Perkembangan Bayi Usia 13 Bulan – Perkembangan yang sangat menakjubkan ketika melihat si kecil tumbuh dengan baik sesuai usianya. Pada usia ini perkembangan yang mulai mencolok bahwa bayi usia 13 bulan sudah dapat berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Kenali yuk perkembangan bayi usia 13 bulan berikut ini!

Hari-hari berjalan begitu cepat, padahal tiupan lilin ulang tahun si kecil baru saja dipadamkan sebulan yang lalu saat usia bayi memasuki 12 bulan atau 1 tahun. Bulan inilah bayi mulai memasuki tahun kedua dalam hidupnya. Inilah saatnya Anda melihat perkembangan bayi Anda dengan hal-hal yang lebih menakjubkan dibanding usianya pada bulan sebelumnya.

Tentunya, memiliki seorang bayi yang sehat dan tumbuh dengan baik sesuai dengan usianya merupakan dambaan setiap orang tua. Mungkin waktu terasa cepat berlalu sejak Anda melahirkan sampai pada usia si kecil memasuki 13 bulan. Melihat perkembangan si kecil dengan baik merupakan hadiah paling terindah dalam hidup. Pasalnya, perkembangan bayi usia 13 merupakan awal dari si kecil memasuki usia 2 tahun.

Perkembangan Bayi Usia 13 Bulan

perkembangan bayi usia 13 bulan

Usia 13 tahun dapat dikatakan sebagai awal si kecil memasuki 2 tahun. Pada usia inilah si kecil mulai berkembang sesuai dengan usianya. Keinginan berkomunikasi dengan orang-orang sekitar menjadi bukti bahwa bayi 13 bulan berkembang dengan baik.

Apakah Anda saat ini tengah memiliki seorang bayi usia 13 bulan? Perkembangan apa saja yang diberikan oleh bayi Anda? Atau Apakah bayi Anda sudah dapat melakukan hal-hal diluar dugaan Anda?

Tentu, pertanyaan tersebut seringkali Anda dapatkan ketika bergaul dalam lingkungan masyarakat. Ini menjadi PR besar bagi Anda untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat sesuai dengan perkembangan anak Anda. Namun, terdapat sebagian orangtua yang tidak mengetahui dan tidak melihat perkembangan bayi usia 13 bulan dengan baik. Mereka seaakan tidak memperhatikan perkembangan bayinya, padahal mereka menunjukan prilaku yang menunjukan bahwa mereka benar-benar berkembang sesuai dengan usianya.

Nah, jika Anda ingin mengetahui perkembangan apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh bayi usia 13 bulan ini, berikut kami sajikan beberapa ciri dan aspek perkembangan bayi usia 13 bulan yang mungkin saat ini ditunjukkan oleh anak Anda. Baca juga:  Menu Makanan Bayi 13 Bulan

Perkembangan Fisik dan Prilaku Bayi

perkembangan bayi usia 13 bulan

Ketika bayi memasuki usia 13 bulan, tentu  bayi mengalami perubahan fisik. Mulai dari lebih tinggi dan lebih besar jika dibandingkan dengan usia sebelumnya. Perkembangan fisik ini tidak hanya berbicara soal perubahan fisik pada tubuh bayi, namun juga tingkah laku dan prilaku pada bayi dimana dia sudah mulai melakukan hal-hal yang ia inginkan. Berikut kami sajikan prilaku bayi usia 13 bulan secara spesifik:

1.Mulai Berjalan

Perkembangan bayi usia 13 bulan memang kerap ditandai dengan kemampuan seorang bayi yang sudah bisa berjalan. Meskipun ia mengalami jatuh berkali-kali, namun ia tetap ingin berjalan kesana kemari tanpa mengetahui keadaan. Misalnya, ia tetap berjalan  meskipun bidang tersebut tinggi atau rendah. Pasalnya, bayi usia 13 bulan belum dapat menaksir jarak dan tempat dengan tepat. Ia hanya ingin melakukan hal-hal yang memang ia inginkan tanpa takut apapun. Itulah sebabnya bayi usia 13 bulan dapat mengalami jatuh berkali-kali dan tampak limbung ketika ia sedang berjalan. Namun, bayi usia 13 bulan diberi tulang yang cukup fleksibel, meskipun tampak sedikit melengkung.

Ketika Anda mendapati bayi Anda berjalan dan jatuh, lalu berjalan dan jatuh lagi. Anda tidak usah merasa risau karena ini merupakan fase dimana anak Anda mengembangkan proses berjalannya dengan baik. Lebih baik lagi, seringlah mengajak anak Anda untuk berjalan diatas tanah, pasir dan rumput agar dapat memahami lingkungan diuar sana sehingga anak Anda dapat tumbuh baik dengan alam. Namun, Anda harus memperhatikan juga keadaan pijakan anak Anda dari benda-benda tajam dan hewan yang dapat melukainya.

Pada usia ini, anak Anda akan mulai mendorong barang-barang disekitarnya yang dapat ia gunakan seperti kursi, ember, tempat sampah dan benda-benda lainnya. Keinginan anak usia 13 tahun tidak dapat dicegah, karena ia ingin melakukan penjelajahan suatu tempat dengan sangat antusias. Anda dapat melihat seakan-akan energi dan tenaga pada tubuhnya dia pernah habis dan ia tidak merasakan kelelahan sedikitpun.

2. Mulai Mengacak-acak Benda Di Sekitar

Mungkin perkembangan ini menjengkelkan Anda ketika bayi sudah dapat mengacak-acak benda disekitarnya terutama rumah. Si kecil akan selalu mengacak-ngacak benda-benda yang Anda miliki, tidak terkecuali peralatan kosmetik Anda. Mungkin anda pernah mengalami atau sering mangalami ketika Anda sedang berdandan, si kecil ikut andil untuk merusak peralatan Anda dengan menjatuhkannya dan mengacaknya.

Tentu, moment ini merupakan moment dimana Anda akan merasa jengkel kepada bayi Anda. Mereka mulai mengacak-ngacak benda-benda di dapur, ruang keluarga bahkan mencabut tanaman dihalaman depan. Pada usia ini, sulit sekali bagi Anda membuat sebuah rumah tampak bersih dan rapi karena fase ini masa dimana keingintahuan (curiosity) anak Anda meningkat. Ia tidak bosan-bosannya membuka dan menutup lemari untuk mengelurkan isi didalamnya. Bahkan ia akan melemparkannya kesegala arah yang ia mau.

Namun, hal ini tentu wajar bagi anak Anda yang berusia 13 bulan. Diharapkan Anda jangan merasa jengkel apalagi memarahi anak Anda yang justru perkembangan ini menjadi fase berkembangnya otak si kecil. Ketika Anda mendapati hal ini, lebih baik Anda mengarahkan si kecil untuk membereskan kembali apa yang sudah diacak-acaknya dengan diberikan contoh terlebih dahulu. Memang tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan, namun dengan cara ini daapt menumbuhkan pengertian dan kebiasaan nantinya pada mereka untuk membereskan mainan dan benda  apapun kembali.

3. Mulai Mencoret-Coret Apapun

perkembangan bayi usia 13 bulan

Perkembangan pada bayi usia 13 bulan dapat dikatakan sebagai fase yang mengagumkan. Pada fase ini, seorang bayi usia 13 bulan sudah dapat memegang krayon meskipun tidak benar dan tepat. Dengan kemampuannya dalam memegang alat tulis, ia akan mulai bereksplorasi menggunakan alat tersebut. Tak heran jika Anda mendapati tembok yang penuh coretan yang tidak jelas dan sembrawut. pada masa ini, si kecil sudah mulai ingin mengaplikasikan khayalan yang ada dipikirannya dengan alat tulis tersebut. Meskipun pada kenyataannya, hasil coretan tersebut tidak jelas. Mereka hanya mencoret dengan sebuah garis yang tidak beraturan.

Ketika mendapati alat tersebut, ia tidak sungkan-sungkan untuk mencoret-coret benda atau kertas-kertas disekitarnya, meskipun itu buku yang sangat penting bagi Anda. Ia akan bereksplorasi keberbagai tempat untuk mencoret-coret benda tersebut. Ketika ia menghasilkan sebuah coretan pada sebuah benda, ini menjadi hal yang menakjubkan bagi merek sehingga mereka akan terus mengulangi kegiatan tersebut.  Untuk menghindari si kecil mencoret-coret benda yang Anda miliki, lebih baik persiapkan kertas khusus sebagai medianya terlebih dahulu dan jauhkan benda-benda yang penting bagi Anda.

4. Mulai Menyusun

Pada perkembangan ini bayi usia 13 bulan sudah dapat diajak bermain. Ia sudah mulai tertarik pada sesuatu yang menurutnya menarik. Si kecil akan berusaha untuk memegang benda-benda yang menarik baik berdasarkan bentuk dan warnanya. Ia akan menghampiri benda tersebut dan akan bermain dengannya.

Seperti balok-balok yang berwana-warna yang dapat disusun membentuk sesuatu seperti menara, rumah, dan bentuk lainnya. Mereka akan mulai menyusun satu persatu, dan akan merobohkannya dengan seketika. Kondisi inilah dimana seorang bayi mulai tertarik pada sesuatu dan ingin mengulanginya terus menerus. Jangan heran jika ia menyusun balok-balok tersebut dengan rapi lalu merobohkannya, sesaat kemudian ia  akan tertawa menyaksikannya. Hal ini tentunya menjadi bagian dari perkembangan bayi untuk mengasah panca inderanya.

Untuk itu Anda sebagai orangtua harus mendampinginya dan dapat juga memberikan sentuhan sambil menggelitiknya ketika balok tersebut roboh. Cara ini dilakukan agar si kecil dapat berinteraksi dengan baik dengan orangtuanya tanpa merasa bermain sendiri.

Perkembangan Kognitif

Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, si kecil sudah masuk pada perkembangan sebab dan akibat. Pada fase inilah, ia sudah mulai mengerti pada sesuatu benda berdasarkan sebab dan akibatnya. Perkembangan pada bayi usia 13 bulan ini dapat disebut dengan perkembangan kognitif.

Pada usia 13 bulan, ia sudah dapat mengetahui jika suatu benda dijatuhkan atau dilemparkan. Ketika ia mengambil botol dotnya, kemudian ia jatuhkan kebawah, maka ia sudah bisa mengetahui jika dijatuhkan maka harus ia ambil. Tak heran jika Anda mendapati si kecil yang tengah duduk diatas stroller atau kursi yang tinggi, kemudian menjatuhkan botol dot miliknya. Tentu, ia sudah mulai berpikir bagaimana jika botolnya dijatuhkan, maka sulit baginya untuk membawanya kembali.

Mungkin Anda melihat ketika si keci berjalan kesuatu arah dan ingin memegang sesuatu yang Anda larang. Namun, Anda akan jengkel ketika si kecil terus berjalan kearah tersebut tanpa menghiraukan larangan Anda. Ia tetap ingin mencapai benda tersebut karena ingin mengetahui kenapa orangtua melarangnya mendekati benda tersebut. Tentunya, ia ingin mengetahui akibat apa yang akan timbul jika ia memegang atau mendekati benda tersebut. Pertanyaan itulah yang akan ada pada pikiran si kecil.

Terkadang si kecil membutuhkan perhatian Anda, ketika ia menunjukkan sikap yang sulit diatur atau rewel. Ketika Anda mendapati kondisi seperti ini, sebaiknya Anda bersikap sabar karena ini merupakan perkembangan kognitif karena rasa ingin tahunya tersebut.

Perkembangan Bahasa dan Komunikasi

perkembangan bayi usia 13 bulan

Pada bayi usia 13 bulan, ia sudah mulai menunjukkan perkembangan dalam hal bahasa dan komunikasi. Pada umumnya, bayi usia 13 bulan menunjukkan bahasa isyarat ketika ia berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Pada fase ini sebenarnya ia sudah mulai mengenal nama-nama benda dan belajar benda baru yang ia temui setiap hari. Dengan bahasa isyarat yang ia ditunjukkan, diharapkan orang-orang disekitarny dapat mengerti dan memahami apa sebenarnya yang ia inginkan. Tentunya, berbicara adalah suatu aktifitas yang membutuhkan pergerakan otot-otot kecil untuk mengeluarkan suara.

Dengan proses seperti ini, si kecil akan berusaha mengucapkan satu atau dua kata yang akan berkembang seiring dengan usianya. Selain itu, ia juga mempelajari suatu objek dengan respon Anda. Pada umumnya, seorang bayi usia 13 bulan sudah mulai menunjukkan kemampuan berbicaranya meskipun hanya sepatah dan dua patah kata yang belum jelas seperti “mama”, “susu”, “papa” dan “nene”. Sebaiknya jika si kecil dapat mengatakan kata-kata tersebut dengan jelas, berikan pujian pada mereka.

Pada umumnya perkembangan bayi usia 13 bulan masih dengan bahasa isyarat ketika ia ingin orangtua melakukan sesuatu yang diinginkannya. Seperti ketika ingin minum susu atau air, ia pasti menyodorkan sebuah botol dot atau gelas. Ketika Anda mendapati kondisi semacam ini, pertegaslah dengan berbicara pada ia bahwa ia ingin susu.

Perkembangan Sosial dan Emosional

perkembangan bayi usia 13 bulan

Ketika bayi memasuki usia 13 bulan, perkembangan sosial dan emosional bayi menjadi lebih memuncak. Seorang bayi usia 13 bulan, ia mulai merasa bahwa seisi dunia tidak memahaminya ketika ia menginginkan sesuatu, namun tidak dikabulkan oleh orang-orang sekitarnya termasuk Anda.

Bayi usia 13 bulan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda keras kepala yang menjadi sifat pemarah dan bandel. Namun, sikap keras yang ia tunjukkan jangan membuat Anda terkejut, mungkin saja berasal dari orangtuanya. Cepat atau lambat, ia akan mulai mengerti cara untuk membuat orangtuanya senang, marah atau menurutinya.

Pada perkembangan ini, bayi usia 13 bulan sudah dapat bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya selain kedua orangtuanya. Ia sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan dimana ia berada, ia bahkan akan berkontak mata dengan bayi seusianya disebuah kesempatan.

Pada masa ini seorang bayi usia 13 bulan sudah ingin berkeliling dan menghadapi dunia luar bahkan menyapa tetangga dan orang-orang disekitarnya. Dalam proses ini, ia akan menghadapi orang-orang baru yang baru ia kenal. Pada tahap ini, sebaiknya Anda mulai mengajak anak Anda untuk keliling komplek dan lingkungan baru agar dapat beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Mungkin Anda akan mendapati ketika Anda akan berangkat kerja dan anak Anda menangis. Kondisi ini membuat Anda pilu, namun Anda tidak usah khawatir karena emosi anak akan kembali setelah Anda berangkat kerja. Perasaan emosional pada perkembangan bayi usia 13 bulan memang belum stabil.

Perkembangan Nutrisi dan Kesehatan

Perkembangan bayi usia 13 bulan dalam hal kesehatan dan nutrisi memang lebih meningkat. Pada usia 13 bulan, bayi sudah mulai mengonsumsi makanan yang padat dan solid. Pada usia 13 bulan, bayi sudah dapat meminum minuman berjenis lain selain ASI. Konsumsi ASI pada usia ini menjadi lebih berkurang, ia lebih menginginkan minuman lain seperti air putih, jus dan minuman jenis lainnya. Pada usia 13 bulan, Anda akan merasa lebih nyaman dengan ASI yang tidak penuh dan lebih kecil kembali, karena ASI sudah jarang diberikan kepada anak Anda.

Namun, Anda harus berhati-hati dalam memberikan makanan dan minuman pada bayi usia 13 bulan. Hal ini bertujuan untuk menghindari makanan yang justru berpotensi menyebabkan alergi yang tinggi pada tubuh si kecil. Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, permberian ASI harus terus dilakukan karena ASI mengandung zat sisa makanan alami yang didapatkan khusus dari ibunya. Anda jangan heran ketika mendapati bayi usia 13 bulan yang sulit makan karena bayi sudah dapat menemukan rasa yang menurut ia enak.

Pemberian Vaksinasi

Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, inilah saatnya anak Anda menerima imunisasi PCV dosis ke 4 dan infuenza setahun sekali sejak usia 6 bulan. Pada usia 13 bulan seharunya bayi sudah menerima vaksin yang lengkap mulai dari DPT, BCG, hepatitis B, Polio, Rotavirus dan Campak.

Perlu Anda tahu bahwa perkembangan-perkembangan pada bayi usia 6 bulan berbeda setiap anak. Hal ini tergantung dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak Anda cepat atau telat perkembangannya. Jadi, jangan heran ketika melihat anak yang lain berkembang pada salah satu bidang, namun belum bisa pada bidang lainnya. Semoga bermanfaat!

Nutrisi yang tepat membantu terhadap perkembangan otak bayi. Karenanya, penting mengetahui apa saja nutrisi untuk perkembangan otak bayi.

Anak merupakan segalanya untuk orang tua, oleh karena itu orang tua akan memberikan semua yang terbaik untuk anak-anaknya. Orang tua akan merawat dan membesarkan anaknya dengan sebaik mungkin. Anak yang tumbuh dengan sehat dan cerdas adalah harapan semua orang tua.

Pada dasarnya kecerdasan atau kesehatan anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Dari banyaknya faktor pendukung, salah satu faktor yang memiliki peran penting yaitu nutrisi. Oleh karena itu, kecukupan dan kualitas nutrisi merupakan faktor penting. Sudah menjadi tugas orang tua untuk memperhatikan asupan nutrisi untuk buah hati tercintanya.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Supaya anak cerdas dan sehat, maka orang tua perlu memberikan nutrisi pada sang buah hati ketika masih berada di dalam kandungan atau ketika masa kehamilan. Tidak hanya itu, pemberian nutrisi ketika awal kehidupan dan masa tumbuh kembangnya sangat penting. Nutrisi yang seimbang dan tepat pada periode awal kehidupan bayi sangat menunjang dan membantu perkembangan otak si kecil agar tumbuh cerdas seperti yang diharapkan oleh orang tua.

Jika bayi kekurangan nutrisi, maka akibatnya akan menyebabkan berbagai dampak negatif. Dimana risiko kekurangan nutrisi itu sendiri berbeda-beda pada bayi, tergantung dari jenis nutrisi dan keadaan fisik bayi anda. Lantas apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi? Untuk mengetahuinya lebih jelas anda bisa simak pada pembahasan di bawah ini.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Protein

Protein memiliki peran penting terhadap perkembangan otak bayi. Protein berperan dalam mengarahkan sel saraf, serta memindahkan pada tempat yang tepat di otak. Dimana saraf tersebut merupakan saraf yang membuat si kecil bisa berpikir, serta membuat persepsi dari dunia yang ada di sekitarnya. Selain itu, protein membantu dalam mengoptimalkan perkembangan indera bayi. Jika bayi belum mengkonsumsi makanan pendamping ASI, maka ibu menyusui dapat mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang mengandung protein seperti kacang kedelai, kacang-kacangan, daging, ikan dan telur. Makanan tersebut merupakan sumber protein yang baik untuk bayi.

Kolin

Kolin dibutuhkan oleh bayi, terlebih lagi ketika ia masih berada di dalam kandungan dan ketika usia dini pasca melahirkan. Kolin itu sendiri memiliki fungsi untuk membentuk tulang belakang bayi, serta mendukung perkembangan sel otak bayi. Berdasarkan penelitian membuktikan bahwa kolin dapat membantu dalam meningkatkan fungsi kognitif bayi. Untuk mendapatkan asupan kolin yang seimbang, bayi bisa mendapatkannya dari ASI. Oleh karena itu, penting memberikan ASI yang cukup pada bayi. Sedangkan untuk ibu menyusui alangkah lebih baik untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang menjadi sumber kolin seperti misalkan kacang kedelai, susu dan telur.

DHA atau Omega 3

Untuk mengoptimalkan perkembangan otak, bayi membutuhkan Docosahexaenoic Acid (DHA). DHA ini membantu meningkatkan perkembangan mental bayi dan perkembangan psikomotorik. Dimana ASI atau air susu ibu mengandung DHA yang dibutuhkan oleh bayi.

Vitamin B6

Vitamin B6 merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan. Dimana vitamin B6 penting untuk perkembangan dan pertumbuhan sistem saraf pusat janin. Sedangkan dalam masa perkembangan bayi, vitamin B6 ini dibutuhkan untuk perkembangan kemampuan si kecil untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Makanan sumber vitamin B6 yaitu daging, ikan tuna, roti, kacang-kacangan atau sereal.

Asam Folat

Untuk perkembangan otak bayi, asam folat penting dan dibutuhkan, terutama ketika bayi berada di dalam kandungan. Asam folat itu sendiri dapat membantu dalam mencegah risiko terjadinya cacat tabung saraf, serta tumor otak pada bayi. Ibu hamil direkomendasikan untuk mengkonsumsi sekitar 600 mcg asam folat.

Vitamin B12

Vitamin B12 membantu dalam pembentukan myelin yang terdapat pada jaringan saraf bayi. Anda bisa mendapatkan vitamin B12 dan manfaatnya dari daging kambing, daging sapi, daging ayam dan ikan.

Seng

Seng membantu dalam mengoptimalkan kinerja dan fungsi otak bayi. Seng itu sendiri memiliki peran dalam pembentukan sel darah putih supaya tubuhnya dapat melawan infeksi. Selain itu, seng berfungsi untuk memastikan sel tubuh selalu berkembang serta memperbaiki kerusakan yang terjadi. Makanan sumber seng di antaranya yaitu daging ayam dan daging sapi.

Zat Besi

Zat besi dibutuhkan oleh bayi supaya otaknya dapat berkembang dengan maksimal. Zat besi adalah mineral yang mana tubuh membutuhkannya untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Anda bisa mendapatkan zat besi dari asupan sayuran, sereal, telur dan daging.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi bisa dijumpai dalam menu makanan sehari-hari. Makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi tersebut sederhana, mudah didapatkan dan tergolong murah.

Selain beragam nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi, untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi pemberian ASI eksklusif harus dilakukan, terlebih lagi pada masa awal kehidupan bayi, yakni sekitar usia 0 sampai 2 tahun. ASI merupakan asupan bayi yang mengandung nutrisi komplet dan bermanfaat untuk bayi.

Itulah nutrisi untuk perkembangan otak bayi yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.