Memompa ASI dengan teknik power pumping dapat dilakukan ketika ibu sibuk bekerja dan produksi ASI menurun. Ketahui teknik power pumping yang benar dan tepat.

Setelah melalui masa kehamilan selama sembilan bulan dan melahirkan bayi, tugas seorang ibu selanjutnya yaitu menyusui bayinya. Menyusui merupakan proses yang dilakukan untuk memberikan ASI pada bayi. ASI merupakan asupan terbaik yang dapat diberikan oleh ibu kepada buah hatinya. Kandungan ASI yang baik tidak dapat tergantikan oleh kandungan susu formula yang mahal sekalipun.
Akan tetapi suatu keadaan memaksa ibu harus jauh dengan buah hatinya sehingga ibu tidak bisa memberikan ASI secara langsung. Karena seperti itu, seringkali produksi ASI mengalami penurunan. Keadaan seperti ini jika dibiarkan tentunya akan berdampak buruk karena bisa saja ibu tidak akan kembali memproduksi ASI.

Untuk mempertahankan produksi ASI maka ibu dapat memompa ASI, yang mana ASI perah yang dihasilkan dapat menjadi persediaan di rumah untuk si kecil. Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk memompa ASI yaitu teknik power pumping. Memompa ASI dengan teknik power pumping diyakini dapat meningkatkan produksi ASI, sehingga meskipun sibuk di luar rumah ibu dapat tetap memberikan ASI sesuai dengan kebutuhan buah hatinya.

Memompa ASI dengan Teknik Power Pumping

Pengertian Teknik Power Pumping

Teknik power pumping itu sendiri merupakan teknik memompa ASI dengan meniru frekuensi menyusui bayi ketika bayi mengalami percepatan pertumbuhan atau growth spurt.

Ketika mengalami growth spurt biasanya frekuensi menyusui bayi menjadi lebih sering karena bayi membutuhkan ASI dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan biasanya. Mengapa demikian? ASI yang lebih banyak dibutuhkan bayi karena sedang dalam pertumbuhan yang cepat.
Selain menyusu lebih sering, bayi akan menyusu dengan hisapan yang kuat serta lama. Hisapan kuat yang dilakukan bayi akan memicu hormon prolaktin untuk memerintah otak agar memproduksi ASI yang lebih banyak lagi. Teknik power pumping ini cocok bagi ibu yang mengalami penurunan terhadap produksi ASI-nya.

Seperti Apa Teknik Power Pumping yang Benar?

Teknik memompa ASI yang benar akan berpengaruh pada hasil yang didapatkan. Oleh karena itu, penting mengetahui teknik power pumping yang benar seperti berikut.

Pilih Waktu yang Tepat Selama 1 Jam

Teknik power pumping itu sendiri dilakukan tidak untuk menggantikan jadwal memompa ASI sehari-hari yang biasanya anda lakukan. Dimana teknik ini hanya dilakukan untuk menggantikan satu sesi saja.
Teknik power pumping bisa anda lakukan 1 jam baik itu sebelum berangkat ke kantor atau ketika malam hari sebelum anda tidur. Berikut ini panduan memompa ASI selama 1 jam yang disarankan:

  • Anda dapat memompa ASI selama 20 menit, kemudian istirahat selama 10 menit.
  • Jika sudah, pompa kembali selama 10 menit dan istirahat selama 10 menit.
  • Lanjutkan dengan memompa ASI selama 10 menit, setelah itu akhiri proses memompa ASI dengan teknik power pumping ini.

Waktu memompa yang digunakan dalam waktu 1 jam ini hanya 40 menit dalam setiap harinya. Untuk selebihnya anda dapat memompa ASI sesuai dengan jadwal memompa yang rutin yang biasa anda terapkan.

Lakukan Teknik Power Pumping dengan Rutin

Dalam melakukan teknik power pumping ini, tingkat keberhasilannya berbeda-beda pada setiap ibu. Beberapa ibu bisa dengan cepat merasakan penambahan ASI setelah melakukan teknik power pumping yang pertama atau bahkan beberapa orang ibu merasakan pengaruhnya selama berhari-hari setelah melakukan dengan berturut-turut.

Beberapa ibu hanya membutuhkan waktu selama 3 hari berturut-turut untuk meningkatkan produksi ASI. Akan tetapi ada juga yang perlu melakukannya hingga 7 hari berturut-turut. Intinya, untuk mencapai tujuan anda perlu melakukannya dengan rutin dan penuh kesabaran.

Rileks dan Jauhi Stres

Ketika ibu melakukan teknik power pumping, maka disarankan untuk bisa lebih rileks. Pasalnya stres atau perasaan yang tidak nyaman dapat berpengaruh pada tingkat efektivitas power pumping itu sendiri. Ketika melakukan teknik power pumping anda harus merasa nyaman, jangan terpaku pada jam untuk mengetahui kapan harus berhenti dan memompa kembali. Ketika melakukan teknik ini alangkah lebih baik apabila anda tidak menghitung waktu dengan akurat. Ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas teknik power pumping dan mengurangi tekanan.

Gunakan Alat yang Nyaman

Memompa ASI dengan teknik power pumping ini dapat didukung dengan alat pompa ASI. Dalam memilih pompa ASI sebaiknya pilihlah pompa ASI yang sesuai atau pompa ASI yang dapat membuat anda merasa lebih nyaman. Anda dapat menggunakan pompa manual atau pompa elektrik.

Dibandingkan dengan pompa manual, pompa elektrik biasanya akan lebih efektif ketika memompa ASI. Pasalnya, pompa elektrik itu sendiri didesain khusus berdasarkan daya hisap, serta frekuensi bayi pada saat menyusu. Tidak hanya itu, dengan pompa elektrik anda akan lebih bisa menghemat tenaga.

Demikian tips memompa ASI dengan teknik power pumping yang benar. Penting bagi anda untuk memenuhi kebutuhan ASI buah hati tercinta. Oleh karena itu anda harus mampu mempertahankan produksi ASI agar tetap berlimpah dan dapat memenuhi kebutuhan si kecil. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Memerah ASI dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satu yang paling sederhana dan ekonomis yaitu dengan menggunakan tangan. Agar ASI yang dihasilkan lebih banyak, penting mengetahui cara perah ASI menggunakan tangan yang baik dan tepat.

ASI merupakan kebutuhan utama bayi, khususnya untuk bayi berusia 0-6 bulan. ASI adalah satu-satunya asupan makanan untuk bayi pada 6 bulan awal kehidupannya. ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi dan menyusui akan mendatangkan keuntungan untuk ibu yang menyusui. Di dalam ASI terkandung gizi dan nutrisi komplit, yang mana semua kebutuhan nutrisi bayi sudah terpenuhi dalam ASI.

Mengetahui ASI memiliki peran penting untuk bayi, serta dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, maka orang tua khususnya ibu yang menyusui bayinya akan berupaya agar proses menyusui buah hatinya berjalan dengan lancar, serta bayi mendapatkan cukup ASI sesuai dengan kebutuhan.

Cara Perah ASI Menggunakan Tangan

Namun, di lain sisi tidak sedikit ibu yang mengalami hambatan atau kendala ketika menyusui bayinya. Hambatan terjadi mulai dari keadaan atau kondisi kesehatan ibu sendiri atau keadaan yang harus memaksa ibu jauh dari bayinya, baik itu bekerja atau lain sebagainya.

Bagi anda yang seringkali mengalami berbagai hambatan ketika menyusui buah hati tercinta atau harus berada jauh, bukan berarti anda tidak bisa memberikan ASI untuk si kecil. Proses pemberian ASI tetap bisa dilakukan salah satunya yaitu dengan memerah ASI dan memberikannya pada si kecil menggunakan botol susu, cangkir atau lain sebagainya. Selain itu, memerah ASI juga dapat membantu anda agar produksi ASI tidak berkurang.

Memerah ASI itu sendiri dapat dilakukan dengan tiga metode, yakni memerah menggunakan tangan, menggunakan alat secara manual atau memanfaatkan pompa elektrik. Memerah ASI dengan menggunakan tangan biasanya menjadi pilihan beberapa ibu. Pasalnya, memerah ASI menggunakan tangan memiliki beberapa keuntungan. Berikut ini keuntungan memerah ASI menggunakan tangan yang dapat anda simak:

Keuntungan Memerah ASI Menggunakan Tangan

  • Memerah ASI menggunakan tangan dianggap lebih efektif dan dapat mengosongkan payudara dengan mudah, bahkan saat ASI tersisa sedikit. Memijat langsung payudara akan memudahkan anda dalam mengeluarkan ASI yang masih tersisa.
  • Dibandingkan dengan memerah ASI menggunakan pompa, memerah ASI menggunakan tangan lebih ekonomis. Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli pompa khusus yang digunakan untuk memerah ASI.
  • Jumlah ASI yang diperah dengan menggunakan tangan akan lebih banyak dibandingkan dengan ASI yang diperah menggunakan pompa. Hal ini disebabkan karena anda dapat dengan mudah menghabiskan ASI.
  • Memerah ASI menggunakan tangan lebih efektif dalam merangsang payudara sehingga dapat terus memproduksi ASI. Pada saat payudara anda kosong atau tidak ada ASI yang tersisa, maka otak akan secara otomatis memerintah tubuh untuk segera memproduksi kembali ASI.
  • Anda tidak akan bergantung pada alat pompa. Pada saat tidak ada alat pompa, anda tetap bisa memerah ASI dengan menggunakan tangan. Selain itu, anda tidak harus kerepotan membawa alat pompa dan membersihkannya.

Cara Perah ASI Menggunakan Tangan

Sebelum anda memerah ASI, sebaiknya siapkan wadah yang memiliki tutup serta dalam keadaan bersih untuk menampung ASI. Sebelum memerah ASI, keadaan tangan anda harus bersih. Cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun dan air.

Dalam memerah ASI, anda harus memperhatikan posisi jari-jari tangan anda. Jika posisi jari tangan tepat, serta tekanan yang dilakukan benar, maka ASI yang dihasilkan akan lebih maksimal.

Langkah Memerah ASI dengan Tangan

Nah, berikut ini cara perah ASI menggunakan tangan yang dapat anda simak:

  • Langkah pertama yang harus anda lakukan yaitu membersihkan puting terlebih dahulu dengan memerah sedikit ASI. Kemudian, oleskan ASI tersebut pada areola. Perlu anda ketahui, ASI mengandung zat anti bakteri yang dapat membantu membersihkan puting.
  • Apabila puting sudah dibersihkan dan semuanya sudah siap, anda dapat memulai memerah ASI. Mulai dari merangsang bagian puting supaya refleks hormon prolaktin dan oksitosin dapat muncul.
  • Selanjutnya, letakan ibu jari anda dengan jarak sekitar 2-3 cm di atas puting, serta 2-3 cm di bawah puting untuk jari telunjuk dan jari tengah. Sehingga letak jari-jari tangan anda membentuk huruf C.
  • Tekan seluruh jari-jari anda sisanya ke arah dinding dada.
  • Kemudian tekan areola atau bagian hitam pada payudara dengan gerakan memutar, dimulai dari belakang puting di antara ibu jari dan jari lainnya ke arah puting, lalu lepaskan. Apabila langkah ini dilakukan dengan benar, maka tidak akan menimbulkan rasa sakit. Ulangi langkah ini hingga beberapa kali atau sampai ASI keluar. Pastikan bahwa ASI yang keluar tidak mengalir ke telunjuk tangan anda.
  • Pindahkan posisi ibu jari tangan anda beserta jari-jari yang lainnya ke sisi kiri dan kanan areola. Tekan kembali dengan cara yang sama seperti sebelumnya.
  • Agar penampung ASI bisa dikosongkan, anda dapat memindahkan jari tangan anda pada posisi yang lainnya pada payudara yang sama. Setelah lebih dari 3 menit anda memerah dengan posisi yang sama, seperti misalkan ibu jari berada pada posisi jarum jam 12, 11, 10, 9 dan 8, lakukan masing-masing 3 menit, sehingga totalnya sekitar 15 menit.
  • Jika anda memerah ASI dengan cara yang tepat dan benar maka mampu mengosongkan payudara, sehingga akan meningkatkan produksi ASI. Payudara yang sudah kosong tersebut kemudian akan mengirim sinyal ke otak anda untuk memerintah tubuh agar kembali memproduksi ASI. Sehingga dengan begitu produksi ASI akan lancar dan hasilnya akan semakin meningkat.
  • Selain itu, apabila cara memerah yang anda lakukan tepat dan benar, maka anda akan terhindar dari berbagai masalah seperti saluran ASI tersumbat atau puting nyeri.

Aturan Penyimpanan dan Pemberian ASI Perah

Selain mengetahui cara memerah ASI menggunakan tangan, anda juga harus mengetahui seperti apa cara menyimpan ASI perah yang tepat dan metode pemberiannya. Anda harus memastikan menyimpan

  • ASI perah pada wadah atau tempat yang bersih, serta bisa ditutup dengan rapat agar tidak terkontaminasi.
  • ASI perah yang disimpan pada suhu ruangan dapat bertahan maksimal selama 4 jam.
  • ASI perah yang disimpan dalam lemari pendingin mampu bertahan kurang lebih selama satu minggu.
  • ASI perah yang disimpan dalam freezer bertahan selama 3 bulan.
  • Sebelum anda memberikan ASI perah pada buah hati tercinta, anda harus menghangatkannya terlebih dahulu. Caranya yaitu dengan memasukan botol atau wadah yang digunakan untuk menampung ASI perah ke dalam tempat yang berisi air hangat bersih. Sebaiknya hindari memanaskan ASI dengan menggunakan microwave atau memanaskannya di atas kompor, karena cara seperti ini akan merusak kandungan nutrisi dalam ASI.

Demikian cara memerah ASI menggunakan tangan yang baik dan tepat. Tetap berikan ASI pada si kecil minimal hingga usia 6 bulan. Meskipun banyak hal yang menghambat proses menyusui langsung, tetapi bukan berarti anda berhenti memberikan ASI pada buah hati dan menggantinya dengan susu formula. Kandungan nutrisi dalam ASI jauh lebih baik dibandingkan dengan susu formula. Agar proses tumbuh kembang buah hati anda optimal, maka anda harus tetap memberikannya asupan ASI yang cukup.