Cara Memilih Baju Bayi Baru Lahir – Memilih baju untuk bayi baru lahir memang sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap orang tua menjelang persalinan. Hal ini tentu tidak lepas dari apa saja perlengkapan yang harus ada dan juga bagaimana cara memilih baju untuk bayi baru lahir. Untuk itu, berikut ini kami sajikan beberapa tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir yang bisa Anda lakukan ketika membeli perlengkapan bayi!

Tidak dapat dipungkiri bahwa melahirkan adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap ibu. Mengandung janin selama 9 bulan tentu akan terbayarkan dengan lahirnya seorang anak di hidup Anda. Terlebih jika Anda mengandung anak pertama dimana kehadirannya memang sangat diharapkan. Dalam mendekati persalinan tentunya seorang ibu akan disibukkan dengan menyiapkan beberapa perlengkapan bayi dalam menyambut kehadiran bayi tersebut.

Ketika memilih perlengkapan bayi tentunya tidak bisa lepas dari keinginan para ibu baik dalam model ataupun warna serta perlengkapan apa saja yang harus dipersiapkan. Beberapa perlengkapan tentunya harus dipilih sebaik mungkin karena akan dipakai oleh bayi setiap harinya. Seperti halnya memilih baju bayi baru lahir dimana harus memenuhi syarat tertentu. Dalam memilih perlengkapan bayi tentunya ada beberapa tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir yang akan kami sajikan di bawah ini! Baca juga: Ketahuilah Manfaat Sarapan Sereal Gandum Bagi Anak

Cara Memilih Baju Bayi Baru Lahir

cara memilih baju bayi baru lahir

Seperti yang kita tahu bahwa pakaian bayi memang menjadi salah satu perlengkapan yang harus ada menjelang persalinan. Hal ini dikarenakan perlengkapan yang pertama kali digunakan ialah baju. Tentu, ada banyak sekali model baju bayi yang ada di pasaran baik dengan harga mahal ataupun terjangkau. Namun, belum tentu baju bayi dengan harga mahal memenuhi kriteria untuk bayi.

Dalam memilih baju bayi baru lahir tentunya tidak cukup hanya dengan masalah harga, namun juga berhubungan dengan kenyamanan bayi. Bagi bayi kenyamanan memang hal yang sangat penting ditambah lagi bahwa kulit bayi memang masih sensitif sehingga kita jangan sembarangan dalam memilih baju untuk bayi. Beberapa tips dan cara memilih baju bayi baru lahir di bawah ini diharapkan dapat membantu Anda dalam membeli perlengkapan untuk bayi baru lahir. Lihat juga: Bolehkah Bayi 1 Tahun DiBeri Nasi? | Makanan Anak 1 Tahun

Belilah Baju Bayi Dengan Ukuran Besar

Cara pertama yang dapat Anda lakukan ialah dengan mempertimbangkan ukuran baju yang akan dikenakan oleh bayi. Tips dari kami dalam memilih baju bayi baru lahir alangkah baiknya untuk memilih baju bayi dengan ukuran yang lebih besar. Hal ini dikarenakan bayi mengalami pertumbuhan yang cukup pesat sehingga jika Anda memilih baju dengan ukuran yang kecil. Maka, tidak akan terpakai dalam waktu yang cukup lama. Ditambah lagi baju bayi akan ketat sehingga membuat bayi merasa sesak dan juga tidak nyaman nantinya.

Bayi akan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat hingga beberapa bulan. Selain untuk menghindari ukuran baju yang ketat, tentu kita juga belum bisa mengetahui bobot bayi karena masih di dalam kandungan. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk membelin baju dengan ukuran yang lebih besar untuk mengantisipasi ukuran baju bayi yang pas.

Pilih Model Sederhana

Dalam memilih baju bayi tentu kita harus mengabaikan terlebih dahulu dalam hal model. Hal ini karena bayi baru lahir tidak membutuhkan model baju yang lagi tren atau up-to-date. Model baju bayi pada umumnya memang sangat simpel. Janganlah Anda memilih model baju yang rumit karena akan menyusahkan Anda ketika mengenakannya pada bayi. Dalam memilih model baju bayi tentunya Anda harus menghindari untuk memilih model baju yang tidak berkerah. Karena dengan model baju seperti itu tentunya akan menyulitkan bayi untuk bergerak bebas akibatnya membuat bayi merasa terkekang. Dalam memutuskan warna yang akan dipilih tentunya harus sesuai dengan selera Anda dan juga tergantung dari jenis kelamin bayi. Namun, masalah warna pada bayi baru lahir bukanlah masalah yang cukup serius karena apapun warnanya akan sangat cocok untuk bayi baru lahir.

Pilihlan Bahan Katun

Bahan katun untuk baju bayi baru lahir memang lebih cocok. Hal ini dikarenakan baju katun sangat mudah untuk menyerap keringat. Selain itu, baju katun akan membuat tubuh bayi bergerak lebih leluasa dan bayi akan bernafas dengan baik. Perlu Anda perhatikan untuk tidak memilih baju bayi dengan bahan serat yang tinggi karena akan membuat bayi kesulitan  bernafas saat sedang tidur.

Pilih Baju Yang Mudah Dilepas

Bayi memang akan sering mengalami yang namanya buang air besar dan juga buang air kecil. Semua aktivitas tersebut tentunya akan membuat Anda sering mengganti baju bayi. Untuk itu, dalam memilih baju bayi, Anda perlu memperhatikan apakah baju bayi mudah dilepas ataukah tidak. Bayi memang cenderung bergerak dengan bebas sehingga jangan terlalu banyak kancing dan juga ornamen di dalam baju bayi. Hal ini tentu akan merepotkan Anda sendiri ketika membuka dan juga melepas pakaian bayi.

Pilih Bahan Yang Mudah Menyerap Keringat

Cara memilih baju bayi baru lahir yang sangat penting untuk diperhatikan yakni pilihlah bahan yang dapat menyerap keringat. Hal ini dikarenakan kulit bayi baru lahir memang sangat sensitif termasuk pakaian yang dikenakan oleh bayi. Bahan baju bayi memang harus menyerap keringat dengan baik, jika tidak maka akan menyebabkan kulit bayi menjadi iritasi.

Pilihlah Baju Yang Hangat

Baju hangat memang sangat diperlukan oleh tubuh bayi. Hal ini tentu bayi baru lahir memang membutuhkan kehangatan terlebih ketika bayi sedang tidur. Kulit dan tubuh bayi memang masih sangat sensitif sehingga tidak dapat diabaikan bahwa bayi memang membutuhkan baju yang hangat. Baju yang hangat tentunya akan membuat tidur bayi merasa terjaga dan juga nyaman. Selain itu, baju yang hangat juga akan melindungi kulit bayi dari iritasi. Namun, perlu diperhatikan juga untuk tidak memilih baju bayi dengan bahan yang sangat kasar.

Pilih Baju Yang Tipis

Untuk baju yang digunakan sehari-hari oleh bayi tentunya harus memilih baju dengan bahan yang tipis. Ketika siang hari udara memang sangat panas sehingga membutuhkan baju bayi dengan bahan yang tipis. Jika baju dikenakan dengan bahan yang tebal tentunya bayi akan rewel karena merasa kepanasan. Selain itu, baju dengan bahan yang tipis akan mudah dicuci dan mudah kering.

Jangan Memilih Baju Berukuran Pas

Jika Anda memilih baju dengan ukuran yang pas tentunya sangat mungkin bagi bayi untuk tidak dikenakan dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan bayi mengalami pertumbuhan yang cukup singkat sehingga jika baju yang Anda pilih berukuran pas, maka akan membuat bayi tidak akan lama mengenakan baju tersebut. Selain itu, ukuran baju bayi yang terlalu pas akan menyebabkan bayi mengalami iritasi kulit.

Sebagian besar para ibu tentu akan memilih perlengkapan yang terbaik untuk buah hatinya. Begitupula dengan beberapa perlengkapan yang harus dipenuhi oleh seorang ibu dalam mempersiapkan kelahiran. Pastikan Anda mengikuti beberapa tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir di atas untuk memberikan kenyamanan pada bayi.

Daftar Perlengkapan Bayi Yang Harus Dipersiapkan

Setelah kita mengetahui tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir. Tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas mengani daftar perlengkapan bayi yang harus dipersiapkan menjelang kelahiran. Beberapa perlengkapan bayi baru lahir yang harus ada, diantaranya:

Bedong

Perlengkapan bayi pertama yang tentu harus ada ialah bedong. Seperti yang kita tahu bahwa bedong digunakan untuk menghangatkan tubuh bayi. Dalam memilih kain bedong tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti ukuran dan juga bahan yang digunakan. Pada umumnya, kain bedong memiliki ukuran sekitar 110 cm x 90 cm. Akan lebih baik jika Anda memilih kain bedong yang lebar agar dapat dengan mudah untuk membedong bayi. Dalam menyiapkan bedong, Anda setidaknya harus memiliki sekitar 2 lusin. Hal ini karena bayi akan sering mengganti pakaian ketika buang air kecil dan juga buang air besar.

Popok Bayi

perlengkapan kedua yang sangat penting untuk Anda miliki ialah popok. Untuk bayi popok digunakan sebagai celana dan memang akan diganti sesering mungkin. Terlebih jika cuaca dingin, bayi akan sering pipis sehingga mengharuskan kita untuk menggantinya. Pada umumnya, bayi akan mengganti popok lebih sering pada siang hari dibandingkan pada malam hari. Agar menghindari popok bayi yang tidak cukup, setidaknya Anda harus menyiapkan popok sebanyak 3 lusin.

Celana Bayi

Celana memang sangat dibutuhkan oleh bayi setelah popok. Bayi tentunya akan dikenakan celana setelah popok bayi. Pada umumnya, celana bayi yang sering digunakan ialah model celana Pop. Model celana pendek dapat dipakai oleh bayi pada siang hari, sedangkan untuk malam hari harus dipakaikan celana panjang. kebutuhan celana pada bayi baru lahir memang sangat diperlukan dalam jumlah yang cukup banyak karena bayi akan sering buang air kecil.

Kaos Kaki dan Sarung Tangan

Perlengkapan selanjutnya yang harus ada menjelang kelahiran bayi ialah dengan menyiapkan kaos kaki dan juga sarung tangan bayi. Kedua benda ini tentunya berfungsi untuk melindungi tangan dan kaki bayi dari udara dingin. Kedua perlengkapan ini sering kali disepelekan, namun ternyata memiliki peranan yang cukup penting untuk bayi.

Bagaimanapun juga, jika kaki dan tangan bayi kedinginan, maka akan membuat bayi mengalami susah tidur. Selain itu, kaos kaki dan juga sarung tangan bayi berfungsi untuk menghangatkan dan melindungi kuku bayi agar tidak mencakar wajahnya. Dalam memenuhi perlengkapan kaos kaki dan jug sarung tangan bayi, alangkah baiknya jika Anda menyiapkan sekitar 1 lusin kaos kaki dan juga sarung tangan bayi.

Peralatan Mandi Bayi

Bagaimanapun juga, peralatan mandi bayi harus benar-benar diperhatikan. Tentu saja, Anda harus memilih produk sabun dan juga sampo bayi yang aman. Jika kita tidak pintar memilih, maka akan menyebabkan kulit dan tubuh bayi mengalami iritasi. Untuk memilih peralatan mandi bayi, alangkah baiknya jika Anda memilih handuk yang lembut  serta menjaga peralatan mandi tersebut agar tidak terkena kuman.

Selimut

Bagaimanapun juga, bayi baru lahir memang membutuhkan kehangatan. Dalam hal ini selimut bayi memang sangat penting dan termasuk ke dalam salah satu perlengkapan yang harus ada. Selain di rumah, selimut bayi juga memang dibutuhkan ketika berpergian karena dapat melindungi bayi dari cuaca dingin dan juga hembusan angin. Dalam memilih selimut pilihlah bahan yang lembut dan juga nyaman.

Gendongan Bayi

Gendongan bayi tentunya memang sangat perlu untuk digunakan ketika menggendong bayi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini karena ketika bayi digendong dengan tangan akan membuat bayi merasa kurang nyaman sehingga akan membuat bayi Anda menjadi rewel. Untuk itu, gunakanlah gendongan bayi yang didepan. Sedangkan jika Anda ingin menggendong di belakang, Anda tentunya bisa menggunakannya ketika bayi sudah dapat berjalan.

Tempat Tidur Bayi

Agar bayi bisa tidur dengan nyaman, setidaknya persiapkanlah tempat tidur bayi senyaman mungkin. Dalam memilih tempat tidur alangkah baiknya jika dilengkapi dengan kelambu agar dapat melindungi bayi dari sengatan nyamuk. Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini banyak sekali model tempat tidur yang lucu dengan model yang portable sehingga dapat dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Terpal Anti Pipis

Hampir ibu tentunya melengkapi peralatan bayi dengan benda yang satu ini. Perlengkapan bayi ini tentuya digunakan untuk menghindari agar pipis bayi tidak langsung menyerap ke bawah kasur. Benda ini lebih sering disebut sebagai alat bayi. Untuk membeli terpal ini, Anda bisa membeli ukuran terpal dengan ukuran 70 cm x 90 cm agar dapat dengan luas melapisi bagian bawah bayi agar air pipisnya tidak merembes langsung ke kasur. Anda bisa membeli terpal bayi setidaknya dua buah agar dapat digunakan secara bergantian.

Bantal dan Guling Bayi

Biasanya tempat tidur bayi sudah dilengkapi dengan bantal dan juga kasur. Setidaknya bayi Anda membutuhkan 2 bantal dan guling yang ditempatkan di samping bayi. Dalam memilih bantal dan guling bayi, alangkah baiknya jika Anda memilih bahan yang bagus agar tidak mudah kempes dan juga lepek.

Botol Dot

Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI merupakan salah satu sumber nutrisi yang paling baik dalam mendukung perkembangan buah hati Anda. Akan tetapi, tidak semua ibu dapat memberikan ASI yang cukup untuk buah hatinya. Hal ini tentunya disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Untuk itu, diperlukan salah satu cara dan juga alternatif yang bisa Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan ASI si kecil. Memerah ASI dan dimasukkan ke dalam botol yang steril tentunya menjadi langkah yang harus Anda lakukan. Untuk alat sterilisasi, Anda tentunya bisa memilih BPA Free untuk menjaga kesehatan bayi Anda. Setidaknya belilah botol dot bayi sebanyak 4 buah dan 1 alat sterilisasi agar dapat di ganti sesering mungkin. Langkah ini tentunya untuk mencegah agar kuman dan juga virus tidak dapat berkembang di dalam botol bayi.

Kaos Dalam

Kaos dalam atau singlet merupakan pakaian dalam yang digunakan setelah bayi berumur 2 bulan atau tergantung dari bobot badan bayi. Untuk bayi dibutuhkan kenyamanan, maka salah satu alternatif dimana bayi bisa menggunakan singlet. Untuk kaos dalam bayi sebanyak 1 lusin sudah lebih dari cukup.

Demikianlah beberapa perlengkapan bayi baru lahir sekaligus tips dan cara memilih baju bayi baru lahir yang tentu sangat bermanfaat untuk Anda. Semoga bermanfaat!

Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan – Mainan memang sangat direkomendasikan bayi guna merangsang perkembangan kognitif dan juga motoriknya. Mainan tidak hanya membuat si kecil senang, akan tetapi mainan juga bermanfaat menjalankan fungsi otak pada si kecil. Berikut ini kami sajikan beberapa rekomendasi mainan bayi untuk usia 6-12 bulan dan juga tips memilih mainan untuk bayi Anda.

Mainan tentunya menjadi perbincangan yang cukup hangat diantara para orangtua yang memiliki seorang bayi ataupun balita. Membuat si kecil senang dan mengajaknya bermain merupakan kewajiban setiap orangtua. Bermain bagi si kecil adalah suatu aktifitas yang tidak boleh dilewatkan bagi Anda dan juga si kecil setiap harinya.

Di dalam bermain tentunya terdapat beberapa manfaat terutama bagi si kecil. Bermain selain menyenangkan si kecil juga dapat memberikan stimulasi yang tepat bagi tumbuh kembangnya. Tentunya, Anda sebagai orangtua jangan sembarang memilih sebuah mainan sebagai perlengkapan bayi, Anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu apakah permainan tersebut ada manfaatnya untuk perkembangan kognitif si kecil ataukah tidak. Maka dari itu, artikel ini khusus membahas beberapa rekomedasi mainan bayi usia 6-2 yang tepat untuk diberikan kepada Anak Anda.

Rekomendasi Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan

Perkembangan bayi usia 6-12 bulan tentu menjadi masa emas bagi si kecil dimana pada usia ini si kecil sudah mulai dapat menggunakan panca inderanya dengan sangat sempurna. Bayi usia 6 bulan khususnya sudah mulai tertarik dengan suatu benda yang ada disekitarnya terlebih jika benda tersebut berwarna.

Bayi usia 6-12 bulan memang menjadi awal masa bermain anak dengan lingkungan sekitar. Tidak heran jika pada masa ini, bayi usia 6-12 bulan sudah mulai ingin bermain dan memiliki mainan. Mereka akan cenderung mendekati dan juga melirik benda yang menarik disekitarnya.

Oleh karena itu, Anda sebagai orangtua diwajibkan untuk menyediakan mainan bayi usia 6-12 bulan yang tepat. Pasalnya, bayi usia 6-12 bulan sudah memiliki pengetahuan dan juga kemampuan yang meningkat dengan cepat. Akan tetapi, tidak semua mainan dapat menstimulasi perkembangan otak anak Anda. Ada beberapa mainan yang justru tidak memiliki manfaat dalam merangsang otak si kecil. Baca juga: Apa Pentingnya Imunisasi Campak Dan Rubella Untuk Anak Anda

Untuk memberikan Anda referensi ketika berencana memilih mainan bayi usia 6-12 bulan, berikut ini kami sajikan beberapa rekomendasi mainan yang baik dan tepat untuk si kecil, diantaranya:

1.Papan Aktifitas (Activity Board)

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan bayi usia 6-12 bulan yang pertama ini wajib melengkapi koleksi mainan si kecil.Papan aktifitas ini dilengkapi dengan berbagai mainan-mainan diatasnya. Si kecil bisa menggunakan mainan tersebut dengan cara membuka, menutup, memutar, meremas, menggetarkannya dan juga menjatuhkannya. Mainan-mainan tersebut berbentuk unik dan juga berwarna-warni sehingga akan membuat si kecil menjadi lebih tertarik untuk memainkannya.

Tentunya, papan aktifitas ini dapat melatih kordinasi tangan dan juga fungsi sensorik si kecil agar lebih seimbang. Namun, Anda harus berhati-hati dalam memberikan papan aktifitas ini kepada si kecil untuk menghindari kemungkinan sesuatu terjadi seperti pita yang dapat menjerat tangan si kecil atau bagian-bagian kecil mainan yang dapat ditelan oleh si kecil. Anda tentunya harus menemani si kecil dalam bermain menggunakan papan aktifitas ini.

2. Kayu Balok

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan bayi usia 6-12 bulan yang kedua memang sudah tidak asing lagi bagi Anda terutama yang memiliki bayi. Mainan dengan balok kayu ini mengajarkan untuk sedikit menantang kepada anak Anda. Kayu balok ini memberikan media kepada anak untuk menyusun, menjatuhkan dan juga menyusunnya kembali, begitulah seterusnya. Tentunya, Anda harus mengajarkan kepada anak Anda terlebih dahulu bagaimana cara menempatkan balok-balok tersebut ke dalam sebuat wadah. Selain menyusun balok-balok kayu tersebut, Anda dapat juga mengajari anak untuk mengumpulkannya dan juga menumpahkannya kembali. Setelah itu, Anda dapat membiarkan anak Anda untuk berimajinasi sendiri dalam menggunakan mainan balok kayu tersebut.

3. Mainan Berbentuk

mainan bayi usia 6-12 bulan

Dengan benda yang berwarna-warni juga bentuk yang berbeda-beda akan membuat si kecil tertarik. Tentunya, bayi menginginkan sesuatu dengan bentuk yang lebih variatif sperti bentuk segitiga, persegi panjang, bulat, dan juga balok. Anda juga dapat memilih mainan bayi usia 6-12 bulan ini yang dilengkapi dengan balok sehingga si kecil dapat memasukkan bentuk tersebut ke dalam bentuk yang sesuai. Atau Anda juga dapat menyediakan tiang kecil untuk memasukkan bentuk-bentuk tersebut ke dalam tiang tersebut. Proses ini tentunya dapat meningkatkan perkembangan motorik si kecil.

4. Mainan Lampu

mainan bayi usia 6-12 bulan

Bentuk mainan lampu ini dapat berupa center yang terdiri dari beberapa pantulan cahaya yang berwarna-warni di dalamnnya. Dengan mainan tersebut, Anda dapat menyalakan mainan lampu senter tersebut kesegala arah saat si kecil berada pada satu ruangan. Anda dapat memindah-mindahkan sorotan lampu tersebut ke beberapa arah saat si kecil melihat pantulan cahaya tersebut.

Tentunya, Anda harus mengamati mata si kecil saat bergerak mengikuti pantulan lampu senter tersebut. Mainan bayi usia 6-12 bulan ini dapat mengasah kemampuan visual si kecil sekaligus dapat mengenalkan beberapa warna di dalamnya.

5. Soft Teether

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan bayi usia 6-12 bulan ini memang sangat umum digunakan oleh para orangtua dalam memfasilitasi media bermain anaknya. Soft teether atau gigitan lembut ini sangat aman digunakan oleh bayi. Terbuat dari plastik dan juga kain yang dilengkapi dengan karet yang lembut membuat mainan ini sangat direkomendasikan untuk Anda. Soft teether ini biasanya digunakan untuk marangsang pertumbuhan gigi bayi untuk mendorongnya keluar. Selain memiliki tekstur yang lembut dan juga aman, gigitan ini juga dapat mengeluarkan bunyi saat mainan ini diguncangkan.

6. Bola

mainan bayi usia 6-12 bulan

Tidak heran jika banyak orangtua yang memilih bola sebagai media bermain anaknya. Ternyata bola memiliki manfaat yang tidak kalah dari mainan bayi usia 6-12 bulan lainnya. Bola dengan bentuk yang buat tentunya dapat menarik si kecil untuk memainkannya. Berbagai cara dapat dilakukan dalam memainkan bola ini seperti digelindingkan pada arah si kecil atau juga ke arah mana saja sesuai dengan permintaan si kecil.

Jika bayi Anda berusia 12 bulan, mungkin Anda dapat bermain bersama dengan melemparkan bola tersebut kearahnya dan menyuruh anak untuk menangkapnya. Sangat seru bukan bermain dengan si kecil?

7. Media Kardus Bekas

mainan bayi usia 6-12 bulan

Kardus bekas yang sangat mudah ditemukan ini ternyata dapat juga digunakan sebagai media bermain anak. Dengan menggunakan media kardus bekas, Anda dapat menjadikannya mainan membuatnya sebagai benteng atau batas. Buatlah sebuah jalan yang ditandai dengan kardus bekas di sisinya sebagai pembatas. Anda dapat membuatnya dari satu arah ke arah lain dengan jalan yang berliku. Mintalah si kecil untuk melewati jalan tersebut dan jangan sampai merusak ataupun melebihi batas tersebut. Dengan media kardus ini, Anda dapat merangsang perkembangan motorik si kecil dengan mengajaknya berjelajah dan mengajarkan hal yang boleh dilakukan serta hal yang tidak boleh dilakukan.

8. Peralatan Memasak

mainan bayi usia 6-12 bulan

Tentunya, media mainan bayi usia 6-12 bulan ini dikhususkan untuk anak perempuan. Pasalnya, mainan ini digunakan untuk mengikuti ibunya ketika memasak. Mainan peralatan masak ini yang terdiri dari cangkir-cangkir, mangkuk, sendok dan juga peralatan lainnya dengan desain dan juga warna-warna yang menarik dapat membuat si kecil memainkannya dengan senang.

Siapkan tempat yang didesain seperti sebuah dapur mini serta letakkan sebuah meja untuk menaruh peralatan memasaknya. Anda harus ikut bermain dengan anak Anda. Namun, biarkanlah ia untuk mengekplorasi apa yang akan ia lakukan, kemungkinan besar si kecil akan menuruti ibunya ketika sedang memasak.

9. Buku

mainan bayi usia 6-12 bulan

Berikan mainan yang satu ini kepada si kecil dengan buku yang bergambar disertai dengan warna-warna yang menarik untuk dilihat. Buku tentunya tidak dapat diabaikan akan manfaatnya. Buku dapat dijadikan sebagai media bermain anak yang efektif untuk mengembangkan motorik dan juga otak si kecil.

Dengan buku, Anda dapat membacakan cerita dongeng terutama pada bayi usia 12 bulan. Atau, Anda juga dapat memilih buku dengan media yang timbul sehingga si kecil dapat merabanya dengan mudah. Buku yang timbul tersebut dapat bergambar karakter hewan, buah-buahan dan juga gambar lainnya yang ada disekitar kita. Dengan begitu, si kecil akan terus mencocokkan benda yang ada pada buku dengan benda asli yang ada disekitar kita. Sehingga si kecil akan mengingat benda yang ada pada buku dengan benda yang dilihatnya secara langsung.

10. Boneka Tangan

mainan bayi usia 6-12 bulan

Terkadang para orangtua sering mengabaikan mainan yang satu ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi memang menyukai boneka. Maka dari itulah kenapa boneka tangan dapat dijadikan media mainan bagi si kecil. Boneka tangan ini dapat dijadikan mainan yang bervariatif.

Boneka tangan ini terutama yang berbentuk unik akan mengundang perhatian si kecil untuk memainkannya. Anda juga dapat memasukkan tangan Anda ke dalam boneka tersebut, lalu bicaralah dengan si kecil menggunakan nada berbeda yang akan membuat si kecil tertawa. Media ini tentunya akan menjalin komunikasi Anda dengan di kecil dan juga dapat menstimulasi percakapan dan juga kemampuan bicara si kecil.

11. Mainan Pencet

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan yang ketika dipencet mengeluarkan bunyi tertentu juga dapat menjadi pilihan Anda dalam melengkapi mainan bayi usia 6-12 bulan ini. Pada umumnya, mainan pencet ini terbuat dari bahan-bahan sepertu plastik, karet dan juga kain dengan bentuk yang sangat beragam.

Mainan pencet ini akan membangun motorik dan juga kognitif si kecil dalam hubungannya dengan sebab-akibat. Ketika mainan tersebut dipencet, maka akan mengeluarkan bunyi. Namun, ketika dibiarkan, maka tidak akan berakibat apa-apa. Anda juga dapat bermain-main dengan si kecil dengan mentransfer mainan pencet tersebut dari satu tangan ke tangan lainnya. Sehingga si kecil akan memperhatikan dan juga mengamati pergerakan benda tersebut.

12. Mainan Putar Musik

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan putar musik ini dapat berbentuk tokoh kartun kesukaan si kecil ataupun tokoh binatang. Bentuk maianan ini apabila dinyalakan akan menghasilkan alunan musik ataupun suara-suara yang sekiranya tepat untuk didengarkan oleh si kecil. Cara bermainnya, Anda dapat menyimpan mainan tersebut disuatu tempat tersembunyi, lalu nyalakan mainan tersebut. Secara otomatis si kecil akan mendengarkan dan juga mencari dimana sumber bunyi tersebut berada. Jika si kecil berhasil menemukan sumber suara tersebut, maka Anda dapat memberikannya pujian. Mainan putar musik ini dapat membantu perkembangan syaraf-syaraf pada otak si kecil.

Tips Memilih Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan

Meskipun memang para orangtua dianjurkan untuk memberikan mainan pada anaknya, terutama bayi yang berusia 6-12 bulan. Akan tetapi, orangtua haruslah cerdas dalam memilih mainan untuk si kecil karena tidak semua mainan bermanfaat bagi perkembangan si kecil. Untuk itu, para orangtua disarankan untuk memilih mainan bayi usia 6-12 bulan dengan mengkuti tips dibawah ini, diantaranya

1.Pilih Warna Yang Cerah

Kita semua tahu bahwa benda yang memiliki warna yang cerah akan lebih menarik dibandingkan dengan warna yang cenderung gelap.  Warna yang cerah memang memiliki daya tarik tersendiri bagi kita yang melihatnya. Begitupun bagi bayi usia 6-12 bulan. Mereka akan cenderung mengamati suatu benda dengan warna yang cerah dan juga terang sebagai bahan mainannya.

Pasalnya, warna yang cerah akan memberikan rangsangan visual yang akan menstimulasi perkembangan motorik bayi. Si kecil akan selalu melirik warna yang lebih cerah dibandingkan dengan warna yang gelap. Oleh karena itu, jika Anda benar-benar ingin membuat motorik si kecil berkembang dengan cepat, berikanlah ia mainan dengan warna yang cerah dan juga terang.

2. Pilihlah Ukuran Yang Tidak Terlalu Kecil

Mainan dengan ukuran yang kecil memang bukanlah sesuatu yang dilarang , jika memang mainan itu memiliki fungs untuk merangsang perkembangan otak bayi. Akan tetapi, demi menghindari hal yang tidak diinginkan seperti tertelan atau lainnya. Tentunya, rentang usia 6-2 bulan belum dapat membedakan mana makanan yang boleh dimakan ataupun makanan yang dilarang. Jika memang memungkinkan, alangkah baiknya jika Anda memilih mainan bayi usia 6-12 bulan dengan ukuran yang cukup besar.

3. Pilihlah Mainan Dengan Tekstur Lembut

Bagaimanapun juga bayi usia 6-12 bulan akan selalu memasukkan apapun ke dalam mulutnya tanpa mengetahui  benar atau tidaknya, terutama jika bayi baru mengalami tumbuh gigi. Ia akan selalu merasa gatal pada gusinya sehingga akan selalul menggigit benda apapun yang ada disekitarnya. Untuk itu, sebaiknya Anda memilih mainan gigitan dengan tekstur yang lembut dan juga tidak keras. Hal ini dikarenakan mainan yang keras ketika digigit akan membahayakan bagi gigi dan gusi bayi.

4. Pilih Mainan Dengan Bentuk Variatif

Anda juga tidak dianjurkan untuk memilih mainan bayi usia 6-12 bulan dengan warna ataupun dengan bentuk yang sama. Hal ini selain akan membuat bayi Anda bosen, mainan dengan bentuk yang sejenis kurang merangsang dan menstimulasi perkembangan motorik bayi. Bagaimanapun juga perkembangan motorik bayi didapatkan jika ia menerima stimulasi dan juga rangsang dari luar baik dengan warna ataupun dengan bentuk.

5. Pastikan Mainan Bayi Usia 6-12 bulan Bersih

Poin terakhir ini memang menjadi faktor utama dalam setiap bidang apapun. Utamakan kebersihan, begitulah slogan yang kerap muncul di lingkungan kita. Terlebih bagi mainan bayi usia 6-12 bulan haruslah dijaga akan kebersihan dan juga kehiginiesannya. Pastikan Anda memilih mainan yang bersih untuk si kecil. Jika sering digunakan, Anda dapat mencuci mainan tersebut secara berkala untuk menghindari kotorang yang menempel di dalamnnya.

Beberapa mainan bayi usia 6-12 bulan yang telah kami sajikan diatas, diharapkan akan membantu Anda menemukan referensi dalam memilih dan membeli mainan untuk si kecil.  Pastikan bahwa Anda telah memperhatikan hal-hal yang harus Anda lakukan saat membeli mainan bayi terutama bagi perkembangan motorik dan juga kognitif bayi Anda. Semoga bermanfaat!

Seberapa Sering Bayi Perlu Mandi dan Keramas? – Kegiatan memandikan bayi baru lahir seringkali menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendebarkan untuk setiap ibu baru. Tak jarang, hal ini membuat mereka meminta bantuan orang lain untuk dapat melakukannya. Termasuk pada saat mencuci rambut bayi. Namun sebenarnya, apakah memandikan bayi dan mengeramasi rambutnya perlu dilakukan tiap hari? Simak jawabannya dibawah ini.

Sama halnya dengan orang dewasa bayi baru lahir akan perlu untuk dibersihkan tubuhnya dari kotoran dan debu. Oleh karenanya, mandi menjadi kegiatan penting pada bayi yang seringkali dilakukan oleh orangtuanya.

Untuk ibu baru dengan pengalaman yang minim kegiatan memandikan bayi bisa menjadi ritual yang menakutkan. Mereka khawatir tubuh bayi yang masih kecil berdekatan dengan sabun akan membuat si kecil tergelincir saat dimandikan. Tak heran hal ini membuat ibu baru lebih memilih mempercayakan memandikan bayi pada orang lain.

Akan tetapi, ketika anda sudah menguasai hal ini dengan baik mungkin kegiatan yang satu ini bisa sangat menyenangkan untuk dilakukan. Membasahi tubuh si kecil dengan air hangat, memberikan shampo pada rambut halusnya dan lain sebagainya. Nah, dari rangkaian kegiatan ini anda mungkin bertanya-tanya apakah bayi perlu dimandikan dan dikeramas setiap hari? Mari kita simak jawabannya dibawah ini.

Seberapa Sering Bayi Perlu Mandi dan Keramas?

Seberapa Sering Bayi Perlu Mandi dan Keramas?

Bila orang dewasa aktif melakukan rutinitas dan kegiatan yang membuat mereka sering berkeringat. Maka lainnya halnya dengan bayi yang masih belum aktif bergerak. Hal ini mungkin membuat tubuh bayi tidak akan memproduksi banyak kotoran.

Selain itu, bayi yang ada didalam ruangan seringkali tidak terpapar dengan debu sebanyak orang dewasa. Masalah ini mungkin membuat sebagian ibu bertanya-tanya seberapa sering bayi perlu mandi dan keramas?

Nah, jawaban ini dikemukakan oleh dokter Margareta Komalasari SpA dari Rumah Sakit Pusat Pertamina dan Brawijaya Women & Children Hospital. Pernyataan ini sebagaimana dikutip dari tribunnews.com mengatakan bahwa bayi harus mandi dan keramas setiap hari.

Meskipun bayi tidak melakukan banyak aktivitas dan tubuhnya tidak sekotor orang dewasa. Namun memandikan bayi dan mengeramasnya menjadi kegiatan yang penting.

Mengapa Bayi Perlu Mandi dan Keramas Setiap Hari?

Sang dokter menjelaskan meski tubuh bayi tidak terpapar dengan bakteri dan debu yang banyak. Akan tetapi kelenjar keringatnya sudah mulai bekerja pada usia ini. Lalu, ada juga kegiatan menyusui yang penting untuk diperhatikan dengan baik. Bila tidak bersih pada saat menyusui kondisi ini akan membuat kulit bayi mengalami gatal-gatal.

Sementara itu, untuk anak balita yang sudah mulai aktif bergerak. Orangtua cukup memandukan dan mengeramasi merak dua kali dalam sehati. Takaran ini tentunya dapat anda seusaikan dengan kebtuuhan. Selain itu, tingkat keaktifan si balita pun dapat mempengaruhi seberapa sering anda perlu memandikan mereka.

Ketika si balita aktif bergerak dan seringkali terlibat dengan permainan yang kotor atau berlumpur. Maka penting sekali untuk ibu dapat memperhatikan masalah ini dengan baik. Bersihkan putra putri anda dengan memandikannya dengan rutin minimal 2 kali dalam satu hari.

Sementara itu, untuk bayi baru lahir sebenarnya memandikan dan mengeramasi rambutnya cukup dilakukan satu kali dalam satu hari saja. Hal ini hanya bertujuan untuk membersihkan debu dan bakteri yang mungkin menempel pada tubuhnya saja.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan kali ini. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu ibu mengetahui jawaban dari seberapa sering bayi perlu mandi dan keramas dengan baik.

Diperlukan persiapan khusus untuk perencanaan kamar bayi. Ketahui, beberapa tips mempersiapkan kamar bayi yang aman dan tepat.

Dalam menyambut kelahiran sang buah hati, banyak hal yang perlu dipersiapkan, salah satunya yaitu kamar bayi. Pemilihan atau perencanaan kamar tidur yang tepat adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan untuk menunjang kesehatan dan tumbuh kembang bayi anda. Pertumbuhan dan perkembangan bayi akan berlangsung saat tidur. Untuk itu, penting membuat tidurnya berkualitas. Dimana salah satu cara agar tidur bayi berkualitas yaitu dengan memperhatikan kenyamanan kamar tidurnya.

Kamar untuk bayi baru lahir sebaiknya tidak terpisah dengan kamar tidur anda. Apabila ruangan atau kamar tidur anda cukup luas, maka anda dapat menempatkan tempat tidurnya di pinggir tempat tidur anda. Ini dilakukan agar anda dapat menjaga keamanan bayi anda sepenuhnya ketika malam hari.
Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan untuk melatih kemandiriannya, maka anda bisa mempersiapkan tempat tidur bayi anda dengan ruangan yang berbeda dengan ruangan tempat tidur anda.

Tips Mempersiapkan Kamar Bayi

Tips Mempersiapkan Kamar Bayi

Berikut ini beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk merencanakan kamar bayi:

Mempertimbangkan Lokasi

Dalam mempertimbangkan lokasi kamar bayi, maka sebaiknya pilihlah lokasi yang dekat dengan kamar tidur anda. Sehingga akan memudahkan anda menghampiri si kecil ketika malam hari. Anda harus memastikan bahwa ruangan yang dijadikan untuk kamar tidur bayi anda memiliki ventilasi yang baik, memiliki pencahayaan alami saat pagi hari dan memiliki pertukaran udara.

Dekorasi

Desain kamar untuk bayi anda baiknya disesuaikan dengan gaya rumah anda. Anda dapat mendesain kamar bayi anda yang mencerminkan kepribadian anda agar anda merasa lebih nyaman dan tenang ketika berada di kamar si kecil.

Tema

Tentukan tema sesuai dengan jenis kelamin anak anda.

Buat Kamar Bayi Menjadi Nyaman dan Simple

Anda dapat menentukan apakah kamar baik untuk si kecil atau tidak sesuai dengan suasana yang anda rasakan. Siapkanlah kamar untuk bayi anda yang nyaman dan simple. Hal ini berkaitan dengan tambahan aksesoris yang mungkin akan mendukung kamar bayi anda. Hindari terlalu banyak menggunakan aksesoris karena hanya akan membuat ruangan terkesan sempit, serta tidak akan membuat ruangan terasa nyaman. Pilihlah tambahan aksesoris sesuai dengan usia bayi anda.

Warna Kamar Bayi

Ada baiknya jika anda memilih warna yang menenangkan untuk kamar bayi anda. Biasanya seiring dengan pertumbuhan anak anda, ia sudah memiliki warna favorit, ia akan menentukan warna kamarnya sendiri. Warna yang menenangkan untuk bayi yang bisa anda jadikan pilihan di antaranya yaitu merah muda, cream atau biru muda.

Dekorasi Sesuai dengan Pertumbuhan Bayi

Dalam mendekorasi kamar untuk bayi anda, maka anda harus mempertimbangkan berapa lama dekorasi tersebut dapat diminati oleh bayi anda. Untuk perencanaan kamar bayi baru lahir, alangkah lebih baiknya jika anda menggunakan dekorasi yang simple. Anda dapat memilih dinding stiker yang bisa dengan mudah diganti. Selain itu, harganya pun relatif murah.

Ciptakan Kamar yang Aman Untuk Bayi

Sebisa mungkin ciptakan kamar untuk bayi anda yang aman dan nyaman. Keamanan kamar bayi biasanya memiliki hubungan dengan aksesoris. Pastikan kamar bayi anda aman dari benda-benda atau aksesoris yang dapat membahayakannya.

Perhatikan Keseimbangan Bentuk dan Fungsi

Dalam pemilihan benda-benda untuk kamar bayi anda, ketahui apa saja fungsi dari benda-benda tersebut sehingga anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang menunjang perkembangannya. Hindari pemilihan benda-benda yang anda rasa tidak memiliki fungsi yang optimal.

Anda dapat merencanakan atau mempersiapkan kamar bayi anda sesuai dengan keinginan anda. Persiapkanlah kamar bayi yang aman dan nyaman, serta tetap mempertimbangkan kesehatannya.

Tips Memilih dan Mempersiapkan Tempat Tidur Bayi

Selain perencanaan kamar, tempat tidur bayi perlu diperhatikan. Berikut ini, tips memilih tempat tidur bayi:

  • Anda dapat memilih tempat tidur bayi atau ranjang bayi yang terbuat dari bahan stainles, bukan besi. Ini dilakukan untuk mencegah karat yang dapat membahayakan kesehatan bayi anda.
    Sebaiknya sesuaikan ukuran tempat tidur bayi anda dengan usianya. Hindari memilih tempat tidur bayi yang terlalu luas atau terlalu sempit.
  • Pilihlah ranjang bayi dengan matras yang mudah diatur. Ini dilakukan agar dapat disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan bayi anda. Matras bisa sedikit ditinggikan untuk bayi baru lahir. Saat usia bayi semakin besar, maka posisi matras bisa direndahkan sebagai upaya untuk mencegah agar si kecil tidak terjatuh.
  • Anda harus memastikan tidak ada celah di antara ranjang dan kasur bayi anda untuk menghindari bayi terjepit.
  • Periksalah dengan berkala baud-baud yang menyangga ranjang bayi anda. Pastikan baud tidak longgar dan berada pada kondisi yang benar.
  • Hindari memilih ranjang bayi yang dilengkapi pintu di bagian samping karena akan meningkatkan risiko bayi terjatuh.
  • Untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk, maka anda dapat menggunakan kelambu untuk menutupi ranjangnya. Pilih kelambu yang ukurannya lebih panjang dibandingkan dengan ranjang agar dapat menutupi semua bagian tempat tidur bayi.
  • Dalam memilih perlengkapan tidur si kecil seperti misalkan sprei dan selimut, maka sebaiknya pilihlah yang berbahan katun yang lembut. Hindari memilih selimut berbulu karena akan meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi.

Tidak sedikit orangtua melakukan kesalahan mencuci botol susu bayi. Agar tidak terulang, penting mengetahui apa saja kesalahan mencuci botol susu bayi.

ASI atau air susu ibu merupakan makanan terbaik untuk bayi. Nutrisi terbaik berada dalam ASI yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Mengetahui seperti itu, seorang ibu akan berusaha memberikan ASI yang berkualitas untuk bayinya.

Namun, terkadang pemberian ASI pada bayi terhambat karena berbagai sebab. Karena alasan tersebut membuat ibu tidak bisa menyusui atau memberikan ASI langsung pada buah hatinya. Sehingga memaksa ibu untuk memberikan ASI perah atau susu formula dengan memanfaatkan botol susu dan dot sebagai medianya.

Kesalahan mencuci botol susu bayi

Memberikan ASI atau susu formula dengan botol susu pada bayi harus memperhatikan beberapa hal, dimana salah satunya yaitu kebersihan dari botol susu itu sendiri. Mencuci botol susu harus dilakukan dengan benar dan teliti agar tidak ada kotoran tersisa yang akan menyebabkan masalah kesehatan pada bayi.

Namun, ketika mencuci botol susu bayi tidak sedikit orangtua yang melakukan kesalahan. Kesalahan mencuci botol susu akan berakibat fatal untuk bayi. Dari banyaknya masalah kesehatan yang rentan dialami oleh bayi, diare pada bayi merupakan salah satunya. Berdasarkan data dari WHO, terdapat sekitar 1,5 juta balita di dunia yang meninggal dalam setiap tahunnya karena diare. Sehingga diare dianggap menjadi penyebab kematian anak balita paling besar kedua.

Diare dapat disebabkan karena banyak kuman dan virus berbahaya yang masih tertinggal dalam botol susu, sehingga akhirnya akan menyebabkan bayi jatuh sakit. Sistem imun bayi masih belum sempurna sehingga wajar saja jika ia mudah sakit, dan sudah menjadi tugas orangtua untuk selalu menjaga kesehatannya dengan memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengannya salah satunya dot dan botol susu bayi.

Untuk menghindari kesalahan mencuci dot bayi dan botol susunya yang mungkin tidak anda sadari, simak beberapa kesalahan seperti berikut ini.

Kesalahan Mencuci Botol Susu Bayi

Berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan tidak disadari orangtua ketika mencuci dot bayi:

Tidak Mencuci Tangan

Sebelum mencuci dot dan botol susu bayi penting untuk mencuci tangan terlebih dahulu, karena bisa saja bibit penyakit berasal dari tangan anda. Kuman penyebab penyakit dari tangan bisa berpindah ke dalam dot dan menjadi sumber penyakit untuk si kecil. Namun, tidak sedikit orang tua yang mengabaikannya atau lupa tidak mencuci tangan terlebih dahulu.

Tidak Membersihkan Dot dengan Tepat

Ketika mencuci dot bayi, mungkin sebagian orangtua hanya fokus saja pada bagian dalam dot dan dot itu sendiri. Hal seperti ini seringkali membuat bagian-bagian yang lainnya tidak diperhatikan, seperti misalkan gelang dot atau leher pengencang dot pada botol. Seharusnya saat membersihkan dot dan botol susu bayi, semua bagian harus dibersihkan dengan menyeluruh, dilepas untuk kemudian dibersihkan satu persatu agar kotoran dapat dibersihkan dengan tuntas.

Tidak Teliti

Seringkali orang beranggapan bahwa dengan merendam botol susu di dalam air panas kuman dan bakteri di dalamnya sudah hilang. Namun faktanya tidak seperti itu, karena bisa saja pada bagian tertentu masih terdapat bakteri dan kuman, namun tidak terlihat oleh kasat mata. Untuk itu, ketika mencuci dot bayi diperlukan ketelitian untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Mencuci Tidak Menggunakan Air Mengalir

Mencuci botol susu seharusnya dilakukan di bawah air mengalir. Pasalnya, hanya merendam botol susu saja tidak akan membuat bakteri atau kotoran dalam dot hilang. Bahkan hal tersebut justru hanya akan membuat kotoran dan bakteri menempel kembali pada dot.

Setelah Disterilisasi Botol Susu Direndam Lama

Merendam botol susu cukup lama setelah dilakukan sterilisasi tidak disarankan. Karena hanya akan membuat sterilisasi yang dilakukan menjadi percuma karena akan membuat bakteri dan kuman kembali menempel pada botol. Setelah dilakukan sterilisasi sebaiknya botol susu ditiriskan terlebih dahulu, kemudian dikeringkan dengan menggunakan lap khusus botol susu dan simpan di tempat yang bersih.
Itulah kesalahan yang sering dilakukan ketika mencuci dot bayi. Simak cara aman mencuci botol susu bayi di bawah ini:

Cara Aman Mencuci Botol Susu Bayi

  1. Cuci tangan sampai bersih dengan menggunakan sabun sebelum mencuci botol.
  2. Lepaskan seluruh bagian botol, kemudian tuangkan cairan pembersih khusus pada tiap-tiap bagian botol. Agar proses mencuci menjadi lebih mudah, anda dapat menambahkan sedikit air.
  3. Bersihkan dasar botol susu menggunakan sikat halus dengan arah atau gerakan memutar. Untuk membersihkan sisi dalam botol, anda dapat menggerakan sikat dengan arah naik turun. Kemudian lanjutkan pada bagian bibir dalam botol. Anda dapat menggunakan sikat kecil sehingga dapat menjangkau setiap celah pada tutup botol agar kotoran dapat dibersihkan dengan tuntas.
  4. Jika seluruh bagian botol sudah anda bersihkan, maka anda dapat melanjutkan ke bagian lainnya, yakni bagian gelang dot. Untuk membersihkan seluruh bagian gelang dot, anda dapat memanfaatkan sikat kecil, terlebih lagi untuk bagian ulir di dalamnya yang biasanya sering terlupakan. Bersihkan dot dengan menggunakan sikat yang sama. Saat membersihkan dot, pastikan bahwa tidak ada sisa susu atau kotoran lainnya yang masih tertinggal.
  5. Untuk bagian tutup botol susu, anda dapat mencucinya dengan menggunakan spons pembersih. Bersihkan hingga bagian dalamnya.
  6. Untuk botol yang sudah dibersihkan dengan menggunakan sabun, anda dapat membilasnya dengan menggunakan air. Pastikan gunakan air mengalir untuk membilas botol susu tersebut. Hindari kesalahan mencuci botol susu dengan merendamnya dalam wadah karena akan membuat kotoran kembali menempel.

Proses sterilisasi botol susu bayi:

  1. Jika proses mencuci botol susu sudah selesai, anda dapat melanjutkan pada proses sterilisasi. Cara mensterilkan botol susu bayi bisa dilakukan dengan beberapa metode. Namun, cara paling sederhana yang biasanya digunakan yaitu dengan metode perebusan. Pertama, rebus air dalam panci hingga mendidih. Kemudian, matikan api kompor dan diamkan setiap bagian botol susu yang sudah dicuci dalam panci selama kurang lebih 15 menit. Jika anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal, maka anda dapat memanfaatkan air mineral. Pasalnya, kualitas air keran dalam setiap rumah tidak sama. Jika proses sterilisasi tidak dilakukan dengan perebusan, anda dapat menggunakan alat sterilisator.
  2. Jika sudah, angkat botol susu dengan menggunakan penjepit, lalu tiriskan. Keringkan botol susu dan perlengkapan yang lainnya dengan menggunakan handuk atau lap khusus. Simpan botol susu yang sudah dibersihkan dalam tempat yang bersih. Hindari merendam botol terlalu lama dalam panci, terutama jika air kembali dingin karena hanya akan membuat kuman kembali menempel.

Mencuci botol susu dengan cara yang aman dan tepat akan mengurangi risiko si kecil mengalami masalah kesehatan yang disebabkan karena kurang terjaganya kebersihan botol susu. Untuk itu, hindari kesalahan mencuci botol susu bayi dan cucilah dengan cara yang aman dan tepat.