Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui – Faktor genetik seringkali menjadi hal utama yang menentukan warna atau pigmen kulit dari bayi. Akan tetapi, untuk anda yang memiliki bayi dengan pigmen kulit kurang cerah. tak perlu khawatir dengan konsumsi makanan ini selama menyusui akan membantu mencerahkan kulit bayi.

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa faktor genetis memainkan peran paling utama dalam menentukan warna kulit pada bayi. Jadi demikian, beruntunglah untuk anda para pasangan berkulit cerah untuk memiliki buah hati dengan warna kulit yang sama.

Sementara itu, sepertinya akan cukup sulit untuk anda para orangtua yang memiliki pigmen kulit lebih gelap agar bisa mendapatkan buah hati dengan kulit yang cerah. Namun demikian tak perlu berkecil hati. Hanya karena anda dan pasangan memiliki pigmen kulit yang lebih gelap tidak berarti kemungkinan memiliki bayi berkulit cerah tertutup dengan rapat.

Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui

Selalu ada jalan untuk anda yang memang mau berusaha untuk menggapai hal ini dengan baik. Salah satu cara untuk membuat kulit bayi putih bersih adalah lewat makanan. Ya, ada makanan ibu menyusui agar kulit bayi putih bersih yang bisa anda konsumsi.

Agar kulit bayi putih, konsumsi makanna ini selama mneyusui akan membantu anda. Untuk itu, tak perlu khawatir beberapa hal dibawah ini akan membantu anda. Yuk, simak makanan ibu menyusui dibawah ini agar kulit bayi putih bersih.

Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui

Beberapa makanan ibu menyusui dibawah ini dapat bermanfaat. Agar kulit bayi putih bersih mari kita simak langsung beberapa halnya dibawah ini.

Sayuran Hijau

Makanan pertama yang akan membantu anda mendapatkan kulit bersih untuk bayi adalah dengan konsumsi sayuran hijau. Makanan ini sudah terbukti mampu membuat plasenta menjadi bersih. Sehingga demikian, selain menyusui makanan ini pun penting dikonsumsi selama hamil.

Ketika plasenta ibu bersih maka bayi yang ibu kandung akan terbebas dari masalah kulit kusam. Untuk itu, pastikan mengkonsumsi bahan sayuran berwarna hijau yang baik. Adapun beberapa macam sayuran ini adalah bayam, brokoli dan segala jenis sayuran berwarna hijau.

Air Kelapa

Kandungan elektrolit yang terdapat dalam air kelapa dapat menjadi antioksidan yang baik untuk tubuh. Mengkonsumsi air kelapa selama menyusui pun akan dapat bemanfaat untuk si buah hati. Apalagi jika anda mengkonsumsinya pada saat hamil. Hal ini akan membantu membersihkan kotoran pada air ketuban. Dengan begini maka air ketuban akan lebih bersih dan menghindarkan si kecil dari masalah pigmen kulit yang lebih gelap.

Kacang Hijau

Selain beberapa bahan makanan diatas, kacang hijau pun dapat bermanfaat untuk membantu si kecil mendapatkan kulit putih yang bersih. Kandungan asam folat dan protein nabati yang tinggi akan dapat menjernihkan air ketuban. Dengan begini maka kulit bayi pun akan dapat lebih putih dan bersih.

Jadi demikian tidak ada salahnya untuk mulai menyertakan kacang hijau sebagai konsumsi makanan sehat anda selama hamil dan menyusui. Dengan begini ibu menyusui akan dapat membantu si kecil mendapatkan pigmen kulit yang lebih cerah.

Demikianlah beberapa menu makanan ibu menyusui agar kulit bayi putih bersih. Semoga bermanfaat dan membantu anda mendapatkan kulit bayi yang lebih cerah dan lebih putih. Semoga tips ini dapat dengan mudah dipraktikan dirumah.

Posisi Menyusui Untuk Ibu yang Melahirkan Bayi Caesar – Kondisi selepas melakukan operasi caesar seringkali meninggalkan bekas luka yang belum sembuh benar. Akan tetapi, diwaktu yang bersamaan kewajiban bunda untuk tetap menyusui buah hatinya adalah tuntutan yang tidak boleh dilewatkan. Nah, untuk membantu posisi menyusui agar lebih nyaman berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Melahirkan menjadi momen yang paling penting sekaligus mendebarkan untuk setiap wanita. Betapa tidak, perjuangan yang panjang yang telah dinanti selama ini akhirnya akan dapat berbuah. Hanya saja, detik-detik menantikan kelahiran bayi seringkali menjadi hal yang begitu mendebarkan dan penuh dengan rasa panik yang luar biasa.

Proses melahirkan pada setiap wanita memang tidak terjadi dengan mudah. Ada sebagian perempuan yang memang menghadapi kendala dimana mereka tidak dapat menghadapi persalinan yang normal. Kondisi ini akhirnya membuat dokter harus mengambil tindakan alternatif untuk melahirkan si kecil lewat operasi caesar. Operasi ini dilakukan dengan memberikan sayatan pada bagian tertentu diperut ibu untuk memungkinkan bayi dikeluarkan lewat bagian ini.

Akan tetapi tentunya luka yang ditinggalkan selepas melakukan operasi akan membutuhkan masa penyembuhan yang lebih lama dibandingkan dengan persalinan yang normal. Hanya saja, hal ini akan sedikit menjadi kendala untuk masa penyembuhan tatkala kewajiban menyusu tidak dapat ditunda. Nah, untuk itulah mari kita simak beberapa hal dibawah ini untuk membuat posisi menyusui menjadi lebih nyaman setelah proses operasi caesar.

Posisi Menyusui Untuk Ibu yang Melahirkan Bayi Caesar

Posisi Menyusui Untuk Ibu yang Melahirkan Bayi Caesar

Tindakan operasi caesar yang dilakukan oleh dokter pada ibu saat melahirkan umumnya akan meninggalkan bekas luka yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat sembuh. Walaupun demikian ketika sang bayi lahir mereka tetap membutuhkan asupan ASI sebagai nutrisi yang palling penting untuk pertumbuhannya. Inilah yang memicu banyak kekhawatiran bagi sang ibu karena merasa takut bila mereka tidak dapat memberikan ASI secara ekslusif. Namun berikut ini adalah beberapa posisi menyusui yang akan membantu ibu merasa nyaman setelah melakukan operasi caesar.

Posisi Tidur

Saat pertama kali memberikan ASI pada si kecil setelah proses operasi yang cukup panjang dan melelahkan anda dapat mencoba posisi tidur. Posisi ini akan dapat membantu anda lebih rileks dan merasa nyaman. Adapun posisi yang dapat dipraktikan adalah posisi tidur menyamping dimana tubuh anda miring ke bagian salah satu sisi baik itu kanan maupun kiri. Posisi miring serta mengempit yakni diantara lengan dan tubuh ini akan memudahkan anda untuk memberikan ASI pada si kecil.

Sementara itu, lewat posisi ini anda akan dapat menyesuaikan posisi nyaman anda, apakah miring kebagian kanan atau ke bagian kiri. Bila anda sedikit merasakan nyeri pada bagian perut maka anda bisa menyangganya dengan menggunakan bantal pada bagian depan antara perut dan paha anda. Posisi ini aka dapat melindungi bekas luka operasi pada tubuh ibu dan mengurangi beban pada tubuh bayi.

Posisi Bersandar

Selain posisi tidur diatas, posisi lain yang akan memungkinkan anda mendapatkan posisi yang lebih nyaman adalah posisi bersandar. Anda dapat menggunakan bantuan kursi yang berlengan dan memiliki sandaran yang tegak. Bahkan bila anda masih kurang merasa nyaman maka jangan sungkan untuk meminta sanggahan pada bagian punggung berupa bantal. Selain dibagian belakang, bantal pun akan dapat anda gunakan untuk menyangga bagian lengan. Sebab posisi ini memungkinkan ibu mengangkat si kecil sedikit lebih tinggi. Penggunaan bantal akan membantu anda tidak mudah merasakan pegal.

Peran Suami

Peranan suami untuk ikut terlibat dan membantu anda sewaktu memberikan ASI pada si buah hati akan jauh lebih dibutuhkan. Apalagi jika tidak ada orang lain yang ikut membantu anda. Pastikan untuk ibu mengajak pasangan untuk melihat bagaimana tim medis membantu ibu mengatur posisi dengan nyaman dan benar. Hal ini diharapakan akan dapat membuat suami mampu melakukan hal tersebut dan membantu anda mendapatkan posisi yang nyaman saat dirumah.

Jangan sungkan pula untuk meminta suami membantu menyelangi menggendong si buah hati. Hal ini akan sangat bermanfaat saat ibu merasa pegal dan ingin berganti posisi. Hal ini pun akan dapat dipraktikan bukan hanya dirumah namun ketika sudah keluar rumah sakit dimana nantinya suami andalah yang akan membantu anda.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Setelah Selesai Melakukan Operasi Caesar

Bayi yang lahir lewat operasi caesar pada umumnya akan lebih terlihat lemas dan lesu. Selain itu, si kecil pun akan sering tersiur karena bayi terkena imbasnya dari anestesi pada saat operasi caesar berlangsung. Pemberian ASI sejak bayi dilahirkan akan sangat baik manfaatnya. Hal ini akan memberikan uterus untuk berkontraksi serta dapat kembali pada ukuran semula dengan waktu yang sangat cepat. Untuk itulah, beberapa hal ini penting untuk dilakukan setelah selesai melakukan operasi caesar.

Jangan Hindari Asupan Obat

Hal pertama yang penting untuk dilakukan setelah usainya melakukan operasi caesar adalah dengan tidak menghindari asupan obat kedalam tubuh. Hal ini penting sekali untuk diperhatikan guna menghilangkan perasaan nyeri pasca operasi. Dengan begini, anda pun akan merasa lebih nyaman saat memberikan ASI pada buah hati anda.

Minta Dokter Untuk Segera Melakukan IMD

Usai melakukan operasi caesar dan anda sudah lebih pulih beberapa saat setelahnya. Maka segera minta dokter untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Hal ini dikarenakan menyusui merupakan proses alami dimana setiap ibu bisa diberikan kemampuan untuk dapat menyusui sang buah hatinya. Selain itu, bayi yang lahir dari proses caesar akan terlihat lebih lemas sehingga mereka membutuhkan asupan ASI dengan segera.

Biasanya ibu dengan anestesi lokal bisa melakukan IMD dimana si kecil akan melakukan kontak kulit ke kulit (skin to skin) pada bagian payudara ibu dan berusaha mengisap payudara untuk dapat menyusui. Ibu tak perlu cemas ketika sudah masuk dalam tahapan ini sebab ada petugas medis yang akan membantu anda melakukannya. Yang perlu anda lakukan hanyalah berusaha lebih tenang dan atasi perasaan ngilu yang ditimbulkan dari luka bekas operasi yang akan mungkin mengganggu.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan pada kesempatan kali ini. Pada dasarnya menyusui atau memberikan ASI pada bayi menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang penting untuk dilakukan. Karena lewat ASI inilah kebutuhan nutrisi dan gizi dalam tubuh si kecil yang akan menunjang tumbuh kembangnya bisa didapatkan dengan baik. Jadi demikian, mengatasi segala kondisi setelah melakukan operasi adalah hal yang penting untuk diupayakan agar ibu bisa langsung memberikan ASI pertama kali untuk buah hatinya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan inforasi yang anda butuhkan. Sampai jumpa pada pembahasan yang lainnya.

Tips Menyusui Bayi Penderita Celah Bibir (Bibir Sumbing) – Banyak ibu merasa khawatir tidak dapat meberikan ASI ekslusif untuk bayi mereka yang lahir dengan ketidaksempurnaan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai tips menyusui bayi penderita celah bibir atau yang juga dikenal dengan sebutan bibir sumbing.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi ibu selepas melahirkan anak dengan kondisi celah bibir adalah pemberian ASI. Mereka merasa khawatir bahwa ketidak sempurnaan yang terjadi dengan buah hatinya. Membuat mereka tidak dapat diberikan ASI dan mendapatkan ASI eksluif sebagaimana anak pada umumnya.

Bayi yang lahir dengan kondisi celah bibir dan langit-lagit atau bibir sumbing merupakan sebuah kondisi kelainan umum pada perkembangan janin yang terjadi didalam kandungan. Sumbing adalah celah yang terbuka antara kedua bagian atap mulut atau bibir, atau bisa juga terjadi sebagian maupun keseluruhannya.

Beruntungnya, dewasa ini tekhnologi memungkin bayi yang lahir dengan kondisi bibir sumbing dapat diatasi dengan melalui jalan operasi. Akan tetapi demikian, bayi tetap harus memiliki usia minimal terlebih dahulu sebelum mereka dapat menjalani operasi tersebut. Dalam artian lain, bayi berkelainan sumbing tidak dapat langsung menjalani operasi penyempurnaan pada saat mereka baru saja dilahirkan.

Menghadapi kasus seperti ini tentu anda akan terus-terusan dihadapi dengan ketakutan bagaimana si kecil menyusu. Sebab bagaimanapun, ASI adalah asupan paling penting yang harus diberikan pada si kecil. Anda tentu tidak akan dapat menunggu memberikan ASI pada si kecil sampai dengan proses operasi selesai dilakukan. Hal ini akan mungkin membuat si kecil berada dalam bahaya.

ASI adalah satu-satunya asupan makanan pertama untuk si kecil. Selain itu, ASI pun merupakan asupan nutrisi penting untuk tubuh si kecil. Tanpa diberikan dengan ASI tubuh si kecil tidak akan berkembang dan bertumbuh dengan baik. Untuk itulah, pemberian ASI pada bayi adalah kewajiban penting yang harus selalu diutamakan. Begitupula dengan bayi yang menderita celah bibir atau bibir sumbing mereka ttap berhak mendapakan asupan ASI untuk meningkatkan status gizinya.

tips-menyusui-bayi-penderita-celah-bibir

Nah, bagi anda yang masih merasa khawatir dalam memberikan ASI pada bayi dengan kelainan ini. Tak perlu khawatir kali ini kami akan jelaskan beberapa tipsnya untuk anda.

Tips Menyusui Bayi Penderita Celah Bibir (Bibir Sumbing)

Bayi dengan celah bibir tetap berhak mendapatkan asupan nutrisi dari ASI guna meningkatkan status gizi dan mendukung pertumbuhannya dengan lebih baik. Jadi demikian, tidak ada hal yang tidak mungkin bila ada usaha dari orangtua dan dukungan dari orang-orang sekitar. Bayi dengan kelainan bibir sumber akan tetap dapat menyusu. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan.

Bagaimana Posisi yang Baik Untuk Ibu Saat Menyusui Bayi?

Untuk memudahkan si kecil dapat menyusu, ibu bisa membantu mereka dengan menutup bagian celah bibirnya dengan menggunakan jari. Bayi dengan lubang langit-langit mungkin akan mengalami kesukaran dalam menghisap payudara ibu. Akan tetapi, jangan putus asa cobalah terlebih dahulu.

Pedapat menyatakan bahwa bayi dengan kelainan bibir sumbing tidak akan dapat menyusu dengan benar. Akan tetapi, bila bayi mengalami sumbing pada bagian palatum molle si kecil tetap akan dapat menyusu tanpa mengalami kesulitan. Nah, dibawah ini adalah beberapa posisi lain yang dapat dipraktikan ibu untuk memudahkan si kecil menyusu.

  • Posisi ibu duduk dengan tegak dan vertikal. Posisi ini akan membuat anda merasa nyaman dan memudahkan si kecil menyusu. Sementara itu untuk bayi palatoskizis sebaiknya menyusu dalam posisi tidur sehingga puting akan jauh mencapai bagian faring dengan demikian terjadinya aspirasi akan dapat dihindari
  • Selanjutnya adalah dengan memegang bagian puting susu dan areola sewaktu menyusui. Kondisi ini akan membantu si kecil untuk mendapatkan ASI yang cukup.
  • Ibu jari ibu akan dapat membantu menyumbat celah langit-langit bibir si kecil. Sehingga ia bisa menyusu dengan lebih nyaman.
  • Bila bayi menderita sumbing pada bibir dan bagian langit-langit (labiopalatosziksis) ASI akan dapat dikeluarkan dengan cara yang manual atau dipompa.
  • Sementara itu, bila si kecil kesulitan meng-ASI langsung dari payudara ibu maka anda bisa menggunakan bantuan botol, pipet atau menggunakan dot ASI yang khusus.

Bagaimana Posisi Bayi Saat Menyusu?

Supaya si kecil tidak tersedak sewaktu meng-ASI pada ibunya, maka sebaiknya posisi anda dibantu dengan duduk. Hal ini akan dapat membantu si kecil menyusu dengan lebih baik. Selain itu, kondisi ini akan menghindari ASI yang langsung masuk ke bagian paru-paru. Sementara itu, untuk mengontrol aliran ASI maka tempatkan puting pada bagian pinggir mulut si kecil. Dengan begini, keluarnya air susu dapat diatur melalui bagian dalam pipi si bayi.

Disamping itu, cara lainnya dapat dilakukan dengan mendudukan bayi dipelukan ibu dan hadapkan ke arah ibu. Bantu posisi ini dengan mengganjalnya menggunakan bantal untuk sandaran punggung dan kepala. Setelah itu, tempatkan puting susu kedalam bagian mulut dibagian langit-langit yang tidak berlubang. Lakukan dengan perlahan dan hati-hati.

Bagaimana Bila Tidak Berhasil Menyusui Bayi dengan Cara yang Manual?

Bila kendala yang anda hadapi terlalu besar sewaktu memberikan ASI langsung lewat payudara. Maka kondisi ini dapat kita siasati dengan menampung ASI ibu dalam botol yang khusus. Botol ini umumnya dilengkapi dengan dot yang lentur dan diperuntukan khusus untuk mereka yang memiliki kelainan ini. Sementara itu, untuk memberikannya anda dapat terlebih dahulu menghangatkan ASI dengan merendamnya menggunakan air panas.

Hanya saja, coba perhatikan dengan benar suhu ASI yang anda rendam. Jangan berikan ASI yang terlalu panas. Untuk itu, lakukan percobaan dengan meneteskannya pada bagian punggung tangan anda. Bila ASI dirasakan sudah sesuai maka anda akan dapat memberikan ini pada si buah hati.

Lalu Bagaimana Bila Penggunaan Botol Gagal?

Bila setelah menggunakan media botol anda masih menjumpai kegagalan atau resikonya yang dianggap terlalu besar. Atau mungkin anda belum merasa percaya diri dapat melakukan hal ini. Maka cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bantuan sendok.

Caranya adalah dengan memerah ASI dan menampungnya dalam wadah. Sementara itu, berikan ASI ini dengan menggunakan sendok plastik khusus bayi. Hal ini dilakukan agar sendok yang anda gunakan tidak menyakiti bagian mulut bayi.

Bagaimana Cara Membersihkan Celah?

Celah yang terdapat pada bayi yang menderita bibir sumbing memang perlu untuk dijaga agar tetap bersih. Untuk itu, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membersihkan bagian ini. Adapun hal yang dapat dilakukan untuk membersihkan bagian celah tersebut adalah dengan menggunakan kapas basah. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan timbulnya kerak susu. Untuk itu, jangan merasa takut untuk menyentuh bagian celah. Pastikan tangan anda dalam keadaan yang higienis.

Demikianlah beberapa tips yang dapat diterapkan dalam menyusui anak bayi yang menderita celah bibir (bibir sumbing). Semoga tips ini bermanfaat dan memberikan solusi yang baik untuk anda tetap mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil denga baik.

Selama ini sudah tersebar mitos tentang ASI yang mengundang banyak perhatian. Selain mengetahui mitos tentang ASI, penting bagi anda untuk mengetahui fakta seputar ASI.

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. ASI dianjurkan diberikan pada bayi minimal hingga usia bayi 6 bulan. Selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, kebutuhan nutrisi dan gizi bayi sudah terpenuhi dalam ASI. ASI mengandung gizi komplit yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan bayi. Karena seperti itu, ASI dianggap sebagai makanan terbaik untuk bayi.

ASI tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Pasalnya, ASI juga memiliki segudang manfaat untuk bayi. Salah satu manfaat ASI yaitu dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga akan terhindar dari berbagai jenis penyakit.

Fakta Seputar ASI

Karena begitu luar biasanya ASI, ketahui beberapa fakta penting seputar ASI seperti berikut ini:

Fakta Seputar ASI

Manfaat ASI Begitu Luar Biasa

Diketahui, lebih dari 400 nutrisi dan zat antibodi yang bermanfaat untuk melawan infeksi terkandung dalam ASI. Oleh karena itu, tidak ada yang dapat menandingi kualitas dan manfaat dari kandungan ASI. WHO merekomendasikan pada setiap ibu untuk memberikan ASI eksklusif minimal hingga bayi berusia 6 bulan.

Makanan yang Tepat Untuk Bayi

ASI merupakan makanan, sekaligus minuman yang memiliki suhu tepat untuk bayi.

ASI Memiliki 2 Jenis Susu

Setiap buah hati anda menyusu, ia tidak hanya sekedar mendapatkan ASI sebagai asupan makanannya. Dimana si kecil akan mendapatkan 2 jenis susu. Jenis susu pertama yang didapatkan yaitu fore milk. Fore milk ini memiliki bentuk yang encer yang bermanfaat untuk melepaskan rasa dahaga. Setelah itu, bayi akan menghisap hind milk yang lebih kental, mengandung lemak dan berkalori. Hind milk memiliki banyak manfaat untuk masa pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Tubuh Tidak Langsung Memproduksi Banyak ASI

Setelah melahirkan, seorang ibu tentunya ingin langsung menyusui atau memberikan ASI pada buah hati tercintanya. Namun, sesaat setelah proses kelahiran si kecil, tubuh anda tidak akan langsung memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak seperti yang anda harapkan. Meskipun begitu, anda jangan berkecil hati. Pasalnya, payudara anda akan memproduksi atau mengeluarkan kolostrum. Dimana kolostrum atau ASI pertama ini mengandung protein dan zat kekebalan tubuh yang dibutuhkan oleh bayi. Oleh karena itu, anda jangan melewatkan kesempatan si kecil mendapatkan kolostrum.

ASI Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Ketika dilahirkan, bayi sudah mendapatkan daya tahan tubuh yang dibekali oleh sang ibu ketika masih berada dalam kandungan. Selain itu, pemberian ASI akan merangsang daya tahan tubuh bayi, sehingga daya tahan tubuh bayi akan semakin meningkat. Ketika terlahir, daya tahan tubuh bayi akan mudah sekali mengalami penurunan. Namun, di sisi lain daya tahan tubuh bayi susah mengalami kenaikan. Ketika bayi mendapatkan ASI, maka daya tahan tubuh bayi akan terangsang, sehingga peningakatan daya tahan tubuh bayi akan semakin cepat. Keadaan ini biasanya disebut dengan imunitas aktif dan imunitas pasif.

Komposisi ASI Pada Ibu yang Melahirkan Normal dan Prematur Berbeda

Komposisi ASI pada ibu yang satu dengan ibu yang lainnya tentunya tidak sama. Seperti misalkan, pada waktu yang sama dua ibu melahirkan. Ibu yang satu melahirkan pada saat usia kandungan 9 bulan, sedangkan ibu yang lainnya melahirkan pada usia kandungan 7 bulan. ASI yang diproduksi oleh masing-masing ibu tentunya berbeda. Yang mana produksi ASI itu sendiri disesuaikan dengan kebutuhan bayi yang dilahirkan pada masing-masing usia.

ASI Dapat Menurunkan Angka Kematian Bayi

Dengan melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MPASI), yang kemudian dilanjutkan pada ASI sampai usia si kecil 2 tahun dapat membantu menurunkan risiko kematian pada bayi.

ASI Menangkal Penyakit dan Meningkatkan IQ

Seperti yang sudah kita ketahui, ASI memiliki kandungan nutrisi yang baik. Oleh karena itu, ASI mampu melawan berbagai jenis penyakit termasuk infeksi telinga, infeksi saluran pernafasan, pneumonia, diare, influenza dan lain sebagainya.

Selain itu, ASI juga dapat meningkatkan IQ anak. Berdasarkan penelitian, anak yang diberikan ASI pada saat usianya 3 tahun memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik.

Mempererat Hubungan Ibu dan Bayi

Dengan menyusui bayi, maka selain dapat mempererat atau meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi yang terjalin dengan kontak mata dan kulit, juga dapat membangun hubungan emosional antara ibu dan bayi.

ASI Lebih Mudah Dicerna

Kandungan ASI tentunya lebih baik dibandingkan dengan kandungan susu formula. ASI akan lebih mudah dicerna oleh perut bayi.

Produksi ASI Berbeda Dari Setiap Ibu

Produksi ASI pada setiap ibu berbeda-beda. Beberapa ibu dapat mengeluarkan ASI dengan lebih mudah dan lancar, bahkan keadaan sebaliknya dialami oleh beberapa ibu yang lainnya. Karena keadaan seperti ini, tidak sedikit ibu yang berhenti menyusui bayinya sebelum usia 2 bulan.

Apabila anda memiliki masalah dalam menyusui, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau ahli laktasi agar proses pemberian ASI eksklusif dapat dilakukan hingga waktu yang telah ditentukan.
Itulah beberapa fakta ASI yang penting untuk diketahui. Semoga bermanfaat.