Tips Merawat Bayi BBLR Di Rumah Yang Paling Mudah

Diposting pada

Mempunyai bayi berat bayi lahir rendah memang membutuhkan perawatan tersendiri yang harus Anda lakukan dirumah. Anda harus memperhatikan beberapa cara dan tips merawat bayi bblr yang harus dilakukan agar kesehatan bayi Anda terjaga dan dapat tumbuh dengan sempurna.

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) memang dapat dikatakan sebagai bayi yang beresiko tinggi baik dari fisik maupun non fisik. Tentunya, Anda harus melakukan perawatan khusus bagi bayi berat lahir rendah dibanding dengan bayi lahir normal. Perawatan bayi bblr harus dilakukan dengan baik untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Tips Merawat Bayi BBLR

tips merawat bayi bblr

Penyebab Bayi Lahir Dengan Berat Rendah

Segala sesuatu yang terjadi tentu ada penyebabnya, termasuk pada bayi lahir dengan berat rendah. Dengan mengetahui beberapa penyebab pada bayi berat lahir rendah, Anda dapat menghindari beberapa hal tersebut dengan baik. BBLR disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan juga pada saat kehamilan. Berikut ini beberapa penyebab berat bayi lahir rendah, diantaranya:

1. Gizi ibu sebelum hamil

Meskipun seorang ibu belum mengalami kehamilan, namun status gizi pada sang ibu sebelum hamil ikut menentukan perkembangan bayi. Pasalnya, gizi yang harus diperoleh oleh seorang ibu sebelum hamil ikut mendukung asupan gizi bayi di dalam kandungan. Tentunya, kecukupan status gizi pada saat kehamilan dapat dinilai dengan menggunakan indeks masa tubuh. Baca juga : Apa Pentingnya Imunisasi Campak Dan Rubella Untuk Anak Anda

Salah satu fakta menyebutkan bahwa wanita dengan berbadan kurus yang ditunjukkan oleh IMT < 18,5 berpeluang dua kali lebih besar untuk melahirkan berat bayi lahir rendah dibandingkan dengan wanita dengan IMT > 18,5. Tentunya, angka yang ditunjukkan oleh IMT sebelum hamil dapat dijadikan penentu dalam menggambarkan perkembangan bayi pada nantinya. Namun, tidak sedikit juga ibu dengan berat badan kurus justru memiliki bayi dengan berat badan yang stabil bahkan gemuk.

2. Kurangnya asupan nutrisi ibu ketika sedang hamil

Jika Anda memang sedang hamil, maka asupan nutrisi pada makanan dan minuman yang Anda konsumsi ikut menentukan berat bayi pada saat persalinan nanti. Selain membuat tubuh ibu menjadi lebih kuat, gizi dan nutrisi dari seorang ibu juga sangat andil dalam mendukung perkembangan bayi. Jika seorang ibu tidak terpenuhi asupan gizinya, maka otomatis bayi Anda pun sepertu demikian. Maka dari itu, penuhi asupan gizi dan nutrisi dengan cukup yang diperlukan untuk perkembangan ibu dan bayi Anda.

3. Berat badan ibu ketika sedang hamil

Pada umumnya berat badan seorang wanita hamil mengalami peningkatan sebesar 11 kg sampai 18 kg bahkan lebih. Jika ibu cenderung memiliki berat badan yang stabil dan tetap dengan usia kehamilan yang terus maju, maka Anda harus waspada akan hal ini. Kemungkinan besar bayi dan tubuh Anda tidak mengalami peningkatan berat badan yang seharusnya didapatkan ketika sedang hamil. Hal ini tentu berkaitan dengan asupan nutrisi dan gizi pada ibu hamil. Peningkatan berat badan yang cukup drastis dapat meminimalisir resiko berat bayi lahir rendah.\

4. Usia muda ketika seng hamil

Inilah kenapa kehamilan usia dini tidak diperbolehkan di dalam dunia medis. Selain kondisi fisik ibu yang belum siap untuk mengandung, kehamilan usia dini juga dapat menyebabkan resiko berat bayi lahir rendah. Kehamilan pada usia remaja sekitar 13-19 tahun sangat beresiko yang akhirnya mengakibatkan berat bayi lahir rendah lebih tinggi dan terus naik hampit mencapai 50% dari kasus kehamilan. Faktanya, tubuh dan rahim seorang remaja belum siap untuk mengalami kehamilan dikarenakan organ reproduksi masih sangat dini. Selain itu disebabkan oleh asupan nutrisi dan gizi ibu hamil usia muda yang tidak terlalu diperhatikan.

5. Jarak waktu kelahiran anak

Dengan menjaga jarak melahirkan anak, maka Anda sedikitnya mencegah terjadinya berat bayi lahir rendah. Jika ibu tidak mengatur jarak kelahiran pada Anak, dimungkinkan pada kehamilan yang kedua, seorang ibu belum menyimpan nutrisi dan gizi yang diperlukan dalam proses kehamilan. Tentunya, kebutuhan nutrisi pada ibu hamil akan terus meningkat seiring dengan usia kehamilan. Fakta membuktikan setidaknya berat bayi lahir rendah dapat terjadi pada ibu yang melahirkan anak dengan interval waktu sekitar 24 bulan dari kelahiran anak sebelumnya.

6. Hamil bayi kembar

Penyebab BBLR berikut ini memang umum terjadi pada seorang ibu dengan kehamilan bayi kembar. Kehamilan yang lebih dari satu menyebabkan seorang ibu harus membagi gizi dan nutrisi pada dua orang bayinya sehingga akan terjadi kurangnya asupan nutrisi dan gizi pada kedua bayi. Bayi kembar juga sangat rentan memiliki tubuh yang sangat kecil dikarenakan adanya batasan tempat untuk berkembang saat didalam rahim. Untuk itu, jika Anda sudah dapat mendeteksi bahwa Anda hamil dengan dua anak, maka sebaiknya Anda ekstrak banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak nutrisi yang memang diperlukan dalam mendukung perkembangan kedua bayi Anda.

7. Kesehatan ibu yang buruk

Bagaimanapun juga kehamilan dengan bayi yang sehat dipengaruhi oleh sehat atau tidaknya seorang ibu. Jika seorang ibu sehat, maka sangat besar bayi yang dikandung juga sehat, sebaliknya jika kondisi kesehatan ibu tidak baik, tidak menutup kemungkinan bayi Anda pun kurang sehat. Tidak hanya masalah fisik, tetapi juga kesehatan psikologis pada si ibu. Beberapa masalah kesehatan yang kerap dialami oleh seorang ibu yang sedang hamil dan beresiko melahirkan bayi berat rendah diantaranya anemia, infeksi, komplikasi kehamilan, riwayat keguguran, pregnancy blues dan juga paparan asap rokok dan alkohol.

8. Gaya hidup

Gaya hidup seseorang memang sangat menentukan kesehatan seseorang tersebut. Seperti pada ibu yang sedang hamil, gaya hidup yang sangat buruk selama hamil memang beresiko mengalami kelahiran bayi berat rendah. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol dan juga mengonsumsi obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep dokter sangat berakibat untuk mendapatkan berat bayi lahir rendah.

Perbedaan Berat Bayi Lahir Rendah Dengan Bayi Prematur

tips merawat bayi bblr

Apakah berat bayi lahir rendah sama dengan bayi prematur? Pertanyaan tersebut sering diajukan oleh banyak wanita terutama yang memiliki bayi dengan kondisi seperti itu. Mereka tentunya ingin mengetahui apakah memang BBLR sama dengan bayi prematur ataukah tidak.

Membandingkan berat bayi lahir rendah dengan bayi prematur memang sangatlah tidak dibenarkan. Namun, hal ini harus dilakukan agar Anda dapat memahami keunikan pada bayi termasuk pada bayi berat bayi lahir rendah dan juga bayi prematur.

Ciri-Ciri Pada Berat Bayi Lahir Rendah

Pada umumnya, bayi yang disebut dengan berat bayi lahir rendah apabila berat bayi kurang dari 2,5 kg saat dilahirkan. Tubuh bayi BBLR tampak lebih kecil dengan kulit yang keriput. Berat bayi lahir rendah mendapatkan usia kehamilan sampai waktunya ataupun belum waktunya.

Berat bayi lahir rendah biasanya memiliki panjang kurang dari 45cm dengan kepala lebih besar dari badan. Tulang rawan pada daun telinga dapat terlihat dengan jelas belum sempurna pertumbuhannya. Lapisan lemak pada kulit sangat tipis dengan rambut lanugo yang cukup banyak. Bayi BBLR memiliki pernapasan yang tidak beraturan. Kepala tidak dapat berdiri dengan tegak serta fungsi syaraf yang belum efektif sehingga tangisan bayi begitu sangat lemah. Kira-kira pernapasan bayi BBLR berkisar antara 40-50 kali/menit dengan denyut nadi sekitar 100-140 kali/menit.

Berat bayi lahir rendah memang memiliki resiko kedinginan yang cukup hebat serta kerap mengalami gangguan pada pernapasan dan juga infeksi karena kuman.

Ciri – Ciri Pada Bayi Prematur

Lalu, bagaimana dengan bayi kurang bulan atau prematur? Perbedaannya antara berat bayi lahir rendah dengan bayi prematur memang tampak disini. Bayi yang dikatakan BBLR adalah bayi mengalami kondisi dengan berat badan yang rendah dengan umur kehamilan yang cukup atau yang tidak cukup. Sedangkan bayi prematur adalah kelahiran bayi yang disebabkan oleh kurangnya usia kehamilan atau lahir sebelum waktunya. Pada umumnya berat badan pada bayi prematur cenderung normal sesuai dengan usia kehamilan, hanya saja usia kehamilan belum mencukupi.

Ciri-ciri bayi prematur yang lainnya antara lain memiliki kulit yang sangat tipis, seluruh tubuhnya tertutup oleh lanugo, refleks belum sempurna sehingga kesulitan saat bayi menyusu, kulit terlihat lebih merah, pernapasan belum sempurna, garis kaki dan garis tangan sangat tipis, juga ukuran kepala yang tidak proporsional.

Tips Merawat Bayi BBLR

tips merawat bayi bblr

Setelah kita mengetahui penyebab dan ciri-ciri bayi BBLR, maka poin selanjutnya yang harus Anda cari tahu bagaimana cara dan tips merawat bayi BBLR dengan benar. Hal ini dimaksudkan agar para orang tua yang memiliki anak BBLR dapat tumbuh dengan sempurna seperti anak normal pada umumnya.

Tips merawat bayi BBLR hampir sama dengan merawat bayi prematur dikarenakan penyebab serta ciri-ciri yang hampir sama pula. Tentunya, tips merawat bayi BBLR ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko gangguan akan perkembangan dan masalah kesehatannya. Berikut ini beberapa tips merawat bayi BBLR yang umum dilakukan oleh banyak orang tua, diantaranya:

Pemberian ASI Eksklusif

Memberikan ASI eksklusif pada bayi memang sangat dianjurkan bagi para ibu baik untuk bayi lahir normal, bayi prematur maupun bayi BBLR. Seperti yang kita tahu bahwa ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi. ASI memang didapatkan langsung dari ibu yang berasal dari sisa-sisa nutrisi dan gizi yang dikonsumsi oleh ibu. Pada ASI terdapat beberapa kandungan yang bernilai tinggi seperti protein, bermacam-macam asam, laktalbumin dan zat yang bermanfaat untuk kekebalan tubuh bayi.

Ada beberapa cara seorang ibu memberikan ASI untuk anaknya antara lain menyusu langsung, memakai dot atau memakai sendok. Namun, cara yang terbaik untuk memberikan ASI pada anak ialah dengan diberikan langsung melalui payudara. Dianjurkan untuk memberikan ASI sedikit demi sedikit namun sering untuk mencukupi kebutuhan si kecil.

Berikan Pakaian Yang Nyaman

Bagi bayi BBLR tentu saja mengalami suhu badan yang kedinginan dikarenakan jaringan lemak pada kulit masih sangat tipis. Berikan pakaian yang cukup tebal untuk menghindari tubuh bayi dari kedinginan. Hal yang perlu Anda tahu, jangan sampai menunda popok bayi sampai basah karena ompol. Segeralah mengganti popok dengan yang kering dan bersih agar dapat memberikan kenyamanan pada bayi Anda. Hal ini tentunya menghindari terjadinya kuman pada ompol dan basah berlebih pada tubuh bayi.

Berikan kehangatan pada bayi

Tips merawat bayi BBLR berikut ini, seorang ibu wajib memberikan kehangatan pada tubuh bayi. Ketika hendak mengganti baju bayi, jika memang diperlukan berikanlah secukupnya penghangat seperti minyak telon pada tubuh bayi agar bayi tetap merasa hangat.

Jaga kebersihan lingkungan

Bagaimanapun juga bayi BBLR memang sangat rentan terserang penyakit. Hal ini diakibatkan oleh kondisi tubuh bayi yang masih lemah serta imun tubuh yang belum memadai. Tentu saja, ini tugas bagi orangtua untuk selalu menjaga lingkungan tetap bersih. Orangtua hendaklah mencuci dulu tangan menggunakan sabun atau mengganti dulu baju setelah pulang beraktifitas diluar sana. Virus dan juga bakteri dari luar dapat juga menempel pada tubuh dan pakaian Anda. Untuk itu, sangatlah disarankan untuk menjaga kebersihan untuk melindungi bayi Anda dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Menggunakan sorot lampu

Bayi berat lahir rendah jika dirawat di rumah, maka Anda harus mempersiapkan lampu sorot untuk menyinari tubuh bayi. Lampu sorot disini sebagai pengganti inkubator seperti di rumah sakit. Rasa hangat yang dihasilkan oleh lampu dapat membuat tubuh bayi merasa hangat dan tidak kedinginan. Namun, Anda harus berhati-hati ketika memasangkan lampu sorot.

Untuk itu, sebaiknya letakan sedikit lebih jauh dari bayi dan hindari menyorot bagian mata. Anda dapat memasang penghalang pada bagian mata bayi dengan kain atau kardus. Satu lagi, Anda dianjurkan untuk menyorot bagian dada, untuk itu tempatkan lampu sorot disamping kasur bayi anda, jangan diatas kepalanya. Hal ini untuk menghindari mata juling pada bayi. Tips merawat bayi BBLR dengan teknik ini memang perlu dilakukan terutama merawat bayi di rumah.

Menemani bayi tidur

Tips merawat bayi BBLR berikut ini sebaiknya dilakukan pada bulan pertama usia bayi. Menemani bayi tidur bukan berarti Anda juga tidur. Hal ini lebih pada perbuatan Anda seperti menggendong bayi atau diletakkan pada pangkuan ibu ketika sedang tertidur. Bayi sebaiknya diletakkan lebih dekat dengan ibu saat tidur terutama pada malam hari.

Memonitor perkembangan bayi

Bayi BBLR memang memerlukan pengawasan dengan tips merawat bayi BBLR yang lebih khusus dari bayi-bayi normal pada umumnya. Selalu mengecek perkembangan bayi Anda secara rutin ke bidan atau ke dokter untuk melihat kemajuan pada bayi Anda. Untuk itu, selalu lakukan pengawasan pada bayi secara teratur dan rutin untuk memperhatikan sistem pernapasan pada bayi, permukaan kulit serta suhu tubuh pada bayi.

Jika bayi Anda mengalami gejala seperti sakit kuning, sesak nafas, demam, bayi tidak mau menyusu, bayi terlihat lemas bahkan tidak sadarkan diri, maka segeralah pergi ke bidan atau dokter untuk segera melakukan pemeriksaan.

Tips Merawat Bayi BBLR Dengan Metode Kanguru

tips merawat bayi bblr

Terdapat pula tips merawat bayi BBLR dengan menggunakan Perawatan Metode Kanguru (PMK) yang saat ini banyak dilakukan oleh orangtua yang mempunyai bayi BBLR atau bayi prematur. Metode kanguru ini adalah sebuah metode dengan melakukan kontak langsung antara kulit ibu dengan kulit bayi.

Metode kanguru dapat dilakukan di rumah sakit ataupun di dalam rumah dengan posisi duduk, berbaring ataupun berdiri.

Cara melakukan metode kanguru

  1. Ibu harus melepaskan semua baju bagian atas. Disarankan untuk memakai pakaian yang memiliki kantung dibagian depan agar dapat dengan mudah menempatkan bayi Anda.
  2. Tidak hanya ibu, bayi juga harus melepaskan pakaiannya. Namun, tetap masih bisa menggunakan popok, topi dan kaos kaki.
  3. Sebelum meletakan bayi pada tubuh Anda, pastikan untuk membersihkan bagian perut dan dada terlebih dahulu.
  4. Setelah itu, letakkan bayi pada tubuh ibu dalam posisi tegak. Anda dapat meminta bantuan suami atau keluarga untuk meletakkan bayi ditubuh Anda.
  5. Pastikan dada bayi menempel pada dada ibu
  6. Posisikan kepala bayi pada salah satu sisi agar hidung bayi tidak terhalang karena akan menyebabkan bayi sulit bernafas.
  7. Usahakan tangan bayi dalam posisi fleksi
  8. Sentuh dan peluk seluruh bagian tubuh bayi terutama kaki bayi yang harus menyerupai posisi pada kaki katak
  9. Jika Anda tidak memiliki kantung pada bagian baju depan, maka Anda dapat mengikat kain antara ibu dan bayi agar tidak terjatuh.
  10. Pastikan untuk menggendong tubuh bayi dengan hanya mencapai bagian telinga bawah bayi Anda.

Tentunya, dengan usaha yang keras, Anda dapat melakukan tips merawat bayi BBLR ini dengan mudah. Pastikan untuk mengikuti tips-tips yang sudah kami jelaskan diatas. Semoga tips merawat bayi BBLR ini dapat membantu Anda.

Loading...