikat beropoini bahwa ketika anak-anak tidak mampu mengekspresikan rasa frustasi mereka lewat kata-kata.

Kondisi ini akan cenderung membuat anak memilih menggunakan gerak tubuhnya atau suara lantang mereka untuk bisa menarik perhatian orang lain. Dengan kata lain, bila hal ini terjadi anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mudah meledak dan kesulitan untuk bisa mengontrol emosi mereka tatkala mereka mendapatkan kekesalan atau kekecewaan.

Anak yang mengalami keterlambatan berbicara akan sering meledak pada saat mereka mendapatkan kekesalan. Alih-alih memberitahu ketidak senangan mereka maka untuk bisa membuat orang lain memberikan perhatian biasanya mereka akan cenderung melampiaskannya dalam bentuk amarah yang menyeramkan. Bukan tidak mungkin mereka pun akan mudah melempar, membanting dan merusak segala hal yang ada disekelilingnya.

Tak hanya itu, keterlambatan bicara yang terjadi pada anak pun akan dapat mempengaruhi kemampuan akademis anak di sekolahnya nanti. Kemampuan dalam memahami teks dan merangkai kata bukan hanya menjadi pelajarana penting dalam pelajaran sastra saja. Namun banyak bidang akademis seperti sains, seni, ilmu sosial dan bahkan matematika sekalipun. Anak-anak akan dituntut menjadi lebih kreatif dalam mengekspresikan diri mereka lewat rangkaian kata. Sayangnya, anak-anak yang mengalami terlambat bicara akan sulit mengembangkan kemampuan ini.

Dampak Buruk Penggunaan Gadget Terhadap Anak

Selain dampaknya terhadap kemampuan berbicara pada anak, pengaruh gadget pun bisa berdampak buruk terhadap banyak aspek lainnya dalam kehidupan anak itu sendiri. Mari simak apa saja dampak negative penggunaan gadget terhadap kehidupan anak.

Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak dari Kanada menegaskan bahwa anak berumur 0-2 tahun tidak boleh terpapar dengan teknologi sama sekali. Sementara anak dari usia 3-5 tahun boleh mengakses teknologi hanya saja penggunaannya harus dibatasi dengan baik yakni hanya 1 jam setiap harinya. Dan anak dengan usia 6-18 tahun hanya boleh menggunakan gadget sekitar 2 jam setiap harinya.

Bayi dan balita serta anak-anak yang sudah dibiasakan menggunakan gadget melebihi batas waktu yang dianjurkan memiliki risiko kesehatan yang cukup serius dan bahkan dalam kemungkinan terburuk hal ini bisa saja mematikan. Di bawah ini adalah beberapa bahaya yang mungkin didapatkan dari membiasakan anak mengakses gadget.

Mengganggu Pertumbuhan Otak Anak

Penting diketahui bahwa anak bayi dari usia 0 sampai dengan 2 tahun mengalami pertumbuhan otak yang amat pesat sampai ia berusia 21 tahun. Pertumbuhan otak pada anak sejak dini ini akan sangat dipengaruhi oleh stimulasi dari lingkungan. Kebiasaan memberikan anak gadget sejak usia mereka sangat kecil akan dapat memberikan masalah.

Stimulasi yang berlebihan dari gadget seperti internet, tv, iPad dan lain sebagainya pada otak anak yang sedang berkembang dengan sangat pesat akan dapat menyebabkan timbulnya keterlambatan kognitif untuk si kecil. Nantinya, hal ini akan dapat membuat gangguan dalam proses belajar, tantrum anak yang berlebihan, meningkatkan sifat impulsif pada anak dan menurunnya kemampuan anak untuk bisa hidup dengan mandiri.

Oleh karenanya, penting diperhatikan dengan baik. Meskipun pemberian gadget akan membuat anak merasa jauh lebih tenang karena mereka terhibur dengan tayangan yang disaksikan. Akan tetapi, dampak buruk yang dihasilkan dari hal ini akan dapat merusak pertumbuhan dan perkembangan dalam diri mereka. Maka dari itu, sebaiknya berpikirlah kembali sebelum memfasilitas bayi dan balita atau anak-anak anda dengan gadget.

Terlambatnya Tumbuh Kembang Anak

Anak-anak yang diberikan gadget akan cenderung tumbuh menjadi anak yang pasif. Karena pemberian gadget meskipun menghibur dan menyenangkan namun anak-anak tidak dilibatkan secara aktif pada kesenangan fisik seperti yang ada dalam tayangan gadget tersebut.  Selain itu, pada dasarnya gadget tidak membutuhkan sikap responsif dari si kecil sehingga mereka hanya disuguhkan kesenangan yang imajinatif.

Padahal anak-anak diusia balita sedang dalam proses tumbuh kembang yang begitu pesat. Kemampuan motorik kasar dan halus mereka sudah seharusnya mendapatkan stimulasi yang baik sehingga mengasah kemampuan mereka menjadi lebih handal. Sebaliknya, ketika ibu seringkali membiarkan anak berlama-lama bermain gadget hal ini malah akan membuat mereka enggan untuk bisa mengasah kemampuan tersebut.

Alhasil anak akhirnya mengalami tumbuh kembang yang terlambat. Bukan hanya itu, paparan dari teknologi sejak dini pun akan pula dapat mempengaruhi kemampuan literasi pada anak dan prestasi akademik anak secara negatif. Maka dari itu, perhatikan dengan baik hal ini agar jangan sampai dampak buruk dari penggunaan gadget baru anda sadari setelah anak kecanduan menggunakan teknologi yang satu ini.

Obesitas

Dampak lain dari penggunaan gadget yang terlalu berlebihan adalah risiko obesitas. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini dikarenakan itu tadi penggunaan hiburan yang pasif yang ditayangkan oleh gadget baik itu tayangan video atau anak yang bermain video game akan membuat mereka terbiasa dengan hanya duduk dan menikmati hiburan tersebut secara stagnan.

Anak-anak yang seharusnya bermain dan belari sehingga mereka bergerak secara aktif malah terjebak di dalam sebuah ruangan dengan atmosfer yang itu-itu saja dan hiburan yang ditayangkan dari gadget mereka. Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan asupan lemak dan kalori dari makanan yang disantap terus menerus menumpuk ke dalam tubuh.

Anak-anak yang tidak bergerak secara aktif akan membuat tubuh kesulitan mencerna lemak menjadi energi atau tenaga. Hasilnya, tubuh yang terus menerus menumpuk lemak akan membuat si kecil rentan dengan yang namanya obesitas. Anak-anak yang mengalami obesitas akan pula mengembangkan kondisi yang berbahaya lain seperti penyakit kardiovaskular yakni jantung, stroke dan lain sebagainya.

Kurang Tidur

Pada anak-anak dan bayi waktu tidur yang cukup menjadi hal penting yang harus senantiasa dipenuhi dengan baik. Hal ini dikarenakan tumbuh kembang yang pesat akan dapat terjadi ketika anak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Sayangnya, anak-anak yang terbiasa menggunakan gadget akan cenderung sulit memenuhi waktu tidur tersebut dengan baik.

Hal ini dikarenakan mereka terlanjur terlalu asik menyaksikan tayangan dan melakukan hobi mereka dengan gadget yang diberikan oleh orangtuanya. Bila hal ini terjadi bukan hanya tumbuh kembangnya saja yang menjadi terhambat. Akan tetapi, anak-anak yang sudah masuk usia sekolah akan mungkin terkendala dengan nilai akademis mereka yang buruk.

Kurang tidur pada anak akan pula membuat mereka kehilangan fokusnya saat belajar. Hal ini terjadi pada saat kurang tidur rasa kantuk yang tak tertahankan akan menjadi hambatan untuk anak bisa menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik.

Sifat yang Agresif

Selain beberapa dampak buruk di atas, hal lain yang juga bisa mempengaruhi seorang anak yang secara aktif bermain gadget adalah sifat agresif yang mulai ditumbuhkan oleh si kecil dengan perlahan. Kekerasan fisik dan seksual yang banyak tersebar di internet akan menjadi dampak buruk terhadap perkembangan psikologis anak bila orangtua tidak dapat melakukan pengontrolan ini dengan baik.

Anak-anak pada dasarnya adalah peniru yang begitu ulung. Mereka akan dengan mudah melakukan apa yang mereka saksikan di lingkungannya. Termasuk apa yang mereka lihat dari tontonannya. Jangan biarkan mental dan psikologis anak kita rusak akibat apa yang ia saksikan tidak dapat kita kendalikan.

Anak-anak yang mengembangkan kemampuan bersifat agresif akan berdampak buruk terhadap lingkungannya. Anak akan cenderung mendominasi, bersifat diskriminatif, menyerang anak lain atau bahkan tumbuh menjadi seorang pembully. Maka dari itu, perhatikan dengan baik dan kendalikan si kecil agar jangan sampai terjebak dengan kondisi ini.

Kecanduan

Sudah bukan rahasia lagi jika penggunaan gadget melahirkan candu yang sulit untuk dihilangkan. Bukan hanya pada anak-anak, orang dewasa sekalipun seringkali keranjingan dengan penggunaan gadget. Tak heran bila oleh beberapa orang, penggunaan gadget terutama smartphone seringkali menjadi barang yang jauh lebih penting bahkan dari nyawa mereka sendiri dan tidak sedikit orang yang rela melakukan apa saja untuk bisa menjaga gadget mereka tetap aman.

Apalagi pada anak-anak yang dibiasakan untuk mengakses gadget mereka dengan mudah. Kecanduan gadget pada anak-anak akan sulit untuk membuat anak fokus pada satu hal. Karena yang ada dalam pikiran mereka adalah bagaimana caranya mereka bisa mengisi kekosongan mereka dengan ponsel canggih yang ibu berikan.

Tak heran bila anak-anak anda bahkan bisa sampai lupa makan, sulit diingatkan melakukan hal lain selain daripada terus menerus mengakses gadgetnya. Hal ini akan tentu berdampak buruk bagi kesehatan anak maka dari itu, perhatikan dengan baik sebelum dampak yang satu ini dialami si kecil.

Nah, itulah dia beberapa bahaya dari penggunaan gadget bagi anak-anak. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa untuk anak-anak pada usia 0-2 tahun mereka sama sekali sebaiknya tidak terpapar dengan teknologi. Sementara untuk anak-anak diatas usia tersebut memperhatikan pembatasan penggunaan gadget menjadi hal penting yang harus dikontrol oleh orangtua mereka.

Hal di atas penting diperhatikan agar bahaya yang disebutkan di atas tidak berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang si kecil yang begitu berharga.

Loading...