Penting mengetahui apa saja kesalahan mengganti popok bayi agar anda dapat menghindarinya, serta si kecil tetap nyaman dan sehat.

Merawat bayi terlihat mudah dan menyenangkan. Namun, sebenarnya ibu membutuhkan perjuangan yang keras, karena merawat bayi tidak semudah seperti yang dibayangkan, termasuk ketika mengganti popok bayi.

Bayi tidak bisa terlepas dari popok. Popok bayi itu sendiri ada beberapa jenis, mulai dari popok kain hingga popok sekali pakai. Dari beberapa jenis popok yang ada, kebanyakan ibu biasanya lebih memilih popok sekali pakai karena dianggap lebih praktis

Kesalahan Mengganti Popok Bayi

Mengganti popok bayi tidak semudah seperti yang dibayangkan. Faktanya, beberapa kesalahan mengganti popok bayi sering dilakukan oleh ibu meskipun tanpa disadari. Lantas apa saja kesalahan yang dimaksud? Untuk mengetahuinya, simak beberapa kesalahan mengganti popok bayi seperti berikut ini.

Kesalahan Mengganti Popok Bayi

Tidak Melakukan Persiapan Terlebih Dahulu

Seringkali ibu tidak melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum menggantikan popok buah hatinya. Karena popok dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan tidak berada di jangkauan ibu, maka terpaksa ibu harus membawa popok dan perlengkapan yang dibutuhkan. Ketika ibu mengambil perlengkapan yang dibutuhkan, bisa saja bayi berguling ke pinggir tempat tidur untuk menghampiri ibu. Sebaiknya, hindari meninggalkan bayi seorang diri meskipun hanya sebentar tanpa pengawasan orangtua karena akibatnya akan fatal.

Tidak Menutup Kemaluan Bayi

Tidak sedikit ibu sering melakukan kesalahan yang satu ini. Kemaluan bayi dibiarkan ketika ibu menyiapkan popok baru atau melipat popok bekas yang sudah digunakan. Apabila kemaluan bayi tetap dibuka, khususnya pada bayi laki-laki, maka paparan udara bisa saja menyebabkan bayi buang air kecil. Akibatnya, air pipis bayi dapat mengenai alas tidur, baju ibu atau barang lain yang berada di sekitarnya. Jadi, sebaiknya tutup kemaluan bayi anda dengan menggunakan popok yang bersih.

Membersihkan Kemaluan Bayi dengan Tidak Tepat

Sangat disarankan untuk membersihkan kemaluan bayi dengan tepat pada saat mengganti popoknya. Bersihkan kemaluan bayi anda dengan menggunakan kapas atau tisu basah untuk membersihkan sisa feses atau sisa urine dengan menyapukan dari arah depan ke belakang atau dari arah kemaluan ke anus, bukan sebaliknya. Langkah seperti ini khususnya harus dilakukan pada bayi perempuan. Membersihkan kemaluan dari anus ke kemaluan bukanlah langkah yang tepat karena hanya akan menyebarkan bakteri yang dapat memicu infeksi saluran kencing.

Memasukan Tali Pusat Bayi ke Dalam Popok

Memasukan tali pusat bayi ke dalam popok adalah kesalahan meskipun perekat popok dikendurkan. Hindari hal ini jika tali pusat bayi anda belum puput. Sebaiknya lipat garis pinggang popok ke arah bawah supaya area tersebut tetap dalam keadaan kering. Untuk mencegah iritasi, meskipun tali pusat bayi anda sudah puput, sebaiknya tetap lipat ke bawah selama beberapa hari.

Memakaikan Popok Terlalu Ketat

Memakaikan popok terlalu ketat tidak disarankan karena akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Dengan popok yang terlalu ketat, maka guratan akan muncul pada perut dan kaki bayi anda. Anda dapat merenggangkan perekat popok. Jika tidak berhasil, maka anda harus mengganti popok bayi dengan ukuran yang lebih besar. Apabila pada perut atau kaki bayi anda nampak ruam, maka bisa saja kulit bayi anda sensitif terhadap bahan yang digunakan. Untuk menghindari masalah kulit yang semakin parah, cobalah untuk mengganti popok yang biasa digunakan dengan merek yang lainnya.

Mengarahkan Kemaluan Bayi Laki-Laki ke Atas

Ketika memakaikan popok, seringkali ibu mengarahkan alat kelamin bayi laki-lakinya ke atas. Hal seperti ini jarang disadari, bahkan para ibu tidak mengetahui akibatnya. Ketika mengarahkan alat kelamin ke atas, maka akan membuat urin bayi mengalir ke atas melalui pinggangnya ketika bayi buang air kecil. Apabila hal seperti ini terjadi ketika malam hari, maka mungkin saja ibu tidak akan menyadari bagian pinggang, perut atau punggung si kecil basah. Untuk menghindari hal seperti ini, maka sebelum mengencangkan popok anda harus memastikan jika alat kelamin bayi anda terlipat ke bawah.

Lupa Mencuci Tangan Setelah Mengganti Popok

Setelah mengganti popok bayi disarankan untuk langsung mencuci tangan. Pasalnya, tangan anda bisa saja terpapar oleh kuman. Dimana kuman yang terdapat pada tangan anda bisa saja menyebar ke benda lainnya yang anda pegang.

Membiarkan Tempat Sampah Penuh dengan Popok Bekas

Sebelum penuh, seringkali para ibu tidak mengosongkan tempat sampah dan membiarkan popok bekas menumpuk. Seharusnya, tempat sampah dikosongkan setiap hari dari popok bekas. Ini dilakukan untuk mencegah tempat sampah menjadi bau. Membiarkan tempat sampah penuh dengan popok bekas akan membuat bakteri berkembang biak di sana.

Meskipun terkesan sederhana, tetapi kesalahan mengganti popok bayi ini dapat berakibat pada kenyamanan dan kesehatan bayi anda. Oleh karena itu, ganti popok bayi anda dengan cara mengganti popok bayi yang benar dan tepat. Hindari kesalahan-kesalahan yang tanpa disadari sering dilakukan tersebut.

Selain menghindari beberapa kesalahan yang sering dilakukan tersebut, penting bagi anda untuk memeriksa popok bayi dengan rutin. Bayi tidak tahan lama kontak langsung dengan urine atau feses pada popoknya karena kulitnya masih sensitif. Oleh karena itu, seringlah mengganti popok bayi dan hindari mengganti popok sampai menunggu benar-benar penuh.

Cara mengganti popok bayi – Periksa secara rutin popok bayi anda untuk memastikan keadaannya tetap kering. Segera ganti popok jika sudah basah atau si kecil buang air besar. Meskipun terkesan mudah, akan tetapi ada cara ketika anda mengganti popok bayi.

Mengganti popok bayi merupakan kegiatan yang sederhana. Namun, tidak untuk semua orang. Pasalnya, sebagian orang merasa mengganti popok bayi merupakan pekerjaan yang tidak mudah dilakukan. Saat ini sudah tersedia popok praktis sekali pakai. Namun, tidak semua orang tua merasa nyaman ketika mengganti popok bayi mereka.

Kesulitan akan semakin bertambah pada saat si kecil tidak mau diam, rewel, menangis dan menunjukan keadaan tidak nyaman lainnya saat akan diganti popok. Keadaan ini kerap kali membuat para orang tua pusing dan bertanya-tanya seperti apa cara mengganti popok bayi yang baik dan benar agar pekerjaan ini terasa mudah?

Cara Mengganti Popok Bayi

Tingkah laku si kecil yang tidak mau diam saat diganti popok akan membuat kotoran yang terdapat pada popok kemana-mana. Dan hal ini akan memungkinkan terjadinya penyebaran bakteri yang terdapat pada kotorannya. Oleh karena itu, cara mengganti popok bayi yang baik dan benar harus dilakukan dengan tepat. Berikut ini cara mengganti popok bayi yang bisa anda simak.

Cara Mengganti Popok Bayi

Mengganti popok bayi harus dilakukan dengan rutin sebanyak 2 sampai 3 kali dalam sehari. Hal ini dilakukan agar bayi tidak terkena masalah kulit seperti ruam popok. Agar kulit bayi tetap dalam keadaan kering, sebaiknya anda periksa keadaan popok bayi secara berkala.

Cara Membersihkan Kotoran Bayi

 

  • Persiapan

Sebelum mengganti popok bayi anda harus melakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang dimaksud yaitu menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan selama proses mengganti popok. Adapun yang harus anda siapkan seperti matras, popok, baskom yang sudah diisi air hangat, kapas, tisu basah, keranjang, handuk, pakaian bersih dan krim anti ruam jika si kecil memiliki jenis kulit sensitif. Letakan semua itu di dekat anda agar lebih mudah untuk dijangkau.

  • Proses membersihkan

  1. Letakan bayi di atas permukaan datar. Letakan bayi dengan posisi telentang di atas permukaan datar yang sudah dilapisi dengan matras. Kemudian, lepaskan celana bayi anda secara perlahan. Gulung baju bagian atasnya agar tidak terkena kotoran sehingga anda tidak perlu menggantinya. Namun, jika baju terkena kotoran segeralah lepaskan dari tubuh bayi anda dan letakan dalam keranjang. Lepaskan popok bayi anda dari mulai perekat atau ikatan popok. Lipat ke arah belakang hingga terlepas dengan sendiri. Dengan demikian, kotoran yang terdapat pada popok tidak akan mengenai kain lainnya.
  2. Segera bersihkan kotoran jika mengenai tubuh bayi. Apabila kotoran si kecil mengenai bagian tubuhnya, segera bersihkan kotoran tersebut dengan menggunakan popok bagian dalam depan.
  3. Kemudian, pergelangan kaki si kecil pegang dengan menggunakan satu tangan. Angkat bokongnya dan gulung popok dari depan ke arah belekang. Gunakan tali yang berada di pinggang atau perekat popok untuk menutup popok yang digulung tersebut. Segera letakan popok kotor tersebut dari tempat yang tidak mudah dijangkau oleh bayi anda. Apabila si kecil selesai buang air besar, anda harus tetap menjaga posisi kaki untuk tetap terangkat. Hal ini dilakukan agar bagian bokong bisa terlihat dan membersihkan sisa kotoran yang berada di sekitarnya. Ketika membersihkan kotoran bayi, usahakan untuk mengganti kapas maupun tisu basah sesering mungkin.
  4. Letakan kedua kaki bayi. Jika sudah, anda bisa langsung meletakan kembali kedua kakinya. Lanjutkan dengan membersihkan bagian alat kelamin dengan menggunakan kapas yang sudah dibasahi dengan menggunakan air hangat. Untuk memastikan apakah selangkangan dan bagian dalam kaki bayi sudah bersih, anda bisa menggerakannya ke samping kiri dan kanan.
  5. Gunakan krim. Jika kulit bayi anda termasuk jenis kulit sensitif, anda bisa menggunakan krim untuk meminimalisir terjadinya ruam popok. Namun, krim yang digunakan sebaiknya resep dari dokter. Jika kulit bayi anda baik-baik saja, maka anda tidak perlu memakaikan krim.

Cara Memakaikan Popok

  1. Sebelum anda memakaikan popok baru, sebaiknya keringkan terlebih dahulu dengan menggunakan handuk bersih dan tunggu sekitar dua menit.
  2. Setelah dikeringkan anda bisa langsung memakaikan si kecil popok. Caranya, pegang kedua pergelangan kaki si kecil. Lalu arahkan ke atas sampai bokong si kecil terangkat. Letakan setengah bagian belakang popok yang akan digunakan tepat di bawah pinggang bagian belakang si kecil. Jika sudah, letakan kembali kedua kakinya. Tarik setengah popok bagian depan, tarik popok bagian depan tersebut ke atas hingga mencapai perut. Selanjutnya, rekatkan atau ikat pada kedua sisinya.
  3. Setelah selesai memakaikan popok, periksa kembali perekat atau ikatan popok. Hindari mengikat atau merekatkan popok terlalu kencang maupun terlalu longgar. Cara memeriksanya cukup mudah, masukan jari telunjuk dan jari tengah, posisikan di antara popok dan perut bayi anda. Apabila jari anda pas, maka tandanya popok sudah pas di tubuh bayi anda.
  4. Jika proses mengganti popok sudah selesai dilakukan, segera tempatkan bayi anda di tempat yang aman. Kemudian, bereskan semua perlengkapan yang tadi anda siapkan. Segera cuci popok bayi anda yang kotor dengan menggunakan sabun, jangan biarkan terlalu lama

Selain memperhatikan cara mengganti popok bayi, anda juga harus memperhatikan tips memilih popok bayi yang aman dan nyaman untuk si kecil.

Memilih popok untuk bayi terkadang membuat para orag tua dilema. Saat ini ada beberapa jenis popok, di antaranya popok kain dan popok sekali pakai. Kedua popok tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi sebagai orang tua bijak harus bisa memilih popok yang terbaik untuk sang buah hati dengan mengetahui tips memilih popok bayi yang aman.

Setiap orang tua berusaha untuk memberikan semua yang terbaik untuk anak-anaknya. Berbagai perlengkapan dan kebutuhan anaknya, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki tak luput dari perhatian para orang tua. Produk perawatan dan perlengkapan bayi yang dibutuhkan seperti pakaian, baju dan sepatu disiapkan dan dipilih dengan baik. Tidak terkecuali dengan popok bayi yang umumnya selalu bersentuhan langsung dengan kulit bayi. Pemilihan popok bayi harus dilakukan dengan baik karena kulit bayi masih sangat sensitive dan rentan terhadap masalah.

Namun, memilih popok bayi terkadang menjadi dilema untuk sebagian orang tua. Kesulitan dan kebingungan kerap kali menghampiri ketika hendak memilih dan memilah popok yang terbaik untuk bayi.

Seperti yang kita ketahui, popok bayi saat ini tidak hanya terbuat dari kain. Kini kita bisa menemukan popok sekali pakai yang bisa langsung dibuang setelah penuh atau setelah digunakan. Adanya perbedaan jenis popok ini membuat orang tua bingung harus memilih popok jenis mana. Namun, yang pasti orang tua akan memprioritaskan popok yang lebih aman untuk bayinya.

Tips memilih popok bayi

Popok kain dan popok sekali pakai sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan terhadap pemilihan popok kain atau popok sekali pakai.

Tips Memilih Popok Bayi Dari Kain

Popok kain kini lebih beragam dan tersedia dalam berbagai jenis pilihan. Kita bisa memilih popok kain berdasarkan desain dan warna sesuai keinginan. Bahkan saat ini kita bisa menemukan popok bayi yang terbuat dari kain yang sudah dilengkapi dengan kancing dan perekat. Selain itu, bentuk dan ukuran popok ini pun beragam dan bisa kita sesuaikan dengan ukuran tubuh bayi. Untuk memenuhi kebutuhan bayi dibutuhkan sekitar 15-20 popok kain. Popok kain bisa dikatakan lebih murah dibandingkan dengan popok sekali pakai, karena popok kain bisa dicuci ulang dan dipakai kembali. Selain itu, popok kain juga bisa disimpan dengan rapi jika sudah tidak digunakan dan bisa dipakai untuk anak anda selanjutnya.

Beberapa orang tua lebih memilih popok yang terbuat dari kain karena dianggap lebih ramah lingkungan. Dengan popok kain maka penumpukan sampah akan menjadi berkurang. Namun meskipun begitu bukan berarti jika popok kain lebih ramah lingkungan. Popok kain harus dicuci sampai bersih dengan menggunakan air dan detergen. Detergen yang digunakan untuk mencuci popok tersebut bisa menjadi limbah untuk lingkungan. Namun, popok kain dianggap lebih aman karena tidak mengandung bahan kimia. Meskipun begitu, popok kain mudah bocor.

Berikut ini tips memilih popok bayi kain dan beberapa hal yang perlu diperhatikan

  • Ketahui terlebih dahulu jenis kain apa yang baik dan tidak baik untuk bayi. Anda bisa bertanya pada bidan untuk mengetahuinya.
  • Ketika membeli popok anda harus sudah mengetahui kualitas dari kain yang digunakan. Perhatikan jenis kain popok tersebut jangan sampai kain dari popok membuat kulit bayi anda teriritasi.
  • Pilihlah popok yang memiliki tali atau perekat. Karena popok tanpa tali atau perekat biasanya memerlukan peniti untuk merekatkannya. Penggunaan peniti pada popok sangat berbahaya karena ditakutkan mengenai bayi.

Hal yang Harus Diperhatikan

  • Hal yang harus anda perhatikan terhadap penggunaan popok kain ini yaitu cara mencucinya.
  • Disarankan untuk mencuci popok ini dengan cara memisahkan dengan pakaian lainnya. Cuci popok kain ini dengan menggunakan detergen lembut dan aman digunakan untuk kulit yang sensitif, serta tidak menimbulkan alergi. Ketika mencucinya gunakan air panas dan bilaslah minimal sebanyak dua kali. Hindari penggunaan pelembut pakaian karena hanya akan menimbulkan ruam pada bayi.
  • Apabila popok basah terkena urine, anda bisa menyimpannya terlebih dahulu pada keranjang tempat pakaian kotor. Namun, jika popok terkena feses harus dibersihkan terlebih dahulu.
  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok.

Tips Memilih Popok Bayi Sekali Pakai

Popok bayi sekali pakai dianggap lebih praktis, sehingga popok ini menjadi pilihan banyak orang tua. Popok sekali pakai juga mengandung gel yang mampu meresap cairan sehingga mampu menahan cairan lebih banyak, sehingga tidak mudah bocor dan tidak perlu diganti terlalu sering. Selain itu, popok sekali pakai akan membuat kulit tetap kering.

Jika anda memilih popok sekali pakai maka dibutuhkan dana yang lebih besar dibandingkan dengan memilih popok kain biasa. Jika sudah penuh atau kotor popok sekali pakai harus dibuang dan tidak bisa digunakan kembali.

Berikut ini tips memilih popok bayi sekali pakai dan beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Pilihlah popok sekali pakai yang berkualitas.
  • Hindari memilih popok yang mengandung pewangi dan zat lainya yang akan membuat kulit bayi teriritasi.
  • Pilihlah popok sekali pakai yang lebih longgar dari ukuran tubuh si kecil.
  • Pilih popok berbahan dasar lembut dan memiliki daya serap yang baik sehingga akan membuat kulit bayi tetap kering dan lembab.

Hal yang Harus Diperhatikan

  • Jika si kecil mengalami ruam atau iritasi, sebaiknya ganti merek popok karena bisa saja ia alergi terhadap merek popok tertentu.
  • Setelah dan sebelum mengganti popok dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah penyebaran kuman.
  • Kosongkan tempat sampah secara teratur untuk menghindari kemungkinan munculnya bau yang tidak sedap.

Tips Mencegah dan Mengatasi Ruam Popok

Penggunaan popok dapat menimbulkan ruam pada bayi. Dimana ruam tersebut dapat terjadi diakibatkan oleh bakteri atau jamur, popok kotor atau basah yang terlalu lama dipakai, adanya gesekan antara kulit bayi dan popok, atau disebabkan karena adanya reaksi alergi terhadap popok yang digunakan. Namun, ruam yang terjadi pada area yang ditutupi oleh popok tersebut dapat diatasi dan dicegah. Berikut ini cara mengatasi dan mencegah ruam popok pada bayi.

  • Sebelum anda mengganti popok bayi anda, maka disarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu, begitu pun sesudahnya.
  • Periksalah popok bayi anda sesering mungkin. Apabila sudah basah atau kotor segeralah ganti popok tersebut.
  • Sebelum menggunakan popok, anda harus memastikan kulit bayi benar-benar kering.
  • Bersihkan kulit bayi dengan menggunakan tisu dan air bersih. Dianjurkan untuk meghindari penggunaan tisu yang mengandung alkohol. Jika sudah, lap lembut bagian tersebut dengan menggunakan kain yang lembut, halus dan kering.
  • Sebelum memakai popok anda bisa mengoleskan salep atau krim. Salep atau krim yang didapat harus berdasarkan resep dari dokter.

Sensitivitas kulit bayi berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita perlu memperhatikan terhadap pemilihan popok secara khusus baik bahan atau jenisnya agar bayi tetap nyaman dan terhindar dari masalah kulit yang disebabkan oleh ketidakcocokan popok. Demikian tips memilih popok bayi.