Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak Yang Wajib Anda Ketahui

Diposting pada

Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak  – Tidak hanya orang dewasa, ternyata anak juga sering merasakan yang namanya sakit kepala. Banyak anak yang sering mengeluhkan sakit kepala, namun dapat sembuh dengan mudah setelah diberikah obat pereda nyeri atau parasetamol. Namun, ada beberapa kondisi dimana sakit kepala pada anak tidak boleh Anda abaikan begitu saja karena dapat menjadi tanda penyakit yang serius. Berikut ini kami sajikan beberapa tanda sakit kepala berbahaya pada anak yang cukup serius!

Seperti yang kita tahu bahwa sakit kepala merupakan suatu keluhan yang paling umum terjadi pada anak-anak. Tidak sedikit anak yang mengeluhkan sakit kepala dikarenakan berbagai faktor seperti misalnya kurang makan, terkena flu bahkan kurang tidur. Namun ternyata tidak selamanya sakit kepala pada anak disebabkan oleh hal-hal yang sepela. Tentu, sakit kepala yang dirasakan oleh anak akan menjadi tanda adanya penyakit serius. Banyak sekali kemungkinan jika anak menderita sakit kepala yang cukup serius.

Terlepas dari hal tersebut tentunya Anda sebagai orang tua harus lebih waspada jika anak merasakan sakit kepala. Hal ini bisa saja terjadi dimana sakit kepala pada anak menjadi tanda adanya penyakit serius seperti tumor otak atau meningitis, migrain yang serius atau penyakit lainnya. Dikarenakan adanya kemungkinan anak mengalami beberapa penyakit serius tentunya Anda tidak boleh menyepelekan sakit kepala yang dirasakan oleh anak. Untuk itu, Anda diharuskan untuk mengenali berbagai gejala jika adanya kemungkinan penyakit yang diderita oleh anak ternyata tanda dari penyakit yang serius. Baca juga: Bolehkah Bayi Tidur Tanpa Bantal | Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal

Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak

tanda sakit kepala berbahaya pada anak

Sakit kepala pada anak memang dapat terjadi begitu saja. Meskipun banyak dari anak yang menderita sakit kepala yang biasa, namun tentunya Anda diharuskan untuk lebih waspadai akan sakit kepala yang diderita oleh si kecil. Bisa saja sakit kepala tersebut menjadi tanda penyakit yang serius. Dengan mengetahui beberapa tanda dan gejala yang menjadi indikasi dimana adanya penyakit serius, tentu saja menjadi hal yang harus Anda lakukan.

Anak pastinya akan mengeluhkan rasa sakit kepala pada saat-saat tertentu sehingga ada sekali kemungkinan anak menderita suatu penyakit. Jika Anda mendapatkan beberapa tanda dimana si kecil merasakan sakit kepala tentunya Anda harus mengenali tanda adanya penyakit serius pada anak. Berikut ini ada beberapa gejala dimana sakit kepala pada anak tidak boleh diabaikan, diantaranya:

Lihat juga: 20 Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk Berikut Faktanya

Sakit kepala tidak berhenti

Gejala pertama sakit kepala pada anak yang perlu Anda waspadai jika sakit kepala tidak berhenti juga meski sudah minum obat. Pada umumnya, sakit kepala pada anak tentunya dapat mereda setelah meminum obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan juga paracetamol. Namun, jika sakit kepala pada anak Anda tidak juga reda dan bahkan semakin parah, maka alangkah baiknya jika Anda membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Terlebih jika sakit kepala si kecil disertai dengan gejala lainnya seperti penglihatan yang kabur, lemas dan jufga kondisi lainnya hingga mengganggu aktivitas anak sehari-hari

Sakit kepala disertai leher kaku dan demam

Gejala selanjutnya yang bisa Anda kenali ialah dengan sakit kepala disertai dengan demam dan leher kaku. Jika anak sedang sakit kepala tentunya Anda bisa mendongakkan lehernya ke atas atau menurunkannya ke bawan. Jika si kecil tidak bisa memutar dan menggelengkan kepalanya. Anda tentunya harus segera membawa si kecil ke dokter. Sakit kepala pada anak yang cukup serius tentunya dapat disertai dengan demam dan leher kaki yang menjadi tanda adanya penyakit meningistis. Seperti yang kita tahu meningitis ialah suatu peradangan yang terjadi pada selaput otak yang dapat pula disebabkan oleh adanya infeksi virus ataupun bakteri. Anak-anak dan juga bayi tentunya sangat rentan terhadap meningitis karena sistem kekebalan tubuh mereka belum cukup mampu untuk melawan infeksi seperti pada orang dewasa.

Sakit kepala terjadi berulang-ulang

Jika anak menderita sakit kepala dan dapat terjadi berulang-ulang lebih dari dua kali seminggu tentunya menjadi tanda dimana sakit kepala menjadi hal yang serius. Sakit kepala pada anak tentunya dapat membuat Anda merasa kesulitan untuk beraktivitas seperti biasanya. Jika sakit kepala sebaiknya Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan si kecil. Untuk itu, jika sakit kepala terjadi secara berulang-ulang, maka kondisi tersebut menjadi hal yang harus Anda lakukan.

Sakit kepala dapat membangunkan anak dari tidurnya

Tanda sakit kepala yang perlu Anda perhatikan ialah saat Anda membangunkan anak dari tidurnya. Saat si anak dibangunkan dan merasakan sakit kepala yang hebat tentunya bukan penyakit yang biasa melainkan dari penyakit serius yang harus Anda tangani. Sakit kepala tentunya dapat bertambah buruk jika disertai dengan bersin, batuk dan juga sakit kepala. Selain itu, tentunya sakit kepala harus benar-benar diwaspadai ketika disertai dnegan mual dan juga muntah setiap kali anak Anda mengalami sakit kepala.

Sakit kepala dengan muntah

Sakit kepala anak akan bertambah menjadi kondisi yang serius jika disertai dengan muntah-muntah yang cukup parah. Sakit kepala dengan muntah menjadi kondisi yang cukup serius, namun tidak menunjukkan gejala lain seperti diare. Hal ini tentunya mungkin dapat disebabkan oleh adanya peningkatan tekanan di dalam otak (tekanan intrakranial). Terlebih jika rasa sakit yang anak rasakan semakin berat dari sebelumnya. Untuk Anda dapat membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut lagi untuk mengetahui apakah kondisi tersebut menjadi tanda dari penyakit serius.

Hal Yang Akan Dilakukan Oleh Dokter

Jika Anda membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih, tentunya ada beberapa hal yang mungkin akan dokter lakukan untuk mengetahui kondisi si kecil. Seorang dokter tentunya tidak dapat lepas dari beberapa pertanyaan seputar sakit kepala yang dirasakan oleh si kecil. Berikut ini beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh dokter seputar sakit kepala Anda, diantaranya:

– Bagian kepala mana yang sakit?

– Sejak kapan sakit kepala terjadi?

– Apakah sakit kepala mengubah pila tidurnya?

– Berapa lami sakit kepala yang dialami oleh si kecil?

– Apakah si kecil pernah mengalami kecelakaan atau trauma di sekitar kepala?

– Apakah ada posisi tubuh yang dapat memicu sakit kepala terjadi?

– Apakah ada tanda psikologis atau emosional yang berubah sejak anak sakit kepala?

Beberapa pertanyaan di atas tentunya menjadi poin penting yang seyogianya dilakukan oleh seorang dokter. Jika dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut tentunya dokter akan melakukan CT Scan atau MRI pada kepala anak. Seperti yang kita tahu bahwa MRI dilakukan untuk melihat kondisi pembuluh darah menuju otak. CT Scan juga tentunya dapat membantu mencari keberadaan tumor ataupun melihat kondisi saraf yang tidak normal. Cara ini tentunya dilakukan untuk melihat kemungkinan ada atau tidaknya kondisi abnormal pada otak anak.

Cara penanganan pada sakit kepala anak tentunya tergantung dari penyebab terjadinya sakit kepala tersebut. Jika dokter memberikan hasil yang negatif, maka akan disarankan untuk memberikan obat yang dapat diminum di rumah untuk meredakan sakit kepala pada anak Anda. Jika ada hal yang serius terjadi pada otak anak, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan perawatan yang lebih lanjut berdasarkan penyebabnya.

Penyebab Sakit Kepala Pada Anak Yang Sering Umum Terjadi

Sakit kepala yang terjadi pada anak tentunya dapat disebabkan oleh beberapa hal baik dalam tingkat biasa ataupun serius. Pada usia 7 tahun setidaknya sekitar 40% anak pernah mengalam yang namanya sakit kepala. Rasa nyeri kepala pada anak tentunya dapat menjadi suatu tanda penyakit seperti sakit gigi, infeksi pada telinga dan juga flu. Seringkali si kecil mengalami yang namanya sakit kepala dikarenakan ia mengalami dehidrasi dan juga kelelahan. Pasa sebagian anak tentunya rasa sakit kepala yang ia alami dapat menjadi sebuah tanda dimana adanya penyakit serius dan sangat berbahaya. Untuk itu, sebagai orang tua Anda diharuskan untuk mengenali beberapa penyebab sakit kepala pada anak agar dapat mencegahnya. Berikut ini beberapa penyebab sakit kepala pada anak yang sering terjadi, diantaranya:

Otot-otot yang tegang

Penyebab pertama yang dapat menjadi indikasi terjadinya sakit kepala pada anak dikarenakan adanya otot-otot pada saraf yang tegang. Jenis sakit kepala ini tentunya ditandai dengan rasa sakit yang ringan, tidak tajam pada satu ataupun kedua sisi kepala. Terkadang penderita mengalami rasa seperti ikatan ketat dan tekanan yang ada di sekitar kepala. Gejala lain dari sakit kepala karena otot tegang tentunya akibat dari kecemasan, stres dan juga depresi. Sakit kepala karena otot yang tegang pada umumnya terjadi di sekolah ataupun rumah dan akan hilang saat anak beristirahat. Bagi anak yang merasakan sakit kepala tentunya akan lebih banyak tidur dibandingkan dengan bermain seperti biasanya. Sakit pada kepala akibat otot-otot yang tegang akan berlangsung selama kurang lebih 30 menit hingga beberapa hari.

Migrain

Sakit kepala pada anak tentunya cenderung turun temurun di keluarganya. Pada umumnya gejala ini timbul dari anak usia 5 hingga 8 tahun. Tentunya, sebanyak 5% dari anak usia 10 tahun akan mengalami setidaknya satu kali migrain. Pada umumnya, migrain dapat terjadi pada satu sisi kepala dan sering bertambah buruk saat si kecil melakukan aktivitas fisik. Jika anak mengalami migrain tentunya ia akan mengalami perubahan pada mood, lelah, pusing, kulit pucat dan juga penglihatan yang kabur. Beberapa anak bahkan memgalami sering mual dan mentah, diare dan juga demam. Pada anak kecil, ia tidak dapat menjelaskan akan rasa sakit pada kepalanya, ia akan cenderung menangis sambil memegang kepala untuk mengindikasi sakit kepala yang berat.

Tumor otak

Meskipun kasus ini jarang terjadi dan terjadi hanya 1 dari 40.000 anak, namun tetap saja menjadi penyebab sakit kepala yang harus Anda waspadai. Kemungkinan besar sakit kepala pada anak dapat disebabkan oleh tumor otak. Terlebih jika anak Anda menderita sakit kepala yang semakin parah, maka dengan memeriksakan dirinay ke dokter menjadi hal yang harus Anda lakukan.

Meningitis

Sakit kepala tentunya sering terjadi pada anak yang disebabkan oleh meningitis. Penyakit ini yakni suatu peradangan yang terjadi pada membran menutupi otak dan juga cairan spinal dengan menekan dan juga mengurangi sirkulasi cairan spinal. Dalam kondisi yang lebih parah tentunya meningitis dapat menyebabkan mual berulang kali, demam tinggi, mengantuk, sensitif terhadap cahaya, kehilangan selera makan, dan terkadang ruam ataupun leher yang kaku. Pada posisi baring tentunya anak usia prasekolah tidak dapat menekuk kepala ke dada dikarenakan rasa sakit di kepala dan juga leher. Jika Anda mengalami gejala seperti ini tentunya Anda harus segera mengantarnya ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sakit kepala cluster

Sakit kepala ini pada umumnya tidak terjadi pada anak di bawah usia 12 tahun. Namun dapat terjadi pada anak usia 12 tahun ke atas. Sakit kepala cluster ini pada umumya terjadi mulai dari satu hingga 8 kali dalam seminggu. Sakit kepala ini disertai dengan lelah, gelisah, penyumbatan dan hidung yang berair. Rasa sakit kepala ini dapat terjadi pada satu sisi kepala yang akan berlangsung selama 15 menit hingga 3 jam.

Chronic Daily Headache (CDH)

Istilah CDH ini tentunya digunakan sebagai sebutan dari sakit kepala dan juga migrain. Hal ini tentunya dapat diakibatkan oleh adanya ketegangan yang terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan dan 3 bulan. CDH ini tentunya dapat diakibatkan oleh adanya cedera kepala ringan , terlalu sering minum obat pereda nyeri dan juga infeksi.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak

Setelah kita berkonsultasi dengan dokter tentunya dokter akan memutuskan bagaimana langkah yang tepat untuk mengatasi penyebab sakit kepala pada anak dan juga mencegah terjadinya sakit kepala pada anak. Berikut ini beberapa cara terbaik untuk mengatasi penyebab sakit kepala pada anak, diantaranya:

– Minta anak untuk tidur cukup, hal ini tentunya untuk mengatasi berbagai stres. Selain itu, pastikan ia minum air putih dan minuman non-kafein untuk menghindari terjadinya dehidrasi pada tubuh anak.

– Hindari anak dari hal-hal yang membuatnya migrain seperti makanan ataupun minuman tertentu, olahraga yang berat, suara bising dan juga cahaya yang terang. Dengan begitu Anda dapat menghindarkan diri dari beberapa penyebab yang kemungkinan menjadi pemicu terjadinya sakit kepala mnigrain.

– Anda tentunya dapat mengurangi rasa stres yang dialami oleh si kecil. Dengan memberikannya jadwal makan dan juga minum yang teratur tentunya Anda dapat membuat si kecil mendapatkan kenyamanan. Jika tidak ada tanda sakit kepala akan menghilang, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli terapi untuk mengetahui berbagai akar permasalah dari sakit kepala anak Anda.

– Saat sakit kepala muncul tentunya Anda dapat memberinya obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan juga acetaminophen. Namun pada anak di bawah 10 tahun tidak boleh diberikan aspirin kecuali atas petunjuk dokter. Anda tentunya jangan memberi anak lebih dari beberapa pil dalam seminggu. Hal ini dikarenakan anak yang  minum pereda sakit kepala adanya kemungkinan untuk mengalami sakit kepala kembali setelah minum obat.

– Anda juga dapat melakukan teknik pijat pada anak Anda dengan cara memijat bahu dan juga leher dengan menggunakan kompres dingin pada bagian yang sakit.

– Cara terakhir yang bisa Anda lakukan yakni dengan sering mengunjungi dokter untuk mengetahui kondisi akan sakit kepala yang diderita oleh anak Anda.

Demikianlah beberapa tanda sakit kepala berbahaya pada anak yang wajib Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Loading...