Proses pemberian ASI pada bayi terkadang terhambat karena ASI belum keluar pasca melahirkan. Keadaan ini membuat ibu khawatir bayinya tidak mendapatkan cukup ASI. Lantas mengapa ASI belum keluar pasca melahirkan dan apa penyebabnya?

Kelahiran sang buah hati adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Melahirkan adalah sebuah momen yang mendebarkan sekaligus membahagiakan karena malaikat kecil akan hadir melengkapi keluarga.

Setelah kelahiran dan bayi dinyatakan sehat, orang tua kini memiliki tugas baru untuk merawat, membesarkan dan mendidik anaknya, dan ibu harus memenuhi asupan makanan bayi. Makanan bayi selama 6 bulan awal kehidupannya adalah ASI. ASI merupakan makanan terbaik yang mengandung nutrisi dan gizi komplit untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi.

ASI Belum Keluar Pasca Melahirkan

Namun, terkadang masalah muncul saat memberikan ASI atau menyusui bayi. Beberapa ibu seringkali mengeluh karena setelah beberapa hari kelahiran ASI tetap saja tidak keluar, sehingga keadaan ini menghambat proses menyusui bayi. Sebenarnya keadaan tersebut normal terjadi pada beberapa ibu. ASI akan keluar biasanya setelah dua sampai tiga hari setelah melahirkan.

Tubuh ibu secara alami sebenarnya akan langsung membuat atau memproduksi ASI. Pasalnya, setelah melahirkan terdapat hormon pada tubuh ibu. Produksi ASI ini dipengaruhi oleh hormon yang sudah ada sejak ibu hamil. Hormon yang dimaksud yaitu hormon prolaktin. Ketika hamil hormon prolaktin akan dihambat oleh hormon progesteron sehingga ASI tidak akan keluar saat ibu hamil.

Bagaimana jika ASI tetap tidak keluar meskipun sudah melewati tiga hari pasca melahirkan? Pada beberapa ibu ASI mungkin tetap tidak keluar atau bahkan ASI yang keluar hanya sedikit, akibatnya bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Masalah menyusui ini dapat disebabkan karena berbagai faktor.

Penyebab ASI Belum Keluar Pasca Melahirkan

Ketika ASI tetap saja belum keluar, tentunya kekhawatiran akan menyelimuti ibu. Beberapa faktor diduga dapat menjadi penyebab ASI belum keluar setelah melahirkan seperti berikut ini:

Kelahiran

Kelahiran menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan belum keluarnya ASI. Faktor kelahiran meliputi beberapa hal, di antaranya:

  • Selama proses persalinan ibu menggunakan cairan infus. Cairan infus tersebut dapat menyebabkan pembengkakan pada payudara ibu, sehingga akan mempengaruhi ketersediaan ASI. Biasanya ASI akan kembali normal setelah keadaan payudara ibu membaik.
  • Ibu mengalami stres saat persalinan karena poses persalinan yang dianggap lama dan menyakitkan hingga proses persalinan caesar. Keadaan ini akan mempengaruhi hormon stres, sehingga akan berdampak pada pengeluaran ASI.
  • Adanya plasenta yang tertinggal pasca melahirkan yang dapat menyebabkan ASI tidak keluar.
    Ibu mengalami kehilangan banyak darah karena setelah proses melahirkan ibu mengalami perdarahan.
  • Obat penghilang rasa sakit biasanya diberikan saat proses persalinan. Dimana obat tersebut dapat menghambat keluarnya ASI.

Payudara Ibu

Masalah pada payudara ibu yang dapat mempengaruhi ASI di antaranya:

  • Payudara ibu belum berkembang sempurna yang disebabkan karena jaringan kelenjar susu tidak cukup.
  • Bentuk puting payudara ibu ikut mempengaruhi seperti bentuk puting datar atau masuk ke dalam.
  • Ibu pernah melakukan operasi pada payudara atau mengalami cedera pada bagian payudara yang menyebabkan rusaknya jaringan saraf yang memiliki hubungan dengan pengeluaran ASI.
  • Ibu melahirkan bayi prematur. Dimana kelahiran prematur ini akan membuat pertumbuhan jaringan payudara yang memproduksi ASI terhenti pada akhir kehamilan. Saat kelahiran hanya sedikit jaringan yang memproduksi ASI.

Kesehatan Ibu

Masalah kesehatan ibu dapat mempengaruhi hormon yang memiliki hubungan dengan produksi ASI. Masalah kesehatan ibu yang dimaksud di antaranya:

  • Obesitas. Jika sebelum hamil ibu menyusui mengalami obesitas, maka resiko tertundanya pengeluaran ASI akan menjadi tinggi atau ASI yang keluar hanya sedikit. Karena keadaan seperti ini berhubungan dengan produksi prolaktin.
  • Saat kehamilan ibu mengalami diabetes.
  • Gestational ovarian theca lutein cysts. Kista yang berkembang saat kehamilan ini dapat menyebabkan hormon testosteron meningkat, akibatnya akan menekan produksi ASI setelah ibu melahirkan.
  • Beberapa obat yang digunakan oleh ibu dapat menyebabkan terhambatnya produksi ASI, seperti kontrasepsi hormonal.
  • Selain beberapa faktor di atas, penyebab asi belum keluar pasca melahirkan yaitu karena pemisahan ibu dan bayi pasca melahirkan, dan awal menyusui yang tidak sesuai. Apabila ibu jarang menyusui bayinya pasca melahirkan maka produksi ASI akan semakin sedikit atau bisa saja berhenti.

Cara Mengatasi ASI Belum Keluar

Ketika ASI belum keluar anda jangan panik dulu. Tetap tenang dan lakukan beberapa langkah yang mampu memancing pengeluaran ASI seperti berikut:

  • Cara memancing pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan kontak kulit antara ibu dan bayi.
    Ibu dapat memijat payudara atau memompa ASI dengan rutin.
  • Selain itu, ibu dapat melakukan relaksasi ibu menyusui untuk memperlancar pengeluaran ASI.
  • Terhambatnya pengeluaran ASI pada ibu akan menyebabkan bayi kurang ASI. Salah satu akibat bayi kurang ASI yaitu penurunan pada berat badannya. Penurunan berat badan pada bayi akan menyebabkan hambatan pada perkembangan fisik bayi, serta mental bayi. Anda harus terus memperhatikan dan memantau berat badan bayi anda.

Itulah beberapa faktor yang menjadi penyebab ASI belum keluar dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat.

Salah satu masalah menyusui yang sering dialami oleh ibu yaitu puting lecet. Agar tidak semakin bertambah parah dan proses menyusui kembali lancar, penting untuk mengetahui cara mengatasi puting lecet saat menyusui.

Tidak jarang ibu mengalami masalah saat awal menyusui. Dimana salah satu masalah yang sering dialami oleh ibu menyusui yaitu puting menjadi lecet. Dimana keadaan ini biasanya disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu mengenai cara menyusui yang tepat. Sehingga tidak heran jika masalah ini lebih sering dialami oleh ibu baru.

Ketika puting payudara ibu lecet, tentunya rasa perih dan sakit akan dirasakan oleh ibu. Bahkan beberapa ibu justru memutuskan untuk menunda proses menyusui buah hatinya hingga keadaan putingnya kembali pulih. Bayi membutuhkan ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Menunda proses menyusui bayi tidak disarankan, karena selain membuat bayi kekurangan nutrisi ASI juga akan berpengaruh terhadap produksi ASI.

Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Lecet yang terjadi pada bagian tubuh tertentu, termasuk pada puting payudara akan menjadi pintu masuknya bakteri yang memiliki potensi menyebabkan infeksi. Apabila infeksi terjadi maka selain lecet, gejala lain yang akan dialami oleh ibu seperti puting bengkak, terasa sangat nyeri, kulit di area sekitarnya kemerahan, dan ibu mengalami demam. Karena seperti itu, puting lecet saat menyusui harus diatasi dengan segera dengan melakukan perawatan yang tepat. Perawatan yang tepat bisa anda lakukan setelah mengetahui penyebabnya.

Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Penyebab Puting Lecet Saat Menyusui

Agar anda dapat menentukan cara mengatasi puting lecet saat menyusui dengan tepat, maka penting untuk mengenali penyebab atau keadaan yang memicu terjadinya puting lecet berikut gejalanya.

  • Infeksi Jamur

Infeksi jamur merupakan salah satu penyebab puting lecet saat menyusui. Dimana infeksi jamur ini disebabkan karena pada mulut bayi terdapat jamur, kemudian saat bayi menyusu jamur tersebut menempel pada puting payudara sang ibu. Akibatnya puting payudara ibu akan terinfeksi oleh jamur tersebut dan akhirnya akan menjadi lecet. Keadaan ini biasanya disertai dengan gejala kemerahan pada puting, puting terasa gatal, permukaan puting mengkilap, serta payudara terasa sakit pada saat menyusui bayi atau sebelumnya.

  • Saluran Susu Tersumbat

Penyumbatan saluran susu ini ditandai dengan terdapatnya lapisan kulit tipis yang muncul di atas permukaan saluran susu. Dimana warna dari lapisan kulit tipis ini biasanya putih atau kuning. Ketika saluran ASI tersumbat, maka susu akan menjadi sulit keluar, sehingga bayi akan menghisap susu lebih kuat dan akhirnya puting akan menjadi lecet.

  • Tali Lidah

Tali lidah merupakan bagian yang menghubungkan dasar mulut dengan bawah lidah. Apabila bagian ini terlalu pendek atau meregang saat bayi menyusu, maka akan menimbulkan masalah. Akibatnya puting payudara ibu akan menjadi lecet.

  • Kesalahan Menyusu

Puting lecet bisa juga disebabkan karena posisi menyusui yang salah saat bayi menyusu atau bisa juga karena penggunaan pompa ASI yang salah. Gesekan saat menyusui karena posisi menyusui yang salah serta memompa ASI yang tidak tepat akan membuat puting melepuh. Keadaan ini ditandai dengan timbulnya rasa sakit saat menyusui bayi, keluar cairan darah, bening atau kuning.

Selain penyebab di atas, puting lecet disebabkan karena pisisi mulut bayi yang tidak tepat saat menyusu. Dimana saat menyusu puting dan bagian sekitar payudara tidak masuk seluruhnya dalam mulut bayi.

  • Eksim

Puting lecet yang diiringi dengan darah bisa disebabkan karena kulit ibu kering atau eksim. Eksim merupakan masalah kulit yang terlihat bersisik, terdapat bercak merah dan akan menyebabkan gatal serta sakit.

Cara Mengatasi Puting Lecet

  • Ketika anda menyadari bahwa puting payudara lecet, pada hari pertama anda dapat mengistirahatkan sementara payudara selama 12 sampai 24 jam untuk memungkinkan proses penyembuhan.
  • Anda dapat menyusui bayi anda dengan payudara yang satunya atau payudara yang tidak lecet. Apabila anda merasa tidak nyaman karena ASI terlalu penuh pada payudara puting lecet, untuk mengatasinya anda dapat melakukan pemerahan atau pemijatan. Anda tetap harus memastikan bayi mendapatkan cukup ASI.
  • Secara bertahap anda dapat menyusui bayi anda dengan payudara puting sehat, kemudian dilanjutkan menyusui dengan payudara puting lecet dengan bertahap dan dalam waktu yang singkat. Biasanya bayi akan lebih santai ketika menyusui yang kedua kalinya karena bayi sudah tidak terlalu merasa lapar.
  • Ketika bayi menyusu anda harus memperhatikan perlekatan antara mulut dan payudara. Posisi mulut bayi seharusnya meliputi areola ketika menyusu. Hindari bayi menyusu pada bagian ujung puting saja.
  • Apabila menyusui bayi sudah selesai, anda dapat membersihkan puting dengan menggunakan air hangat secara lembut dan hati-hati. Anda dapat memanfaatkan kasa lembut sebagai medianya.
  • Hindari menyentuh puting payudara yang lecet secara langsung, terlebih lagi apabila tangan anda dalam keadaan kotor karena ditakutkan bakteri yang terdapat pada tangan menyebabkan infeksi.
  • Jika anda memutuskan untuk menggunakan salep atau obat penghilang rasa sakit, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Jika keadaan puting lecet tidak kunjung membaik atau bahkan semakin bertambah parah yang diiringi dengan gejala demam, pembengkakan, puting merah dan meradang, bernanah dan tanda lainnya, sebaiknya segera periksa keadaan ini pada dokter.

Salah satu kendala saat proses menyusui yaitu milk blister pada ibu menyusui. Agar proses menyusui buah hati tetap lancar, penting untuk mengetahui seputar milk blister mulai dari penyebab sampai cara mengatasinya.

Pemberian ASI eksklusif sangat disarankan hingga usia bayi minimal 6 bulan karena akan membantu dalam proses tumbuh kembang bayi secara optimal. Sedangkan secara psikis, pemberian ASI eksklusif akan semakin meningkatkan dan menjaga hubungan batin antara ibu dan bayi.

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi karena di dalam ASI terkandung banyak nutrisi dan gizi yang bermanfaat untuk bayi. Karena seperti itu, setiap ibu akan memberikan ASI yang terbaik untuk buah hatinya, baik dengan menyusui atau ASI perah.

Milk blister pada ibu menyusui

Menyusui adalah proses alamiah, namun meskipun begitu masalah menyusui seringkali ditemukan pada ibu menyusui. Dimana masalah tersebut seringkali menyebabkan terhambatnya proses pemberian ASI pada bayi. Beberapa masalah menyusui bayi yang umum dialami seperti misalkan, bayi menolak ASI, aliran susu tersumbat, puting lecet atau masalah lainnya seperti milk blister.

Milk blister itu sendiri merupakan keadaan atau masalah menyusui yang sangat mengganggu. Dimana tanda dari masalah ini yaitu terdapat bintil putih seperti jerawat.

Milk blister terjadi ketika puting payudara ibu mengalami lecet. Secara alami keadaan ini akan menyebabkan terbentuknya kulit baru. Pada proses ini terdapat sisa ASI yang menutup pori-pori, sehingga akibatnya saluran ASI menjadi tertutup. Bintil putih atau jerawat akan terlihat dan menimbulkan rasa sakit pada area payudara tersebut. Sakit yang dirasakan oleh ibu disebabkan karena saluran ASI mengalami sumbatan dan tidak ada jalan keluar pada saat si kecil sedang menyusu.

Penyebab Milk Blister Pada Ibu Menyusui

Milk blister yang dialami oleh ibu menyusui disebabkan karena adanya penyumbatan pada ASI. Adanya tekanan pada area tertentu atau keadaan ASI yang melimpah akan memicu terjadinya milk blister.
Faktor lainnya yang menyebabkan milk blister pada ibu menyusui yaitu karena pelekatan yang tidak sempurna. Ketika bayi menghisap akan menyebabkan aliran menjadi tidak lancar.

Selain itu, penyebab lainnya yaitu karena masalah lidah dan cara menghisap bayi saat menyusu. Dimana faktor ini disebabkan karena keadaan bayi. Masalah lidah yang seringkali menyebabkan milk blister pada ibu menyusui yaitu tongue-tied.

Gejala Milk Blister Pada Ibu Menyusui

  • Secara fisik, ibu menyusui yang mengalami milk blister terlihat sehat dan tidak mengalami demam atau adanya perubahan suhu apapun.
  • Ibu menyusui akan mengalami sakit pada area yang terdapat milk blister atau bintil putih. Dimana rasa sakit yang dialami oleh ibu berbeda-beda berdasarkan waktu bintil putih ini mengganggu proses menyusui.
  • Karena ibu tidak bisa menahan sakit yang dirasanya, proses menyusui bayi akibatnya akan menjadi terhambat.

Cara Mengatasi Milk Blister Pada Ibu Menyusui

Milk blister pada ibu menyusui bisa segera diatasi agar ibu dapat menyusui bayinya tanpa adanya kendala. Beberapa perawatan di rumah bisa dilakukan untuk mengatasi milk blister pada ibu menyusui:

Kompres Payudara

Air hangat bisa digunakan untuk mengatasi milk blister. Air hangat dapat dimanfaatkan untuk melancarkan kembali sumbatan yang terjadi. Kompres payudara setiap kali anda memberikan ASI pada si kecil. Lakukan kompres payudara ini dengan rutin. Anda juga bisa merendam payudara secara berkala pada air garam hangat. Ini dilakukan untuk membuka pori-pori puting ibu yang mengalami sumbatan.

Bersihkan ASI

Membersihkan payudara atau area yag terdapat milk blister dengan menggunakan waslap atau kain lembut dapat anda lakukan untuk mengangkat penyumbatan. Namun, apabila penyumbat masih belum terangkat juga anda dapat menariknya dengan menggunakan jari yang bersih. Akan tetapi, apabila kedua cara ini belum bisa berhasil anda bisa meminta bantuan ahli medis untuk memanfaatkan jarum steril. Penanganan dengan menggunakan jarum steril ini dilakukan setelah membersihkan payudara dengan menggunakan handuk hangat bersih. Jarum steril ini digunakan untuk mengangkat kulit yang menyumbat sampai saluran ASI benar-benar terbuka.

Tetap Memberikan ASI

Meskipun terdapat milk blister, tetapi proses pemberian ASI harus tetap dilakukan agar bayi anda tetap mendapatkan cukup ASI. Tetap memberikan ASI juga menjadi salah satu langkah untuk mempercepat proses penyembuhan. Anda bisa tetap memberikan ASI dengan memanfaatkan pompa ASI. Anda dapat memulainya dari payudara yang mengalami sumbatan, setelah dikompres dengan menggunakan waslap hangat.

Cara Mencegah Milk Blister Pada Ibu Menyusui

Milk blister pada ibu menyusui bisa dicegah agar proses menyusui bayi tetap lancar dan tidak ada kendala. Berikut ini cara mencegah milk blister pada ibu menyusui:

  • Langkah pertama yang bisa dilakukan sebagai cara pencegahan yaitu dengan membersihkan area payudara agar sisa-sisa ASI tidak menempel.
  • Belajar melakukan pelekatan posisi menyusui dapat menjadi langkah yang efektif untuk mencegah masalah menyusui ini. Apalagi jika anda baru saja memiliki anak.
  • Jika anda masih belum memiliki pengetahuan yang lebih tentang proses menyusui, anda bisa melakukan konsultasi dengan bidan atau dokter, maupun bergabung dengan forum kesehatan.

Untuk mempercepat proses penyembuhan, anda harus mengatasi milk blister setelah anda menyusui. Demikian seputar milk blister pada ibu menyusui. Semoga bermanfaat.

Saluran ASI tersumbat merupakan salah satu masalah menyusui yang kerap kali dialami oleh ibu menyusui. Ketika keadaan ini menimpa ibu, maka rasa sakit dan tidak nyaman akan dirasakan. Oleh karena itu, penting mengetahui solusi yang tepat mengatasi saluran ASI tersumbat.

ASI merupakan makanan bayi yang memberikan cukup nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi. Menyusui bayi secara langsung merupakan cara terbaik yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ikatan batin di antara ibu dan bayi. Menyusui pada umumnya merupakan kegiatan alamiah yang dilakukan oleh ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi buah hatinya. Akan tetapi, menyusui terkadang menjadi kegiatan yang menakutkan untuk ibu.

Keadaan seperti itu terjadi apabila adanya hambatan yang mempengaruhi proses menyusui, seperti misalkan saluran ASI tersumbat. Ketika saluran ASI tersumbat, maka ibu maupun bayi tidak bisa menikmati momen menyusui. Penyumbatan yang terjadi bisa disebabkan karena payudara mengalami peradangan atau terdapat penyumbatan pada saluran ASI.

Saluran ASI Tersumbat

Saluran ASI tersumbat menjadi masalah yang sering dialami oleh ibu menyusui. Dimana keadaan ini kerap menghambat proses pemberian ASI pada buah hati.

Penyebab Saluran ASI Tersumbat

Penyumbatan pada saluran ASI biasanya hanya terjadi pada salah satu payudara saja. Akan tetapi, ada pula ibu menyusui yang mengalami sumbatan pada kedua payudaranya sekaligus. Beberapa keadaan menjadi faktor penyebab saluran ASI tersumbat seperti misalkan:

  • Tidak memberikan ASI atau menyusui bayi dengan teratur dan rutin
  • Jumlah produksi ASI lebih banyak dibandingkan dengan jumlah ASI yang diminum bayi
  • Terdapat milk blister atau bintik putih yang menyebabkan lubang putih tersumbat
  • Ibu mengalami stress, anemia, kelelahan atau lemahnya sistem imun
  • Adanya tekanan yang berlebihan pada payudara ketika memerah ASI, posisi tidur yang tidak tepat, penggunaan bra yang terlalu ketat dan lain sebagainya.

Gejala Saluran ASI Tersumbat

Keadaan dimana tersumbatnya saluran ASI disertai dengan beberapa gejala tertentu. Berikut ini gejala saluran ASI tersumbat:

  • Payudara terasa sakit.
  • Pada area payudara yang tersumbat, sebagian ibu mengalami kulit yang berwarna kemerahan.Jika payudara ditekan, terasa ada bagian yang keras seperti gumpalan pada payudara.
  • Aliran ASI menjadi terhambat atau tidak lancar seperti biasanya, karena seperti itu bayi biasanya menolak menyusu.
  • Penyumbatan pada saluran ASI biasanya tidak disertai dengan demam. Akan tetapi, apabila demam terjadi anda perlu berhati-hati jika kondisi tersebut adalah mastitis pada ibu menyusui, yakni sebuah keadaan yang disertai dengan infeksi pada payudara.

Cara Mengatasi Saluran ASI Tersumbat

Beberapa cara bisa anda lakukan sebagai solusi untuk mengatasi saluran ASI tersumbat seperti berikut ini:

Kompres Menggunakan Air Hangat

Langkah paling sederhana yang bisa anda lakukan untuk mengatasi saluran ASI tersumbat yaitu mengompres payudara dengan menggunakan air hangat. Pastikan air yang anda gunakan untuk mengompres tidak terlalu panas yang akan membuat kulit terluka.

Lakukan Pijatan Lembut

Apabila payudara sudah dikompres dengan menggunakan air hangat, anda bisa melakukan pijatan pada bagian payudara yang keras ke arah puting.

Susui Bayi

Agar saluran ASI kembali lancar, anda bisa menyusui terus bayi anda. Ketika menyusui bayi, usahakan posisi dagu si kecil mengarah ke bagian payudara yang tersumbat meskipun anda harus menyusui dengan berbagai posisi yang belum pernah anda lakukan.

Agar aliran ASI lebih lancar, usahakan posisi tubuh anda berada di atas dengan payudara menggantung ke arah bawah.

Perah ASI

Intinya, cara yang harus anda lakukan apabila saluran ASI tersumbat yaitu mengosongkan payudara. Jika bayi anda sudah menyusui, dimana setelah selesai masih terdapat ASI di dalam payudara, maka anda bisa memerah atau memompa ASI.

Mengganti Posisi Menyusui

Berbagai posisi menyusui bisa anda pilih. Hindari menyusui dengan posisi sama setiap kali menyusui. Dengan melakukan berbagai variasi menyusui bisa menghindari terjadinya penyumbatan pada saluran ASI. Mencoba variasi posisi menyusui dapat membantu anda menemukan posisi yang paling nyaman, baik untuk anda maupun untuk bayi anda.

Mandi Air Hangat

Selain mengompres payudara dengan menggunakan air hangat, anda juga bisa mengatasinya dengan mandi air hangat. Ketika anda mandi, aliran air akan menimpa payudara sehingga keadaan ini akan membantu meredakan rasa sakit. Selain itu, aliran air hangat yang berlanjut dapat membantu melancarkan aliran ASI.

Konsumsi Banyak Cairan

Minum banyak cairan tidak hanya akan membantu ibu memproduksi cukup ASI, akan tetapi dapat membantu mengatasi saluran air susu yang tersumbat. Apabila asupan air cukup, dapat membantu menormalkan viskositas ASI sehingga dapat meminimalisir terjadinya sumbatan. Oleh kerena itu, pastikan anda minum cukup ASI.

Istirahat

Istirahat yang cukup dapat anda lakukan karena akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Konsultasi dengan Dokter

Jika saluran ASI tetap tersumbat meskipun anda sudah melakukan berbagai cara, maka ada baiknya jika anda pergi ke dokter untuk melakukan konsultasi agar keadaan ini bisa diatasi oleh dokter dengan tepat.

Hindari mengkonsumsi obat tanpa resep dari dokter.

Demikian cara mengatasi saluran ASI tersumbat. Beberapa cara di atas dapat membantu anda dalam memulihkan kembali keadaan payudara seperti semula sehingga proses menyusui bayi akan tetap berjalan lancar dan bayi mendapatkan cukup ASI yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Banyak ibu mengeluh payudara sakit saat menyusui, dimana keadaan tersebut bisa saja menghambat proses menyusui. Untuk itulah, penting mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Menyusui bayi merupakan tugas seorang ibu dan wajib dilakukan, karena ASI merupakan asupan bayi yang memiliki banyak manfaat dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnya. Bayi mendapatkan ASI eksklusif dari usia 0-6 bulan, setelahnya ASI didampingi dengan MPASI atau makanan pendamping ASI.

Agar buah hatinya mendapatkan manfaat baik dari ASI, maka dari itu ibu akan memberikan ASI yang terbaik untuk bayinya. ASI yang berkualitas memiliki pengaruh besar pada bayi.

Payudara Sakit Saat Menyusui

Namun di samping itu, terkadang masalah dialami ibu yang menyebabkan proses menyusui menjadi terhambat, sehingga bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Masalah yang kerap kali dialami oleh ibu menyusui yaitu adanya rasa sakit pada payudara.

Tidak sedikit ibu yang memutuskan untuk menunda menyusui bayinya sementara waktu hingga keadaan payudaranya kembali pulih. Namun, tahukah anda memutuskan untuk tidak menyusui bayi justru akan menyebabkan bayi tidak mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yan cukup.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan solusi yang tepat, anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebab payudara sakit saat menyusui. Umumnya, penyebab payudara terasa sakit saat menyusui disebabkan karena berbagai macam alasan, selain itu tingkatannya pun beragam. Berikut ini penyebab payudara sakit saat menyusui dan cara penanganannya.

Penyebab dan Penanganan Payudara Sakit Saat Menyusui

Payudara Terasa Penuh

Payudara terasa sakit dan mengalami pembengkakan terjadi karena air susu pada payudara sudah mulai penuh. Payudara umumnya memproduksi ASI berdasarkan dengan kebutuhan bayi dan bisa menyesuaikan dengan jadwal menyusui. Oleh karena itu, ketika anda menyusui bayi setiap 2 sampai 3 jam, dimana pada suatu waktu anda terlambat menyusui bayi anda, maka akibatnya payudara terasa kencang.

Payudara akan terasa penuh saat minggu pertama kelahiran. Pasalnya, bayi belum bisa menyusu pada payudara ibunya langsung dengan baik. Selain itu, bayi yang lahir kurang bulan atau prematur biasanya tidak cukup kuat untuk menghisap ASI. Begitu pun bayi yang memiliki masalah pada lidahnya.

Jika anda merasakan terdapat benjolan pada salah satu payudara, penyebabnya mungkin karena terdapat sumbatan pada saluran ASI. Untuk mengatasi keadaan ini anda bisa mengeluarkan ASI dari payudara. Apabila payudara anda terlalu keras, maka si kecil tidak akan bisa menghisapnya. Untuk itu, anda bisa mengompres payudara dengan menggunakan air hangat. Kemudian, sebelum bayi anda menyusu anda bisa mengeluarkan ASI menggunakan pompa atau tangan. Jika payudara anda sudah lebih kendur, maka ia bisa menghisapnya dengan baik.

Luka Pada Puting

Puting payudara lecet dan payudara terasa sakit seringkali terjadi pada saat posisi menyusui bayi yang tidak tepat. Untuk mendapatkan posisi menyusui yang nyaman, baik untuk anda maupun bayi cobalah untuk menyusui dengan berbagai posisi menyusui.

Obat alami untuk mengatasi puting luka yaitu air liur bayi dan ASI. Untuk mengurangi luka pada payudara, anda bisa mengoleskan sedikit ASI setelah selesai menyusui. Namun, jika puting payudara masih terasa sakit dan pecah meskipun sudah beberapa hari, ada baikya jika anda pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Mungkin saja keadaan ini disebabkan karena infeksi.

Jamur

Mulut atau lidah bayi bisa saja mengalami jamur atau sering disebut dengan Oral Thrush atau penyakit pada mulut bayi. Jamur tersebut bisa menyebabkan infeksi pada mulut si kecil dan bisa menularkan pada puting payudara ibu.

Apabila keadaan puting sudah lecet, maka infeksi yang disebabkan oleh jamur akan lebih mudah menular ke puting. Dimana gejala yang biasanya terlihat seperti misalkan, puting berwarna merah, pink atau putih. Sakit yang akan ibu rasakan tidak hanya saat menyusui saja, akan tetapi selang beberapa waktu setelah menyusui. Agar keadaan ini bisa diatasi dengan baik, anda bisa segera pergi ke dokter.

Mastitis

Mastitis merupakan salah satu masalah yang menimpa payudara atau disebut juga dengan infeksi payudara. Mastitis terjadi ketika saluran susu yang terhambat tidak diatasi dengan baik dan akan menyebabkan payudara terasa sakit. Infeksi payudara biasanya diiringi dengan demam. Jika keadaannya seperti ini, maka untuk mengatasi mastitis anda bisa segera pergi ke dokter. Biasanya untuk mengatasi dokter akan meresepkan antibiotik.

Agar payudara segera kosong, maka anda disarankan untuk tetap menyusui. ASI yang berasal dari payudara yang tersumbat dan mengalami mastitis tetap baik dan aman untuk si kecil. Bayi mungkin saja akan menolak menyusu dari payudara yang terasa sakit. Dimana penyebabnya bukan karena rasa ASI yang berbeda, akan tetapi tekstur payudara yang terasa lebih keras dan membuat ia tidak nyaman menyusu pada payudara tersebut.

Gigitan Bayi

Ketika mulai tumbuh gigi pada gusi bayi, setelah selesai menyusu biasanya ia lebih sering menggigit puting payudara ibunya. Jika si kecil tetap menggigit, maka anda bisa melepaskannya dengan menyisipkan kelingking ke ujung mulutnya. Masukan kelingking di antara gigi atas dan gigi bawah supaya gigitan bayi terlepas.

Vasospasm

Vasospasm merupakan sebuah kondisi yang jarang terjadi, akan tetapi dialami oleh beberapa ibu. Vasospasm itu sendiri merupakan keadaan dimana puting terasa sensitif dengan udara dingin. Pada saat bayi selesai menyusu, biasanya puting akan berubah menjadi putih, biru atau ungu, rasanya sakit seperti ditusuk.

Untuk mengatasi keadaan ini, anda bisa menjaga agar kondisi selalu dalam keadaan hangat, baik itu sebelum atau sesudah menyusui.