Mempunyai bayi berat bayi lahir rendah memang membutuhkan perawatan tersendiri yang harus Anda lakukan dirumah. Anda harus memperhatikan beberapa cara dan tips merawat bayi bblr yang harus dilakukan agar kesehatan bayi Anda terjaga dan dapat tumbuh dengan sempurna.

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) memang dapat dikatakan sebagai bayi yang beresiko tinggi baik dari fisik maupun non fisik. Tentunya, Anda harus melakukan perawatan khusus bagi bayi berat lahir rendah dibanding dengan bayi lahir normal. Perawatan bayi bblr harus dilakukan dengan baik untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Tips Merawat Bayi BBLR

tips merawat bayi bblr

Penyebab Bayi Lahir Dengan Berat Rendah

Segala sesuatu yang terjadi tentu ada penyebabnya, termasuk pada bayi lahir dengan berat rendah. Dengan mengetahui beberapa penyebab pada bayi berat lahir rendah, Anda dapat menghindari beberapa hal tersebut dengan baik. BBLR disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan juga pada saat kehamilan. Berikut ini beberapa penyebab berat bayi lahir rendah, diantaranya:

1. Gizi ibu sebelum hamil

Meskipun seorang ibu belum mengalami kehamilan, namun status gizi pada sang ibu sebelum hamil ikut menentukan perkembangan bayi. Pasalnya, gizi yang harus diperoleh oleh seorang ibu sebelum hamil ikut mendukung asupan gizi bayi di dalam kandungan. Tentunya, kecukupan status gizi pada saat kehamilan dapat dinilai dengan menggunakan indeks masa tubuh. Baca juga : Apa Pentingnya Imunisasi Campak Dan Rubella Untuk Anak Anda

Salah satu fakta menyebutkan bahwa wanita dengan berbadan kurus yang ditunjukkan oleh IMT < 18,5 berpeluang dua kali lebih besar untuk melahirkan berat bayi lahir rendah dibandingkan dengan wanita dengan IMT > 18,5. Tentunya, angka yang ditunjukkan oleh IMT sebelum hamil dapat dijadikan penentu dalam menggambarkan perkembangan bayi pada nantinya. Namun, tidak sedikit juga ibu dengan berat badan kurus justru memiliki bayi dengan berat badan yang stabil bahkan gemuk.

2. Kurangnya asupan nutrisi ibu ketika sedang hamil

Jika Anda memang sedang hamil, maka asupan nutrisi pada makanan dan minuman yang Anda konsumsi ikut menentukan berat bayi pada saat persalinan nanti. Selain membuat tubuh ibu menjadi lebih kuat, gizi dan nutrisi dari seorang ibu juga sangat andil dalam mendukung perkembangan bayi. Jika seorang ibu tidak terpenuhi asupan gizinya, maka otomatis bayi Anda pun sepertu demikian. Maka dari itu, penuhi asupan gizi dan nutrisi dengan cukup yang diperlukan untuk perkembangan ibu dan bayi Anda.

3. Berat badan ibu ketika sedang hamil

Pada umumnya berat badan seorang wanita hamil mengalami peningkatan sebesar 11 kg sampai 18 kg bahkan lebih. Jika ibu cenderung memiliki berat badan yang stabil dan tetap dengan usia kehamilan yang terus maju, maka Anda harus waspada akan hal ini. Kemungkinan besar bayi dan tubuh Anda tidak mengalami peningkatan berat badan yang seharusnya didapatkan ketika sedang hamil. Hal ini tentu berkaitan dengan asupan nutrisi dan gizi pada ibu hamil. Peningkatan berat badan yang cukup drastis dapat meminimalisir resiko berat bayi lahir rendah.\

4. Usia muda ketika seng hamil

Inilah kenapa kehamilan usia dini tidak diperbolehkan di dalam dunia medis. Selain kondisi fisik ibu yang belum siap untuk mengandung, kehamilan usia dini juga dapat menyebabkan resiko berat bayi lahir rendah. Kehamilan pada usia remaja sekitar 13-19 tahun sangat beresiko yang akhirnya mengakibatkan berat bayi lahir rendah lebih tinggi dan terus naik hampit mencapai 50% dari kasus kehamilan. Faktanya, tubuh dan rahim seorang remaja belum siap untuk mengalami kehamilan dikarenakan organ reproduksi masih sangat dini. Selain itu disebabkan oleh asupan nutrisi dan gizi ibu hamil usia muda yang tidak terlalu diperhatikan.

5. Jarak waktu kelahiran anak

Dengan menjaga jarak melahirkan anak, maka Anda sedikitnya mencegah terjadinya berat bayi lahir rendah. Jika ibu tidak mengatur jarak kelahiran pada Anak, dimungkinkan pada kehamilan yang kedua, seorang ibu belum menyimpan nutrisi dan gizi yang diperlukan dalam proses kehamilan. Tentunya, kebutuhan nutrisi pada ibu hamil akan terus meningkat seiring dengan usia kehamilan. Fakta membuktikan setidaknya berat bayi lahir rendah dapat terjadi pada ibu yang melahirkan anak dengan interval waktu sekitar 24 bulan dari kelahiran anak sebelumnya.

6. Hamil bayi kembar

Penyebab BBLR berikut ini memang umum terjadi pada seorang ibu dengan kehamilan bayi kembar. Kehamilan yang lebih dari satu menyebabkan seorang ibu harus membagi gizi dan nutrisi pada dua orang bayinya sehingga akan terjadi kurangnya asupan nutrisi dan gizi pada kedua bayi. Bayi kembar juga sangat rentan memiliki tubuh yang sangat kecil dikarenakan adanya batasan tempat untuk berkembang saat didalam rahim. Untuk itu, jika Anda sudah dapat mendeteksi bahwa Anda hamil dengan dua anak, maka sebaiknya Anda ekstrak banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak nutrisi yang memang diperlukan dalam mendukung perkembangan kedua bayi Anda.

7. Kesehatan ibu yang buruk

Bagaimanapun juga kehamilan dengan bayi yang sehat dipengaruhi oleh sehat atau tidaknya seorang ibu. Jika seorang ibu sehat, maka sangat besar bayi yang dikandung juga sehat, sebaliknya jika kondisi kesehatan ibu tidak baik, tidak menutup kemungkinan bayi Anda pun kurang sehat. Tidak hanya masalah fisik, tetapi juga kesehatan psikologis pada si ibu. Beberapa masalah kesehatan yang kerap dialami oleh seorang ibu yang sedang hamil dan beresiko melahirkan bayi berat rendah diantaranya anemia, infeksi, komplikasi kehamilan, riwayat keguguran, pregnancy blues dan juga paparan asap rokok dan alkohol.

8. Gaya hidup

Gaya hidup seseorang memang sangat menentukan kesehatan seseorang tersebut. Seperti pada ibu yang sedang hamil, gaya hidup yang sangat buruk selama hamil memang beresiko mengalami kelahiran bayi berat rendah. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol dan juga mengonsumsi obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep dokter sangat berakibat untuk mendapatkan berat bayi lahir rendah.

Perbedaan Berat Bayi Lahir Rendah Dengan Bayi Prematur

tips merawat bayi bblr

Apakah berat bayi lahir rendah sama dengan bayi prematur? Pertanyaan tersebut sering diajukan oleh banyak wanita terutama yang memiliki bayi dengan kondisi seperti itu. Mereka tentunya ingin mengetahui apakah memang BBLR sama dengan bayi prematur ataukah tidak.

Membandingkan berat bayi lahir rendah dengan bayi prematur memang sangatlah tidak dibenarkan. Namun, hal ini harus dilakukan agar Anda dapat memahami keunikan pada bayi termasuk pada bayi berat bayi lahir rendah dan juga bayi prematur.

Ciri-Ciri Pada Berat Bayi Lahir Rendah

Pada umumnya, bayi yang disebut dengan berat bayi lahir rendah apabila berat bayi kurang dari 2,5 kg saat dilahirkan. Tubuh bayi BBLR tampak lebih kecil dengan kulit yang keriput. Berat bayi lahir rendah mendapatkan usia kehamilan sampai waktunya ataupun belum waktunya.

Berat bayi lahir rendah biasanya memiliki panjang kurang dari 45cm dengan kepala lebih besar dari badan. Tulang rawan pada daun telinga dapat terlihat dengan jelas belum sempurna pertumbuhannya. Lapisan lemak pada kulit sangat tipis dengan rambut lanugo yang cukup banyak. Bayi BBLR memiliki pernapasan yang tidak beraturan. Kepala tidak dapat berdiri dengan tegak serta fungsi syaraf yang belum efektif sehingga tangisan bayi begitu sangat lemah. Kira-kira pernapasan bayi BBLR berkisar antara 40-50 kali/menit dengan denyut nadi sekitar 100-140 kali/menit.

Berat bayi lahir rendah memang memiliki resiko kedinginan yang cukup hebat serta kerap mengalami gangguan pada pernapasan dan juga infeksi karena kuman.

Ciri – Ciri Pada Bayi Prematur

Lalu, bagaimana dengan bayi kurang bulan atau prematur? Perbedaannya antara berat bayi lahir rendah dengan bayi prematur memang tampak disini. Bayi yang dikatakan BBLR adalah bayi mengalami kondisi dengan berat badan yang rendah dengan umur kehamilan yang cukup atau yang tidak cukup. Sedangkan bayi prematur adalah kelahiran bayi yang disebabkan oleh kurangnya usia kehamilan atau lahir sebelum waktunya. Pada umumnya berat badan pada bayi prematur cenderung normal sesuai dengan usia kehamilan, hanya saja usia kehamilan belum mencukupi.

Ciri-ciri bayi prematur yang lainnya antara lain memiliki kulit yang sangat tipis, seluruh tubuhnya tertutup oleh lanugo, refleks belum sempurna sehingga kesulitan saat bayi menyusu, kulit terlihat lebih merah, pernapasan belum sempurna, garis kaki dan garis tangan sangat tipis, juga ukuran kepala yang tidak proporsional.

Tips Merawat Bayi BBLR

tips merawat bayi bblr

Setelah kita mengetahui penyebab dan ciri-ciri bayi BBLR, maka poin selanjutnya yang harus Anda cari tahu bagaimana cara dan tips merawat bayi BBLR dengan benar. Hal ini dimaksudkan agar para orang tua yang memiliki anak BBLR dapat tumbuh dengan sempurna seperti anak normal pada umumnya.

Tips merawat bayi BBLR hampir sama dengan merawat bayi prematur dikarenakan penyebab serta ciri-ciri yang hampir sama pula. Tentunya, tips merawat bayi BBLR ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko gangguan akan perkembangan dan masalah kesehatannya. Berikut ini beberapa tips merawat bayi BBLR yang umum dilakukan oleh banyak orang tua, diantaranya:

Pemberian ASI Eksklusif

Memberikan ASI eksklusif pada bayi memang sangat dianjurkan bagi para ibu baik untuk bayi lahir normal, bayi prematur maupun bayi BBLR. Seperti yang kita tahu bahwa ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi. ASI memang didapatkan langsung dari ibu yang berasal dari sisa-sisa nutrisi dan gizi yang dikonsumsi oleh ibu. Pada ASI terdapat beberapa kandungan yang bernilai tinggi seperti protein, bermacam-macam asam, laktalbumin dan zat yang bermanfaat untuk kekebalan tubuh bayi.

Ada beberapa cara seorang ibu memberikan ASI untuk anaknya antara lain menyusu langsung, memakai dot atau memakai sendok. Namun, cara yang terbaik untuk memberikan ASI pada anak ialah dengan diberikan langsung melalui payudara. Dianjurkan untuk memberikan ASI sedikit demi sedikit namun sering untuk mencukupi kebutuhan si kecil.

Berikan Pakaian Yang Nyaman

Bagi bayi BBLR tentu saja mengalami suhu badan yang kedinginan dikarenakan jaringan lemak pada kulit masih sangat tipis. Berikan pakaian yang cukup tebal untuk menghindari tubuh bayi dari kedinginan. Hal yang perlu Anda tahu, jangan sampai menunda popok bayi sampai basah karena ompol. Segeralah mengganti popok dengan yang kering dan bersih agar dapat memberikan kenyamanan pada bayi Anda. Hal ini tentunya menghindari terjadinya kuman pada ompol dan basah berlebih pada tubuh bayi.

Berikan kehangatan pada bayi

Tips merawat bayi BBLR berikut ini, seorang ibu wajib memberikan kehangatan pada tubuh bayi. Ketika hendak mengganti baju bayi, jika memang diperlukan berikanlah secukupnya penghangat seperti minyak telon pada tubuh bayi agar bayi tetap merasa hangat.

Jaga kebersihan lingkungan

Bagaimanapun juga bayi BBLR memang sangat rentan terserang penyakit. Hal ini diakibatkan oleh kondisi tubuh bayi yang masih lemah serta imun tubuh yang belum memadai. Tentu saja, ini tugas bagi orangtua untuk selalu menjaga lingkungan tetap bersih. Orangtua hendaklah mencuci dulu tangan menggunakan sabun atau mengganti dulu baju setelah pulang beraktifitas diluar sana. Virus dan juga bakteri dari luar dapat juga menempel pada tubuh dan pakaian Anda. Untuk itu, sangatlah disarankan untuk menjaga kebersihan untuk melindungi bayi Anda dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Menggunakan sorot lampu

Bayi berat lahir rendah jika dirawat di rumah, maka Anda harus mempersiapkan lampu sorot untuk menyinari tubuh bayi. Lampu sorot disini sebagai pengganti inkubator seperti di rumah sakit. Rasa hangat yang dihasilkan oleh lampu dapat membuat tubuh bayi merasa hangat dan tidak kedinginan. Namun, Anda harus berhati-hati ketika memasangkan lampu sorot.

Untuk itu, sebaiknya letakan sedikit lebih jauh dari bayi dan hindari menyorot bagian mata. Anda dapat memasang penghalang pada bagian mata bayi dengan kain atau kardus. Satu lagi, Anda dianjurkan untuk menyorot bagian dada, untuk itu tempatkan lampu sorot disamping kasur bayi anda, jangan diatas kepalanya. Hal ini untuk menghindari mata juling pada bayi. Tips merawat bayi BBLR dengan teknik ini memang perlu dilakukan terutama merawat bayi di rumah.

Menemani bayi tidur

Tips merawat bayi BBLR berikut ini sebaiknya dilakukan pada bulan pertama usia bayi. Menemani bayi tidur bukan berarti Anda juga tidur. Hal ini lebih pada perbuatan Anda seperti menggendong bayi atau diletakkan pada pangkuan ibu ketika sedang tertidur. Bayi sebaiknya diletakkan lebih dekat dengan ibu saat tidur terutama pada malam hari.

Memonitor perkembangan bayi

Bayi BBLR memang memerlukan pengawasan dengan tips merawat bayi BBLR yang lebih khusus dari bayi-bayi normal pada umumnya. Selalu mengecek perkembangan bayi Anda secara rutin ke bidan atau ke dokter untuk melihat kemajuan pada bayi Anda. Untuk itu, selalu lakukan pengawasan pada bayi secara teratur dan rutin untuk memperhatikan sistem pernapasan pada bayi, permukaan kulit serta suhu tubuh pada bayi.

Jika bayi Anda mengalami gejala seperti sakit kuning, sesak nafas, demam, bayi tidak mau menyusu, bayi terlihat lemas bahkan tidak sadarkan diri, maka segeralah pergi ke bidan atau dokter untuk segera melakukan pemeriksaan.

Tips Merawat Bayi BBLR Dengan Metode Kanguru

tips merawat bayi bblr

Terdapat pula tips merawat bayi BBLR dengan menggunakan Perawatan Metode Kanguru (PMK) yang saat ini banyak dilakukan oleh orangtua yang mempunyai bayi BBLR atau bayi prematur. Metode kanguru ini adalah sebuah metode dengan melakukan kontak langsung antara kulit ibu dengan kulit bayi.

Metode kanguru dapat dilakukan di rumah sakit ataupun di dalam rumah dengan posisi duduk, berbaring ataupun berdiri.

Cara melakukan metode kanguru

  1. Ibu harus melepaskan semua baju bagian atas. Disarankan untuk memakai pakaian yang memiliki kantung dibagian depan agar dapat dengan mudah menempatkan bayi Anda.
  2. Tidak hanya ibu, bayi juga harus melepaskan pakaiannya. Namun, tetap masih bisa menggunakan popok, topi dan kaos kaki.
  3. Sebelum meletakan bayi pada tubuh Anda, pastikan untuk membersihkan bagian perut dan dada terlebih dahulu.
  4. Setelah itu, letakkan bayi pada tubuh ibu dalam posisi tegak. Anda dapat meminta bantuan suami atau keluarga untuk meletakkan bayi ditubuh Anda.
  5. Pastikan dada bayi menempel pada dada ibu
  6. Posisikan kepala bayi pada salah satu sisi agar hidung bayi tidak terhalang karena akan menyebabkan bayi sulit bernafas.
  7. Usahakan tangan bayi dalam posisi fleksi
  8. Sentuh dan peluk seluruh bagian tubuh bayi terutama kaki bayi yang harus menyerupai posisi pada kaki katak
  9. Jika Anda tidak memiliki kantung pada bagian baju depan, maka Anda dapat mengikat kain antara ibu dan bayi agar tidak terjatuh.
  10. Pastikan untuk menggendong tubuh bayi dengan hanya mencapai bagian telinga bawah bayi Anda.

Tentunya, dengan usaha yang keras, Anda dapat melakukan tips merawat bayi BBLR ini dengan mudah. Pastikan untuk mengikuti tips-tips yang sudah kami jelaskan diatas. Semoga tips merawat bayi BBLR ini dapat membantu Anda.

Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap – Melihat si kecil tidur dengan nyenyak akan tentu membuat orangtua merasa tenang. Apalagi saat posisi bayi tidur tengkurap biasanya mereka akan terlihat lebih menggemaskan. Akan tetapi, sebenarnya ada kontroversi yang besar dari posisi bayi tertidur dengan tengkurap. Mari simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap.

Bayi yang tidur dengan nyenyak dan mendapatkan posisi tidur yang nyaman akan tentu membuat orangtua tenang melihatnya. Kondisi bayi yang tertidur dengan pulas bisa mengindikasikan bahwa tubuhnya terasa nyaman. Hal ini pun dapat menjadi tanda yang baik bahwa bayi anda jauh dari masalah penyakit yang membuat tubuhnya tidak nyaman.

Ada cukup banyak posisi tidur yang akan dipelajari oleh bayi sesuai dengan perkembangannya. Salah satunya adalah kondisi tengkurap bayi bayi. Melihat bayi tidur dengan posisi tengkurap bisa sangat menyenangkan dan menggemaskan.

Akan tetapi, disamping ini ada banyak kontroversi mengenai posisi tengkurap pada tidur bayi. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja hal tersebut. Mari kita simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap. Penasaran seperti apa? Simak informasinya dibawah ini. Baca juga: Ketahui Gejala Epilepsi yang Sering Terjadi Pada Bayi

Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap

Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap

Tidur atau bermain dengan posisi tengkurap bisa jadi mengindikasikan kemampuan baru yang bisa dikuasai oleh si kecil. Akan tetapi, disamping itu kondisi tengkurap pada bayi pun bisa menimbulkan bahaya yang cukup kontroversial. Mari simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap dibawah ini.

Dampak Positif Bayi Tidur Tengkurap

Posisi tengkurap pada tidur bayi sebenarnya bisa bermanfaat dalam menstimulasi kekuatan otot tubuh bayi. Selain beberapa manfaat tersebut, dibawah ini adalah manfaat lain dari posisi tengkurap pada bayi.

Melatih otot Bagian Leher

Manfaat pertama dari tidur dengan posisi tengkurap pada bayi adalah melatih otot-otot tubuh yang terkait. Salah satunya adalah otot pada bagian leher. Hal ini dikarenakan pada posisi tidur yang seperti ini maka secara tidak langsung akan menstimulasi bayi untuk dapat mengangkat bagian kepalanya.

Hanya saja, hal lain yang perlu anda perhatikan adalah bahwa kegiatan ini akan baru aman setelah bayi menginjak usia 4 bulan lebih. Sementara itu, bayi dibawah usia ini akan mungkin berisiko saat dibiarkan dalam posisi tengkurap seorang diri.

Memperkuat Bagian Paru-Paru Bayi

Posisi tidur tengkurap akan dapat membantu pembentukan tulang pada bagian paru-paru bayi menjadi lebih kuat. Hal ini dikarenakan pada posisi ini bagian paru-paru bayi akan berkenaan dengan matras. Tulang paru-paru bayi yang kuat akan dapat membuat fungsi paru-parunya lebih baik.

Dampak Negatif Bayi Tidur Tengkurap

  • Selain memiliki manfaat yang cukup baik, posisi tidur tengkurap pada bayi pun dapat sebabkan masalah yang cukup serius. Hal inilah yang membuat kondisi ini menjadi begitu controversial. Beberapa dampak tersebut diantaranya:
  • Posisi tidur tengkurap pada bayi sebabkan tekanan pada bagian rahang bayi. Kondisi ini bisa mungkin mempersempit bagian pernapasannya. Dimana hal ini bisa sebabkan bayi sulit bernapas.
  • Teori lain menyebutkan bahwa kondisi tidur tengkurap adalah salah satu penyebab sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS).

Itulah dia beberapa dampak yang bisa didapatkan dari posisi tidur tengkurap pada bayi. Para ahli menyarankan untuk anda yang boleh membiarkan bayi tidur tengkurap sebaiknya dilakukan pada saat bayi berusia lebih dari 4 bulan. Sebaliknya, sebelum usia ini bayi tidak disarankan tidur dalam keadaan tengkurap. Sebab hal ini bisa sangat berbahaya untuk keselamatannya.

Bolehkah Membawa Bayi Baru Lahir Ke Luar Rumah? – Bayi baru lahir terlihat begitu rapuh. Hal inilah yang seringkali menimbulkan kekhawatiran pada sebagian besar ibu untuk membawa serta buah hatinya ke luar rumah.

Penantian memiliki buah hati kini sudah dicapai dengan baik. Perjuangan sejak masa kehamilan hingga dengan proses persalinan pada akhirnya membuahkan malaikat kecil yang mungil. Rasa senang dan gembira akan tentu saja tergambar dalam wajah ayah dan ibu. Untuk pertama kalinya, kini anda bisa menimang dan merasakan pengalaman baru memeluk si kecil dalam dada anda. Sang suami pun kini lebih terlihat senang berada dirumah. Yang diinginkannya pada saat pulang bekerja adalah kehadiran buah cintanya. Tentu saja hal ini membuat kebahagiaan anda bersama dengan pasangan menjadi semakin lengkap.

Hadirnya si buah hati dalam kehidupan anda, tak jarang membuat anda tak sabar ingin memperkenalkan mereka pada dunia. Meski si kecil masih begitu mungil, rasanya sudah gemas ingin membawanya ke luar rumah dan memperkenalkan ia pada keluarga besar. Tak jarang, sanak saudara yang berada jauh dari rumah anda mulai mengirimi pesan ingin berjumpa dengan si kecil.

Akan tetapi, apalah daya bayak orang yang mengatakan bahwa si kecil yang baru lahir belum bisa dibawa keluar rumah. Bahkan mungkin ibu anda sendiri yang melarang sebelum 40 hari, buah hati anda harus tetap berada dirumah. Entah apa alasannya, larangan ini seperti sudah menjadi tradisi turun temurun yang disampaikan ibu pada anak perempuannya.

Bolehkah Membawa Bayi Baru Lahir Ke Luar Rumah?

Namun bila dilihat dari segi kesehatan dan keselamatan si kecil anggapan ini mungkin anda benarnya juga. Bayi baru lahir sebenarnya kondisinya masih belum siap dengan dunia luar dan daya tahan tubuhnya masih sangat rendah. Bahkan ada banyak bayi yang mengalami kondisi kritis untuk mampu bertahan hidup pada awal-awal kehidupannya setelah ia lahir.

Kekhawatiran akan kesehatan bayi anda memang sah-sah saja. Apalagi jika mengingat tidak mudah perjuangan yang anda lakukan untuk bisa menimang si buah hati seperti saat ini. Akan tetapi, sebaiknya hal ini tidak dilakukan dengan berlebihan.

Anda memang disarankan untuk menghindarkan bayi baru lahir anda dari segala sumber yang akan mengundang penyakit, termasuk terpapar oleh kuman, debu, tempat umum dan lain sebagainya. Akan tetapi, si kecil juga butuh untuk menghirup udara segar di luar ruangan saat dirinya sudah menginjak usia beberapa minggu.
Hal ini pulalah yang seringkali menimbulkan pertanyaan bolehkah membawa bayi baru lahir ke luar rumah?

Bolehkah Membawa Bayi Baru Lahir Ke Luar Rumah?

Pada dasarnya, membawa bayi baru lahir ke luar rumah boleh-boleh saja dilakukan. Asalkan ibu dapat memastikan kesehatan dan keselamatan si kecil dengan baik. Selain itu, tentunya anda tidak akan tega membawa bayi yang baru berusia beberapa hari keluar rumah. Melainkan bayi yang sudah berusia beberapa minggu. Selama kondisi bayi anda sehat dan memungkinkan untuk dirinya menghirup udara luar ruangan. Maka kegiatan yang satu ini boleh saja dilakukan.

Rambu-Rambu Membawa Bayi Baru Lahir Ke Luar Rumah

Meskipun jawaban dari pertanyaan bolehkah membawa bayi baru lahir ke luar rumah cukup melegakan. Akan tetapi, bukan berarti ibu bisa membawa si kecil dengan sembarang dan menyambangi segala tempat yang ingin ibu kunjungi. Ada beberapa hal atau rambu-rambu yang penting untuk diperhatikan. Berikut ini adalah rambu-rambu dalam membawa bayi baru lahir ke luar rumah:

Hindari Tempat yang Ramai

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam membahas bolehkah membawa bayi baru lahir ke luar rumah adalah menghindari tempat yang ramai. Bila ibu ingin mengajak bayi berusia kurang dari 40 hari ke luar rumah, tempat ramai bukanlah solusi yang bijak. Tempat yang terdapat banyak orang dan ramai seperti mall, pasar dan tempat umum lainnya akan cenderung membuat banyak bakteri didalamnya. Tubuh bayi baru lahir masih begitu rentan, begitupula dengan sistem kekebalan tubuhnya. Serangan bakteri dan kuman akan membuat tubuhnya mudah sakit.

Menghindari Paparan Sinar Matahari Secara Langsung

Kondisi kulit bayi baru lahir masih begitu halus dan rentan terbakar sinar matahari. Untuk itu, pada saat anda membawa mereka ke luar rumah sebaiknya hindarkan tubuhnya dari paparan sinar matahari secara langsung. Dampak kulit bayi yang terbakar sinar matahari akan mungkin meningkatkan resiko kanker kulit.

Untuk itu, sebaiknya pastikan bila anda membawa payung atau menutupi tubuh bayi dengan pakaian tertutup. Bila anda tidak membawa payung, maka lindungi tubuh bayi dengan tubuh anda atau gendongan.

Upayakan Membawa Bayi ke Tempat Penting

Bila terpaksa harus membawa si kecil ke luar rumah. Ada baiknya bawa bayi anda ke tempat yang penting seja seperti ke dokter atau tujuan lain dengan alasan penting. Terlalu sering membawa bayi baru lahir ke luar rumah akan membuat penyakit dan kuman lebih mudah masuk kedalam tubuhnya.

Upayakan Baju yang Nyaman Untuk Si Bayi

Saat hendak membawa serta buah hati anda ke luar rumah. Ada baiknya untuk memberikan mereka pakaian yang nyaman. Artinya, jangan gunakan pakaian yang akan membuatnya mudah gerah atau bahkan kedinginan. Pemakaian baju harus disesuaikan dengan kondisi cuaca.

Bila cuaca diluar sedang panas jangan berikan baju yang terlalu ketat atau longgar. Sebab hal ini akan membuat tubuh si kecil yang berkeringat bergesekan. Pada akhirnya hal ini akan dapat memicu timbulnya biang keringat. Sebaliknya apabila cuaca diluar sedang dingin, pastikan bila si kecil mengenakan baju sweater atau selimut yang menjaga suhu tubuhnya tetap hangat.

Batasi Bertemu dengan Orang Banyak

Sistem kekebalan tubuh bayi anda masih begitu rapuh. Sehingga tubuhnya tidak akan mampu melawan infeksi yang menghampirinya. Infeksi meskipun skalanya kecil yang menyerang bayi baru lahir. Namun hal ini akan dapat berakibat fatal untuk kesehatannya. Infeksi bisa terjadi sebab virus atau kuman yang terbawa oleh banyak orang yang ada disekeliling bayi anda. Untuk itu, sebaiknya hindarkan si kecil dari bertemu dengan banyak orang. Sebab hal ini akan lebih beresiko untuk kesehatannya.

Selain itu, umumnya bayi baru lahir akan merasa tidak nyaman saat terlalu banyak orang yang mengerubutinya. Mereka akan cenderung menangis pada saat dihadapkan pada kondisi ini. Untuk itu, berusahalah untuk lebih bijak menanggapi hal ini.

Bawa Si Kecil Ke Pekarangan Rumah

Tidak perlu melulu mengajak si kecil berpergian jauh ke luar rumah. Cukup didepan pekarangan rumah pun akan cukup membuat si kecil mampu menghirup udara segar. Selain itu, area pekarangan rumah yang bersih dan teduh akan menjadi tempat yang nyaman untuknya. Untuk itu, tidak ada salahnya membawa serta buah hati anda ke luar rumah dengan mengawalinya di pekarangan rumah.

Demikianlah hal yang dapat disampaikan dari bolehkah membawa bayi baru lahir ke luar rumah. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda perlukan.

Tips Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir – Pada dasarnya hubungan ibu dengan anaknya akan terjalin dengan kuat. Hanya saja, tak sedikit ibu yang mengalami baby blues setelah kelahiran bayinya. Untuk itu, penting menyimak tips membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir. 

Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa kasih ibu adala kasih yang sepanjang masa. Hal ini tentu menggambarkan betapa kasih ibu terhadap anak-anaknya adalah jalinan yang tulus. Sejak si kecil dilahirkan ke dunia sampai dengan ia tumbuh besar dan memiliki keluarga, kasih ibu tidak pernah putus. Ya, setidaknya beginilah gambaran yang umum menjelaskan bagaimana besarnya kasih ibu terhadap anak-anaknya.

Namun sebenarnya tidak sedikit orangtua atau ibu diluar sana yang tengah mengalami gundah gulana akan perasaannya terhadap bayi mereka yang baru dilahirkan. Ada beberapa ibu yang baru saja melahirkan buah hatinya merasakan perasaan yang lain. Bahkan tak sedikit diantara mereka yang masih kebingungan setelah menyelesaikan proses kelahiran.

Tips Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir

Saat si kecil diberikan dalam pelukannya dan bersandar diatas dadanya. Ada beberapa ibu yang tidak merasakan getaran atau ikatan bersama buah cintanya. Namun demikian banyak pula diantara mereka yang langsung sumringah dan dihiasi kebahagiaan yang mendalam setelah melahirkan buah cintanya ke dunia.

Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir

Ya, meskipun pada dasarnya ikatan besar yang terjalin antara ibu dan anak selalu berjalan dengan alami. Akan tetapi, terkadang hal ini pun perlu dipupuk sejak dini. Sebab tidak sedikit orangtua yang membutuhkan dukungan untuk selalu mencintai buah hatinya.

Memupuk rasa cinta dan kasih sayang terhadap buah hati kita bisa menjadi hal yang penting. Sebab dari sini orangtua akan semakin menyadari dan mensyukuri kehadiran si buah hati dalam kehidupannya. Dengan demikian, rasa sayang dan perhatian terhadap malaikat kecilnya akan semakin besar. Rasa cinta dan sayang besar terhadap seorang anak akan dapat membantu tumbuh kembangnya berjalan dengan baik tanpa halangan.

Lantas apakah hal tersebut wajar? Apakah ibu yang mengalami perasaan bingung dan tidak cinta pada bayi baru lahir dikategorikan sebagai hal yang wajar? Mari kita simak dan cari tahu terlebih dahulu mengapa kondisi tersebut bisa terjadi.

Mengenal Baby Blues Syndrome

Pasca melahirkan tentunya akan muncul perasaan pada diri seorang ibu dengan perasaan sumringah dan senang sekaligus haru juga lega. Sebab perjuangan selama 9 bulan dalam mengandung si buah hati serta proses melahirkan yang cukup menegangkan akhir dapat dilalui dengan selamat. Kini si buah hati yang dulu menghuni perut anda sudah dapat menemani hari-hari ibu. Namun beberapa hari kemudian, perasaan senang tersebut justru berubah menjadi perasaan yang peuh dengan kesedihan dan rasa khawatir yang tidak mau sirna. Sebagian kondisi ini adalah hal yang umum dialami oleh hampir 50% ibu hamil setelah proses kelahirannya. Kondisi ini dinamakan dengan Baby Blues Syndrome.

Baby Blues Syndorme atau yang juga dikenal dengan Postpartum Distress Syndrome adalah sebuah kondisi yang muncul akibat perasaan gunda gulana atau adanya perasaan sedih yang dialami oleh seorang ibu setelah proses kelahiran.

Kondisi ini biasanya dapat terjadi selama 14 hari pertama setelah proses kelahiran dan umumnya akan dapat memburuk pada 3 atau 4 hari pasca melahirkan. Selain itu, tidak sedikit ibu lain yang mengalami kondisi ini lebih dari batas normal.

Nah, untuk ibu yang mengalami kondisi ini maka sebaiknya segera cari terapis untuk mengkonsultasikan masalah ini. Saran dan nasihat yang diberikan oleh terapis akan menjadi alternatif atau solusi yang baik untuk ibu yang mengalami baby blues syndrome. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai tips untuk membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir anda.

Akan tetapi, sebelum anda menjumpai terapis tidak ada salahnya meredekan kondisi baby blue syndrome yang anda alami dengan melakukan beberapa hal sederhana ini dirumah.

Tips Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir

Perasaan-perasaan diatas yang ibu rasakan setelah proses melahirkan selesai adalah hal yang wajar. Seringkali ibu yang baru saja melahirkan mengalami perasaan khawatir akan kesiapannya menjadi seorang ibu atau mengurus bayi mereka.

Namun demikian serangkaian emosi yang anda alami beberapa hari kebelakang ini adalah hal yang wajar karena bayi anda terlahir tanpa buku manual, artinya ayah dan bunda perlu berusaha untuk memahami sendiri bagaimana mengurus dan membesarkan buah hati anda.

Berikut ini adalah beberapa tips membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir:

Menikmati Setiap Momen Bersama Si Buah Hati

Beberapa saat setelah kelahiran anda akan banyak belajar tentang apa yang disukai oleh buah hati anda dan apa yang tidak disukainya. Pada tahap awal, anda mungkin meemukan perasaan yang aneh dan sangat melelahkan untuk terus mengurus keperluan si kecil. Apalagi mempersiapkan segala halnya, seperti jadwal tidurnya, mengikuti pola tidur si kecil dan lain sebagainya.

Akan tetapi, jangan pernah ambil pusing kegiatan ini. Apalagi memikirkan betapa masih banyak hal yang harus anda lakukan dengannya. Cobalah untuk lebih rileks dan menikmati segala momen yang anda lakukan bersamanya.

Ketika hal tersebut dinikmati maka anda akan merasa lebih tenang dan nyaman. Apalagi saat si kecil mulai tertidur dan anda memperhatikan mereka. Maka hal ini akan semakin membuat anda jatuh cinta dengannya.

Ajak Si Kecil Bernyanyi Atau Mengobrol

Cara lain dalam membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak mereka mengobrol atau bernyanyi. Tidak perlu melulu memberikan lagu anak-anak karena umumnya si kecil sendiri belum paham dengan apa yang anda sampaikan.

Selain itu, jangan kikuk saat mengajak si kecil berbicara. Anggap saja ia adalah teman anda dimana anda bisa mencurahkan banyak hal padanya. Meskipun si kecil tidak bereaksi namun ini akan menjadi caranya untuk mulai mengenali suara anda sebagai ibunya.

Lakukan Kontak Skin to Skin

Perasaan bahagia yang belum muncul dalam hati anda untuk si kecil bisa jadi dipengaruhi karena anda belum memeluk si kecil dengan erat. Atau bisa jadi selama ini anda sering memegang mereka dalam pangkuan namun tidak pernah benar-benar merasakan momen sentuhan.

Nah, untuk itu maka manfaatkan kegiatan memberikan ASI pada buah hati anda untuk mencoba mendapatkan momen kebersamaan dan sentuhan yang hangat. Tatap mata si kecil dan resapi ia adalah buah cinta anda yang telah anda perjuangkan selama 9 bulan ini.

Sadari Ia Adalah Buah Hati Anda

Terkadang perasaan ini muncul ketika anda merasa bayi anda akan baik-baik saja meski tanpa kehadiran anda. Namun ikatan ibu dan anak adalah ikatan yang begitu kuat sehingga si kecil akan merasa kehilangan saat anda tidak ada bersama mereka. Sadari kembali bahwa si kecil adalah buah hati anda, bukti kasih anda dengan pasangan. Ia tentu akan sangat membutuhkan anda berada disampingnya.

Untuk itu, buang semua jauh-jauh ketakutan anda dan rasa khawatir yang selama ini membendungi benak anda. Rasa cinta dan kasih sayang anda yang besar akan membuat anda perlahan mampu menjadi ibu yang baik untuk mengurus mereka.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari tips membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir. Semoga bermanfaat dan segera aplikasikan dirumah bila anda adalah salah satu orang yang mengalami kondisi ini.

Setiap bagian pada bayi harus kita perhatikan dan diberikan perawatan dengan baik, termasuk rambut. Perawatan rambut bayi baru lahir bisa anda lakukan demi kesehatan rambut dan kulit kepalanya.

Sebagai orang tua kita harus memperhatikan kesehatan dan kebersihan bayi kita. Merawat bayi harus benar-benar dilakukan dengan tepat. Setiap bagian pada bayi harus kita perhatikan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Nyatanya, merawat bayi baru lahir bukanlah pekerjaan yang mudah. Kesulitan akan dihadapi oleh setiap orang tua ketika hendak merawat bayinya, terutama bagi pasangan muda yang baru saja memiliki seorang anak. Pengalaman yang terbatas dan pengetahuannya yang belum cukup banyak membuatnya merasa bingung dan khawatir setiap hendak melakukan perawatan pada bayinya.

Perawatan Rambut Bayi

Perawatan yang dianggap sulit oleh beberapa orang tua pada bayinya yang baru lahir yaitu dalam merawat bagian kepala, termasuk rambut. Kebanyakan orang tua merasa takut melukai kulit kepala bayi atau produk perawatan yang digunakan mengenai wajah dan mata bayinya.

Rambut pada bayi baru lahir tidak selamanya lebat. Biasanya rambut pada bayi baru lahir jarang dan tipis, atau bahkan sama sekali tidak memiliki rambut. Melihat keadaan seperti ini para orang tua berusaha untuk merawat rambutnya agar tetap sehat dan tumbuh. Bahkan beberapa orang tua mungkin merasa khawatir dan cemas ketika mendapati rambut anaknya yang tipis.

Sebaiknya anda jangan merasa cemas karena rambut tipis pada bayi baru lahir tidak akan selamanya seperti itu. Dimana rambut tipis pada bayi baru lahir akan bertahan selama kurang lebih 3 sampai 4 bulan. Setelah itu akan rontok, kemudian tumbuh rambut baru yang lebih tebal dan lebat.
Perawatan rambut bayi baru lahir harus dilakukan dengan benar dan tepat. Berikut ini perawatan rambut baru lahir.

Perawatan Rambut Bayi Baru Lahir

Untuk menjaga kesehatan rambut bayi baru lahir anda bisa melakukan perawatan dengan langkah-langkah seperti berikut.

  1. Jika anda ingin membersihkan rambut bayi anda, disarankan untuk membersihkan rambutnya dengan menggunakan air hangat. Jika dibutuhkan, anda bisa memanfaatkan sampo khusus untuk bayi yang ringan dan lembut. Usapkan sampo bayi tersebut pada rambutnya secara perlahan dan pelan, hindari menekan kepalanya. Pasalnya, kepala bayi masih belum terbentuk dengan sempurna dan masih dalam keadaan lembek.
  2. Anda bisa mencuci rambut bayi anda selama 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Disarankan untuk mengajak bayi anda berkomunikasi ketika melakukan perawatan ini.
  3. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa rambut bayi baru lahir masih dalam keadaan tipis. Agar pertumbuhan rambut selanjutnya menjadi lebih baik, anda bisa mencukur rambut bayi. Mencukur rambut bayi biasanya dilakukan setelah bayi berusia 40 hari.
  4. Rapikan rambut bayi anda dengan menggunakan sisir khusus bayi yang lembut. Penggunaan sisir yang tepat akan menghindari rambut bayi menjadi kusut, serta menghindari rasa sakit ketika disisir.
  5. Anda bisa memberikan nutrisi pada rambut bayi anda, seperti misalkan mengaplikasikan atau mengoleksan minyak kemiri dan lidah buaya sebelum rambutnya dicuci. Pemberian nutrisi ini akan membuat rambut tumbuh dengan lebih cepat dan lebat.

Biasanya ditemukan masalah umum pada bayi baru lahir, seperti adanya kerak pada kulit kepalanya atau disebut dengan cradle crap. Kerak kepala pada bayi baru lahir disebabkan karena pengaruh hormon dari sang ibu, yang mana mengakibatkan produksi minyak menjadi berlebih pada jaringan kulit bayi sehingga munculah kerak pada kulit kepalanya.

Jika anda mendapati kerak pada kulit kepala bayi sebaiknya anda jangan terlalu khawatir, karena kerak ini akan hilang dengan sendirinya dan bersifat sementara. Meskipun demikian, anda perlu membersihkan kerak pada kulit bayi. Pasalnya jika dibiarkan akan mengganggu kenyamanan, dimana kerak tersebut akan menyebabkan gatal, mengganggu pertumbuhan rambut bayi anda, dan akan berpengaruh pada penampilan. Membersihkan dan mengatasi kerak pada kulit kepala bayi harus dilakukan dengan benar dan hati-hati. Berikut cara membersihkan kerak pada kulit kepala bayi.

Cara Membersihkan Kerak Pada Kepala Bayi

  1. Pertama anda harus menyiapkan terlebih dahulu sisir khusus bayi dengan sikat yang halus dan lembut, baby oil, sampo khusus bayi yang ringan dan aman, serta washlap. Ingat gunakan produk khusus untuk bayi.
  2. Kemudian, oleskan baby oil yang sudah anda siapkan pada kulit kepala bayi yang terdapat kerak. Oleskan dengan hati hati dan perlahan.
  3. Diamkan selama kurang lebih 12 jam atau semalaman agar kerak pada kulit kepala bayi mudah dibersihkan.
  4. Anda bisa membersihkan kerak pada kulit kepala bayi pada saat ia sedang tertidur. Untuk mengangkat kerak yang mengelupas bisa menggunakan sisir rambut khusus bayi yang halus. Jangan menarik atau mengelupaskan kerak kulit kepala jika belum mengelupas atau masih dalam keadaan kering. Jika itu dilakukan akan melukai bayi dan akibatnya akan terjadi infeksi.
  5. Jika sudah, anda bisa membersihkan rambut bayi anda dengan menggunakan sampo khusus bayi dan air hangat.
  6. Jika kerak semakin bertambah dan sulit diatasi, sebaiknya segera bawa bayi anda ke dokter.

Perawatan rambut bayi baru lahir perlu dilakukan dengan benar demi kesehatan dan kenyamanannya. Demikian perawatan rambut bayi baru lahir. Semoga bermanfaat.