Salah satu sayuran yang baik untuk MPASI bayi yaitu brokoli. Cara mengolah brokoli untuk bayi sebagai MPASI sangat mudah. Anda dapat membuat makanan sehat berbahan dasar brokoli untuk buah hati tercinta.

Setelah bayi mengenal MPASI, maka tugas orangtua yaitu mengolah dan menyajikan makanan sehat untuk bayi. Pada masa pertumbuhannya, anak membutuhkan nutrisi yang banyak. Agar kebutuhan nutrisi harian si kecil terpenuhi, maka anda harus memberikan makanan sehat.

Alternatif makanan sehat yang tepat diberikan pada bayi yaitu sayuran. Dimana salah satu sayuran sehat yang dapat anda olah sebagai MPASI bayi yaitu brokoli. Khasiat brokoli untuk menunjang tumbuh kembang si kecil tidak bisa kita ragukan lagi. Pasalnya, sayuran ini memiliki banyak manfaat dan mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan bayi.

Cara Mengolah Brokoli Untuk Bayi

Lantas apa saja manfaat brokoli untuk bayi? Berikut ini beberapa manfaat brokoli untuk bayi.

Manfaat Brokoli Untuk Bayi

Meningkatkan Sistem Imun Bayi

Brokoli adalah salah satu jenis sayuran yang tinggi akan kandungan vitamin C. Dimana manfaat dari vitamin C itu sendiri yaitu sebagai antioksidan yang berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Kandungan fitonutrien dan fitokimia dalam sayur brokoli bermanfaat untuk mengeluarkan racun dan zat barbahaya yang lainnya dalam tubuh.

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Brokoli mengandung serat yang cukup tinggi. Mengkonsumsi brokoli dapat bermanfaat untuk mencegah sembelit pada bayi.

Mencegah Alergi

Brokoli mengandung anti-inflamasi yang memiliki peran penting untuk meminimalisir alergi pada bayi. Antiinflamasi yang terdapat pada brokoli bermanfaat untuk mencegah kerusakan pembuluh darah.

Menjaga Kesehatan Tulang

Kandungan kalsium dan vitamin K pada brokoli bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang. Sayuran brokoli cocok untuk si kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan untuk proses pembentukan, serta pemadatan tulang.

Detoksifikasi

Senyawa fitonutrien terkandung dalam brokoli. Dimana senyawa ini memiliki peran untuk mengeluarkan dan menetralkan racun dari dalam tubuh. Sehingga efeknya si kecil akan terhindar dari penyakit dan ia tidak akan menjadi mudah sakit.

Cara Mengolah Brokoli Untuk MPASI Bayi

Memilih Brokoli

Pada saat membeli brokoli untuk MPASI bayi, pilihlah brokoli yang masih dalam keadaan segar. Pilihlah brokoli dengan kuntum yang memiliki warna seragam. Warna kuntum brokoli itu sendiri bisa berwarna hijau ataupun ungu kehijauan. Sebaiknya hindari membeli brokoli dengan kuntum berwarna keabuan atau terdapat jamur. Jika brokoli sudah anda beli, maka simpanlah brokoli dalam plastik terbuka dalam kulkas. Jika disimpan dalam kulkas, bahan makanan ini akan tahan hingga mencapai 4 hari.

Persiapan Mengolah Brokoli

Bagian terbaik dari brokoli untuk MPASI bayi yaitu kuntumnya. Akan tetapi, tidak jarang pada kuntum brokoli terdapat ulat. Untuk itu, agar brokoli benar-bebar bersih sebelum diolah menjadi makanan bayi, sebaiknya potong kuntum brokoli kecil-kecil. Kemudian rendam brokoli dengan menggunakan air garam. Dengan direndam dalam air garam ulat brokoli akan terlepas dengan sendirinya. Jika sudah, sebaiknya kembali cuci brokoli sampai bersih dengan menggunakan air mengalir.

Resep Puree Brokoli

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 1 bonggol brokoli
  • 1 bonggol kembang kol
  • ASI atau susu formula secukupnya

Cara Membuat Puree Brokoli

  1. Jika brokoli dan kembang kol sudah anda cuci, maka anda dapat mengukusnya sampai matang atau lunak.
  2. Kemudian, haluskan brokoli dan kembang kol dalam blender. Lalu cairkan bahan-bahan dengan menggunakan ASI atau susu formula yang sudah disiapkan.
  3. Jika sudah, anda dapat langsung menyajikannya untuk si kecil.

Resep Puree Brokoli Wortel

Bahan Bahan yang Dibutuhkan Untuk Membuat Puree Brokoli Wortel

  • 50 gram brokoli
  • 50 gram wortel
  • ASI atau susu formula

Cara Membuat Puree Brokoli Wortel

  1. Langkah pertama, ambil brokoli yang sudah anda siapkan dan cuci bersama dengan wortel.
  2. Kemudian, potong brokoli sesuai dengan kuntum.
  3. Kukus brokoli dengan wortel yang sebelumnya sudah dipotong kecil. Jika kedua bahan tersebut sudah matang atau lunak, anda dapat mengangkatnya.
  4. Haluskan sayuran dengan menggunakan blender bersama dengan ASI atau susu formula untuk mencairkan.
  5. Jika sudah halus, anda dapat menuangkannya ke dalam mangkuk kecil. Lalu sajikan pada si kecil.

Resep Bubur Susu Beras Merah Brokoli

Bahan Bahan yang Dibutuhkan Untuk Membuat Bubur Susu Beras Merah Brokoli

  • 6 kuntum brokoli
  • 3 sendok makan tepung beras
  • 2 sendok teh susu formula
  • 450 ml air

Cara Membuat Bubur Susu Beras Merah Brokoli

  1. Pertama, ambil brokoli yang sudah anda bersihkan. Lalu rebus brokoli sampai benar-benar matang dan empuk. Jika sudah, anda dapat menghaluskan brokoli. Lalu campurkan dengan air, susu formula dan tepung beras merah. Aduk-aduk semua bahan tersebut sampai merata.
  2. Masak semua bahan sambil diaduk-aduk hingga kental dan matang. Jika sudah seperti itu, anda dapat langsung mengangkatnya lalu masukan ke dalam wadah kecil.
    Selanjutnya, sajikan bubur susu ini pada bayi anda.

Itulah cara mengolah brokoli untuk MPASI bayi atau beberapa resep brokoli untuk MPASI. Dalam menyajikan menu untuk MPASI bayi, anda harus memperhatikan bahan-bahan yang akan digunakan. Buatlah menu makanan yang sehat dan mengandung gizi seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi anda.

Pemberian MPASI harus dilakukan dengan benar dan hati-hati. Pasalnya, pemberian MPASI yang tidak tepat pada bayi akan menimbulkan masalah.

Selama enam bulan awal kehidupan bayi, ASI merupakan asupan makanan satu-satunya yang didapatkan bayi. Ibu tidak perlu khawatir, selama enam bulan tersebut kebutuhan nutrisi dan gizi bayi sudah terpenuhi dalam ASI. Selain di dalamnya terkandung nutrisi komplit, ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi.

Setelah usai masa ASI eksklusif, kini ibu akan dihadapkan dengan masa pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI). Ibu akan mulai mengenalkan satu demi satu makanan selain ASI pada buah hati tercinta. Selain melengkapi kebutuhan nutrisi dan gizi bayi, masa-masa pemberian makanan pendamping ASI adalah masa yang penting sebagai upaya mengenalkan dan juga mengembangkan kemampuan makan bayi, khususnya kemampuan dalam mengunyah dan menelan makanan.

Pemberian MPASI yang tidak tepat

Pemberian atau pengenalan makanan pendamping ASI harus dilakukan dengan baik dan benar. Bayi masih belum terbiasa dengan makanan padat, untuk itu penting bagi ibu untuk hati-hati mengenalkan makanan pendamping ASI pada si kecil.

Tidak semua bayi dapat menjalani proses pengenalan MPASI ini dengan baik. Dalam beberapa kasus justru terdapat beberapa anak yang mengalami masalah pada masa pengenalan MPASI. Dimana masalah yang terjadi ini biasanya dipicu karena ketidaktahuan orang tua dalam mengenalkan makanan kepada buah hatinya. Bahkan masalah yang ditimbulkan ini memerlukan penanganan khusus dalam waktu yang cukup lama. Lantas apa saja masalah pemberian MPASI yang tidak tepat pada bayi? Berikut ini beberapa masalah yang ditimbulkan karena MPASI yang tidak tepat.

Masalah Pemberian MPASI yang Tidak Tepat

Alergi

Dalam memberikan atau mengenalkan MPASI pada bayi, ibu harus memperhatikan jenis makanan yang diberikan pada buah hatinya. Ibu harus memperhatikan riwayat alergi keluarganya atau alergi bawaan bayi sendiri. Pemberian makanan yang tidak memperhatikan riwayat alergi anak justru akan membuat anak mengalami alergi yang berkepanjangan.

Dalam memberikan makanan pendamping ASI, penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan tanda-tanda alergi pada buah hatinya.

Bayi Mengalami Luka Pada Usus

Luka pada usus yang akan dialami oleh bayi dapat disebabkan oleh berbagai keadaan seperti berikut ini:

Sayuran berserat tinggi. Sayuran memang baik dijadikan sebagai makanan pendamping ASI bayi. Namun, pemberian sayuran berserat tinggi pada masa awal pengenalan makanan pendamping ASI akan membuat usus bayi menjadi terluka. Bahkan keadaan ini akan membuat si kecil mengalami diare pada bayi yang berkepanjangan.

Usia. Tidak sedikit orang tua memberikan makanan pendamping pada bayinya terlalu dini atau belum pada waktunya. Yang perlu diketahui, pemberian makanan pendamping terlalu dini tidak akan mendatangkan manfaat untuk bayi itu sendiri karena justru akan berdampak buruk pada metabolisme si kecil dan akhirnya akan membuat ususnya mengalami luka.

Makanan Terlalu Keras

Dalam memberikan makanan pendamping ASI, khususnya pada awal-awal pengenalan, ibu harus memperhatikan tekstur makanan yang akan diberikan. Makanan harus bertektsur lembut dan mudah dicerna oleh si kecil. Pemberian makanan dengan tekstur yang keras justru akan memicu usus si kecil terluka.

Bayi Mengalami Masalah Makan

Pemberian makanan pendamping ASI harus dilakukan dengan bertahap dan hati-hati. Langkah awal yang dapat dilakukan untuk memulai pemberian makanan pendamping yaitu dengan menyusun jadwal pemberian ASI dan MPASI.

Dalam memberikan makanan pada bayi sebaiknya hindari memaksanya. Anda dapat memberikan makanan pada bayi sesuai dengan keinginannya, terkecuali pada kondisi tertentu seperti misalkan bayi kekurangan gizi atau sakit.

Ketika anda terlalu memaksa memberikan makanan, maka akan menimbulkan masalah makan. Pasalnya bayi akan mengalami trauma ketika ia makan.

Regurgitasi dan Obesitas

Pemberian makanan yang terlalu berlebihan akan menimbulkan masalah pada sistem pencernaan bayi. Bayi dapat mengalami regurgitasi atau keadaan dimana makanan dari lambung naik ke kerongkongan atau mulut. Bahkan pemberian makanan yang terlalu berlebihan akan menyebabkan bayi mengalami obesitas dan menimbulkan dampak negatif dalam jangka waktu yang panjang.

Infeksi Saluran Pencernaan

Aspek keamanan makanan pendamping ASI pun harus diperhatikan oleh orang tua. Aspek keamanan meliputi cara pemberian makanan yang tepat, waktu pemberian makanan itu sendiri, jenis makanan yang dipilih dan kebersihan dari makanan. Jika dalam menyiapkan atau memberikan makanan pada si kecil tidak diperhatikan aspek keamanannya, maka akibatnya akan muncul berbagai masalah pada bayi.

Bahan makanan yang kebersihannya kurang terjaga, cara pengolahan bahan makanan yang tidak tepat, alat makan yang kurang bersih akan meningkatkan risiko infeksi saluran pencernaan pada bayi. Gejala diare dan muntah-muntah akhirnya akan dialami oleh bayi anda.

Keracunan

Pemilihan jenis nutrisi yang tidak tepat untuk bayi dalam makanan pendamping ASI akan menyebabkan keracunan pada bayi.

Anak Hanya Menyukai Jenis Makanan Tertentu

Terkadang ketika anak terlihat lahap menyantap satu jenis makanan tertentu, orang tua kembali memberikan jenis makanan yang sama pada buah hatinya. Sebenarnya terus memberikan makanan berulang pada bayi tanpa adanya variasi makanan tidak disarankan. Hal ini akan menyebabkan anak tidak menyukai makanan yang lainnya, bahkan ia akan menolak makanan yang bervariatif yang seharusnya ia dapatkan sesuai dengan perkembangannya.

Bagaimana Cara Memberi MPASI yang Tepat?

Waktu Memberi MPASI

Dalam memberikan makanan pendamping anda harus memperhatikan waktu. Berikan secara teratur dan konsisten supaya si kecil tahu waktunya untuk makan.

Pemberian yang tepat

Perhatikan tanda bayi anda lapar atau kenyang ketika memberikan makanan pendamping ASI. Meskipun awalnya si kecil bersemangat dan terlihat selera makannya, tetapi bukan berarti anda terus memberikan makanan tersebut. Ada saatnya si kecil akan merasa kenyang, dan anda harus memperhatikan tanda-tandanya. Jangan sampai anda terus menyuapinya yang akan membuat si kecil muntah.

Makanan Sesuai Usia

Penting bagi anda untuk memberikan makanan pada si kecil sesuai dengan tahapan usianya. Jangan sampai makanan yang anda berikan bukan makanan yang tepat. Pemberian makanan yang tidak tepat justru akan memicu terjadinya masalah pada bayi anda.

Berikut ini makanan bayi sesuai dengan tahapan usianya:

Bayi Usia 6-8 Bulan

Pada rentan usia ini, anda dapat memberikan bubur halus pada si kecil, dengan tekstur yang lembut dan kental atau tidak terlalu encer. Pemberian bubur ini dapat dilanjutkan dengan bertahap menjadi sedikit kasar.

Dalam memberikannya, anda dapat memberikan sesuai dengan kebutuhan bayi atau paling tidak sekitar 2-3 kali dalam sehari.

Meskipun kini bayi anda sudah mendapatkan makanan pendamping, tetapi bukan berarti anda tidak memberikannya ASI. ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi, oleh karena itu ASI harus tetap diberikan.

Bayi Usia 9-11 Bulan

Pada usia ini si kecil sudah dapat diberikan makanan yang lebih kasar atau makanan yang dicincang dan disaring kasar. Anda dapat memberikan makanan berupa nasi tim. Tingkatkan teksturnya secara bertahap hingga makanan tersebut dapat dipegang oleh si kecil. Pemberian ASI harus tetap dilakukan.

Bayi Usia 12-23 Bulan

Pada usia ini si kecil sudah mulai dikenalkan pada makanan keluarga yang dicincang kasar atau disaring kasar. Tetap berikan ASI hingga si kecil usianya 2 tahun.

Pahami tanda bayi siap MPASI agar anda dapat mengenalkan MPASI pada bayi tepat pada waktunya.

ASI atau air susu ibu merupakan asupan pertama bayi saat usianya 0-6 bulan. Setelah usai masa ASI eksklusif atau saat bayi menginjak usia 6 bulan, bayi sudah dapat diperkenalkan pada makanan pendamping ASI atau MPASI. Momen pemberian makanan pendamping ini tentunya sangat dinanti-nanti oleh orang tua, karena pemberian makanan padat akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi bayi untuk mengpotimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Sebelum berusia 6 bulan sistem pencernaan bayi masih belum sempurna dan ASI merupakan makanan yang tepat. Jika sebelum usia 6 bulan sudah diberikan makanan, maka sistem pencernaan akan terpaksa bekerja lebih berat. Akan tetapi, setelah usia bayi 6 bulan sistem pencernaan bayi sudah mulai bisa menerima asupan selain ASI.

Tanda Bayi Siap MPASI

Selain dilihat dari usianya, anda dapat memberikan makanan pendamping pada bayi dengan melihat tanda-tandanya. Beberapa tanda bayi siap MPASI dapat menjadi acuan bagi anda untuk memberikan makanan pada buah hati tercinta.

Berikut ini tanda bayi siap MPASI yang harus anda pahami:

Tanda Bayi Siap MPASI

Bayi Membuka Mulutnya Saat Sendok Didekatkan Pada Mulutnya

Ketika anda mendekatkan sendok pada mulutnya, kemudian bayi membuka mulutnya dengan lebar-lebar, maka itu salah satu tanda bahwa bayi anda sudah siap mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Bayi berusia 6 bulan biasanya aka mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tua. Ketika ayah dan ibunya makan dengan sendok, biasanya ia pun akan mengikutinya.

Bayi Sudah Mampu Menegakan Kepalanya

Ketika berusia 4-5 bulan biasanya bayi sudah mampu menegakan kepalanya dan lehernya sudah kuat. Kemampuan bayi untuk menegakan kepalanya penting agar leher bayi lurus ketika mendapatkan dan menelan makanan. Jika bayi anda belum mampu menegakan kepalanya dengan baik, sebaiknya anda menunda terlebih dahulu pemberian makanan pendamping ASI.

Tertarik dengan Makanan yang Kita Makan

Ketika bayi siap mendapatkan makanan pendamping ASI, maka ia akan tertarik dengan makanan yang dimakan oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Ketika kita makan, suapan demi suapan akan dilihat oleh si kecil. Bahkan bisa saja bayi merengek untuk meminta makanan yang kita makan.

Bayi Sudah Mampu Duduk Pada Kursi Khusus Makan Bayi

Posisi dan postur tubuh penting saat bayi makan. Ketika mendapatkan makanan, usahakan ia duduk di kursi khusus makan bayi atau high chair. Ketika pertama kali si kecil dikenalkan pada makanan pendamping ASI, anda harus membiasakan si kecil makan sambil duduk, serta berada di meja makan. Ini dilakukan sebagai tahapan menerapkan kebiasaan makan yang baik sejak dini. Hindari menyuapi bayi anda makan di baby walker atau tempat yang tidak memungkinkan bayi duduk dengan baik dan tegak.

Adanya Perubahan Pada Pola Tidur dan Pola Makan

Biasanya ketika bayi siap mendapatkan makanan pendamping ASI, ia membutuhkan asupan makanan yang lebih banyak dibandingkan dengan biasanya. Sehingga keadaan ini akan membuat pola makan dan pola tidur bayi menjadi berubah dari biasanya. Seperti misalkan bayi anda menyusu atau minum susu lebih sering dari biasanya.

Ketika berusia 6 bulan, bayi biasanya sudah bisa tidur lebih lama dan pola tidurnya sudah bisa terlihat, berbeda halnya dengan bayi baru lahir yang akan terbangun setiap 2-3 jam sekali. Akan tetapi, ketika sudah siap mendapatkan makanan pendamping ASI, bayi akan mulai bangun dan menangis karena lapar. Dan itu menjadi salah satu tanda bayi siap mendapatkan makanan pendamping ASI.

Akan tetapi tidak sedikit orang tua yang terburu-buru memberikan makanan pendamping ASI pada bayinya karena dikira sang buah hati sudah siap mendapatkan makanan pendamping ASI. Salah satu tanda yang ditunjukan oleh bayi belum tentu menjadi tanda ia siap makan. Oleh karena itu, orang tua harus lebih memahami tanda bayi siap makan.

Tips Membiasakan Bayi dengan MPASI

Bayi membutuhkan adaptasi untuk mengenal makanan selain ASI. Berikut ini beberapa hal yang dapat anda lakukan sebagai panduan memberikan MPASI pada bayi:

  • Dalam mengenalkan makanan pendamping ASI, sebaiknya awali terlebih dahulu dengan beberapa sendok teh yang dilakukan sehari sekali. Dalam memberikan MPASI pada bayi, sebaiknya berikan makanan yang berbeda dalam setiap harinya.
  • Ketika memberikan atau mengenalkan makanan pendamping ASI untuk pertama kalinya, dibutuhkan kesabaran yang ekstra. Jika si kecil menolak, sebaiknya hindari memaksa bayi anda untuk menghabiskan makanan tersebut. Anda dapat kembali mengenalkan makanan pendamping ASI pada esok harinya.
  • Buatlah suasana makan menjadi menyenangkan dan menarik. Anda dapat memutar musik yang lembut saat memberi makan si kecil atau menggunakan perlengkapan makan yang menarik perhatiannya.
  • Dalam mengolah makanan si kecil hindari menambahkan penambah rasa seperti garam atau gula ke dalam makanannya. Karena perasa makanan akan menimbulkan risiko untuk perkembangannya.
  • Anda dapat mengajak si kecil makan bersama keluarga di meja makan. Balita biasanya akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Jika anda mengajaknya makan bersama keluarga, ia akan belajar makan dengan tertib sejak dini. Ketika makan anda dapat meletakan si kecil di kursi khusus makan.