Perkembangan Bayi 14 Bulan – Melihat perkembangan bayi tentunya moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orangtua. Pasalnya, perkembangan anak yang cepat merupakan hal yang menggembirakan bagi Anda sebagai orangtua. Untuk itu, Anda harus mengetahui beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang seharusnya dimiliki oleh si kecil berikut ini.

Tentunya, perkembangan si kecil sangatlah penting bagi Anda. Bagaimana tidak, seiring bertambahnya usia si kecil, maka perkembangannya pun menjadi sangat cepat. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengenali beberapa perkembangan si kecil sesuai dengan usianya.

Terkadang terdapat beberapa anak yang tidak berkembang sesuai dengan usianya bahkan cenderung lambat. Tentunya, Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi bukan? Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk mencermati dan juga mengamati perkembangan bayi 14 bulan secara keseluruhan dan umum dimiliki. Kami sajikan beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang wajib Anda ketahui baik secara fisik maupun secara non fisik.

Perkembangan Bayi 14 Bulan

perkembangan bayi 14 bulan

Perkembangan si kecil pada usia 14 bulan tentunya akan menjadi moment yang sangat membahagiakan bagi Anda. Hal ini dikarenakan bayi usia 14 bulan sudah dapat merespon apa yang kita inginkan. Saat memasuki usia 14 bulan, bayi akan berkembang sesuai dengan tahapannya. Baca juga: 12 Rekomendasi Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan | Bentuk & Tips

Umumnya, pada usia 14 bulan, perkembangan bayi menjadi lebih lambat dibandingkan dengan perkembangan bayi sebelum usia 12 bulan. Bayi usia 14 bulan juga dapat ditandai dengan berkurangnya nafsu makan. Hal ini memang cukup wajar karena perkembangan bayi usia 14 bulan sudah cukup matang.

Perkembangan seorang bayi tentunya menyangkut secara keseluruhan baik secara fisik maupun secara non-fisik. Perkembangan si kecil harus kita amati dengan baik agar kita dapat mengetahui apa saja perkembangan yang cepat dan juga perkembangan yang terbilang lambat bagi mereka. Tentunya, perkembangan bayi 14 bulan sudah dapat merespon perkataan kita dan juga perintah kita meskipun tidak sempurna.

Tumbuh Kembang Bayi 14 Bulan

Pertumbuhan bayi usia 14 bulan akan semakin berkurang dan juga melambat seiring dengan bertumbuhnya usia. Tidak heran jika kita mengalami kesulitan ketika memberi makan si kecil. Hal ini dikarenakan nafsu makan bayi usia 14 bulan sangatlah berkurang. Akan tetapi, Anda jangan khawatir, karena ini merupakan tanda bahwa si kecil sudah mulai berkembang.

Tidak sedikit anak berusia 14 tahun mempunyai berat badan yang menurun dari sebelumnya. Akan tetapi, Anda akan melihat badan si kecil akan lebih tinggi, tangan dan kaki yang cukup panjang. Badan si kecil pastinya akan terlihat lebih kecil dari bulan sebelumnya. Untuk itu, usia 14 tahun ditandai dengan meningginya badan dan perut yang membuncit.

Perkembangan bayi 14 bulan ini sangat berpusat pada otak sehingga ukuran otak akan bertambah sekitar 2 cm sejak si kecil memasuki usia 12 bulan. Bayi usia 14 bulan sudah memiliki kemampuan yang cukup baik secara fisik maupun non fisik. Berikut ini kami akan membagi beberapa tahapan perkembangan bayi 14 bulan secara lebih detail dan mendalam pada poin di bawah ini:

 Perkembangan Fisik

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, perkembangan fisik bayi  usia 14 bulan sudah mulai mengalami pertumbuhan yang signifikan. Terlihat dari bertambahnya tinggi badan dan juga panjangnya kaki dan juga tangan pada si kecil. Terlebih, Anda akan melihat perut si kecil yang mulai membuncit ke bagian depan. Tanda ini akan terlihat ketika Anda memakaikannya baju atau kaos dalam.

Perkembangan fisik si kecil memang tidak terlihat dengan jelas ketika kita mengamatinya langsung. Namun, Anda akan terkejut ketika memakaikannya baju dan juga celana pada si kecil. Akan tampak baju mulai mengecil dan celana mulai menggantung. Tanda inilah yang dapat Anda temukan pada perkembangan bayi usia 14 bulan.

Perkembangan otak juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Ukuran otak akan bertambah sekitar 2 cm ketika si kecil memasuki usia 12 bulan. Secara fisik, ia akan lebih aktif dan juga susah untuk diam. Tidak heran jika usia 14, bayi sudah mulai kesana kemari meskipun Anda melarangnya.

Perkembangan Motorik

Perkembangan bayi 14 bulan ini akan terlihat dari perkembangan motorik yang ia miliki. Perkembangan motorik di sini tentunya menyangkut segala kegiatan dan juga aktifitas yang kerap ia lakukan setiap harinya. Si kecil akan membuat Anda terkejut ketika melihat perkembangan yang begitu sangat cepat.

Bayi usia 14 bulan mulai memperlihatkan kemampuan motoriknya dengan aktifitas yang ia lakukan setiap harinya. Mulai dari bangun sampai mereka tidur lagi. pada usia ini ia sudah mulai ingin melakukan apapun dengan tangannya sendiri tanpa bantuan kita. Tentunya, jika si kecil menginginkan hal itu, Anda harus menuruti keinginannya tersebut. Biarkan si kecil mengeksplorasi aktifitasnya sendiri dan belajar untuk mandiri.

Pada usia 14 bulan, si kecil sudah mulai berlari ke sana kemari, menyisir rambut, menaiki sofa dengan cepat, meloncat-loncat di tempat tidur atau di sofa, memanjat, menaiki tangga, menuruninya lalu menaikinya kembali begitupun seterusnya.

Pada usia 14 bulan, tidak heran jika si kecil sudah ingin makan sendiri tanpa ingin dibantu dengan kita. Mereka akan tertarik dengan memasukkan makanan pada mulutnya sendiri daripada disuapi oleh kita. Terlebih jika itu adalah makanan kesukaannya sendiri atau perlengkapan makan favoritnya. Agar perkembangan si kecil menjadi lebih pesat, sebaiknya Anda biarkan si kecil untuk makan sendiri dan juga beraktifitas dengan keinginan sendiri. Namun, kita juga harus tetap mengamatinya dengan baik dan juga waspada. Jauhkan segala benda berbahaya yang memiliki peluang untuk menyakiti tubuh si kecil.

Perkembangan Kognitif

Seperti yang kita tahu bahwa perkembangan kognitif pada anak merupakan perkembangan dimana si kecil sudah mulai berpikir untuk melakukan, menghubungkan dan juga menilai sesuatu dengan pertimbangan. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan perkembangan otak si kecil.

Pada bayi usia 14 bulan, perkembangan kognitif ini termasuk ke dalam periode sensorimotor. Ini merupakan periode pertama dari empat periode. Periode sensorimotor ini merupakan sebuah dorongan dari dalam otak untuk mengeksplorasi dunianya secara refleks. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan kreatifitas dan juga keingintahuan si kecil mengenai cara ataupun sesuatu yang berada di lingkungannya.

Perkembangan kognitif pada si kecil ditandai dengan bentuk otak yang mulai membesar sekitar 2 cm. Pada tahap ini bayi sudah muali berkembang untuk merespon perintah dari orang-orang sekitarnya dengan cukup baik. Selain itu, ia juga sudah mulai dapat diajak bicara dan menjawab pertanyaan kita meskipun dengan bahasa yang masih belum sempurna.

Keingintahuan dalam dirinya sangatlah tinggi. Si kecil tidak akan segan-segan memegang atau menghampiri sesuatu terutama yang membuatnya tertarik. Untuk itu, perkembangan bayi usia 14 bulan sudah mulai pesat mengenal keadaan dan kondisi di sekitarnya.

Perkembangan Bahasa

Seperti yang sudah kita sebutkan diatas mengenai perkembangan kognitif dimana ia sudah dapat merespon pertanyaan dan perintah dengan baik. Untuk itu, perkembangan bahasa pada bayi 14 bulan juga sudah mulai terbentuk dengan sempurna. Tidak heran jika pada usia ini, si kecil sudah mulai mengoceh apapun berupa kata-kata yang singkat.

Si kecil juga sudah mulai melakukan perintah kepada orangtuanya menggunakan bahasa yang ia katakan. Ia juga sudah mulai bertanya kepada orangtuanya mengenai sesuatu yang ia lihat sehingga membuat ia ingin tahu segalanya. perkembangan bayi usia 14 bulan sudah dapat merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat meskipun berkata dengan terbata-bata dan tidak sempurna. Ia sudah ingin berinisatif untuk mengutarakan apa yang ia inginkan dan juga apa yang ia tidak inginkan.

Si kecil seolah-olah sudah mulai berkata dan bisa bercakap-cakap dengan orang-orang disekitarnya. Mengenai hal ini, tentunya Anda harus merespon apa yang dikatakan oleh si kecil. Anda jangan bosan-bosan untuk menjawab dan juga merespon perkataan si kecil.

Perkembangan Emosional

Perkembangan emosional pada bayi usia 14 bulan sudah dapat dilatih kemandirian dan juga perasaannya. Perkembangan emosional disini, bayi usia 14 bulan sudah mulai menunjukkan rasa percaya dirinya ketika bermain dengan anak seusianya. Tentunya, Anda sering menemui si kecil yang sedang bermain dengan mainan ketika dihampiri oleh kita ia menolaknya.

Begitupula ketika bermain dengan teman sebayanya, ia terkadang ingin barang milik orang lain, akan tetapi mainan yang ia punya tidak boleh dipinjam oleh orang lain. Terkadang ia juga berbagi mainan dengan orang lain tanpa keberatan. Inilah perkembangan emosional bayi usia 14 bulan dimana emosinya masih tidak stabil.

Untuk itu, Anda harus dapat mengatur dan juga menstabilkan emosinya dengan baik. Ajarkan kepada si kecil untuk berbagi mainan dan juga bersikap baik pada orang lain.

Perkembangan Sosial

Sosial di sini berarti bayi usia 14 bulan sudah dapat berinteraksi dengan teman seusianya dengan baik. Si kecil sudah bersikap mandiri dan juga individual ketiak bergabung dan bermain dengan bayi seusianya. Ia tidak segan-segan untuk menghampiri ketika ia melihat temannya sedang bermain.

Si kecil juga sudah mulai mendapatkan kemandiriannya sendiri ketika bermain dengan teman-temannya. Ia sudah mulai ingin pergi ke kamar mandi sendiri untuk buang air. Untuk itu, mengajarkan kemandirian pada anak akan hal ini tentu menjadi sebuah kewajiban bagi Anda.

Namun, sering kita temui seorang bayi usia 14 bulan yang malu ketika bergabung dan bermain dengan bayi lainnya. Jika Anda mendapati hal tersebut tentunya ini menjadi PR besar bagi Anda untuk mengajarkannya menjadi pribadi yang mandiri dan juga percaya diri.

Pemberian Nutrisi

Nutrisi yang diperlukan untuk bayi usia 14 bulan memang terbilang cukup tinggi. Pemberian gizi dan juga nutrisi yang diperlukan tubuh pada bayi usia 14 bulan harus mencapai skala yang memang si kecil butuhkan. Tentunya, Anda harus mengetahui bahwa usia 14 bulan mulai kehilangan nafsu makan sehingga Anda harus memilih dan mencari menu makanan yang sekiranya diinginkan oleh si kecil.

Untuk itu, ada beberapa menu makanan yang dapat Anda pilih untuk bayi usia 14 bulan yang tentu akan ia sukai, diantaranya:

1. Mulailah memasukkan makanan berjenis sayuran dan buah-buahan untuk si kecil. Jangan sungkan-sungkan untuk memberinya varian sayuran dan juga buah meskipun yang belum pernah ia makan. Hal ini tentunya akan memberikan kesempatan bagi si kecil untuk dapat mencicipi berbagai jenis sayuran dan juga buah-buahan.

Sayuran dan buah sangatlah bagus untuk si kecil karena dapat bermanfaat untuk menjaga imun tubuh tetap kuat. Akan tetapi, hindari untuk memberikan jenis buah-buahan seperti nanas, nangka dan durian pada bayi usia 14 bulan ini karena mengandung alkohol yang dapat menyebabkan perut si kecil menjadi tidak nyaman.

2. Berikan sumber makanan lain pada bayi usia 14 bulan sangatlah dianjurkan bagi Anda. Memberikan ia biskuit bayi, jagung, kentang dan juga cemilan aman lainnya akan mendapatkan asupan karbohidrat kompleks yang cukup tinggi. Anda juga dapat menghidangkan sumber protein nabati dan juga hewani seperti nasi beras, roti, telur, daging ayam dan juga sumber protein lainnya.

3.Siapkan cemilan yang si kecil sukai karena makanan pokok saja tidak cukup. Lengkapilan main si kecil dengan memberikan biskuit,  snack cracker jagung atau gandum. Pastinya, jika si kecil susah makan, Anda dapat memberinya cemilan yang baik bagi tubuh si kecil.

Dalam memberikan makanan bernutrisi pada si kecil, tentunya Anda harus membiasakan diri untuk memberikan makanan pokok pada si kecil pada waktu yang sama setiap harinya agar pola makan si kecil menjadi teratur. Alangkah baiknya untuk mengenalkan makanan bernutrisi dan bergizi pada bayi sejak 2 tahun pertama. Hal ini akan membuat bayi terbiasa untuk menerima asupan makanan nantinya.

Pemberian Vaksinasi

Vaksinasi yang diberikan pada bayi usia 14 bulan memang sangat diwajibkan. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi si kecil dalam menjaga ketahanan dan imun tubuh. Jika si kecil tidak mendapatkan imunisasi, maka ia akan tumbuh dengan lambat juga akan sering mengalami sakit-sakitan.

Imunisasi yang umum diberikan pada bayi usia 14 bulan ialah imunisasi PCV dan imunisasi influenza. Perkembangan bayi 14 bulan memang cukup pesat terlebih ketika ia sudah mengenal lingkungan luar. Penting bagi Anda untuk memberikan imunisasi pada si kecil.

Imunisasi PVC boleh diberikan pada bayi dengan rentang usia 12-15 bulan setelah ia mendapati imunisasi dasar seperti BCG, polio, DPT, Hepatitis B dan juga campak.

Tips Agar Perkembangan Bayi 14 Bulan Lebih Cepat

perkembangan bayi 14 bulan

Pastinya, Anda menginginkan si kecil tumbuh sehat dan juga berkembang dengan cepat. Tentu saja, ini memerlukan peran yang cukup untuk mendukung perkembangan si kecil. Kita tidak hanya menunggu perkembangan si kecil, akan tetapi kita diharuskan untuk melakukan cara agar si kecil dapat berkembang dengan cepat. Berikut kami sajikan beberapa tips agar bayi usia 14 bulan dapat berkembang dengan cepat.

1. Respon setiap ocehannya

Jangan karena si kecil terus mengoceh, lantas Anda bosan meresponnya. Jika Anda ingin melihat perkembangan si kecil, tentunya Anda harus terus merespon si kecil sehingga kemampuan berbahasa dan juga komunikasi si kecil menjadi lebih pesat.

2. Ajak bermain

Jika Anda ingin menumbuhkan jiwa sosial dan juga interaksi pada si kecil. Anda dapat mengajak Anda bermain sehingga si kecil tampak lebih aktif. Anda dapat memberikan gambar-gambar dan juga flash card berupa kata-kata dan huruf yang dapat ia atur.

3. Latih anak bicara

Ajak anak untuk berkomunikasi agar anak dapat lebih cepat tanggap sehingga si kecil akan dapat merangsang kemampuan komunikasi si kecil.

4. Berikan stimulasi pada bayi

Memberikan stimulasi pada bayi memang sangat dianjurkan. Pasalnya, rangsangan berupa visual dan verbal dapat membuat otak si kecil cukup berkembang.

Perkembangan bayi 14 bulan memang sangat menentukan kemampuan dan juga keterampilan nantinya. Itulah beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang harus Anda ketahui agar dapat melihat perkembangan bayi Anda dengan baik sehingga Anda dapat memberikan stimulasi yang tepat bagi si kecil. Semoga bermanfaat!

Mengetahui Gejala Hemolitik Pada Bayi – Penyakit hemolitik pada bayi dikenal juga dengan sebutan HDN. Penyakit ini terjadi ketika bayi dalam kandungan ibu memiliki golongan darah yang berbeda dengan ibunya. KOndisi penyakit ini akan mungkin beresiko untuk bayi baru lahir. Bahkan pada kondisi tertentu masalah ini akan dapat menyebabkan kematian bayi. Setelah membahas mengenai penyakit ini, lantas apakah gejala hemolitik pada bayi dan seperti apa penanganannya? Simak dibawah ini.

Meski sudah berusaha keras menjaga kehamilan agar sehat dan berkualitas. Namun masalah seringkali terjadi, seperti halnya penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. Kondisi penyakit ini dapat terjadi ketika golongan darah ibu tidak cocok dengan janin yang dikandungnya.

Kondisi ini pada dasarnya dapat terjadi ketika sel darah janin mengandung antigen yang tidak dimiliki oleh sang ibu. Ketika sel darah merah janin melewati bagian plasenta dan masuk ke aliran darah sang ibu. Maka kondisi ini akan memicu tubuh ibu menghasilkan antibodi. Antibodi inilah yang akhirnya menemukan jalan menuju aliran darah janin dan menghancurkan sel darah merahnya.  Baca juga: Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi

Mengetahui Gejala Hemolitik Pada Bayi

Lalu sebenarnya apa saja gejala yang dapat menandai kondisi penyakit ini? Maka mari kita simak beberapa halnya dibawah ini.

Mengetahui Gejala Hemolitik Pada Bayi

Penyakit hemolitik pada bayi pada dasarnya akan dapat ditemukan setelah gejala utama pada saat kehamilan dan kelahiran ditemukan. Gejala yang dialami akan berbeda pada setiap bayi. Namun dibawah ini adalah beberapa gejala paling umum yang dapat dijumpai.

Gejala Selama Kehamilan

Bukan hanya pasca kelahiran, selama masa kehamilan adapula beberapa kondisi yang akan dapat menjadi tanda dari kondisi HDN atau penyakit hemolitik pada bayi. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

  • Ketika ibu hamil melakukan pemeriksaan melalui proses amniosentesis, cairan amnion atau cairan ketuban. Maka akan ditemukan kondisi cairan ketuban yang berwarna kuning. Selain itu, cairan dalam ketuban pun umumnya mengandung bilirubin yakni cairan yang dibuat oleh hati.
  • Ketika melakukan pemeriksaan USG, bagian hati dan limpa atau bahkan jantung janin akan nampak lebih membesar dan membengkak.
  • Pemeriksaan USG pun akan dapat menunjukan cairan yang terkumpul pada bagian perut, paru-paru dan juga kulit kepala bayi.

Beberapa kondisi diatas akan mungkin mengindikasi adanya kemungkinan penyakit hemolitik pada bayi. Ketika ibu mengalami kondisi ini pada saat melakukan pemeriksaan dengan dokter. Pada umumnya dokter akan langsung melakukan penanganan untuk mengatasi kondisi yang satu ini. Dengan demikian, rajinlah melakukan check up kesehatan.

Gejala Setelah Kelahiran

Selain kehamilan, pada saat kelahiran bayi ke dunia beberapa gejala akan mungkin dialami. Beberapa kondisi ini diantaranya adalah:

  • Bayi yang terlihat pucat seperti orang yang mengalami anemia
  • Penyakit kuning pada bayi akan muncul. Kondisi ini dipengaruhi akibat cairan amnion atau ketuban yang berwarna kuning.
  • Adanya pembesaran limpa dan hati pada bayi baru lahir.
  • Adanya pembengkakan dibawah kulit (edema) yang terjadi dengan kondisi yang lebih parah.

Ketika mendapati kondisi seperti diatas maka penting sekali untuk segera mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter. Untuk anda yang melahirkan di dokter atau rumah sakit maka biasanya usai kelahiran, dokter akan melakukan pengecekan kesehatan pada bayi. Dengan begini maka biasanya kondisi keluhan semacam ini akan dapat ditemukan dengan lebih dini. Sehingga demikian, penanganan yang diberikan pun akan jauh lebih cepat dan efektif.

Mengapa Anak Perlu Imunisasi? – Bayi dan anak-anak yang berada dibawah usia balita wajib mendapatkan imunisasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah mereka dari serangan penyakit kedalam tubuhnya. Akan tetapi demikian, pada beberapa kasus masih banyak orangtua yang takut setelah mendapatkan imunisasi si kecil akan sakit. Hal inilah yang membuat sebagian orangtua dengan mudah melewatkan imunisasi penting pada anak. Lalu mengapa anak perlu imunisasi? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasi menariknya dibawah ini.

Apakah si kecil sudah mendapatkan imunisasi yang lengkap bun? Imunisasi adalah rangkaian penting dari vaksinasi untuk mencegah si kecil dari penyakit. Akan tetapi sayangnya, beberapa imunisasi yang menyebabkan si kecil sakit setelahnya. Membuat sebagian ibu merasa khawatir dan memutuskan untuk tidak mengikut sertakan si buah hati pada imunisasi.

Padahal ketika masih kecil, sistem imun pada anak belum terbentuk dengan sempurna. Hal inilah yang akan membuat penyakit dan bakteri akan mudah menyerang tubuhnya. Akibatnya, buah hati anda akan mudah terserang dengan penyakit. Baca juga: Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Mengapa Anak Perlu Imunisasi?

Nah, sebagian dari anda mungkin masih bertanya-tanya mengapa anak perlu diimunisasi? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasinya dibawah ini.

Mengapa Anak Perlu Imunisasi?

Sebagian diantara ibu mungkin masih ragu mengikuti imunisasi untuk buah hatinya. Apalagi ketika efek dari beberapa imunisasi yang membuat si kecil sakit dan rewel. Pada akhirnya membuat ibu memilih untuk melewatkan imunisasi pada anak. Hal inilah yang membuat si kecil tidak mendapatkan vaksin yang mereka butuhkan.

Lalu mengapa anak perlu diimunisasi? Seberapa pentingkah peran imunisasi untuk kesehatan anak? Mari kita simak secara langsung beberapa informasi menariknya dibawah ini.

Bayi amat rentan dengan yang namanya penyakit. Kondisi ini dapat terjadi sebab sistem imun dalam tubuh bayi belumlah terbentuk dengan sempurna. Dengan melakukan imunisasi, ini artinya anda melindungi si kecil dari berbagai ancaman penyakit yang mungkin menyerang tubuhnya.

Vaksin yang disuntikkan kedalam tubuh bayi akan dapat membantu membentuk kekebalan tubuh atau antibodi si kecil. Yang mana hal ini akan berfungsi untuk membantu tubuh si kecil lebih kebal dari serangan virus yang masuk kedalam tubuhnya.

Dengan begini maka si kecil akan dapat terhindar dari serangan penyakit yang mudah masuk kedalam tubuh dan mengganggu kesehatannya.

Lebih dari itu, imunisasi pun akan dapat menyelamatkan hidup si kecil. Pada zaman dahulu banyak sekali kasus yang dijumpai dimana si kecil menderita sakit seperti polio. Kondisi penyakit ini cukup parah dimana pada gilirannya si kecil akan mungkin menghadapi kematian.

Akan tetapi, terimakasih kepada kemajuan tekhnologi yang ada saat ini. Dimana tercipta vaksin untuk memberantas penyakit tersebut dengan mudah. Hasilnya kini sedikit sekali anak-anak yang mengalami resiko penyakit berbahaya ini.

Beberapa pemberian imunisasi pada tubuh anak memang membuat si kecil sakit. Bahkan beberapa mungkin membuat mereka demam, rewel dan sulit makan. Akan tetapi, hal ini pada dasarnya adalah hal yang wajar. Selain itu, kondisi semacam ini pun tidaklah berlangsung terlalu lama.

Rasa sakit yang ditimbulkan pada tubuh anak ini akan tentu jauh lebih baik dibandingkan sakit yang dialami si kecil pada saat mereka tidak mendapatkan imunisasi. Selain itu, sakit yang timbul pun pada dasarnya merupakan respon tubuh terhadap zat yang dimasukkan kedalam tubuh si buah hati.

Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi – Seringkali tidak sedikit ibu yang menghadapi kekeliruan pada gumoh dan muntah bayi. Kekeliruan ini penting sekali untuk diluruskan dengan baik. Karena bisa jadi muntah pada bayi menjadi pertanda adanya gangguan pencernaan atau kesehatan pada tubuhnya.

Bayi anda setelah selesai menyusu, lantas beberapa saat kemudian mengeluarkan kembali ASI tersebt dari bagian mulutnya. Kondisi ini seringkali membuat ibu kebingungan apakah hal ini adalah gumoh atau muntah pada bayi?

Mengetahui perbedaan gumoh dan muntah pada bayi menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dengan baik. Hal ini dikarenakan muntah pada bayi bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan pada tubuhnya. Untuk itu, mari simak apa perbedaan gumoh dengan muntah pada bayi dibawah ini. Baca juga: Apa Itu Penyakit Hemolitik Pada Bayi Baru Lahir?

Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi

Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi

Berbeda halnya dengan muntah yang dirasakan, gumoh pada bayi tidak terlihat seperti muntah. Umumnya pada muntah bayi akan terlihat kepayahan menahan rasa sakit pada perutnya. Hal ini tentu tidak terjadi pada gumoh. Gumoh pada bayi hanya berupa keluarnya air susu dari mulutnya tanpa membuat bayi terlihat sakit atau mengeluh.

Selain itu, perbedaan ini akan nampak terlihat pada bayi yang muntah. Pada kondisi muntah bayi akan terlihat rewel dan menangis. Ia pun akan cenderung terlihat seperti orang yang kesakitan. Bahkan si kecil pun akan mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Pada saat muntah usia disusui, si kecil akan mungkin terlihat berusaha dengan kuat untuk mengeluarkan susu dari mulutnya pada saat ia muntah. Namun berbeda pada gumoh yang akan nampak lebih tenang seolah ia menumpahkan susu secara tidak sengaja. Lantas apa itu gumoh? Mari simak dibawah ini.

Apa Itu Gumoh?

Gumoh pada bayi adalah sebuah kondisi yang normal dan hampir setiap bayi mengalami haln yang serupa. Biasanya pada usia tiga bulan pertamanya, si kecil akan mengalami kondisi gumoh yang sering. Baru pada saat 1 tahun, gumoh akan berhenti dengan sendirinya.

Kondisi gumoh pada bayi dapat terjadi sebab terdapat katup esofagus dan lambung yang berfungsi agar makanan yang masuk kedalam bagian lambung tidak naik ke atas. Nah, pada saat katup tersebut terbuka maka makanan yang sudah masuk kedalam lambung dan ketika katup tertutup maka makanan tidak akan naik kembali keatas. Fungsi katup inilah yang belum terbentuk dengan sempurna pada bayi. Sehingga membuat makanan dapat kembali ke atas.

Bukan hanya itu, bayi yang memiliki ukuran lambung yang kecil pun akan mengalami kondisi ini. Hal inilah yang menyebabkan makanan yang sudah masuk kedalam lambung naik kembali keatas. Kondisi inilah yang kita kenal dengan sebutan gumoh pada bayi.

Lalu Bagaimana Mencegah Gumoh Pada Bayi

Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah agar gumoh pada bayi tidak terjadi. Beberapa hal ini dapat kita simak dipoin-poin dibawah ini.

  • Pastikan si kecil dalam posisi tegak setelah selesai meng-ASI
  • Jangan berikan ASI terlalu banyak
  • Biarkan si kecil untuk bersendawa usai meng-ASI
  • Hindari tekanan pada bagian perut bayi pada saat ia meng-ASI
  • Biarkan bayi anda tidur telentang

Demikianlah beberapa informasi menarik yang dapat kami sampaikan kali ini. Semoga informasi mengenai perbedaan gumoh dan muntah pada bayi diatas akan dapat memberikan anda manfaat dan wawasa yang lebih banyak dan lebih luas seputar merawat bayi.

Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya? – Pernahkah anda mendengar nama imunisasi pentabio? Ini adalah jenis imunisasi yang terdiri dari lima jenis vaksin. Vaksin ini sangat penting diberikan pada si kecil untuk mencegah beberapa resiko penyakit tertentu yang dapat menyerang tubuhnya. Selain itu, imunisasi pentabio memiliki sejumlah manfaat yang baik. Untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak beberapa informasi menarik yang akan kami berikan kali ini.

Memberikan vaksin pada anak sejak mereka masih kecil memang menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Penggunaan vaksin dilakukan untuk melindungi tubuh anak dari serangan penyakit dan bahaya kedalam tubuhnya.
Adapun penggunaan imunisasi pentabio dalam hal ini akan dapat berfungsi untuk mencegah anak dari penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B dan haemophilus influenza tipe B. Baca juga: Mengenali Ciri dan Tanda Sindrom Asperger Pada Anak

Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya?

Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya

Vaksin ini adalah salah stau jenis vaksin yang diproduksi oleh perusahaan Bio Farma. Vaksin ini pernah disarankan oleh dokter ketika terjadi kelangkaan imunisasi DPT.

Meski beberapa orangtua cenderung ragu dengan vaksin yang satu ini. Namun rupanya vaksin yang satu ini sangat aman diberikan pada si buah hati. Selain itu, beberapa manfaat yang bisa didapat dari vaksin ini diantaranya adalah?

Manfaat Vaksin Pentabio

Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan si buah hati ketika ibu memberikan mereka vaksin yang satu ini. Diantaranya mari kita simak beberapa manfaat nya dibawah ini.

Mencegah Penyakit Difteri

Penyakit difteri termasuk kedalam jenis penyakit menular yang sangat berbahaya. Penyakit ini dapat menyebabkan infeksi pada bagian tenggorokan atau pada bagian selaput lendir pada saluran pernapasan. Awal penyakit ini memang mirip dengan penyakit pilek atau flu pada umumnya. Akan tetapi, beberapa anak pun akan pula menunjukan gejala radang amandel.

Bila tidak dirawat dengan baik, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih cepat. Bahkan pada kondisi terburuk penyakit ini akan dapat menyebabkan kematian pada buah hati.

Mencegah Penyakit Pertusis

Pertusis adalah salah satu penyakit yang dapat membuat anak dan bayi mengalami batuk rejan yang amat parah. Kondisi ini akan dapat membuat kondisi kesehatan si kecil menjadi parah. Bila tidak segera ditangani dengan baik maka penyakit ini akan mungkin menyebabkan penularan yang lebih cepat.

Pada bayi penyakit yang satu ini perlu segera ditangani dengan baik sebab dampaknya bisa memicu komplikasi. Segera tangani penyakit ini dan berkonsultasilah dengan dokter agar demikian penanganan yang tepat bisa segera diberikan.

Mencegah Penyakit Tetanus

Penyakit tetanus dapat terjadi sebab adanya infeksi bakter dari jenis clostridium tetani. Bakteri yang satu ini akan dapat menghasilkan racun yang dampaknya cukup bahaya untuk kesehatan tubuh. Adapun penularan bakteri yang satu ini dapat muncul dari kotoran hewan kemudian memicu terjadinya infeksi saat bakteri ini masuk kedalam tubuh.

Ketika bakteri terkena dengan oksigen maka bakteri akan mati sehingga tidak akan dapat memicu terjadinya infeksi.
Infeksi yang muncul dari kondisi ini dampaknya bisa sangat parah dan dapat menyebabkan kejang otot, sulit bernapas dan masih banyak lagi. Sehingga demikian, penting sekali menangani kondisi ini dengan baik.

Demikianlah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari menggunakan imunisasi pentabio pada anak. Mengingat manfaatnya yang akan cukup banyak dan baik untuk kesehatan si kecil maka penting sekali memberikan vaksin ini sejak mereka masih kecil.