Selama menyusui ibu harus mengatur menu makan sehat dalam setiap harinya untuk memenuhi nutrisi dan gizi yang dibutuhkan. Penting bagi ibu menyusui mengetahui tips mengatur menu makan ibu menyusui.

Menyusui merupakan kegiatan yang sama beratnya dengan masa kehamilan. Menyusui bayi tidaklah semudah seperti yang dibayangkan. Beberapa hal penting harus ibu perhatikan guna kesuksesan proses menyusui bayi agar bayi bisa mendapatkan cukup ASI.

ASI memang asupan penting untuk bayi, khususnya untuk bayi berusia 0-6 bulan karena pada usia tersebut tidak ada asupan makanan apapun selain ASI. ASI memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan bayi, serta untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi.

Menu Makan Ibu Menyusui

Menyusui bayi bukan hanya sekedar kegiatan memberikan ASI untuk memenuhi kebutuhan bayi. Menyusui bayi adalah cara yang paling efektif untuk membangun kedekatan antara ibu dan bayi.

Selama masa menyusui, ibu akan mudah sekali merasa lapar, meskipun tidak lama sebelum itu sudah mengkonsumsi banyak makanan. Mudahnya lapar yang dialami oleh ibu menyusui merupakan keadaan normal, karena ketika menyusui pasokan nutrisi dan energi dalam tubuh ibu akan terambil.

Selama menyusui, ibu membutuhkan energi yang lebih banyak dibandingkan dengan biasanya. Energi yang ibu dapatkan selain dari lemak dalam tubuh, juga didapatkan dari makanan. Oleh karena itu, selama masa menyusui ibu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan bergizi dan mengandung nutrisi yang seimbang. Selain itu, penting bagi ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bervariasi dalam setiap harinya.

Apabila ibu menyusui dapat menerapkan pola makan yang tepat dan sehat, maka kebutuhan gizi dan energi selama masa menyusui dapat terpenuhi dengan optimal. Tubuh ibu akan tetap sehat, selain itu kualitas dan kuantitas ASI akan tetap terjaga sehingga ibu dapat memberikan ASI yang terbaik untuk buah hati tercinta. Selain itu, waktu bagi tubuh ibu untuk memproduksi ASI akan menjadi lebih lama.

Tips Mengatur Menu Makan Ibu Menyusui

Saat anda mengatur menu sehari-hari selama masa menyusui, anda harus memperhatikan beberapa jenis bahan makanan seperti berikut ini:

Makanan Bertepung (Makanan Kaya Karbohidrat)

Makanan bertepung atau makanan kaya akan karbohidrat merupakan sumber energi untuk ibu. Dimana makanan ini mengandung tinggi vitamin B kompleks dan serat. Anda bisa mendapatkan makanan yang kaya akan karbohidrat ini dari beberapa sumber makanan seperti misalkan, pasta, nasi, roti, kentang, dan breakfast cereal.

Protein

Ibu menyusui membutuhkan tambahan protein kurang lebih 15 gram dalam perhari. Anda bisa mendapatkan makanan sumber protein ini dari jenis makanan seperti ikan, telur, ayam tanpa kulit, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Kalsium

Makanan yang menjadi sumber kalsium yang bagus untuk ibu menyusui yaitu susu dan produk olahannya seperti misalkan keju dan yoghurt. Kalsium yang dikeluarkan melalui ASI dalam perharinya sekitar 250-300 mg kalsium.

Buah-Buahan dan Sayuran

Buah-buahan dan sayuran merupakan makanan sehat yang penting dikonsumsi oleh ibu selama masa menyusui. Buah-buahan dan sayuran paling tidak dikonsumsi ibu sebanyak 5 porsi dalam sehari. Buah-buahan merupakan sumber vitamin, serat dan mineral.

Cairan

Ibu menyusui dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan cairannya. Dalam memenuhi kebutuhan cairan, ibu bisa mendapatkannya dari susu, air atau sari buah tanpa tambahan gula. Dalam perhari usahakan untuk minum sebanyak yang dianjurkan yakni minimal sebanyak 8 gelas atau sekitar 1-2 liter. Penting bagi ibu untuk memperbanyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran berkuah.

Ibu harus bisa memilah dan memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi. Bagi ibu yang memiliki riwayat alergi dalam keluarga sebaiknya hindari beberapa jenis makanan yang dapat memicu alergi kambuh.

Cukupi Waktu Istirahat

Kesehatan ibu menyusui sebenarnya tidak hanya tergantung pada makanan yang mengandung gizi dan nutrisi seimbang. Pasalnya selain makanan, penting bagi ibu menyusui untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Selain itu, ibu menyusui juga harus menghindari stres dan selalu merasa percaya diri bahwa ibu dapat memenuhi kebutuhan ASI buah hati tercinta.

Perlu diketahui, saat ibu mengalami stres dan kelelahan maka akan menyebabkan gangguan pada refleks tubuh yang menghasilkan stimulasi. Sehingga keadaan ini akan menyebabkan ASI tidak keluar dengan lancar dan akibatnya bayi tidak akan mendapatkan cukup ASI.

Untuk menghindari keadaan stres dan kelelahan, maka anda dapat mengatur waktu istirahat dengan baik dan tepat. Selain itu, melakukan hal yang dapat menyenangkan hati dapat dilakukan di tengah-tengah sibuknya merawat dan mengurus bayi. Kegiatan yang dapat dilakukan di antaranya seperti berendam di dalam air hangat dengan minyak aromaterapi atau mendengarkan musik yang tenang dan menghanyutkan. Setiap kali menyusui ibu harus dalam keadaan santai, meluangkan waktu untuk memerah ASI yang cukup, serta yakin bahwa ASI yang diproduksi cukup untuk kebutuhan si kecil.

Demikian tips mengatur menu makan ibu menyusui yang sehat. Intinya ibu menyusui harus lebih pandai dalam memadukan aneka bahan makanan agar tetap mengandung gizi seimbang seperti yang dibutuhkan selama masa menyusui. Semoga bermanfaat.

Memompa ASI dengan teknik power pumping dapat dilakukan ketika ibu sibuk bekerja dan produksi ASI menurun. Ketahui teknik power pumping yang benar dan tepat.

Setelah melalui masa kehamilan selama sembilan bulan dan melahirkan bayi, tugas seorang ibu selanjutnya yaitu menyusui bayinya. Menyusui merupakan proses yang dilakukan untuk memberikan ASI pada bayi. ASI merupakan asupan terbaik yang dapat diberikan oleh ibu kepada buah hatinya. Kandungan ASI yang baik tidak dapat tergantikan oleh kandungan susu formula yang mahal sekalipun.
Akan tetapi suatu keadaan memaksa ibu harus jauh dengan buah hatinya sehingga ibu tidak bisa memberikan ASI secara langsung. Karena seperti itu, seringkali produksi ASI mengalami penurunan. Keadaan seperti ini jika dibiarkan tentunya akan berdampak buruk karena bisa saja ibu tidak akan kembali memproduksi ASI.

Untuk mempertahankan produksi ASI maka ibu dapat memompa ASI, yang mana ASI perah yang dihasilkan dapat menjadi persediaan di rumah untuk si kecil. Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk memompa ASI yaitu teknik power pumping. Memompa ASI dengan teknik power pumping diyakini dapat meningkatkan produksi ASI, sehingga meskipun sibuk di luar rumah ibu dapat tetap memberikan ASI sesuai dengan kebutuhan buah hatinya.

Memompa ASI dengan Teknik Power Pumping

Pengertian Teknik Power Pumping

Teknik power pumping itu sendiri merupakan teknik memompa ASI dengan meniru frekuensi menyusui bayi ketika bayi mengalami percepatan pertumbuhan atau growth spurt.

Ketika mengalami growth spurt biasanya frekuensi menyusui bayi menjadi lebih sering karena bayi membutuhkan ASI dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan biasanya. Mengapa demikian? ASI yang lebih banyak dibutuhkan bayi karena sedang dalam pertumbuhan yang cepat.
Selain menyusu lebih sering, bayi akan menyusu dengan hisapan yang kuat serta lama. Hisapan kuat yang dilakukan bayi akan memicu hormon prolaktin untuk memerintah otak agar memproduksi ASI yang lebih banyak lagi. Teknik power pumping ini cocok bagi ibu yang mengalami penurunan terhadap produksi ASI-nya.

Seperti Apa Teknik Power Pumping yang Benar?

Teknik memompa ASI yang benar akan berpengaruh pada hasil yang didapatkan. Oleh karena itu, penting mengetahui teknik power pumping yang benar seperti berikut.

Pilih Waktu yang Tepat Selama 1 Jam

Teknik power pumping itu sendiri dilakukan tidak untuk menggantikan jadwal memompa ASI sehari-hari yang biasanya anda lakukan. Dimana teknik ini hanya dilakukan untuk menggantikan satu sesi saja.
Teknik power pumping bisa anda lakukan 1 jam baik itu sebelum berangkat ke kantor atau ketika malam hari sebelum anda tidur. Berikut ini panduan memompa ASI selama 1 jam yang disarankan:

  • Anda dapat memompa ASI selama 20 menit, kemudian istirahat selama 10 menit.
  • Jika sudah, pompa kembali selama 10 menit dan istirahat selama 10 menit.
  • Lanjutkan dengan memompa ASI selama 10 menit, setelah itu akhiri proses memompa ASI dengan teknik power pumping ini.

Waktu memompa yang digunakan dalam waktu 1 jam ini hanya 40 menit dalam setiap harinya. Untuk selebihnya anda dapat memompa ASI sesuai dengan jadwal memompa yang rutin yang biasa anda terapkan.

Lakukan Teknik Power Pumping dengan Rutin

Dalam melakukan teknik power pumping ini, tingkat keberhasilannya berbeda-beda pada setiap ibu. Beberapa ibu bisa dengan cepat merasakan penambahan ASI setelah melakukan teknik power pumping yang pertama atau bahkan beberapa orang ibu merasakan pengaruhnya selama berhari-hari setelah melakukan dengan berturut-turut.

Beberapa ibu hanya membutuhkan waktu selama 3 hari berturut-turut untuk meningkatkan produksi ASI. Akan tetapi ada juga yang perlu melakukannya hingga 7 hari berturut-turut. Intinya, untuk mencapai tujuan anda perlu melakukannya dengan rutin dan penuh kesabaran.

Rileks dan Jauhi Stres

Ketika ibu melakukan teknik power pumping, maka disarankan untuk bisa lebih rileks. Pasalnya stres atau perasaan yang tidak nyaman dapat berpengaruh pada tingkat efektivitas power pumping itu sendiri. Ketika melakukan teknik power pumping anda harus merasa nyaman, jangan terpaku pada jam untuk mengetahui kapan harus berhenti dan memompa kembali. Ketika melakukan teknik ini alangkah lebih baik apabila anda tidak menghitung waktu dengan akurat. Ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas teknik power pumping dan mengurangi tekanan.

Gunakan Alat yang Nyaman

Memompa ASI dengan teknik power pumping ini dapat didukung dengan alat pompa ASI. Dalam memilih pompa ASI sebaiknya pilihlah pompa ASI yang sesuai atau pompa ASI yang dapat membuat anda merasa lebih nyaman. Anda dapat menggunakan pompa manual atau pompa elektrik.

Dibandingkan dengan pompa manual, pompa elektrik biasanya akan lebih efektif ketika memompa ASI. Pasalnya, pompa elektrik itu sendiri didesain khusus berdasarkan daya hisap, serta frekuensi bayi pada saat menyusu. Tidak hanya itu, dengan pompa elektrik anda akan lebih bisa menghemat tenaga.

Demikian tips memompa ASI dengan teknik power pumping yang benar. Penting bagi anda untuk memenuhi kebutuhan ASI buah hati tercinta. Oleh karena itu anda harus mampu mempertahankan produksi ASI agar tetap berlimpah dan dapat memenuhi kebutuhan si kecil. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif – Mengenai pemberian ASI eksklusif, beberapa pertanyaan sering diajukan oleh ibu.

Setelah melahirkan buah hati, setiap ibu direkomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif sesuai dengan waktu yang telah ditentukan pada buah hatinya. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, selama enam bulan awal kehidupannya ASI adalah satu-satunya makanan bayi. Dimana ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi.

Mengenai ASI itu sendiri, tidak sedikit ibu yang mengajukan berbagai pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif. Selain karena kurangnya pemahaman, pertanyaan yang diajukan biasanya untuk meyakinkan ibu agar dapat memberikan ASI dengan optimal pada buah hatinya.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Berikut ini daftar pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif yang sering diajukan oleh ibu menyusui.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Apa Itu ASI Eksklusif?

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI atau air susu ibu pada bayi dari 0-6 bulan. Selama rentan waktu tersebut, makanan yang didapatkan bayi hanyalah ASI. Bayi tidak boleh mendapatkan makanan atau minuman yang lainnya meskipun makanan dan minuman tersebut bergizi.

Setelah usia bayi menginjak 6 bulan, maka makanan selain ASI dapat dikenalkan pada bayi. Meskipun begitu, ASI tetap harus dilanjutkan hingga usia bayi 2 tahun.

Ketika ASI belum keluar, terkadang tidak sedikit ibu yang memberikan air putih atau cairan lainnya pada bayi. Namun, tanpa disadari hal tersebut sudah menggagalkan ASI eksklusif, meskipun cairan tersebut hanya diberikan satu kali pada bayi. Keadaan ini sudah tidak bisa lagi disebut dengan ASI eksklusif, karena lebih tepatnya disebut dengan ASI predominan. ASI predominan itu sendiri merupakan pemberian ASI pada bayi, namun ibu pernah memberikan air atau cairan yang lainnya pada bayi sebelum ASI keluar.

Manfaat Apa Saja yang Didapatkan Bayi Dari ASI Eksklusif?

Mengenai manfaat ASI eksklusif itu sendiri sudah tidak bisa diragukan lagi. ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada makanan apapun sebaik ASI yang dapat diberikan pada bayi sebelum usianya 6 bulan. Di dalam ASI, khususnya ASI pertama yang keluar atau disebut dengan kolostrum terkandung gizi dengan komposisi tepat yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Hanya dengan ASI kebutuhan gizi bayi sudah terpenuhi. ASI dapat membantu untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Di dalam ASI terkandung antibodi yang diperlukan bayi untuk meningkatkan atau memperkuat sistem kekebalan tubuhnya saat bayi lahir. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat menurunkan risiko bayi terserang berbagai macam penyakit. Selain itu, terdapat banyak manfaat ASI eksklusif yang lainnya, manfaat ASI yang lainnya seperti berikut ini:

  • ASI mampu meningkatkan kecerdasan bayi. Perkembangan kognitif bayi akan semakin meningkat dengan pemberian ASI.
  • Dengan ASI bayi tidak akan mengalami alergi, lain halnya dengan susu formula, susu sapi atau susu kedelai.
  • ASI eksklusif dapat menurunkan risiko bayi mengalami obesitas atau kegemukan saat ia besar nanti.

Saat ASI Eksklusif Bolehkah Bayi Mendapatkan Obat?

Pemberian obat dapat dilakukan saat bayi dalam masa ASI eksklusif. Bayi dapat menerima obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, serta mineral atau vitamin yang diperlukan ketika bayi sakit. Bayi membutuhkan obat agar ia lekas sembuh. Karena seperti itu, pemberian obat pada bayi tidak akan menggagalkan ASI eksklusif. Ketika bayi sakit anda dapat memberikan obat dan terus lanjutkan memberikan ASI karena di dalam ASI terkandung antibiotik yang dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Bagaimana Jika Bayi Diberi Susu Formula, Apakah Masih Dapat Disebut ASI Eksklusif?

Terkadang orang tua tidak percaya diri ASInya dapat memenuhi kebutuhan bayi. Karena seperti itu, tidak sedikit orang tua yang memutuskan untuk memberikan susu tambahan atau susu formula pada bayinya. Pemberian susu formula selama masa ASI eksklusif dapat menggagalkannya.

Keadaan ini bisa disebut dengan ASI parsial. Selain ASI bayi juga mendapatkan makanan lainnya selain ASI, baik susu formula, bubur bayi dan lain sebagainya sebelum bayi berusia 6 bulan.

Apa yang Harus Dilakukan Agar Produksi ASI Cukup Untuk Bayi?

Agar produksi ASI tetap lancar dan kebutuhan ASI untuk bayi tetap terpenuhi, maka anda dapat menyusui bayi dengan rutin. Susui bayi anda setiap 2-3 jam sekali dengan posisi pelekatan dan hisapan yang baik dan tepat. Semakin ibu sering menyusui bayi maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan. Namun, penambahan jumlah ASI itu sendiri tidak akan terjadi saat itu juga, akan tetapi membutuhkan waktu.

Bagaimana Pemberian ASI Pada Ibu yang Bekerja?

Meskipun ibu bekerja dan tidak selalu berada dekat dengan bayi, tetapi ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya. Berikut ini tips memberikan ASI selama ibu bekerja:

  • Selama ibu tidak bekerja atau cuti melahirkan, ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif lebih sering.
  • Hindari memberikan asupan makanan lain selama bayi belum berusia 6 bulan.
  • Untuk mengoptimalkan memompa ASI, ibu harus belajar lebih dini atau setelah bayi lahir.
  • Hindari memberikan ASI melalui botol susu. Alangkah lebih baik memberikan ASI dengan sendok atau cangkir. Anda dapat mulai melatih bayi selama 1 minggu sebelum kembali bekerja.
  • Anda harus paham tentang pemberian ASI atau proses penyimpanannya, kemudian informasikan itu semua pada keluarga atau pengasuh bayi.
  • Setelah pulang ke rumah, pemberian ASI dapat dilakukan langsung.
  • Ketika berada di tempat kerja, ibu dapat memerah ASI setiap 2-3 jam sekali. Ini dilakukan untuk menjaga produksi ASI tetap lancar.

Ketika Sakit Apakah Ibu Tetap Boleh Menyusui?

Ibu akan merasa bingung dan khawatir ketika dirinya sakit. Pada umumnya keadaan ibu sakit bukanlah suatu alasan untuk menghentikan proses menyusui. Hanya saja, ketika sakit ibu membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus si kecil karena ibu membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Ketika menyusui ibu dapat menggunakan masker agar si kecil tidak tertular. Ibu disarankan untuk segera pergi ke dokter, beritahu pada dokter bahwa ibu sedang menyusui. Pasalnya beberapa obat dapat mengkontaminasi ASI. Ada beberapa keadaan atau penyakit tertentu yang melarang ibu untuk menyusui bayinya. Anda dapat meminta informasinya dari dokter.

Apa Tanda Bayi Cukup Menerima ASI?

Ketika sudah cukup menerima ASI, bayi akan menunjukan beberapa tanda seperti berikut ini:

  • Bayi akan terlihat puas setelah menyusu.
  • Setiap bulannya bayi anda menunjukan penambahan berat badan.
  • Setelah menyusui payudara akan terasa lebih lunak.
  • Bayi sering buang air kecil sehingga anda harus mengganti popoknya sebanyak 6-9 kali dalam sehari.
  • Pada bulan pertama kehidupannya, bayi buang air besar sebanyak 3 kali dalam satu hari. Selain itu, feses bayi berwarna kuning terang. Namun, setelah usianya satu bulan frekuensi buang air besar bayi akan mulai berkurang, tetapi anda tetap harus memastikan bayi buang air besar setiap harinya.

Itulah seputar pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif yang sering diajukan oleh para ibu.

Beberapa hal diketahui dapat mempengaruhi produksi ASI. Penting bagi ibu menyusui untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi produksi ASI.

Memberikan ASI atau menyusui bayi adalah tugas dan kewajiban seorang ibu. Seperti yang kita ketahui, ASI dikenal sebagai makanan terbaik untuk bayi karena mengandung gizi komplit yang dibutuhkan oleh bayi. ASI adalah satu-satunya makanan bayi selama enam bulan awal kehidupan bayi.

Ibu tentunya ingin perkembangan dan pertumbuhan buah hatinya optimal, serta kebutuhan gizi yang dibutuhkan terpenuhi. Ibu akan berupaya untuk memberikan ASI yang terbaik pada buah hatinya dan menjaga agar ASI tetap berkualitas. Ibu akan memberikan ASI kapan pun dan dimana pun ketika bayinya membutuhkan.

Faktor yang mempengaruhi produksi ASI

Agar bayi mendapatkan cukup ASI, maka penting bagi ibu untuk menjaga produksi ASI. Mengenai produksi ASI itu sendiri, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhinya. Apa saja faktor yang mempengaruhi produksi ASI? Untuk mengetahuinya anda bisa simak pembahasan di bawah ini.

Faktor yang Mempengaruhi Produksi ASI

1. Makanan

Kualitas dan produksi ASI dipengaruhi oleh makanan yang ibu konsumsi sehari-hari. Selama masa menyusui, ibu harus mengkonsumsi makanan yang sehat, beragam dan mengandung gizi yang seimbang. Jika pola makan ibu tidak tepat dan ibu tidak mengkonsumsi makanan sehat, maka akibatnya produksi ASI akan menjadi terpengaruh. Terdapat berbagai jenis makanan yang dapat mempengaruhi produksi ASI, di antaranya yaitu daun katuk, sayuran hijau, daun pepaya dan lain sebagainya.

2. Keadaan Psikis dan Emosi Ibu

Keadaan psikis dan emosi ibu dapat mempengaruhi refleks pengaliran susu. Refleks ini berperan untuk mengontrol perintah, yang mana perintah tersebut dikirim oleh hipotalamus yang terdapat pada kelenjar bawah otak. Apabila ibu mengalami cemas, tegang, stres, dan kebingungan maka ASI tidak dapat turun dari alveoli menuju ke puting. Keadaan ini biasanya akan terjadi pada awal-awal menyusui, ketika refleks pengaliran susu belum dapat befungsi dengan sepenuhnya. Refleks pengaliran susu itu sendiri dapat berfungsi dengan baik apabila ibu dalam keadaan tenang, nyaman, rileks dan tidak tegang atau merasa cemas. Anda dapat mendengar suara tangisan bayi atau selalu memikirkannya sehingga dapat membantu refleks air susu bekerja. Efeknya produksi ASI akan terbantu.

3. Frekuensi Menyusui

Apabila bayi menyusu semakin sering, maka produksi ASI akan semakin banyak. Selain menyusui langsung, anda juga dapat memerah ASI dengan pompa ASI. Apabila menyusui bayi jarang dilakukan, ASI pun tidak akan dihisap oleh bayi anda yang akan berpengaruh pada pengeluaran ASI.

4. Pemakaian Alat Kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi harus ibu perhatikan selama masa menyusui. Pasalnya, pemakaian alat kontrasepsi yang tidak tepat dapat mempengaruhi produksi ASI.

5. Usia Kehamilan Saat Melahirkan

Usia kehamilan dapat mempengaruhi produksi ASI. Bayi yang lahir kurang bulan atau prematur keadaannya sangat lemah dan membuat ia kesulitan ketika menghisap payudara ibu untuk mendapatkan ASI. Sehingga keadaan ini akan menyebabkan produksi ASI menjadi lebih rendah dibandingkan dengan ibu yang melahirkan bayi normal atau cukup bulan. Penyebab bayi prematur belum mampu menghisap ASI dengan optimal karena lemah, berat badan yang rendah dan belum sempurnanya organ tubuh bayi.

6. Anatomi Payudara

Ukuran payudara tidak mempengaruhi produksi ASI, karena yang mempengaruhi produksi ASI yaitu jumlah kelenjar air susu dalam payudara ibu. Meskipun ukuran payudara ibu kecil, tetapi kelenjar air susunya banyak, maka ibu tetap bisa menghasilkan ASI yang banyak.

7. Merokok dan Konsumsi Alkohol

Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang akan menimbulkan banyak efek negatif, khususnya pada ibu menyusui. Merokok akan mempengaruhi jumlah ASI yang ibu produksi karena akan mengganggu hormon prolaktin dan oksitosin. Ketika merokok maka dapat menstimulasi pelepasan hormon adrenalin. Dimana pelepasan hormon adrenalin tersebut dapat menghambat pelepasan hormon oksitosin. Begitu pun dengan minuman yang mengandung alkohol, minuman ini dapat mempengaruhi produksi ASI.

8. Pengaruh Obat-Obatan

Obat-obatan yang dikonsumsi ibu selama masa menyusui mengandung hormon yang dapat mempengaruhi hormon oksitosin dan prolaktin. Dimana kedua hormon ini berfungsi untuk pengeluaran dan pembentukan ASI. Jika kedua hormon ini terganggu, maka akibatnya pembentukan dan pengeluaran ASI pun akan mengalami hambatan.

9. Kemampuan Bayi Menghisap ASI

Hisapan bayi ketika menyusu mempengaruhi produksi ASI. Namun, ada saatnya dimana hisapan bayi menjadi tidak efektif lagi. Beberapa hal yang menyebabkan hisapan bayi menjadi tidak efektif di antaranya yaitu karena teknik pelekatan yang tidak tepat, serta struktur rahang atau mulut bayi yang tidak sempurna. Jika hisapan bayi efektif maka rangsangan ke otak akan menjadi optimal yang akan memerintahkan memproduksi hormon oksitosin dan hormon prolaktin.

10. Perawatan Payudara

Perawatan payudara penting dilakukan selama ibu hamil. Perawatan yang tepat dapat membuat produksi ASI menjadi lancar. Perawatan yang dilakukan akan merangsang payudara dan akan mempengaruhi hypopise supaya mengeluarkan hormon estrogen, progesteron dan oksitosin dalam jumlah yang lebih bayak lagi. Dimana hormon oksitosin dapat menyebabkan terjadinya kontraksi di sel lain yang berada di sekitar alveoli. Efeknya air susu atau ASI akan turun mengalir ke puting dan akhirnya bayi dapat menghisapnya.

Itulah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ASI. Sebisa mungkin cukupi kebutuhan ASI buah hati tercinta agar pertumbuhan dan perkembangannya berjalan optimal.

Selama ini sudah tersebar mitos tentang ASI yang mengundang banyak perhatian. Selain mengetahui mitos tentang ASI, penting bagi anda untuk mengetahui fakta seputar ASI.

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. ASI dianjurkan diberikan pada bayi minimal hingga usia bayi 6 bulan. Selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, kebutuhan nutrisi dan gizi bayi sudah terpenuhi dalam ASI. ASI mengandung gizi komplit yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan bayi. Karena seperti itu, ASI dianggap sebagai makanan terbaik untuk bayi.

ASI tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Pasalnya, ASI juga memiliki segudang manfaat untuk bayi. Salah satu manfaat ASI yaitu dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga akan terhindar dari berbagai jenis penyakit.

Fakta Seputar ASI

Karena begitu luar biasanya ASI, ketahui beberapa fakta penting seputar ASI seperti berikut ini:

Fakta Seputar ASI

Manfaat ASI Begitu Luar Biasa

Diketahui, lebih dari 400 nutrisi dan zat antibodi yang bermanfaat untuk melawan infeksi terkandung dalam ASI. Oleh karena itu, tidak ada yang dapat menandingi kualitas dan manfaat dari kandungan ASI. WHO merekomendasikan pada setiap ibu untuk memberikan ASI eksklusif minimal hingga bayi berusia 6 bulan.

Makanan yang Tepat Untuk Bayi

ASI merupakan makanan, sekaligus minuman yang memiliki suhu tepat untuk bayi.

ASI Memiliki 2 Jenis Susu

Setiap buah hati anda menyusu, ia tidak hanya sekedar mendapatkan ASI sebagai asupan makanannya. Dimana si kecil akan mendapatkan 2 jenis susu. Jenis susu pertama yang didapatkan yaitu fore milk. Fore milk ini memiliki bentuk yang encer yang bermanfaat untuk melepaskan rasa dahaga. Setelah itu, bayi akan menghisap hind milk yang lebih kental, mengandung lemak dan berkalori. Hind milk memiliki banyak manfaat untuk masa pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Tubuh Tidak Langsung Memproduksi Banyak ASI

Setelah melahirkan, seorang ibu tentunya ingin langsung menyusui atau memberikan ASI pada buah hati tercintanya. Namun, sesaat setelah proses kelahiran si kecil, tubuh anda tidak akan langsung memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak seperti yang anda harapkan. Meskipun begitu, anda jangan berkecil hati. Pasalnya, payudara anda akan memproduksi atau mengeluarkan kolostrum. Dimana kolostrum atau ASI pertama ini mengandung protein dan zat kekebalan tubuh yang dibutuhkan oleh bayi. Oleh karena itu, anda jangan melewatkan kesempatan si kecil mendapatkan kolostrum.

ASI Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Ketika dilahirkan, bayi sudah mendapatkan daya tahan tubuh yang dibekali oleh sang ibu ketika masih berada dalam kandungan. Selain itu, pemberian ASI akan merangsang daya tahan tubuh bayi, sehingga daya tahan tubuh bayi akan semakin meningkat. Ketika terlahir, daya tahan tubuh bayi akan mudah sekali mengalami penurunan. Namun, di sisi lain daya tahan tubuh bayi susah mengalami kenaikan. Ketika bayi mendapatkan ASI, maka daya tahan tubuh bayi akan terangsang, sehingga peningakatan daya tahan tubuh bayi akan semakin cepat. Keadaan ini biasanya disebut dengan imunitas aktif dan imunitas pasif.

Komposisi ASI Pada Ibu yang Melahirkan Normal dan Prematur Berbeda

Komposisi ASI pada ibu yang satu dengan ibu yang lainnya tentunya tidak sama. Seperti misalkan, pada waktu yang sama dua ibu melahirkan. Ibu yang satu melahirkan pada saat usia kandungan 9 bulan, sedangkan ibu yang lainnya melahirkan pada usia kandungan 7 bulan. ASI yang diproduksi oleh masing-masing ibu tentunya berbeda. Yang mana produksi ASI itu sendiri disesuaikan dengan kebutuhan bayi yang dilahirkan pada masing-masing usia.

ASI Dapat Menurunkan Angka Kematian Bayi

Dengan melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MPASI), yang kemudian dilanjutkan pada ASI sampai usia si kecil 2 tahun dapat membantu menurunkan risiko kematian pada bayi.

ASI Menangkal Penyakit dan Meningkatkan IQ

Seperti yang sudah kita ketahui, ASI memiliki kandungan nutrisi yang baik. Oleh karena itu, ASI mampu melawan berbagai jenis penyakit termasuk infeksi telinga, infeksi saluran pernafasan, pneumonia, diare, influenza dan lain sebagainya.

Selain itu, ASI juga dapat meningkatkan IQ anak. Berdasarkan penelitian, anak yang diberikan ASI pada saat usianya 3 tahun memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik.

Mempererat Hubungan Ibu dan Bayi

Dengan menyusui bayi, maka selain dapat mempererat atau meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi yang terjalin dengan kontak mata dan kulit, juga dapat membangun hubungan emosional antara ibu dan bayi.

ASI Lebih Mudah Dicerna

Kandungan ASI tentunya lebih baik dibandingkan dengan kandungan susu formula. ASI akan lebih mudah dicerna oleh perut bayi.

Produksi ASI Berbeda Dari Setiap Ibu

Produksi ASI pada setiap ibu berbeda-beda. Beberapa ibu dapat mengeluarkan ASI dengan lebih mudah dan lancar, bahkan keadaan sebaliknya dialami oleh beberapa ibu yang lainnya. Karena keadaan seperti ini, tidak sedikit ibu yang berhenti menyusui bayinya sebelum usia 2 bulan.

Apabila anda memiliki masalah dalam menyusui, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau ahli laktasi agar proses pemberian ASI eksklusif dapat dilakukan hingga waktu yang telah ditentukan.
Itulah beberapa fakta ASI yang penting untuk diketahui. Semoga bermanfaat.