Meski telah berusaha susah payah untuk menjaga kesehatan kehamilan dengan baik. Akan tetapi seringkali masalah dan ancaman penyakit mudah sekali menyerang. Salah satu kondisi kesehatan yang mengancam bayi baru lahir adalah masalah hemolitik. Kondisi ini terjadi ketika golongan darah ibu tidak cocok dengan golongan darah bayi. Untuk lebih jelasnya mengenai penyakit hemolitik maka mari kita simak informasi menariknya dibawah ini.

Walaupun perencanaan yang hati-hati dan persiapan yang matang dalam menjaga kehamilan. Akan tetapi tetap saja, permasalahan seringkali datang diluar kendali. Hal inilah yang umumnya membuat banyak orang tidak siap menghadapi sebuah masalah dan ujian.

Seperti halnya yang terjadi dengan masalah atau keluhan yang timbul pada bayi baru lahir. Ada beberapa penyakit tertentu yang dapat membahayakan bayi yang belum lahir. Dimana kondisi ini akan mungkin mengancam keselamatan si kecil pada saat mereka dilahirkan.  Baca juga: Mengenal Sindrom Asperger Pada Anak

Apa Itu Penyakit Hemolitik Pada Bayi Baru Lahir?

Apa Itu Penyakit Hemolitik Pada Bayi Baru Lahir?

Hemolitik pada bayi baru lahir atau yang lebih dikenal dengan sebutan HDN adalah sebuah kondisi yang terjadi dimana golongan darah ibu dan bayi berbeda.

Pada dasarnya kondisi ini dapat terjadi ketika sel darah merah janin dalam kandungan ibu memiliki antigen. Antigen yang sama tidak dimiliki oleh sang ibu dan hal inilah yang membuat golongan darah ibu dan janin menjadi berbeda.

Ketika sel darah merah janin melewati plasenta dan masuk kedalam aliran darah yang dimiliki snag ibu. Maka hal ini dianggap oleh tubuh sebagai kondisi yang berbahaya. Hal ini juga yang membuat tubuh ibu menghasilkan antibodi. Antibodi inilah yang akhirnya menemukan jalan menuju aliran darah janin dan menghancurkan sel darah merah pada janin ibu.

Teori HDN untuk pertama kali ditemukan pada tahun 1600-an. Setelah seorang bidan berkebangsaan Perancis melahirkan anak kembar yang keduanya meninggal usai dilahirkan. Kondisi ini membuat salah satunya bengkak dan salah satu bayi lain mengalami kondisi bayi kuning.

Ada banyak kasus serupa yang menyebabkan janin atau bayi meninggal pada waktu tersebut. Untuk itulah, dibutuhkan waktu sekitar 300 tahun lamanya untuk benar-benar memahami diagnosa penyakit akibat HDN.

Selain penyebabnya yang telah pasti, program pencegahan dan pengobatan dimulai pada ibu yang kehamilan beresiko HDN. Hal ini tentu saja bermaksud untuk membantu mengurangi terjadinya HDN secara dramatis.

Lantas apa sebenarnya yang dapat memicu kondisi HDN atau hemolitik pada bayi baru lahir bisa terjadi? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasi yang akan kami berikan kali ini.

Penyebab Penyakit Hemolitik Pada Bayi Baru Lahir

Ada beberapa pemicu yang dapat menyebabkan hemolitik pada bayi baru lahir dapat terjadi. Beberapa penyebab ini akan kami bahas dibawah ini.

Perbedaan Faktor Rhesus (Rh)

Guna lebih memahami faktor rhesus adalah jenis protein pada permukaan sel darah merah. Apabila protein ini terhadap pada sel darah merah janin. Maka kondisi ini mengindikasikan Rh positif. Sementara bila kondisi ini sebaliknya maka ini menunjukan Rh negatif.

HDN dapat terjadi ketika ibu hamil didiagnosis mengalami Rh negatif sementara si bayi dinyatakan memiliki Rh positif. Kondisi ini membuat tubuh ibu menganggap sel darah bayi sebagai sesuatu yang berbahaya. Antibodi yang dihasilkan dari tubuh ibu inilah yang akan dapat mengancam sel darah merah janin. Untuk itulah kondisi HDN atau hemolitik pada bayi bisa terjadi.

Penanganan Hipotermia Pada Bayi yang Penting Diketahui Orangtua – Hipotermia atau turunnya suhu tubuh yang terjadi secara drastis akan mungkin membahayakan kesehatan seseorang. Apalagi jika dalam kasus ini yang mengalaminya adalah bayi. Perlu diketahui hipotermia yang parah akan dapat berujung kematian. Sehingga demikian penting sekali untuk anda mengetahui penanganan hipotermia pada bayi.

Hipotermia termasuk kedalam kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis darurat dengan segera. Keadaan ini dapat terjadi ketikan suhu atau temperatur tubuh menurun secara drastis dibawah suhu yang normal. Dimana suhu tubuh normal akan dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh lainnya, yakni dibawah 35 derajat Celcius.

Ketika temperatur tubuh berada jauh dibawah titik yang normal. Maka kondisi ini akan dapat membuat sistem syaraf dan fungsi organ tubuh lainnya menjadi terganggu. Bila tidak segera ditangani kondisi ini akan dapat menyebabkan kegagalan sistem pernapasan dan sistem sirkulasi jantung. Pada kondisi yang lebih buruk hal ini akan dapat menyebabkan kematian.

Penanganan Hipotermia Pada Bayi yang Penting Diketahui Orangtua

Apalagi pengaruhnya akan jauh lebih buruk ketika kondisi ini terjadi pada anak atau bayi baru lahir. Terutama bila mengingat suhu tubuh bayi umumnya begitu hangat. Nah, untuk mengetahui penanganan hipotermia pada bayi maka mari simak dibawah ini. Baca juga: Pahami Gejala Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

Penanganan Hipotermia Pada Bayi yang Penting Diketahui Orangtua

Ada cukup banyak faktor yang dapat membuat seseorang mengalami hipotermia, termasuk pada bayi. Kondisi ini dapat diakibatkan dari kurangnya pakaian yang hangat pada cuaca dingin. Terlalu sering berada ditempat dingin, sering membawa bayi keluar rumah saat cuaca ekstrim dan masih banyak lagi.

Sementara itu, untuk mengetahui penanganan hipotermia pada bayi. Maka dibawah ini anda akan dapat menyimak informasi pentingnya.

Berikan Pakaian yang Hangat

Hal penting pertama ketika orangtua mendapati si kecil menggigil dan kedinginan. Maka segera berikan mereka pakaian yang lebih hangat. Atau bila anda kesulitan mendapatkan pakaian atau baju yang hangat maka bungkus mereka dengan selimut.

Gejala hipotermia pada bayi akan mungkin sulit dikenali dibandingkan dengan yang terjadi pada orang dewasa. Apalagi jika yang anda hadapi adalah bayi baru lahir. Untuk mengetahui kondisi ini anda dapat menyentuh tubuh dan tangan si kecil. Ketika tubuhnya dingin dan terasa janggal pada saat cuaca dingin. Maka segera hangatkan mereka dengan cepat.

Masukkan dalam Inkubator

Penanganan hipotermia pada bayi yang lainnya adalah dengan menempatkan bayi kedalam tabung inkubator. Dimana alat yang satu ini akan memungkinkan si kecil mendapatkan suhu yang lebih hangat untuk mengembalikan suhu tubuhnya pada kondisi yang normal.

Hal ini akan dapat dilakukan di rumah sakit atau di bidan yang menyediakan mesin inkubator. Penanganan hipotermia pada bayi memang penting untuk segera diberikan. Terlebih lagi jika si buah hati memiliki riwayat kesehatan yang buruk sejak mereka lahir.

Pemberian Oksigen

Hal lainnya dalam penanganan hipotermia pada bayi adalah dengan memberikan oksigen pada si kecil. Hal ini dikarenakan hipotermia akan mungkin membuat si kecil mengalami gangguan pernapasan yang membuat mereka mengalami sesak. Oleh karenanya, pemberian oksigen dengan segera akan sangat dibutuhkan untuk membantu si kecil mengembalikan kondisinya dengan baik.

Kekurangan oksigen akan dapat menyebabkan fungsi otak menjadi menurun dan kondisi ini pun akan dapat menyebabkan fungsi organ tubuh pun ikut menurun. Jadi demikian, pemberian oksigen akan sangat dibutuhkan dengan segera.

Pahami Gejala Infeksi Saluran Kemih Pada Anak – Tidak hanya menyerang orang dewasa, infeksi saluran kemih bisa juga terjadi pada anak. Kondisi ini akan mungkin menyiksa dan menyebabkan kondisi yang tidak nyaman untuk mereka. Oleh karenanya, mari pahami gejala infeksi saluran kemih pada anak dibawah ini.

Infeksi saluran kemih dapat terjadi akibat infeksi bakteri yang menyerang bagian saluran kemih. Saluran kemih dimulai dari ginjal, yakni bagian dimana urine dalam tubuh diproduksi. Selanjutnya urine akan mengalur melalui saluran kemih dan akan berakhir pada bagian kantung kemih.

Urine inilah yang akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui bagian uretra yang berfungsi sebagai saluran pembuangan. Sementara itu, infeksi dapat terjadi pada bagian atas saluran dekat dengan ginjal ini disebut dengan pyelonephiris. Sementara untuk infeksi yang terjadi pada bagian saluran kemih bawah disebut dengan cystitis. Baca juga: Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap

Pahami Gejala Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

Untuk infeksi saluran kemih yang umum dialami oleh anak-anak biasanya adalah infeksi saluran kemih pada bagian atas. Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dan perlu segera mendapatkan perhatian.

Hal ini dikarenakan infeksi saluran kemih bisa menimbulkan rasa sakit dan perasaan yang tidak menyenangkan. Ketika kondisi ini terjadi pada anak maka mungkin mereka akan rewel dan terus menerus menangis.
Sementara itu, untuk membantu ibu memahami kondisi infeksi saluran kemih pada anak. Mari pahami gejala infeksi saluran kemih pada anak dibawah ini.

Pahami Gejala Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

Sama halnya seperti jenis penyakit lainnya yang dapat muncul dalam tubuh. Infeksi saluran kemih pada anak pun dapat muncul disertai dengan tanda dan gejala terlebih dahulu sebelum berkembang menjadi penyakit yang bahaya. Dibawah ini adalah beberapa gejala infeksi saluran kemih pada anak yang penting diketahui.

Demam Tinggi

Gejala pertama yang dapat mengindikasikan adanya infeksi saluran kemih pada anak adalah naiknya suhu tubuh si kecil. Akan tetapi, biasanya orangtua banyak mengartikan kondisi ini sebagai penyakit bayi lain dalam tubuh anaknya. Demam yang terjadi pada anak akibat gejala infeksi saluran kemih dapat berlangsung selama beberapa hari.

Kondisi ini bila tidak segera ditangani akan mungkin membuat si buah hati tidak nyaman. Selain itu, perasaan rewel dan mudah menangis akan mungkin membuat ibu semakin khawatir. Jadi demikian segera periksakan kondisi ini ke dokter.

Muntah dan Lesu

Infeksi pada saluran kemih pada anak bisa juga membuat si kecil terlihat lesu. Kondisi ini akan ditunjukan dengan si kecil yang terlihat kurang aktif atau bahkan murung. Sementara itu, pada beberapa kondisi tertentu si kecil pun bisa mengalami muntah-muntah.

Kondisi semacam ini sudah seyoganya mendapatkan perhatian khusus. Muntah pada si kecil bisa mungkin mengindikasikan adanya gejala dari penyakit serius. Jadi demikian, jangan abaikan kondisi yang satu ini. Rasa Sakit

Saat Buang Air Kecil

Infeksi saluran kemih pada anak bisa mungkin membuat mereka mengalami perasaan sakit saat buang air kecil. Kondisi ini akan dapat ibu perhatikan dari penolakan buang air kecil pada si kecil. Atau ekspresi wajahnya saat buang air kecil yang terlihat seolah menahan rasa sakit.

Ketika ibu menghadapi kondisi ini maka sebaiknya tanyakan seberapa sakit kondisi yang dirasakan. Dan tanyakan pula sudah berapa lama kondisi ini ia rasakan. Selanjutnya segera minta bantuan dokter untuk menangani kasus ini.

Cara Turunkan Panas Demam Pada Anak Untuk Hindari Kejang – Kejang demam yang terjadi pada anak adalah salah satu kondisi yang bisa menjadi mimpi buruk untuk setiap orangtua. Situasi seperti ini seringkali dikaitkan dengan epilepsi atau resiko keterbelakangan mental sebagai efeknya. Namun tak perlu khawatir begini cara turunkan panas demam pada anak untuk hindari kejang.

Kejang demam pada anak adalah kondisi yang terjadi secara tidak terduga. Biasanya hal ini dapat terjadi ketika adanya kenaikan secara drastis pada temperatur tubuh. Yang mana umumnya infeksi menjadi penyebab utama dari kondisi ini dapat muncul. Baca juga: Kelainan Jantung Pada Bayi Baru Lahir

Cara Turunkan Panas Demam Pada Anak Untuk Hindari Kejang

Selain itu, kejang panas demam yang terjadi pada anak bisa menjadi merupakan respons khusus dari otak terhadap demam yang biasanya terjadi pada hari pertama si kecil demam. Pada umumya anak yang mengalami kejang demam diantaranya akan mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Hilangnya kesadaran dan tubuh yang berkeringat
  • Demam tinggi
  • Tangan dan kaki mengeras dan mengejang
  • Mata anak yang terlihat terbalik
  • Terkadang muntah atau mengeluarkan busa dari mulutnya
  • Ketika kejang mereda, si kecil akan terlihat mengantuk dan tertidur.

Gejala diatas akan cukup beragam dan mungkin berbeda pada masing-masing anak yang mengalami kejang demam. Akan tetapi hal penting yang perlu dilakukan adalah tindakan pencegahan kejang dengan cara turunkan panas demam pada anak untuk hindari kejang. Mari simak informasinya berikut ini.

Cara Turunkan Panas Demam Pada Anak Untuk Hindari Kejang

Mengingat kejang demam bisa menjadi hal yang cukup menakutkan terjadi dengan si buah hati. Maka penting sekali untuk anda dapat meredakan atau mengetahui cara turunkan panas demam pada anak untuk hindari kejang. Simak informasinya berikut ini.

Penting Sekali Untuk Anda Tetap Merasa Tenang

Hal pertama sebagai cara menurunkan panas demam pada anak untuk hindari kejang adalah perasaan ibu untuk tetap merasa tenang. Perawatan demam pada anak memang terkadang gampang-gampang susah. Akan tetapi, selain menjalankan perawatan sesuai dengan prosedur yang aman. Penting sekali untuk anda tetap merasa tenang. Hal ini akan pula menjaga anda dari perasaan panik yang akan merusak segalanya.

Apalagi ketika kondisi kejang rupanya benar-benar terjadi pada si kecil. Maka anda dituntut untuk bisa mengendalikan emosi anda. Sebab penanganan yang keliru akan mungkin membahayakan nyawa si kecil.

Kompres dengan Handuk Dingin

Merawat anak yang panas demam selanjutnya adalah dengan mengompres kening si kecil dengan menggunakan air dingin. Hal ini dilakukan guna menurunkan temperatur tubuhnya yang tinggi. Dengan begini maka kemungkinan kejang pada penyakit bayi akan dapat dihindari dengan lebih baik.

  • Adapun cara yang dapat anda lakukan adalah dengan menyiapkan kain bersih.
  • Lalu celupkan pada air dingin yang bersih.
  • Setelah itu, peras dan tempatkan kain basah ini pada kening si kecil saat temperatur tubuhnya tengah tinggi.
  • Ulangi langkah ini pada saat kain mulai terasa hangat.

Mandikan dengan Air Suam-Suam Kuku

Tidak memandikan anak yang tengah demam adalah kegiatan yang keliru. Bahkan sebaliknya saat suhu badan si kecil tinggi, untuk meredakan kondisi ini anda dapat memandikan si kecil.

Hanya saja, perhatikan penggunaan air yang anda gunakan. Untuk menjaga kenyamanannya, gunakan air dengan hangat suam-suam kuku.Si kecil mungkin menjadi begitu rewel dengan kondisi ini. Namun dengan perlahan anda akan dapat melakukan hal ini dengan lebih baik.

Berikan ASI Lebih Sering

ASI adalah asupan nutrisi yang paling baik untuk bayi dibawah 2 tahun yang tengah panas. Pemberian ASI akan menjadi sumber antibodi untuk tubuh si kecil. Hal ini pun diharapkan dapat meredakan panas yang tengah dialami oleh tubuhnya. Jadi demikian, perhatikan untuk memberikan ASI lebih sering saat si kecil mengalami demam tinggi.

Jenis Infeksi Mata Pada Bayi yang Perlu Diwaspadai – Masalah kesehatan akan rentan terjadi pada bayi, termasuk timbulnya infeksi mata. Hal ini dikarenakan sistem imunitas pada bayi umumnya masih belum terbentuk dengan sempurna. Hal inilah yang membuat bayi rentan dari segala ancaman penyakit. Yuk, simak jenis infeksi mata pada bayi yang perlu diwasapdai dibawah ini.

Pada saat pertama kali dilahirkan, kondisi lingkungan baru diluar rahim membuat bayi rentan terpapar dengan kuman. Masalah inilah yang seringkali membuat ancaman penyakit mudah terjadi dan menyerang bayi baru lahir. Salah satunya adalah dengan munculnya infeksi mata pada bayi.

Kondisi ini tentu tidak dapat dianggap remah atau mungkin disepelekan begitu saja. Penanganan yang sembarang pun tentu tidak bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan kondisi rentan pada bayi membuat mereka belum bisa diberikan sembarang obat-obatan atau bahan kimia. Reaksi alergi pun menjadi hal penting yang perlu anda pertimbangkan sebelum memberikan obat pada bayi. Baca juga: Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui

Jenis Infeksi Mata Pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Nah untuknya salah satu penanganan penting yang efektif dilakukan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter. Dengan segala pengetahuannya dokter akan mempertimbangkan pengobatan yang optimal yang aman untuk bayi anda. Sementara itu, untuk meningkatkan rasa waspada ibu dan orangtua terhadap masalah mata bayi. Mari kita kenali jenis infeksi mata pada bayi yang perlu diwaspadai dibawah ini.

Jenis Infeksi Mata Pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Ada cukup banyak kondisi kesehatan mata yang mengintai dan mengancam anak bayi. Masalah ini tentu membuat orangtua perlu waspada dengannya. Nah, dibawah ini adalah beberapa masalah jenis infeksi mata pada bayi yang perlu diwaspadai.

Belek/Tembel

Infeksi pertama pada mata bayi yang dapat terjadi adalah adanya cairan berwarna putih atau kekuningan yang muncul pada sela mata si buah hati. Kondisi ini membuat kelopak mata bayi mengeluarkan lendir.

Meskipun tidak berbahaya kondisi ini bisa mungkin menimbulkan benjolan atau bahkan perasaan yang menyakitkan untuk si buah hati. Untuk itu, anda bisa mengobati kondisi ini dengan mengompres mata bayi dengan menggunakan air hangat. Hanya saja, pastikan air yang digunakan steril dan tidak terlalu panas.

Konjuntivis

Masalah infeksi mata yang selanjutnya adalah konjuntivis atau masalah mata merah. Umumnya kondisi ini terjadi sebab adanya virus atau bakteri yang mengiritasi bagian selaput yang menutupi batgian putih mata bayi. Mata bayi akan menjadi kering dengan kondisi ini. Bila bayi anda mengalami kondisi ini maka anda bisa membersihkan mata bayi dengan menggunakan air hangat atau bawa si kecil ke dokter.

Blepharitis

Jenis infeksi mata lain pada bayi adalah blepharitis. Kondisi ini disebabkan oleh adanya bakteri atau adanya kelebihan minyak pada bagian kelopak mata bayi. Meski kondisi ini tidak berbahaya namun dampaknya bisa menggagu penglihatan si kecil. Maka sebaiknya atasi dengan segera masalah ini dengan pergi ke dokter.

Periorbital Selulitis

Jenis infeksi mata yang terakhir terjadi akibat adanya infeksi pada bagian jaringan di sekitaran mata. kondisi ini umumnya hanya menyerang bagian satu mata saja. Dimana demam atau pilek akan mungkin menyertai kondisi ini sebagai gejalanya. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan dokter sebab mungkin si kecil akan rewel akibat gejala yang dialami. Biasanya dibutuhkan waktu sampai 2 hari untuk dapat mengatasi kondisi infeksi yang satu ini.

Itulah dia beberapa jenis infeksi mata pada bayi yang perlu diwaspadai. Semoga tingkat waspada ibu bisa ditingkatkan agar kondisi ini dapat dicegah dan diatasi dengan baik.