Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap – Melihat si kecil tidur dengan nyenyak akan tentu membuat orangtua merasa tenang. Apalagi saat posisi bayi tidur tengkurap biasanya mereka akan terlihat lebih menggemaskan. Akan tetapi, sebenarnya ada kontroversi yang besar dari posisi bayi tertidur dengan tengkurap. Mari simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap.

Bayi yang tidur dengan nyenyak dan mendapatkan posisi tidur yang nyaman akan tentu membuat orangtua tenang melihatnya. Kondisi bayi yang tertidur dengan pulas bisa mengindikasikan bahwa tubuhnya terasa nyaman. Hal ini pun dapat menjadi tanda yang baik bahwa bayi anda jauh dari masalah penyakit yang membuat tubuhnya tidak nyaman.

Ada cukup banyak posisi tidur yang akan dipelajari oleh bayi sesuai dengan perkembangannya. Salah satunya adalah kondisi tengkurap bayi bayi. Melihat bayi tidur dengan posisi tengkurap bisa sangat menyenangkan dan menggemaskan.

Akan tetapi, disamping ini ada banyak kontroversi mengenai posisi tengkurap pada tidur bayi. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja hal tersebut. Mari kita simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap. Penasaran seperti apa? Simak informasinya dibawah ini. Baca juga: Ketahui Gejala Epilepsi yang Sering Terjadi Pada Bayi

Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap

Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap

Tidur atau bermain dengan posisi tengkurap bisa jadi mengindikasikan kemampuan baru yang bisa dikuasai oleh si kecil. Akan tetapi, disamping itu kondisi tengkurap pada bayi pun bisa menimbulkan bahaya yang cukup kontroversial. Mari simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap dibawah ini.

Dampak Positif Bayi Tidur Tengkurap

Posisi tengkurap pada tidur bayi sebenarnya bisa bermanfaat dalam menstimulasi kekuatan otot tubuh bayi. Selain beberapa manfaat tersebut, dibawah ini adalah manfaat lain dari posisi tengkurap pada bayi.

Melatih otot Bagian Leher

Manfaat pertama dari tidur dengan posisi tengkurap pada bayi adalah melatih otot-otot tubuh yang terkait. Salah satunya adalah otot pada bagian leher. Hal ini dikarenakan pada posisi tidur yang seperti ini maka secara tidak langsung akan menstimulasi bayi untuk dapat mengangkat bagian kepalanya.

Hanya saja, hal lain yang perlu anda perhatikan adalah bahwa kegiatan ini akan baru aman setelah bayi menginjak usia 4 bulan lebih. Sementara itu, bayi dibawah usia ini akan mungkin berisiko saat dibiarkan dalam posisi tengkurap seorang diri.

Memperkuat Bagian Paru-Paru Bayi

Posisi tidur tengkurap akan dapat membantu pembentukan tulang pada bagian paru-paru bayi menjadi lebih kuat. Hal ini dikarenakan pada posisi ini bagian paru-paru bayi akan berkenaan dengan matras. Tulang paru-paru bayi yang kuat akan dapat membuat fungsi paru-parunya lebih baik.

Dampak Negatif Bayi Tidur Tengkurap

  • Selain memiliki manfaat yang cukup baik, posisi tidur tengkurap pada bayi pun dapat sebabkan masalah yang cukup serius. Hal inilah yang membuat kondisi ini menjadi begitu controversial. Beberapa dampak tersebut diantaranya:
  • Posisi tidur tengkurap pada bayi sebabkan tekanan pada bagian rahang bayi. Kondisi ini bisa mungkin mempersempit bagian pernapasannya. Dimana hal ini bisa sebabkan bayi sulit bernapas.
  • Teori lain menyebutkan bahwa kondisi tidur tengkurap adalah salah satu penyebab sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS).

Itulah dia beberapa dampak yang bisa didapatkan dari posisi tidur tengkurap pada bayi. Para ahli menyarankan untuk anda yang boleh membiarkan bayi tidur tengkurap sebaiknya dilakukan pada saat bayi berusia lebih dari 4 bulan. Sebaliknya, sebelum usia ini bayi tidak disarankan tidur dalam keadaan tengkurap. Sebab hal ini bisa sangat berbahaya untuk keselamatannya.

Bolehkah Membawa Bayi Baru Lahir Ke Luar Rumah? – Bayi baru lahir terlihat begitu rapuh. Hal inilah yang seringkali menimbulkan kekhawatiran pada sebagian besar ibu untuk membawa serta buah hatinya ke luar rumah.

Penantian memiliki buah hati kini sudah dicapai dengan baik. Perjuangan sejak masa kehamilan hingga dengan proses persalinan pada akhirnya membuahkan malaikat kecil yang mungil. Rasa senang dan gembira akan tentu saja tergambar dalam wajah ayah dan ibu. Untuk pertama kalinya, kini anda bisa menimang dan merasakan pengalaman baru memeluk si kecil dalam dada anda. Sang suami pun kini lebih terlihat senang berada dirumah. Yang diinginkannya pada saat pulang bekerja adalah kehadiran buah cintanya. Tentu saja hal ini membuat kebahagiaan anda bersama dengan pasangan menjadi semakin lengkap.

Hadirnya si buah hati dalam kehidupan anda, tak jarang membuat anda tak sabar ingin memperkenalkan mereka pada dunia. Meski si kecil masih begitu mungil, rasanya sudah gemas ingin membawanya ke luar rumah dan memperkenalkan ia pada keluarga besar. Tak jarang, sanak saudara yang berada jauh dari rumah anda mulai mengirimi pesan ingin berjumpa dengan si kecil.

Akan tetapi, apalah daya bayak orang yang mengatakan bahwa si kecil yang baru lahir belum bisa dibawa keluar rumah. Bahkan mungkin ibu anda sendiri yang melarang sebelum 40 hari, buah hati anda harus tetap berada dirumah. Entah apa alasannya, larangan ini seperti sudah menjadi tradisi turun temurun yang disampaikan ibu pada anak perempuannya.

Bolehkah Membawa Bayi Baru Lahir Ke Luar Rumah?

Namun bila dilihat dari segi kesehatan dan keselamatan si kecil anggapan ini mungkin anda benarnya juga. Bayi baru lahir sebenarnya kondisinya masih belum siap dengan dunia luar dan daya tahan tubuhnya masih sangat rendah. Bahkan ada banyak bayi yang mengalami kondisi kritis untuk mampu bertahan hidup pada awal-awal kehidupannya setelah ia lahir.

Kekhawatiran akan kesehatan bayi anda memang sah-sah saja. Apalagi jika mengingat tidak mudah perjuangan yang anda lakukan untuk bisa menimang si buah hati seperti saat ini. Akan tetapi, sebaiknya hal ini tidak dilakukan dengan berlebihan.

Anda memang disarankan untuk menghindarkan bayi baru lahir anda dari segala sumber yang akan mengundang penyakit, termasuk terpapar oleh kuman, debu, tempat umum dan lain sebagainya. Akan tetapi, si kecil juga butuh untuk menghirup udara segar di luar ruangan saat dirinya sudah menginjak usia beberapa minggu.
Hal ini pulalah yang seringkali menimbulkan pertanyaan bolehkah membawa bayi baru lahir ke luar rumah?

Bolehkah Membawa Bayi Baru Lahir Ke Luar Rumah?

Pada dasarnya, membawa bayi baru lahir ke luar rumah boleh-boleh saja dilakukan. Asalkan ibu dapat memastikan kesehatan dan keselamatan si kecil dengan baik. Selain itu, tentunya anda tidak akan tega membawa bayi yang baru berusia beberapa hari keluar rumah. Melainkan bayi yang sudah berusia beberapa minggu. Selama kondisi bayi anda sehat dan memungkinkan untuk dirinya menghirup udara luar ruangan. Maka kegiatan yang satu ini boleh saja dilakukan.

Rambu-Rambu Membawa Bayi Baru Lahir Ke Luar Rumah

Meskipun jawaban dari pertanyaan bolehkah membawa bayi baru lahir ke luar rumah cukup melegakan. Akan tetapi, bukan berarti ibu bisa membawa si kecil dengan sembarang dan menyambangi segala tempat yang ingin ibu kunjungi. Ada beberapa hal atau rambu-rambu yang penting untuk diperhatikan. Berikut ini adalah rambu-rambu dalam membawa bayi baru lahir ke luar rumah:

Hindari Tempat yang Ramai

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam membahas bolehkah membawa bayi baru lahir ke luar rumah adalah menghindari tempat yang ramai. Bila ibu ingin mengajak bayi berusia kurang dari 40 hari ke luar rumah, tempat ramai bukanlah solusi yang bijak. Tempat yang terdapat banyak orang dan ramai seperti mall, pasar dan tempat umum lainnya akan cenderung membuat banyak bakteri didalamnya. Tubuh bayi baru lahir masih begitu rentan, begitupula dengan sistem kekebalan tubuhnya. Serangan bakteri dan kuman akan membuat tubuhnya mudah sakit.

Menghindari Paparan Sinar Matahari Secara Langsung

Kondisi kulit bayi baru lahir masih begitu halus dan rentan terbakar sinar matahari. Untuk itu, pada saat anda membawa mereka ke luar rumah sebaiknya hindarkan tubuhnya dari paparan sinar matahari secara langsung. Dampak kulit bayi yang terbakar sinar matahari akan mungkin meningkatkan resiko kanker kulit.

Untuk itu, sebaiknya pastikan bila anda membawa payung atau menutupi tubuh bayi dengan pakaian tertutup. Bila anda tidak membawa payung, maka lindungi tubuh bayi dengan tubuh anda atau gendongan.

Upayakan Membawa Bayi ke Tempat Penting

Bila terpaksa harus membawa si kecil ke luar rumah. Ada baiknya bawa bayi anda ke tempat yang penting seja seperti ke dokter atau tujuan lain dengan alasan penting. Terlalu sering membawa bayi baru lahir ke luar rumah akan membuat penyakit dan kuman lebih mudah masuk kedalam tubuhnya.

Upayakan Baju yang Nyaman Untuk Si Bayi

Saat hendak membawa serta buah hati anda ke luar rumah. Ada baiknya untuk memberikan mereka pakaian yang nyaman. Artinya, jangan gunakan pakaian yang akan membuatnya mudah gerah atau bahkan kedinginan. Pemakaian baju harus disesuaikan dengan kondisi cuaca.

Bila cuaca diluar sedang panas jangan berikan baju yang terlalu ketat atau longgar. Sebab hal ini akan membuat tubuh si kecil yang berkeringat bergesekan. Pada akhirnya hal ini akan dapat memicu timbulnya biang keringat. Sebaliknya apabila cuaca diluar sedang dingin, pastikan bila si kecil mengenakan baju sweater atau selimut yang menjaga suhu tubuhnya tetap hangat.

Batasi Bertemu dengan Orang Banyak

Sistem kekebalan tubuh bayi anda masih begitu rapuh. Sehingga tubuhnya tidak akan mampu melawan infeksi yang menghampirinya. Infeksi meskipun skalanya kecil yang menyerang bayi baru lahir. Namun hal ini akan dapat berakibat fatal untuk kesehatannya. Infeksi bisa terjadi sebab virus atau kuman yang terbawa oleh banyak orang yang ada disekeliling bayi anda. Untuk itu, sebaiknya hindarkan si kecil dari bertemu dengan banyak orang. Sebab hal ini akan lebih beresiko untuk kesehatannya.

Selain itu, umumnya bayi baru lahir akan merasa tidak nyaman saat terlalu banyak orang yang mengerubutinya. Mereka akan cenderung menangis pada saat dihadapkan pada kondisi ini. Untuk itu, berusahalah untuk lebih bijak menanggapi hal ini.

Bawa Si Kecil Ke Pekarangan Rumah

Tidak perlu melulu mengajak si kecil berpergian jauh ke luar rumah. Cukup didepan pekarangan rumah pun akan cukup membuat si kecil mampu menghirup udara segar. Selain itu, area pekarangan rumah yang bersih dan teduh akan menjadi tempat yang nyaman untuknya. Untuk itu, tidak ada salahnya membawa serta buah hati anda ke luar rumah dengan mengawalinya di pekarangan rumah.

Demikianlah hal yang dapat disampaikan dari bolehkah membawa bayi baru lahir ke luar rumah. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda perlukan.

Tips Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir – Pada dasarnya hubungan ibu dengan anaknya akan terjalin dengan kuat. Hanya saja, tak sedikit ibu yang mengalami baby blues setelah kelahiran bayinya. Untuk itu, penting menyimak tips membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir. 

Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa kasih ibu adala kasih yang sepanjang masa. Hal ini tentu menggambarkan betapa kasih ibu terhadap anak-anaknya adalah jalinan yang tulus. Sejak si kecil dilahirkan ke dunia sampai dengan ia tumbuh besar dan memiliki keluarga, kasih ibu tidak pernah putus. Ya, setidaknya beginilah gambaran yang umum menjelaskan bagaimana besarnya kasih ibu terhadap anak-anaknya.

Namun sebenarnya tidak sedikit orangtua atau ibu diluar sana yang tengah mengalami gundah gulana akan perasaannya terhadap bayi mereka yang baru dilahirkan. Ada beberapa ibu yang baru saja melahirkan buah hatinya merasakan perasaan yang lain. Bahkan tak sedikit diantara mereka yang masih kebingungan setelah menyelesaikan proses kelahiran.

Tips Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir

Saat si kecil diberikan dalam pelukannya dan bersandar diatas dadanya. Ada beberapa ibu yang tidak merasakan getaran atau ikatan bersama buah cintanya. Namun demikian banyak pula diantara mereka yang langsung sumringah dan dihiasi kebahagiaan yang mendalam setelah melahirkan buah cintanya ke dunia.

Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir

Ya, meskipun pada dasarnya ikatan besar yang terjalin antara ibu dan anak selalu berjalan dengan alami. Akan tetapi, terkadang hal ini pun perlu dipupuk sejak dini. Sebab tidak sedikit orangtua yang membutuhkan dukungan untuk selalu mencintai buah hatinya.

Memupuk rasa cinta dan kasih sayang terhadap buah hati kita bisa menjadi hal yang penting. Sebab dari sini orangtua akan semakin menyadari dan mensyukuri kehadiran si buah hati dalam kehidupannya. Dengan demikian, rasa sayang dan perhatian terhadap malaikat kecilnya akan semakin besar. Rasa cinta dan sayang besar terhadap seorang anak akan dapat membantu tumbuh kembangnya berjalan dengan baik tanpa halangan.

Lantas apakah hal tersebut wajar? Apakah ibu yang mengalami perasaan bingung dan tidak cinta pada bayi baru lahir dikategorikan sebagai hal yang wajar? Mari kita simak dan cari tahu terlebih dahulu mengapa kondisi tersebut bisa terjadi.

Mengenal Baby Blues Syndrome

Pasca melahirkan tentunya akan muncul perasaan pada diri seorang ibu dengan perasaan sumringah dan senang sekaligus haru juga lega. Sebab perjuangan selama 9 bulan dalam mengandung si buah hati serta proses melahirkan yang cukup menegangkan akhir dapat dilalui dengan selamat. Kini si buah hati yang dulu menghuni perut anda sudah dapat menemani hari-hari ibu. Namun beberapa hari kemudian, perasaan senang tersebut justru berubah menjadi perasaan yang peuh dengan kesedihan dan rasa khawatir yang tidak mau sirna. Sebagian kondisi ini adalah hal yang umum dialami oleh hampir 50% ibu hamil setelah proses kelahirannya. Kondisi ini dinamakan dengan Baby Blues Syndrome.

Baby Blues Syndorme atau yang juga dikenal dengan Postpartum Distress Syndrome adalah sebuah kondisi yang muncul akibat perasaan gunda gulana atau adanya perasaan sedih yang dialami oleh seorang ibu setelah proses kelahiran.

Kondisi ini biasanya dapat terjadi selama 14 hari pertama setelah proses kelahiran dan umumnya akan dapat memburuk pada 3 atau 4 hari pasca melahirkan. Selain itu, tidak sedikit ibu lain yang mengalami kondisi ini lebih dari batas normal.

Nah, untuk ibu yang mengalami kondisi ini maka sebaiknya segera cari terapis untuk mengkonsultasikan masalah ini. Saran dan nasihat yang diberikan oleh terapis akan menjadi alternatif atau solusi yang baik untuk ibu yang mengalami baby blues syndrome. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai tips untuk membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir anda.

Akan tetapi, sebelum anda menjumpai terapis tidak ada salahnya meredekan kondisi baby blue syndrome yang anda alami dengan melakukan beberapa hal sederhana ini dirumah.

Tips Membangun Ikatan Ibu dengan Bayi Baru Lahir

Perasaan-perasaan diatas yang ibu rasakan setelah proses melahirkan selesai adalah hal yang wajar. Seringkali ibu yang baru saja melahirkan mengalami perasaan khawatir akan kesiapannya menjadi seorang ibu atau mengurus bayi mereka.

Namun demikian serangkaian emosi yang anda alami beberapa hari kebelakang ini adalah hal yang wajar karena bayi anda terlahir tanpa buku manual, artinya ayah dan bunda perlu berusaha untuk memahami sendiri bagaimana mengurus dan membesarkan buah hati anda.

Berikut ini adalah beberapa tips membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir:

Menikmati Setiap Momen Bersama Si Buah Hati

Beberapa saat setelah kelahiran anda akan banyak belajar tentang apa yang disukai oleh buah hati anda dan apa yang tidak disukainya. Pada tahap awal, anda mungkin meemukan perasaan yang aneh dan sangat melelahkan untuk terus mengurus keperluan si kecil. Apalagi mempersiapkan segala halnya, seperti jadwal tidurnya, mengikuti pola tidur si kecil dan lain sebagainya.

Akan tetapi, jangan pernah ambil pusing kegiatan ini. Apalagi memikirkan betapa masih banyak hal yang harus anda lakukan dengannya. Cobalah untuk lebih rileks dan menikmati segala momen yang anda lakukan bersamanya.

Ketika hal tersebut dinikmati maka anda akan merasa lebih tenang dan nyaman. Apalagi saat si kecil mulai tertidur dan anda memperhatikan mereka. Maka hal ini akan semakin membuat anda jatuh cinta dengannya.

Ajak Si Kecil Bernyanyi Atau Mengobrol

Cara lain dalam membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak mereka mengobrol atau bernyanyi. Tidak perlu melulu memberikan lagu anak-anak karena umumnya si kecil sendiri belum paham dengan apa yang anda sampaikan.

Selain itu, jangan kikuk saat mengajak si kecil berbicara. Anggap saja ia adalah teman anda dimana anda bisa mencurahkan banyak hal padanya. Meskipun si kecil tidak bereaksi namun ini akan menjadi caranya untuk mulai mengenali suara anda sebagai ibunya.

Lakukan Kontak Skin to Skin

Perasaan bahagia yang belum muncul dalam hati anda untuk si kecil bisa jadi dipengaruhi karena anda belum memeluk si kecil dengan erat. Atau bisa jadi selama ini anda sering memegang mereka dalam pangkuan namun tidak pernah benar-benar merasakan momen sentuhan.

Nah, untuk itu maka manfaatkan kegiatan memberikan ASI pada buah hati anda untuk mencoba mendapatkan momen kebersamaan dan sentuhan yang hangat. Tatap mata si kecil dan resapi ia adalah buah cinta anda yang telah anda perjuangkan selama 9 bulan ini.

Sadari Ia Adalah Buah Hati Anda

Terkadang perasaan ini muncul ketika anda merasa bayi anda akan baik-baik saja meski tanpa kehadiran anda. Namun ikatan ibu dan anak adalah ikatan yang begitu kuat sehingga si kecil akan merasa kehilangan saat anda tidak ada bersama mereka. Sadari kembali bahwa si kecil adalah buah hati anda, bukti kasih anda dengan pasangan. Ia tentu akan sangat membutuhkan anda berada disampingnya.

Untuk itu, buang semua jauh-jauh ketakutan anda dan rasa khawatir yang selama ini membendungi benak anda. Rasa cinta dan kasih sayang anda yang besar akan membuat anda perlahan mampu menjadi ibu yang baik untuk mengurus mereka.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari tips membangun ikatan ibu dengan bayi baru lahir. Semoga bermanfaat dan segera aplikasikan dirumah bila anda adalah salah satu orang yang mengalami kondisi ini.

Setiap bagian pada bayi harus kita perhatikan dan diberikan perawatan dengan baik, termasuk rambut. Perawatan rambut bayi baru lahir bisa anda lakukan demi kesehatan rambut dan kulit kepalanya.

Sebagai orang tua kita harus memperhatikan kesehatan dan kebersihan bayi kita. Merawat bayi harus benar-benar dilakukan dengan tepat. Setiap bagian pada bayi harus kita perhatikan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Nyatanya, merawat bayi baru lahir bukanlah pekerjaan yang mudah. Kesulitan akan dihadapi oleh setiap orang tua ketika hendak merawat bayinya, terutama bagi pasangan muda yang baru saja memiliki seorang anak. Pengalaman yang terbatas dan pengetahuannya yang belum cukup banyak membuatnya merasa bingung dan khawatir setiap hendak melakukan perawatan pada bayinya.

Perawatan Rambut Bayi

Perawatan yang dianggap sulit oleh beberapa orang tua pada bayinya yang baru lahir yaitu dalam merawat bagian kepala, termasuk rambut. Kebanyakan orang tua merasa takut melukai kulit kepala bayi atau produk perawatan yang digunakan mengenai wajah dan mata bayinya.

Rambut pada bayi baru lahir tidak selamanya lebat. Biasanya rambut pada bayi baru lahir jarang dan tipis, atau bahkan sama sekali tidak memiliki rambut. Melihat keadaan seperti ini para orang tua berusaha untuk merawat rambutnya agar tetap sehat dan tumbuh. Bahkan beberapa orang tua mungkin merasa khawatir dan cemas ketika mendapati rambut anaknya yang tipis.

Sebaiknya anda jangan merasa cemas karena rambut tipis pada bayi baru lahir tidak akan selamanya seperti itu. Dimana rambut tipis pada bayi baru lahir akan bertahan selama kurang lebih 3 sampai 4 bulan. Setelah itu akan rontok, kemudian tumbuh rambut baru yang lebih tebal dan lebat.
Perawatan rambut bayi baru lahir harus dilakukan dengan benar dan tepat. Berikut ini perawatan rambut baru lahir.

Perawatan Rambut Bayi Baru Lahir

Untuk menjaga kesehatan rambut bayi baru lahir anda bisa melakukan perawatan dengan langkah-langkah seperti berikut.

  1. Jika anda ingin membersihkan rambut bayi anda, disarankan untuk membersihkan rambutnya dengan menggunakan air hangat. Jika dibutuhkan, anda bisa memanfaatkan sampo khusus untuk bayi yang ringan dan lembut. Usapkan sampo bayi tersebut pada rambutnya secara perlahan dan pelan, hindari menekan kepalanya. Pasalnya, kepala bayi masih belum terbentuk dengan sempurna dan masih dalam keadaan lembek.
  2. Anda bisa mencuci rambut bayi anda selama 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Disarankan untuk mengajak bayi anda berkomunikasi ketika melakukan perawatan ini.
  3. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa rambut bayi baru lahir masih dalam keadaan tipis. Agar pertumbuhan rambut selanjutnya menjadi lebih baik, anda bisa mencukur rambut bayi. Mencukur rambut bayi biasanya dilakukan setelah bayi berusia 40 hari.
  4. Rapikan rambut bayi anda dengan menggunakan sisir khusus bayi yang lembut. Penggunaan sisir yang tepat akan menghindari rambut bayi menjadi kusut, serta menghindari rasa sakit ketika disisir.
  5. Anda bisa memberikan nutrisi pada rambut bayi anda, seperti misalkan mengaplikasikan atau mengoleksan minyak kemiri dan lidah buaya sebelum rambutnya dicuci. Pemberian nutrisi ini akan membuat rambut tumbuh dengan lebih cepat dan lebat.

Biasanya ditemukan masalah umum pada bayi baru lahir, seperti adanya kerak pada kulit kepalanya atau disebut dengan cradle crap. Kerak kepala pada bayi baru lahir disebabkan karena pengaruh hormon dari sang ibu, yang mana mengakibatkan produksi minyak menjadi berlebih pada jaringan kulit bayi sehingga munculah kerak pada kulit kepalanya.

Jika anda mendapati kerak pada kulit kepala bayi sebaiknya anda jangan terlalu khawatir, karena kerak ini akan hilang dengan sendirinya dan bersifat sementara. Meskipun demikian, anda perlu membersihkan kerak pada kulit bayi. Pasalnya jika dibiarkan akan mengganggu kenyamanan, dimana kerak tersebut akan menyebabkan gatal, mengganggu pertumbuhan rambut bayi anda, dan akan berpengaruh pada penampilan. Membersihkan dan mengatasi kerak pada kulit kepala bayi harus dilakukan dengan benar dan hati-hati. Berikut cara membersihkan kerak pada kulit kepala bayi.

Cara Membersihkan Kerak Pada Kepala Bayi

  1. Pertama anda harus menyiapkan terlebih dahulu sisir khusus bayi dengan sikat yang halus dan lembut, baby oil, sampo khusus bayi yang ringan dan aman, serta washlap. Ingat gunakan produk khusus untuk bayi.
  2. Kemudian, oleskan baby oil yang sudah anda siapkan pada kulit kepala bayi yang terdapat kerak. Oleskan dengan hati hati dan perlahan.
  3. Diamkan selama kurang lebih 12 jam atau semalaman agar kerak pada kulit kepala bayi mudah dibersihkan.
  4. Anda bisa membersihkan kerak pada kulit kepala bayi pada saat ia sedang tertidur. Untuk mengangkat kerak yang mengelupas bisa menggunakan sisir rambut khusus bayi yang halus. Jangan menarik atau mengelupaskan kerak kulit kepala jika belum mengelupas atau masih dalam keadaan kering. Jika itu dilakukan akan melukai bayi dan akibatnya akan terjadi infeksi.
  5. Jika sudah, anda bisa membersihkan rambut bayi anda dengan menggunakan sampo khusus bayi dan air hangat.
  6. Jika kerak semakin bertambah dan sulit diatasi, sebaiknya segera bawa bayi anda ke dokter.

Perawatan rambut bayi baru lahir perlu dilakukan dengan benar demi kesehatan dan kenyamanannya. Demikian perawatan rambut bayi baru lahir. Semoga bermanfaat.

Berjemur selama 15 menit pada pagi hari akan memberikan banyak manfaat untuk bayi anda. Untuk itu, kegiatan ini dianjurkan sebab baik dilakukan. Yuk, simak panduan menjemur bayi baru lahir yang baik dan benar dibawah ini. 

Pancaran sinar matahari pada pagi hari memberikan dampak yang baik untuk kesehatan, terutama untuk bayi. Hal ini dikarenakan pada saat pertama kali dilahirkan, fungsi hati pada bayi belumlah berjalan dengan baik dalam hal mengolah bilirubin. Dimana kadar bilirubin dalam darah si kecil masih begitu tinggi. Hal inilah yang akan dapat menyebabkan bayi mengalami suatu proses fisioligis yang mana kondisi ini membuat si bayi mengalami bayi kuning. Untuk mengatasi kondisi ini, para ahli kesehatan umumnya akan menyarankan cara alami untuk mengatasi hal tersebut, yakni dengan menjemur bayi baru lahir dibawah sinar matahari pagi.

Sinar matahari pagi telah dipercaya mampu memberikan efek kesehatan alami untuk tubuh. Salah satunya yakni tadi dengan menurunkan kadar biliburin dalam tubuh yang menyebabkan si kecil mengalami kondisi bayi kuning pasca dilahirkan ke dunia. Akan tetapi, meski kegiatan tersebut memberikan cukup banyak manfaat. Namun hal tidaklah dapat dilakukan dengan sembarang, ada rambu-rambu penting yang perlu diperhatikan dalam perawatan bayi baru lahir agar manfaat dari kegiatan menjemur bayi dapat dirasakan dengan lebih optimal.

Nah, sebelumnya kita pahami terlebih dahulu apa itu manfaat menjemur bayi baru lahir dibawah sinar matahari pada saat pagi hari. Simak dibawah ini.

panduan menjemur bayi

Manfaat Menjemur Bayi Baru Lahir

Ada cukup banyak manfaat yang bisa didapatkan dari rajin menjemur bayi baru lahir dibawah pancaran sinar matahari pagi, termasuk mencegah dan mengatasi timbulnya bayi kuning. Nah, dibawah ini adalah beberapa manfaat lain dari menjemur bayi baru lahir dibawah sinar matahari pagi.

Menurunkan Kadar Biliburin dalam Darah

Sebagaimana diungkapkan diatas bahwa bayi yang baru lahir masih belum memiliki fungsi hati yang bekerja dengan normal, sehingga kondisi ini dapat mengakibatkan kadar bilirubin yang dihasilkan dalam darahnya menjadi tidak normal atau terlalu tinggi. Kondisi inilah, yang pada umumnya menyebabkan timbulnya bayi kuning.

Kadar bilirubin biasanya akan mengalami peningkatan pada hari ke tiga atau ke lima setelah bayi dilahirkan kedunia. Namun kondisi ini umumnya akan kembali menurun saat si kecil memasuki usia tujuh sampai dengan sepuluh hari.

Sinar matahari pagi mengandung spektrum sinar biru yang dapat memecah kadar bilirubin dalam darah sehingga membuatnya menjadi normal kembali. Ini artinya, untuk ibu yang memiliki bayi baru lahir yang mengidap bayi kuning, namun rajin menjemur si kecil dibawah sinar matahari. Maka efek kuning pada bayi anda akan perlahan menghilang.

Memberikan Efek Hangat Untuk Si Bayi

Hangatnya pancaran sinar matahari pagi bukan hanya bermanfaat untuk memberikan sensasi menyenangkan untuk tubuh dan kulit si kecil. Namun kondisi ini pun akan bermanfaat dalam mengeluarkan lendir-lendir yang masih bersarang pada tenggorokan bayi. Terutama untuk bayi yang berpotensi memiliki gangguan alergi. Untuk itu, tidak ada salahnya mulai rajin menjemur bayi baru lahir anda dibawah pancaran sinar matahari pagi.

Memperkuat Pertumbuhan Tulang

Kandungan kadar vitamin D yang terdapat pada pancaran sinar matahari pagi diyakini cukup tinggi. Kita semua tentu tahu bahwa vitamin D akan sangat baik untuk mendukung pertumbuhan tulang yakni dengan memperkuat tulang dan membantu kalsium agar terserap dengan mudah dalam darah untuk selanjutnya dapat menyatu dengan tulang. Demikian pula pada saat anda menjemur si kecil pada pagi hari dimana tulang pada tubuh si kecil akan lebih sehat dan lebih kuat. Untuk itulah penting sekali memperhatikan panduan menjemur bayi baru lahir.

Menghindarkan Stres Pada Bayi

Bayi yang mengalami stress saat baru saja dilahirkan biasanya akan terus menangis dan tempo ini biasanya berlangsung sering. Sinar matahari pada pagi hari akan dapat berkhasiat dalam melepaskan hormon yang disebut dengan hormon endorphin atau yang umum dikenal dengan sebutan hormon anti-depresai dalam tubh. Nah, dengan demikian manfaat sinar matahari pagi akan baik untuk menghindarkan si kecil dari stres maupun kejenuhan.

Demikian beberapa manfaat yang dapat dirasakan dari memperhatikan panduan menjemur bayi baru lahir dibawah paparan sinar matahari. Melihat cukup banyaknya manfaat diatas maka tidak ada lagi alasan untuk menunda menjemur si kecil dibawah paparan sinar matahari pagi. Akan tetapi, yuk kenali lebih dalam seperti saja sih rambu-rambu yang perlu diperhatikan? Simak dibawah ini.

Panduan Menjemur Bayi Dipagi Hari

Perhatikan Pemilihan Waktu

Sebelum terburu memutuskan untuk menjemur bayi dibawah sinar matahari, maka penting untuk orangtua memperhatikan pemilihan waktu yang tepat dalam melakukan hal tersebut. Waktu paling baik dalam menjemur bayi baru lahir agar mereka dapat mendapatkan manfaat tersebut dengan optimal adalah antara jam 7 sampai dengan jam 8 pada pagi hari.

Selain itu, tidak perlu berlama-lama apalagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjemur si kecil agar merasakan hangatnya pancaran sinar matahari. Cukup lakukan selama 15 menit saja, hal ini akan cukup untuknya. Sebalikya, menjemur bayi terlalu lama akan menimbulkan masalah pada kulit bayi sebab kulitnya masih begitu sensitif. Selain itu, hindari pula menjemur si kecil diatas jam 8 pagi sebab pada saat itu sinar matahari telah mengandung ultraviolet baik A maupun B.

Perlu diketahui paparan sinar ultraviolet yang menyengat kulit bayi yang masih sensitif akan dapat menyebabkan kerusakan membran kulit. Bila kondisi ini terjadi maka dampaknya akan menimbulkan rasa terbakar, kulit merah dan lain sebagainya.

Sebaikanya Jemur Bayi dalam Keadaan Telanjang

Menjemur bayi sebaiknya dilakukan dalam keadaan tubuh si bayi tidak terbaluti kain atau baju. Atau bila anda merasa khawatir, cukup biarkan bagian dada dan punggung si kecil telanjang namun masih menggunakan popok atau celana. Hal ini bertujuan agar bagian dada dapat terkena pancaran sinar matahari sehingga dapat melonggarkan bagian pernapasannya dengan lebih baik.

Perhatikan Pemilihan Lokasi

Menjemur bayi tidak harus melulu di tempat terbuka dengan pancaran sinar matahari yang langsung menyorot pada tubuh bayi. Ditempat agar terlindung namun tetap terterobos dengan sinar matahari pun sebenarnya sudah cukup memenuhi syarat.

Sementara itu, apabila cuaca diluar sedang berangin maka cukup jemur bayi baru lahir anda didalam ruangan berkaca. Asalkan cahayanya bening, bayi masih akan dapat menikmati pancaran sinar matahari yang cukup menghangatkan tubuhnya.

Jangan Pernah Tinggalkan Bayi Sendirian

Tak sedikit ibu yang sedang menjemur bayi mereka diatas meja meninggalkan si kecil sementara baik itu untuk pergi mengambil handuknya atau perlengkapan lainnya. Namun sebaiknya jangan lakukan hal ini pada saat bayi anda tengah berjemur. Salah-salah bahaya malah akan menghampiri si kecil dengan tidak terduga.
Daripada meninggalkan si kecil seorang diri maka tidak ada salahnya menjadikan momen ini dengan melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat. Orangtua dapat melakukan pijat bayi dengan perlahan baik dengan menggunakan lotion atau dengan menggunakan baby oil dengan perlahan.

Pemberian minyak pada kulit bayi akan dapat melindungi kulit si kecil dan menghindarkan kulit kering pada tubuhnya sewaktu anda menjemurnya. Sementara itu, bila tidak memungkinkan untuk melalukan pemijatan maka lakukan kegiatan lain seperti mengajak ngobrol si kecil atau hal lainnya yang membuat anda dan si kecil bisa berinteraksi.

Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung Pada Mata Bayi

Cara perawatan bayi kuning yang selanjutnya adalah dengan memperhatikan panduan menjemur bayi yang baik pada si kecil. Sebaiknya upayakan agar paparan sinar matahari tidak tersorot pada bagian mata si kecil secara langsung. Sebab hal ini akan berbahaya untuk mereka. Untuk itu, maka sebaiknya lakukan tekhnik panduan menjemur bayi agar si kecil membelakangi paparan sinar matahari tersebut. Hal ini dilakukan agar si bayi terhindar dari resiko kerusakan retina matanya.

Itulah dia beberapa rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam panduan menjemur bayi baru lahir untuk mengatasi sekaligus mencegah resiko timbulnya bayi kuning, semoga bermanfaat!.