Tips Mencegah Obesitas Pada Balita

Diposting pada

Obesitas dapat berdampak buruk pada kesehatan balita. Karena seperti itu, penting mengetahui tips mencegah obesitas pada balita.

Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa bayi gemuk adalah bayi sehat dan lucu. Karena seperti itu, tidak sedikit ibu yang berusaha untuk menaikan berat badan bayinya dengan memaksimalkan pemberian makan atau nutrisi tambahan yang lainnya.

Faktanya, pendapat tersebut hanyalah mitos belaka. Anda jangan sampai terjebak dengan mitos tersebut. Apabila anda salah menafsirkannya, maka bisa saja anda memberikan nutrisi yang berlebih pada bayi yang dapat menyebabkan bayi mengalami obesitas.

Tips Mencegah Obesitas Pada Balita

Obesitas dapat terjadi pada anak-anak. Obesitas atau kelebihan berat badan pada usia dini dapat terus berlanjut hingga anak tumbuh dewasa nanti. Apabila usia anak semakin bertambah dan besar, maka untuk mengatasi keadaan ini tentunya akan semakin sulit. Nah, agar buah hati anda tercinta terhindar dari obesitas, maka penting untuk mengenal penyebab dan tips mencegah obesitas itu sendiri.

Penyebab Obesitas Pada Balita

Penyebab obesitas pada balita salah satunya yaitu karena faktor keturunan. Apalagi jika orangtua si anak mengalami penyakit diabetes, maka risiko anak mengalami obesitas pada usia dini akan semakin tinggi. Meskipun mereka memiliki berat badan normal saat balita.

Meskipun anda dan pasangan tidak memiliki penyakit diabetes, tetapi bukan berarti anak anda tidak dapat mengalami obesitas. Diketahui, faktor utama penyebab obesitas pada anak yaitu karena gaya hidup atau kebiasaan hidup sehari-hari, seperti misalkan menerapkan pola makan yang tidak sehat, pola istirahat dan aktivitas fisik.

Seperti yang kita ketahui, saat ini tersedia banyak cemilan dan makanan untuk si kecil. Meskipun begitu penting bagi anda untuk tetap memperhatikan kesehatan buah hati tercinta. Usahakan untuk memilih jenis makanan sehat untuk si kecil. Hindari memberikan makanan dengan kadar lemak dan karbohidrat tinggi seperti misalkan:

  • Minuman yang mengandung gula berlebih.
  • Coklat dan permen.
  • Kue yang mengandung coklat dan gula.
  • Makanan cepat saji atau junk food.
  • Kacang-kacangan.
  • Keju dan lain sebagainya.
  • Jika anda ingin memberikan jenis makanan tersebut, maka sangat disarankan untuk memperhatikan porsinya.

Tips Mencegah Obesitas Pada Balita

Biasakan Gaya Hidup Sehat

Salah satu cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah obesitas pada balita yaitu dengan membiasakan gaya hidup sehat. Menerapkan gaya hidup sehat bisa diawali dengan memperhatikan dan mempertimbangkan asupan nutrisi buah hati anda, mengatur aktivitas fisik dan menerapkan pola makan yang seimbang.

Melakukan Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik yang dilakukan setiap hari penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Anda dapat mengajak anak anda untuk melakukan beberapa aktivitas fisik ringan seperti misalkan:

  • Bermain ringan
  • Berdiri
  • Berjalan dari ritme lamban kemudian ke normal

Sedangkan aktivitas yang masuk ke dalam kategori enerjik untuk anak di antaranya yaitu:

  • Bersepeda
  • Melakukan permainan aktif
  • Menari
  • Melompat
  • Memanjat
  • Berenang
  • Berjalan dengan ritme cepat, dan lain sebagainya.

Ketika anda mengajak anak untuk melakukan aktivitas fisik, maka anda harus menyesuaikan dengan keadaan si kecil. Jangan sampai ketika anak sakit anda tetap memaksanya untuk melakukan aktivitas fisik. Sesuaikan juga aktivitas fisik dengan usia si kecil.

Menerapkan Pola Makan Sehat

Untuk mencegah obesitas dan menjaga berat badan si kecil, maka anda dapat menerapkan pola makan sehat dan teratur pada anak anda. Pola makan yang seimbang menjadi salah satu kunci kesehatan si kecil. Dengan menerapkan pola makan sehat, teratur dan mengandung nutrisi seimbang, maka selain tubuh ideal yang didapatkan, juga akan mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Tips menerapkan pola makan sehat pada si kecil

  • Untuk porsi makan si kecil biasanya 1/2 dari ukuran porsi makan orang dewasa.
  • Jika hendak memberikan jus, maka biasakan untuk memberikan jus yang terbuat dari 100% buah asli, tidak mengandung gula buatan. Perhatikan konsumsi jus pada si kecil tidak lebih dari 180% dalam perhari.
  • Dalam membeli atau membuat makanan selingan untuk si kecil, biasakan untuk membeli atau membuatnya dalam porsi sekali makan. Apabila anda membuat atau membelinya dalam porsi besar, maka usahakan untuk menyajikannya pada wadah yang terpisah.
  • Berikan buah-buahan dan sayuran sehat pada si kecil.
  • Buatlah jadwal makan yang teratur yakni, 3 kali makan besar dan 2 kali makan selingan di antara waktu makan besar.

Bahaya Obesitas Pada Anak

  • Gangguan intoleransi glukosa. Secara jasmani, obesitas dapat menyebabkan intoleransi glukosa. Yang mana keadaan ini dapat berujung pada penyakit kencing manis, kadar lemak dalam darah tinggi, tekanan darah tinggi, Obstructive Sleep Apnea (OSA), percepatan maturasi dan lain sebagainya.
  • Risiko jantung koroner meningkat, akibat dari perubahan secara jasmani yang berupa kumpulan gejala sindrom resistensi insulin.
  • Meningkatkan risiko angka kematian dan kesakitan pada masa dewasa.
  • Sistem imun terganggu. Obesitas pada anak dapat meningkatkan inflamasi. Inflamasi dapat mempengaruhi otak sehingga akan menyebabkan suasana hati anak menjadi berubah, serta nafsu makan dapat terpengaruhi.
  • Gangguan pernafasan. Anak yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah pernafasan.
  • Beresiko mengalami penyakit berbahaya. Beberapa penyakit berbahaya yang disebabkan oleh obesitas dapat dialami oleh anak seperti misalkan, asma, penyakit hati, tekanan darah tinggi, kanker dan lain sebagainya.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *