Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar – Bentuk dan ukuran payudara pada masing-masing perempuan akan tentu berbeda-beda. Keberagaman inilah yang membuat perempuan memang terlihat sempurna dan begitu unik. Namun demikian, apapun ukuran dan bentuk payudara yang anda miliki. Anda akan tetap dapat memberikan ASI atau menyusui si kecil dengan baik. Termasuk untuk anda yang memiliki payudara dengan ukuran yang besar. Mari simak tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar dibawah ini.
Memiliki ukuran payudara yang besar mungkin menuai sedikit kekhawatiran pada beberapa wanita. Terutama pada saat dihadapkan pada kegiatan menyusui si buah hati. Hal ini membuat mereka khawatir bahwa si kecil akan mungkin mudah tersedak. Atau mungkin karena beberapa alasan lain si kecil akan mungkin terhimpit pada saat menyusui.
Hal inilah yang pada akhirnya membuat ibu yang memiliki ukuran payudara yang besar mengalami banyak kekhawatiran. Namun demikian apapun ukuran payudara anda, sebenarnya seorang ibu akan dapat memberikan ASI pada si kecil dengan baik.  Mari kita simak beberapa tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar. Ingin tahu seperti apa? Simak
informasinya dibawah ini.  Baca juga: Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya?
Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Untuk anda yang memiliki ukuran payudara yang cenderung lebih besar. Maka anda tak perlu khawatir dengan masalah ini. Sebab beberapa tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar dibawah ini akan membantu anda melakukannya.

Topang Payudara Selama Menyusui

Payudara dengan ukuran yang lebih besar butuh penopang pada saat menyusui. Hal ini dilakukan agar kegiatan menyusui dapat berlangsung dengan aman dan nyaman untuk si buah hati. Selain itu, tanpa adanya penopangan, biasanya ukuran payudara yang lebih besar akan mudah membuat ibu merasa sakiy punggung.
Maka dari itu pada saat memberikan ASI pada buah hati. Topang payudara dengan kuat. Gunakan tangan atau bantal dibagian pinggir untuk memudahkan anda melakukannya dengan mudah.

Ganjal dengan Bantal

Hal lain yang akan dapat memberikan anda tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar adalah menggunakan bantal. Ketika menyusui, postur tubuh ibu akan cenderung condong ke bafgian depan.
Hal ini dikarenakan beban dari payudara dan bayi. Bila tidak ditopang atau diganjal dengan menggunakan bantal maka mungkin hal ini akan membuat ibu mudah sakit leher.
Bukan hanya itu, ibu pun akan mungkin merasakan kondisi yang tidak nyaman karena pundak yang terasa pegal. Untuk mengatasi kondisi ini maka gunakanlah bantal yang nyaman.

Perhatikan Posisi

Memperhatikan posisi pada saat menyusui pun menjadi hal penting untuk diperhatikan dengan baik. Hal ini dikarenakan berbeda dengan mereka yang memiliki ukuran payudara yang lebih kecil. Ibu dengan payudara yang lebih besar akan cenderung mudah mengalami pegal saat menyusui.
Untuk itu, menemukan posisi menyusui yang tepat akan sangat membantu ibu untuk bisa menyusui si buah hati dengan nyaman. Jadi demikian, meskipun kegiatan menyusui berlangsung lama. Namun kenyamanan ibu tetap terjaga dengan baik.

Perhatikan Saluran Pernapasan Bayi

Pada saat menyusui si kecil baiknya perhatikan dan monitor dengan baik kondisi si kecil. Ukuran payudara ibu yang lebih besar akan mungkin membahayakan untuk si kecil. Bisa jadi karena kurang teliti si kecil terhimpit atau mungkin saluran pernasapannya tertindih bagian payudara ibu. Untuk itu, perhatikan dengan baik masalah ini.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif – Mengenai pemberian ASI eksklusif, beberapa pertanyaan sering diajukan oleh ibu.

Setelah melahirkan buah hati, setiap ibu direkomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif sesuai dengan waktu yang telah ditentukan pada buah hatinya. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, selama enam bulan awal kehidupannya ASI adalah satu-satunya makanan bayi. Dimana ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi.

Mengenai ASI itu sendiri, tidak sedikit ibu yang mengajukan berbagai pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif. Selain karena kurangnya pemahaman, pertanyaan yang diajukan biasanya untuk meyakinkan ibu agar dapat memberikan ASI dengan optimal pada buah hatinya.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Berikut ini daftar pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif yang sering diajukan oleh ibu menyusui.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Apa Itu ASI Eksklusif?

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI atau air susu ibu pada bayi dari 0-6 bulan. Selama rentan waktu tersebut, makanan yang didapatkan bayi hanyalah ASI. Bayi tidak boleh mendapatkan makanan atau minuman yang lainnya meskipun makanan dan minuman tersebut bergizi.

Setelah usia bayi menginjak 6 bulan, maka makanan selain ASI dapat dikenalkan pada bayi. Meskipun begitu, ASI tetap harus dilanjutkan hingga usia bayi 2 tahun.

Ketika ASI belum keluar, terkadang tidak sedikit ibu yang memberikan air putih atau cairan lainnya pada bayi. Namun, tanpa disadari hal tersebut sudah menggagalkan ASI eksklusif, meskipun cairan tersebut hanya diberikan satu kali pada bayi. Keadaan ini sudah tidak bisa lagi disebut dengan ASI eksklusif, karena lebih tepatnya disebut dengan ASI predominan. ASI predominan itu sendiri merupakan pemberian ASI pada bayi, namun ibu pernah memberikan air atau cairan yang lainnya pada bayi sebelum ASI keluar.

Manfaat Apa Saja yang Didapatkan Bayi Dari ASI Eksklusif?

Mengenai manfaat ASI eksklusif itu sendiri sudah tidak bisa diragukan lagi. ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada makanan apapun sebaik ASI yang dapat diberikan pada bayi sebelum usianya 6 bulan. Di dalam ASI, khususnya ASI pertama yang keluar atau disebut dengan kolostrum terkandung gizi dengan komposisi tepat yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Hanya dengan ASI kebutuhan gizi bayi sudah terpenuhi. ASI dapat membantu untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Di dalam ASI terkandung antibodi yang diperlukan bayi untuk meningkatkan atau memperkuat sistem kekebalan tubuhnya saat bayi lahir. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat menurunkan risiko bayi terserang berbagai macam penyakit. Selain itu, terdapat banyak manfaat ASI eksklusif yang lainnya, manfaat ASI yang lainnya seperti berikut ini:

  • ASI mampu meningkatkan kecerdasan bayi. Perkembangan kognitif bayi akan semakin meningkat dengan pemberian ASI.
  • Dengan ASI bayi tidak akan mengalami alergi, lain halnya dengan susu formula, susu sapi atau susu kedelai.
  • ASI eksklusif dapat menurunkan risiko bayi mengalami obesitas atau kegemukan saat ia besar nanti.

Saat ASI Eksklusif Bolehkah Bayi Mendapatkan Obat?

Pemberian obat dapat dilakukan saat bayi dalam masa ASI eksklusif. Bayi dapat menerima obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, serta mineral atau vitamin yang diperlukan ketika bayi sakit. Bayi membutuhkan obat agar ia lekas sembuh. Karena seperti itu, pemberian obat pada bayi tidak akan menggagalkan ASI eksklusif. Ketika bayi sakit anda dapat memberikan obat dan terus lanjutkan memberikan ASI karena di dalam ASI terkandung antibiotik yang dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Bagaimana Jika Bayi Diberi Susu Formula, Apakah Masih Dapat Disebut ASI Eksklusif?

Terkadang orang tua tidak percaya diri ASInya dapat memenuhi kebutuhan bayi. Karena seperti itu, tidak sedikit orang tua yang memutuskan untuk memberikan susu tambahan atau susu formula pada bayinya. Pemberian susu formula selama masa ASI eksklusif dapat menggagalkannya.

Keadaan ini bisa disebut dengan ASI parsial. Selain ASI bayi juga mendapatkan makanan lainnya selain ASI, baik susu formula, bubur bayi dan lain sebagainya sebelum bayi berusia 6 bulan.

Apa yang Harus Dilakukan Agar Produksi ASI Cukup Untuk Bayi?

Agar produksi ASI tetap lancar dan kebutuhan ASI untuk bayi tetap terpenuhi, maka anda dapat menyusui bayi dengan rutin. Susui bayi anda setiap 2-3 jam sekali dengan posisi pelekatan dan hisapan yang baik dan tepat. Semakin ibu sering menyusui bayi maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan. Namun, penambahan jumlah ASI itu sendiri tidak akan terjadi saat itu juga, akan tetapi membutuhkan waktu.

Bagaimana Pemberian ASI Pada Ibu yang Bekerja?

Meskipun ibu bekerja dan tidak selalu berada dekat dengan bayi, tetapi ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya. Berikut ini tips memberikan ASI selama ibu bekerja:

  • Selama ibu tidak bekerja atau cuti melahirkan, ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif lebih sering.
  • Hindari memberikan asupan makanan lain selama bayi belum berusia 6 bulan.
  • Untuk mengoptimalkan memompa ASI, ibu harus belajar lebih dini atau setelah bayi lahir.
  • Hindari memberikan ASI melalui botol susu. Alangkah lebih baik memberikan ASI dengan sendok atau cangkir. Anda dapat mulai melatih bayi selama 1 minggu sebelum kembali bekerja.
  • Anda harus paham tentang pemberian ASI atau proses penyimpanannya, kemudian informasikan itu semua pada keluarga atau pengasuh bayi.
  • Setelah pulang ke rumah, pemberian ASI dapat dilakukan langsung.
  • Ketika berada di tempat kerja, ibu dapat memerah ASI setiap 2-3 jam sekali. Ini dilakukan untuk menjaga produksi ASI tetap lancar.

Ketika Sakit Apakah Ibu Tetap Boleh Menyusui?

Ibu akan merasa bingung dan khawatir ketika dirinya sakit. Pada umumnya keadaan ibu sakit bukanlah suatu alasan untuk menghentikan proses menyusui. Hanya saja, ketika sakit ibu membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus si kecil karena ibu membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Ketika menyusui ibu dapat menggunakan masker agar si kecil tidak tertular. Ibu disarankan untuk segera pergi ke dokter, beritahu pada dokter bahwa ibu sedang menyusui. Pasalnya beberapa obat dapat mengkontaminasi ASI. Ada beberapa keadaan atau penyakit tertentu yang melarang ibu untuk menyusui bayinya. Anda dapat meminta informasinya dari dokter.

Apa Tanda Bayi Cukup Menerima ASI?

Ketika sudah cukup menerima ASI, bayi akan menunjukan beberapa tanda seperti berikut ini:

  • Bayi akan terlihat puas setelah menyusu.
  • Setiap bulannya bayi anda menunjukan penambahan berat badan.
  • Setelah menyusui payudara akan terasa lebih lunak.
  • Bayi sering buang air kecil sehingga anda harus mengganti popoknya sebanyak 6-9 kali dalam sehari.
  • Pada bulan pertama kehidupannya, bayi buang air besar sebanyak 3 kali dalam satu hari. Selain itu, feses bayi berwarna kuning terang. Namun, setelah usianya satu bulan frekuensi buang air besar bayi akan mulai berkurang, tetapi anda tetap harus memastikan bayi buang air besar setiap harinya.

Itulah seputar pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif yang sering diajukan oleh para ibu.

Cegah Bayi Mengantuk Saat Menyusu – Bayi baru lahir lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Meskipun begitu anda harus dapat mencegah bayi mengantuk saat disusui agar si kecil tidak kekurangan ASI.

Di bawah usia dua minggu, bayi idealnya harus disusui setiap 2 jam sekali. Ini dilakukan agar bayi terhindar dari kondisi dehidrasi. Setiap kali menyusu untuk mendapatkan asupan berupa ASI atau air susu ibu, bayi harus aktif dalam menghisap payudara dan menelan ASI selama sekitar 20 menit. Penting bagi ibu untuk tetap menjaga produksi ASI agar tetap lancar supaya kebutuhan si kecil tetap terpenuhi. Salah satu cara untuk menjaga produksi ASI yaitu dengan semakin sering menyusui bayi.

Saat usia bayi memasuki dua minggu, maka memberikan ASI akan disesuaikan dengan kebutuhannya. Pada usia ini bayi seharusnya mendapatkan ASI dengan rutin. Dalam menyusui bayinya, terkadang beberapa kendala dihadapi oleh ibu, terlebih lagi saat minggu pertama menyusui bayi. Salah satu hambatan yang sering dialami oleh ibu yaitu ketika bayi mengantuk saat disusui.

Cegah Bayi Mengantuk Saat Menyusu

Umumnya bayi butuh menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan barunya. Bahkan si kecil belum terampil menyusu. Sampai usianya 1 bulan bayi akan menghabiskan waktunya untuk tidur. Si kecil pun belum mampu membedakan antara siang dan malam. Apabila bayi anda sering mengantuk saat disusui, beberapa langkah dapat anda lakukan untuk mencegahnya.

Cegah Bayi Mengantuk Saat Menyusu

  • Ketika terlihat si kecil mengantuk saat disusui, anda dapat segera bertindak dengan menghapus puting dari mulut si kecil atau letakan jari anda di antara mulut dan payudara untuk menghentikan hisapannya. Keadaan seperti ini akan mengembalikan hisapan bayi.
  • Arahkan mulut bayi dengan memanfaatkan pipet. Ini dilakukan agar bayi kembali menghisap payudara ibunya.
  • Agar ASI mengalir lebih cepat, maka anda dapat mengompres payudara. Ketika aliran ASI lebih deras maka si kecil akan lebih aktif menghisap sehingga menghindari ia tertidur saat menyusu.
    Ketika anda menyusui dari salah satu payudara dan terlihat si kecil mengantuk, anda dapat mengalihkannya ke payudara yang satunya. Hal ini dilakukan agar si kecil kembali terjaga dan melanjutkan menyusu untuk yang kedua kalinya.
  • Anda dapat menyentuh lembut pada beberapa titik tertentu pada tubuh bayi seperti tangan, telinga atau kakinya untuk membuat si kecil terbangun.
  • Ketika menyusui si kecil, anda dapat menyesuaikan suhu ruangan. Hindari suhu terlalu nyaman untuk mencegah bayi tertidur saat menyusu. Cara sederhana yang dapat anda lakukan yaitu dengan melepaskan baju si kecil sehinga ia akan merasa sedikit dingin dan tidak akan tidur saat disusui.
  • Menepuk pipi si kecil dengan lembut menggunakan waslap basah dapat anda lakukan agar si kecil tetap terbangun.
  • Untuk menstimulasi agar si kecil mau membuka mulutnya, anda dapat menggelitik bibirnya dengan menggunakan puting susu yang sudah dibasahi dengan air susu atau ASI.
  • Ketika menyusu gendong si kecil dengan posisi tegak, kemudian ajak ia berbicara.
  • Buka baju anda dan si kecil dari bahu ke pinggang. Kemudian letakan si kecil di atas badan atau tepatnya di antara perut dan payudara. Dengan melakukan kegiatan seperti ini maka suhu tubuh anda akan membuat bayi tetap dalam keadaan hangat sehingga tidak akan membuatnya tertidur.

Manfaat Tidur Untuk Bayi

Untuk bayi tidur memang memiliki banyak manfaat di antaranya seperti berikut:

Membantu Pertumbuhan

Pada bayi baru lahir tidur akan membantu pertumbuhannya. Tidur diperlukan untuk membantu agar pertumbuhannya baik. Apabila bayi tidur dengan baik maka sekresi hormon akan membuat bayi tumbuh sehat.

Pertumbuhan Sistem Saraf Pusat

Bayi yang dapat tidur berkualitas akan membuat sistem sarafnya berkembang dengan baik dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan waktu tidur dengan benar.

Perkembangan Otak

Tidur bagi bayi penting untuk perkembangan otak yang sehat. Semakin banyak waktu tidur bayi maka ia akan semakin cerdas.

Imunitas Tubuh

Ketika bayi anda mendapatkan waktu tidurnya dengan baik, maka sistem kekebalan tubuh bayi akan baik sehingga mampu membantunya terhindar dari penyakit. Meskipun tubuh beristirahat tetapi otak si kecil tetap aktif. Dimana keadaan ini akan berlangsung selama 1 jam.

Energik

Apabila waktu tidur bayi semakin banyak, maka ia akan merasa lebih tenang dan santai.
Namun, di lain sisi anda harus lebih waspada apabila bayi sering mengantuk dan mudah tertidur. Selain keadaan alami, keadaan ini dapat disebabkan karena berbagai kemungkinan, mulai dari kondisi ringan hingga kodisi berat atau efek samping obat-obatan ketika proses kelahiran terutama kelahiran caesar hingga infeksi berat.

Beberapa bayi yang malas minum ASI memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kuning. Saat malam hari, bayi penderita kuning tidak akan terjaga. Keadaan ini disebabkan karena kadar bilirubin dalam darah mempengaruhi kinerja dari organ tubuh, salah satunya saraf otak bayi. Jika tidak ditangani dengan cepat, bilirubin ini akan menyebabkan kerusakan yang terjadi pada sel otak. Oleh karena itu, penting untuk segera membawa bayi ke dokter apabila tidurnya melebihi batas normal dan ia selalu mengantuk sehingga sulit diberikan ASI atau ketika tubuhnya terlihat kuning.

Bayi rewel saat menyusu merupakan salah satu keadaan yang menghambat proses pemberian ASI. Untuk meminimalisir keadaan ini penting mengetahui penyebab dan cara mengatasi bayi rewel saat menyusu.

Ketika menyusui bayi, terkadang ibu kewalahan ketika menghadapi bayi yang sering rewel. Bayi rewel saat menyusu menjadi salah satu hambatan sehingga proses menyusui bayi tidak berjalan dengan baik, akibatnya bayi tidak mendapatkan cukup ASI.

Sebisa mungkin seorang ibu akan meminimalisir kendala atau hambatan saat menyusui agar buah hatinya tetap mendapatkan asupan ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, termasuk ketika bayi rewel saat menyusu.

Bayi Rewel Saat Menyusu

Bayi rewel saat menyusu disebabkan oleh beberapa hal. Agar dapat meminimalisir keadaan ini, penting mengetahui apa saja penyebab bayi rewel saat menyusu seperti berikut ini.

Penyebab Bayi Rewel Saat Menyusu

Suplai Air Susu yang Terlalu Banyak atau Sedikit

Salah satu keadaan yang menjadi penyebab bayi sering rewel saat menyusu yaitu keadaan dimana suplai air susu ibu terlalu deras. Keadaan ini akan membuat bayi merasa tidak nyaman ketika menyusu karena kemampuan menyusu bayi masih terbatas.

Selain suplai air susu yang deras, kemungkinan penyebab bayi rewel saat menyusu yaitu karena kurangnya suplai susu sehingga bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Oleh karena itu, pastikan suplai air susu anda terjaga.

Hanya Mau Menyusu Pada Satu Payudara

Pada saat bayi terbiasa menyusu hanya pada satu payudara, kemudian dialihkan pada payudara yang satunya akan membuat bayi rewel. Keadaan ini disebabkan karena perbedaan suplai air susu di antara kedua payudara ibu. Untuk mengatasi masalah seperti ini anda bisa segera melakukan konsultasi dengan dokter.

Rasa ASI yang Tidak Sesuai

Ibu menyusui tidak disarankan mengkonsumsi makanan yang dapat mempengaruhi ASI. Beberapa makanan yang dapat mempengaruhi ASI di antaranya yaitu makanan bercita rasa pedas, alkohol dan lain sebagainya. Selama menyusui, ibu disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya. Makanan sehat seperti itu akan membuat kualitas dari ASI tetap terjaga.

Perhatian Bayi Teralihkan

Anda jangan terlalu merasa khawatir karena bisa saja penyebab bayi rewel saat menyusu yaitu karena perhatian bayi teralihkan. Untuk mengatasi keadaan ini anda dapat mencoba untuk menyimpan kain pada dada bayi kemudian tepuk-tepuk dengan lembut. Ini dilakukan untuk membuat bayi kembali tenang.

Keadaan sekitar dapat mempengaruhi proses menyusui. Mungkin saja bayi merasa tidak nyaman karena lingkungan tempat menyusui terlalu ramai atau gelap sehingga ia akan cenderung lebih rewel. Untuk itu, penting memperhatikan keadaan sekitar saat menyusui bayi.

Ketika bayi anda rewel saat menyusu dan membuat anda kewalahan, cara menyusui bayi agar tidak rewel seperti di bawah ini dapat membantu anda.

Cara Menyusui Bayi Agar Tidak Rewel

  • Langkah pertama kali yang harus anda lakukan sebelum menyusui bayi agar bayi tidak rewel dan merasa lebih nyaman, serta menikmati proses menyusui yaitu dengan memperhatikan keadaan payudara. Sebelum menyusu pastikan anda membersihkan payudara terlebih dahulu. Membersihkan payudara dapat dilakukan sekitar 5 atau 10 menit sebelum anda menyusu.
  • Jika sudah, anda dapat mengangkat bayi dan memposisikannya pada posisi yang tepat, posisi yang nyaman baik untuk bayi maupun untuk anda. Kemudian, posisikan mulut bayi pada payudara anda. Usahakan pelekatan dilakukan dengan baik dan benar. Posisikan mulut bayi anda tepat pada areola atau area hitam payudara. Ini dilakukan agar seluruh bagian puting masuk ke dalam mulut bayi sehingga ibu tidak akan merasa sakit dan bayi mendapatkan cukup ASI.
  • Anda dapat memerah payudara saat menyusui bayi dengan menggunakan satu tangan yang tidak digunakan untuk memeluk bayi anda. Langkah ini dilakukan agar ASI yang keluar lebih banyak.
    Biarkan bayi menghisap ASI sesuai dengan kebutuhannya. Hindari mencabut payudara saat bayi sedang menyusu atau menghisap ASI. Lepaskan payudara dari bayi saat bayi sedang tidak menghisap atau ketika bayi berhenti menghisap. Hindari menarik puting susu langsung dari mulut bayi. Namun, alangkah lebih baik menariknya dengan pelan dan perlahan guna kembali merangsang hisapan bayi.
  • Apabila bayi sudah benar-benar kenyang, anda dapat menghentikan proses menyusui bayi. Sesudah menyusu biarkan si kecil beristirahat terlebih dahulu. Kemudian setelah 2 jam menyusu yang pertama, anda dapat kembali menyusui si kecil dengan payudara yang satunya lagi agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi untuk menunjang tumbuh kembangnya.
  • Jika sudah selesai, sebaiknya bersihkan mulut bayi. Anda dapat membersihkan mulut bayi dengan menggunakan air putih. Air putih digunakan hanya untuk membasuh mulut bayi bukan diberikan untuk minum. Selalu menjaga kebersihan mulut bayi setelah menyusu akan menghindari bayi dari masalah kesehatan seperti sariawan. Pasalnya, apabila bayi mengalami sariawan maka akan mengganggu ketika menyusu, akibatnya bayi lebih rewel.

Dengan demikian, setelah mengetahui beberapa penyebab bayi rewel saat menyusu anda dapat menghindarinya. ASI penting untuk menunjang proses tumbuh kembang bayi, sehingga memaksimalkan pemberian ASI pada bayi penting dilakukan agar bayi mendapatkan cukup ASI. Agar proses pemberian ASI maksimal, maka meminimalisir keadaan yang mempengaruhi proses menyusui penting dilakukan.

Penting melakukan persiapan sebelum menyusui bayi agar proses menyusui bayi berjalan lancar.

Menyusui adalah kewajiban seorang ibu dan mendapatkan ASI eksklusif merupakan hak setiap anak. Memberikan ASI merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi asupan gizi bayi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara bayi yang mendapatkan ASI cukup dan bayi yang tidak mendapatkan ASI atau tidak cukup ASI. Bayi ASI memiliki sistem imun yang lebih kuat, serta perkembangan otak menjadi lebih maksimal.

Agar proses menyusui bayi berjalan lancar, tanpa ada hambatan apapun, ibu sebaiknya melakukan persiapan sebelum menyusui bayinya. Persiapan yang dilakukan berupa persiapan fisik atau psikologis.
Persiapan menyusui bayi dapat dilakukan sedini mungkin, yakni sejak kehamilan kemudian dilanjutkan setelah kalahiran.

Persiapan Sebelum Menyusui Bayi

Persiapan Sebelum Menyusui Bayi

Persiapan Sejak Kehamilan

  • Mencari Tahu Informasi Menyusui Bayi

Sebelum menyusui bayi, ibu harus mencari informasi tentang menyusui bayi sejak kehamilan. Informasi tersebut bisa didapatkan dari ahli laktasi atau lain sebagainya. Sebaiknya konsultasikan informasi yang diterima pada dokter kandungan yang anda pilih.

  • Perawatan Puting Payudara

Perawatan puting payudara penting dilakukan sejak dini. Ketika membersihkan puting sebaiknya hindari menggosok puting dengan terlalu keras. Ini dilakukan agar puting tidak terluka dan tidak akan membuat sakit saat proses menyusui bayi nanti. Ketika membersihkan puting sebaiknya bersihkan puting dengan lembut dan hati-hati.

  • Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi dapat dilakukan ibu hamil untuk mempersiapkan proses menyusui bayinya. Teknik relaksasi yang dilakukan yaitu dengan mengatur pernafasan. Teknik ini bermanfaat untuk proses menyusui bayi. Pada masa awal menyusui bayi, ketenangan harus ibu miliki untuk menenangkan bayi, serta menuntun bayi untuk menyusu atau mendapatkan air susu ibu.

  • Menyiapkan Perlengkapan Menyusui

Menyiapkan perlengkapan menyusui sesuai dengan yang dibutuhkan dapat ibu lakukan. Meskipun perlengkapan menyusui tidak wajib dimiliki, akan tetapi dengan adanya perlengkapan ini akan memudahkan ibu dalam menyusui bayinya. Perlengkapan yang dapat ibu persiapkan untuk menyusui bayi di antaranya yaitu bra khusus menyusui. Bra khusus menyusui tentunya berbeda dengan bra biasanya. Bra khusus menyusui umumnya memiliki bentuk yang besar sehingga mampu mendukung payudara ibu saat masa menyusui nanti. Bra khusus menyusui dilengkapi dengan bagian yang dapat dibuka dan ditutup pada bagian depannya sehingga akan memudahkan proses menyusui.

Selain bra, perlengkapan lain yang dapat ibu siapkan yaitu baju yang dilengkapi dengan kancing di bagian depan. Selain itu, bantal menyusui dapat ibu beli agar proses menyusui dapat berjalan lancar.

  • Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Salah satu faktor pendukung kesehatan ibu hamil yaitu asupan nutrisi yang tepat. Selain itu, nutrisi yang tepat selama kehamilan akan membantu menyiapkan kualitas ASI. Agar semua kebutuhan nutrisi terpenuhi, anda dapat membuat daftar menu sehat selama kehamilan.

  • Persiapkan Produksi Kolostrum

Kolostrum merupakan sebutan untuk susu pertama bayi yang diproduksi saat ibu hamil. Produksi kolostrum akan mempengaruhi ukuran payudara ibu. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan produksi kolostrum disarankan untuk tidak menggunkan bra yang terlalu ketat.

  • Meminta Dukungan Dari Pasangan

Meminta dukungan dari pasangan dapat anda lakukan sebagai langkah persiapan menyusui bayi. Pasangan anda yang kelak akan menjadi ayah ASI, adalah salah satu bagian penting yang dapat menentukan kesuksesan menyusui bayi. Bagi ibu menyusui yang mendapatkan dukungan dari pasangannya akan memungkinkan menyusui bayi dalam waktu lama sesuai dengan kebutuhan bayi.

Persiapan Menyusui Bayi Setelah Kelahiran

  • Persiapan menyusui bayi dilakukan tidak hanya saat kehamilan saja. Setelah kalahiran, saat pertama kali menyusui dan seterusnya ibu perlu melakukan persiapan untuk mendukung keberhasilan proses menyusui. Berikut ini persiapan menyusui bayi yang dapat anda lakukan:
  • Setiap akan menyusu disarankan untuk selalu menyiapkan mental dan fisik dengan baik supaya proses menyusui bayi dapat dilakukan dengan baik dan tenang.
  • Untuk membantu ibu lebih rileks, mandi dengan menggunakan air hangat sebelum menyusu dapat dilakukan. Mandi dengan air hangat pun dapat membuat aliran darah ibu menjadi lebih lancar, sehingga akan mempengaruhi sirkulasi air susu yang dihasilkan.
  • Sebelum menyusui, pastikan fisik ibu dalam keadaan bersih terutama tangan. Sebelum menggendong bayi disarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu hingga benar-benar bersih. Selain itu, payudara ibu sudah dalam keadaan bersih yang sebelumnya sudah dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan kapas yang sudah direndam dalam air hangat.
  • Siapkan tempat dan beberapa perlengkapan menyusui yang dibutuhkan. Siapkan kursi yang dilengkapi dengan sandaran, bantal untuk menyangga tangan dan untuk menopang tubuh bayi. Saat menyusui bayi, hindari posisi duduk yang membuat kaki ibu menggantung.
  • Untuk membantu memperlancar aliran darah dan produktivitas susu, mengompres payudara merupakan pilihan yang dapat dilakukan.
  • Agar proses menyusui lebih maksimal, penting untuk membuat pelekatan mulut bayi dan payudara ibu dilakukan dengan baik.

Dengan demikian, persiapan menyusui bayi penting dilakukan baik selama kehamilan atau setelah kelahiran, setiap kali menyusui bayi. Persiapan yang dilakukan akan memperlancar proses menyusui bayi sehingga bayi mendapatkan ASI yang cukup sesuai dengan kebutuhannya. Jangan segan-segan untuk meminta informasi dan saran dari teman atau saudara yang sudah berpengalaman, serta ahli laktasi jika diperlukan.