Tips Menjaga Kesehatan Bayi dengan Langkah Sederhana

Kesehatan bayi merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua. Sudah menjadi tugas orangtua untuk memperhatikan kesehatan buah hatinya. Untuk itu, penting bagi orangtua mengetahui tips menjaga kesehatan bayi.

Kehadiran buah hati di rumah tentunya membawa kebahagiaan tersendiri untuk orangtua dan keluarga. Suasana rumah kini menjadi ramai dan hangat dengan kehadiran si kecil. Orangtua selalu berharap buah hatinya tumbuh sehat, ceria dan aktif. Namun, orangtua tiba-tiba akan merasa sangat panik ketika mendapati buah hatinya sakit dan terkulai lemas di tempat tidur.

Bayi dan anak-anak masih rentan terhadap berbagai serangan penyakit, sehingga wajar jika mereka mudah sakit. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh bayi masih lemah dibandingkan dengan orang dewasa.

tips menjaga kesehatan bayi

Namun, sebagai orangtua bukan berarti jika anda tidak dapat menjaga kesehatan bayi anda. Menjaga kesehatan bayi dapat dilakukan dari hal-hal yang sederhana sehingga ia tidak akan mudah terserang penyakit. Karena suatu hal yang sederhana dapat berakibat fatal untuk kesehatan bayi. Berikut ini beberapa tips menjaga kesehatan bayi yang dapat anda lakukan.

Tips Menjaga Kesehatan Bayi

Selalu perhatikan kesehatan bayi

Untuk orangtua, anak merupakan harta yang paling berharga. Orangtua akan memprioritaskan anak dibandingkan dengan hal apapun. Penting bagi orangtua untuk selalu memperhatikan kesehatan bayi. Ketika anda mendeteksi adanya tanda serius yang dialami oleh anak anda, sebaiknya jangan anggap spele keadaan tersebut. Segera konsultasikan keadaan si kecil dengan dokter. Sebaiknya, hindari memberi obat sebelum anda berkonsultasi dengan dokter.

Cukupi Kebutuhan ASI

Seperti yang kita ketahui semua, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Berikan ASI eksklusif pada bayi pada 6 bulan pertama kehidupan bayi. ASI mengandung zat antibodi yang dapat mencegah bayi terserang berbagai penyakit. Penting bagi ibu untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi. Susui bayi kapan pun si kecil menginginkan. Selain untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, ASI bermanfaat untuk kesehatan bayi. Meskipun si kecil sudah mendapatkan makanan pendamping, pemberian ASI setidaknya dilakukan hingga bayi berusia 2 tahun.

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Bayi

Setelah selesai masa ASI eksklusif, bayi akan dikenalkan pada makanan pendamping ASI. Makanan pendamping diperlukan bayi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi. Saat anda memberikan makanan, perhatikan makanan yang diberikan pada si kecil. Perhatikan kandungan gizi dari jenis bahan makanan. Jika kebutuhan gizi si kecil tercukupi maka akan membantu meningkatkan kekebalan tubuhnya. Protein, contohnya protein yang didapatkan dari susu berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sertakan buah-buahan dan sayuran sehat yang mengandung betakaroten dan vitamin C pada menu makannya.

Kandungan betakaroten dan vitamin C diyakini mampu menangkal virus dan membantu mengoptimalkan perkembangan sel-sel baru. Dalam memberikan makanan pendamping anda harus memperhatikan tingkatan kepadatannya, berikan makanan dengan tekstur sesuai kemampuan dan usia bayi. Makanan yang tidak tepat justru akan menyebabkan masalah kesehatan.

Perhatikan dan Jaga Kebersihan Bayi

Kuman dan bakteri kapanpun dapat menyerang bayi dan mengganggu kesehatannya. Untuk itu, sudah menjadi tugas orangtua untuk selalu menjaga dan memperhatikan kesehatan bayi. Ibu dituntut untuk selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan, baik kebersihan bayi atau kebersihan lingkungan sekitar. Jika si kecil sudah mengkonsumsi MPASI atau makanan pendamping ASI, ibu harus memperhatikan kebersihan bahan makanan untuk MPASI.

Penuhi Kebutuhan Cairan Bayi

Memenuhi kebutuhan cairan bayi harus ibu lakukan sebagai upaya untuk menjaga kesehatan bayi. Tubuh membutuhkan cairan yang berperan untuk proses sirkulasi dalam darah dan pencernaan, serta proses metabolisme tubuh yang lainnya. Untuk menunjang kelangsungan proses tersebut dengan optimal, dibutuhkan cairan yang cukup.

Ketika tubuh kekurangan cairan, maka tubuh akan mengalami dehidrasi. Dimana risiko dehidrasi pada bayi sangat fatal. Pastikan si kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup. Anda dapat memberikan air putih, makanan berkuah atau cairan lainnya pada si kecil jika ia sudah mengkonsumsi makanan pendamping. Jika si kecil dalam masa ASI eksklusif, sebaiknya anda memenuhi kebutuhan cairannya hanya dari ASI saja.

Hindarkan Anak dari Tempat Umum

Tempat umum atau tempat yang ramai pengunjung biasanya rentan terhadap kumah-kuman pembawa penyakit. Ketika berada di tempat umum tentunya akan susah melindungi diri dari kuman-kuman yang ada di udara sehingga dapat dengan mudah terhirup oleh pernafasan. Jika anda terpaksa harus membawa si kecil ke tempat umum, pastikan ia selalu dalam pengawasan. Kurangi kontak denga benda-benda yang berada di tempat umum karena bisa saja benda tersebut menjadi sarang kuman.

Lakukan Imunisasi

Imunisasi terbilang efektif dan ampuh dalam mencegah penyakit. Oleh karena itu, pastikan si kecil mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan jadwal.

Cukupi Waktu Tidur Bayi

Berdasarkan penelitian, tidur nyenyak pada bayi dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuhnya. Ketika tidur tubuh bayi membangun sel-sel baru untuk menangkal serangan virus atau bakteri. Intinya, tidur yang cukup dapat meningkatkan sistem imunitas bayi. Untuk itu, pastikan tidur bayi berkualitas dan waktu tidurnya cukup.

Hindarkan Bayi dari Asap Rokok

Penting bagi orangtua untuk menghindarkan si kecil dari asap rokok. Selain mengganggu kesehatan, bayi yang sering terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian mendadak pada bayi, asma, bronkitis dan infeksi telinga.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *