Tips Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome)

Tips Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome) – Setiap ibu tentu ingin bisa menyusui atau memberikan ASI pada bayi mereka dengan baik. Hanya saja, bagaimana dengan mereka yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti anak-anak yang mengidap down syndrome? Berikut ini adalah tips menyusui bayi berkebutuhan khusus yang dapat dipraktikan dengan mudah.

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi. Selama usianya belum memasuki usia yang cukup untuk diberikan makanan pendamping, pemberian ASI harus terus dilakukan. Hal ini dikarenakan ASI adalah satu-satunya asupan makanan bernutrisi untuk bayi dapat mengembangkan kemampuan tubuhnya dengan lebih baik. Memberikan ASI yang cukup untuk bayi sama artinya dengan mendukung dengan baik setiap pertumbuhanya. Dengan demikian, tubuh bayi akan dapat bekerja dengan perkembangan yang terus berjalan setiap saatnya.

Hanya saja, belajar memberikan ASI atau menyusui tentunya bukan perkara yang mudah, terutama untuk ibu baru manapun. Dibutuhkan proses dan waktu untuk dapat memberikan ASI dengan baik pada buah hatinya. Belum lagi, perasaan sakit dan gangguan menyusui lain yang kerap hadir, membuat ibu baru yang baru saja menyusui dibuat sedikit tersiksa dengan kondisi ini.

Lalu bagaimanan kasusnya dengan mereka yang memiliki bayi berkebutuhan khusus, seperti misalkan down syndrome atau terdapat celah bibir dan langit-langit (bibir sumbing) pada bayi? Kondisi seperti ini pada umumya akan membuat mereka akan sedikit sulit untuk disusui.

Tips Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome)

Padahal menyusui bisa menjadi media untuk menenangkan kondisi emosi naik-turun yang disebabkan olesh sulitnya membesarkan bayi yang berkebutuhan khusus. Selain itu, ibu yang menyusui bayi berkebutuhan khusus memang cenderung lebih membutuhkan banyak waktu, ketekunan dan kesabaran. Bahkan, dalam beberapa kasus tidak sedikit ibu yang memilih tidak menyusui bayi mereka karena menganggap keadaan tersebut tidak memungkinkan mereka untuk dapat memberikan ASI dengan baik.

Tips Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome): Apa Itu Down Syndrome?

Down Syndrome merupakan kondisi abnormal genetik yang paling umum. Kondisi ini terjadi pada tiap ras dan kelompok masyarakat yang ada di dunia. Pada kondisi yang normal, nukleus tiap sel tubuh bayi terdiri dari 23 pasang kromosom yang diwariskan dari kedua orangtuanya. Sementara itu, pada anak dengan kelainan down syndrome terjadi ketika beberapa atau semua sel seseorang memiliki semua atau sebagian kromosom 21.

Hingga sampai saat ini belum diketahui penyebab dari kondisi ini dapat terjadi. Resiko down syndrome akan lebih tinggi pada kehamilan usia lanjut. Pada kebanyakan kasus bayi pengidap down syndrome banyak dilahirkan dari ibu berusia lebih dari 35 tahun.

Terkadang ibu akan merasa putus asa ketika dokter berusaha menolong anaknya. Akan tetapi pemberian ASI pada si kecil akan menjadi media yang baik untuk membuat mereka menjadi lebih tenang. Sementara itu kiat dalam memberikan ASI yang sukses pada bayi berkebutuhan khusus diantaranya adalah:

Tips Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome)

Ada beberapa hal dan cara yang penting untuk diperhatikan agar bayi berkebutuhan khusus tetap bisa mendapatkan nutrisi dan vitamin dari ASI ibunya. Diantaranya dapat dilakukan dengan beberapa hal dibawah ini.

Pentingkan Agar Bayi Tetap Mendapatkan ASI yang Cukup

Adalah hal yang penting untuk setiap bayi yang baru saja dilahirkan tetap mendapatkan asupan ASI yang cukup. Adapun tanda bayi mendapatkan ASI yang cukup bisa dilihat dari banyak popok yang basaj setiap harinya. Selain itu, kondisi ini juga bisa dilihat dari buang air besar yang lancar, feses yang tidak berbentuk, kuli bayi yang bagus.

Dan yang terpenting adalah penambahan berat badan yang terus berjalan dengan baik. Tidak perlu merasa khawatir dengan kondisi yang dialami oleh si kecil. Bila anda mendapati sesuatu yang salah terjadi dengan tubuhnya, maka segera hubungi dokter. Sementara itu, ada tabel pertumbuhan khusus untuk bayi dengan kelainan down syndrome dimana tabel ini bisa menjadi panduan untuk ibu.

Perhatikan Persediaan ASI

Meski terdapat tantangan yang berbeda dalam mengurus bayi anda. Namun ada banyak solusi yang sama yang bisa anda lakukan. Langkah pertama yang penting dalam menjalankan proses menyusui yang baik untuk bayi adalah dengan memperhatikan kesediaan ASI dengan baik.

Jika bayi anda tidak dapat langsung disusui begitu ia dilahirkan, maka anda harus memompa ASI segera selepas mereka lahir setiap dua atau tiga jam sekali dan sesering mungkin bayi anda akan membutuhkan ASI. Penting pula untuk ibu tetap menjaga kesehatannya dengan baik.

Stres dan kecemasan yang terjadi pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus akan dapat mempengaruhi produksi ASI. Padahal, emosi memainkan peranan yang penting dalam pengeluaran ASI. Untuk itu, upayakan bisa mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk menghindari stres terjadi.

Jangan Ciptakan Ekspektasi yang Berlebihan

Ibu akan rentan merasa “down” karena khawatir dengan kondisi dan keinginan untuk menjalin ikatan batin dengan bayi berkebutuhan khusus. Akan tetapi, kondisi emosi ini akan dapat mengganggu kelancaran dalam menyusui. Jadi daripada mengharapkan terlalu berlebihan lebih baik berfokus pada bagaimana mengurus bayi anda dengan baik.

Jangan buat atau ciptakan ekspektasi yang berlebihan. Awal-awal menyusui adalah waktu untuk mendekap bayi anda dan membiarkan mereka dekat dengan payudara anda. Disadari atau tidak perlahan hal ini akan membangun ikatan batin yang kuat antara anda dengan si kecil.

Berikan Dekapan yang Hangat

Kontak kulit dengan kulit yang menutupi tubuh si kecil dengan tubuh bunda adalah sentuhan yang indah. Cara ini pun akan dapat membantu ibu untuk dapat membangun persediaan ASI dengan baik. Dimana kondisi ini tentu akan dapat mengarah pada keberhasilan menyusui bayi berkebutuhan khusus.

Setelah mendapatkan pasokan ASI yang cukup dan mencipatkan ikatan batin yang kuat bersama dengan si bayi. Ibu bisa mulai mengatur dan mencoba menyesuaikan posisi menyusui yang lebih nyaman.

Resiko Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus

Pada umumnya memang lebih sulit menyusui bayi berkebutuhan khusus dibandingkan dengan anak yang normal. Bayi dengan kelainan down syndrome memiliki otot yang tidak berkembang dengan baik atau terlalu kaku. Kondisi ilah yang membuat si bayi sulit untuk dapat memposisikan diri pada bagian payudara ibunya sewaktu menyusu.

Bayi juga bisa mengalami masalah pada bagian mulutnya, seperti lidah yang terlalu lebar atau langit-langit mulut yang terlalu datar. Dimana kondisi seperti ini akan dapat mempengaruhi dalamnya pelekatan dan membuat payudara ibu terasa sakit.

Bukan hanya itu, bayi penderita down syndome juga mengalami kesulitan dalam mengatur penghisapan dan menelan. Selain itu, mereka pun akan sulit untuk bernapas sehingga lebih rentan untuk mereka tersedak sewaktu disusui. Mereka juga cenderung mudah merasa lelah sewaktu menyusu.

Pada akhirnya kondisi ini membuat mereka kurang mendapatkan ASI akibat banyaknya hambatan ini. Karenanya dalam hal memberikan ASI pada bayi berkebutuhan khusus diperlukan kesabaran yang lebih besar dan ketekunan.

Latihan menyusui yang baik akan dapat meningkatkan kekuatan otot pada tubuh bayi. Dan ketika ia bertambah kuat maka si kecil akan dapat belajar menyusu dengan lebih efektif. Sehingga mereka dapat mengkonsumsi ASI dengan lebih banyak. Pada kondisi yang lebih jarang, ada pula bayi yang mengalami Pierre Robin Syndrome, yakni dengan ciri-ciri rahang yangkeci dan dagu yang muncil. Kondisi seperti inipun dapat membuat si kecil kesulitan menyusu.

Akan tetapi hanya karena bayi anda didiagnosa mengalami salah satu kondisi diatas tidak berarti anda tidak bisa menyusui mereka. Satu-satunya kondisi yang tidak memungkinkan bayi diberikan ASI adalah galaktosemia, yakni kondisi yang membuat si kecil tidak dapat mencerna laktosa.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *