Perkembangan Bayi 14 Bulan – Melihat perkembangan bayi tentunya moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orangtua. Pasalnya, perkembangan anak yang cepat merupakan hal yang menggembirakan bagi Anda sebagai orangtua. Untuk itu, Anda harus mengetahui beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang seharusnya dimiliki oleh si kecil berikut ini.

Tentunya, perkembangan si kecil sangatlah penting bagi Anda. Bagaimana tidak, seiring bertambahnya usia si kecil, maka perkembangannya pun menjadi sangat cepat. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengenali beberapa perkembangan si kecil sesuai dengan usianya.

Terkadang terdapat beberapa anak yang tidak berkembang sesuai dengan usianya bahkan cenderung lambat. Tentunya, Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi bukan? Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk mencermati dan juga mengamati perkembangan bayi 14 bulan secara keseluruhan dan umum dimiliki. Kami sajikan beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang wajib Anda ketahui baik secara fisik maupun secara non fisik.

Perkembangan Bayi 14 Bulan

perkembangan bayi 14 bulan

Perkembangan si kecil pada usia 14 bulan tentunya akan menjadi moment yang sangat membahagiakan bagi Anda. Hal ini dikarenakan bayi usia 14 bulan sudah dapat merespon apa yang kita inginkan. Saat memasuki usia 14 bulan, bayi akan berkembang sesuai dengan tahapannya. Baca juga: 12 Rekomendasi Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan | Bentuk & Tips

Umumnya, pada usia 14 bulan, perkembangan bayi menjadi lebih lambat dibandingkan dengan perkembangan bayi sebelum usia 12 bulan. Bayi usia 14 bulan juga dapat ditandai dengan berkurangnya nafsu makan. Hal ini memang cukup wajar karena perkembangan bayi usia 14 bulan sudah cukup matang.

Perkembangan seorang bayi tentunya menyangkut secara keseluruhan baik secara fisik maupun secara non-fisik. Perkembangan si kecil harus kita amati dengan baik agar kita dapat mengetahui apa saja perkembangan yang cepat dan juga perkembangan yang terbilang lambat bagi mereka. Tentunya, perkembangan bayi 14 bulan sudah dapat merespon perkataan kita dan juga perintah kita meskipun tidak sempurna.

Tumbuh Kembang Bayi 14 Bulan

Pertumbuhan bayi usia 14 bulan akan semakin berkurang dan juga melambat seiring dengan bertumbuhnya usia. Tidak heran jika kita mengalami kesulitan ketika memberi makan si kecil. Hal ini dikarenakan nafsu makan bayi usia 14 bulan sangatlah berkurang. Akan tetapi, Anda jangan khawatir, karena ini merupakan tanda bahwa si kecil sudah mulai berkembang.

Tidak sedikit anak berusia 14 tahun mempunyai berat badan yang menurun dari sebelumnya. Akan tetapi, Anda akan melihat badan si kecil akan lebih tinggi, tangan dan kaki yang cukup panjang. Badan si kecil pastinya akan terlihat lebih kecil dari bulan sebelumnya. Untuk itu, usia 14 tahun ditandai dengan meningginya badan dan perut yang membuncit.

Perkembangan bayi 14 bulan ini sangat berpusat pada otak sehingga ukuran otak akan bertambah sekitar 2 cm sejak si kecil memasuki usia 12 bulan. Bayi usia 14 bulan sudah memiliki kemampuan yang cukup baik secara fisik maupun non fisik. Berikut ini kami akan membagi beberapa tahapan perkembangan bayi 14 bulan secara lebih detail dan mendalam pada poin di bawah ini:

 Perkembangan Fisik

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, perkembangan fisik bayi  usia 14 bulan sudah mulai mengalami pertumbuhan yang signifikan. Terlihat dari bertambahnya tinggi badan dan juga panjangnya kaki dan juga tangan pada si kecil. Terlebih, Anda akan melihat perut si kecil yang mulai membuncit ke bagian depan. Tanda ini akan terlihat ketika Anda memakaikannya baju atau kaos dalam.

Perkembangan fisik si kecil memang tidak terlihat dengan jelas ketika kita mengamatinya langsung. Namun, Anda akan terkejut ketika memakaikannya baju dan juga celana pada si kecil. Akan tampak baju mulai mengecil dan celana mulai menggantung. Tanda inilah yang dapat Anda temukan pada perkembangan bayi usia 14 bulan.

Perkembangan otak juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Ukuran otak akan bertambah sekitar 2 cm ketika si kecil memasuki usia 12 bulan. Secara fisik, ia akan lebih aktif dan juga susah untuk diam. Tidak heran jika usia 14, bayi sudah mulai kesana kemari meskipun Anda melarangnya.

Perkembangan Motorik

Perkembangan bayi 14 bulan ini akan terlihat dari perkembangan motorik yang ia miliki. Perkembangan motorik di sini tentunya menyangkut segala kegiatan dan juga aktifitas yang kerap ia lakukan setiap harinya. Si kecil akan membuat Anda terkejut ketika melihat perkembangan yang begitu sangat cepat.

Bayi usia 14 bulan mulai memperlihatkan kemampuan motoriknya dengan aktifitas yang ia lakukan setiap harinya. Mulai dari bangun sampai mereka tidur lagi. pada usia ini ia sudah mulai ingin melakukan apapun dengan tangannya sendiri tanpa bantuan kita. Tentunya, jika si kecil menginginkan hal itu, Anda harus menuruti keinginannya tersebut. Biarkan si kecil mengeksplorasi aktifitasnya sendiri dan belajar untuk mandiri.

Pada usia 14 bulan, si kecil sudah mulai berlari ke sana kemari, menyisir rambut, menaiki sofa dengan cepat, meloncat-loncat di tempat tidur atau di sofa, memanjat, menaiki tangga, menuruninya lalu menaikinya kembali begitupun seterusnya.

Pada usia 14 bulan, tidak heran jika si kecil sudah ingin makan sendiri tanpa ingin dibantu dengan kita. Mereka akan tertarik dengan memasukkan makanan pada mulutnya sendiri daripada disuapi oleh kita. Terlebih jika itu adalah makanan kesukaannya sendiri atau perlengkapan makan favoritnya. Agar perkembangan si kecil menjadi lebih pesat, sebaiknya Anda biarkan si kecil untuk makan sendiri dan juga beraktifitas dengan keinginan sendiri. Namun, kita juga harus tetap mengamatinya dengan baik dan juga waspada. Jauhkan segala benda berbahaya yang memiliki peluang untuk menyakiti tubuh si kecil.

Perkembangan Kognitif

Seperti yang kita tahu bahwa perkembangan kognitif pada anak merupakan perkembangan dimana si kecil sudah mulai berpikir untuk melakukan, menghubungkan dan juga menilai sesuatu dengan pertimbangan. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan perkembangan otak si kecil.

Pada bayi usia 14 bulan, perkembangan kognitif ini termasuk ke dalam periode sensorimotor. Ini merupakan periode pertama dari empat periode. Periode sensorimotor ini merupakan sebuah dorongan dari dalam otak untuk mengeksplorasi dunianya secara refleks. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan kreatifitas dan juga keingintahuan si kecil mengenai cara ataupun sesuatu yang berada di lingkungannya.

Perkembangan kognitif pada si kecil ditandai dengan bentuk otak yang mulai membesar sekitar 2 cm. Pada tahap ini bayi sudah muali berkembang untuk merespon perintah dari orang-orang sekitarnya dengan cukup baik. Selain itu, ia juga sudah mulai dapat diajak bicara dan menjawab pertanyaan kita meskipun dengan bahasa yang masih belum sempurna.

Keingintahuan dalam dirinya sangatlah tinggi. Si kecil tidak akan segan-segan memegang atau menghampiri sesuatu terutama yang membuatnya tertarik. Untuk itu, perkembangan bayi usia 14 bulan sudah mulai pesat mengenal keadaan dan kondisi di sekitarnya.

Perkembangan Bahasa

Seperti yang sudah kita sebutkan diatas mengenai perkembangan kognitif dimana ia sudah dapat merespon pertanyaan dan perintah dengan baik. Untuk itu, perkembangan bahasa pada bayi 14 bulan juga sudah mulai terbentuk dengan sempurna. Tidak heran jika pada usia ini, si kecil sudah mulai mengoceh apapun berupa kata-kata yang singkat.

Si kecil juga sudah mulai melakukan perintah kepada orangtuanya menggunakan bahasa yang ia katakan. Ia juga sudah mulai bertanya kepada orangtuanya mengenai sesuatu yang ia lihat sehingga membuat ia ingin tahu segalanya. perkembangan bayi usia 14 bulan sudah dapat merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat meskipun berkata dengan terbata-bata dan tidak sempurna. Ia sudah ingin berinisatif untuk mengutarakan apa yang ia inginkan dan juga apa yang ia tidak inginkan.

Si kecil seolah-olah sudah mulai berkata dan bisa bercakap-cakap dengan orang-orang disekitarnya. Mengenai hal ini, tentunya Anda harus merespon apa yang dikatakan oleh si kecil. Anda jangan bosan-bosan untuk menjawab dan juga merespon perkataan si kecil.

Perkembangan Emosional

Perkembangan emosional pada bayi usia 14 bulan sudah dapat dilatih kemandirian dan juga perasaannya. Perkembangan emosional disini, bayi usia 14 bulan sudah mulai menunjukkan rasa percaya dirinya ketika bermain dengan anak seusianya. Tentunya, Anda sering menemui si kecil yang sedang bermain dengan mainan ketika dihampiri oleh kita ia menolaknya.

Begitupula ketika bermain dengan teman sebayanya, ia terkadang ingin barang milik orang lain, akan tetapi mainan yang ia punya tidak boleh dipinjam oleh orang lain. Terkadang ia juga berbagi mainan dengan orang lain tanpa keberatan. Inilah perkembangan emosional bayi usia 14 bulan dimana emosinya masih tidak stabil.

Untuk itu, Anda harus dapat mengatur dan juga menstabilkan emosinya dengan baik. Ajarkan kepada si kecil untuk berbagi mainan dan juga bersikap baik pada orang lain.

Perkembangan Sosial

Sosial di sini berarti bayi usia 14 bulan sudah dapat berinteraksi dengan teman seusianya dengan baik. Si kecil sudah bersikap mandiri dan juga individual ketiak bergabung dan bermain dengan bayi seusianya. Ia tidak segan-segan untuk menghampiri ketika ia melihat temannya sedang bermain.

Si kecil juga sudah mulai mendapatkan kemandiriannya sendiri ketika bermain dengan teman-temannya. Ia sudah mulai ingin pergi ke kamar mandi sendiri untuk buang air. Untuk itu, mengajarkan kemandirian pada anak akan hal ini tentu menjadi sebuah kewajiban bagi Anda.

Namun, sering kita temui seorang bayi usia 14 bulan yang malu ketika bergabung dan bermain dengan bayi lainnya. Jika Anda mendapati hal tersebut tentunya ini menjadi PR besar bagi Anda untuk mengajarkannya menjadi pribadi yang mandiri dan juga percaya diri.

Pemberian Nutrisi

Nutrisi yang diperlukan untuk bayi usia 14 bulan memang terbilang cukup tinggi. Pemberian gizi dan juga nutrisi yang diperlukan tubuh pada bayi usia 14 bulan harus mencapai skala yang memang si kecil butuhkan. Tentunya, Anda harus mengetahui bahwa usia 14 bulan mulai kehilangan nafsu makan sehingga Anda harus memilih dan mencari menu makanan yang sekiranya diinginkan oleh si kecil.

Untuk itu, ada beberapa menu makanan yang dapat Anda pilih untuk bayi usia 14 bulan yang tentu akan ia sukai, diantaranya:

1. Mulailah memasukkan makanan berjenis sayuran dan buah-buahan untuk si kecil. Jangan sungkan-sungkan untuk memberinya varian sayuran dan juga buah meskipun yang belum pernah ia makan. Hal ini tentunya akan memberikan kesempatan bagi si kecil untuk dapat mencicipi berbagai jenis sayuran dan juga buah-buahan.

Sayuran dan buah sangatlah bagus untuk si kecil karena dapat bermanfaat untuk menjaga imun tubuh tetap kuat. Akan tetapi, hindari untuk memberikan jenis buah-buahan seperti nanas, nangka dan durian pada bayi usia 14 bulan ini karena mengandung alkohol yang dapat menyebabkan perut si kecil menjadi tidak nyaman.

2. Berikan sumber makanan lain pada bayi usia 14 bulan sangatlah dianjurkan bagi Anda. Memberikan ia biskuit bayi, jagung, kentang dan juga cemilan aman lainnya akan mendapatkan asupan karbohidrat kompleks yang cukup tinggi. Anda juga dapat menghidangkan sumber protein nabati dan juga hewani seperti nasi beras, roti, telur, daging ayam dan juga sumber protein lainnya.

3.Siapkan cemilan yang si kecil sukai karena makanan pokok saja tidak cukup. Lengkapilan main si kecil dengan memberikan biskuit,  snack cracker jagung atau gandum. Pastinya, jika si kecil susah makan, Anda dapat memberinya cemilan yang baik bagi tubuh si kecil.

Dalam memberikan makanan bernutrisi pada si kecil, tentunya Anda harus membiasakan diri untuk memberikan makanan pokok pada si kecil pada waktu yang sama setiap harinya agar pola makan si kecil menjadi teratur. Alangkah baiknya untuk mengenalkan makanan bernutrisi dan bergizi pada bayi sejak 2 tahun pertama. Hal ini akan membuat bayi terbiasa untuk menerima asupan makanan nantinya.

Pemberian Vaksinasi

Vaksinasi yang diberikan pada bayi usia 14 bulan memang sangat diwajibkan. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi si kecil dalam menjaga ketahanan dan imun tubuh. Jika si kecil tidak mendapatkan imunisasi, maka ia akan tumbuh dengan lambat juga akan sering mengalami sakit-sakitan.

Imunisasi yang umum diberikan pada bayi usia 14 bulan ialah imunisasi PCV dan imunisasi influenza. Perkembangan bayi 14 bulan memang cukup pesat terlebih ketika ia sudah mengenal lingkungan luar. Penting bagi Anda untuk memberikan imunisasi pada si kecil.

Imunisasi PVC boleh diberikan pada bayi dengan rentang usia 12-15 bulan setelah ia mendapati imunisasi dasar seperti BCG, polio, DPT, Hepatitis B dan juga campak.

Tips Agar Perkembangan Bayi 14 Bulan Lebih Cepat

perkembangan bayi 14 bulan

Pastinya, Anda menginginkan si kecil tumbuh sehat dan juga berkembang dengan cepat. Tentu saja, ini memerlukan peran yang cukup untuk mendukung perkembangan si kecil. Kita tidak hanya menunggu perkembangan si kecil, akan tetapi kita diharuskan untuk melakukan cara agar si kecil dapat berkembang dengan cepat. Berikut kami sajikan beberapa tips agar bayi usia 14 bulan dapat berkembang dengan cepat.

1. Respon setiap ocehannya

Jangan karena si kecil terus mengoceh, lantas Anda bosan meresponnya. Jika Anda ingin melihat perkembangan si kecil, tentunya Anda harus terus merespon si kecil sehingga kemampuan berbahasa dan juga komunikasi si kecil menjadi lebih pesat.

2. Ajak bermain

Jika Anda ingin menumbuhkan jiwa sosial dan juga interaksi pada si kecil. Anda dapat mengajak Anda bermain sehingga si kecil tampak lebih aktif. Anda dapat memberikan gambar-gambar dan juga flash card berupa kata-kata dan huruf yang dapat ia atur.

3. Latih anak bicara

Ajak anak untuk berkomunikasi agar anak dapat lebih cepat tanggap sehingga si kecil akan dapat merangsang kemampuan komunikasi si kecil.

4. Berikan stimulasi pada bayi

Memberikan stimulasi pada bayi memang sangat dianjurkan. Pasalnya, rangsangan berupa visual dan verbal dapat membuat otak si kecil cukup berkembang.

Perkembangan bayi 14 bulan memang sangat menentukan kemampuan dan juga keterampilan nantinya. Itulah beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang harus Anda ketahui agar dapat melihat perkembangan bayi Anda dengan baik sehingga Anda dapat memberikan stimulasi yang tepat bagi si kecil. Semoga bermanfaat!

Perkembangan Bayi Usia 13 Bulan – Perkembangan yang sangat menakjubkan ketika melihat si kecil tumbuh dengan baik sesuai usianya. Pada usia ini perkembangan yang mulai mencolok bahwa bayi usia 13 bulan sudah dapat berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Kenali yuk perkembangan bayi usia 13 bulan berikut ini!

Hari-hari berjalan begitu cepat, padahal tiupan lilin ulang tahun si kecil baru saja dipadamkan sebulan yang lalu saat usia bayi memasuki 12 bulan atau 1 tahun. Bulan inilah bayi mulai memasuki tahun kedua dalam hidupnya. Inilah saatnya Anda melihat perkembangan bayi Anda dengan hal-hal yang lebih menakjubkan dibanding usianya pada bulan sebelumnya.

Tentunya, memiliki seorang bayi yang sehat dan tumbuh dengan baik sesuai dengan usianya merupakan dambaan setiap orang tua. Mungkin waktu terasa cepat berlalu sejak Anda melahirkan sampai pada usia si kecil memasuki 13 bulan. Melihat perkembangan si kecil dengan baik merupakan hadiah paling terindah dalam hidup. Pasalnya, perkembangan bayi usia 13 merupakan awal dari si kecil memasuki usia 2 tahun.

Perkembangan Bayi Usia 13 Bulan

perkembangan bayi usia 13 bulan

Usia 13 tahun dapat dikatakan sebagai awal si kecil memasuki 2 tahun. Pada usia inilah si kecil mulai berkembang sesuai dengan usianya. Keinginan berkomunikasi dengan orang-orang sekitar menjadi bukti bahwa bayi 13 bulan berkembang dengan baik.

Apakah Anda saat ini tengah memiliki seorang bayi usia 13 bulan? Perkembangan apa saja yang diberikan oleh bayi Anda? Atau Apakah bayi Anda sudah dapat melakukan hal-hal diluar dugaan Anda?

Tentu, pertanyaan tersebut seringkali Anda dapatkan ketika bergaul dalam lingkungan masyarakat. Ini menjadi PR besar bagi Anda untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat sesuai dengan perkembangan anak Anda. Namun, terdapat sebagian orangtua yang tidak mengetahui dan tidak melihat perkembangan bayi usia 13 bulan dengan baik. Mereka seaakan tidak memperhatikan perkembangan bayinya, padahal mereka menunjukan prilaku yang menunjukan bahwa mereka benar-benar berkembang sesuai dengan usianya.

Nah, jika Anda ingin mengetahui perkembangan apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh bayi usia 13 bulan ini, berikut kami sajikan beberapa ciri dan aspek perkembangan bayi usia 13 bulan yang mungkin saat ini ditunjukkan oleh anak Anda. Baca juga:  Menu Makanan Bayi 13 Bulan

Perkembangan Fisik dan Prilaku Bayi

perkembangan bayi usia 13 bulan

Ketika bayi memasuki usia 13 bulan, tentu  bayi mengalami perubahan fisik. Mulai dari lebih tinggi dan lebih besar jika dibandingkan dengan usia sebelumnya. Perkembangan fisik ini tidak hanya berbicara soal perubahan fisik pada tubuh bayi, namun juga tingkah laku dan prilaku pada bayi dimana dia sudah mulai melakukan hal-hal yang ia inginkan. Berikut kami sajikan prilaku bayi usia 13 bulan secara spesifik:

1.Mulai Berjalan

Perkembangan bayi usia 13 bulan memang kerap ditandai dengan kemampuan seorang bayi yang sudah bisa berjalan. Meskipun ia mengalami jatuh berkali-kali, namun ia tetap ingin berjalan kesana kemari tanpa mengetahui keadaan. Misalnya, ia tetap berjalan  meskipun bidang tersebut tinggi atau rendah. Pasalnya, bayi usia 13 bulan belum dapat menaksir jarak dan tempat dengan tepat. Ia hanya ingin melakukan hal-hal yang memang ia inginkan tanpa takut apapun. Itulah sebabnya bayi usia 13 bulan dapat mengalami jatuh berkali-kali dan tampak limbung ketika ia sedang berjalan. Namun, bayi usia 13 bulan diberi tulang yang cukup fleksibel, meskipun tampak sedikit melengkung.

Ketika Anda mendapati bayi Anda berjalan dan jatuh, lalu berjalan dan jatuh lagi. Anda tidak usah merasa risau karena ini merupakan fase dimana anak Anda mengembangkan proses berjalannya dengan baik. Lebih baik lagi, seringlah mengajak anak Anda untuk berjalan diatas tanah, pasir dan rumput agar dapat memahami lingkungan diuar sana sehingga anak Anda dapat tumbuh baik dengan alam. Namun, Anda harus memperhatikan juga keadaan pijakan anak Anda dari benda-benda tajam dan hewan yang dapat melukainya.

Pada usia ini, anak Anda akan mulai mendorong barang-barang disekitarnya yang dapat ia gunakan seperti kursi, ember, tempat sampah dan benda-benda lainnya. Keinginan anak usia 13 tahun tidak dapat dicegah, karena ia ingin melakukan penjelajahan suatu tempat dengan sangat antusias. Anda dapat melihat seakan-akan energi dan tenaga pada tubuhnya dia pernah habis dan ia tidak merasakan kelelahan sedikitpun.

2. Mulai Mengacak-acak Benda Di Sekitar

Mungkin perkembangan ini menjengkelkan Anda ketika bayi sudah dapat mengacak-acak benda disekitarnya terutama rumah. Si kecil akan selalu mengacak-ngacak benda-benda yang Anda miliki, tidak terkecuali peralatan kosmetik Anda. Mungkin anda pernah mengalami atau sering mangalami ketika Anda sedang berdandan, si kecil ikut andil untuk merusak peralatan Anda dengan menjatuhkannya dan mengacaknya.

Tentu, moment ini merupakan moment dimana Anda akan merasa jengkel kepada bayi Anda. Mereka mulai mengacak-ngacak benda-benda di dapur, ruang keluarga bahkan mencabut tanaman dihalaman depan. Pada usia ini, sulit sekali bagi Anda membuat sebuah rumah tampak bersih dan rapi karena fase ini masa dimana keingintahuan (curiosity) anak Anda meningkat. Ia tidak bosan-bosannya membuka dan menutup lemari untuk mengelurkan isi didalamnya. Bahkan ia akan melemparkannya kesegala arah yang ia mau.

Namun, hal ini tentu wajar bagi anak Anda yang berusia 13 bulan. Diharapkan Anda jangan merasa jengkel apalagi memarahi anak Anda yang justru perkembangan ini menjadi fase berkembangnya otak si kecil. Ketika Anda mendapati hal ini, lebih baik Anda mengarahkan si kecil untuk membereskan kembali apa yang sudah diacak-acaknya dengan diberikan contoh terlebih dahulu. Memang tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan, namun dengan cara ini daapt menumbuhkan pengertian dan kebiasaan nantinya pada mereka untuk membereskan mainan dan benda  apapun kembali.

3. Mulai Mencoret-Coret Apapun

perkembangan bayi usia 13 bulan

Perkembangan pada bayi usia 13 bulan dapat dikatakan sebagai fase yang mengagumkan. Pada fase ini, seorang bayi usia 13 bulan sudah dapat memegang krayon meskipun tidak benar dan tepat. Dengan kemampuannya dalam memegang alat tulis, ia akan mulai bereksplorasi menggunakan alat tersebut. Tak heran jika Anda mendapati tembok yang penuh coretan yang tidak jelas dan sembrawut. pada masa ini, si kecil sudah mulai ingin mengaplikasikan khayalan yang ada dipikirannya dengan alat tulis tersebut. Meskipun pada kenyataannya, hasil coretan tersebut tidak jelas. Mereka hanya mencoret dengan sebuah garis yang tidak beraturan.

Ketika mendapati alat tersebut, ia tidak sungkan-sungkan untuk mencoret-coret benda atau kertas-kertas disekitarnya, meskipun itu buku yang sangat penting bagi Anda. Ia akan bereksplorasi keberbagai tempat untuk mencoret-coret benda tersebut. Ketika ia menghasilkan sebuah coretan pada sebuah benda, ini menjadi hal yang menakjubkan bagi merek sehingga mereka akan terus mengulangi kegiatan tersebut.  Untuk menghindari si kecil mencoret-coret benda yang Anda miliki, lebih baik persiapkan kertas khusus sebagai medianya terlebih dahulu dan jauhkan benda-benda yang penting bagi Anda.

4. Mulai Menyusun

Pada perkembangan ini bayi usia 13 bulan sudah dapat diajak bermain. Ia sudah mulai tertarik pada sesuatu yang menurutnya menarik. Si kecil akan berusaha untuk memegang benda-benda yang menarik baik berdasarkan bentuk dan warnanya. Ia akan menghampiri benda tersebut dan akan bermain dengannya.

Seperti balok-balok yang berwana-warna yang dapat disusun membentuk sesuatu seperti menara, rumah, dan bentuk lainnya. Mereka akan mulai menyusun satu persatu, dan akan merobohkannya dengan seketika. Kondisi inilah dimana seorang bayi mulai tertarik pada sesuatu dan ingin mengulanginya terus menerus. Jangan heran jika ia menyusun balok-balok tersebut dengan rapi lalu merobohkannya, sesaat kemudian ia  akan tertawa menyaksikannya. Hal ini tentunya menjadi bagian dari perkembangan bayi untuk mengasah panca inderanya.

Untuk itu Anda sebagai orangtua harus mendampinginya dan dapat juga memberikan sentuhan sambil menggelitiknya ketika balok tersebut roboh. Cara ini dilakukan agar si kecil dapat berinteraksi dengan baik dengan orangtuanya tanpa merasa bermain sendiri.

Perkembangan Kognitif

Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, si kecil sudah masuk pada perkembangan sebab dan akibat. Pada fase inilah, ia sudah mulai mengerti pada sesuatu benda berdasarkan sebab dan akibatnya. Perkembangan pada bayi usia 13 bulan ini dapat disebut dengan perkembangan kognitif.

Pada usia 13 bulan, ia sudah dapat mengetahui jika suatu benda dijatuhkan atau dilemparkan. Ketika ia mengambil botol dotnya, kemudian ia jatuhkan kebawah, maka ia sudah bisa mengetahui jika dijatuhkan maka harus ia ambil. Tak heran jika Anda mendapati si kecil yang tengah duduk diatas stroller atau kursi yang tinggi, kemudian menjatuhkan botol dot miliknya. Tentu, ia sudah mulai berpikir bagaimana jika botolnya dijatuhkan, maka sulit baginya untuk membawanya kembali.

Mungkin Anda melihat ketika si keci berjalan kesuatu arah dan ingin memegang sesuatu yang Anda larang. Namun, Anda akan jengkel ketika si kecil terus berjalan kearah tersebut tanpa menghiraukan larangan Anda. Ia tetap ingin mencapai benda tersebut karena ingin mengetahui kenapa orangtua melarangnya mendekati benda tersebut. Tentunya, ia ingin mengetahui akibat apa yang akan timbul jika ia memegang atau mendekati benda tersebut. Pertanyaan itulah yang akan ada pada pikiran si kecil.

Terkadang si kecil membutuhkan perhatian Anda, ketika ia menunjukkan sikap yang sulit diatur atau rewel. Ketika Anda mendapati kondisi seperti ini, sebaiknya Anda bersikap sabar karena ini merupakan perkembangan kognitif karena rasa ingin tahunya tersebut.

Perkembangan Bahasa dan Komunikasi

perkembangan bayi usia 13 bulan

Pada bayi usia 13 bulan, ia sudah mulai menunjukkan perkembangan dalam hal bahasa dan komunikasi. Pada umumnya, bayi usia 13 bulan menunjukkan bahasa isyarat ketika ia berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Pada fase ini sebenarnya ia sudah mulai mengenal nama-nama benda dan belajar benda baru yang ia temui setiap hari. Dengan bahasa isyarat yang ia ditunjukkan, diharapkan orang-orang disekitarny dapat mengerti dan memahami apa sebenarnya yang ia inginkan. Tentunya, berbicara adalah suatu aktifitas yang membutuhkan pergerakan otot-otot kecil untuk mengeluarkan suara.

Dengan proses seperti ini, si kecil akan berusaha mengucapkan satu atau dua kata yang akan berkembang seiring dengan usianya. Selain itu, ia juga mempelajari suatu objek dengan respon Anda. Pada umumnya, seorang bayi usia 13 bulan sudah mulai menunjukkan kemampuan berbicaranya meskipun hanya sepatah dan dua patah kata yang belum jelas seperti “mama”, “susu”, “papa” dan “nene”. Sebaiknya jika si kecil dapat mengatakan kata-kata tersebut dengan jelas, berikan pujian pada mereka.

Pada umumnya perkembangan bayi usia 13 bulan masih dengan bahasa isyarat ketika ia ingin orangtua melakukan sesuatu yang diinginkannya. Seperti ketika ingin minum susu atau air, ia pasti menyodorkan sebuah botol dot atau gelas. Ketika Anda mendapati kondisi semacam ini, pertegaslah dengan berbicara pada ia bahwa ia ingin susu.

Perkembangan Sosial dan Emosional

perkembangan bayi usia 13 bulan

Ketika bayi memasuki usia 13 bulan, perkembangan sosial dan emosional bayi menjadi lebih memuncak. Seorang bayi usia 13 bulan, ia mulai merasa bahwa seisi dunia tidak memahaminya ketika ia menginginkan sesuatu, namun tidak dikabulkan oleh orang-orang sekitarnya termasuk Anda.

Bayi usia 13 bulan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda keras kepala yang menjadi sifat pemarah dan bandel. Namun, sikap keras yang ia tunjukkan jangan membuat Anda terkejut, mungkin saja berasal dari orangtuanya. Cepat atau lambat, ia akan mulai mengerti cara untuk membuat orangtuanya senang, marah atau menurutinya.

Pada perkembangan ini, bayi usia 13 bulan sudah dapat bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya selain kedua orangtuanya. Ia sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan dimana ia berada, ia bahkan akan berkontak mata dengan bayi seusianya disebuah kesempatan.

Pada masa ini seorang bayi usia 13 bulan sudah ingin berkeliling dan menghadapi dunia luar bahkan menyapa tetangga dan orang-orang disekitarnya. Dalam proses ini, ia akan menghadapi orang-orang baru yang baru ia kenal. Pada tahap ini, sebaiknya Anda mulai mengajak anak Anda untuk keliling komplek dan lingkungan baru agar dapat beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Mungkin Anda akan mendapati ketika Anda akan berangkat kerja dan anak Anda menangis. Kondisi ini membuat Anda pilu, namun Anda tidak usah khawatir karena emosi anak akan kembali setelah Anda berangkat kerja. Perasaan emosional pada perkembangan bayi usia 13 bulan memang belum stabil.

Perkembangan Nutrisi dan Kesehatan

Perkembangan bayi usia 13 bulan dalam hal kesehatan dan nutrisi memang lebih meningkat. Pada usia 13 bulan, bayi sudah mulai mengonsumsi makanan yang padat dan solid. Pada usia 13 bulan, bayi sudah dapat meminum minuman berjenis lain selain ASI. Konsumsi ASI pada usia ini menjadi lebih berkurang, ia lebih menginginkan minuman lain seperti air putih, jus dan minuman jenis lainnya. Pada usia 13 bulan, Anda akan merasa lebih nyaman dengan ASI yang tidak penuh dan lebih kecil kembali, karena ASI sudah jarang diberikan kepada anak Anda.

Namun, Anda harus berhati-hati dalam memberikan makanan dan minuman pada bayi usia 13 bulan. Hal ini bertujuan untuk menghindari makanan yang justru berpotensi menyebabkan alergi yang tinggi pada tubuh si kecil. Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, permberian ASI harus terus dilakukan karena ASI mengandung zat sisa makanan alami yang didapatkan khusus dari ibunya. Anda jangan heran ketika mendapati bayi usia 13 bulan yang sulit makan karena bayi sudah dapat menemukan rasa yang menurut ia enak.

Pemberian Vaksinasi

Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, inilah saatnya anak Anda menerima imunisasi PCV dosis ke 4 dan infuenza setahun sekali sejak usia 6 bulan. Pada usia 13 bulan seharunya bayi sudah menerima vaksin yang lengkap mulai dari DPT, BCG, hepatitis B, Polio, Rotavirus dan Campak.

Perlu Anda tahu bahwa perkembangan-perkembangan pada bayi usia 6 bulan berbeda setiap anak. Hal ini tergantung dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak Anda cepat atau telat perkembangannya. Jadi, jangan heran ketika melihat anak yang lain berkembang pada salah satu bidang, namun belum bisa pada bidang lainnya. Semoga bermanfaat!

Beberapa masalah dapat dialami bayi saat tumbuh gigi. Ketahui masalah saat bayi tumbuh gigi dan solusinya.

Tumbuhnya gigi pada bayi merupakan proses normal yang terjadi saat gigi susu mulai keluar dari gusi. Meskipun sebenarnya gigi susu pada bayi sudah mulai muncul ketika bayi berada dalam kandungan. Akan tetapi, gigi baru keluar dari gusi ketika bayi berusia 6-9 bulan.

Tumbuhnya gigi merupakan salah satu penyebab bayi sering terbangun saat malam hari. Karena merasa tidak nyaman, si kecil akan mudah rewel.

Masalah saat bayi tumbuh gigi

Ketika tumbuh gigi ini terjadi pada si kecil, beberapa masalah kemungkinan akan dialami. Penting mengetahui beberapa masalah saat bayi tumbuh gigi agar anda dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Nah,berikut ini masalah saat bayi tumbuh gigi dan solusinya.

Masalah Saat Bayi Tumbuh Gigi dan Solusinya

Bayi Mengalami Demam

Sebelum gigi pertama bayi tumbuh, biasanya si kecil akan mengalami demam pada bayi. Demam yang dialami si kecil biasanya dengan temperatur rata-rata 38,3 derajat C. Apabila bayi anda mengalami demam lebih dari temperatur tersebut, maka jangan tunggu lama lagi segera bawa bayi anda ke dokter. Dokter akan memastikan apakah demam yang dialami si kecil disebabkan karena pertumbuhan gigi atau bukan.

Bertambahnya Intensitas Air Liur

Pada saat awal pertumbuhan gigi, intensitas air liur akan menjadi bertambah. Bahkan intensitasnya akan semakin bertambah lagi apabila gigi seri tengahnya mulai tumbuh. Apabila hal ini terjadi, maka anda harus selalu menyiapkan handuk kecil atau saputangan dengan si kecil. Ini dilakukan agar anda bisa segera mungkin membersihkan air liur yang mengenai area wajahnya untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit si kecil yang masih sensitif.

Gusi Terasa Gatal

Gusi akan terasa gatal ketika awal pertumbuhan gigi si kecil. Gatalnya gusi disebabkan karena proses perubahan pada permukaan gusi. Gusi akan menjadi bengkak dan menonjol. Agar anda bisa meredakan gatal pada gusi, anda bisa memberikan barang yang bisa si kecil gigit sehingga akan membuat keadaannya menjadi nyaman. Benda yang dapat anda berikan seperti misalkan teether atau buah, itupun jika bayi anda sudah lulus ASI eksklusif atau berusia di atas 6 bulan.

Bayi Kehilangan Nafsu Makan

Karena rasa yang tidak nyaman pada gusinya, kemungkinan besar bayi kehilangan nafsu makannya. Jika si kecil tidak nafsu makan dalam waktu yang lama, maka hal ini dapat mempengaruhi sistem pencernaannya. Tidak sedikit dari mereka mengalami gangguan pencernaan, salah satunya diare. Untuk mengatasi masalah ini atau mengembalikan nafsu makan si kecil, anda bisa membuat menu makanan yang berkreasi sehingga dapat meningkatkan nafsu makan si kecil.

Gigi Berlubang

Gisi susu bayi membutuhkan perawatan, sama halnya dengan gigi orang dewasa. Apabila tidak dibersihkan, maka sisa makanan, kuman dan kotoran dapat menyebabkan masalah gigi yang berlubang pada anak. Untuk menghindari masalah ini, anda dapat membersihkan gigi si kecil dengan menggunakan sikat gigi dengan rutin atau sebanyak dua kali sehari. Untuk sikat gigi, sebaiknya pilih sikat gigi dengan pegangan yang panjang, kepala sikat yang kecil, sikat lembut dan ujung sikat bulat. Anda harus mengganti sikat gigi setiap 10-12 minggu sekali atau hingga bentuk sikat tidak baik. Untuk pasta gigi, sebaiknya pilihlah pasta gigi yang bebas fluoride, serta aman jika tertelan. Pasalnya, bayi belum bisa meludah.

Hematoma Pada Gusi

Saat bayi tumbuh gigi, tidak menutup kemungkinan bayi mengalami pendarahan pada bagian bawah gusi. Ciri-ciri dari masalah ini yaitu terdapat gumpalan berwarna kemerahan pada gusi bayi bagian bawah. Akan tetapi, anda jangan terlalu khawatir. Pasalnya, keadaan ini dapat segera sembuh dengan cara mengompresnya dengan menggunakan es batu yang sudah dibungkus dengan kain kecil.

Rewel

Pada saat giginya tumbuh dan menekan area gusinya, maka si kecil akan merasakan sakit dan tidak nyaman. Akibat dari keadaan ini si kecil bisa saja menjadi lebih mudah rewel. Anda harus mengerti akan kesakitan yang dialami oleh si kecil. Apabila si kecil terus menerus menangis, maka anda bisa mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit dengan mengajaknya bermain atau memberikannya mainan untuk digigit.

Perawatan Gigi Pada Bayi

Meskipun giginya belum lengkap, tetapi penting untuk melakukan perawatan yang dimulai sejak dini, bahkan sejak gigi pertama bayi tumbuh.

  • Waktu yang tepat membersihkan gigi bayi yaitu setelah selesai makan atau sebelum tidur.
  • Gunakan sikat gigi khusus bayi dengan sikat yang lembut. Gunakan pula sedikit pasta gigi khusus bayi.
  • Hindari membiasakan memberi makanan yang manis manis pada bayi. Pasalnya, gula yang tertinggal dapat meningkatkan risiko karies gigi.
  • Selain itu, hindari pula kebiasaan membiarkan botol susu bayi tetap berada pada mulut saat ia tertidur.

Itulah beberapa masalah saat bayi tumbuh gigi. Beberapa keadaan perlu anda waspadai, bawa si kecil ke dokter apabila si kecil mengalami demam lebih dari temperatur 38,3 derajat Celcius dan demam berlangsung lebih dari 1 hari, bayi sering menarik telinga, mengalami diare pada bayi, gigi pertama si kecil belum tumbuh saat usinya 12 bulan, terlihat tanda adanya kerusakan gigi, ditemukan kelainan pada rahang atau mulut bayi, gigi permanen anak tumbuh saat gigi susu belum tanggal.

Ketika anak anda sudah siap, baik dari tanda fisik atau emosionalnya anda dapat mengajarkan si kecil memakai toilet sendiri. Kenali cara toilet training pada balita yang benar dan tepat.

Merawat bayi meskipun merepotkan tetap akan dinikmati oleh para ibu. Beberapa waktu lalu mungkin anda akan direpotkan dengan kegiatan mengganti popok bayi ketika basah. Bahkan kegiatan ini sering dilakukan selama beberapa bulan kehidupan bayi anda. Namun, seiring dengan bertambahnya usia anak anda, anda akan dihadapkan pada saat dimana anda mengajarkan anak menggunakan toilet training.

Toilet training pada anak itu sendiri merupakan proses menanamkan dan melatih kebiasaan pada anak untuk melakukan kegiatan buang air besar atau buang air kecil pada tempatnya atau pada toilet. Toilet training merupakan awal untuk melatih anak menuju kemandirian, anak akan mulai belajar untuk melakukan hal-hal kecil seorang diri. Selain itu, toilet training akan mengajarkan anak untuk mengenal bagian-bagian tubuh dan fungsinya.

Cara Toilet Training Pada Balita

Akan tetapi, mengajarkan anak untuk buang air kecil dan buang air besar pada tempatnya bukanlah kegiatan yang mudah dilakukan. Untuk mengajarkannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Diperlukan kesabaran yang lebih ekstra dalam melakukannya.

Kapan Waktu yang Tepat Memulai Toilet Training?

Sebenarnya setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, termasuk kemampuan dalam memulai toilet training. Anak siap menjalani toilet training umumnya saat usia 1 tahun 6 bulan. Akan tetapi, anak akan siap memulainya kebanyakan pada saat usianya 1 tahun 10 bulan sampai 2 tahun 6 bulan. Dimana anak akan bisa menggunakan toilet dengan sempurna saat usianya 3 tahun.

Untuk mengetahui waktu yang tepat memulai toilet training pada anak yaitu dengan melihat kesiapan fisik dan kesiapan mental atau emosionalnya.

Tanda Fisik

Tanda anak siap memulai toilet training secara fisik yaitu dapat dilihat pada kemampuannya dalam mengontrol keinginan untuk buang air kecil atau buang air besar. Dimana kondisi seperti ini biasanya jarang terjadi sebelum anak berusia 1 tahun 6 bulan. Anda dapat memahami dan mengetahui kesiapan fisik anak untuk memulai toilet training apabila menunjukan tanda-tanda seperti berikut ini:

  • Anak sudah mampu duduk tegak
  • Anak mampu berada pada posisi jongkok selama 5-10 menit tanpa harus berdiri terlebih dahulu
  • Tidak buang air besar pada popoknya ketika malam hari
  • Popok tetap kering saat bangun tidur atau setelah 2 jam popok tersebut dipakaikan
  • Terlihat anak mengeluarkan ekspresi saat menahan buang air kecil atau buang air besar
  • Memiliki pola buang air besar dan buang air kecil teratur
  • Anak dapat melepas dan memakai pakaiannya sendiri dan dapat berkomunikasi tentang pemakaian toilet bersama anda

Tanda Emosional

Selain melihat kesiapan fisiknya, anda juga harus mempertimbangkan kesiapan mental atau emosional si kecil. Berikut ini beberapa tanda anak sudah siap secara emosional atau mental untuk dikenalkan toilet training:

  • Anak memilih menggunakan celana dalam dibandingkan dengan menggunakan popok
  • Anak akan langsung memberitahu orang tuanya ketika popok sudah dalam keadaan kotor atau basah dan meminta diganti
  • Ketika orang tuanya menggunakan kamar mandi, anak memperlihatkan ketertarikannya
  • Ketika ingin buang air kecil anak memberitahu terlebih dahulu
  • Terlihat semangat untuk mengikuti proses toilet training
  • Mampu membedakan buang air kecil dan buang air besar

Yang perlu anda ketahui yaitu, tidak semua anak siap diberi toilet training meskipun ia sudah menunjukan kesiapan fisik atau emosionalnya, karena ada sebagian anak yang tidak siap untuk melakukannya.

Ketika anak anda belum siap untuk melakukannya, sebaiknya hindari memaksa. Pemaksaan yang dilakukan akan menyebabkan stres yang akan semakin memperlambat kesiapan anak meninggalkan popok. Selain itu, anda akan lebih sulit memberikan toilet training apabila anak anda masih belum siap.

Cara Toilet Training Pada Balita

Ketika anak anda sudah siap diberikan toilet training, maka anda pun harus siap untuk membimbingnya. Proses ini sebaiknya tidak dilakukan seorang diri, karena peran anggota keluarga yang lainnya sangat dibutuhkan.

Berikut ini tahap awal yang dapat anda lakukan untuk memulai toilet training pada anak:

Kenalkan Anak Pada Toilet

Pertama kali anda harus mengenalkan anak pada toilet. Jelaskanlah kegunaan toilet, seperti misalkan toilet digunakan untuk buang air kecil dan buang air besar. Anda dapat mengatakan pada anak anda bahwa sebelum menggunakan toilet ia harus melepas popoknya, dan menggantinya dengan celana dalam. Anda harus menjelaskan bahwa ia saat ini sudah tidak bisa lagi buang air kecil atau buang ai besar pada celana atau popoknya. Agar si kecil lebih paham, anda dapat mengganti istilah buang air kecil dan buang air besar dengan kata yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Gunakan Pispot

Ketika pertamakali anda mengajari si kecil menggunakan toilet training, anda tidak bisa langsung menggunakan toilet normal. Hingga ukuran tubuh anak anda dapat menjangkau toilet, anda dapat menggunakan pispot terlebih dahulu. Pilihlah beberapa jenis pispot dan biarkan si kecil menggunakan berbagai pispot hingga ia menemukan pispot mana yang cocok untuk digunakan sendiri. Jika pispot sudah dipilih, sebaiknya simpan pispot tersebut di dalam kamar mandi. Jelaskan pada anak anda bahwa pispot tersebut dapat digunakan untuk buang air kecil dan buang air besar selama ia masih anak-anak.
Jika memungkinkan, anda dapat membeli tempat duduk kloset khusus untuk anak-anak supaya si kecil dapat merasakan kegunaan toilet sungguhan.

Mengajak Anak Ketika Anda Beraktivitas di Toilet

Anda dapat mengajak anak untuk beraktivitas di toilet, karena melihat secara langsung akan lebih mudah dibandingkan dengan teori.

Cara Membiasakan Anak BAK dan BAB di Kamar Mandi

  • Setelah melakukan tahap awal, kini saatnya anda membiasakan anak buang air kecil dan buang air besar di kamar mandi. Berikut ini langkah-langkah yang dapat anda lakukan:
  • Ketika anak anda menggunakan pispot atau tempat duduk kloset, anda dapat mengajarinya duduk dengan posisi yang tepat dan benar. Jika akan menggunakan tempat duduk kloset, untuk memudahkan anda dapat menggendongnya.
  • Setelah selesai melakukan buang air kecil atau buang air besar, anda dapat mengajarinya untuk membersihkan alat kelaminnya sendiri.
  • Setelah selesai buang air kecil atau buang air besar, anda dapat mengajari anak anda untuk menekan tombol flush pada toilet. Apabila menggunakan pispot, anda dapat mengajaknya untuk melihat proses pembuangan air seni atau tinjanya.
  • Setelah selesai, anda dapat mengajari anak anda untuk mencuci tangannya dengan baik dan benar setelah menggunakan toilet atau sebelum keluar dari kamar mandi.
  • Untuk menambah rasa percaya dirinya, anda dapat memberikan si kecil pujian. Selalu lontarkan pujian setiap kali anak melakukan aktivitas yang berhasil dilakukan.
  • Selama proses ini anda harus tetap mengawasi si kecil. Hindari meninggalkan si kecil di kamar mandi seorang diri tanpa adanya pengawasan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti terpelesat atau memainkan sesuatu yang berbahaya untuk keselamatannya.

Hal yang Harus Diperhatikan

  • Hindari mempercepat proses ini, anda dapat membiarkan si kecil berkembang sesuai dengan waktunya.
    Biarkan anak memutuskan sendiri kapan harus buang air kecil atau buang air besar, anda dapat mengingatkannya dan hindari memaksanya.
  • Anda harus mampu menghadapi anak ketika ia gagal mengontrol buang air besar dan buang air kecilnya. Hindari menyalahkan dan tetap berikan ia pujian.
  • Segera bertindak jika anak menunjukan tanda ingin buang air kecil atau buang air besar

Bayi anda sering rewel dan lebih banyak menyusu? Jika seperti itu bisa jadi ia mengalami growth spurt. Kenali tanda dan solusi growth spurt pada bayi.

Merawat dan membesarkan bayi adalah sebuah momen yang membahagiakan, namun merepotkan. Peran orang tua akan semakin terasa ketika merawat bayi. Pengetahuan tentang mengurus bayi akan semakin dipahami, sehingga orang tua dapat memberikan kesempatan terbaik untuk mengurus buah hati tercintanya.

Dengan merawat dan membesarkan bayi, orang tua dapat menyaksikan lebih seksama pertumbuhan dan perkembangan bayinya. Dalam masa tumbuh kembangnya, bayi bisa mengalami growth spurt.

Growth Spurt Pada Bayi

Growth spurt itu sendiri merupakan keadaan dimana pertumbuhan bayi berjalan lebih cepat dibandingkan dengan biasanya. Apabila diperhatikan, keadaan ini dapat membuat tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala bayi bertambah menjadi lebih tinggi dari biasanya. Namun, pertambahan tersebut tidak dapat diketahui dengan dilihat langsung. Pertumbuhan dan perkembangan setiap bayi berbeda, sehingga akan ada perbedaan kemunculan pertumbuhan fisik bayi berdasarkan dengan potensi genetiknya.

Tanda umum ketika bayi mengalami growth spurt yaitu sering rewel karena keinginan menyusu semakin besar dan ia akan lebih sering menyusu dalam setiap harinya, bahkan bayi akan bangun setiap malam meminta untuk disusui.

Bayi biasanya akan mengalami growth spurt pada 1 tahun awal kehidupannya, yakni rentang usia 6 minggu sampai 9 bulan. Tidak diketahui pasti kapan bayi mengalami keadaan seperti ini, sehingga keadaan ini dapat terjadi sewaktu-waktu pada bayi. Keadaan ini bisa terjadi sekitar 2 sampai 3 hari atau bisa sampai seminggu.

Growth spurt penting dipahami oleh setiap orang tua, khususnya orang tua baru. Dalam tumbuh kembang bayi, growth spurt adalah fase penting karena pada fase ini sel-sel bayi akan berkembang dan tumbuh menjadi lebih cepat, sehingga bayi akan didorong untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan biasanya.

Meskipun mungkin keadaan ini sedikit membingungkan untuk para orang tua, tetapi penting untuk mengetahui tanda bayi mengalami growth spurt seperti berikut ini:

  • Bayi lebih sering menyusu dari biasanya, dimana pada masa growth spurt ini bayi membutuhkan nutrisi lebih banyak.
  • Ketika malam hari bayi lebih sering terbangun untuk meminta susu.
  • Bayi akan lebih rewel dari biasanya, namun akan kembali tenang setelah ia selesai disusui. Dimana keadaan ini yang membuat bayi seakan menyusu selama sehari semalam.
  • Pada beberapa bayi, growth spurt justru membuatnya lebih banyak tidur. Anda jangan merasa khawatir dalam menghadapinya. Setidaknya bangunkan bayi anda 2 jam sekali untuk disusui.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Mengalami Fase Growth Spurt?

Beberapa tips dapat anda lakukan ketika bayi mengalami fase growth spurt seperti berikut ini:

  • Menghadapi bayi dalam fase ini harus lebih sabar. Anda harus bersedia menyusui bayi kapan pun si kecil membutuhkan.
  • Apabila usia bayi kurang dari 6 bulan, hindari memberikan susu formula atau makanan tambahan. Cukup berikan ASI apabila si kecil merasa kelaparan.
  • Meskipun bayi lebih sering menyusu, anda jangan memiliki anggapan bahwa ASI tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Kekhawatiran dan kecemasan yang anda rasakan justru akan mempengaruhi kinerja hormon oksitosin yang mana akibatnya akan mengganggu kelancaran dari produksi ASI.
  • Penting untuk memperhatikan kecukupan ASI pada bayi. Tanda bayi cukup ASI di antaranya yaitu adanya penambahan berat badan, frekuensi BAB lebih sering pada awal kehidupan bayi dan menjadi lebih jarang ketika usianya 40 hari, frekuensi BAK minimal sebanyak 6 kali dalam sehari.
  • Agar produksi ASI maksimal dan dapat memenuhi kebutuhan bayi, penting bagi ibu untuk mengkonsumsi asupan gizi yang seimbang, mencukupi kebutuhan cairan dan istirahat yang cukup. Anda dapat meluangkan waktu untuk istirahat dan menitipkan bayi pada keluarga. Agar kebutuhan ASI si kecil tetap terpenuhi, anda dapat mensiasatinya dengan memompa ASI.
  • Susui bayi kapan pun ia menginginkannya.

Tips Memberikan ASI Pada Bayi Growth Spurt

Susui Bayi Secara Berkala

Sebaiknya, anda susui bayi anda dengan berkala sesuai dengan kebutuhannya. Ketika mengalami growth spurt bayi dapat menyusu hingga sebanyak 12 kali dalam sehari, termasuk sebanyak 2 sampai 3 kali ketika malam hari.

Malam hari, hormon yang berperan dalam produksi ASI akan lebih optimal. Saat menyusui si kecil, anda dapat menyusuinya dari kedua payudara dengan bergantian. Apabila ASI yang diminum semakin banyak, maka akan semakin cepat si kecil merasa tenang. Hindari memberikan makanan pendamping pada periode ini karena hanya akan mempengaruhi intensitas menyusu yang dapat membuat produksi ASI menurun.

Lakukan Stimulasi

Untuk meningkatkan laktasi, anda dapat melakukan stimulasi dengan menggunakan alat pemerah ASI. Menerapkan teknik pemberian ASI yang efektif akan membuat bayi lebih nyaman dan menurunkan risiko bayi mengalami stres. Dalam waktu 2 sampai 3 hari setelah melakukan stimulasi produksi ASI biasanya akan meningkat.

Atur Posisi Menyusui yang Tepat

Dalam beberapa kasus, ketika bayi menyusu ia tidak menghisap ASI melainkan hanya memainkan puting payudara ibunya. Penting bagi ibu untuk mengenali keadaan seperti ini. Ketika menyusui bayi sebaiknya atur posisi menyusui yang tepat. Ketika anda merasa si kecil menghisap ASI dan mendengar menelan ASI, anda dapat mendekatkan posisi kepala bayi ke payudara. Namun, apabila bayi tidak dalam kondisi menyusu anda dapat mengembalikan posisi kepalanya pada posisi menggendong yang nyaman. Ini dilakukan agar si kecil dapat terbiasa membedakan posisi ketika ia benar-benar menyusu karena lapar atau hanya ingin bermain-main saja. Dengan posisi ini ibu akan mengetahui apakah si kecil benar lapar atau tidak.

Apabila anda memahami setiap perubahan yang terjadi pada bayi anda, baik perilaku atau kebiasaannya, maka anda akan lebih cepat mengetahui solusi yang tepat ketika bayi berada dalam periode growth spurt.