Tak Perlu Panik, Ini Panduan Menyusui Bayi yang Sedang Sakit

Tak Perlu Panik, Ini Panduan Menyusui Bayi yang Sedang Sakit – Orangtua mana yang tidak panik dan khawatir ketika buah hati mereka yang masih kecil terserang dengan penyakit. Terlebih lagi saat usianya di bawah 6 bulan ketika ia masih belum mendapatkan asupan makanan lain selain daripada ASI. Meski pada faktanya, ASI membantu bayi terhindar dari penyakit. Namun tak dapat di pungkiri jika ancaman ini bisa datang kapan saja. Namun tak perlu panik, ini panduan menyusui bayi yang sedang sakit.

Memberikan ASI kepada si kecil merupakan bukti cinta ibu kepada si buah hati. Selain itu, pemberian ASI pada si buah hati pun adalah salah satu upaya untuk menghindarkan mereka dari segala penyakit. Akan tetapi demikian, kemungkinan si buah hati terhinggap penyakit masih ada.

Bayi anda mungkin terserang beberapa penyakit seperti halnya pilek, infeksi telinga, sakit perut dan masih banyak penyakit lainnya. Tidak sedikit ibu yang mendapati buah hatinya ketika terserang penyakit akan cenderung panik dan bingung. Apakah boleh melanjutkan memberi ASI pada si buah hati atau tidak. Baca juga: Cara Mencegah Biang Keringat Pada Bayi

Tak Perlu Panik, Ini Panduan Menyusui Bayi yang Sedang Sakit

Sebagaimana yang disampaikan oleh para ahli menyebutkan bahwa meski si kecil terserang dengan gangguan kesehatan. Akan tetapi, pemberian ASI masih harus tetap di lanjutkan.

Hal ini dikarenakan pemberian ASI akan dapat mempercepat proses penyembuhan dan memberikan kenyamanan untuk mereka. Selain itu, tetap memberikan ASI sewaktu si kecil sakit akan mencegah kemungkinan dehidrasi.

Nah, agar ibu tak kesulitan sewaktu memberikan ASI pada si kecil maka di bawah ini adalah panduan menyusui untuk bayi yang sedang sakit. Namun sebelumnya, kita pahami terlebih dahulu seperti apa pentingnya tetap memberikan ASI ketika bayi sakit. Penasaran seperti apa? Mari simak informasinya di bawah ini.

Pentingnya Tetap Memberikan ASI Ketika Bayi Sedang Sakit

Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa tidak sedikit ibu yang merasa kebingungan menghadapi buah hati yang sakit, antara tetap memberikan mereka ASI atau menghentikannya.

Jawaban dari para ahli adalah terus memberikan si kecil kebutuhan ASI yang mereka perlukan. Pasalnya menyusui akan dapat membantu bayi dalam beberapa kondisi seperti:

Membuat bayi sembuh lebih cepat, sebab ASI mengandung senyawa yang disebut dengan antibodial.

Bayi yang meng-ASI sewaktu sakit akan berpotensi tetap terhidrasi sehingga tubuhnya tidak lemas. ASI pun membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh bayi.

Bayi anda akan tentu jauh lebih mudah mencerna ASI dibandingkan dengan memberikan susu formula. ASI pun cenderung tidak mudah membuat bayi mengalami diare atau muntah yang bertambah semakin parah.

Memberikan ASI akan senantiasa menjaga kenyamanan bayi sehingga suasana hatinya tetap terjaga dan menghindarkan ia dari rewel yang berlebihan karena sakitnya.

Perubahan rutinitas memberikan ASI pada bayi yang sakit biasanya akan tergantung dari jenis penyakit yang menyerang si buah hati. Bayi anda akan mungkin membutuhkan kenyamanan dan akan minta ASI lebih sering ketika sakit.

Atau bisa juga ketika ibu menyusui bayi yang sedang sakit, mereka akan lebih cenderung ingin dipeluk dan terus menerus menempel lebih lama pada payudara ibu. Dalam beberapa kasus, adapula sebagian bayi yang lebih memilih tidur lebih lama dan meng-ASI lebih sedikit saat mereka sedang sakit.

Panduan Menyusui Bayi yang Sedang Pilek

Apabila si kecil pilek dan hidungnya tersumbat namun ia masih bisa menyusui. Maka sebaiknya, ibu tidak perlu mengupayakan pengobatan lainnya selain tetap memberikan mereka ASI.

Apalagi bayi di bawah usia 6 bulan biasanya belum bisa diberikan obat sembarangan karena selain berbahaya, tubuhnya belum siap mencerna bahan makanan lain selain daripada ASI.

Akan tetapi, bila hidung tersumbat pada si kecil sudah lebih parah. Maka anda bisa mensiasatinya dengan sesekali memberikan mereka susu dan membiarkan si kecil beristirahat untuk menghirup cukup udara.

Hanya saja, bila mereka rewel dan tidak mau menyusu sama sekali maka mungkin penanganan lain akan diperlukan agar asupan ASI tetap terjaga pada buah hati anda.

Nah, di bawah ini adalah beberapa cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi:

Gunakan bulb syringer aspirator dimana alat ini berguna untuk menyedot lendir dengan lembut langsung dari hidung bayi. Sehingga demikian  si kecil akan dapat kembali menyusu.

Gunakan tetes hidung yang berisikan dengan cairan garam atau yang juga lebih dikenal dengan sebutan saline water Bahan ini akan dapat digunakan untuk membantu melegakan sekresi serta membuka bagian saluran pada hidung yang tersumbat akibat tumpukan lendir.

Gunakan Humudifier dimana alat ini akan dapat membantu membersihkan bagian hidung si kecil dan membantu pernapasannya menjadi lebih lega. Hanya saja, bila anda tak punya alat humidifier maka anda bisa menggunakan uap panas sebagai gantinya.

Ubah posisi menyusui menjadi lebih tegak untuk menunjang agar sesak napas karena hidung tersumbat tidak lebih buruk.

Hindari penggunaan obat-obatan warung yang dijual bebas untuk bayi, sekalipun sakitnya ringan seperti pilek.

Panduan Menyusui Bayi yang Sedang Infeksi Telinga

Infeksi telinga pada bayi akan sangat menyakitkan terutama selama si kecil menyusu. Ketika si buah hati merasakan kesakitan maka kemungkinan mereka hanya akan menyusu sebentar dan banyak melewatkan jadwal menyusu pada ibu. Akibatnya, bila kondisi ini dibiarkan begitu saja maka mungkin si kecil akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya.

Untuknya, anda masih perlu memberikan ASI pada si kecil sesering mungkin meski dalam porsi yang sedikit.

Selain itu, beri tahu dokter tentang masalah ini ketika anda menjumpai bayi anda menunjukkan gejala seperti sering rewel, menarik-narik bagian telinga, demam dan beberapa kondisi mencurigakan lainnya.

Dengan check up ke dokter sedini mungkin diharapkan kemungkinan buruk dari kondisi ini akan dapat dihindari sehingga si kecil akan dapat ditangani dengan lebih baik. Biasanya dokter akan meresepkan anti biotik dan memberikan penanganan lainnya.

Panduan Menyusui Bayi yang Sedang Mengalami Gangguan Pencernaan

Kondisi gangguan kesehatan lainnya yang mungkin terjadi pada bayi dan membuat ibu kebingungan untuk tetap memberikan ASI atau tidak pada mereka adalah ketika si buah hati mengalami gangguan pencernaan.

Pada dasarnya, si kecil yang mengkonsumsi ASI lebih jarang terserang dengan yang namanya diare. Sebaliknya, mereka yang pemberian ASI-nya dibantu dengan susu formula biasanya akan rentan terkena dengan serangan ini.

Bayi yang diare perlu segera ditangani sebab bila tidak maka mungkin hal ini akan membuat mereka mengalami dehidrasi. Untuk itu, tetap berikan ASI sebab ASI akan dapat melawan diare dengan lebih baik.

ASI pun menjadi satu-satunya asupan yang paling mudah di cerna oleh tubuh bayi. Untuk itu, maka tetap berikan mereka ASI meski mereka mengalami gangguan pencernaan.

Loading...