Waspada Shaken Baby Syndrome Bisa Berakibat Fatal

Diposting pada

Shaken baby syndrome (SBS) merupakan kekerasan terhadap anak, khususnya bayi karena guncangan yang terlalu keras. Keadaan ini dapat berakibat fatal, sehingga penting untuk mewaspadainya.

Merawat bayi merupakan suatu pengalaman yang begitu berharga untuk para orangtua. Orangtua harus mampu memahami bayinya dan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi pada bayi. Pada kondisi tertentu, bayi anda mungkin akan rewel dan menangis. Untuk menenangkan tangisannya tersebut, terkadang cara yang dianggap paling efektif selain menyusui bayi yaitu dengan menggendong dan mengayunnya. Seorang bayi tentunya akan begitu suka ketika diayun. Ayunan lembut yang dilakukan oleh orangtuanya ibaratkan seperti buaian yang dapat membuat bayi merasa tenang dan terlelap. Akan tetapi, ayunan lembut ini berbeda dengan guncangan.

Seringkali, baik untuk menenangkan bayi atau mengajak bayi bercanda, orangtua berusaha untuk mengayunkan atau mengguncang bayinya dengan keras agar si kecil tenang dan berhenti menangis. Guncangan seperti ini perlu diwaspadai. Mengapa demikian? Guncangan terlalu keras pada bayi dapat mengakibatkan cedera pada si kecil, bahkan akibatnya dapat sangat fatal dialami oleh bayi anda. Hal seperti ini disebut dengan Shaken Baby Syndrome (SBS). Shaken Baby Syndrome (SBS) itu sendiri merupakan istilah untuk menggambarkan kekerasan terhadap anak. Keadaan ini disebabkan oleh guncangan keras yang dilakukan pada anak.

Shaken Baby Syndrome

Penyebab utama terjadnya tindakan kekerasan yang dapat berakibat pada SBS yaitu agar bayi berhenti menangis atau rewel. Diketahui, penyebab yang lainnya yaitu karena anak sulit makan.

Risiko Shaken Baby Syndrome (SBS) Pada Anak

Shaken baby syndrome itu sendiri biasanya sering ditemukan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Namun, keadaan ini tidak menutup kemungkinan dialami oleh anak usia balita atau dari dua sampai lima tahun.

Pada beberapa kasus, shaken baby syndrome ini dapat menyebabkan cacat permanen. Bahkan dalam kasus yang lebih parah dapat menyebabkan kematian. Selain itu, cedera otak permanen, pendarahan pada mata, cedera urat saraf tulang belakang dapat dialami oleh bayi. Berdasarkan data dari Amerika, terdapat sekitar 1.000 sampai 1.500 kasus shaken baby syndrome dalam setiap tahunnya. Korban yang mengalami shaken baby syndrome sebagian besar yaitu bayi berusia 3-8 bulan.

Mengapa Shaken Baby Syndrome Dapat Berakibat Fatal?

Keadaan ini dapat berakibat fatal karena struktur tubuh yang masih dalam keadaan lemah. Otak bayi masih berisi banyak cairan, selain itu otot leher bayi masih belum bisa menyangga dengan baik dan stabil. Apabila guncangan yang kuat dilakukan pada bayi, maka akibatnya dapat menyebabkan terjadinya tarikan atau rentangan di antara otak dengan selaput otak yang melekat pada tulang kepala. Dimana tarikan atau rentangan ini dapat mengakibatkan terjadinya robekan pembuluh darah yang berperan untuk menghubungkan otak dengan selaput otak. Meskipun robekan yang terjadi sangat kecil, tetapi tetap saja akibatnya dapat fatal dialami bayi. Jika perdarahan diotak terjadi, maka akan cukup sulit untuk diatasi.

Jika perdarahan di otak terjadi, maka gejala yang akan dialami oleh bayi di antaranya yaitu muntah-muntah dan kejang-kejang. Dalam kasus yang lebih parah dapat menyebabkan bayi tidak sadarkan diri, bahkan hingga menyebabkan kematian. Gejala lainnya yaitu dapat menyebabkan perdarahan pada retina mata, dimana keadaan ini dapat menyebabkan kebutaan.

Guncangan atau ayunan yang dilakukan terlalu kuat juga dapat menyebabkan tulang kaki, lengan, tungkai patah. Keadaan ini dapat terjadi karena saat mengayunkan bayi yang dipegang bukan badannya, melainkan kaki, lengan atau ketiaknya.

Berikut ini beberapa gejala umum shaken baby syndrome pada bayi:

  • Bayi terlihat lesu, dan ia tidak banyak senyum seperti biasanya.
  • Bayi tidak kuat untuk menghisap dan menelan.
  • Nafsu makan bayi mengalami penurunan, bayi sulit makan dan ia mengalami muntah tanpa sebab.
  • Bayi jarang tersenyum.
  • Mengalami kejang-kejang.
  • Bayi jarang tersenyum.
  • Mengalami sulit bernafas.
  • Tidak mampu untuk mengangkat kepala.
  • Kepala atau jidat bayi lebih besar dibandingkan dengan biasanya. Dalam beberapa kasus, kepala bayi dapat mengalami pembengkakan.
  • Penglihatan bayi menjadi tidak fokus, gerakan mata berubah-ubah dan ukuran pupil mata bayi tidak sama.

Apabila bayi menunjukan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, maka orangtua wajib waspada. Tanpa pikir panjang, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik.

Pencegahan Shaken Baby Syndrome (SBS)

Mengetahui shaken baby syndrome dapat berakibat fatal, maka anda harus mampu mencegahnya. Beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah keadaan ini seperti misalkan:

  • Hindari mengguncang anak atau bayi, meskipun guncangan yang dilakukan tidak terlalu keras.
    Ketika anda sedang emosi, alangkah lebih baik untuk meletakan bayi dalam boksnya. Karena pada saat kemarahan memuncak, apapun dapat dilakukan tidak terkecuali mengguncang bayi yang berada dalam gendongan anda.
  • Hindari menghukum anak pada saat anda sedang emosi karena bisa saja anda menjadi lupa diri. Alangkah lebih baik untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Setelah itu, anda dapat menerapkan hukuman yang tepat pada anak anda.
  • Hindari bermain atau bercanda dengan bayi dengan cara mengguncang atau mengayunkan bayi.
    Apabila anda hendak meletakan bayi anda pada ayunan, maka sebaiknya gunakan ayunan khusus dan ayunkan dengan lembut serta hati-hati.
  • Selalu awasi bayi anda pada saat ia sedang bermain dengan kaka atau anak lainnya yang usianya lebih besar.
  • Pilih pengasuh anak yang dapat benar-benar dipercaya.
  • Hindari setiap benturan yang akan dialami oleh bayi anda.
  • Hindari mengguncang bayi terlalu keras ketika anda menggendongnya.
  • Jika orangtua mengalami masalah psikis, maka sebaiknya segera mencari bantuan profesional yang terkait. Ini dilakukan agar orangtua dapat mengasuh anaknya dengan aman dan bertanggung jawab.

Guncangan yang Dapat Menyebabkan Shaken Baby Syndrome

Sebenarnya tidak ada angka yang jelas berapa kali guncangan yang dapat menimbulkan akibat medis, atau berapa lama guncangan yang dapat menimbulkan akibat fatal pada bayi. Umumnya, kebanyakan guncangan berlangsung dalam waktu sekitar 20 detik atau kurang.

Dalam beberapa kasus, periode guncangan sekitar 5-10 detik dan guncangan yang dilakukan dengan kekuatan yang keras.

Diagnosis Shaken Baby Syndrome (SBS)

Untuk mendiagnosis keadaan ini, maka diperlukan wawancara bersama dengan orang yang mengasuh anak setiap harinya. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan seperti misalkan CT scan atau MRI kepala. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kerusakan pada otak dan perdarahan. Selain itu, Foto Rontgen dapat membantu mendeteksi patah tulang. Pemeriksaan mata biasanya dilakukan untuk mencari ada atau tidak adanya perdarahan pada retina mata.

Mengetahui shaken baby syndrome akibatnya sangat fatal untuk bayi, maka sebisa mungkin hindari mengayunkan bayi terlalu keras. Cegah keadaan ini dengan beberapa langkah pencegahan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Intinya, sebagai orangtua anda harus lebih waspada terhadap kondisi anak anda. Bayi masih lemah, untuk itu penting memperlakukannya dengan lembut dan hati-hati.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *