Stimulasi Agar Anak Lancar Belajar Berbicara – Proses belajar berbicara anak akan menjadi lancar dengan dibarengi stimulasi. Beberapa stimulasi diketahui dapat membantu proses belajar anak.

Setiap anak memiliki kemampuan perkembangan berbicara yang berbeda-beda. Beberapa anak mengalami perkembangan bicara yang cepat, namun beberapa anak yang lainnya mengalami perkembangan berbicara yang lambat. Bahkan untuk membantu mereka berbicara dibutuhkan stimulasi yang berulang-ulang.

Berdasarkan penelitian, anak sudah mulai belajar berbicara saat usianya 7 bulan. Meskipun setiap anak memiliki perkembangan berbicara yang berbeda, tetapi tidak ada salahnya jika anda memberikan stimulasi untuk memperlancar proses bicara anak.

Stimulasi Untuk Memperlancar Anak Berbicara

Beberapa stimulasi mudah dan sederhana dapat anda lakukan bersama dengan si kecil sambil bermain seperti berikut ini. (baca juga: Stimulasi Melatih Bayi Merangkak)

Stimulasi Agar Anak Lancar Belajar Berbicara

Meminta Pendapat Si Kecil

Pada saat anda mengajak berbicara pada anak anda, maka anda dapat memberikan jeda pada si kecil agar ia dapat membalas kata-kata yang anda lontarkan untuknya. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan pada anak anda tentang ritme percakapan. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mendorong si kecil agar berpartisipasi. Meskipun si kecil belum bisa berbicara, tetapi si kecil dapat membalasnya dengan gumaman. Anda juga harus merespon hal tersebut.

Baca Buku Bersama

Membaca buku bersama dengan si kecil merupakan stimulasi yang tepat dan dapat anda lakukan untuk memperlancar proses belajar bicara anak anda. Banyak hal yang dapat dipelajari dari stimulasi seperti ini. Berdasarkan penelitian menyatakan, bahwa anak-anak belajar dengan mendengar, maka akan banyak kata yang baru dan berbeda yang ia dapatkan. Tidak hanya itu, si kecil pun akan belajar untuk mengaitkan antara ojek dengan kata. Pada saat memberikan stimulasi dengan membaca bersama, maka si kecil akan belajar untuk membuka halaman dan memegang buku. Anak anda akan belajar mengenai pola membaca yang bermanfaat kelak di masa depan.

Matikan Televisi

Sebaiknya matikan televisi saat anda mengobrol atau berbicara dengan anak anda. Suara bising dari tv, beserta dengan gambar yang ditampilkan akan memperpendek waktu mengobrol anak bersama dengan orangtua. Selain itu, waktu bermain anak pun akan menjadi singkat. Matikan tv dan habiskan waktu dengan mengobrol bersama dengan si kecil.

Bicara dengan Bahasa yang Baik dan Benar

Penting bagi orangtua untuk memberikan stimulasi dengan bicara menggunakan bahasa yang baik dan benar. Anak belajar dengan meniru kata-kata dari orang yang ada di dekatnya. Anda dapat berbicara pada si kecil dengan bahasa yang seharusnya, hindari meniru gaya bahasa si kecil atau mencadelkannya. Karena hal seperti ini justru hanya akan membuat si kecil merasa bingung. Anda harus menggunakan intonasi yang lembut. Hindari mengucapkan kata-kata kasar atau kotor karena dapat terekam dalam memori si kecil.

Ajak Anak Bernyanyi

Ajaklah si kecil untuk bernyanyi. Anda dapat menyanyikan lagu anak-anak yang riang dan memiliki syair yang pendek. Nyanyikan lagu tersebut secara berulang agar mudah diingat oleh si kecil. Pastikan bahasanya sederhana agar mudah ditiru.

Ajukan Pertanyaan

Ajukan pertanyaan pada si kecil. Ajukan pertanyaan yang berupa pilihan. Tanyakan padanya apakah ia ingin buah jeruk atau pisang. Jika anak anda tidak menjawabnya, namun hanya menunjuknya, maka sebaiknya jangan memberikan apa yang diinginkan. Anda dapat mengatakan padanya akan buah atau benda yang dipilihnya. Dengan seperti ini maka kosakatanya akan semakin bertambah, bahkan tidak menutup kemungkinan jika suatu saat si kecil menjawab pertanyaan anda.

Ajak Anak Berbicara Pada Suasana yang Menyenangkan

Agar lebih mudah untuk dimengerti, maka anda dapat mengajak berbicara atau mengobrol si kecil pada suasana menyenangkan. Sebagai contoh, jika anda berbicara mengenai hujan, maka anda bisa memperbolehkan si kecil untuk menadahkan tangannya merasakan air hujan. Selain itu, anda juga bisa menyanyikan lagu-lagu tentang hujan. Dengan seperti ini, kemampuan bicara anak anda akan semakin terasah.

Berikan Pujian Pada Anak

Pada saat anak anda telah berhasil mengucapkan kosa kata, meskipun kosa kata yang diucapkan sederhana, maka anda bisa tetap memberikan pujian. Dengan seperti itu anak anda akan merasa dihargai, sehingga ia akan berusaha untuk mengeluarkan kosa kata yang lainnya.

Itulah beberapa stimulasi yang dapat anda lakukan agar proses belajar berbicara anak menjadi lancar. Namun, jika anak anda mengalami keterlambatan berbicara, sebagai orangtua anda harus lebih tanggap.
Sebelum anda menyatakan si kecil mengalami keterlambatan berbicara, penting mengetahui tahapan berbicara normal yang dilalui oleh seorang anak seperti berikut:

  • Usia 1 sampai 6 bulan : Dapat merespon suara orang lain dengan bergumam atau bunyi yang lainnya yang di keluarkan.
  • Usia 6 sampai 9 bulan: Bayi dapat mengoceh atau bisa disebut dengan bahasa bayi.
  • Usia 10 sampai 11 bulan: Dapat mengikuti suara orang lain. Ia dapat berbicara “mama” atau “papa” tanpa tujuan.
  • Usia 12 bulan: Berbicara “mama” atau “papa” dengan tujuan, atau mengikuti 2 sampai 3 kata.
  • Usia 13 sampai 15 bulan: Anak dapat berbicara 4 sampai 7 kata, namun isi dari pembicaraan anak belum dapat dimengerti.
  • Usia 16 sampai 18 bulan: Anak dapat berbicara 10 kata dan ia dapat mengulang kata yang diucapkan oleh oranglain.
  • Usia 19 sampai 21 bulan: Anak sudah mampu berbicara 20 kata dan bicaranya sudah mulai dimengerti orang lain.
  • Usia 22 sampai 24 bulan: Anak mampu berbicara 50 kata, ia mampu membuat kalimat dengan 2 buah kata. Sebagian kalimatnya dapat dimengerti oleh orang lain.
  • Usia 2 sampai 2,5 tahun: Anak mampu berbicara lebih dari 400 kata, termasuk nama. Ia dapat membuat kalimat dengan 2-3 kata. Isi pembicaraan anak sudah mulai dapat dimengerti.
  • Usia 2,5 sampai 3 tahun : Anak mengetahui usia dan jenis kelamin. Ia sudah mampu menghitung sampai dengan 3. Menggunakan 3-5 kata dalam satu kalimat, serta isi pembicaraannya sudah mulai dimengerti.
  • Usia 3 sampai 4 tahun : Dalam setiap kalimat ia menggunakan 3 sampai 6 huruf. Ia sudah mampu membentuk kalimat tanya dan membuat cerita.
  • Usia 4 sampai 5 tahun : Dalam setiap kalimat ia menggunakan 6 sampai 8 huruf, ia sudah mengenali warna dan sudah mampu menghitung sampai angka 10.

Hal yang Harus Dilakukan Jika Anak Terlambat Berbicara

Beberapa hal harus anda perhatikan apabila anak anda mengalami keterlambatan berbicara seperti berikut:

  • Segera konsultasikan pada dokter mengenai apa yang seharusnya dikuasai oleh si kecil pada usianya tersebut.
  • Jangan terlalu lama membiarkan anak anda menonton TV. Pasalnya, hal ini dapat berdampak tidak baik pada perkembangan anak. Ketika si kecil sedang menonton TV, maka ia akan merasa nyaman. Tayangan gambar yang bergerak dan penuh warna akan memanjakan matanya. Dengan seperti itu, maka anak akan kurang tertarik terhadap obyek yang statis dan kurang berwarna yang berada pada lingkungan di sekitarnya. Akibat dari keadaan ini, anak akan menjadi kurang peka, serta kurang fokus pada saat berinteraksi dengan lingkungannya. Sedangkan yang dibutuhkan oleh si kecil agar dapat mengadopsi kata-kata yang diucapkan oleh orang lain yaitu dengan cara meniru. Dalam proses ini diperlukan keaktifan, sensitifitas dan konsentrasi.
  • Anda harus tetap memberikan stimulasi pada anak anda. Selalu stimulasi dengan mengajaknya berkomunikasi dengan cara berkomunikasi dengan bayi yang benar meskipun ia belum dapat berbicara dengan baik. Apabila anda dengan intens mengajak si kecil berbicara, maka kosa kata yang dimiliki anak akan semakin banyak.
  • Sediakan waktu agar anak anda dapat berinteraksi dengan teman yang usianya sebaya. Dengan hal seperti ini maka anak anda akan terangsang, ia akan termotivasi untuk belajar berbicara. Pasalnya bermain dengan anak-anak yang lainnya membutuhkan kemampuan komunikasi verbal.
    Ajarkan kata yang jelas pada anak anda dengan intonasi, bentuk bibir dan mulut saat mengucapkannya.

Beberapa cara sederhana dapat anda lakukan untuk merangsang bayi agar cerdas dan pintar.

Memiliki anak cerdas adalah harapan semua orangtua dan menjadi kebanggaan tersendiri untuk mereka. Untuk membuat bayi cerdas dan pintar, mengoptimalkan perkembangan otak bayi dapat dilakukan. Memberikan stimulasi sejak dini pada bayi dapat membantu mengoptimalkan perkembangan otak bayi dan membuat bayi cerdas dan pintar seperti yang diharapkan orang tua.

Stimulasi yang tepat agar bayi cerdas dapat dilakukan dengan langkah yang sederhana. Berikut ini, beberapa cara yang dapat anda lakukan agar bayi cerdas dan pintar.

Cara agar bayi cerdas

Cara Agar Bayi Cerdas dan Pintar

Cukupi Waktu Tidur Bayi

Apabila bayi anda mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka ia tidak akan rewel. Si kecil akan memiliki banyak energi untuk belajar tentang banyak hal bersama dengan anda.

Berikan ASI

ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi. Penelitian terbaru tidak menemukan hubungan antara menyusui dengan kecerdasan di masa dewasa nanti. Namun, penelitian menemukan bahwa ASI berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

Apabila kekebalan tubuh bayi meningkat, maka ia akan terhindar dari segala jenis penyakit. Keadaan fisik bayi yang sehat dan prima akan membuat ia menjadi lebih semangat dan ceria dalam mempelajari hal baru agar ia dapat tumbuh cerdas.

Berikan Stimulasi Sensoris Pada Bulan Awal

Pada bayi, pemahamannya akan sesuatu berawal dari kemampuan sensoris. Pada usia awal atau semenjak bayi dilahirkan hingga berusia 6 bulan, informasi tentang lingkungan diterima bayi melalui panca indera. Apa yang didengar, dilihat, dicium, dikecap, serta diraba bayi, akan menimbulkan sensasi yang pada akhirnya akan menciptakan pemahaman pada otak bayi.

Contohnya, setelah mandi anda dapat mengusap tubuhnya yang mungil dengan handuk, dimana hal ini dapat merangsang perkembangan kognitif bayi. Dari usapan yang diterima bayi, akan membuat bayi belajar mengenal tekstur handuk.

Ciptakan Lingkungan yang Dapat Mendorong Pembelajaran

Lingkungan yang aman dan tenang dapat mendorong proses pembelajaran. Lingkungan pembelajaran akan semakin mendukung apabila terdapat beragam benda stimulasi. Benda untuk menstimulasi tidak perlu barang berharga mahal. Benda-benda yang sederhana bisa dimanfaatkan selama bisa digunakan untuk stimulasi. Sebagai contoh botol bekas yang diisi dengan beras. Mainan sederhana ini bisa digunakan untuk merangsang pendengaran bayi. Jika ingin menghasilkan bunyi yang berbeda, maka anda dapat mengganti isi dari botol tersebut.

Hindari Overstimulasi

Jika lingkungan berisik, maka konsentrasi bayi akan terpengaruhi. Pada saat membentuk pemahaman akan sesuatu, bayi membutuhkan suasana yang tenang. Hindari memberikan stimulasi berlebihan pada bayi anda. Karena hal seperti ini hanya akan membuat otak bayi anda bekerja lebih cepat, akibatnya bayi tidak dapat memahami segala hal yang ia dapatkan. Sebaiknya berikan stimulasi pada si kecil dengan perlahan dan berulang.

Respon bayi anda

Penting bagi orangtua untuk memberikan respon positif pada saat bayi memberikan sinyal. Dengan respon dari orangtuanya bayi akan merasa lebih diperhatikan. Serta ia akan lebih kuat memahami makna tentang segala sesuatu di otaknya. Sebagai contoh, pada saat bayi anda mengeluarkan suara “aaa”, maka anda dapat segera meresponnya dengan melakukan kontak mata atau menirukan suara yang sama, kemudian tersenyumlah padanya.

Bebaskan Bayi Untuk Bereksplorasi

Dari lingkungan di sekitarnya bayi dapat belajar dan bereksplorasi. Untuk perkembangan kognitifnya, anda dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan bermanfaat. Untuk menstimulasi penglihatannya, anda dapat memanfaatkan mainan dengan warna cerah atau mainan yang digantung.

Ajak Bayi Berkomunikasi

Meskipun belum mengerti dan paham, cobalah untuk mengajak bayi anda berkomunikasi. Dengan orang-orang di sekitarnya bayi membutuhkan interaksi. Si kecil dapat berinteraksi apabila ayah atau ibunya mengajaknya bercakap. Komunikasi yang dilakukan dapat membantu menstimulasi perkembangan kognitif bayi.

Hindari Mengalihkan Perhatian Bayi

Pada saat bayi beraktivitas atau bermain, sebaiknya anda terima apa yang menarik bagi bayi anda ketika itu. Hindari mengalihkan perhatian bayi pada hal-hal yang lainnya, terlebih lagi jika anda menghentikan keasyikan bayi. Untuk memahami sesuatu bayi membutuhkan waktu. Oleh karena itu, berilah waktu pada bayi anda untuk memahami dan memaknai sesuatu. Apabila anda hendak mengenalkan mainan lainnya pada bayi anda, maka sebaiknya tunda terlebih dahulu hingga bayi selesai memahami mainan yang pertama. Hal ini dilakukan agar otak bayi anda memiliki jeda untuk memahami sesuatu.

Membacakan Buku

Bayi tidak akan paham pada cerita yang sedang anda bacakan untuknya. Namun, jika anda membacakan buku cerita yang dilengkapi dengan gambar pada bayi anda dengan berulang kali atau sebanyak 2 sampai 3 kali beturut-turut, maka bayi akan lebih mudah memahami dan mempelajari bahasa.

Nyanyikan Lagu

Saat mengganti popok atau memandikan bayi anda, maka anda dapat mencoba untuk menyanyikan lagu. Berdasarkan penelitian, mendengarkan lagu dengan beragam jenis irama dapat membuat anak lebih mudah belajar matematika.

Berikan Kesempatan Untuk Melakukan Perubahan

Pada saat bayi anda bermain, maka anda dapat memberikan mainan yang memungkinkan ia melakukan perubahan. Berikan mainan sesuai dengan usia bayi anda, pastikan mainan yang anda pilih aman untuk dimainkan si kecil seperti misalkan, bola kecil yang terbuat dari kain dan kerincingan berwarna warni. Mainan-mainan ini dapat diraih dan diangkat bayi karena ringan. Pengalaman ketika bayi mampu meraih, mendorong atau menggerakan mainannya tersebut dapat membangun kepercayaan pada bayi bahwa ia mampu melakukan sesuatu.

Berikan Penghargaan

Anda dapat memberikan penghargaan pada bayi anda ketika ia berhasil melakukan sesuatu. Berikan penghargaan dengan kata-kata yang positif padanya.

Buat Perbedaan

Cobalah untuk meletakan dua benda atau gambar yang berbeda di hadapan bayi anda. Kedua gambar atau benda tersebut harus sama, namun memiliki perbedaan kecil. Bayi akan melihat gambar dengan bergantian dan ia akan mulai menemukan perbedaannya. Permainan sederhana seperti ini merupakan dasar mengenal huruf dan membantu anak belajar membaca.

Ikut Bermain Bersama Bayi

Keterlibatan orangtua saat bermain dapat mengajarkan cara bermain yang tepat. Dimana keterlibatan orangtua dapat membantu si kecil belajar lebih cepat, mengembangkan potensi sosial, mengenali bakat atau kemampuan, minat sampai kebutuhan emosionalnya.

Bermain Ciluk Ba

Bermain ciluk ba bersama dengan si kecil selain membuatnya bahagia, juga dapat mengajarkan padanya bahwa sebuah obyek bisa menghilang dan kembali.

Tunjukan Hal Sederhana di Luar Rumah

Ajaklah bayi anda ke luar rumah agar ia dapat bereksplorasi. Anda dapat menunjukan hal-hal yang sederhana. Kenalkan benda-benda atau makhluk hidup yag berada di luar rumah kepadanya. Hal ini dilakukan agar bayi cerdas dan ia mampu mengingat banyak kosakata.

Katakan Apa yang Anda Lakukan

Anda dapat mengatakan apa yang akan anda lakukan pada bayi anda agar si kecil dapat belajar sebab dan akibat. Sebagai contoh, anda dapat mengatakan pada bayi bahwa anda hendak mematikan lampu kamar sebelum tidur.

Merangsang otak bayi dapat dilakukan sejak dini dengan aktivitas sederhana. Untuk mengoptimalkan otak bayi anda, penting mengetahui cara merangsang otak bayi.

Memiliki anak yang sehat dan cerdas merupakan harapan semua orang tua. Orang tua percaya bahwa kemampuan atau bakat yang dimiliki anak merupakan warisan dari orangtuanya. Kemampuan tersebut akan semakin optimal apabila didukung sejak usia anak masih dini.

Otak bayi baru lahir terdiri dari 100 milyar sel. Dimana sebagian dari sel tersebut sudah terhubung sejak lahir, dan akan berakhir ketika si kecil berusia 3 tahun. Hingga bayi berusia 6 bulan, maka otaknya 75% besar otak dewasa dan hingga bayi berusia 8 bulan, otak bayi cukup dalam menanggapi kejadian di sekitarnya.

Cara Merangsang Otak Bayi

Untuk mengoptimalkan kemampuan otak bayi, anda dapat merangsang atau menstimulasinya. Dimana rangsangan yang diberikan dapat anda lakukan sejak usia dini.

Melatih Kemampuan Otak Bayi

Stimulasi dapat anda lakukan dengan merangsang motorik kasar dan motorik halus pada bagian kaki, jari-jari dan tangan, mengajak si kecil berkomunikasi, membuatnya merasa bahagia dan hindari stres saat anda mengasuh si kecil.

Rangsangan yang dilakukan sejak dini atau sejak si kecil lahir, yang mana rangsangan tersebut dilakukan dengan konsisten, bervariasi dengan kasih sayang, maka dapat membantu dalam memacu berbagai aspek kecerdasan anak seperti misalkan kecerdasan emosional, kecerdasan matematis, kecerdasan musikal, gerak, seni rupa, komunikasi bahasa dan lain sebagainya.

Cara Merangsang Otak Bayi

Pijat bayi

Pijat bayi dilakukan untuk merangsang otaknya. Anda dapat melakukan pijat bayi dengan santai. Setiap pijatan yang anda lakukan dapat membantu merangsang sel saraf otak bayi anda untuk saling terhubung.

Senam ringan

Selain pijat bayi, senam ringan dapat membantu merangsang otak bayi. Lakukan senam ringan untuk bayi anda. Gerakan senam ringan yang dapat anda lakukan di antaranya yaitu dengan melakukan gerakan tangan menyilang di depan dada sebanyak 4 kali, gerakan kaki si kecil seperti mengayuh sepeda, sebanyak 4 hitungan. Bayi akan menikmati gerakan senam ringan ini, yang terpenting hindari melakukannya terlalu lama.

Berkomunikasi

Apapun yang sedang dilakukan, anda dapat berbicara atau berkomunikasi dengan bayi anda. Bayi akan belajar bahasa dan berbicara. Ketika berbicara dan memberikan jeda pada akhir kalimat, berarti anda sudah mengajarkan pola berbicara kepada anak anda.

Untuk merangsang otak bayi anda, anda dapat berbicara dengan intonasi yang berubah ekstrem.

Nyanyikan lagu yang sama

Cobalah untuk menyanyikan lagu yang sama setiap hari untuk bayi anda. Bayi akan belajar memprediksi dan menghafal lagu yang anda nyanyikan tersebut.

Permainan sederhana

Untuk mengajarkan bayi anda pada objek permanen, anda dapat mengajaknya bermain ciluk ba. Ini akan memberikan landasan kepercayaan si kecil kepada anda.

Anda dapat menunjukan gambar dari buku bayi dengan warna yang mencolok. Agar bayi tidak bingung, hindari menunjukan gambar lebih dari 2.

Anda dapat mencoba untuk bertepuk tangan atau bernyanyi di hadapan si kecil. Ini dilakukan agar bayi anda dapat menirukan apa yang anda lakukan. Tepuk tangan sangat penting untuk koordinasi kedua belah otak bayi.

Merubah posisi bayi

Setiap 30 menit, anda dapat merubah posisi bayi anda agar ia dapat melihat keadaan di sekelilingnya dari beberapa sudut pandang. Tengkurap, berdiri tegak, menggendong di pangkuan, menggoyang kaki anda ketika si kecil berada di pangkuan dapat dilakukan untuk mengajarkannya gerak.

Ajak bayi ke luar rumah

Ajaklah bayi anda ke luar rumah. Kemudian, anda dapat menunjukan berbagai benda yang berada di luar rumah kepada bayi anda. Selain itu, anda juga dapat menunjukan berbagai makhluk hidup.
Ketika mengajak bayi ke luar rumah, anda dapat mengenalkannya pada anak-anak lainnya. Ajaklah bayi anda untuk melihat anak yang usianya lebih tua darinya bermain. Anda juga dapat mengenalkan si kecil kepada saudaranya.

Memeluk dan menunjukan rasa cinta

Salah satu rangsangan yang tidak kalah penting yaitu dengan memeluk bayi anda. Memeluk bayi dapat memberikan rangsangan, sekaligus mengenalkan rasa kasih sayang dan cinta.

Benda aneka tekstur

Berikan benda dengan berbagai tekstur pada bayi anda untuk disentuh.

Menguji pendengaran

Untuk menguji pendengaran bayi anda, anda dapat membunyikan rattle dekat telinga si kecil. Arahkan rattle ke belakang. Hal seperti ini dilakukan untuk melatih bayi memusatkan pendengarannya terhadap bunyi-bunyian yang ia dengar.

Tips Memberikan Rangsangan Pada Bayi

Rangsangan atau stimulasi dapat anda berikan setiap ada kesempatan untuk berinteraksi dengan bayi anda. Lakukan stimulasi ini dengan konsisten, secara terus menerus, bervariasi disesuaikan dengan perkembangan kemampuannya. Pastikan stimulasi dilakukan oleh keluarga. Ketika hendak melakukan stimulasi, pastikan suasana menyenangkan dan gembira agar si kecil merasa senang dan nyaman.

Hindari merangsang atau memberikan stimulasi pada si kecil dengan terburu-buru. Jika si kecil menolak, hindari untuk memaksanya. Pastikan berikan rangsangan dengan memperhatikan keinginan atau minat si kecil. Ketika melakukan stimulasi, hindari menunjukan sikap marah, sebal, bosan atau sikap negatif yang lainnya karena akan merangsang emosi negatif pada bayi anda.

Intinya, apa yang anda lakukan, ucapkan ketika sedang berinteraksi dengan bayi anda adalah stimulasi yang akan diingat, direkam kemudian ditiru oleh si kecil.

Anda dapat melakukan stimulasi untuk melatih bayi merangkak di rumah dengan mudah dan sederhana.

Sebelum bayi belajar berjalan, ia akan melalui beberapa tahapan salah satunya merangkak. Usia bayi berbeda-beda ketika ia mulai merangkak. Bahkan karena seperti itu, terkadang orang tua merasa cemas akan kemampuan merangkak buah hatinya. Usia yang seharusnya sudah bisa merangkak, justru tidak terlihat tanda-tanda bayi belajar merangkak. Umumnya bayi sudah mulai belajar merangkak saat usianya 6 atau 7 bulan.

Sebelum belajar merangkak, tahapan yang dilalui bayi yaitu tengkurap yang memanfaatkan kedua tangan sebagai topangannya. Hal ini bukanlah kegiatan yang mudah untuk bayi, sehingga diperlukan stimulasi agar bayi dapat merangkak.

Melatih Bayi Merangkak

Selain sebagai pertumbuhan bayi, merangkak pun memiliki manfaat penting untuk tumbuh kembangnya yakni berhubungan dengan perkembangan fisik, serta kognitif bayi itu sendiri.

Manfaat Merangkak Untuk Bayi

  • Merangkak akan membuat kekuatan anggota tubuh bayi semakin terlatih. Anggota tubuh yang dimaksud di antaranya yaitu tangan, leher, sendi, otot besar dan otot kecil.
  • Gerakan menyilang saat merangkak dapat mengintegrasi dan memperkuat belahan otak atau area lainnya yang berbeda pada otak. Sekaligus dapat mengoordinasi penggunaan telinga, mata, kaki dan tangan secara simultan.
  • Merangkak dapat membantu bayi dalam pemahaman dan perkembangan bahasa. Pasalnya, bayi dapat terangsang untuk menggunakan telinganya, serta mengembangkan kemampuan mendengar kedua telinga bayi. Selain itu, kepekaan bayi terhadap sentuhan dan visual akan terangsang sehingga akan lebih peka, baik itu terhadap jarak jauh atau dekat.
  • Merangkak dapat membantu meningkatkan produksi myelin di otak. Myelin itu sendiri merupakan zat yang melapisi sel saraf dan berperan dalam membantu otak untuk mengirim dan menerima informasi atau pesan lebih jelas dan cepat. Gerakan menyilang pada saat merangkak akan membuat kedua belah otak berbagi, menyimpan serta mengeluarkan informasi dengan lebih cepat. Selain itu merangkak dapat merangsang bagian otak ekspresif dan reseptif.

Nah, mengingat tahapan merangkak pada bayi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, maka anda dapat memberikan stimulasi untuk melatih bayi merangkak. Apalagi jika bayi anda sudah berusia 7 bulan, namun kemampuan merangkaknya belum juga terlihat baik yang disebabkan karena obesitas, malanutrisi, adanya keterlambatan dalam perkembangan atau mengalami kelainan gerakan kasar.

Lantas seperti apa stimulasi untuk melatih bayi merangkak? Berikut ini langkah yang dapat anda lakukan untuk menstimulasi bayi agar cepat merangkak.

Stimulasi Untuk Melatih Bayi Merangkak

Lakukan Tummy Time

Anda dapat merangsang bayi anda agar dapat mengangkat kepala, perut dan tubuhnya dengan memberikan stimulasi dengan memposisikan bayi tengkurap lebih sering atau tummy time. Tummy time ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk merangsang bayi agar cepat merangkak. Kegiatan tummy time ini dapat anda lakukan ketika sore hari atau setelah bayi selesai mandi saat usia si kecil 2 bulan. Lakukan kegiatan ini dengan hati-hati dan penuh pengawasan.

Hindari Baby Walker

Untuk menstimulasi si kecil merangkak, sebaiknya jangan gunakan baby walker dan turunkan ia dari stroller atau gendongan. Anda dapat meletakan si kecil di ruangan yang luas namun tetap bersih agar si kecil terangsang untuk merangkak. Anda dapat menyediakan karpet atau matras sebagai alas. Jauhkan ia dari benda-benda berbahaya dan pastikan anda tetap mengawasi si kecil.

Bermain dengan Benda Favorit Bayi

Meskipun usia bayi anda masih terbilang muda, tetapi ketertarikan terhadap benda atau mainannya sudah ada. Anda dapat mengajak bermain si kecil dengan benda atau mainan favoritnya tersebut. Mainkan mainan tersebut agar si kecil tertarik untuk meraihnya. Meskipun si kecil belum bisa menggeser tubuhnya tetapi anda tetap harus memberikannya pujian dengan memberinya tepuk tangan. Ketika si kecil berhasil meraih mainannya, anda dapat kembali memberikannya pujian.

Berikan Contoh Merangkak Pada Bayi

Bayi dapat merekam apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Karena seperti itu, anda dapat memberikan contoh merangkak pada si kecil. Ikutlah merangkak bersama dengan bayi anda. Anda harus memastikan bayi anda merangkak pada tempat yang aman dan pastikan tidak ada benda-benda yang berbahaya di sekitarnya.

Sediakan Mainan yang Dapat Membuat Bayi Tertarik Merangkak

Anda dapat menyediakan mainan yang dapat membuat bayi tertarik untuk merangkak seperti misalkan bola atau drum yang dapat menggelinding. Ketika benda tersebut dapat menarik perhatian bayi, maka biasanya ia akan mengejarnya.

Terapi Pijat

Jika bayi anda kesulitan mendapatkan stimulasi maka anda dapat melakukan terapi pijat. Anda dapat merencanakan untuk melakukan terapi pijat seperti misalkan senam atau fisioterapi, okupasi. Namun, alangkah lebih baik jika anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Jika anda sudah berhasil melakukan stimulasi merangkak pada si kecil, maka sebaiknya anda perhatikan kemampuan merangkak bayi anda dengan kedua kaki diluruskan kemudian dikoreksi.

Namun jika bayi anda hanya dapat mengesot dan tidak dapat mengangkat perutnya maka keadaan ini dapat disebabkan karena otot bayi yang masih lemah. Jika seperti ini, anda dapat membantu si kecil dalam meningkatkan kemampuan motorik kasarnya dengan cara khusus atau anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Demikian stimulasi melatih bayi tengkurap. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Tips Merangsang Panca Indera Bayi – Sama dengan pertumbuhannya, indera bayi bisa berkembang dengan pesat. Oleh karena itu, orang tua bisa memberikan rangsangan sejak dini.

Setiap orang tua ingin buah hatinya tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Selain perawatan yang tepat, untuk mencapai itu semua diperlukan dukungan sejak dini. Cara yang bisa dilakukan yaitu dengan merangsang indera bayi agar bisa berkembang menjadi lebih baik. Dimana untuk merangsangnya harus dilakukan dengan cara yang benar dan tepat.

Selama ini kita menganggap bayi baru lahir tidak bisa apa-apa. Faktanya, sejak masih berada di dalam kandungan panca indera bayi sudah mulai aktif. Ketika berada di dalam rahim, bayi sudah mampu mendengar detak jantung dan suara ibunya. Keadaan ini secara tidak langsung merangsang indera pendengaran bayi.

Merangsang Panca Indera Bayi

Stimulasi pada bayi sudah bisa dilakukan sejak lahir, akan tetapi harus sesuai dengan tahap perkembangannya. Panca indera bayi sudah berfungsi begitu ia dilahirkan. Dimana bayi sudah siap untuk distimulasi. Panca indera bayi yang sudah mampu berfungsi dengan baik di antaranya yaitu indera penglihatan, indera pendengaran, indera peraba dan keseimbangan. Sehingga begitu lahir, untuk menunjang perkembangan panca indera bayi agar lebih baik, orang tua biasa memberikan stimulasi akan tetapi sesuai dengan perkembangannya.

Stimulasi panca indera bayi yang tepat akan membantu meningkatkan kecerdasan anak. Stimulasi mampu meningkatkan intelegensi, selain itu ikatan emosional antara ibu dan anak akan menjadi lebih kuat.

Stimulus Panca Indera

Bayi dapat merasakan bentuk rangsangan seperti berikut:

  • Penglihatan

Dengan menggunakan indera penglihatan, bayi akan tahu wajah ibunya seperti apa. Setelah berusia 8 bulan, fungsi indera penglihatan bayi akan lebih cepat berkembang.

  • Peraba

Indera peraba bayi dirangsang ketika pertama kali ia bersentuhan dengan kulit ibunya saat IMD atau Inisiasi Menyusui Dini. Kegiatan ini dapat mengakitifkan indera peraba si kecil. Tubuh bayi sudah sensitif terhadap sentuhan ketika ia berada di dalam kandungan.

  • Pendengaran

Ketika belum lahir, indera pendengaran bayi sudah aktif. Setelah lahir, bayi biasanya masih mengingat suara dari ibunya.

  • Pengecapan

Indera pengecapan bayi dari awal sudah dirangsang dengan minum ASI atau air susu ibu.

  • Penciuman

Bayi sudah mencium aroma tubuh ibunya ketika melakukan Inisiasi Menyusui Dini. Kegiatan ini sekaligus dapat mengaktifkan indera penciuman si kecil.

Tips Merangsang Panca Indera Bayi

Untuk merangsang indera bayi, sebenarnya tidak perlu menggunakan alat mahal seperti halnya program baby TV, CD atau sekolah khusus. Stimulasi untuk si kecil cukup dilakukan di rumah saja. Anda bisa mengajak bayi anda bermain, bernyanyi, berbicara atau mendengarkan musik, serta dikenalkan pada hal-hal yang baru. Hindari mendiamkan bayi begitu saja, karena hal ini salah.

Panca indera bayi pada dasarnya akan terstimulasi hanya dengan mengajak bayi berbicara atau hanya sekedar memainkan mainan kerincingan. Warna mainan yang mencolok tanpa disadari akan merangsang penglihatannya. Selain itu, bunyi yang berasal dari mainan kerincingan akan menstimulasi indera pendengaran bayi.

Untuk indera peraba bayi akan terasah pada saat ia memegang mainan. Biasanya bayi mampu membedakan mainan kasar dengan mainan yang licin. Bayi memiliki rasa ingin tahu yang besar, dimana karena rasa ingin tahunya tersebutlah ia mencium mainan sehingga akan merangsang indera penciuman bayi.

Bayi menghabiskan sebagian waktunya dengan tidur, akan tetapi semakin usia bayi bertambah maka waktu tidurnya pun akan semakin berkurang. Oleh karena itu, pada saat bayi anda bangun, anda bisa mengajaknya bermain dan berbicara sebagai langkah untuk menstimulasi bayi. Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk menstimulasi bayi.

Selain hanya dengan berbicara dan memanfaatkan mainan kerincingan, anda bisa merangsang panca indera bayi dengan tips merangsang panca indera bayi seperti berikut:

Indera Penglihatan

Sistem penglihatan bayi umumnya masih belum berkembang sempurna. Akan tetapi, pada jarak tertentu bayi sudah mampu melihat dengan baik, terlebih lagi pada jarak hidung bayi dengan puting ibunya. Untuk merangsang indera penglihatan bayi, anda bisa memberikan benda yang menarik, bermain wajah atau memperlihatkan aneka mainan yang menarik perhatiannya.

Indera Pendengaran

Bayi sudah mampu mendengar suara ibunya ketika berada di dalam kandungan. Indera pendengaran bayi bisa dirangsang sejak bayi dengan menggunakan suara lembut, mainan dengan suara menenangkan, kotak musik atau mengajaknya berbicara. Hindari merangsang bayi dengan suara yang terlalu keras dan tajam karena hanya akan membuat bayi kesal.

Indera Perasa

Penting berkomunikasi dengan bayi melalui sentuhan. Ketika masih berada di dalam rahim, bayi terbiasa dengan gerakan ibu yang membuatnya bergoyang. Rangsangan yang bisa diberikan pada bayi anda bisa berupa kegiatan sehari-hari seperti misalkan memandikannya, mengganti popok bayi atau pakaian dan merangsangnya dengan berbagai gerakan dan sentuhan.

Indera Penciuman dan Pengecap

Bayi baru lahir cepat dalam mengenal bau, terlebih lagi aroma atau bau ibunya. Jika ibu selalu berada di dekat bayi, maka akan menjadi lebih mudah dalam mengenal bau ibunya.

Lidah bayi belum berkembang sepenuhnya, akan tetapi bayi sudah mampu mengenal rasa manis dan asam atau kecut. Dimana indera perasa bayi ini akan semakin berkembang pada saat ia sudah mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI. Oleh karena itu, untuk merangsangnya ibu dapat memberikan makanan pendamping ASI yang bervariasi.