Mengenal Jenis Hidrosefalus Gangguan Kepala Besar Pada Bayi – Penyakit atau keluhan yang terjadi pada bayi akan tentu membuat anda para orangtua dibuat khawatir dengan kondisi ini. Apalagi saat menjumpai ukuran kepala bayi yang terlihat leih besar. Lantas apakah penyebab kepala besar tidak normal pada bayi? Mari simak dibawah ini.

Anda mungkin pernah menjumpai anak bayi yang baru saja berusia beberapa pekan atau beberapa bulan mengalami pembesaran kepala yang tidak normal. Kondisi seperti ini tentu membuat anda bertanya-tanya apa yang sebenarnya membuat si kecil bisa mengalami kondisi seperti ini.

Banyak orang mengatakan bahwa kondisi kepala besar pada bayi adalah hal yang wajar sebab pada umumnya akan dapat kembali dengan normal. Hanya saja, bagaimana bila rupanya pembesaran kepala ini tidak segera usai. Justru sebaliknya, ukuran kepala buah hati malah semakin hari terlihat semakin membengkak dan membesar.

Lalu apa sebenarnya yang membuat kondisi ini dapat terjadi pada bayi? Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa halnya dibawah ini.

Mengenal Jenis Hidrosefalus Gangguan Kepala Besar Pada Bayi

Mengenal Jenis Hidrosefalus Gangguan Kepala Besar Pada Bayi

Kondisi pembesaran ukuran kepala pada bayi dikenal dengan sebutan penyakit hidrosefalus. Kondisi penyakit ini adalah penyakit yang menyerang organ otak pada anak. Penderita hidrosefalus mengalami penumpukan cairan didalam otaknya. Dimana kondisi ini akan berakibat pada meningkatnya tekanan pada bagian otak dengan perlahan.

Kondisi penyakit yang satu ini tentu tidak dapat diremehkan apalagi disepelekan begitu saja. Perlu penanganan dengan segera untuk penyakit hidrosefalus yang menyerang bayi, terutama bayi baru lahir. Sebab bila tidak kondisi ini akan mungkin merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak pada anak. Bukan tidak mungkin dikemudian hari si kecil akan mengalami gangguan kognitif pada otaknya.

Kondisi hidrosefalus dapat dialami oleh orang-orang dalam berbagai usia. Hanya saja, untuk usia yang rentan terkena dengan resiko penyakit ini adalah bayi dan manula. Berdasarkan dari gejalanya, penyakit ini dikelompokan menjadi 3 jenis. Untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak pembahasannya dibawah ini.

Pengelompokan Penyakit Hidrosefalus

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa berdasarkan gejala yang mungkin ditunjukan. Penyakit hidrosefalus terbagi kedalam 3 kelompok. Untuk mengetahui lebih dalam pengelompokan tersebut. Mari simak langsung beberapa halnya dibawah ini.

Hidrosefalus Kongenital

Untuk jenis hidrosefalus yang pertama adalah kondisi yang terjadi sejak bayi baru saja dilahirkan. Bayi yang mengalami hidrosefalus bawaan, ukuran kepalanya akan sangat besar. Kondisi ini tentu akan jauh lebih besar untuk bayi yang lahir tanpa keluhan kesehatan yang sama.

Sementara itu, untuk ciri yang dapat dikenali pada bayi yang mengalami kondisi hidrosefalus jenis ini dilihat dari bagian tertentu. Yakni bagian ubun-ubun dan fontael yang tampak menggelembung dan menegang. Kondisi seperti ini dapat terjadi akibat kulit kepala bayi masihlah sangat tipis. Dengan demikian, penggelembungan ini akan dapat membuat urat-urat pada kepala bayi terlihat dengan jelas.

Selain itu, bayi yang menderita kondisi hidrosefalus ini akan mungkin memiliki mata yang terlihat seperti memandang ke bawah. Sementara otot-otot pada bagian kakinya akna terlihat kaku. Selain itu, bayi pun akan mungkin lebih rentan mengalami kejang.

Sementara itu, untuk gejala lain dari kondisi hidrosefalus bawaan ini adalah bayi yang mudah mengantuk, rewel, mual dan bahkan sulit makan. Untuk bayi baru lahir mereka akan mungkin sulit menyusu.

Hidrosefalus yang Didapat (Acquired)

Gejala yang ditunjukan untuk hidroefalus ini adalah mual dan nyeri leher. Selain itu, mudah mengantuk, penglihatan buram, bingung dan sulit menahan kemih. Kondisi ini bila tidak segera diobati akan mungkin menyebabkan koma atau bahkan kematian.

Hidrosefalus dengan Tekanan Normal

Jenis yang terkahis adalah hidrosefalus dengan tekanan yang normal. Umumnya kondisi ini lebih sering dialami manula. Gejala yang dialami diantaranya kesultan menggerakan kaki dan berjalan.

Menggendong bayi baru lahir harus dilakukan dengan hati-hati dan seksama karena tubuh bayi baru lahir masih lemah. Menggendongnya dengan sembarangan akan membuatnya terluka. Beberapa cara menggendong bayi baru lahir bisa anda lakukan.

Kelahiran bayi adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang tua. Tidak sabar, bahagia dan gelisah dirasakan oleh setiap orang tua yang menunggu kelahiran bayi untuk melengkapi keluarga kecilnya. Demi menyambut kedatangan sang buah hati, segala perlengkapan dan kebutuhan bayi disiapkan dengan sebaik mungkin. Mulai dari pakaian bayi, popok, gendongan, tempat tidur tidak luput dari perhatian para orang tua. Selain perlengkapan dan kebutuhan bayi yang harus benar-benar disiapkan, perawatan bayi juga harus dikuasai oleh setiap orang tua. Memandikan bayi, cara menyusui bayi yang benar, menjaga kebersihan dan kesehatan bayi harus benar-benar bisa dilakukan oleh para orang tua. Terkadang beberapa orang tua merasa kebingungan ketika hendak merawat bayinya. Dimana keadaan ini biasanya menimpa orang tua yang baru pertama kali memiliki seorang anak. Pasalnya, pengalaman orang tua baru masih sangat terbatas dalam merawat bayi. Cara Menggendong Bayi Baru Lahir Beberapa hal yang kerap kali membuat bingung, terutama bagi orang tua baru yaitu bagaimana cara menggendong bayi baru lahir. Kebingungan seperti itu wajar dialami oleh pasangan muda dalam melakukan perawatan bayi baru lahir. Membutuhkan waktu agar bisa menggendong bayi dengan tepat. Selama itu, proses belajar harus tetap dilakukan. Namun, yang perlu diketahui oleh setiap orang tua yaitu bahwa otot leher bayi baru lahir dan kemampuan motoriknya masih sangat lemah dibandingkan dengan bayi berusia di atasnya. Karena seperti itu bayi baru lahir belum mampu untuk mengendalikan kepalanya. Tetapi, sebaiknya anda hindari takut dan khawatir yang terlalu berlebihan. Menggendong bayi merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mempererat hubungan antara orang tua dan bayi. Ketika hendak meggendong bayi baru lahir penting bagi setiap orang tua untuk selalu memperhatikan dan menopang kepala dan leher bayi. Ada beberapa cara menggendong bayi baru lahir yang bisa dilakukan seperti berikut ini.

Cara Menggendong Bayi Baru Lahir

Menimang

Menimang bayi baru lahir merupakan cara yang paling sering dilakukan ketika menggendong bayi. Menggendong bayi dengan metode ini sangat mudah. Pertama, angkat atau ambil bayi anda yang sedang berbaring. Lalu tempatkan salah satu tangan anda tepat di bawah leher dan kepalanya. Sedangkan untuk tangan yang lainnya berada di bawah bokong bayi. Angkat bayi dan anda bisa menyesuaikan posisi bayi anda hingga ia merasa nyaman dan aman. Seharusnya kepala dan leher bayi berada di lengan bagian dalam saat ia digendong. Kemudian, ayun dengan hati hati dan perlahan. Posisi ini merupakan posisi yang tepat untuk menatap bayi.

Menggendong dan Memeluk

Metode menggendong seperti ini umumnya dilakukan setelah bayi beres menyusu. Caranya yaitu, gunakan salah satu tangan anda untuk mengangkat kepala dan leher bayi anda. Sedangkan untuk tangan yang lainnya digunakan untuk menyokong bokong bayi anda. Dimana posisi bayi anda vertikal searah dengan posisi tubuh anda. Pada posisi seperti ini, anda bisa menempatkan bayi anda di dada. Ketika itu bayi anda akan merasa nyaman ketika mendengarkan detak jantung orang tuanya. Hal yang harus anda ingat yaitu tetap perhatikan kepala dan leher bayi anda. Pastikan pula hidungnya tidak tertutup.

Menggendong Saat Menyusu

Menggendong untuk menyusui bayi bisa anda lakukan ketika berdiri maupun duduk. Pertama, letakan tangan anda tepat di bagian leher dan kepala bayi. Lalu tempatkan pada lengan bagian dalam. Untuk penyangga lain anda bisa menggunakan bantuan bantal. Untuk tangan lainnya digunakan untuk menahan bokong bayi anda. Lalu dekatkan bayi anda ke payudara agar ia bisa menyusu.

Menggendong Posisi Tengkurap

Menggendong bayi dengan posisi ini bisa dilakukan pada saat bayi rewel. Posisikan bayi tengkurap, untuk bagian kepala dan lehernya berada pada salah satu lengan bagian dalam dan ujung telapak tangan anda digunakan untuk menopang tubuh bayi bagian bawah. Anda harus memastikan bahwa wajah bayi anda tidak tertutup. Menggendong bayi dengan posisi ini memberikan kebebasan bagi anda untuk menepuk punggung bayi dengan menggunakan tangan yang lainnya.

Hindari Mengguncang Bayi Anda

Pada saat anda menggendong bayi hindari untuk mengguncangnya. Pasalnya, mengguncang bayi dapat megakibatkan perdarahan di otak dan akibat yang paling fatal yaitu berujung pada kematian. Keadaan ini dikenal dengan shaken baby syndrome (SBS). Selain mengguncang bayi, tindakan lain yang dapat menyebabkan keadaan seperti ini yaitu melempar dan menjatuhkan bayi. Sindrom seperti ini dapat terjadi sampai anak berusia 5 tahun. Namun, yang paling beresiko yaitu bayi berusia 6 sampai 8 minggu. Meskipun demikian, mengangkat dan mengayun bayi dalam batasan yang normal tidak membahayakan. Hanya saja hindari mengguncang bayi dalam keadaan apapun. Cara menggendong bayi baru lahir harus benar-benar diperhatikan. Namun, sebaiknya hindari rasa takut dan ragu berlebih karena hanya akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Sebaiknya nikmati momen dimana ketika anda menggendong bayi anda. Tatap wajah mungilnya dan nikmati setiap gerakan yang dilakukannya. Demikian beberapa cara menggendong bayi baru lahir. Semoga bermanfaat.