Tips Menyusui Bayi Penderita Celah Bibir (Bibir Sumbing)

Tips Menyusui Bayi Penderita Celah Bibir (Bibir Sumbing) – Banyak ibu merasa khawatir tidak dapat meberikan ASI ekslusif untuk bayi mereka yang lahir dengan ketidaksempurnaan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai tips menyusui bayi penderita celah bibir atau yang juga dikenal dengan sebutan bibir sumbing.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi ibu selepas melahirkan anak dengan kondisi celah bibir adalah pemberian ASI. Mereka merasa khawatir bahwa ketidak sempurnaan yang terjadi dengan buah hatinya. Membuat mereka tidak dapat diberikan ASI dan mendapatkan ASI eksluif sebagaimana anak pada umumnya.

Bayi yang lahir dengan kondisi celah bibir dan langit-lagit atau bibir sumbing merupakan sebuah kondisi kelainan umum pada perkembangan janin yang terjadi didalam kandungan. Sumbing adalah celah yang terbuka antara kedua bagian atap mulut atau bibir, atau bisa juga terjadi sebagian maupun keseluruhannya.

Beruntungnya, dewasa ini tekhnologi memungkin bayi yang lahir dengan kondisi bibir sumbing dapat diatasi dengan melalui jalan operasi. Akan tetapi demikian, bayi tetap harus memiliki usia minimal terlebih dahulu sebelum mereka dapat menjalani operasi tersebut. Dalam artian lain, bayi berkelainan sumbing tidak dapat langsung menjalani operasi penyempurnaan pada saat mereka baru saja dilahirkan.

Menghadapi kasus seperti ini tentu anda akan terus-terusan dihadapi dengan ketakutan bagaimana si kecil menyusu. Sebab bagaimanapun, ASI adalah asupan paling penting yang harus diberikan pada si kecil. Anda tentu tidak akan dapat menunggu memberikan ASI pada si kecil sampai dengan proses operasi selesai dilakukan. Hal ini akan mungkin membuat si kecil berada dalam bahaya.

ASI adalah satu-satunya asupan makanan pertama untuk si kecil. Selain itu, ASI pun merupakan asupan nutrisi penting untuk tubuh si kecil. Tanpa diberikan dengan ASI tubuh si kecil tidak akan berkembang dan bertumbuh dengan baik. Untuk itulah, pemberian ASI pada bayi adalah kewajiban penting yang harus selalu diutamakan. Begitupula dengan bayi yang menderita celah bibir atau bibir sumbing mereka ttap berhak mendapakan asupan ASI untuk meningkatkan status gizinya.

tips-menyusui-bayi-penderita-celah-bibir

Nah, bagi anda yang masih merasa khawatir dalam memberikan ASI pada bayi dengan kelainan ini. Tak perlu khawatir kali ini kami akan jelaskan beberapa tipsnya untuk anda.

Tips Menyusui Bayi Penderita Celah Bibir (Bibir Sumbing)

Bayi dengan celah bibir tetap berhak mendapatkan asupan nutrisi dari ASI guna meningkatkan status gizi dan mendukung pertumbuhannya dengan lebih baik. Jadi demikian, tidak ada hal yang tidak mungkin bila ada usaha dari orangtua dan dukungan dari orang-orang sekitar. Bayi dengan kelainan bibir sumber akan tetap dapat menyusu. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan.

Bagaimana Posisi yang Baik Untuk Ibu Saat Menyusui Bayi?

Untuk memudahkan si kecil dapat menyusu, ibu bisa membantu mereka dengan menutup bagian celah bibirnya dengan menggunakan jari. Bayi dengan lubang langit-langit mungkin akan mengalami kesukaran dalam menghisap payudara ibu. Akan tetapi, jangan putus asa cobalah terlebih dahulu.

Pedapat menyatakan bahwa bayi dengan kelainan bibir sumbing tidak akan dapat menyusu dengan benar. Akan tetapi, bila bayi mengalami sumbing pada bagian palatum molle si kecil tetap akan dapat menyusu tanpa mengalami kesulitan. Nah, dibawah ini adalah beberapa posisi lain yang dapat dipraktikan ibu untuk memudahkan si kecil menyusu.

  • Posisi ibu duduk dengan tegak dan vertikal. Posisi ini akan membuat anda merasa nyaman dan memudahkan si kecil menyusu. Sementara itu untuk bayi palatoskizis sebaiknya menyusu dalam posisi tidur sehingga puting akan jauh mencapai bagian faring dengan demikian terjadinya aspirasi akan dapat dihindari
  • Selanjutnya adalah dengan memegang bagian puting susu dan areola sewaktu menyusui. Kondisi ini akan membantu si kecil untuk mendapatkan ASI yang cukup.
  • Ibu jari ibu akan dapat membantu menyumbat celah langit-langit bibir si kecil. Sehingga ia bisa menyusu dengan lebih nyaman.
  • Bila bayi menderita sumbing pada bibir dan bagian langit-langit (labiopalatosziksis) ASI akan dapat dikeluarkan dengan cara yang manual atau dipompa.
  • Sementara itu, bila si kecil kesulitan meng-ASI langsung dari payudara ibu maka anda bisa menggunakan bantuan botol, pipet atau menggunakan dot ASI yang khusus.

Bagaimana Posisi Bayi Saat Menyusu?

Supaya si kecil tidak tersedak sewaktu meng-ASI pada ibunya, maka sebaiknya posisi anda dibantu dengan duduk. Hal ini akan dapat membantu si kecil menyusu dengan lebih baik. Selain itu, kondisi ini akan menghindari ASI yang langsung masuk ke bagian paru-paru. Sementara itu, untuk mengontrol aliran ASI maka tempatkan puting pada bagian pinggir mulut si kecil. Dengan begini, keluarnya air susu dapat diatur melalui bagian dalam pipi si bayi.

Disamping itu, cara lainnya dapat dilakukan dengan mendudukan bayi dipelukan ibu dan hadapkan ke arah ibu. Bantu posisi ini dengan mengganjalnya menggunakan bantal untuk sandaran punggung dan kepala. Setelah itu, tempatkan puting susu kedalam bagian mulut dibagian langit-langit yang tidak berlubang. Lakukan dengan perlahan dan hati-hati.

Bagaimana Bila Tidak Berhasil Menyusui Bayi dengan Cara yang Manual?

Bila kendala yang anda hadapi terlalu besar sewaktu memberikan ASI langsung lewat payudara. Maka kondisi ini dapat kita siasati dengan menampung ASI ibu dalam botol yang khusus. Botol ini umumnya dilengkapi dengan dot yang lentur dan diperuntukan khusus untuk mereka yang memiliki kelainan ini. Sementara itu, untuk memberikannya anda dapat terlebih dahulu menghangatkan ASI dengan merendamnya menggunakan air panas.

Hanya saja, coba perhatikan dengan benar suhu ASI yang anda rendam. Jangan berikan ASI yang terlalu panas. Untuk itu, lakukan percobaan dengan meneteskannya pada bagian punggung tangan anda. Bila ASI dirasakan sudah sesuai maka anda akan dapat memberikan ini pada si buah hati.

Lalu Bagaimana Bila Penggunaan Botol Gagal?

Bila setelah menggunakan media botol anda masih menjumpai kegagalan atau resikonya yang dianggap terlalu besar. Atau mungkin anda belum merasa percaya diri dapat melakukan hal ini. Maka cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bantuan sendok.

Caranya adalah dengan memerah ASI dan menampungnya dalam wadah. Sementara itu, berikan ASI ini dengan menggunakan sendok plastik khusus bayi. Hal ini dilakukan agar sendok yang anda gunakan tidak menyakiti bagian mulut bayi.

Bagaimana Cara Membersihkan Celah?

Celah yang terdapat pada bayi yang menderita bibir sumbing memang perlu untuk dijaga agar tetap bersih. Untuk itu, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membersihkan bagian ini. Adapun hal yang dapat dilakukan untuk membersihkan bagian celah tersebut adalah dengan menggunakan kapas basah. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan timbulnya kerak susu. Untuk itu, jangan merasa takut untuk menyentuh bagian celah. Pastikan tangan anda dalam keadaan yang higienis.

Demikianlah beberapa tips yang dapat diterapkan dalam menyusui anak bayi yang menderita celah bibir (bibir sumbing). Semoga tips ini bermanfaat dan memberikan solusi yang baik untuk anda tetap mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil denga baik.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *