Vitamin Penting yang Dibutuhkan Ibu Menyusui – Proses menyusui membuat ibu membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak. Hal ini tentu dilakukan guna memberikan ASI yang berkualitas pada buah hatinya. Bila nutrisi dari makanan tidak cukup memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui. Maka ada beberapa jenis vitamin yang penting diperhatikan dan dipenuhi dengan baik.

Selama proses menyusui seorang ibu hamil membutuhkan nutrisi yang cukup guna menjaga kualitas air susu ibu (ASI) nya dengan baik. Terjaganya kualitas ASI pada seorang wanita tentu akan dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang si buah hati.

Adapun nutrisi tersebut terdiri dari vitamin dan mineral yang mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada umumya, guna mencukupi kebutuhan vitamin ini ibu menyusui tidak melulu harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan suplemen terbaik. Sebab pada dasarnya, pemenuhan nutrisi ini dapat dilakukan dengan cara yang lebih alami yang ada disekeliling kita. Salah satunya adalah dengan memperhatikan asupan makanan kedalam tubuh.

Seorang ibu menyusui diharapkan untuk tidak mengalami kekurangan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Hal ini dikarenakan kurangnya asupan nutrisi akan membuat kualitas ASI menjadi buruk. Akibatnya, pemberian ASI yang baik terhadap si kecil akan dapat terkendala. Hal ini pun akan dapat mempengaruhi kesehatan dari ibu menyusui dan si kecil yang disusui.

Meskipun sibuk untuk memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati dengan memberikan ASI ekslusif. Anda pun tidak boleh melupakan kesehatan diri sendiri. Sebagai ibu menyusui anda tentu perlu juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh anda. Sehingga apa yang anda berikan pada si kecil lewat ASI akan dapat terjaga kualitasnya dengan baik.

Nutrisi berupa vitamin dan mineral pada dasarnya dapat diperoleh dari konsumsi makanan dan minuman berbahan alami yang anda jumpai disekitar anda. Nah, agar ibu menyusui tidak monoton dengan mengkonsumi makanan itu-itu saja. Maka kemampuan untuk mengkreasikan dan memadu padankan makanan akan sangat penitng untuk dilakukan.

Nutrisi ibu menyusui jelas dibutuhkan dua kali lebih banyak dibandingkan orang normal pada umumnya. Karena ibu menyusui harus memiliki lebih banyak nutrisi untuk mencakupi kebutuhan dirinya beserta dengan si buah hati yang ia besarkan.

Vitamin Penting yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

Nah, dibawah ini adalah beberapa jenis vitamin yang perlu dipenuhi oleh ibu menyusui agar dapat memenuhi kebutuhan ASI berkualitas pada si kecil.

Vitamin Penting yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

Ada beberapa jenis vitamin khusus yang memang dibutuhkan oleh ibu menyusui selama menjalankan perannya. Beberapa jenis vitamin ini tentu dapat anda penuhi dari mengkonsumsi jenis makanan yang sehat yang ada disekeliling anda. Nah, dibawah ini adalah beberapa daftar asupan vitamin penting untuk ibu menyusui.

Vitamin D

Jenis vitamin pertama yang dibutuhkan oleh ibu menyusui adalah vitamin D. Dimana dalam hal ini kebutuhan vitamin ini perlu dipasok setiap harinya dengan baik. Untuk mendapatkan kebutuhan nutrisi vitamin D ibu menyusui bisa memperolehnya dari mengkonsumsi minyak hati ikan kod, susu, kedelai, udang, keju, salmon, ikan tuna, jamur dan masih banyak lagi.

Selain konsumsi makanan, vitamin D pun terdapat pada paparan sinar matahari pagi. Jadi demikian, tidak ada salahnya untuk ibu menyusui rajin berjemur dibawah sinar matahari pagi. Adapun waktu terbaik untuk berjemur guna mendapatkan manfaat vitamin D adalah pada jam 07.00-08.00 pada pagi hari.

Asam Folat

Vitamin berikutnya yang dibutuhkan oleh ibu menyusui dan penting untuk dipenuhi adalah asam folat. Asam folat merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan selama ibu menyusui. Nutrisi ini memiliki manfaat dalam pembentukan jaringan otak pada anak.

Ibu menyusui dapat memperoleh asam folat dari konsumsi alpukat, buah jeruk, pepaya, bayam, kacang hijau, wortel, kembang kol, hati sampi dan masih banyak lagi. Varian makanan yang banyak tentu memberikan kesempatan untuk anda dapat mengkombinasikan makanan ini dengan baik. Jangan sungkan untuk menyantap jenis makanan ini sebab kandungan vitamin dan nutrisi dalam makanan ini tentu baik untuk anda.

Vitamin E

Yang selanjutnya adalah vitamin E. Jenis vitamin ini tentu dibutuhkan oleh ibu menyusui guna mendukung kualitas ASI agar terjaga dengan baik. Adapun guna mendapatkan manfaat dari vitamin E anda bisa memperoleh bahan ini dari konsumsi kacang almond, kacang hijau, talas, sawi, brokoli, bayam dan bahkan paprika merah. Perlu manfaat dari vitamin E memiliki kandungan antioksidan yang amat baik guna menangkal radikal bebas. Untuk itu, konsumsi makanan dengan kandungan vitamin E yang banyak akan sangat baik untuk kesehatan ibu menyusui.

Vitamin A

Vitamin A juga menjadi salah satu nutrisi penting yang perlu dipenuhi oleh ibu menyusui. Selain itu, konsumsi terhadap vitamin ini pun memang penting dilakukan setiap hari. Adapun konsumsi beberapa macam bahan ini dapat membuat anda bisa menikmati manfaat vitamin A, diantaranya aseperti brokoli, kangkung, pepaya, wortel, bawah, ubi jalar, mangga, telur dan masih bayak lagi.

Variasikan dan kombinasikan beberapa makanan ini sesuai dengan selera anda. Selain nikmat, memadu padankan makanan dengan rasa yang lezat akan menghindarkan anda dari resiko kebosanan yang akan menjengkelkan.

Vitamin B6

Perlu diketahui dalam satu hari sedikitnya ibu menyusui akan membutuhkan sebanyak 2 mg vitamin B6. Anda dapat memperoleh asupan vitamin ini dari mengkonsumsi beberapa makanan sehat seperti halnya pisang, bayam, tomat, ikan tuna, kacang-kacangan, semangka dan masih banyak lagi. Jadi demikian, mulailah untuk memasukan konsumsi makanan ini pada santapan harian anda.

Vitamin C

Vitamin C bermanfaat baik dalam mempertahankan daya tahan tubuh. Sehingga demikian bahan ini baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain untuk menjaga sistem imunitas agar tetap terjaga. Konsumsi vitamin C yang rutin pun akan baik untuk kesehatan kulit dan menjaga anda untuk tetap segar.

Untuk bisa mendapatkan asupan ini anda bisa mengkonsumsi beberapa bahan makanan alami seperti sayuran dan buah-buahan. Adapun beberapa jenis makanan dengan kandungan vitamin C yang tinggi diantaranya adalah jambu biji, strawberry, paprika, kubis, kiwi, jeruk, brokoli dan masih banyak lagi. Sementara itu, anda pun bisa menambah asupan vitamin C dengan kadar lebih banyak lewat konsumsi suplemen makanan.

Saat ini sudah banyak dijual vitamin C yang ada di pasaran. Hanya saja, tentunya asupan vitamin C dari sayur dan buah akan jauh lebih aman dan lebih alami. Selain itu, konsumsi makanan sehat dengan kandungan vitamin C tidak akan memberikan efek samping yang berbahaya.

Demikianlah beberapa jenis vitamin yang dibutuhkan oleh Ibu menyusui selama menjalani perannya. Pada intinya, konsumsi makanan sehat memang memberikan manfaat yang baik untuk tubuh dan kesehatan. Selain itu, konsumsi terhadap makanan ini tentu memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas ASI. Untuk itu, mulai saat ini tidak ada salahnya mulai memasukan menu ini pada konsumsi makanan harian anda.

Mengatasi Payudara Bengkak Ketika Menyapih – Menghentikan pemberian ASI pada si kecil atau yang juga dikenal dengan sebutan menyapih seringkali menyiksa. Mari ketahui cara mengatasi kondisi payudara bengkak ketika menyapih si buah hati.

Saat usia si kecil sudah lebih besar dan sudah waktunya diberhentikan dari meng-ASI. Maka sudah tiba saatnya anda merelakan agar si buah hati tidak lagi menetek pada ibunya. Proses yang satu ini seringkali disebut dengan menyapih.

Menyapih sendiri sebenarnya dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kesiapan sang ibu. Pada umumnya, ritual ini akan mulai dilakukan ketika bayi sudah berusia 1 tahun atau bisa pula saat si kecil telah berusia 2 tahun.
Hanya saja, tidak mudah tentunya melakukan ritual menyapih pada buah hati. Seringkali si kecil akan terlihat rewel dan tidak karuan saat ibu menolak memberikan mereka ASI. Tindakan tidak tega inilah yang kerap kali menjadi tantangan yang cukup besar dalam menjalankan ritual yang satu ini.

Orangtua mana yang tega melihat anak balitanya terus-terusan rewel hanya karena ingin meng-ASI? Belum lagi, ketidak inginannya untuk makan makanan lain akan membuat ibu bingung menghadapi situasi seperti ini. Tak jarang kegiatan yang satu ini akan mungkin membuat si kecil menjadi sakit karena lama tidak menyusu pada ibunya.

Mengatasi Payudara Bengkak Ketika Menyapih

Hanya saja, mau tidak mau, cepat atau lambat kegiatan menyusui si kecil memang harus dihentikan. Tidak akan selamanya anda memberikan mereka ASI setiap waktu. Apalagi usia yang sudah terlalu besar dan pemberian ASI yang masih dilakukan membuat ASI sudah tidak layak untuk si kecil. Pada akhirnya, ritual memberhentikan memberikan ASI memang harus dilakukan.

Hanya saja, selain beberapa hal diatas, adapula beberapa hal lainnya yang perlu dipersiapkan oleh ibu ketika hendak menyapih bayinya. Seperti misalkan tidak menawarkan ASI saat si kecil lapar dan meminta ASI. Dalam hal ini tentu ibu bisa mulai memperkenalkan jenis makanan lain pada buah hatinya untuk dijadikan pendamping ASI. Hanya saja tentunya, berikan makanan yang lebih bernutrisi untuk si kecil.

Tidak mudah memang memberhentikan pemberian ASI pada si kecil. Selain perasaan dramatis yang akan ibu alami, beberapa dampak fisik pun akan ikur anda rasakan. Dalam hal ini, dampak fisik yang mungkin dirasakan dari kondisi menyapih si kecil diantaranya adalah payudara yang terasa nyeri. Atau mungkin mengalami pembengkakan.
Untuk itulah, proses penyapihan pada umumnya tidak disarankan untuk dilakukan dengan mendadak. Melainkan perlahan dan secara bertahap. Adapun beberapa cara dibawah ini akan menjadi solusi untuk mengatasi payudara bengkak saat menyapih.

Mengatasi Payudara Bengkak Ketika Menyapih

Ada beberapa tips yang akan dapat membantu anda mengatasi payudara yang terasa nyeri selama proses penyapihan. Diantaranya mari kita simak dibawah ini.

Keluarkan ASI Secara Bertahap

Mulailah proses menyapih dengan perlahan dan secara bertahap. Penghentian yang dilakukan secara tiba-tiba akan membuat tubuh menajdi bingung. Yang mana kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit atau bahkan lebih buruk karena payudara anda terlalu penuh dengan ASI. Jika berhenti menyusu dilakukan secara tiba-tiba, maka kemungkinan tubuh anda tidak akan mampu mengatasi transisi dengan mudah. Dalam kondisi ini rasa sakit menjadi hal yang tidak dapat dihindari.

Tubuh anda telah menyiapkan dirinya guna memenuhi kebutuhan nutrisi bayi berdasarkan pada seberapa sering si kecil menyusu. Penghentian meng-ASI yang dilakukan secara tiba-tiba membuat tubuh belum memiliki cukup waktu untuk menghentikan produksi ASI dengn cepat. Dengan artian lain, tubuh anda akan membutuhkan waktu untuk menyadari produksi ASI sudah tidak lagi dibutuhkan.

Adapun efek samping dengan timbulnya rasa nyeri sewaktu memberhentikan kebiasaan menyusu pada anak. Hal ini timbul dikarenakan payudara anda penuh dengan ASI. Dimana kondisi ini menyebabkan mastitis (radang kelenjar air susu) terjadi dan juga menimbulkan saluran ASI menjadi tersumbat.

Jika anda menyapih secara bertahap, butuh waktu lama untuk tubuh sehingga ASI tidak lagi diproduksi. Tubuh bisa memerlukan sedikitnya waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk menghentikan produksi ASI. Untuk itu, lakukan kegiatan ini dengan perlahan.

Kompres dengan Es

Perasaan nyeri yang timbul dari pembengkakan payudara selama proses menyapih berlangsung bisa sangat menyakitkan. Untuk itu, guna meredakan kondisi ini anda bisa mengompresnya dengan menggunakan es. Caranya, silahkan siapkan sebuah lap yang bersih dan steril lalu berikan es didalamnya. Gunakan lap ini untuk mengompres bagian payudara anda. Selain menggunakan es untuk mengompres. Anda pun bisa menggunakan saturan beku atau diapers yang sebelumnya sudah anda basahi.

Istirahat yang Cukup

Gejala atau efek samping dari proses menyapih memang membuat anda merasakan perasaan yang tidak nyaman. Tidur akan dapat digunakan sebagai cara untuk meringankan perasaan yang menyiksa dari pembengkakan payudara. Bukan hanya untuk mengatasi kondisi ini. Namun tidur pun memang bermanfaat sebagai obat untuk berbagai penyakit. Untuk itu, pastikan bila anda mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Kendurkan Bra

Penggunaan bra yang terlalu ketat dan kuat bisa jadi memperparah perasaan sakit yang anda alami saat ini. Belum lagi pembengkakan yang terus terjadi akan membuat anda membutuhkan bra yang lebih longgar. Selain membeli bra yang lebih kendur, cobalah atasi hal ini dengan melonggarkan ikatan bra anda dengan perlahan. Sementara bila masih terasa sakit, maka sebaiknya lepaskan penggunaan bra. Selain itu, cara lain yang dapat digunakan adalah dengan meletakkan daun kubis yang telah dibersihkan pada bagian cup bra. Cara ini akan membuat anda merasa nyaman dan rileks.

Jaga Pola Makan Tetap Sehat

Menjaga kesehatan dengan baik dengan menjaga pola makan adalah solusi yang bijak untuk mengatasi masalah anda. Untuk itu, sebaiknya perhatikan agar tubuh anda tetap terhidrasi dengan baik. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kemungkinan dehidrasi.

Selain itu, cukupi pula kebutuhan makanan dengan baik dan pilihlah makanan sehat untuk dikonsumsi. Hal ini penting sekali agar kebutuhan nutrisi dalam tubuh anda terjaga dengan baik. Kondisi ini tentu akan jauh lebih baik dibandingkan dengan mengkonsumi suplemen dan vitamin.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari mengatasi pembengkakan payudara selama melakukan proses menyapih. Rasa nyeri yang timbul dari kegiatan menyapih tentu akan sangat memusingkan dan membuat anda merasa tidak nyaman.

Jadi demikian, penting sekali untuk segera mencari solusi guna mengatasi masalah ini. Dengan demikian, ibu akan dapat tetap mengurus dan merawat buah hatinya dengan baik. Semoga cara diatas bermanfaat dan bisa digunakan untuk meredakan pembengkakan yang anda alami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada pembahasa artikel lainnya.

Tips Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir – Pada dasarnya hubungan ibu dengan anaknya akan terjalin dengan kuat. Hanya saja, tak sedikit ibu yang mengalami baby blues setelah kelahiran bayinya. Untuk itu, penting menyimak tips membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir. 

Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa kasih ibu adala kasih yang sepanjang masa. Hal ini tentu menggambarkan betapa kasih ibu terhadap anak-anaknya adalah jalinan yang tulus. Sejak si kecil dilahirkan ke dunia sampai dengan ia tumbuh besar dan memiliki keluarga, kasih ibu tidak pernah putus. Ya, setidaknya beginilah gambaran yang umum menjelaskan bagaimana besarnya kasih ibu terhadap anak-anaknya.

Namun sebenarnya tidak sedikit orangtua atau ibu diluar sana yang tengah mengalami gundah gulana akan perasaannya terhadap bayi mereka yang baru dilahirkan. Ada beberapa ibu yang baru saja melahirkan buah hatinya merasakan perasaan yang lain. Bahkan tak sedikit diantara mereka yang masih kebingungan setelah menyelesaikan proses kelahiran.

Tips Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir

Saat si kecil diberikan dalam pelukannya dan bersandar diatas dadanya. Ada beberapa ibu yang tidak merasakan getaran atau ikatan bersama buah cintanya. Namun demikian banyak pula diantara mereka yang langsung sumringah dan dihiasi kebahagiaan yang mendalam setelah melahirkan buah cintanya ke dunia.

Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir

Ya, meskipun pada dasarnya ikatan besar yang terjalin antara ibu dan anak selalu berjalan dengan alami. Akan tetapi, terkadang hal ini pun perlu dipupuk sejak dini. Sebab tidak sedikit orangtua yang membutuhkan dukungan untuk selalu mencintai buah hatinya.

Memupuk rasa cinta dan kasih sayang terhadap buah hati kita bisa menjadi hal yang penting. Sebab dari sini orangtua akan semakin menyadari dan mensyukuri kehadiran si buah hati dalam kehidupannya. Dengan demikian, rasa sayang dan perhatian terhadap malaikat kecilnya akan semakin besar. Rasa cinta dan sayang besar terhadap seorang anak akan dapat membantu tumbuh kembangnya berjalan dengan baik tanpa halangan.

Lantas apakah hal tersebut wajar? Apakah ibu yang mengalami perasaan bingung dan tidak cinta pada bayi baru lahir dikategorikan sebagai hal yang wajar? Mari kita simak dan cari tahu terlebih dahulu mengapa kondisi tersebut bisa terjadi.

Mengenal Baby Blues Syndrome

Pasca melahirkan tentunya akan muncul perasaan pada diri seorang ibu dengan perasaan sumringah dan senang sekaligus haru juga lega. Sebab perjuangan selama 9 bulan dalam mengandung si buah hati serta proses melahirkan yang cukup menegangkan akhir dapat dilalui dengan selamat. Kini si buah hati yang dulu menghuni perut anda sudah dapat menemani hari-hari ibu. Namun beberapa hari kemudian, perasaan senang tersebut justru berubah menjadi perasaan yang peuh dengan kesedihan dan rasa khawatir yang tidak mau sirna. Sebagian kondisi ini adalah hal yang umum dialami oleh hampir 50% ibu hamil setelah proses kelahirannya. Kondisi ini dinamakan dengan Baby Blues Syndrome.

Baby Blues Syndorme atau yang juga dikenal dengan Postpartum Distress Syndrome adalah sebuah kondisi yang muncul akibat perasaan gunda gulana atau adanya perasaan sedih yang dialami oleh seorang ibu setelah proses kelahiran.

Kondisi ini biasanya dapat terjadi selama 14 hari pertama setelah proses kelahiran dan umumnya akan dapat memburuk pada 3 atau 4 hari pasca melahirkan. Selain itu, tidak sedikit ibu lain yang mengalami kondisi ini lebih dari batas normal.

Nah, untuk ibu yang mengalami kondisi ini maka sebaiknya segera cari terapis untuk mengkonsultasikan masalah ini. Saran dan nasihat yang diberikan oleh terapis akan menjadi alternatif atau solusi yang baik untuk ibu yang mengalami baby blues syndrome. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai tips untuk membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir anda.

Akan tetapi, sebelum anda menjumpai terapis tidak ada salahnya meredekan kondisi baby blue syndrome yang anda alami dengan melakukan beberapa hal sederhana ini dirumah.

Tips Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir

Perasaan-perasaan diatas yang ibu rasakan setelah proses melahirkan selesai adalah hal yang wajar. Seringkali ibu yang baru saja melahirkan mengalami perasaan khawatir akan kesiapannya menjadi seorang ibu atau mengurus bayi mereka.

Namun demikian serangkaian emosi yang anda alami beberapa hari kebelakang ini adalah hal yang wajar karena bayi anda terlahir tanpa buku manual, artinya ayah dan bunda perlu berusaha untuk memahami sendiri bagaimana mengurus dan membesarkan buah hati anda.

Berikut ini adalah beberapa tips membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir:

Menikmati Setiap Momen Bersama Si Buah Hati

Beberapa saat setelah kelahiran anda akan banyak belajar tentang apa yang disukai oleh buah hati anda dan apa yang tidak disukainya. Pada tahap awal, anda mungkin meemukan perasaan yang aneh dan sangat melelahkan untuk terus mengurus keperluan si kecil. Apalagi mempersiapkan segala halnya, seperti jadwal tidurnya, mengikuti pola tidur si kecil dan lain sebagainya.

Akan tetapi, jangan pernah ambil pusing kegiatan ini. Apalagi memikirkan betapa masih banyak hal yang harus anda lakukan dengannya. Cobalah untuk lebih rileks dan menikmati segala momen yang anda lakukan bersamanya.

Ketika hal tersebut dinikmati maka anda akan merasa lebih tenang dan nyaman. Apalagi saat si kecil mulai tertidur dan anda memperhatikan mereka. Maka hal ini akan semakin membuat anda jatuh cinta dengannya.

Ajak Si Kecil Bernyanyi Atau Mengobrol

Cara lain dalam membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak mereka mengobrol atau bernyanyi. Tidak perlu melulu memberikan lagu anak-anak karena umumnya si kecil sendiri belum paham dengan apa yang anda sampaikan.

Selain itu, jangan kikuk saat mengajak si kecil berbicara. Anggap saja ia adalah teman anda dimana anda bisa mencurahkan banyak hal padanya. Meskipun si kecil tidak bereaksi namun ini akan menjadi caranya untuk mulai mengenali suara anda sebagai ibunya.

Lakukan Kontak Skin to Skin

Perasaan bahagia yang belum muncul dalam hati anda untuk si kecil bisa jadi dipengaruhi karena anda belum memeluk si kecil dengan erat. Atau bisa jadi selama ini anda sering memegang mereka dalam pangkuan namun tidak pernah benar-benar merasakan momen sentuhan.

Nah, untuk itu maka manfaatkan kegiatan memberikan ASI pada buah hati anda untuk mencoba mendapatkan momen kebersamaan dan sentuhan yang hangat. Tatap mata si kecil dan resapi ia adalah buah cinta anda yang telah anda perjuangkan selama 9 bulan ini.

Sadari Ia Adalah Buah Hati Anda

Terkadang perasaan ini muncul ketika anda merasa bayi anda akan baik-baik saja meski tanpa kehadiran anda. Namun ikatan ibu dan anak adalah ikatan yang begitu kuat sehingga si kecil akan merasa kehilangan saat anda tidak ada bersama mereka. Sadari kembali bahwa si kecil adalah buah hati anda, bukti kasih anda dengan pasangan. Ia tentu akan sangat membutuhkan anda berada disampingnya.

Untuk itu, buang semua jauh-jauh ketakutan anda dan rasa khawatir yang selama ini membendungi benak anda. Rasa cinta dan kasih sayang anda yang besar akan membuat anda perlahan mampu menjadi ibu yang baik untuk mengurus mereka.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari tips membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir. Semoga bermanfaat dan segera aplikasikan dirumah bila anda adalah salah satu orang yang mengalami kondisi ini.

Perkembangan bayi usia 10 bulan cukup pesat dan menakjubkan. Bahkan beberapa bayi mampu melangkah untuk pertama kalinya seelum berusia 1 tahun.

Ya, perkembangan yang pesat yang dialami oleh si kecil dengan usia ini tentu akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kedua orangtuanya. Setelah menanti kelahiran selama 9 bulan saat masa kehamilan dulu, akhirnya usia buah hati anda mengenal dunia kini telah berjalan selama 10 bulan dan ia pun semakin mengembangkan kemampuan baru yang cukup beragam dalam hidupnya.

Kini ia pun berubah dari seorang bayi baru lahir yang sebelumnya belum mampu melakukan apa-apa menjadi seorang anak yang dibekali dengan kemampuan luar biasa untuk melakukan banyak hal. Hal ini tentunya membuat ayah dan ibu bangga menjadi saksi setiap detik perkembangan si buah hati yang begitu menakjubkan.

Untuk itu, jangan pernah berhenti memberikan mereka dukungan dan stimulasi ya bun. Bantu si kecil agar tumbuh kembangnya berjalan dengan optimal. Bila perlu ajak pula pasangan menyisihkan lebih banyak waktu di akhir pekan untuk bisa bermain dan menghabiskan waktu berkualitas bersama dengan si buah hati. Hal ini pun bisa sekaligus dijadikan sebagai sarana membangun kedekatan emosional yang lebih besar bersama dengan si malaikat mungil anda.

Banyak perubahan yang menarik untuk terus diikuti, termasuk peruahan dari bayi berguling sampai dengan fase merangkak. Seiring dengan berjalannya waktu, si kecil kini sudah dapat mengontrol sendiri otot punggung dan bahunya sehingga hal ini membuatnya dapat duduk dengan tegak.

Perkembangan bayi usia 10 bulan

Selain itu, dengan menggunakan kekuatan otot dan lengannya, bayi anda pun sekarang sudah mulai terampil dalam menarik tubuhnya dari posisi berdiri, kemudian menurunkanya dengan cara berpegangan, baik pada ibunya atau pada perabotan rumah tangga yang ada disekitarnya.

Perkembangan kemampuan fisik ini beriringan dengan semakin membaiknya perkembangan emosional pada buah hati anda. Dengan demikian akan semakin menarik ketika anda melakukan interaksi dengannya.

Pada masa ini tentunya akan lebih mudah untuk anda membuat mereka tertawa dan gembira. Namun tentunya, si kecil pun akan lebih mudah menangis dan rewel saat ia merasakan ketidaknyamanan, seperti ditinggalkan oleh ibunya, popoknya yang basah dan lain sebagainya.

Nah, sebagai orangtua yang baik, tentunya perkembangan menakjubkan buah hati anda ini patut untuk selalu diikuti. Anda pun perlu memperhatikan dengan baik bagaimana pola perawatan dan pengasuhan yang baik pada waktu ini. Hal ini semata-mata dilakukan agar tumbuh kembang bayi anda dapat berjalan tanpa hambatan sebab masalah sedikit saja maka akan fatal akibatnya.

Perkembangan Bayi Usia 10 Bulan Kemampuan Motorik

Pada saat ini, bayi anda akan mulai dapat berdiri dan berjalan merambat sambil berpegangan pada perabotan rumah tangga yang kokoh. Hal ini dilakukannya sebagai media untuk menyangga berat badannya karena keseimbangan tubuhnya belum terbangun dengan sempurna. Nah, pada masa ini anda tentunya harus lebih waspada dan pastikan bila perabotan rumah tangga yang ada disekitar si kecil adalah benda yang aman.

Si kecil pun sudah mulai senang berkeliling dan mengeksplor area dirumah dengan jangkauan yang lebih luas. Biasanya ia akan merangkak kesana kemari untuk melihat sekelilingnya. Untuk itu, maka mungkin anda perlu membersihkan seisi ruangan rumah untuk berjaga-jaga jika ruangan tersebut dilalui si kecil saat merangkak. Selain itu, pastikan bila keamanan si buah hati tetap terjaga dengan baik.

Pada usia ini sebagian bayi bahkan sudah mulai mengembangkan kemampuannya untuk berjalan yakni dengan melangkahkan kakinya untuk pertama kalinya. Meski demikian, umumnya tidak sedikit anak yang mulai mengembangkan kemampuan berjalan sebelum usia 1 tahun akan lama untuknya mulai berjalan sesudahnya.

Bayi usia 10 bulan pun sudah mulai dapat diajarkan untuk bertepuk tangan sebab otot-otot tangannya sudah semakin kuat dan cekatan. Setelah bayi mempelajari hal ini mereka akan mulai menyadari bahwa kegiatan ini menyenangkan untuknya. Sehingga tidak heran bila anda akan sering menjumpai bayi anda menepuk-nepukan kedua tangannya.

Perkembangan Bayi Usia 10 Bulan Kemampuan Bicara

Usia 10 bulan pada bayi anda membuat mereka semakin mengembangkan kemampuan bicaranya dengan lebih baik. Bayi anda kini sudah semakin memahami perkataan-perkataan yang sering didengarnya. Bahkan pada saat anda berbicara pada mereka, si kecil akan berusaha belajar untuk merespon hal tersebut dengan kata-kata juga.

Untuk itu, maka biasakan untuk selalu mengajak mereka berbicara dan beriteraksi. Sebuah penelitian menunjukan anak-anak yang sering diajak berbicara sejak mereka lahir menunjukan perkembangan IQ yang lebih baik dibandingkan anak-anak sebayanya. Meski anak anda belum memahami dengan baik maksud dari perkataan anda, namun perlahan ia akan mulai menyerap hal tersebut dan belajar untuk melafalkannya.

Perkembangan Bayi Usia 10 Bulan Kemampuan Sosial

Pada perkembangan bayi usia 10 bulan ada cukup banyak hal yang membuat oranglain semakin senang berinteraksi dengannya. Hal ini dikarenakan pada usia ini si kecil sudah mulai mampu:

Menunjukan ketertarikannya pada suatu hal. Dengan demikian pada saat anda atau oranglain mengajak mereka bermain dan si kecil mendapati hal tersebut menyenangkan maka ia akan berusaha untuk berinteraksi dengan mereka. Sebaliknya, saat permainan tersebut dihentikan maka hal tersebut akan membuat si kecil menangis.

Kepekaan emosi pada si kecil semakin dikembangkan dengan baik. Hal ini membuat mereka tidak hanya mengungkakan emosinya dengan menangis dan tertawa saja. Namun si kecil pun akan mulai berteriak dan memukul-mukul untuk menarik perhatin orang lain.

Si kecil akan lebih senang untuk selalu disertai dengan orang-orang terdekatnya. Sebaliknya keberadaan orang asing yang ada didekatnya akan membuat mereka merasa tidak nyaman. Dengan begini bunda bisa mulai memperkenalkan si kecil pada teman atau kerabat agar interaksinya dengan oranglain bisa terjalin dengan lebih baik.

Bagaimana Memberikan Stimulasi Pada Anak Usia Ini?

Dalam rangka membantu si kecil mengembangkan kemampuan baru yang dipelajarinya, maka penting untuk orangtua agar selalu memberikan stimulasi yang baik untuk tubuhnya. Berikut ini adalah beberapa stimulasi yang dapat diberikan pada anak berusia 10 bulan.

Bayi anda sudah mulai dapat berdiri tanpa bantuan dari siapapun. Untuk menstimulasi si kecil agar mau berdiri sendiri, maka cobalah mengacungkan kedua tangan dihadapan si kecil. Hal ini akan berguna untuk menariknya supaya ia bisa berpegangan pada kedua tangan anda, berdiri serta melangkahkan kedua kakinya dengan perlahan.

Letakkan maiann kesukaannya pada tempat yang dapat dijangkaunya. Hal ini bertujuan untuk mendukung bayi agar mau merangkak dan mendukung mereka untuk menguasi kemampuan ini.

Hindari menggunakan sarana baby walker untuk membantu si kecil agar bisa cepa berjalan. Sarana ini masih menjadi kontroversi yang cukup besar hingga sampai saat ini. Penggunaan baby walker akan cenderung mencelakai buah hati anda.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari perkembangan bayi usia 10 bulan. Semoga bermafaat dan memberikan cukup informasi yang anda cari. Simak perkembangan bayi sebelumnya di Perkembangan Bayi Usia 9 Bulan

Perkembangan bayi usia 6 bulan secara umum usia ini memungkinkan bayi anda untuk mulai dapat diberikan makanan pendamping dengan tekstur yang lebih padat. Para dokter sepakat bahwa waktu 6 bulan adalah momen yang tepat mulai memperkenalkan MPASI pada si buah hati.

Tidak terasa ya bunda, kini si kecil sudah menginjak usia bulan ke 6 dalam perkembangan 12 tahun pertamanya. Ini berarti, bunda sudah berhasil melewati setengah dari masa tahun pertama pengasuhan buah hati anda.

Nah, berbicara mengenai perkembangan yang terjadi dengan si buah hati, ada begitu banyak perkembangan menakjubkan yang terjadi secara pesat padanya. Waktu ini pun memungkinkan anda untuk mulai memperkenalkan makanan pada si kecil. Para pakar setuju bahwa waktu 6 bulan adalah waktu yang tepat mulai memberikan si bayi makanan pendamping untuk pertama kalinya.

Lalu mengapa waktu 6 bulan dianggap sebagai waktu yang cukup memberikan makanan pendamping pada buah hati? Mari simak ulasannya dibawah ini.

Alasan Mengapa 6 Bulan Dianggap Sebagai Waktu Tepat Memberikan MPASI

Sebenarnya 6 bulan bukanlah ukuran yang baku memberikan makanan pertama pada anak bayi. Hanya saja, pada waktu ini kesiapan si kecil secara organ yang terlibat dalam mencerna makanan didalamnya sudah dikatakan cukup mampu untuk mulai memproses ragam jenis makanan yang baru.

Perkembangan bayi usia 6 bulan

Nah, selain alasan tersebut berikut ini adalah beberapa alasan lain mengapa waktu 6 bulan dianggap sebagai waktu yang tepat memperkenalkan bayi pada makanan lain.

  • Alasan pertama adalah setelah 6 bulan bayi akan membutuhkan banyak zat besi dan seng daripada yang tersedia dari ASI yang ibu berikan pada buah hatinya. Dengan demikian, mereka akan butuh asupan zat tersebut dari konsumsi makanan yang lebih padat dan bervariasi.
  • Alasan kedua, yakni sebelum usia 6 bulan, enzim pencernaan pada tubuh bayi belumlah terbentuk dengan sempurna sehingga bayi belum mampu mencerna zat tepung dan protein yang terdapat dalam makanan yang lebih padat selain daripada ASI.
  • Alasan selanjutnya adalah sebelum usia 6 bulan, sistem kekebalan usus pada bayi pun belum terbentuk dengan sempurna. Akibatnya, sistem kekebalan usus yang berfungsi melindungi usus dari makanan sumber protein belum cukup diproduksi dengan baik. Sehingga hal ini akan dapat menyebabkan banyak protein masuk kedalam sel-sel usus yang malah akhirnya akan merangsang reaksi alergi dalam tubuh si kecil dan munculnya intoleransi.
  • Yang terakhir adalah usia 6 bulan pada bayi adalah saat yang tepat untuknya mulai belajar mengunyah dan mulai dapat menelan makanan yang lebih padat sehingga resiko tersedak akan menjadi berkurang.

Itulah dia beberapa alasan yang melatarbelakangi anjuran 6 bulan pada bayi untuk mulai diberikan dengan makanan padat pendamping ASI-nya. Hanya saja, dengan memberikan makanan pendamping yang lebih padat untuk si buah hati, bukan berarti membuat ibu melepaskan asupan ASI pada buah hati anda. Namanya pendamping, asupan air susu ibu tetaplah menjadi yang utama.

Nah, setelah mengetahui pengenalan makanan pada si kecil sebagai perkembangan bayi usia 6 bulan yang cukup menakjubkan dan dinanti-nanti. Ada pula perkembangan lain yang juga beriringan dengan perkembangan tersebut. Seperti apa saja perkembangan bayi usia 6 bulan yang lainnya? Simak dibawah ini.

Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan Secara Keseluruhan

Pada usia ini bayi anda akan mulai senang duduk dan bermain dilantai. Ia pun akan mulai senang mencoba

mengganti berbagai posisi tubuhnya serta melihat keadaan sekelilingnya. Tak heran, bila pada usia ini ibu akan lebih sering melihat buah hatinya menjadi begitu aktif.

Sementara itu, bila bertanya mengenai perkembangan berat tubuh pada bayi usia ini, bayi berjenis kelamin laki-laki umumnya memiliki berat tubuh sampai dengan 6,4-9,7 kg dan panjangnya bisa mencapai 63,6-71,6 cm. Sementara untuk bayi berjenis kelamin perempuan maka beratnya bisa sekitar 5,8-9,2 kg dengan panjang tubuh kira-kira 61,5-70 cm.

Ukuran berat ini tentu bukanlah patokan yang baku sebab setiap bayi umumnya memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Bayi anda bisa memiliki bobot yang kurang atau bahkan lebih. Akan tetapi selama ukurannya tidak jauh berbeda dan si kecil terlihat aktif maka hal ini bisa diasumsikan bayi anda sehat

Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan Dilihat dari Motoriknya

Kaki bayi pada usia ini sudah mulai dapat menopang sebagian berat tubuhnya dengan baik. Hanya saja, mungkin mereka masih membutuhkan bantuan anda. Untuk itu, bantu mereka utuk berdiri pada pangkuan anda atau lantai dengan memegang kedua bagian ketiaknya dengan lembut. Kekuatan otot kaki dan lengan amat berperan untuk tahapan selanjtunya pada si bayi, yaki merangkak.

Nah, selain beberapa perkembangan tersebut, berikut ini adalah perkembangan motorik lain yang bisa terjadi pada si buah hati:

  • Bayi anda sudah semakin gemar menjatuhkan benda apapun ke lantai hanya untuk memperhatikan bunyi yang ditimbulkan ketika benda tersebut jatuh.
  • Ia pun kini sudah semakin mudah ntuk mengangkat benda dengan menggunakan satu tangan dan memindahkan ke bagian tangan lainnya.
  • Bayi berusia 6 bulan pun sudah mulai tertarik pada detail atau benda-benda kecil. Untuk itu, awasi si kecil ketika ia memainkan benda-benda yang serupa. Pastikan jika kancing bajunya terpasang dengan baik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Bayi anda pun sudah mulai dapat menggulingkan badannya kebagian depan dan juga belakang dengan perlahan.
  • Pastikan jika si kecil berbaring pada tempat yang aman.

Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan Kemampuan Bicara

Pada umumnya si kecil akan mulai senang berceloteh dan menggabungkan konsonan serta vokal saat ia berbicara seperti melafalkan ‘ba’, ‘pa’, ‘da’ dan lain sebagainya. Akan tetapi tak perlu khawatir jika bayi anda belum mampu melakukan hal ini. Sebab hal ini mungkin dipengaruhi karena perkembangan motoriknya jauh lebih cepat berkembang dibandingkan dengan kemampuan berbicaranya. Meski begitu, ia akan mulai menggunakan bahasa tubuh untuknya berkomunikasi.

Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan Perkembangan Sosial

Pada masa ini, kemampuan interaksinya pada saat ini sudah lebih jauh berkembang dibandingkan pada masa perkembangan 5 bulan, ia kini sudah mulai melakukan beberapa hal seperti:

  • Menangis kini tidak menjadi satu-satunya cara yang dilakukannya untuk menunjukan ekspresi dan menarik perhatian orang lain. Sebab kini anda mungkin akan mulai menjumpai buah hati anda sudah mulai sering berteriak, memukul-mukul atau bahkan menjatuhkan benda untuk menimbulkan kegaduhan dan dengan banyak cara lainnya.
  • Ia pun sudah mulai dapat bermain dengan orangtua dan kerabat dekatnya. Responnya pun kini sudah lebih baik.
  • Si bayi pun sudah mulai dapat merespon ekspresi yang diperlihatkan oleh oranglain padanya.
  • Bahkan pada saat anda memanggil namanya, si kecil akan mulai mencari sumber suara tersebut dan mulai tertarik perhatiannya.
  • Yang paling menggemaskan dari perkembangan ini adalah si kecil mulai senang melihat refleksi dirinya didalam cermin. Bila tidak percaya, cobalah berikan si kecil sebuat cermin dan biarkan mereka melihatnya.

Demikianlah beberapa perkembangan menakjubkan yang terjadi pada perkembangan bayi usia 6 bulan. Mengingat perkembangan saat ini membuat si kecil lebih aktif bergerak, maka sebaiknya bunda perlu menjadi lebih waspada agar pergerakan si kecil tetap aman untuk tubuhnya. Simak perkembangan bayi usia 5 bulan