Penanganan Hipotermia Pada Bayi yang Penting Diketahui Orangtua – Hipotermia atau turunnya suhu tubuh yang terjadi secara drastis akan mungkin membahayakan kesehatan seseorang. Apalagi jika dalam kasus ini yang mengalaminya adalah bayi. Perlu diketahui hipotermia yang parah akan dapat berujung kematian. Sehingga demikian penting sekali untuk anda mengetahui penanganan hipotermia pada bayi.

Hipotermia termasuk kedalam kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis darurat dengan segera. Keadaan ini dapat terjadi ketikan suhu atau temperatur tubuh menurun secara drastis dibawah suhu yang normal. Dimana suhu tubuh normal akan dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh lainnya, yakni dibawah 35 derajat Celcius.

Ketika temperatur tubuh berada jauh dibawah titik yang normal. Maka kondisi ini akan dapat membuat sistem syaraf dan fungsi organ tubuh lainnya menjadi terganggu. Bila tidak segera ditangani kondisi ini akan dapat menyebabkan kegagalan sistem pernapasan dan sistem sirkulasi jantung. Pada kondisi yang lebih buruk hal ini akan dapat menyebabkan kematian.

Penanganan Hipotermia Pada Bayi yang Penting Diketahui Orangtua

Apalagi pengaruhnya akan jauh lebih buruk ketika kondisi ini terjadi pada anak atau bayi baru lahir. Terutama bila mengingat suhu tubuh bayi umumnya begitu hangat. Nah, untuk mengetahui penanganan hipotermia pada bayi maka mari simak dibawah ini. Baca juga: Pahami Gejala Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

Penanganan Hipotermia Pada Bayi yang Penting Diketahui Orangtua

Ada cukup banyak faktor yang dapat membuat seseorang mengalami hipotermia, termasuk pada bayi. Kondisi ini dapat diakibatkan dari kurangnya pakaian yang hangat pada cuaca dingin. Terlalu sering berada ditempat dingin, sering membawa bayi keluar rumah saat cuaca ekstrim dan masih banyak lagi.

Sementara itu, untuk mengetahui penanganan hipotermia pada bayi. Maka dibawah ini anda akan dapat menyimak informasi pentingnya.

Berikan Pakaian yang Hangat

Hal penting pertama ketika orangtua mendapati si kecil menggigil dan kedinginan. Maka segera berikan mereka pakaian yang lebih hangat. Atau bila anda kesulitan mendapatkan pakaian atau baju yang hangat maka bungkus mereka dengan selimut.

Gejala hipotermia pada bayi akan mungkin sulit dikenali dibandingkan dengan yang terjadi pada orang dewasa. Apalagi jika yang anda hadapi adalah bayi baru lahir. Untuk mengetahui kondisi ini anda dapat menyentuh tubuh dan tangan si kecil. Ketika tubuhnya dingin dan terasa janggal pada saat cuaca dingin. Maka segera hangatkan mereka dengan cepat.

Masukkan dalam Inkubator

Penanganan hipotermia pada bayi yang lainnya adalah dengan menempatkan bayi kedalam tabung inkubator. Dimana alat yang satu ini akan memungkinkan si kecil mendapatkan suhu yang lebih hangat untuk mengembalikan suhu tubuhnya pada kondisi yang normal.

Hal ini akan dapat dilakukan di rumah sakit atau di bidan yang menyediakan mesin inkubator. Penanganan hipotermia pada bayi memang penting untuk segera diberikan. Terlebih lagi jika si buah hati memiliki riwayat kesehatan yang buruk sejak mereka lahir.

Pemberian Oksigen

Hal lainnya dalam penanganan hipotermia pada bayi adalah dengan memberikan oksigen pada si kecil. Hal ini dikarenakan hipotermia akan mungkin membuat si kecil mengalami gangguan pernapasan yang membuat mereka mengalami sesak. Oleh karenanya, pemberian oksigen dengan segera akan sangat dibutuhkan untuk membantu si kecil mengembalikan kondisinya dengan baik.

Kekurangan oksigen akan dapat menyebabkan fungsi otak menjadi menurun dan kondisi ini pun akan dapat menyebabkan fungsi organ tubuh pun ikut menurun. Jadi demikian, pemberian oksigen akan sangat dibutuhkan dengan segera.

Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap – Melihat si kecil tidur dengan nyenyak akan tentu membuat orangtua merasa tenang. Apalagi saat posisi bayi tidur tengkurap biasanya mereka akan terlihat lebih menggemaskan. Akan tetapi, sebenarnya ada kontroversi yang besar dari posisi bayi tertidur dengan tengkurap. Mari simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap.

Bayi yang tidur dengan nyenyak dan mendapatkan posisi tidur yang nyaman akan tentu membuat orangtua tenang melihatnya. Kondisi bayi yang tertidur dengan pulas bisa mengindikasikan bahwa tubuhnya terasa nyaman. Hal ini pun dapat menjadi tanda yang baik bahwa bayi anda jauh dari masalah penyakit yang membuat tubuhnya tidak nyaman.

Ada cukup banyak posisi tidur yang akan dipelajari oleh bayi sesuai dengan perkembangannya. Salah satunya adalah kondisi tengkurap bayi bayi. Melihat bayi tidur dengan posisi tengkurap bisa sangat menyenangkan dan menggemaskan.

Akan tetapi, disamping ini ada banyak kontroversi mengenai posisi tengkurap pada tidur bayi. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja hal tersebut. Mari kita simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap. Penasaran seperti apa? Simak informasinya dibawah ini. Baca juga: Ketahui Gejala Epilepsi yang Sering Terjadi Pada Bayi

Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap

Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap

Tidur atau bermain dengan posisi tengkurap bisa jadi mengindikasikan kemampuan baru yang bisa dikuasai oleh si kecil. Akan tetapi, disamping itu kondisi tengkurap pada bayi pun bisa menimbulkan bahaya yang cukup kontroversial. Mari simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap dibawah ini.

Dampak Positif Bayi Tidur Tengkurap

Posisi tengkurap pada tidur bayi sebenarnya bisa bermanfaat dalam menstimulasi kekuatan otot tubuh bayi. Selain beberapa manfaat tersebut, dibawah ini adalah manfaat lain dari posisi tengkurap pada bayi.

Melatih otot Bagian Leher

Manfaat pertama dari tidur dengan posisi tengkurap pada bayi adalah melatih otot-otot tubuh yang terkait. Salah satunya adalah otot pada bagian leher. Hal ini dikarenakan pada posisi tidur yang seperti ini maka secara tidak langsung akan menstimulasi bayi untuk dapat mengangkat bagian kepalanya.

Hanya saja, hal lain yang perlu anda perhatikan adalah bahwa kegiatan ini akan baru aman setelah bayi menginjak usia 4 bulan lebih. Sementara itu, bayi dibawah usia ini akan mungkin berisiko saat dibiarkan dalam posisi tengkurap seorang diri.

Memperkuat Bagian Paru-Paru Bayi

Posisi tidur tengkurap akan dapat membantu pembentukan tulang pada bagian paru-paru bayi menjadi lebih kuat. Hal ini dikarenakan pada posisi ini bagian paru-paru bayi akan berkenaan dengan matras. Tulang paru-paru bayi yang kuat akan dapat membuat fungsi paru-parunya lebih baik.

Dampak Negatif Bayi Tidur Tengkurap

  • Selain memiliki manfaat yang cukup baik, posisi tidur tengkurap pada bayi pun dapat sebabkan masalah yang cukup serius. Hal inilah yang membuat kondisi ini menjadi begitu controversial. Beberapa dampak tersebut diantaranya:
  • Posisi tidur tengkurap pada bayi sebabkan tekanan pada bagian rahang bayi. Kondisi ini bisa mungkin mempersempit bagian pernapasannya. Dimana hal ini bisa sebabkan bayi sulit bernapas.
  • Teori lain menyebutkan bahwa kondisi tidur tengkurap adalah salah satu penyebab sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS).

Itulah dia beberapa dampak yang bisa didapatkan dari posisi tidur tengkurap pada bayi. Para ahli menyarankan untuk anda yang boleh membiarkan bayi tidur tengkurap sebaiknya dilakukan pada saat bayi berusia lebih dari 4 bulan. Sebaliknya, sebelum usia ini bayi tidak disarankan tidur dalam keadaan tengkurap. Sebab hal ini bisa sangat berbahaya untuk keselamatannya.

Ketahui Gejala Epilepsi yang Sering Terjadi Pada Bayi – Gejala atau ciri dari epilepsi pada dasarnya sudah dapat diketahui sejak si kecil masih bayi. Kondisi epilepsi sendiri adalah kejang yang terjadi dalam beberapa kondisi dan waktu tertentu pada bayi. Mengingat kondisi berbahaya maka penting sekali mengenali gejala epilepsi yang sering terjadi pada bayi. Sehingga demikian, orangtua bisa lebih mengenali penyakit bayi ini sejak dini.

Epilepsi merupakan episode singkat dari gerakan kejang spontan yang terjadi secara berulang. Kejang yang terjadi dapat berupa keadaan kaku pada gerakan yang terjadi selama beberapa kali. Kondisi ini dapat terjadi bahkan tanpa sebab sekalipun atau tanpa adanya provokasi.

Pada kondisi umum, kejang pada bayi dapat terjadi sebab dari adanya provokasi sebuah kondisi tertentu. Misalkan seperti panas, demam dan kondisi lainnya. Pada epilepsi kondisi kejang ini dapat muncul dan terjadi kapan saja.
Perlu diketahui pada saat terjadi kejang pada epilepsi maka terjadi kerusakan pada jutaan sel otak dikepala bayi. Dimana tentunya kondisi ini akan dapat berpengaruh terhadap perkembangan otak dan cara berpikir anak dimasa depan.

Untuk itulah, penting sekali melakukan penanganan dengan segera pada anak yang mengalami epilepsi. Adapun untuk membuat orangtua lebih waspada. Berikut ini ketahui gejala epilepsi yang sering terjadi pada bayi. Baca juga: Mengetahui Karies Pada Gigi Anak Akibat Terlalu Banyak Makan Permen

Ketahui Gejala Epilepsi yang Sering Terjadi Pada Bayi

Ketahui Gejala Epilepsi yang Sering Terjadi Pada Bayi

Kondisi epilepsi yang terjadi pada bayi terbagi kedalam dua bagian, yakni epilepsi yang diketahui penyebabnya dan yang tidak. Untuk epilepsi yang penyebabnya diketahui umumnya dipicu sebab adanya cedera atau gangguan pada otak.

Sementara itu, pada kondisi yang tidak diketahui penyebabnya, kondisi kejang akan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Hal inilah yang pada umumnya seringkali membuat orangtua kewalahan menangani kasus yang satu ini. Adapun gejala dari epilepsi yang sering terjadi pada bayi diantaranya adalah:

Kejang Otot

Gejala utama dari epilepsi yang terjadi pada bayi adalah kejang yang terjadi pada bagian otot. Kondisi ini merupakan tanda dari serangan epilepsi. Kejang yang terjadi bisa disebabkan akibat adanya gangguan kelistrikan pada bagian saraf anak.

Dimana syaraf-syaraf yang menstimulasi gerakan otot mengalami gangguan sehingga kejang otot adalah kondisi yang akan anda jumpai pada si kecil. Namun demikian, tidak semua bayi yang mengalami epilepsi mengalami kejang-kejang. Gerakan alis atau mata akan memperlihatkan gejala layaknya orang dewasa atau anak yang lebih tua dari usianya.

Gerakan Mulut

Pada anak yang mengalami epilepsi gerakan mulut pun akan berbeda dengan anak pada usianya. Ketika epilepsi menyerang maka gerakan mulut atau bibir akan nampak seperti orang yang tengah menghisap. Padahal dalam waktu tersebut bayi tidak sedang menyusu pada ibunya.

Nah, kondisi ini dapat mengindikasikan serangan epilepsi dalam tubuhnya. Sebaiknya segera bawa kondisi ini ke dokter dan konsultasikan masalah ini dengan baik.

Kehilangan Kesadaran

Bayi yang mengalami kejang sampai dengan hilang kesadaran bisa diindikasikan mengalami epilepsi. Hal ini terjadi sebab adanya gangguan kelistrikan pada bagian otak. Dimana kondisi ini akan memicu reaksi pada tubuh. Biasanya ketika terjadi kejang bayi tidak akan sadar dengan adanya kejang tersebut. Bahkan kondisi ini bisa sampai membuat bayi kehilangan kesadarannya.

Ketika menghadapi kondisi seperti ini sebaiknya redakan terlebih dahulu rasa panic anda. Kondisi panic malah akan membuat penanganan yang baik sulit diberikan. Atau bila anda merasa tidak mampu menangani kondisi ini maka segera konsultasikan masalah ini dengan dokter.

Jenis Infeksi Mata Pada Bayi yang Perlu Diwaspadai – Masalah kesehatan akan rentan terjadi pada bayi, termasuk timbulnya infeksi mata. Hal ini dikarenakan sistem imunitas pada bayi umumnya masih belum terbentuk dengan sempurna. Hal inilah yang membuat bayi rentan dari segala ancaman penyakit. Yuk, simak jenis infeksi mata pada bayi yang perlu diwasapdai dibawah ini.

Pada saat pertama kali dilahirkan, kondisi lingkungan baru diluar rahim membuat bayi rentan terpapar dengan kuman. Masalah inilah yang seringkali membuat ancaman penyakit mudah terjadi dan menyerang bayi baru lahir. Salah satunya adalah dengan munculnya infeksi mata pada bayi.

Kondisi ini tentu tidak dapat dianggap remah atau mungkin disepelekan begitu saja. Penanganan yang sembarang pun tentu tidak bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan kondisi rentan pada bayi membuat mereka belum bisa diberikan sembarang obat-obatan atau bahan kimia. Reaksi alergi pun menjadi hal penting yang perlu anda pertimbangkan sebelum memberikan obat pada bayi. Baca juga: Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui

Jenis Infeksi Mata Pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Nah untuknya salah satu penanganan penting yang efektif dilakukan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter. Dengan segala pengetahuannya dokter akan mempertimbangkan pengobatan yang optimal yang aman untuk bayi anda. Sementara itu, untuk meningkatkan rasa waspada ibu dan orangtua terhadap masalah mata bayi. Mari kita kenali jenis infeksi mata pada bayi yang perlu diwaspadai dibawah ini.

Jenis Infeksi Mata Pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Ada cukup banyak kondisi kesehatan mata yang mengintai dan mengancam anak bayi. Masalah ini tentu membuat orangtua perlu waspada dengannya. Nah, dibawah ini adalah beberapa masalah jenis infeksi mata pada bayi yang perlu diwaspadai.

Belek/Tembel

Infeksi pertama pada mata bayi yang dapat terjadi adalah adanya cairan berwarna putih atau kekuningan yang muncul pada sela mata si buah hati. Kondisi ini membuat kelopak mata bayi mengeluarkan lendir.

Meskipun tidak berbahaya kondisi ini bisa mungkin menimbulkan benjolan atau bahkan perasaan yang menyakitkan untuk si buah hati. Untuk itu, anda bisa mengobati kondisi ini dengan mengompres mata bayi dengan menggunakan air hangat. Hanya saja, pastikan air yang digunakan steril dan tidak terlalu panas.

Konjuntivis

Masalah infeksi mata yang selanjutnya adalah konjuntivis atau masalah mata merah. Umumnya kondisi ini terjadi sebab adanya virus atau bakteri yang mengiritasi bagian selaput yang menutupi batgian putih mata bayi. Mata bayi akan menjadi kering dengan kondisi ini. Bila bayi anda mengalami kondisi ini maka anda bisa membersihkan mata bayi dengan menggunakan air hangat atau bawa si kecil ke dokter.

Blepharitis

Jenis infeksi mata lain pada bayi adalah blepharitis. Kondisi ini disebabkan oleh adanya bakteri atau adanya kelebihan minyak pada bagian kelopak mata bayi. Meski kondisi ini tidak berbahaya namun dampaknya bisa menggagu penglihatan si kecil. Maka sebaiknya atasi dengan segera masalah ini dengan pergi ke dokter.

Periorbital Selulitis

Jenis infeksi mata yang terakhir terjadi akibat adanya infeksi pada bagian jaringan di sekitaran mata. kondisi ini umumnya hanya menyerang bagian satu mata saja. Dimana demam atau pilek akan mungkin menyertai kondisi ini sebagai gejalanya. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan dokter sebab mungkin si kecil akan rewel akibat gejala yang dialami. Biasanya dibutuhkan waktu sampai 2 hari untuk dapat mengatasi kondisi infeksi yang satu ini.

Itulah dia beberapa jenis infeksi mata pada bayi yang perlu diwaspadai. Semoga tingkat waspada ibu bisa ditingkatkan agar kondisi ini dapat dicegah dan diatasi dengan baik.

Mencegah Cacingan Pada Bayi dengan Mudah – Cacingan seringkali menyerang anak-anak dan bayi. Hal ini dikarenakan pada usia ini anak lebih memilih permainan dengan berbagai media. Tidak terkecuali tanah yang tercemar dengan telur cacing. Kondisi ini tidak dapat dianggap remeh sebab akan bahaya untuk si kecil. Simak mencegah cacingan pada bayi dengan mudah dibawah ini.

Kondisi cacingan pada bayi atau balita jangan sampai dianggap remeh, cacingan dapat menghambat pertumbuhan fisik bahkan kecerdasan pada anak. Hal ini pun bisa berpengaruh terhadap kekurangan gizi dan mengalami gangguan pencernaan pada bayi. Untuknya, pencegahan pada kondisi cacingan pada bayi perlu diperhatikan dengan baik.

Mencegah Cacingan Pada Bayi dengan Mudah

 

Anak-anak memang senang main dengan berbagai media, termasuk dengan bermain tanah dimana saja. Hanya saja, kondisi tanah yang tercemar dengan telur cacing bisa masuk kedalam pencernaannya. Kondisi inilah yang dapat membuat si kecil mengalami cacingan.

Secara umum kondisi cacingan akan dapat menyebabkan ukuran berat badan yang terganggu dan sulit naik. Akan tetapi, meskipun balita lebih rentan terkena dengan resiko cacingan. Akan tetapi ternyata masalah ini dapat dicegah dengan baik. Ingin tahu seperti apa? Mari simak informasinya dibawah ini. Baca juga: Kelainan Jantung Pada Bayi Baru Lahir

Mencegah Cacingan Pada Bayi dengan Mudah

Bayi yang menderita cacingan akan mengalami pertumbuhan yang terhambat dan bahkan kurang optimal. Hal ini dikarenakan cacing yang masuk dalam tubuh bayi akan menyerap sari-sari dari makanan yang menutrisi tubuh. Sari makanan yang berada pada sel darah dan usus akan diseap oleh cacing.

Dimana kondisi ini membuat cacing terus berkembang biak didalamnya. Kondisi inilah yang dapat membuat perut bayi atau balita membuncit. Namun tak perlu khawatir sebab kondisi ini dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal dibawah ini. Ingin tahu seperti apa? Mari simak informasinya dibawah ini.

Jaga Kebersihan

Pencegahan pertama yang dapat dilakukan pada bayi 2 minggu atau balita adalah dengan menjaga kebersihan dengan baik. Pastikan semua peralatan dan perlengkapan bermain bayi terbebas dari kotoran. Dengan begini maka si kecil akan dapat bermain dengan ceria dan aman. Begitupula ketika anda memberikan ASI atau MPASI pada bayi. Sebaiknya pastikan jika semua peralatan yang anda gunakan sudah dibersihkan terlebih dahulu dengan baik.

Bersihkan Mainan Oral Bayi

Beberapa media permainan yang seringkali dimasukkan kedalam mulut bayi sebaiknya dibersihkan dengan baik. Hal ini akan dapat mempengaruhi kesehatan bayi. Kita tidak dapat selalu memastikan bahwa mainan bayi selalu bersih. Jadi demikian untuk menjaga kebersihan dan paparan kuman serta cacing cara terbaik adalah dengan memastikan kebersihannya. Upayakan agar ibu selalu mencucinya dengan bahan steril.

Jaga Kuku Bayi Tetap Pendek

Paparan cacing dan kuman bukan hanya tersebar pada mainan dan peralatannya saja. Terkadang kita melupakan bagian tangannya. Kuman dan bakteri bahkan cacing bisa terjebak pada sela kukunya yang kecil. Untuk itu, pastikan anda membersihkannya dengan seksama. Untuk itu, jaga kuku bayi agar senantiasa pendek.

Biasakan Cuci Tangan

Membiasakan cuci tangan adalah langkah awal paling sederhana yang bisa anda ajarkan pada balita anda. Dengan menjaga kebersihan tangan maka paparan bakteri dan cacing tidak akan masuk kedalam tubuh lewat tangan. Dengan begini maka masalah cacingan akan dapat anda hindari dengan baik dan si kecil dapat bermain dengan harinya yang ceria.

Demikianlah beberapa informasi diatas semoga bermanfaat dan membantu anda mengatasi dan mencegah masalah cacingan pada bayi dan balita.