Baju menyusui akan memudahkan ibu ketika memberikan ASI pada buah hatinya, khususnya ketika berada di tempat umum. Untuk itu, penting bagi ibu untuk mengetahui tips memilih baju menyusui yang tepat.

Selain merawat , tugas seorang ibu yaitu memberikan ASI atau menyusui buah hati tercintanya. Agar buah hatinya mendapatkan cukup ASI, ibu akan melakukan segala hal termasuk menyusui di tempat umum ketika sedang bepergian.

Sudah tidak bisa diragukan lagi, ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi dan menyusui mendatangkan banyak keuntungan untuk ibu. Menyusui bayi secara langsung diketahui dapat semakin mempererat hubungan antara bayi dan ibu. ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga efeknya si kecil tidak akan mudah sakit, serta akan meningkatkan kecerdasannya. Sedangkan bagi ibu, menyusui dapat membantu dalam menurunkan berat badan. Selain itu, dengan menyusui risiko ibu mengalami kanker payudara akan semakin kecil.

Tips Memilih Baju Menyusui

Ibu harus siap menyusui bayinya kapanpun dan dimanapun ketika si kecil membutuhkan. Ketika berada di tempat umum, tentunya ibu tidak dapat menyusui bayinya dengan lebih leluasa seperti di rumah. Untuk itu, beberapa hal perlu ibu perhatikan termasuk baju yang dipakainya.

Agar memudahkan proses menyusui, ibu dapat menggunakan baju menyusui. Selain memudahkan menyusui, dengan baju khusus menyusui ibu akan merasa lebih nyaman dan tidak terganggu ketika harus menyusui bayinya di tempat umum. Lantas seperti apa baju khusus menyusui? Baju menyusui tentunya berbeda dengan baju pada umumnya. Baju menyusui didesain khusus dan dilengkapi dengan beberapa fitur untuk memudahkan ibu ketika menyusui bayinya.

Contoh Baju Menyusui yang Baik

  • Baju menyusui memiliki ciri umum yaitu memiliki bukaan pada bagian depannya, khususnya pada bagian dada ibu. Bukaan di bagian depan ini akan memudahkan ibu ketika mengeluarkan payudara.
  • Dengan baju yang dilengkapi bukaan ini ibu tidak perlu lagi menaikan baju dari bawah, karena ibu hanya tinggal menyibakan bagian tertentu saja dari baju khusus menyusui ini atau membuka resleting atau kancing saja. Selain lebih mudah, baju khusus menyusui ini lebih efektif digunakan.
  • Baju menyusui tidak memiliki ukuran yang ketat atau lebih besar meskipun terbuat dari bahan kaos sehingga tidak akan mengekspos bagian tubuh tertentu.
  • Baju menyusui tidak mengharuskan ibu membuka atasannya hingga ke dada, sehingga perut ibu tidak akan terlihat.

Tips Memilih Baju Menyusui

Meskipun anda sudah mengetahui contoh baju menyusui yang baik, tetapi tidak semua baju menyusui memiliki kualitas yang sama. Untuk itu, penting memperhatikan tips memilih baju menyusui agar anda dapat menyusui bayi dengan nyaman dan tetap tampil modis. Berikut ini tips memilih baju menyusui.

Mencari Model yang Sesuai

Contoh baju menyusui sebelumnya sudah dijelaskan. Dimana baju menyusui ini tersedia dalam berbagai model. Sebelum membeli anda dapat mencari model baju sesuai dengan kebutuhan dan tetap membuat anda tampil modis. Saat ini baju menyusui sudah tersedia dalam berbagai warna dan motif menarik.

Perhatikan Bahan

Dalam memilih baju menyusui, sebaiknya pilihlah baju menyusui yang terbuat dari bahan yang berkualitas sehingga akan membuat anda merasa lebih nyaman. Pastikan anda memilih baju menyusui dengan bahan yang tidak menimbulkan gerah, gatal atau iritasi. Pastikan baju yang dipilih dapat membuat anda merasa lebih nyaman. Anda dapat memilih baju dengan bahan yang ringan seperti katun. Bahan baju yang kasar, selain membuat anda tidak nyaman, si kecil pun akan merasakannya karena ia bersentuhan langsung dengan baju yang anda kenakan.

Sesuaikan Model dengan Bentuk Tubuh

Model atau potongan baju dapat anda sesuaikan dengan bentuk tubuh anda. Selain membuat nyaman, anda juga akan merasa lebih percaya diri. Selain itu, anda dapat memilih baju dengan model yang dapat tetap digunakan meskipun anda sudah tidak menyusui lagi.

Selain baju menyusui, menyusui akan lebih mudah jika didukung dengan perlengkapan menyusui  yang lainnya seperti berikut ini:

Bra Khusus Menyusui

Pada masa menyusui, payudara ibu akan lebih besar dari biasanya. Untuk itu, agar ibu merasa lebih nyaman, bra khusus menyusui dapat dipilih. Bra khusus menyusui ini juga dapat memudahkan ibu menyusui bayinya. Bra menyusui memiliki bukaan pada cup, dimana bukaan ini dapat dengan mudah dibuka dan ditutup.

Apron

Saat sedang menyusui di tempat umum, ibu juga dapat memanfaatkan apron untuk menutupi bagian tubuh tertentu agar tidak terlihat. Saat ini sudah tersedia apron dengan model, warna dan motif yang menarik. Ibu dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan selera.

Breast Pads

ASI merembes adalah salah satu permasalahan yang kerap kali dialami oleh ibu menyusui. Untuk menghindari ASI merembes dan membuat baju ibu basah, ibu dapat menggunakan breast pads. Breast pads itu sendiri merupakan alat yang digunakan untuk mencegah agar rembesan ASI tidak sampai mengenai baju luar. Breast pads berupa lapisan kain yang dimasukan ke dalam cup bra. Breast pads dapat dicuci dan dipakai ulang. Saat ini, ada juga breast pads sekali pakai. Yang harus ibu perhatikan dalam pemakaian breast pads yaitu ganti sesering mungkin agar tidak terjadi infeksi atau iritasi.

Itulah tips memilih baju menyusui yang akan memudahkan ibu ketika menyusui bayinya saat berada di tempat umum. Semoga bermanfaat.

Meskipun memiliki puting datar anda tetap dapat menyusui buah hati tercinta. Untuk memudahkan, penting mengetahui cara menyusui bayi dengan puting datar.

Setelah bayi dilahirkan, seorang ibu tentu ingin segera menyusui bayinya. Namun, terkadang ibu mengalami hambatan dan tidak merasa percaya diri ketika menyusui bayi yang disebabkan karena puting payudara ibu datar atau masuk ke dalam. Kondisi fisik perempuan pada dasarnya berbeda-beda. Sehingga tidak mengherankan apabila bentuk tubuh atau puting payudara dari setiap perempuan berbeda-beda.

Beberapa ibu dengan puting datar atau terbalik mengalami kesulitan ketika menyusui bayinya. Dengan puting datar mulut bayi ketika menyusu tidak dapat menempel dengan tepat sehingga efeknya bayi kesulitan mendapatkan cukup ASI, sehingga akan membuat produksi ASI menjadi terhambat.
Ibu menyusui dengan puting datar sebenarnya dapat menyusui bayinya dengan normal. Untuk itulah, anda jangan merasa khawatir dan percaya pada salah satu mitos yang mengatakan bahwa wanita dengan puting datar tidak dapat menyusui bayinya.

Cara Menyusui Bayi Dengan Puting Datar

Cara Mengetahui Keadaan Puting Datar

Untuk mengetahui apakah puting anda datar atau tidak dapat dilakukan tes. Ketika sedang hamil anda dapat melakukan tes dengan mencubit perlahan dan sederhana. Caranya yaitu, tahan payudara atau pada tepi areola dengan menggunakan telunjuk atau ibu jari. Setelah itu, tekan dengan lembut dan pelan tapi tegas di sekitar belakang puting payudara.

Apabila setelah dilakukan tes tersebut puting payudara tidak tegak atau menonjol, maka puting anda masuk ke dalam kategori puting datar. Namun, jika menghilang atau terbalik berarti puting payudara anda benar-benar terbalik.

Apabila setelah dilakukan tes cubit puting anda tidak datar, menyusui bayi dapat dilakukan dengan baik tanpa adanya masalah saat menyusui.

Apakah Puting Datar Dapat Diatasi?

Puting datar dapat diatasi dengan melakukan teknik atau cara seperti berikut ini:

Menekan Areola

Sebelum anda memasukan puting ke dalam mulut bayi ketika menyusui, sebaiknya tekan terlebih dahulu puting areola. Cara memegang payudara yaitu dengan memposisikan ibu jari berada di atas, kemudian jari-jari yang lainnya berada di bawah. Setelah itu tekan dan tarik payudara anda ke arah dada. Cara seperti ini akan membantu membuat puting datar menjadi menonjol.

Merangsang Puting

Cara mengatasi puting payudara datar atau terbalik dengan teknik ini yaitu, pertama pegang puting payudara dan gulung menggunakan ibu jari telunjuk. Lakukan teknik itu selama 30 detik. Sebelum menyusui segera sentuh dengan menggunakan kain dingin. Selain itu, anda juga dapat memanfaatkan breastpad sekali pakai yang sudah disimpan di dalam freezer agar puting terangsang keluar.

Apabila anda tidak memiliki puting datar sebelumnya, namun puting tidak dapat menonjol karena efek malahirkan, maka anda dapat mengatasinya dengan memompa ASI lebih sering hingga puting menonjol dan dapat digunakan untuk menyusui bayi.

Anda juga dapat melakukan konsultasi dengan ahli laktasi mengenai masalah yang satu ini.

Cara Menyusui Bayi dengan Puting Datar

Beberapa hal penting perlu diperhatikan bagi ibu pemilik puting datar atau terbalik seperti berikut:

  • Selama kehamilan disarankan untuk tidak menarik puting sebagai upaya mengatasi puting datar, terlebih lagi saat trimester akhir. Menarik puting justru akan memicu kontraksi dini sehingga akan menyebabkan bayi lahir prematur.
  • Bayi menyusu dari areola bukan dari puting, sehingga keadaan puting datar jangan terlalu dikhawatirkan. Anda tetap dapat melakukan yang terbaik dalam menyusui bayi meskipun dengan bentuk puting seperti ini.
  • Pada saat kali pertama menyusui mungkin anda akan merasa sulit. Namun dengan pelekatan dan posisi yang tepat akan membantu menyusui bayi. Oleh karena itu, penting meminta bantuan dari ahli laktasi untuk menentukan posisi dan pelekatan yang tepat saat menyusui.
  • Penting melakukan inisiasi menyusui dini atau IMD, dengan inisiasi menyusui dini ini bayi akan melakukan pelekatan sendiri pada payudara ibunya.
  • Ketika menyusui anda dapat mencoba beberapa posisi mendekap bayi.
  • Ketika menyusui sebaiknya hindari menggunakan penyambung puting. Selain akan menyakiti puting payudara ibu, juga akan menghambat proses belajar bayi melakukan pelekatan yang tepat pada payudara ibunya.
  • Sebelum menyusui anda dapat mencoba merangsang puting atau membentuk payudara.

Tips Pelekatan yang Tepat

  • Bentuk puting sebenarnya tidak menentukan bisa atau tidak bisa menyusui bayi. Pelekatan yang benar dan tepat saat menyusui bukanlah menghisap bagian puting payudara ibu, melainkan menghisap ASI pada sekitar areola. Berikut ini tips pelekatan yang tepat saat menyusui.
  • Ketika menyusu anda harus memastikan jika dagu bayi menempel pada payudara anda.
  • Bagian payudara yang masuk ke dalam mulut bayi sebagian besar harus areola, bukan hanya puting. Bagian areola yang berada di bawah mulut bayi harus lebih sedikit dibandingkan dengan areola yang berada di atas.
  • Bibir bayi, baik bibir bagian atas atau bibir bagian bawah terputar ke arah luar, serta tidak terlipat ke dalam.
  • Mulut bayi harus terbuka lebar dan menempel pada payudara ibu dengan baik.
  • Apabila teknik pelekatan mulut bayi dengan payudara ibu dilakukan dengan tepat, akan membuat ibu dan bayi merasa nyaman yang akan membuat proses menyusui menjadi lancar.

Ibu dengan puting datar jika belum menemukan posisi menyusui yang tepat, dapat segera melakukan konsultasi dengan ahli laktasi. Jangan biarkan keadaan ini terlalu lama karena akan mempengaruhi produksi ASI dan kebutuhan ASI bayi.

[related_post_ads themes="flat"]

Merawat payudara saat menyusui penting dilakukan untuk menghindari beberapa masalah yang akan menghambat proses menyusui bayi.

Setelah melahirkan, seorang ibu memiliki tugas untuk menyusui bayinya. Menyusui penting untuk dilakukan guna memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

ASI dianggap makanan terbaik untuk bayi. Di dalam ASI terkandung nutrisi ideal dan antibodi yang memiliki peran penting untuk pertumbuhan bayi. Menyusui bayi dengan ASI eksklusif sangat disarankan hingga bayi berusia 6 bulan.

 

Merawat Payudara Saat Menyusui

ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi dan menyusui bayi dapat membantu ibu dalam menurunkan berat badan pasca melahirkan, menurunkan resiko kanker payudara, kanker ovarium, menurunkan risiko osteoporosis, membangun kedekatan antara ibu dan bayi, serta lain sebagainya.

Mengetahui begitu besarnya manfaat ASI untuk bayi dan efek yang akan ibu dapatkan dengan menyusui bayi, maka sebisa mungkin ibu akan memberikan ASI terbaik untuk bayi dengan menyusuinya. Namun, terkadang beberapa hambatan dialami oleh ibu yang menyebabkan proses menyusui bayi menjadi terkendala. Beberapa masalah seputar menyusui sering ditemukan dan dialami oleh ibu menyusui seperti berikut ini.

Masalah Menyusui Bayi

Sakit Payudara/Puting Payudara

Sakit payudara atau bagian puting payudara sering dikeluhkan oleh beberapa ibu menyusui. Sakit pada puting payudara biasanya disebabkan karena posisi menyusui yang tidak tepat atau cara bayi ketika menghisap ASI.

Payudara Bengkak

Payudara bengkak biasanya disebabkan karena tersumbatnya aliran ASI yang tidak diatasi segera. Akibatnya bendungan pada payudara akan terjadi. Pembengkakan pada payudara juga bisa saja disebabkan karena produksi ASI lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan bayi. Pembengkakan pada payudara ini akan membuat payudara terasa sakit dan kencang.

Terhambatnya Aliran ASI

Akibat terhambatnya aliran ASI, biasanya akan terjadi pembengkakan pada area ketiak, serta terdapat bintik kecil putih pada puting.

Mastitis

Mastitis merupakan infeksi yang terjadi karena adanya tumpukan ASI pada payudara. Ketika mengalami mastitis, ibu akan merasakan sakit yang disertai dengan demam, payudara membengkak dan memerah.

Beberapa masalah saat menyusui dapat diatasi dan dicegah dengan perawatan payudara yang tepat. Perawatan payudara saat menyusui penting dilakukan guna mengoptimalkan proses menyusui buah hati tercinta.

ASI Kurang

ASI kurang atau ASI tidak keluar seringkali membuat ibu khawatir bayinya tidak mendapatkan cukup ASI. ASI kurang disebabkan karena produksi ASI terhambat.

Berikut ini tips merawat payudara saat menyusui dan sesudah menyusui.

Merawat Payudara Saat Menyusui

  • Saat dalam masa menyusui, penting untuk menggunakan bra khusus menyusui yang dapat menyerap keringat. Bra khusus menyusui selain membuat proses menyusui lancar juga akan membuat payudara lebih rileks karena dibuat mengikuti bentuk payudara ibu menyusui. Pilihlah bra menyusui yang tidak terlalu kecil untuk memudahkan payudara bernafas.
  • Setelah menyusui atau ketika mandi, bersihkan puting payudara dengan mengunakan air hangat. Hindari menggunakan lotion, alkohol atau parfum pada puting. Selain itu, ketika mandi sebaiknya hindari menyabuni puting karena dapat membuat puting menjadi kering, akibatnya lapisan puting akan terkelupas. Keadaan ini akan membuat puting terasa nyeri pada saat menyusui.
  • Jika terdapat kulit mati pada area puting, maka anda dapat mengatasinya dengan melakukan pemijatan dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Akan lebih efektif apabila pengobatan ini menggunakan minyak zaitun atau minyak kelapa.
  • Apabila terdapat luka pada puting, anda dapat mengoleskan salep atau cream yang sudah diresepkan oleh dokter.
  • Disarankan untuk sering mengganti breast pad atau bantalan payudara, jangan menunggunya sampai basah.
  • Apabila anda merasa sakit pada payudara, sebaiknya hentikan proses menyusui sementara waktu untuk mempercepat proses penyembuhan. Agar si kecil tetap mendapatkan ASI, anda apat memompa ASI selama beberapa hari.
  • Jika puting masuk ke dalam atau datar yang menyulitkan anda dalam menyusui, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Ketika memegang payudara usahakan selalu menggunakan tangan dalam keadaan bersih.
  • Setelah selesai menyusui, anda dapat mengoleskan beberapa ASI pada puting dan tunggu hingga ASI mengering. ASI dapat membuat payudara lembab dan mencegah terjadinya infeksi pada puting.
  • Lakukan beberapa gerakan otot pada tubuh yang berfungsi untuk menopang payudara. Ini dilakukan untuk mempertahankan payudara setelah menyusui, selain itu dapat memperlancar produksi ASI.

Menyusui yang Tepat Guna Merawat Payudara

Beberapa hal perlu anda perhatikan saat menyusui sebagai langkah perawatan payudara seperti berikut:

  • Penting untuk mempelajari posisi menyusui yang tepat, mulai dari posisi bayi hingga perlekatan mulut bayi dengan payudara ibu saat menyusui. Ketika menyusui, usahakan agar mulut si kecil seluruhnya mencangkup areola atau bagian hitam pada sekitar payudara. Apabila posisi mulut bayi ketika menyusui tepat, selain si kecil dapat menyusu dengan baik, anda pun akan merasa lebih nyaman karena puting tidak akan terasa sakit dan membantu mencegah masalah lainnya saat menyusui.
  • Pada usia ke 3 sampai 4 bulan, mungkin akan terlihat tanda-tanda pertumbuhan gigi pada bayi. Gusi si kecil akan terasa gatal dan ia selalu memiliki keinginan untuk menggigit benda di sekitarnya termasuk ketika sedang menyusu. Si kecil bisa saja menggigit puting payudara ibunya dan membuat sakit atau lecet. Sebisa mungkin hindari agar si kecil tidak menggigit puting payudara. Setelah selesai menyusu atau ketika tidur sebaiknya segera lepaskan hisapan ASI. Cara yang bisa anda lakukan yaitu dengan menyelipkan jari bersih ke sisi mulut bayi anda.
  • Anda dapat mencoba berbagai posisi menyusui yang berbeda. Beberapa posisi menyusui dapat anda coba. Cari posisi menyusui bayi yang dapat membuat anda dan bayi anda nyaman. Untuk menentukan posisi menyusui yang tepat dan benar, anda dapat meminta saran pada bidan atau dokter.
  • Apabila salah satu payudara anda dalam keadaan sakit, ketika menyusui anda dapat memulainya pada bagian payudara yang tidak terasa sakit kemudian payudara yang sakit. Biasanya bayi akan lebih tenang ketika menyusu pada kedua kalinya.
  • Penting untuk menyusui bayi anda dengan teratur. Susui bayi anda setiap 2 sampai 3 jam sekali.
  • Ketika bayi anda tidur siang terlalu lama atau pada saat malam hari, anda bisa membangunkannya. Selama sehari, seharusnya bayi menyusu pada kedua payudara dengan jumlah sama banyak. Misalkan, ketika bayi anda menyusu ketika jam 8 pada payudara kiri, maka ketika jam 10 anda dapat menyusuinya dengan payudara kanan.
  • Saat payudara terasa sakit, anda dapat mengompres dingin area tersebut. Rasa sakit akan menjadi ringan dengan menyimpan sesuatu yang dingin.

Hal yang Harus Ibu Perhatikan

Merawat payudara selain untuk mengatasi atau mencegah masalah menyusui, juga sebagai salah satu cara untuk memelihara kualitas ASI. Selain melakukan perawatan pada payudara, ibu menyusui disarankan menerapkan pola makan yang sehat dan teratur. Mengatur waktu istirahat, serta membiasakan minum air putih sebanyak 8 gelas dalam perhari penting ibu lakukan.

Demikian tips merawat payudara saat menyusui. Tetap berikan ASI yang terbaik untuk buah hati anda dan minimalkan masalah menyusui dengan perawatan payudara yang tepat. Semoga bermanfaat.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif – Tidak sedikit ibu gagal dalam memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya dan memilih beralih pada susu formula. Kegagalan tersebut disebabkan karena beberapa faktor.

Anjuran memberikan ASI eksklusif pada bayi selama ini selalu digembor-gemborkan. Bukan karena tidak ada alasan, ini dilakukan agar ibu selalu termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Pasalnya, ASI eksklusif mendatangkan banyak manfaat untuk bayi, selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi bayi, ASI juga memiliki manfaat untuk kesehatan bayi.

Pemberian ASI eksklusif disarankan dari awal kehidupan bayi hingga usia bayi 6 bulan. Selama 6 bulan awal kehidupannya, tidak ada asupan apapun selain ASI. Meskipun begitu, semua kebutuhan nutrisi dan gizi harian bayi sudah terpenuhi dalam ASI karena ASI mengandung nutrisi dan gizi komplit.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif

Manfaat ASI Eksklusif

  • Dengan ASI eksklusif maka sistem kekebalan tubuh bayi akan menjadi lebih kuat. Di dalam ASI atau air susu ibu terkandung zat antibodi yang dapat membantu bayi dalam memerangi segala virus dan bakteri penyebab penyakit. Sehingga risiko bayi mengalami penyakit diare, infeksi sistem pernafasan, konstipasi, infeksi telinga, serta meningitis akan menjadi lebih rendah. Selain itu, antibodi dari ibu mampu melindungi bayi dari serangan alergi, eksim dan asma.
  • Berat badan bayi akan menjadi ideal. Dengan ASI eksklusif memungkinkan bayi akan tumbuh dengan berat badan ideal, tidak terlalu gemuk atau tidak terlalu kurus. Dibandingkan dengan susu formula, di dalam ASI terkandung lebih sedikit insulin. Dimana insulin ini dapat memicu terbentuknya lemak. Karena ASI sedikit mengandung insulin, maka dari itu lemak yang terbentuk pun hanya sedikit. Selain itu, dengan ASI eksklusif bayi akan memiliki leptin lebih banyak, yakni suatu hormon yang memiliki peran penting dalam mengatur nafsu makan bayi, serta untuk metabolisme lemak.
  • ASI eksklusif akan membuat bayi lebih cerdas. Berdasarkan ahli, asam lemak yang terdapat pada ASI memiliki pengaruh penting terhadap kecerdasan otak bayi. Tidak hanya itu, ketika menyusui maka hubungan emosional antara ibu dan bayi akan terjadi yang akan memberikan kontribusi.
  • ASI eksklusif menurunkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi.
  • Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 3 bulan atau lebih akan memiliki tulang belakang dan tulang leher yang lebih kuat dibandingkan dengan bayi yang tidak mengkonsumsi ASI eksklusif kurang dari 3 bulan atau tidak sama sekali.
  • Kolesterol untuk orang dewasa tidak baik, namun Penyebab Kegagalan ASI Eksklusifbeda halnya dengan bayi. Dimana untuk bayi kolesterol justru dibutuhkan untuk menunjang proses tumbuh kembangnya. Dimana kolesterol ini mudah ditemukan pada ASI.
  • Hubungan di antara ibu dan bayi akan menjadi lebih kuat. Saat proses menyusui berlangsung ibu akan bersentuhan langsung dengan kulit bayi, serta keduanya akan saling bertatapan. Keadaan ini akan semakin memperkuat hubungan di antara ibu dan bayinya.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif

Proses Persalinan

Melahirkan bayi dengan proses persalinan normal dapat memberikan kesempatan untuk melakukan IMD atau inisiasi menyusu dini, serta akan mendukung lanjutan pemberian ASI eksklusif.

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa memberikan obat penahan sakit selama proses melahirkan akan membuat bayi merasa pusing, serta ia akan menghisap ASI dengan tidak teratur.

Ibu yang mengalami stres sebelum persalinan atau sesudah persalinan dapat mempengaruhi produksi ASI untuk buah hatinya.

ASI Tidak Cukup

Berdasarkan mitos yang beredar di tengah masyarakat, bayi baru lahir harus diberi minum. Sehingga ketika ASI belum keluar, maka bayi akan diberikan cairan lain menggunakan dot. Karena seperti ini, maka efeknya bayi enggan belajar menyusu sehingga ia hanya akan menghisap ASI sedikit.

Ibu dan Bayi Terpisah Setelah Melahirkan

Setelah dilahirkan, terkadang bayi tidak bisa langsung diletakan pada dada ibu. Keadaan yang biasanya mengharuskan terpisahnya ibu dan bayi yaitu karena proses persalinan caesar atau hal lainnya. Kontak langsung antara kulit bayi dan ibu setelah melahirkan sebenarnya sangat penting karena memiliki peran dalam keberhasilan inisiasi menyusui dini, serta proses menyusui selanjutnya.

Memilih Susu Fomula

Banyak anggapan bahwa susu formula lebih praktis dibandingkan dengan menyusui langsung. Namun, faktanya anggapan tersebut tidak benar, karena justru susu formula lebih merepotkan karena ibu harus membuat terlebih dahulu.

Ibu Harus Bekerja

Karena sibuk bekerja ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Namun sebenarnya bekerja bukanlah sebuah alasan, karena meskipun bekerja ASI tetap diberikan dengan metode ASIP atau ASI perah.

Tidak Ada Dukungan

Ibu akan lebih mudah menyerah memberikan ASI eksklusif ketika tidak ada dukungan dari keluarga atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Terlebih lagi jika ibu mengalami kesulitan lainnya seperti produksi ASI kurang, puting lecet, saluran ASI tersumbat dan lain sebagainya.

Tekad Ibu Kurang Kuat

Ibu yang memiliki rasa percaya diri serta keteguhan hati untuk menyusui bayinya akan sukses menjalankan ASI eksklusif. Namun, sebaliknya jika rasa percaya dan keyakinan ibu kurang kuat, maka ia akan memutuskan untuk beralih pada susu formula.

Bayi Tumbuh Sehat

Terkadang ibu beranggapan bahwa meskipun tanpa ASI eksklusif bayi tetap tumbuh sehat. Meskipun mungkin bayi dengan susu formula dapat tumbuh sehat, tetapi tidak ada kandungan lebih baik dibandingkan dengan ASI.

Salah satu masalah menyusui yang sering dialami oleh ibu yaitu puting lecet. Agar tidak semakin bertambah parah dan proses menyusui kembali lancar, penting untuk mengetahui cara mengatasi puting lecet saat menyusui.

Tidak jarang ibu mengalami masalah saat awal menyusui. Dimana salah satu masalah yang sering dialami oleh ibu menyusui yaitu puting menjadi lecet. Dimana keadaan ini biasanya disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu mengenai cara menyusui yang tepat. Sehingga tidak heran jika masalah ini lebih sering dialami oleh ibu baru.

Ketika puting payudara ibu lecet, tentunya rasa perih dan sakit akan dirasakan oleh ibu. Bahkan beberapa ibu justru memutuskan untuk menunda proses menyusui buah hatinya hingga keadaan putingnya kembali pulih. Bayi membutuhkan ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Menunda proses menyusui bayi tidak disarankan, karena selain membuat bayi kekurangan nutrisi ASI juga akan berpengaruh terhadap produksi ASI.

Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Lecet yang terjadi pada bagian tubuh tertentu, termasuk pada puting payudara akan menjadi pintu masuknya bakteri yang memiliki potensi menyebabkan infeksi. Apabila infeksi terjadi maka selain lecet, gejala lain yang akan dialami oleh ibu seperti puting bengkak, terasa sangat nyeri, kulit di area sekitarnya kemerahan, dan ibu mengalami demam. Karena seperti itu, puting lecet saat menyusui harus diatasi dengan segera dengan melakukan perawatan yang tepat. Perawatan yang tepat bisa anda lakukan setelah mengetahui penyebabnya.

Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Penyebab Puting Lecet Saat Menyusui

Agar anda dapat menentukan cara mengatasi puting lecet saat menyusui dengan tepat, maka penting untuk mengenali penyebab atau keadaan yang memicu terjadinya puting lecet berikut gejalanya.

  • Infeksi Jamur

Infeksi jamur merupakan salah satu penyebab puting lecet saat menyusui. Dimana infeksi jamur ini disebabkan karena pada mulut bayi terdapat jamur, kemudian saat bayi menyusu jamur tersebut menempel pada puting payudara sang ibu. Akibatnya puting payudara ibu akan terinfeksi oleh jamur tersebut dan akhirnya akan menjadi lecet. Keadaan ini biasanya disertai dengan gejala kemerahan pada puting, puting terasa gatal, permukaan puting mengkilap, serta payudara terasa sakit pada saat menyusui bayi atau sebelumnya.

  • Saluran Susu Tersumbat

Penyumbatan saluran susu ini ditandai dengan terdapatnya lapisan kulit tipis yang muncul di atas permukaan saluran susu. Dimana warna dari lapisan kulit tipis ini biasanya putih atau kuning. Ketika saluran ASI tersumbat, maka susu akan menjadi sulit keluar, sehingga bayi akan menghisap susu lebih kuat dan akhirnya puting akan menjadi lecet.

  • Tali Lidah

Tali lidah merupakan bagian yang menghubungkan dasar mulut dengan bawah lidah. Apabila bagian ini terlalu pendek atau meregang saat bayi menyusu, maka akan menimbulkan masalah. Akibatnya puting payudara ibu akan menjadi lecet.

  • Kesalahan Menyusu

Puting lecet bisa juga disebabkan karena posisi menyusui yang salah saat bayi menyusu atau bisa juga karena penggunaan pompa ASI yang salah. Gesekan saat menyusui karena posisi menyusui yang salah serta memompa ASI yang tidak tepat akan membuat puting melepuh. Keadaan ini ditandai dengan timbulnya rasa sakit saat menyusui bayi, keluar cairan darah, bening atau kuning.

Selain penyebab di atas, puting lecet disebabkan karena pisisi mulut bayi yang tidak tepat saat menyusu. Dimana saat menyusu puting dan bagian sekitar payudara tidak masuk seluruhnya dalam mulut bayi.

  • Eksim

Puting lecet yang diiringi dengan darah bisa disebabkan karena kulit ibu kering atau eksim. Eksim merupakan masalah kulit yang terlihat bersisik, terdapat bercak merah dan akan menyebabkan gatal serta sakit.

Cara Mengatasi Puting Lecet

  • Ketika anda menyadari bahwa puting payudara lecet, pada hari pertama anda dapat mengistirahatkan sementara payudara selama 12 sampai 24 jam untuk memungkinkan proses penyembuhan.
  • Anda dapat menyusui bayi anda dengan payudara yang satunya atau payudara yang tidak lecet. Apabila anda merasa tidak nyaman karena ASI terlalu penuh pada payudara puting lecet, untuk mengatasinya anda dapat melakukan pemerahan atau pemijatan. Anda tetap harus memastikan bayi mendapatkan cukup ASI.
  • Secara bertahap anda dapat menyusui bayi anda dengan payudara puting sehat, kemudian dilanjutkan menyusui dengan payudara puting lecet dengan bertahap dan dalam waktu yang singkat. Biasanya bayi akan lebih santai ketika menyusui yang kedua kalinya karena bayi sudah tidak terlalu merasa lapar.
  • Ketika bayi menyusu anda harus memperhatikan perlekatan antara mulut dan payudara. Posisi mulut bayi seharusnya meliputi areola ketika menyusu. Hindari bayi menyusu pada bagian ujung puting saja.
  • Apabila menyusui bayi sudah selesai, anda dapat membersihkan puting dengan menggunakan air hangat secara lembut dan hati-hati. Anda dapat memanfaatkan kasa lembut sebagai medianya.
  • Hindari menyentuh puting payudara yang lecet secara langsung, terlebih lagi apabila tangan anda dalam keadaan kotor karena ditakutkan bakteri yang terdapat pada tangan menyebabkan infeksi.
  • Jika anda memutuskan untuk menggunakan salep atau obat penghilang rasa sakit, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Jika keadaan puting lecet tidak kunjung membaik atau bahkan semakin bertambah parah yang diiringi dengan gejala demam, pembengkakan, puting merah dan meradang, bernanah dan tanda lainnya, sebaiknya segera periksa keadaan ini pada dokter.