Waspada Peralatan yang Sering Sebabkan Bahaya Pada Bayi – Anak-anak bayi berusia lebih besar akan senang mengeksplor banyak hal dirumah dan dimana saja. Tidak sigap dalam menangani kondisi ini maka akan fatal akibatnya. Nah, waspadai beberapa peralatan yang sering sebabkan bahaya pada bayi dibawah ini.

Anak-anak senang melakukan suatu kegiatan yang sebut dengan bermain. Mereka bisa bermain seorang diri atau bermain dengan ditemani oleh orang dewasa. Selain itu, permainan yang dilakukanpun bisa dijalankan tanpa adanya alat bermain atau diberikan jenis mainan yang banyak. Contohnya, seperti boneka, bola, mainan susun puzzle dan masih banya lagi. Anak-anak pun dapat bermain dengan segala jenis barang yang baru mereka temukan, seperti kayu, daun, batu dan segala hal yang mereka jumpai.

Memang menyenangkan melihat si kecil dapat asyik bermain tanpa rewel atau terlihat murung. Belum lagi, anak-anak yang aktif bermain dan terlihat ceria umumnya akan membuat orangtua tidak perlu merasa khawatir dengan kesehatannya. Kondisi tubuh yang fit dan bugar pada anak bayi adalah modal keceriaannya saat ini. Jadi demikian, kita tidak perlu mengkhawatirkan kondisi kesehatan anak yang aktif bermain.

Selain itu, melihat anak-anak yang asyik bermain sendiri tentu membuat orangtua akan merasa tenang melakukan kegiatan lainnya. Termasuk pada saat memiliki pekerjaan rumah tangga yang masih belum terselesaikan. Melihat kondisi si kecil yang aktif dan senang main sendiri tentu akan memberikan kesempatan untuk orangtua dapat melakukan tugasnya yang lain.

Akan tetapi, kecenderungan anak-anak yang belum mampu membedakan mana bahaya dan mana yang tidak. Umumnya membuat kita akan merasa khawatir bila ia mendekati sumber bahaya yang akan mencelakai tubuhnya. Hal inilah yang seringkali membuat dilema yang begitu besar. Di satu sisi anda dituntut untuk bisa menyelesaikan pekerjaan anda dan disisi yang lain kewajiban menjaga anak pun menjadi tugas yang penting.

Nah, kondisi seperti inilah yang pada akhirnya membuat peran anda menjadi seorang ibu dan istri menjadi terbelah. Alhasil, pekerjaan rumah tangga menjadi terbengkalai dan anda memilih untuk terus mendampingi si kecil karena khawatir bila mereka mendekati sumber bahaya.

Waspada Peralatan yang Sering Sebabkan Bahaya Pada Bayi

Namun, sebenarnya kondisi seperti ini bisa ditanggulangi dengan baik apabila orangtua dapat mengetahui trik dalam mensiasati kondisi ini. Salah satunya adalah dengan memperhatikan beberap hal yang akan menjadi sumber bahaya untuk buah hat anda.

Umumnya kondisi bermain pada si kecil membuat mereka senang menyentuh segala hal, termasuk benda-benda bahaya. Bahaya tersebut bisa berasal dari benda-benda yang ada didalam rumah atau pada saat diluar rumah. Pikiran anak-anak yag masih begitu polos mungkin membuat mereka belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah sebagai penyebab timbulnya bahaya tersebut. Dari sini, menjadi tanggung jawab orangtua untuk dapat mencegah dan mengawasi buah hatinya dari sumber bahaya tersebut.

Untuk itu, saat si kecil mulai menginjak usia 4 bulan, sebaiknya ibu dan orangtua sudah menyiapkan lingkunga rumah yang child proof. Artinya rumah anda haruslah menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk si buah hati. Hal ini dikarenakan, pada saat mereka belum dapat berjalan, rumah adalah satu-satunya tempat bermain untuk mereka.

Jadi demikian, pastikan bila anda mendukung hal ini dengan memastikan rumah anda bersih dan aman dari benda-benda tajam yang berbahaya. Menutup beberapa lubang stop kotak dirumah bukanlah satu-satunya hal yang perlu untuk dilakukan. Sebab pada kenyataannya, meski hal tersebut sudah dilakukan. Masih saja ada sumber bahaya yang dapat mengancam keselamatan buah hati anda.

Nah, dibawah ini menurut beberapa dokter terdapat beberapa benda yang paling mereka hindari dirumah. Sebab benda-beda tersebut dapat menyebabkan timbulnya masalah atau kecelakaan pada anak-anak. Apa sajakah peralatan tersebut? Simak dibawah ini.

Waspada Peralatan yang Sering Sebabkan Bahaya Pada Bayi

Mewaspadai beberapa sumber bahaya dirumah atau ditempat bermain si kecil adalah hal yang penting untuk dilakukan. Dengan begini orangtua dapat membiarkan buah hatinya bermain dengan ceria tanpa dibayang-bayangi ketakutan jiwanya terancam. Lalu apa sajakah peralatan yang penting diperhatikan selama berada dirumah ketika menjaga si kecil? Ini dia daftarnya.

Baterai Kancing

Terkadang perhatian kita hanya terfokus pada benda-benda yang terlihat dengan ukuran yang besar. Tanpa kita sadari barang-barang yang kecil justru menjadi sumber bahaya yang tidak terlihat. Seperti misalkan kehadiran baterai kancing. Jenis benda yang satu ini biasanya tanpa kita sadari selalu berserakan dimana saja. Dan pada saat yang tidak terduga si kecil memungutnya lalu memasukkannya kedalam mulut.

Kondisi ini seperti inilah yang akan dapat menimbulkan masalah yang besar. Anak bayi yang menelan benda kecil seperti baterai kancing (baterai lithium) seringkali dijumpai. Ketika baterai tersangkut pada bagian kerongkongan, acid atau zat asam yang terdapat didalamnya akan membahayakan si buah hati.

Zat acid yang bercampur dengan air liur akan dapat menimbulkan luka pada bagian kerongkongan si kecil. Akibatnya akan sangat fatal, yakni membuat tali pita suara rusak seumur hidup. Kondisi seperti ini tentu akan menjadi mimpi buruk untuk semua orangtua. Dengan demikian, sebaiknya hindari meletakkan bahan ini dimana saja.

Tangga Lipat

Banyak rumah tangga yang memiliki peralatan ini sebagai alat yang penting. Fungsi dari tangga lipat memang dapat bermanfaat banyak. Seperti membenarkan genting yang bocor, menjangkau barang yang tinggi dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, manfaat ini akan dapat menimbulkan masalah apabila ibu atau ayah lengah. Tangga lipat yang terpasang dimana saja dan tersenggol oleh si kecil akan mungkin mencelakai tubuhnya. Pada saat tangga tersebut goyah dan terjatuh. Kondisi seperti ini tentu akan menjadi hal yang sangat fatal, apalagi berat tangga benar-benar tinggi.

Mie Instan dalam Cup

Saat ini kemasan mie instan sudah semakin beragam, salah satunya adalah jeni mie instan dalam cup. Jenis mie yang satu ini memungkinkan anda untuk dapat makan mie dalam wadah sterofoam tersebut. Hanya saja, kondisi ini akan dapat berbahaya untuk si kecil. Pada saat anda meletakkan mie instan cup seduh dimana saja. Lalu si kecil berjalan dan lantas berusaha menggapainya maka kondisi ini akan fatal. Si kecil bisa saja terkena dengan tumpahan air seduhan mie yang masih panas dan membuat kulitnya melepuh. Untuk itu, sebaiknya tempatkan makanan yang satu ini di tempat yang tidak dapat dijangkau oleh buah hati anda.

Kursi Makan Bayi

Kursi makan bayi memang membantu si kecil dapat duduk dengan nyaman ketika makan. Hanya saja, kehadiran alat yang satu inipun dapat berbahaya untuk keselamatan si buah hati. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan si kecil umumnya sering menendang bagian meja dan membuatkursinya terjungkal ke belakang. Jatuh dari ketinggian tersebut akan membuat tengkoraknya menjadi retak. Kasus seperti ini menjadi masalah pada bayi yang umum terjadi. Apalagi jika orangtua seringkali lengah. Untuk itu, sebaiknya waspada saat si kecil menggunakan peralatan ini.

Perangkat Penting Untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Gigi Bayi – Pertumbuhan gigi pada bayi memang berbeda-beda. Bayi anda bisa mengalami pertumbuhan gigi lebih cepat atau lebih lambat daripada bayi lainnya. Ataupun begitu sebaliknya. Akan tetapi, penting sekali mendukung pertumbuhan gigi pada si kecil dengan baik lewat perangkat yang tepat.

Memberikan yang terbaik untuk buah hatinya tentu menjadi prioritas para orangtua. Sehingga tidak heran rasanya bila anda akan selalu mengutamakan memenuhi apa yang dibutuhkan oleh si kecil dengan baik. Bahkan mungkin, sebagian besar orangtua akan jauh mengesampingkan keinginannya dibandingkan dengan kebutuhkan buah hatinya. Hal ini memang hal yang wajar dan mungkin semua orangtua melakukan hal yang sama. Jadi tidak terkesan seperti berlebihan saat anda menginginkan segala hal terbaik untuk buah cinta anda.

Nah, berbicara mengenai memberikan segala hal yang terbaik untuk si buah hati. Memasuki usia 4 sampai dengan 7 bulan, bayi anda akan mengalami masa pertumbuhan gigi. Hal ini tentunya sebagai bagian dari serangkaian proses tumbuh kembangnya. Akan tetapi, hal penting yang perlu diketahui oleh orangtua bahwa usia diatas umumnya bukanlah patokan yang konstan.

Pertumbuhan dan perkembangan gigi pada masing-masing bayi tidaklah sama. Bayi anda mungkin lebih mengembangkan kemampuan berjalan lebih cepat, sementara tumbuh kembang giginya terkesan lebih lama. Akan tetapi, tak perlu merasa risau sebab hal ini adalah kondisi yang wajar dan normal.

Perangkat Penting Untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Gigi Bayi

Pada masa pertumbuhan gigi, umumnya bayi akan mengalami ketidak nyamanan karena proses pecahnya gusi ketika gigi mendorong melalu garis gusi. Kondisi inilah yang umumnya akan menimbulkan nyeri, gusi bengkak dan bahkan infeksi sangatlah mungkin terjadi. Jadi demikian, pada masa ini bayi anda akan mungkin menjadi lebih “cranky” atau dalam kata lain mereka akan cenderung cerewet, mudah marah dan bahkan menjadi rewel. Kondisi ini pada akhirnya akan otomatis membuat pola tidur si kecil menjadi terganggu dan termasuk dengan pola makannya.

Anak yang sedang mengembangkan pertumbuhan giginya akan mungkin membuatnya sulit untuk makan. Yang diinginkanya mungkin menyusu pada ibunya. Hal ini tentu wajar, mengingat ASI adalah sumber makanan yang tidak perlu membuat anak menguyah yang akan menyakiti gusinya.

Hanya saja, sayangnya dari meng-ASI akan mungkin timbul masalah lain yang dirasakan oleh sang ibu. Pertumbuhan gigi pada anak bayi umumnya akan membuat mereka mengalami gatal gusi. Secara sadar atau tidak si kecil akan senang untuk menggesekan gusi atas dan bawahnya dengan menggigit puting ibu. Hal ini tentu saja akan menimbulkan rasa sakit yang perih dan menyiksa.

Ketidak nyamanan yang dirasakan oleh si kecil sewaktu mengembangkan pertumbuhan gusinya bukan semata-mata disebabkan karena gusi yang terluka. Namun lebih kepada adanya sel-sel pada gusi yang mati dan terpecah agar gigi bisa muncul ke permukaan. Akibat proses inilah bayi akan juga mengalami demam pada saat tumbuh gigi.

Selain itu, pada masa ini bayi anda pun akan mengalami perubahan perilaku seperti susah tidur dan memasukkan benda kedalam mulutnya. Anak juga akan mungkin menunjukan kondisi mengeluarkan air liur yang berlebihan. Akan tetapi, pada umumnya beberapa hal diatas dapat diatas oleh bayi dengan menggigit sesuatu. Hal ini tentu dilakukan untuk melegakan rasa nyeri, gatal dan perasaan tidak nyaman dari mulutnya.

Nah, untuk itulah penting sekali untuk ibu dan ayah dapat mendukung pertumbuhan gigi pada si kecil dengan baik. Ayah dan bunda memang tidak akan bisa mempercepat proses tumbuh gigi pada si buah hati. Akan tetapi, sebenarnya adalah beberpa hal yang dapat dilakukan untuk meringankan trauma sakit pada gusi si kecil. Nah, beberapa hal dibawah ini penting untuk anda ketahui.

Perangkat Penting Untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Gigi Bayi

Ada beberapa perangkat atau peralatan yang wajib dimiliki oleh ibu guna mengoptimalkan pertumbuhan gigi pada si bayi. Hal ini tentu dilakukan untuk mengurangi masalah yang dihadapi oleh si kecil. Sebagaimana kita ketahui, perasaan sakit dan ngilu yang dialami anak pada masa ini akan membuatnya kepayahan menahan rasa sakit. Untuk itu, siapkan beberapa peralatan ini dengan baik saat si kecil tumbuh gigi.

Teething Ring

Perangkat penting untuk mengoptimal tumbuh kembang gigi bayi yang pertama adalah teething ring. Alat ini adalah sebuah mainan yang memang dirancang dan diberikan pada bayi untuk digigit. Teething ring terbuat dari bahan plastik atau karet yang dapat digunakan saat bayi tumbuh gigi.

Anda bisa memberikan teething ring sesuai dengan pilihan anda. Selain itu, banyaknya ragam teething ring yang dijual di toko bayi akan membuat anda leluasa memilih salah satunya. Hanya saja, sebaiknya pilihlah kualitas yang baik yang aman untuk bayi anda.

Selain itu sebelum memberikan teething ring sebaiknya seduh terlebih dahulu alat ini dengan menggunakan air panas. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran atau kuman. Bila anda memberikan teething ring dari bahan karet anda bisa meletakannya terlebih dahulu dalam lemari es sebelum diberikan pada si kecil.

Perasaan dingin yang menyejukan dari mainan ini akan memberikan sensasi melegakan dan menenangkan pada saat bersentuhan dengan gusinya.

Teething Gel

Perangkat yang selanjutnya adalah teething gel. Teething gel mengandung anestesi lokal yang digunakan pada gusi bayi ketika tumbuh gigi. Area yang diberikan teething gel ini akan ‘membeku’ untuk beberapa saat sehingga si kecil tidak merasakan sakit.

Pilihlah teether gel yang tidak mengandung gula dan alkohol pada saat diberikan pada bayi anda. Selain itu, hindari pula menggunakan teething gel sebelum waktu menyusi. Sebab hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kemampuan bayi untuk menghisap air susu.

Penting sekali untuk anda mendapatkan saran dari dokter jika anda belum paham menggunakan bahan yang satu ini. Selain itu, konsultasikan dengan dokter jenis teething gel yang bagus untuk buah hati anda.

Pijatan Lembut Pada Bagian Gusi

Penyebab utama timbulkan rasa ketidak nyamanan pada bayi saat proses tumbuh gigi, umumnya terletak pada gusinya. Gusi akan terasa ngilu dan timbul rasa sakit yang cukup mengganggu. Kondisi ini tentu terjadi karena adanya dorongan dari gigi yang hendak muncul ke permukaan.

Nah, untuk mengatasi hal ini cobalah berikan pijatan yang lembut pada bagian sekitaran gusi bayi dengan perlahan. Namun sebelumnya pastikan bila tangan anda bersih dan higienis. Tindakan sederhana ini akan dapat mengurangi perasaan sakit yang dialami oleh si kecil.

Itulah dia beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan gigi pada bayi. Pada dasarnya perasaan nyeri yang diakibatkan dari proses tumbuh gigi akan cukup menyiksa. Dengan demikian, peran dan bantuan anda dalam hal ini menjadi penting dan perlu dilakukan guna mengurangi tangisan dan rengekan si kecil.

Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi – Bayi yang mengkonsumsi ASI dan tumpah kebagian pipi atau tubuhnya umumnya akan mengalami kondisi ini bila tidak segera dibersihkan. Ruam yang timbul akibat hal ini bisa jadi membuat bayi tidak nyaman. Untuk itulah, penting sekali mengetahui ruam susu pada bayi.

Bayi baru lahir belum dapat diberikan berbagai macam makanan lain. Salah satu umber makanan dan minuman yang didapatnya hanya melalui ASI yang diberikan oleh ibunya. Meski demikian, asupan ASI yang diberikan oleh ibunya akan cukup memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil. Hal ini akan dapat memberikan cukup pasokan gizi hingga usianya 6 bulan. Sementara setelah usia ini, si kecil akan membutuhkan makanan pendamping ASI.

Kegiatan menyusui bisa menjadi hal yang paling disukai oleh si kecil. Tidak heran, sebab pada masa ini kegiatan yang dilakukan oleh si buah hati umumnya tidaklah terlalu banyak. Selain menyusu dan tidur, tidak ada hal lain yang dilakukan oleh si buah hati.

Dalam memberikan ASI pada si kecil, sebenarnya ada cukup banyak hal yang perlu diperhatikan. Hal ini tentu saja dilakukan guna menjaga keselamatan dan kesehatan si buah hati. Pastikan ibu memberikan ASI pada si kecil saat si kecil membutuhkannya. Selain itu, jangan pula berikan ASI dalam keadaan ibu yang mengantuk.

Sebuah penelitian mengungkapkan, pemberian ASI yang dilakukan dalam kondisi tertidur bisa memicu timbulnya sindrom kematian mendadak pada bayi. Hal ini dapat terjadi sewaktu ibu yang tengah menyusui mengantuk dan tidak sadar sewaktu terjadi masalah. Beberapa masalah yang dapat terjadi diantaranya adalah bayi yang tersedak dengan ASI, payudara yang menutupi saluran pernasan atas bayi dan masih banyak lagi.

Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi

Nah, untuk itulah sebaiknya perhatikan kembali cara anda dalam memberikan ASI pada buah hati anda. Agar kebutuhan nutrisi dan gizinya dapat terpenuhi dengan baik tanpa mengancam keselamatamnya. Selain resiko membahayakan seperti sindrom kematian mendadak pada bayi, masalah lain yang juga sering dihadapi adalah timbulnya ruam pipi pada bayi setelah meng-ASI.

Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi

Kondisi ruam pipi atau ruam susu yang terjadi pada bayi adalah salah satu hal yang paling sering dihadapi. Kondisi ini umumnya dapat membuat kulit bayi terlihat kering, terasa gatal dan timbul kemerahan. Banyak yang beranggapan bahwa ruam pipi yang terjadi pada bayi sering disebut dengan ruam susu. Hal ini dikarenakan kondisi ini umumnya terjadi setelah bayi mendapatkan ASI dari ibunya.

Akan tetapi, menurut sumber medis, ruam susu tidaklah disebabkan oleh ASI. Namun, ruam susu ini pun dapat pula menyebar kebagian leher ataupun punggung si kecil yang tidak terkena dengan ASI. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani maka kondisi ini bisa lebih memburuk.

Ruam susu juga dikenal dengan nama medis Dermatitis Atopik yakni sebuah kondisi dimana timbul bintik-bintik merah pada pipi bayi. Menurut pandangan medis, kondisi ruam susu dapat baru dapat terjadi setelah bayi mengkonsumsi ASI dari ibunya yang mengalami riwayat alergi.

Dalam artian, kondisi ruam susu ini dapat dialami oleh si kecil setelah mengkonsumsi ASI dari ibu yang baru saja mengkonsumsi makanan yang mengandung alergen. Adapun beberapa makanan yang dapat memicu timbulnya alergi diantaranya adalah daging ayam, telur atau kacang-kacangnya. Selain itu, kondisi ruam susu juga dapat terjadi oleh sebab polusi udara, suhu panas, kuman kecil yang berterbangan diudara dan masih banyak lagi.

Kondisi ruam susu yang tidak segera ditangai akan dapat menimbulkan rasa gatal. Selain itu, kondisi ini akan dapat menyebar hingga kebagian punggung dan juga leher. Tindakan awal untuk mengatasi masalah ruam susu pada bayi adalah dengan mengindari hal-hal yang akan dapat memicu kondisi ini. Contohnya, apabila ruam susu terjadi akibat konsumsi makanan yang memicu alergi. Maka ibu perlu menghentikan konsumsi terhadap jenis makanna tersebut.
Selanjutnya, maka kita ikuti beberapa cara mengatasi ruam susu pada bayi yang penting diketahui.

Cara Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi

Hindarkan Memandikan dengan Air Terlalu Hangat

Bayi baru lahir memang belum memiliki daya tahan kulit yang kuat terhadap rasa dingin. Akan tetapi, bayi yang terkena dengan ruam juga tidak akan baik dimandikan dengan air hangat. Air hangat akan dapat membaut kulit bayi menjadi lebih kering dan semakin gatal. Kondisi ini tentu saja akan membuat tubuh bayi semakin memburuk.

Dampak dari kondisi ini akan mungkin membuat bayi rewel, tidak nyaman dan terus menangis. Untuk itu, sebaiknya gunakan air biasa saja pada saat memandikan si kecil yang mengalami ruam susu.

Hindarkan Bayi dari Paparan Sinar Matahari

Langkah selanjutnya untuk mengatasi ruam susu pada bayi baru lahir adalah dengan menghindarkan mereka dari sinar matahari. Anda tidak disarankan untuk membiarkan ruam suus pada bayi terkena dengan sinar matahari.
Apabila udara panas dan bayi berkeringat maka ruam susu akan semakin terasa lebih buruk. Untuk itu maka upayakan agar kulit bayi tetap dalam kondisi yang kering. Upayakan pula agar bayi anda tetap dalam lingkungan yang sejuk. Bila rupanya si kecil terlanjur berkeringat, maka redakan kondisi ini dengan mengipasinya menggunakan selembar kertas. Kondisi ini akan membuat bayi merasa lebih baik.

Menjaga Kebersihan Kulit Bayi

Bila setelah memberikan ASI dan anda mendapati tumpahan susu mengenai bagian kulitnya maka segera bersihkan kulit bayi. Dengan cara mengelapnya dengan menggunakan tisu atau kain yang bersih. Selain itu, jika bayi anda menggaruk bagian pipinya sebaiknya tahan diri anda untuk membantunya. Pipi yang terasa gatal dan digaruk akan dapat menimbulkan luka. Kondisi ini hanya akan memperparah kondisi ruam susu yang dialami oleh si buah hati.

Hindari Sumber Alergen

Ruam susu pada bayi baru akan terjadi setelah kulit bayi terkena dengan ASI yang terkena dengan allergen. Untuk mengatasi hal ini maka peran anda ibunya akan sangat dibutuhkan. Bagi anda yang memiliki riwayat alergi sebaiknya hindarkan allergen dari tubuh anda. Hindarkan mengkonsumsi makanan olahan daging, telur dan sumber allergen lain yang akan mengundang timbulnya alergi.

Selain itu, berhati-hatilah sewaktu memberikan ASI pada buah hati anda. Jangan sampai karena melamun atau tidak memperhatikan, ASI lantas tumpah dan mengenai tubuh si kecil. Hindarkan pula membantu si kecil menggaruk bagian tubuh yang gatal, terutama dibagian pipi dan leher. Hal ini malah akan membuat kondisi ruam yang timbul semakin parah dan terasa perih.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari mengatasi ruam susu pada bayi. Semoga dengan mengetahui cara kali ini dapat membantu anda mendapatkan solusi untuk mengatasi masalah anda saat ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa kembali dalam pemahasan lainnya.

Penyebab Bayi Menangis Malam Hari – Kondisi bayi yang sering menangis malam hari seringkali dianggap mistis. Akan tetapi, ada cukup banyak hal yang bisa memicu kondisi ini terjadi.

Memiliki bayi baru lahir dirumah tentu menyenangkan. Hari-hari anda akan terasa lebih berwarna dengan hadirnya si malaikat kecil ditengah keluarga anda. Selain itu, perhatian anggota keluarga lain pun akan selalu teralihkan pada si mungil yang lucu. Tak heran, bila saat ini rumah anda tengah dipenuhi dengan sanak sodara dan tetangga yang ingin menjenguk.

Ya, kebahagiaan memiliki buah hati tentu tidak hanya dirasakan oleh anda dan pasangan saja. Oranglain yang dekat dengan anda dan keluarga pun akan ikut terhanyut dalam perasaan ini. Anak memang anugerah yang besar dalam kehidupan kita. Untuk itulah, tidak ada salahnya memberikan mereka perlakukan spesial. Hal ini tentunya wajar dilakukan sebagai bentuk rasa syukur anda kepada Sang Maha Kuasa atas kepercayaan yang Ia berikan.

Menjadi orangtua memang cukup menyenangkan. Akan tetapi, disamping itu pun anda harus siap dihadapkan pada berbagai hal tentang bayi anda. Mulai dari mengurus, merawat, membesarkan sampai dengan mendidik adalah rangkaian kegiatan yang wajib dilakukan. Untuk orangtua yang sebelumnya pernah memiliki anak, kegiatan mengurus anak mungkin tidak akan terlalu merepotkan. Hanya saja, kondisi ini mungkin akan berbeda dengan anda orangtua baru.

Penyebab Bayi Menangis Malam Hari

Kegiatan mengurus anak akan mungkin menjadi tantangan yang cukup menegangkan. Terutama pada saat anda dihadapkan dengan bayi yang sering menangis. Ada banyak hal yang membuat si kecil seringkali menangis. Salah satunya mungkin bayi anda lapar atau popoknya yang basah. Dengan memahami arti tangisan bayi maka tentunya akna lebih mudah untuk anda menenangkan mereka. Sayangnya, masalah lain yang mungkin akan lebih buruk adalah sewaktu menghadapi bayi yang menangis saat malam hari.

Kondisi yang satu ini akan mungkin membuat anda lebih panik. Pasalnya, pada saat malam hari oranglain mungkin tengah tertidur lelap. Kekhawatiran menganggu oranglain akan mungkin membuat anda semakin panik. Belum lagi kondisi tangisan si kecil yang terus-terusan terjadi setiap malam akan mungkin membuat waktu tidur anda rusak. Hal ini malah akan menjadi lebih buruk, terutama untuk anda yang memiliki aktivitas bangun dipagi hari.

Kebiasaan si kecil yang seringkali terbangun dan menangis malam hari akan mungkin membuat ibu sulit mendapatkan waktu istirahat. Akibatnya bila hal ini terus-terusan terjadi maka ibu akan lebih rentan dengan yang namanya stres. Pada saat stres datang segala hal akan terasa seperti beban yang berat. Dengan begini mungkin anda akan terkendala untuk bisa menghabiskan waktu dan mengasuh si buah hati.

Nah, untuk itulah penting sekali segera mengatasi kondisi ini pada si kecil. Mengetahui penyebab bayi menangis malam hari akan menjadi hal yang cukup penting. Dengan begini maka ibu akan dapat mencari solusi untuk menangani masalah tersebut. Sehingga tangisan bayi pada malam hari bisa segera diredam. Ingin tahu apa penyebab bayi menangis malam hari? Berikut kami berikan beberapa penjelasannya untuk anda.

Penyebab Bayi Menangis Malam Hari

Menghadapi bayi yang terus-menerus menangis pada malam hari bisa sangat membuat anda panik. Selain itu, waktu istirahat anda dan si kecil akan mungkin tergganggu. Bayi yang tidak mendapatkan istirahat yang cukup akan mungkin membuat tubuhnya rentan lelah dan sakit. Untuk itu, penting sekali segera meredakan kondisi tangisan bayi pada malam hari.

Kelelahan

Bayi yang seringkali menangis pada malam hari bisa mungkin dikarenakan ia kelelahan. Bila anda seringkali mengajak bayi berpergian dengan menggunakan kendaraan dalam waktu yang lama. Maka hal ini akan membuat tubuhnya mudah lelah, meskipun tampaknya ia tertidur nyenyak selama perjalanan.

Tidur dalam kendaraan tidaklah selega dan sebebas pada saat tidur diatas kasur. Anggota tubuh si bayi mungkin berada dalam posisi yang kurang tepat selama perjalanan. Hal ini mungkin membuatnya merasa tidak nyaman. Akan tetapi, karena mereka belum mampu bicara maka hal ini diungkapkannya dengan cara menangis.
Dengan demikian, bayi yang kelelahan akan mungkin membuatnya mudah menangis. Untuk itu, sebaiknya hindarkan membawa-bawa bayi anda berpergian jauh. Guna menghindarkan perasaan lelah yang dialaminya.

Sakit

Penyebab bayi menangis malam hari lainnya adalah bayi yang sedang sakit. Kondisi ini bisa menjadi alasan utama si kecil seringkali menangis. Selain beberapa jenis penyakit yang memang benar-benar serius. Adapula beberapa hal lainya yang menyebabkan rasa sakit ringan yang mengganggu si kecil. Misalkan seperti sakit perut atau bahkan nyeri yang dialaminya.

Untuk itu, pada saat si kecil terbangun saat malam hari. Cobalah periksa suhu tubuhnya, siapa tahu ia demam. Selain itu, periksa seluruh anggota tubuhnya dengan menekan halus dengan perlahan. Pada saat tangisannya lebih kencang ketika anda menekan salah satu bagian tubuhnya. Maka mungkin ia merasakan kesakitan dibagian tersebut. Bila demikian, periksa terlebih dahulu kondisi sakitnya. Bawa segera ke dokter bila anda menjumpai kondisi yang parah.

Buang Air

Sama halnya dengan orang dewasa, bayi anda pun akan merasakan tidak nyaman dengan adanya kotoran yang dikeluarkan. Untuk itulah, sebaiknya periksa bagian pantatnya saat si kecil terbangun. Siapa tahu tangisannya menjadi karena ia baru saja buang air dan merasa tidak nyaman.

Untuk mengatasi hal ini maka sebaiknya ganti segera popoknya dengan yang baru. Jangan lupa untuk mengelap pantatnya hingga bersih. Kotoran yang masih tersisa dan menumpuk akan membuat iritasi lebih mudah terjadi. Pastikan pula setelahnya pantat bayi dalam keadaan kering.

Membutuhkan Ibunya

Tidak sedikit orangtua yang meskipun bayi mereka masih begitu kecil. Namun menempatkan mereka dengan terpisah saat tidur. Misalkan dengan menempatkan bayi dalam keranjangnya. Keranjang bayi memang menjadi tempat yang nyaman untuk menidurkan bayi. Akan tetapi, adakalanya bayi anda butuh untuk tetap berada disamping anda.

Pada saat anda mendapati si kecil menangis pada saat malam hari. Maka cobalah untu menidurkannya dekat dengan tubuh anda. Bila anda khawatir ia akan pipis dikasur. Maka lapis bagian permukaan kasur dengan menggunakan perlak anti basah. Dengan begini mereka akan merasa lebih aman dan lebih nyaman berada disamping anda.

Bayi Lapar

Hal lain yang dapat menjadi penyebab bayi menangis malam hari adalah karena perutnya yang lapar. Perlu diketahui, bayi baru lahir umumnya akan cepat lapar sebab yang ia konsumsi hanyalah ASI. Untuk itu, segera susui si kecil saat ia menangis tengah malam.

Hanya saja, sebaiknya perhatikan pada saat anda menyusui si kecil malam hari. Kondisi mengantuk dan tertidur saat menyusui malam hari seringkali berbahaya. Bahkan resikonya bisa sampai menyebabkan kematian bayi mendadak akibat saluran pernapasan si kecil yang terhalang dengan payudara. Untuk itu, sebaiknya tetaplah terjaga saat anda memberikan mereka ASI.

Demikianlah beberapa penyebab bayi menangis malam hari. Dengan mengetahui penyebab ini ibu diharapkan mampu memberikan solusi yang baik untuk menenangkan si kecil.

Kenali Kotoran yang Sehat Pada Bayi Baru Lahir – Kotoran pada bayi baru lahir akan menjadi salah satu cara untuk membaca kondisi kesehatannya. Untuk itu, penting sekali kenali kotoran yang sehat pada bayi baru lahir.
Sebagai orangtua yang baik, tentunya kesehatan sang buah hati akan menjadi hal yang utama untuk anda. Khususnya untuk semua orangtua yang memiliki bayi baru lahir dirumahnya. Seperti yang kita ketahui bayi baru lahir akan sangat rentan terkena dengan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan sistem imunitas pada bayi baru lahir belumlah terbentuk dengan sempurna.

Untuk itulah, menjadi tugas setiap orangtua untuk memastikan kesehatan si buah hati dapat terjaga dengan baik. Sebab ketika si kecil sakit maka semua anggota keluarga akan dibuat khawatir dengan kondisi ini. Anda pun ibunya, akan terus-terusan panik saat si kecil sering menangis pada malam hari karena menahan kesakitannya. Untuk itulah, penting sekali menghindari dan mencegah penyakit tersebut sebelum menyerang si kecil.

Memang sedikit terkendala untuk mengetahui kondisi tubuh si kecil, terutama pada bayi baru lahir. Mengingat usianya yang masih begitu mungil membuat mereka tidak mampu berkomunikasi lewat kata-kata. Maka mungkin ibu akan sedikit kesulitan mengetahui kondisi tubuh si kecil.

Akan tetapi, tak perlu khawatir karena orangtua yang cerdas selalu tahu bagaimana mengurus buah hatinya. Meskipun rasanya sulit mengetahui kondisi tubuh si buah hati. Namun sebenarnya ada cukup banyak cara yang dapat ibu lakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan buah hati anda yang baru lahir.

Selain berhubungan dengan makanan, feses bayi pun rupanya dapat dijadikan indikator kesehatannya. Kadangkala seorang ibu akan menjadi begitu panik sewaktu melihat pup atau feses bayinya berubah terkstur atau warna. Hal ini tak jarang membuat anda terburu pergi ke dokter dan memeriksakan kesehatan si buah hati.

Kenali Kotoran yang Sehat Pada Bayi Baru Lahir

Padahal sebenarnya, kondisi tersebut adalah hal yang wajar dan normal terjadi. Dengan begini maka mungkin bila setiap kali si kecil mengalami perubahan warna feses anda tak perlu buru-buru membawanya ke dokter. Dengan kenali kotoran yang sehat pada pada bayi baru lahir maka akan menjadi kunci ibu untuk mengetahui kondisi kesehatan si buah hatinya. Tak perlu melulu membawa si kecil ke dokter setiap terjadi masalah yang kecil. Bisa jadi hal tersebut adalah bagian dari serangkaian proses pertumbuhannya.

Kenali Kotoran yang Sehat Pada Bayi Baru Lahir

Kondisi kotoran pada bayi umumnya dapat menjelaskan kondisi kesehatannya pada saat itu. Sehingga penting sekali untuk orang tua kenali kotoran yang sehat pada bayi baru lahir. Normalnya, bayi buang air besar atau pup sebanyak 4 kali dapat satu hari pada minggu pertama setelah kelahirannya. Pada minggu-minggu ini pula, jadwal pup nya masih belum teratur. Bayi anda bisa pup ketika sedang menyusu atau setiap kali setelah seelsai menyusu. Namun tak perlu khawatir sebab seiring dengan berjalannya usia si buah hati, bayi anda akan menemukan jadwal pupnya yang rutin.

Setelah usianya menginjak beberapa pekan, bayi yang diberikan ASI oleh ibunya akan pup sebanyak satu kali dalam beberapa hari atau dalam seminggu. Kondisi ini pada dasarnya bukanlah sebuah masalah yang perlu dikhawatirkan. Selama mudah untuk si kecil mengeluarkan kotorannya dan tekstur dari kotorannya lembut. Maka kondisi ini dikategorikan sebagai hal yang wajar.

Lantas bagaimana mengatahui warna kotoran pada bayi yang sehat dan tidak sehat? Nah, untuk itu anda wajib kenali kotoran yang sehat pada bayi baru lahir dibawah ini.

Tips Kenali Warna Kotoran yang Sehat Pada Bayi Baru Lahir

Warna Kotoran yang Sehat

Bayi yang tidak mengalami gangguan kesehatan dalam tubuhnya, umumnya dapat dilihat dari kondisi kotorannya. Orangtua tidak perlu merasa khawatir apabila bayi anda mengeluarkan kotoran dengan warna:

Kotoran Berwarna Hijau Kehitaman

Beberapa hari pertama setelah lahir ke dunia bayi anda akan mungkin mengeluarkan feses atau kotoran yang disebut dengan mekonium, yakni kotoran bayi baru lahir. Mekonium terdiri dari cairan ketuban, lendir dan segala hal yang tertelan oleh bayi selama dalam kandungan. Pada kotoran ini, teksturnya cendrung lengket dan berwarna hijau kehitaman. Nah, bila bayi anda mengalami pup dengan warna ini maka tak perlu khawatir. Sebab kondisi ini pada dasarnya adalah hal yang wajar dan normal.

Kotoran Berwarna Hijau Kecoklatan

Warna yang selanjutnya yang mungkin terjadi pada buah hati anda adalah feses yang hijau kecoklatan. Kondisi ini adalah hal yang wajar sebab pada masa ini, bayi hanya mengkonsumsi ASI. Sehingga kotorannya akan berubah menjadi warna hijau kecoklatan. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu pada hari ke-2 sampai dengan ke-4, seharusnya warna kotoran yang sebelumnya hijau kehitaman akan berwarna hijau kecoklatan. Akan tetapi, bila warna feses si kecil masih hitam meski telah beberapa hari, maka sebaiknya kondisikan masalah ini dengan dokter.

Kotoran Berwarna Kuning Terang

Bila anda memberikan ASI pada si kecil, maka warna dari kotorannya akan secara bertahap berubah setelah sekitar 3 hingga 5 hari. Hal ini terjadi karena konsumsi ASI pertama dari ibu berfungsi menyerupai pencahar yang akan membantu tubuh si kecil membersihkan mekonium dari saluran pencernaannya.

Warna kotoran yang sebelumnya hijau kecoklatan akan berubah menjadi kuning terang. Selain itu, pada kotoran ini kini sudah ada tekstur dan bau yang berbeda.

Warna Kotoran yang Perlu Diwaspadai

Selain kenali warna kotoran yang sehat pada bayi baru lahir. Adapula beberapa warna berbahaya yang perlu diwaspadai oleh orangtua sebab warna-warna ini bisa mengindikasikan adanya bahaya.

Kotoran Berwarna Merah

Bayi yang pup dengan mengeluarkan kotoran berwarna merah perlu diwaspadai dengan benar. Hal ini dikarenakan warna merah yang timbul pada kotorannya bisa jadi adalah darah segar yang keluar dari dubur atau usus besarnya. Segera konsultasikan masalah ini dengan dokter.

Kotoran Berwarn Hitam

Kondisi kotoran yang berwarna hitam dan terjadi berkali-kali pada saat si kecil pup bisa jadi bahaya. Hal ini menunjukan adanya darah yang tercerna dalam saluran pencernaan. Padahal kelahiran sudah berlalu beberapa hari. Untuk itu, segera bawa buah hati anda ke dokter untuk mengetahui kondisi serius yang terjadi dengan si kecil.

Kotoran Berwarna Sangat Pucat Atau Putih

Kondisi feses atau kotoran yang terjadi pada buah hati anda bisa jadi menjadi tanda bahaya. Pada kondisi ini bisa menunjukan adanya infksi atau masalah dengan empedu si kecil. Kondisi ini umumnya biasa disebut dengan penyakit kuning (jaundice). Penyakit kuning umum terjadi pada bayi baru lahir. Selain menyebabkan warna kulit yang berubah menjadi kuning. Kondisi penyakit inipun bisa berpengaruh pada feses yang berwarna lebih pucat.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari kenali warna kotoran yang sehat pada bayi baru lahir. Penting sekali untuk segera membawa bayi anda ke dokter bila fesesnya menunjukan warna feses yang berbahaya agar penanganan yang lebih tepat bisa segera didapatkan.