Selama ini sudah tersebar mitos tentang ASI yang mengundang banyak perhatian. Selain mengetahui mitos tentang ASI, penting bagi anda untuk mengetahui fakta seputar ASI.

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. ASI dianjurkan diberikan pada bayi minimal hingga usia bayi 6 bulan. Selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, kebutuhan nutrisi dan gizi bayi sudah terpenuhi dalam ASI. ASI mengandung gizi komplit yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan bayi. Karena seperti itu, ASI dianggap sebagai makanan terbaik untuk bayi.

ASI tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Pasalnya, ASI juga memiliki segudang manfaat untuk bayi. Salah satu manfaat ASI yaitu dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga akan terhindar dari berbagai jenis penyakit.

Fakta Seputar ASI

Karena begitu luar biasanya ASI, ketahui beberapa fakta penting seputar ASI seperti berikut ini:

Fakta Seputar ASI

Manfaat ASI Begitu Luar Biasa

Diketahui, lebih dari 400 nutrisi dan zat antibodi yang bermanfaat untuk melawan infeksi terkandung dalam ASI. Oleh karena itu, tidak ada yang dapat menandingi kualitas dan manfaat dari kandungan ASI. WHO merekomendasikan pada setiap ibu untuk memberikan ASI eksklusif minimal hingga bayi berusia 6 bulan.

Makanan yang Tepat Untuk Bayi

ASI merupakan makanan, sekaligus minuman yang memiliki suhu tepat untuk bayi.

ASI Memiliki 2 Jenis Susu

Setiap buah hati anda menyusu, ia tidak hanya sekedar mendapatkan ASI sebagai asupan makanannya. Dimana si kecil akan mendapatkan 2 jenis susu. Jenis susu pertama yang didapatkan yaitu fore milk. Fore milk ini memiliki bentuk yang encer yang bermanfaat untuk melepaskan rasa dahaga. Setelah itu, bayi akan menghisap hind milk yang lebih kental, mengandung lemak dan berkalori. Hind milk memiliki banyak manfaat untuk masa pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Tubuh Tidak Langsung Memproduksi Banyak ASI

Setelah melahirkan, seorang ibu tentunya ingin langsung menyusui atau memberikan ASI pada buah hati tercintanya. Namun, sesaat setelah proses kelahiran si kecil, tubuh anda tidak akan langsung memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak seperti yang anda harapkan. Meskipun begitu, anda jangan berkecil hati. Pasalnya, payudara anda akan memproduksi atau mengeluarkan kolostrum. Dimana kolostrum atau ASI pertama ini mengandung protein dan zat kekebalan tubuh yang dibutuhkan oleh bayi. Oleh karena itu, anda jangan melewatkan kesempatan si kecil mendapatkan kolostrum.

ASI Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Ketika dilahirkan, bayi sudah mendapatkan daya tahan tubuh yang dibekali oleh sang ibu ketika masih berada dalam kandungan. Selain itu, pemberian ASI akan merangsang daya tahan tubuh bayi, sehingga daya tahan tubuh bayi akan semakin meningkat. Ketika terlahir, daya tahan tubuh bayi akan mudah sekali mengalami penurunan. Namun, di sisi lain daya tahan tubuh bayi susah mengalami kenaikan. Ketika bayi mendapatkan ASI, maka daya tahan tubuh bayi akan terangsang, sehingga peningakatan daya tahan tubuh bayi akan semakin cepat. Keadaan ini biasanya disebut dengan imunitas aktif dan imunitas pasif.

Komposisi ASI Pada Ibu yang Melahirkan Normal dan Prematur Berbeda

Komposisi ASI pada ibu yang satu dengan ibu yang lainnya tentunya tidak sama. Seperti misalkan, pada waktu yang sama dua ibu melahirkan. Ibu yang satu melahirkan pada saat usia kandungan 9 bulan, sedangkan ibu yang lainnya melahirkan pada usia kandungan 7 bulan. ASI yang diproduksi oleh masing-masing ibu tentunya berbeda. Yang mana produksi ASI itu sendiri disesuaikan dengan kebutuhan bayi yang dilahirkan pada masing-masing usia.

ASI Dapat Menurunkan Angka Kematian Bayi

Dengan melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MPASI), yang kemudian dilanjutkan pada ASI sampai usia si kecil 2 tahun dapat membantu menurunkan risiko kematian pada bayi.

ASI Menangkal Penyakit dan Meningkatkan IQ

Seperti yang sudah kita ketahui, ASI memiliki kandungan nutrisi yang baik. Oleh karena itu, ASI mampu melawan berbagai jenis penyakit termasuk infeksi telinga, infeksi saluran pernafasan, pneumonia, diare, influenza dan lain sebagainya.

Selain itu, ASI juga dapat meningkatkan IQ anak. Berdasarkan penelitian, anak yang diberikan ASI pada saat usianya 3 tahun memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik.

Mempererat Hubungan Ibu dan Bayi

Dengan menyusui bayi, maka selain dapat mempererat atau meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi yang terjalin dengan kontak mata dan kulit, juga dapat membangun hubungan emosional antara ibu dan bayi.

ASI Lebih Mudah Dicerna

Kandungan ASI tentunya lebih baik dibandingkan dengan kandungan susu formula. ASI akan lebih mudah dicerna oleh perut bayi.

Produksi ASI Berbeda Dari Setiap Ibu

Produksi ASI pada setiap ibu berbeda-beda. Beberapa ibu dapat mengeluarkan ASI dengan lebih mudah dan lancar, bahkan keadaan sebaliknya dialami oleh beberapa ibu yang lainnya. Karena keadaan seperti ini, tidak sedikit ibu yang berhenti menyusui bayinya sebelum usia 2 bulan.

Apabila anda memiliki masalah dalam menyusui, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau ahli laktasi agar proses pemberian ASI eksklusif dapat dilakukan hingga waktu yang telah ditentukan.
Itulah beberapa fakta ASI yang penting untuk diketahui. Semoga bermanfaat.

Menghindari atau mengurangi makanan yang mempengaruhi ASI perlu ibu lakukan guna menjaga agar proses menyusui bayi tetap berjalan dengan lancar.

Terkadang ibu bertanya akan rasa ASI yang diproduksi dengan keterkaitan makanan yang dikonsumsinya. Dan memang berdasarkan para ahli, rasa dari ASI yang dihasilkan oleh sang ibu dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsinya. Namun, meskipun begitu para ahli menyarankan untuk tidak terlalu merasa khawatir karena ASI yang dihasilkan tidak akan sama persis dengan rasa makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Dimana rasa ASI hanya samar-samar dan mampu bertahan dalam waktu 8 jam.

Hal penting yang harus diingat oleh ibu menyusui yaitu ibu harus mengkonsumsi makanan yang beragam atau berbeda untuk menjaga agar kualitas dari ASI yang diproduksinya tetap baik, serta bayi mampu mengenal berbagai macam rasa dari sejak dini sebelum akhirnya ia dikenalkan pada makanan pendamping ASI atau MPASI. Berdasarkan penelitian, bahwa nafsu makan dari bayi dipengaruhi oleh rasa dari makanan yang sebelumnya sudah ia kenal dari ASI atau air susu ibunya. Oleh karena itu, ini merupakan waktu yang tepat bagi anda untuk mengenalkan makanan sehat pada si kecil seperti sayuran dan buah-buahan. Sehingga disarankan bagi ibu menyusui untuk mengkonsumsi buah dan sayur dengan cukup. Karena selain mengenalkan rasa dan membiasakan si kecil, juga untuk memenuhi nutrisi tubuh si kecil dari buah dan sayur melalui ASI.

Makanan yang Mempengaruhi ASI

Ibu menyusui disarankan untuk lebih selektif dalam memilih resep makanan untuk buah hati tercintanya. Sebaiknya pilihlah makanan yang kaya akan gizi dan nutrisi, serta hindari makanan yang justru akan menyebabkan gangguan kesehatan.  Berikut ini beberapa makanan yang mempengaruhi ASI.

Makanan yang Mempengaruhi ASI

Makanan Pedas

Berdasarkan fakta, bahwa ASI atau air susu ibu dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumi oleh ibu. Resep Masakan bercita rasa pedas atau makanan yang mengandung santan memang akan mempengaruhi ASI tetapi tidak akan menimbulkan resiko pada bayi secara langsung. Makanan bercita rasa pedas itu sendiri hanya akan berpengaruh pada ibu yang mengkonsumsinya. Dimana makanan pedas tersebut akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan ibu sehingga dengan begitu akan mempengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan. Gangguan pencernaan yang bisa terjadi yaitu diare. Dimana gangguan pencernaan yang satu ini akan menyebabkan ibu menyusui mengalami dehidrasi.

Kafein dan Kopi

Umumnya ibu menyusui sering menghindari kopi karena takut akan mempengaruhi kualitas ASI untuk buah hati tercintanya. Dan memang pada kenyataannya kandungan kafein yang terdapat di dalam ASI berpengaruh pada ASI. Akan tetapi, tidak sedikit ibu menyusui yang tetap mengkonsumsi kopi. Yang perlu diketahui yaitu bahwa kafein tidak hanya terkandung di dalam kopi, juga terdapat pada teh, cokelat atau makanan dan minuman yang lainnya. Sebenarnya tidak ada larangan yang berhubungan dengan konsumsi teh, kopi dan cokelat. Ibu menyusui tetap bisa minum secangkir kopi, yang terpenting jumlah takaran yang dikonsumsi tepat. Konsumsi harian akan menyebabkan kafein menjadi terakumulasi di dalam sistem pencernaan bayi. Sehingga hal ini akan mengakibatkan bayi susah tidur atau mengalami iritasi ringan pada sistem pencernaan bayi, akibatnya bayi cenderung rewel.

Minuman Dingin

Minuman dingin ternyata memiliki pengaruh pada ASI. Berdasarkan fakta, payudara ibu selalu dalam keadaan yang hangat. Konsumsi air dingin sebaiknya dibatasi pada ibu menyusui. Hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga kesehatan ibu, supaya ibu menyusui tidak mengalami alergi terhadap keadaan dingin yang akan membuat ibu mengalami asma atau batuk. Dimana keadaan seperti inilah yang akan mempengaruhi proses menyusui.

Pemanis Buatan

Menghindari makanan yang mengandung pemanis buatan perlu dilakukan oleh ibu menyusui. Meskipun makanan ini tidak berpengaruh pada rasa ASI, tetapi tidak baik untuk kesehatan. Alangkah lebih baik anda mengkonsumsi makanan sehat seperti buah buahan atau sayuran. Makanan ini selain sehat dan bermanfaat utuk kesehatan, juga sekaligus bisa dikenalkan pada si kecil agar nanti ia terbiasa.

Ikan Laut

Beberapa ikan laut mengandung merkuri, dimana salah satu ikan laut yang rentan tercemar merkuri yaitu ikan tuna. Merkuri merupakan kandungan logam yang dapat mempengaruhi ASI. Dimana kandungan ini bisa masuk ke dalam ASI langsung dan beredar dalam darah. Bagi ibu hamil dan ibu menyusui sangat disarankan untuk menghindari ikan laut yang tinggi akan kandungan merkurinya.

Beberapa ikan yang tinggi akan kandungan merkuri dan harus dihindari oleh ibu hamil atau menyusui di antaranya yaitu, ikan hiu, sarden dan ikan swordfish.

Sebaiknya ibu menyusui lebih selektif dalam memilih makanan atau bahan makanan yang akan dikonsumsi dibandingkan dengan waktu biasanya. Sebaiknya pilihlah makanan yang kaya akan gizi dan nutrisi untuk dikonsumsi sehari-hari. Hindari makanan dengan kandungan kadar gula tinggi. Ibu menyusui mungkin dianjurkan untuk minum obat pada keadaan tertentu. Ketika meminum obat disarankan untuk lebih berhati-hati karena obat sensitif terhadap produksi ASI. Untuk konsumsi obat itu sendiri, sebaiknya anda konsultasi dengan dokter. Hal ini dilakukan untuk kesehatan buah hati tercinta. Demikian beberapa makanan yang mempengaruhi ASI.