Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar – Bentuk dan ukuran payudara pada masing-masing perempuan akan tentu berbeda-beda. Keberagaman inilah yang membuat perempuan memang terlihat sempurna dan begitu unik. Namun demikian, apapun ukuran dan bentuk payudara yang anda miliki. Anda akan tetap dapat memberikan ASI atau menyusui si kecil dengan baik. Termasuk untuk anda yang memiliki payudara dengan ukuran yang besar. Mari simak tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar dibawah ini.
Memiliki ukuran payudara yang besar mungkin menuai sedikit kekhawatiran pada beberapa wanita. Terutama pada saat dihadapkan pada kegiatan menyusui si buah hati. Hal ini membuat mereka khawatir bahwa si kecil akan mungkin mudah tersedak. Atau mungkin karena beberapa alasan lain si kecil akan mungkin terhimpit pada saat menyusui.
Hal inilah yang pada akhirnya membuat ibu yang memiliki ukuran payudara yang besar mengalami banyak kekhawatiran. Namun demikian apapun ukuran payudara anda, sebenarnya seorang ibu akan dapat memberikan ASI pada si kecil dengan baik.  Mari kita simak beberapa tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar. Ingin tahu seperti apa? Simak
informasinya dibawah ini.  Baca juga: Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya?
Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Untuk anda yang memiliki ukuran payudara yang cenderung lebih besar. Maka anda tak perlu khawatir dengan masalah ini. Sebab beberapa tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar dibawah ini akan membantu anda melakukannya.

Topang Payudara Selama Menyusui

Payudara dengan ukuran yang lebih besar butuh penopang pada saat menyusui. Hal ini dilakukan agar kegiatan menyusui dapat berlangsung dengan aman dan nyaman untuk si buah hati. Selain itu, tanpa adanya penopangan, biasanya ukuran payudara yang lebih besar akan mudah membuat ibu merasa sakiy punggung.
Maka dari itu pada saat memberikan ASI pada buah hati. Topang payudara dengan kuat. Gunakan tangan atau bantal dibagian pinggir untuk memudahkan anda melakukannya dengan mudah.

Ganjal dengan Bantal

Hal lain yang akan dapat memberikan anda tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar adalah menggunakan bantal. Ketika menyusui, postur tubuh ibu akan cenderung condong ke bafgian depan.
Hal ini dikarenakan beban dari payudara dan bayi. Bila tidak ditopang atau diganjal dengan menggunakan bantal maka mungkin hal ini akan membuat ibu mudah sakit leher.
Bukan hanya itu, ibu pun akan mungkin merasakan kondisi yang tidak nyaman karena pundak yang terasa pegal. Untuk mengatasi kondisi ini maka gunakanlah bantal yang nyaman.

Perhatikan Posisi

Memperhatikan posisi pada saat menyusui pun menjadi hal penting untuk diperhatikan dengan baik. Hal ini dikarenakan berbeda dengan mereka yang memiliki ukuran payudara yang lebih kecil. Ibu dengan payudara yang lebih besar akan cenderung mudah mengalami pegal saat menyusui.
Untuk itu, menemukan posisi menyusui yang tepat akan sangat membantu ibu untuk bisa menyusui si buah hati dengan nyaman. Jadi demikian, meskipun kegiatan menyusui berlangsung lama. Namun kenyamanan ibu tetap terjaga dengan baik.

Perhatikan Saluran Pernapasan Bayi

Pada saat menyusui si kecil baiknya perhatikan dan monitor dengan baik kondisi si kecil. Ukuran payudara ibu yang lebih besar akan mungkin membahayakan untuk si kecil. Bisa jadi karena kurang teliti si kecil terhimpit atau mungkin saluran pernasapannya tertindih bagian payudara ibu. Untuk itu, perhatikan dengan baik masalah ini.

Baju menyusui akan memudahkan ibu ketika memberikan ASI pada buah hatinya, khususnya ketika berada di tempat umum. Untuk itu, penting bagi ibu untuk mengetahui tips memilih baju menyusui yang tepat.

Selain merawat , tugas seorang ibu yaitu memberikan ASI atau menyusui buah hati tercintanya. Agar buah hatinya mendapatkan cukup ASI, ibu akan melakukan segala hal termasuk menyusui di tempat umum ketika sedang bepergian.

Sudah tidak bisa diragukan lagi, ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi dan menyusui mendatangkan banyak keuntungan untuk ibu. Menyusui bayi secara langsung diketahui dapat semakin mempererat hubungan antara bayi dan ibu. ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga efeknya si kecil tidak akan mudah sakit, serta akan meningkatkan kecerdasannya. Sedangkan bagi ibu, menyusui dapat membantu dalam menurunkan berat badan. Selain itu, dengan menyusui risiko ibu mengalami kanker payudara akan semakin kecil.

Tips Memilih Baju Menyusui

Ibu harus siap menyusui bayinya kapanpun dan dimanapun ketika si kecil membutuhkan. Ketika berada di tempat umum, tentunya ibu tidak dapat menyusui bayinya dengan lebih leluasa seperti di rumah. Untuk itu, beberapa hal perlu ibu perhatikan termasuk baju yang dipakainya.

Agar memudahkan proses menyusui, ibu dapat menggunakan baju menyusui. Selain memudahkan menyusui, dengan baju khusus menyusui ibu akan merasa lebih nyaman dan tidak terganggu ketika harus menyusui bayinya di tempat umum. Lantas seperti apa baju khusus menyusui? Baju menyusui tentunya berbeda dengan baju pada umumnya. Baju menyusui didesain khusus dan dilengkapi dengan beberapa fitur untuk memudahkan ibu ketika menyusui bayinya.

Contoh Baju Menyusui yang Baik

  • Baju menyusui memiliki ciri umum yaitu memiliki bukaan pada bagian depannya, khususnya pada bagian dada ibu. Bukaan di bagian depan ini akan memudahkan ibu ketika mengeluarkan payudara.
  • Dengan baju yang dilengkapi bukaan ini ibu tidak perlu lagi menaikan baju dari bawah, karena ibu hanya tinggal menyibakan bagian tertentu saja dari baju khusus menyusui ini atau membuka resleting atau kancing saja. Selain lebih mudah, baju khusus menyusui ini lebih efektif digunakan.
  • Baju menyusui tidak memiliki ukuran yang ketat atau lebih besar meskipun terbuat dari bahan kaos sehingga tidak akan mengekspos bagian tubuh tertentu.
  • Baju menyusui tidak mengharuskan ibu membuka atasannya hingga ke dada, sehingga perut ibu tidak akan terlihat.

Tips Memilih Baju Menyusui

Meskipun anda sudah mengetahui contoh baju menyusui yang baik, tetapi tidak semua baju menyusui memiliki kualitas yang sama. Untuk itu, penting memperhatikan tips memilih baju menyusui agar anda dapat menyusui bayi dengan nyaman dan tetap tampil modis. Berikut ini tips memilih baju menyusui.

Mencari Model yang Sesuai

Contoh baju menyusui sebelumnya sudah dijelaskan. Dimana baju menyusui ini tersedia dalam berbagai model. Sebelum membeli anda dapat mencari model baju sesuai dengan kebutuhan dan tetap membuat anda tampil modis. Saat ini baju menyusui sudah tersedia dalam berbagai warna dan motif menarik.

Perhatikan Bahan

Dalam memilih baju menyusui, sebaiknya pilihlah baju menyusui yang terbuat dari bahan yang berkualitas sehingga akan membuat anda merasa lebih nyaman. Pastikan anda memilih baju menyusui dengan bahan yang tidak menimbulkan gerah, gatal atau iritasi. Pastikan baju yang dipilih dapat membuat anda merasa lebih nyaman. Anda dapat memilih baju dengan bahan yang ringan seperti katun. Bahan baju yang kasar, selain membuat anda tidak nyaman, si kecil pun akan merasakannya karena ia bersentuhan langsung dengan baju yang anda kenakan.

Sesuaikan Model dengan Bentuk Tubuh

Model atau potongan baju dapat anda sesuaikan dengan bentuk tubuh anda. Selain membuat nyaman, anda juga akan merasa lebih percaya diri. Selain itu, anda dapat memilih baju dengan model yang dapat tetap digunakan meskipun anda sudah tidak menyusui lagi.

Selain baju menyusui, menyusui akan lebih mudah jika didukung dengan perlengkapan menyusui  yang lainnya seperti berikut ini:

Bra Khusus Menyusui

Pada masa menyusui, payudara ibu akan lebih besar dari biasanya. Untuk itu, agar ibu merasa lebih nyaman, bra khusus menyusui dapat dipilih. Bra khusus menyusui ini juga dapat memudahkan ibu menyusui bayinya. Bra menyusui memiliki bukaan pada cup, dimana bukaan ini dapat dengan mudah dibuka dan ditutup.

Apron

Saat sedang menyusui di tempat umum, ibu juga dapat memanfaatkan apron untuk menutupi bagian tubuh tertentu agar tidak terlihat. Saat ini sudah tersedia apron dengan model, warna dan motif yang menarik. Ibu dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan selera.

Breast Pads

ASI merembes adalah salah satu permasalahan yang kerap kali dialami oleh ibu menyusui. Untuk menghindari ASI merembes dan membuat baju ibu basah, ibu dapat menggunakan breast pads. Breast pads itu sendiri merupakan alat yang digunakan untuk mencegah agar rembesan ASI tidak sampai mengenai baju luar. Breast pads berupa lapisan kain yang dimasukan ke dalam cup bra. Breast pads dapat dicuci dan dipakai ulang. Saat ini, ada juga breast pads sekali pakai. Yang harus ibu perhatikan dalam pemakaian breast pads yaitu ganti sesering mungkin agar tidak terjadi infeksi atau iritasi.

Itulah tips memilih baju menyusui yang akan memudahkan ibu ketika menyusui bayinya saat berada di tempat umum. Semoga bermanfaat.

Agar proses menyusui berhasil, mudah dan nyaman, beberapa perlengkapan menyusui bayi dapat membantu. Ketahui perlengakapan apa saja yang dapat membantu proses menyusui si kecil.

Memberikan ASI eksklusif pada bayi adalah kewajiban seorang ibu. ASI eksklusif terbukti memiliki banyak manfaat untuk bayi. Memberikan ASI eksklusif disarankan hingga usia bayi 6 bulan. Selama 6 bulan awal kehidupan bayi tidak ada lagi asupan makanan apapun selain ASI. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sesuai waktu yang disarankan diketahui memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.

Agar bayi mendapatkan cukup ASI dan kebutuhannya tercukupi, seorang ibu akan melakukan segala cara untuk menyukseskan proses menyusui. Ibu akan mencoba untuk meminimalisir segala hal yang akan menghambat proses menyusui bayi.

Perlengkapan Menyusui Bayi

Selain meminimalisir segala hambatan yang akan terjadi, untuk menyukseskan proses menyusui dapat didukung dengan perlengkapan menyusui bayi. Meskipun perlengkapan menyusui tidak diwajibkan dimiliki, akan tetapi perlengkapan menyusui ini dibutuhkan untuk memudahkan dan melancarkan pemberian ASI pada buah hati tercinta.

Terdapat beberapa perlengkapan menyusui yang akan memudahkan ibu dalam menyusui bayinya. Apa saja perlengkapan menyusui bayi yang dimaksud? Berikut perlengkapan menyusui bayi.

Perlengkapan Menyusui Bayi

Bantal Menyusui

Kesuksesan menyusui bayi salah satunya dipengaruhi dengan kondisi ibu. Kondisi ibu yang nyaman akan membuat proses menyusui menjadi berjalan lancar. Oleh karena itu, saat menyusui penting membuat ibu merasa nyaman. Nah, untuk membuat ibu nyaman ketika menyusui, salah satu perlengkapan yang dapat mendukung ibu yaitu bantal menyusui. Dengan bantal menyusui ini ibu akan merasa lebih nyaman dan rileks ketika menyusui, punggung akan tersangga sehingga tidak akan merasa pegal. Selain itu, bayi pun akan merasa lebih nyaman ketika berada dipangkuan ibu.

Nipple Shields

Nipple shields digunakan bagi ibu yang kesulitan menyusui bayi karena keadaan puting yang datar. Dengan perlengkapan menyusui ini ibu pemilik puting datar akan menjadi lebih mudah menyusui bayinya. Ketika menggunakan alat ini, maka pakaikan di sekeliling areola serta puting pada saat menyusu. Untuk mengetahui cara pemakaian yang tepat sebaiknya konsultasikan dengan ahli laktasi, karena penggunaan yang tidak tepat akan membuat produksi ASI menjadi berkurang.

Breast Pumps

Breast pumps atau pompa menyusui penting dimiliki oleh ibu bekerja yang tetap ingin memberikan ASI eksklusif. Dalam memilih pompa untuk menyusui ini, ibu dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan, baik pompa menyusui manual atau pompa menyusui elektrik. Sebaiknya pilihlah pompa yang dapat membuat ibu merasa nyaman. Anda dapat menggunakan pompa ini ketika di kantor pada jam istirahat untuk memerah ASI. Kemudian simpan ASI di cooler box. Ketika malam hari, sebaiknya tetap berikan ASI secara langsung dari payudara.

Nursing Apron

Nursing apron ini sangat bermanfaat untuk menyusui bayi ketika berada di luar rumah atau di tempat umum. Dengan nursing apron, ketika menyusui bayi payudara dapat ditutupi sehingga tidak akan terlihat. Mengikuti perkembangan mode, nursing apron kini lebih modern. Jika dulu hanya berbentuk selembar kain dengan tali di leher, kini nursing apron memiliki motif, bahkan bentuk yang bervariatif. Namun, meskipun begitu fungsinya tetap sama yaitu menutupi bagian tubuh tertentu agar tidak terlihat saat menyusui di tempat umum.

Breast Pad

Ketika menyusui, ibu biasanya sering mengalami ASI merembes. Dengan keadaan ini tentunya ibu akan merasa tidak nyaman karena keadaan akan menjadi lembab. Selain itu, dengan keadaan seperti ini ibu tidak akan merasa percaya diri ketika akan bertemu dengan orang. Untuk itulah, bagi ibu yang mengalami kasus ini sebaiknya gunakan breast pad. Breast pada ini digunakan dengan diselipkan dalam bra. Dengan breast pad maka rembesan ASI dapat ditahan sehingga tidak akan membasahi baju, khususnya area payudara.

Bra Khusus Menyusui

Selama masa menyusui, sebaiknya ibu menggunakan bra khusus menyusui. Bra menyusui ini selain akan membuat ibu merasa lebih nyaman, juga akan memudahkan ibu ketika menyusui bayinya. Ketika bayi ingin menyusu, dengan bra khusus menyusui ini anda tinggal membuka kaitan dan langsung bisa menyusui si kecil.

Botol Untuk Menyimpan ASI

Untuk menyimpan ASI perah maka penting untuk menggunakan botol khusus menyimpan ASI. Simpanlah ASI yang sudah anda perah pada botol, kemudian jangan lupa untuk memberi tanggal pada setiap botolnya. ASI perah dapat anda berikan ketika bekerja atau beraktivitas di luar rumah.

Teether

Ketika berusia 5 bulan, biasanya gigi pertama bayi akan mulai tumbuh. Ketika pertumbuhan gigi, gusi akan terasa gatal. Bahkan mungkin bayi akan terpancing untuk menggigit puting payudara ibunya. Untuk menghindari si kecil menggigit puting payudara saat menyusu, anda dapat menyediakan teether. Ketika anda memilih teether sebaiknya pilihlah teether yang lembut dan perhatikan pula kualitasnya.

Itulah beberapa perlengkapan menyusui yang dapat memudahkan anda dalam menyusui buah hati tercinta. Semua perlengkapan di atas bukanlah perlengkapan wajib yang harus anda miliki, anda dapat membelinya sesuai dengan yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.

Posisi dan pelekatan menyusui yang benar menjadi salah satu prinsip keberhasilan/kegagalan proses menyusui. Untuk itu, agar proses menyusui berhasil penting megetahui teknik pelekatan yang benar dan tepat.

Terkadang ketika menyusui bayi, ibu hanya menganggap sebagai kegiatan untuk memberikan ASI dan tidak memperhatikan berbagai hal yang akan menyukseskan proses menyusui, salah satunya yaitu pelekatan atau latch on. Bahkan tidak sedikit ibu yang menganggap bahwa pelekatan saat menyusui tidak penting dan tidak perlu dipelajari.

Selain posisi menyusui, pelekatan merupakan salah stau hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap ibu menyusui. Posisi menyusui dan pelekatan merupakan salah satu prinsip penting yang menentukan keberhasilan atau kagagalan menyusui bayi berdasarkan WHO.

Pelekatan Menyusui yang Benar

Menyusui dengan pelekatan yang tepat akan membantu bayi mendapatkan ASI secara efektif. Selain itu, ibu tidak akan merasa sakit pada bagian puting payudara pada saat si kecil menghisap. Berikut ini teknik pelekatan menyusui yang benar.

Teknik Pelekatan Menyusui yang Benar

Pertama, anda bisa menggendong bayi dengan posisi perut menempel dengan perut bayi.
Posisikan tubuh bayi dengan tepat yakni telinga, bahu dan pinggulnya sejajar. Ini dilakukan agar si kecil mudah menelan ASI yang dihisapnya.

Kemudian sangga payudara dengan menggunakan tangan. Dekatkan payudara ke mulut bayi hingga si kecil membuka mulutnya. Setelah mulutnya terbuka, anda dapat mendekatkan si kecil ke tubuh anda.
Ketika menyusu pastikan mulutnya terbuka lebar. Sehingga dengan begitu, bagian areola payudara anda, terutama areola bagian bawah masuk ke dalam mulut si kecil.

Selama proses menyusui berlangsung dagu bayi harus menempel ke payudara, sehingga hidung bayi tidak akan menempel. Anda harus menjaga supaya dagu bayi tidak menempel pada dadanya.
Selama menyusui sangga tubuh bayi anda, terlebih lagi pada badan dan bokongnya. Penggunaan bantal atau bantal khusus menyusui dapat membantu memudahkan anda dalam menyangga tubuh si kecil.

Seperti apa pelekatan yang baik?

  • Pelekatan yang baik harus memenuhi 4 kriteria seperti berikut:
  • Areola payudara ibu bagian atas harus lebih banyak terlihat.
  • Mulut bayi terbuka dengan lebar.
  • Dagu menempel pada payudara ibu.
  • Bibir bagian bawah terputar keluar.

Tips Menemukan Posisi Menyusui yang Benar dengan Mudah

Apabila saat menyusui anda merasa lebih nyaman, tidak merasa sakit, bayi menyusu dengan rileks tanpa ada masalah, serta terdengar suara bayi menelan ASI, maka posisi menyusui bayi sudah tepat.
Untuk membantu menemukan posisi menyusui yang benar lebih mudah, beberapa hal seperti berikut ini dapat anda perhatikan:

  • Sebelum mulai menyusu anda dapat mencari tempat duduk yang nyaman, baik intuk ibu atau untuk si kecil. Dengan posisi menyusui yang nyaman maka anda tidak perlu lagi mengganti-ganti posisi menyusui.
  • Ketika menyusui bayi, sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman dan memudahkan akses untuk menyusui bayi. Sehingga dengan begitu ibu tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu mempersiapkan sebelum menyusui bayi.
  • Gendong si kecil dengan posisi yang dapat membuatnya lebih nyaman. Sehingga akan membuat ia lebih mudah meraih atau melepaskan puting dari mulutnya.
  • Selama menyusui, kontak kulit antara ibu dan bayi akan membuat bayi merasa lebih nyaman. Kontak kulit juga akan membantu tubuh mengeluarkan hormon yang akan memperlancar pengeluaran ASI.
    Jika payudara terasa sakit saat proses menyusui pada menit pertama, anda dapat segera melepaskan puting dari mulut si kecil dengan hati hati dan perlahan. Cara yang dapat anda lakukan yaitu dengan menyelipkan jari di antara payudara dan mulut bayi dengan lembut. Kemudian anda dapat kembali mencoba memposisikan bayi anda agar dapat menyusu dengan benar.
  • Sebelum memasukan puting payudara ke dalam mulutnya, sebaiknya tunggu hingga mulutnya membuka lebar. Untuk memudahkan anda dapat menstimulasinya, caranya yaitu dengan menekan jari pada bibir atau dagu si kecil dengan lembut. Untuk menghindari trauma, sebaiknya jangan paksa si kecil untuk membuka mulutnya.

Nah, berikut ini merupakan posisi menyusui bayi yang biasanya dipilih oleh para ibu.

Posisi Menyusui Bayi

Cradle Position

Posisi seperti ini biasanya digunakan setelah beberapa minggu bayi dilahirkan. Dengan posisi ini ibu akan lebih mudah dalam mengontrol tubuh sendiri atau tubuh bayinya.

Cross-cradle position

Posisi ini adalah posisi menyusui yang merupakan variasi antara posisi cradle.

Clutch/Football position

Posisi ini dapat dipilih oleh ibu yang melahirkan bayinya dengan operasi caesar. Dengan posisi ini maka ibu dapat menjaga bayi agar tidak terlalu dekat dengan bekas jahitan.

Side-lying position

Posisi ini biasanya sering dilakukan ketika ibu terlalu lelah dan ingin beristirahat.

Laid-back breastfeeding position

Di Indonesia posisi ini sering disebut dengan IMD atau inisiasi menyusui dini. Posisi ini dapat dilakukan saat awal-awal kelahiran atau ibu memiliki masalah dengan pelekatan saat menyusui.

Apapun posisi menyusui yang dipilih, anda harus bisa memastikan bahwa bayi menyusu dengan efektif dan ia mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya.

Menyusui bayi seharusnya menjadi momen yang menyenangkan untuk setiap ibu. Dengan menyusui diharapkan mampu membantu mempererat ikatan antara ibu dan bayi. Apabila ibu selalu merasa kesakitan ketika menyusui bayi, sebaiknya konsultasikan dengan ahli laktasi.

Meskipun memiliki puting datar anda tetap dapat menyusui buah hati tercinta. Untuk memudahkan, penting mengetahui cara menyusui bayi dengan puting datar.

Setelah bayi dilahirkan, seorang ibu tentu ingin segera menyusui bayinya. Namun, terkadang ibu mengalami hambatan dan tidak merasa percaya diri ketika menyusui bayi yang disebabkan karena puting payudara ibu datar atau masuk ke dalam. Kondisi fisik perempuan pada dasarnya berbeda-beda. Sehingga tidak mengherankan apabila bentuk tubuh atau puting payudara dari setiap perempuan berbeda-beda.

Beberapa ibu dengan puting datar atau terbalik mengalami kesulitan ketika menyusui bayinya. Dengan puting datar mulut bayi ketika menyusu tidak dapat menempel dengan tepat sehingga efeknya bayi kesulitan mendapatkan cukup ASI, sehingga akan membuat produksi ASI menjadi terhambat.
Ibu menyusui dengan puting datar sebenarnya dapat menyusui bayinya dengan normal. Untuk itulah, anda jangan merasa khawatir dan percaya pada salah satu mitos yang mengatakan bahwa wanita dengan puting datar tidak dapat menyusui bayinya.

Cara Menyusui Bayi Dengan Puting Datar

Cara Mengetahui Keadaan Puting Datar

Untuk mengetahui apakah puting anda datar atau tidak dapat dilakukan tes. Ketika sedang hamil anda dapat melakukan tes dengan mencubit perlahan dan sederhana. Caranya yaitu, tahan payudara atau pada tepi areola dengan menggunakan telunjuk atau ibu jari. Setelah itu, tekan dengan lembut dan pelan tapi tegas di sekitar belakang puting payudara.

Apabila setelah dilakukan tes tersebut puting payudara tidak tegak atau menonjol, maka puting anda masuk ke dalam kategori puting datar. Namun, jika menghilang atau terbalik berarti puting payudara anda benar-benar terbalik.

Apabila setelah dilakukan tes cubit puting anda tidak datar, menyusui bayi dapat dilakukan dengan baik tanpa adanya masalah saat menyusui.

Apakah Puting Datar Dapat Diatasi?

Puting datar dapat diatasi dengan melakukan teknik atau cara seperti berikut ini:

Menekan Areola

Sebelum anda memasukan puting ke dalam mulut bayi ketika menyusui, sebaiknya tekan terlebih dahulu puting areola. Cara memegang payudara yaitu dengan memposisikan ibu jari berada di atas, kemudian jari-jari yang lainnya berada di bawah. Setelah itu tekan dan tarik payudara anda ke arah dada. Cara seperti ini akan membantu membuat puting datar menjadi menonjol.

Merangsang Puting

Cara mengatasi puting payudara datar atau terbalik dengan teknik ini yaitu, pertama pegang puting payudara dan gulung menggunakan ibu jari telunjuk. Lakukan teknik itu selama 30 detik. Sebelum menyusui segera sentuh dengan menggunakan kain dingin. Selain itu, anda juga dapat memanfaatkan breastpad sekali pakai yang sudah disimpan di dalam freezer agar puting terangsang keluar.

Apabila anda tidak memiliki puting datar sebelumnya, namun puting tidak dapat menonjol karena efek malahirkan, maka anda dapat mengatasinya dengan memompa ASI lebih sering hingga puting menonjol dan dapat digunakan untuk menyusui bayi.

Anda juga dapat melakukan konsultasi dengan ahli laktasi mengenai masalah yang satu ini.

Cara Menyusui Bayi dengan Puting Datar

Beberapa hal penting perlu diperhatikan bagi ibu pemilik puting datar atau terbalik seperti berikut:

  • Selama kehamilan disarankan untuk tidak menarik puting sebagai upaya mengatasi puting datar, terlebih lagi saat trimester akhir. Menarik puting justru akan memicu kontraksi dini sehingga akan menyebabkan bayi lahir prematur.
  • Bayi menyusu dari areola bukan dari puting, sehingga keadaan puting datar jangan terlalu dikhawatirkan. Anda tetap dapat melakukan yang terbaik dalam menyusui bayi meskipun dengan bentuk puting seperti ini.
  • Pada saat kali pertama menyusui mungkin anda akan merasa sulit. Namun dengan pelekatan dan posisi yang tepat akan membantu menyusui bayi. Oleh karena itu, penting meminta bantuan dari ahli laktasi untuk menentukan posisi dan pelekatan yang tepat saat menyusui.
  • Penting melakukan inisiasi menyusui dini atau IMD, dengan inisiasi menyusui dini ini bayi akan melakukan pelekatan sendiri pada payudara ibunya.
  • Ketika menyusui anda dapat mencoba beberapa posisi mendekap bayi.
  • Ketika menyusui sebaiknya hindari menggunakan penyambung puting. Selain akan menyakiti puting payudara ibu, juga akan menghambat proses belajar bayi melakukan pelekatan yang tepat pada payudara ibunya.
  • Sebelum menyusui anda dapat mencoba merangsang puting atau membentuk payudara.

Tips Pelekatan yang Tepat

  • Bentuk puting sebenarnya tidak menentukan bisa atau tidak bisa menyusui bayi. Pelekatan yang benar dan tepat saat menyusui bukanlah menghisap bagian puting payudara ibu, melainkan menghisap ASI pada sekitar areola. Berikut ini tips pelekatan yang tepat saat menyusui.
  • Ketika menyusu anda harus memastikan jika dagu bayi menempel pada payudara anda.
  • Bagian payudara yang masuk ke dalam mulut bayi sebagian besar harus areola, bukan hanya puting. Bagian areola yang berada di bawah mulut bayi harus lebih sedikit dibandingkan dengan areola yang berada di atas.
  • Bibir bayi, baik bibir bagian atas atau bibir bagian bawah terputar ke arah luar, serta tidak terlipat ke dalam.
  • Mulut bayi harus terbuka lebar dan menempel pada payudara ibu dengan baik.
  • Apabila teknik pelekatan mulut bayi dengan payudara ibu dilakukan dengan tepat, akan membuat ibu dan bayi merasa nyaman yang akan membuat proses menyusui menjadi lancar.

Ibu dengan puting datar jika belum menemukan posisi menyusui yang tepat, dapat segera melakukan konsultasi dengan ahli laktasi. Jangan biarkan keadaan ini terlalu lama karena akan mempengaruhi produksi ASI dan kebutuhan ASI bayi.

[related_post_ads themes="flat"]