Khasiat dan Cara Mengolah Buah Kiwi Untuk Bayi – Meskipun memiliki ukuran yang kecil, tetapi buah kiwi memiliki banyak manfaat untuk bayi. Buah kiwi merupakan salah satu buah yang cocok untuk MPASI bayi.

Buah merupakan makanan sehat yang dapat diberikan pada bayi setelah lulus ASI eksklusif. Dimana bayi mendapatkan makanan pendamping ketika usianya 6 bulan. Selama 6 bulan awal kehidupannya, bayi hanya mendapatkan ASI sebagai asupan makanannya.

Ibarat sebagai paket kumplit, buah-buahan mengandung mineral dan vitamin yang hampir lengkap. Oleh karena itu, buah sangat disarankan sebagai MPASI bayi. Hampir semua buah baik dan sehat untuk bayi, dimana salah satunya yaitu buah kiwi. Buah kiwi merupakan buah yang kaya akan serat, manfaatnya sungguh luar biasa untuk kesehatan.

Cara Mengolah Buah Kiwi Untuk Bayi

Sama halnya dengan jenis buah-buahan yang lainnya, buah kiwi mengandung sejumlah nutrisi seperti misalkan mineral, vitamin dan antioksidan. Dimana antioksidan itu sendiri bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga bayi akan terhindar dari beberapa risiko penyakit yang akan menyerangnya.

Buah kiwi memiliki tekstur yang lembut, sehingga cocok diijadikan sebagai MPASI atau makanan pendamping ASI.

Kapan Bayi Boleh Mengkonsumsi Buah Kiwi?

Buah kiwi pada bayi bisa anda kenalkan saat usia bayi 10-12 bulan. Sajikan buah kiwi pada buah hati anda dengan memotongnya menjadi potongan kecil setelah dicuci bersih.

Buah kiwi memiliki biji kecil di dalamnya. Dimana biji-bijian ini bisa dimakan, sehingga tidak akan membuat bayi tersedak.

Manfaat Buah Kiwi Untuk Bayi

Buah kiwi memiliki manfaat yang luar biasa untuk bayi. Berikut ini beberapa manfaat buah kiwi untuk bayi dilihat dari jenis nutrisi yang dikandungnya.

Magnesium

Buah kiwi mengandung magnesium. Dimana magnesium pada buah kiwi ini memiliki manfaat untuk membantu proses pembentukan energi. Hal ini berguna untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi anda.

Serat

Kiwi tinggi akan kandungan serat larut dan tidak larut. Serat yang dikandung dalam buah kiwi tersebut bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan bayi. Selain itu, bermanfaat pula untuk meningkatkan kesehatan jantung bayi.

Senyawa Bioaktif

Buah kiwi mengandung senyawa bioaktif yang berperan untuk membantu antioksidan dalam melindungi bayi dari infeksi bakteri. Dengan mengkonsumsi buah kiwi, si kecil tidak akan mudah sakit.

Mencukupi Kebutuhan Vitamin C

Buah kiwi dapat mencukupi kebutuhan vitamin C bayi, karena buah berukuran kecil ini mengandung vitamin C yang cukup tinggi.

Vitamin E

Buah kiwi mengandung vitamin E yang merupakan senyawa antioksidan yang sangat penting untuk membantu mencegah penyakit, serta menjaga agar bayi tetap sehat.

Cara Mengolah Buah Kiwi Untuk Bayi

Buah kiwi dapat anda sajikan untuk bayi dengan berbagai cara. Bagi anda yang masih bingung dalam menyajikan buah kiwi untuk bayi, simak beberapa saran yang dapat anda jadikan referensi seperti berikut ini:

  • Anda dapat menumbuk halus buah kiwi, kemudian jadikan buah kiwi ini seperti jelly atau selai. Anda dapat langsung memberikannya pada bayi anda atau mengoleskannya pada biskuit.
  • Buah kiwi juga bisa anda campurkan dengan yoghurt.
  • Diolah menjadi milkshake yang dicampurkan dengan susu.

Penyajian buah kiwi itu sendiri sebenarnya tergantung dengan kreativitas anda. Sajikan buah kiwi untuk si kecil dengan tampilan yang menarik sehingga bayi anda semangat mengkonsumsinya.

Hal Penting yang Harus Diingat Saat Memberikan Buah Kiwi Pada Bayi

Meskipun buah kiwi memberikan banyak manfaat ketika dikonsumsi oleh bayi, tetapi ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan seperti berikut ini:

  • Hindari memberikan buah kiwi pada si kecil terlalu banyak atau berlebihan karena dapat mengganggu sistem pencernaannya karena buah kiwi mengandung asam yang cukup tinggi.
    Selalu perhatikan gejala alergi pada anak anda.
  • Buah kiwi memiliki biji yang berukuran sangat kecil. Meskipun biji kecil pada buah kiwi tidak akan menyebabkan si kecil tersedak, tetapi dapat menyebabkan iritasi pada perut atau tenggorokan. Untuk itu, berhati-hatilah dalam setiap pemberian buah kiwi pada bayi anda.

Cara Membuat Jus Kiwi Untuk Bayi

Selain saran pengolahan yang telah disebutkan sebelumnya, buah kiwi juga bisa anda olah menjadi jus. Berikut ini cara membuat jus kiwi untuk bayi yang bisa anda simak.

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 1 buah kiwi
  • 100 ml air matang

Cara Membuat Jus Kiwi Untuk Bayi

  1. Langkah pertama kali yang harus anda lakukan yaitu, mengupas buah kiwi yang sudah anda siapkan. Kemudian, potong buah kiwi dengan ukuran kecil-kecil.
  2. Siapkan blender yang akan digunakan untuk menghaluskan buah kiwi. Lalu masukan buah kiwi yang sudah dipotong-potong tadi. Blender buah kiwi yang sudah ditambahkan air ke dalamnya hingga lembut dan mengental.
  3. Jika sudah seperti itu, anda dapat mengangkat dan menuangkannya ke dalam gelas saji.
    Setelah itu, sajikan jus buah yang satu ini untuk bayi anda.

Dalam memilih buah kiwi untuk bayi anda, sebaiknya pilihlah buah kiwi dengan kualitas terbaik. Untuk meminimalisir kandungan pestisida pada buah kiwi, sebelum anda mengolahnya sebaiknya cuci terlebih dahulu hingga benar-benar bersih sebelum disajikan pada si kecil atau diolah untuk makanan pendampingnya.

Memilih bahan makanan untuk MPASI bayi harus dilakukan dengan teliti. Pilihlah bahan makanan yang sehat. Terdapat beberapa bahan makanan yang disarankan untuk MPASI bayi.

MPASI atau makanan pendamping ASI mulai dikenalkan pada bayi saat usia bayi 6 bulan. Sebelum mengenal MPASI, satu satunya makanan bayi hanyalah ASI. ASI memiliki banyak manfaat, di dalam ASI terkandung nutrisi dan gizi komplit yang dibutuhkan oleh bayi.

Pemberian MPASI pertama kali dilakukan dengan pengenalan terlebih dahulu, karena bayi belum terbiasa dengan makanan selain ASI. Bayi membutuhkan adaptasi untuk mengenal makanan yang ia rasa baru di lidahnya.

Bahan Makanan Untuk MPASI

Pengenalan makanan pendamping ASI atau MPASI itu sendiri harus dilakukan dengan teliti dan cermat oleh orang tua. Makanan yang diberikan bukanlah makanan padat seperti yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Dimana MPASI untuk bayi harus memiliki tekstur yang sesuai dengan bayi dan mudah dicerna.

Pemilihan MPASI harus ibu perhatikan, tidak semua bahan makanan dapat dijadikan sebagai MPASI bayi. Beberapa bahan makanan disarankan untuk dikenalkan lebih awal pada bayi. Alasannya, bahan makanan tersebut mudah dicerna, memiliki rasa yang enak, tidak menyebabkan alergi dan cocok menjadi bahan MPASI bayi yang sehat.

Berikut ini bahan makanan untuk MPASI yang sehat dan disarankan.

Bahan Makanan Untuk MPASI Bayi

Sumber Karbohidrat atau Serealia

Bahan makanan untuk MPASI bayi yang bersumber dari serealia dan disarankan untuk diperkenalkan pertama kali pada bayi saat usia bayi 6 bulan yaitu beras putih, tepung maizena dan beras merah. Bahan makanan untuk MPASI bayi ini tidak akan menyebabkan alergi pada bayi. Selain itu, bahan makanan yang menjadi sumber karbohidrat untuk bayi ini memiliki kelebihan. Dimana bahan makanan ini mengandung asam amino yang tinggi dan bermanfaat dalam pembentukan jaringan tubuh bayi. Karena seperti itu, bahan makanan ini menjadi pilihan yang tepat dalam pembuatan MPASI untuk bayi.
Selain itu, pilihan bahan makanan untuk MPASI bayi yang lainnya yaitu havermut. Havermut selain menjadi sumber karbohidrat juga kaya akan serat. Kandungan serat pada bahan makanan ini dapat mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi. Untuk gandum, bahan makanan ini dapat diberikan pada bayi saat usianya 7 bulan.

Sumber Protein Nabati

Bahan makanan untuk MPASI bayi sebagai sumber protein nabati yang disarankan yakni kacang-kacangan. Pasalnya, bahan makanan ini tinggi akan protein dan serat. Selain itu, kacang-kacangan dapat membuat MPASI menjadi lebih manis dan gurih.

Untuk perkenalan MPASI pada usia 6 bulan, kacang-kacangan yang bisa diberikan yaitu kacang hijau yang diolah dengan cara dihaluskan terlebih dahulu, dibuat tepung atau bubur kacang hijau. Serat yang terkandung dalam kacang hijau sedikit, sehingga akan mudah dicerna oleh pencernaan bayi. Selain itu, kacang hijau juga tidak akan menyebabkan perut bayi menjadi kembung.

Sumber protein nabati lainnya yang disarankan yaitu kacang kedelai. Dimana pemberian makanan berbahan dasar kedelai ini bisa diberikan saat usia bayi 7 bulan. Asam amino yang terdapat pada kedelai lebih baik dibandingkan dengan sumber protein yang lainnya. Konsumsi kacang kedelai untuk MPASI disarankan dalam bentuk tahu atau tempe.

Sumber Protein Hewani

Untuk bahan makanan sumber protein hewani yang disarankan di antaranya yaitu daging ayam, daging sapi dan ikan.

Daging ayam bisa dikenalkan pada bayi saat usianya 7 bulan, dengan syarat harus dihaluskan bersama dengan MPASI. Daging ayam memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit.

Daging sapi juga dikenalkan pada bayi melalui MPASI ketika usia bayi 7 bulan, itupun hanya dalam bentuk kaldu. Daging sapi mengandung tinggi zat besi yang mudah dicerna oleh tubuh.

MPASI yang dicampur dengan ikan untuk pertama kalinya diperkenalkan pada bayi saat usianya 9 bulan. Ini dilakukan guna menghindari terjadinya reaksi alergi pada bayi. Ikan tinggi akan asam lemak omega 3, dimana kandungan ini baik untuk pembentukan otak bayi. Salah satu ikan yang dipilih yaitu ikan salmon.

Sumber Mineral dan Vitamin

Bahan makanan untuk MPASI bayi sebagai sumber mineral dan vitamin yaitu buah-buahan.

Sayuran

Sayuran yang disarankan dikenalkan pada bayi saat usianya 6 bulan yaitu wortel karena sayuran ini mudah dicerna, serta kaya akan vitamin A yang baik untuk mata bayi dan sebagai antioksidan.
Bayam disarankan diberikan pada bayi saat usia bayi 7 bulan. Bayam kaya akan zat besi dan serat yang terkandung di dalamnya mudah dicerna.

Saat usia bayi 9 bulan, sayuran yang bisa diberikan pada bayi sebagai finger food yaitu brokoli. Cara mengolah brokoli untuk bayi yaitu direbus hingga lunak. Brokoli adalah bahan makanan yang kaya akan serat, asam folat dan kalsium.

Sayuran lainnya yang dapat dikenalkan pada bayi yaitu bayam hijau, bayam merah, zukini dan lain sebagainya.

Buah-Buahan

Buah-buahan yang disarankan untuk dikenalkan lebih awal pada bayi yaitu pisang, pepaya dan alpukat. Semua buah tersebut mudah dicerna oleh pencernaan bayi saat usianya 6 bulan.

Buah-buahan yang lainnya yang disarankan untuk MPASI bayi adalah jeruk. Untuk MPASI bayi usia 6 bulan jeruk yang diberikan yaitu jeruk baby yang sudah diperas dan diambil sarinya, serta rasanya harus manis.

Tujuan dikenalkannya finger food yaitu untuk melatih kemampuan bayi makan sendiri. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui tips mengenalkan finger food pada bayi yang baik.

Ketika usianya 9 bulan, bayi kebanyakan sudah mampu mengembangkan keterampilan motorik halus. Gerakan-gerakan kecil sudah mampu ia tunjukan sebagai usaha untuk mengambil potongan makanan kecil.

Salah satu cara untuk menunjang keterampilan makan anak yaitu dengan memberikan finger food. Finger food itu sendiri merupakan makanan yang bisa dipegang oleh bayi sebagai langkah untuk melatih kemampuan makan sendiri. Pada tahap awal, bayi anda akan mengalami kesulitan untuk menghabiskan porsi makanannya. Akan tetapi, anda tetap harus memakluminya karena keadaan tersebut sebagai proses belajar self regulation.

Mengenalkan finger food pada bayi

Ketika memberikan finger food pada bayi, makanan yang sesuai yaitu jenis makanan yang berukuran tidak terlalu besar atau memiliki ukuran yang sama dengan jari tangan bayi anda. Hal ini dilakukan untuk memudahkan bayi anda ketika mengkonsumsi makanan tersebut tanpa bantuan orang tua atau orang-orang yang ada di sekitarnya.

Sebenarnya finger food itu sendiri tidak menjadi penentu asupan gizi yang baik, meskipun demikian fungsi utama finger food yaitu sebagai pemberi gizi atau nutrisi tambahan untuk bayi anda. Oleh karena itu, pemilihan finger food harus dilakukan dengan teliti.

Ketika pertama kali bayi akan merasa asing terhadap finger food yang diberikan oleh orang tuanya. Dimana pemberian finger food itu sendiri harus diawali dengan pengenalan. Berikut ini tips mengenalkan finger food pada bayi yang bisa anda simak.

Tips Mengenalkan Finger Food Pada Bayi

Berikan Makanan Lembut

Finger food memang disarankan untuk diberikan pada bayi. Meskipun begitu, sebaiknya anda pilih makanan yang lembut dan dapat dengan mudah dicerna oleh bayi. Pilihlah makanan bayi yang mudah lumer dimulut. Fingger food sehat di antaranya yaitu buah-buahan dan sayuran. Untuk beberapa jenis sayuran, anda bisa memilih sayuran yang sudah dimasak dengan kematangan yang cukup, serta tidak membuat bayi kesulitan ketika mengunyahnya.

Ajak Anak Mengenal Pola Makan Keluarga

Mengenalkan pola makan keluarga bisa dilakukan sebagai pengenalan finger food pada bayi. Ajaklah si kecil duduk di meja makan bersama dengan keluarga. Ketika itu anda bisa mengenalkan beberapa jenis makanan yang mudah ia genggam. Finger food sehat yang bisa anda kenalkan pada bayi anda yaitu buah-buahan sehat yang sudah dipotong kecil-kecil. Usahakan ketika memotongnya disesuaikan dengan kemampuan bayi anda. Agar bayi anda semakin berselera untuk mengkonsumsi finger food yang sudah anda siapkan, anda bisa meletakan buah yang sudah dipotong-potong di atas piring makan bayi yang unik.

Hindari Finger Food yang Akan Membuat Bayi Tersedak

Selain sehat dan bergizi, finger food yang diberikan untuk bayi harus memberikan kenyamanan dan tidak mudah membuat bayi tersedak. Sebaiknya hindari untuk memberikan potongan sayuran yang belum dimasak dan buah-buahan dengan tekstur keras, kacang tanah, kacan-kacangan, biji-bijian, kismis dan buah kering yang lainnya. Selain itu hindari juga memberikan potongan keju, selai kacang, permen karet, permen keras, popcorn dan lain sebagainya. Pemberian permen dan makanan lengket lainnya, selain mudah membuat bayi tersedak juga akan mempengaruhi pertumbuhan giginya.

Potong Makanan Sesuai Dengan Tekstur Makanan

Ketika anda menyajikan finger food untuk bayi, sebaiknya sesuaikan dengan tekstur dari makanan itu sendiri. Maksudnya potongan makanan yang anda sajikan untuk bayi harus berukuran kecil sampai ukurannya bervariasi disesuaikan dengan tekstur makanan. Sebagai contoh, apel harus dipotong lebih kecil dibandingkan dengan semangka, sehingga dengan begitu akan lebih mudah ketika dihancurkan.

Hindari Memaksa Bayi Untuk Menghabiskan Porsi Makanan

Ketika mengenalkan finger food pada bayi, namun makanan yang anda berikan tidak semuanya habis, sebaiknya anda jangan merasa kesal. Selain makanan yang tidak dihabiskan, mungkin saja bayi anda juga hanya akan memainkan makanan tersebut. Pengenalan finger food tidak akan jauh berbeda dengan pengenalan makanan pendamping ASI ketika dulu usianya 6 bulan. Dalam pengenalan makanan ini harus dilakukan secara bertahap. Peran anda sebagai orang tua di sini yaitu mengarahkan agar si kecil mengetahui cara makan sendiri. Apabila bayi anda menolak, hindari memaksanya. Anda bisa memperkenalkannya kembali pada lain waktu.

Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengenalkan Fingger Food Pada Bayi

Khawatir tersedak tentunya akan anda rasakan ketika mengenalkan finger food pada bayi. Meskipun begitu anda harus tetap percaya pada anak anda, jangan terlalu terburu-buru untuk mengeluarkan makanan yang berada di dalam mulutnya. Selain akan menularkan kuman dari tangan orang tua atau pengasuh, juga akan merusak rasa percaya diri si kecil mengembangkan kemampuannya untuk mengunyah makanan dengan baik.

Ajarkan bayi anda mengunyah dengan baik. Caranya yaitu dengan melakukan gerakan mengunyah di depan si kecil sehingga ia akan mengikuti gerakan yang anda lakukan.

Meskipun makanan yang anda berikan lembut dan mudah lumer di mulut bayi, tetapi anda harus tetap memperhatikannya ketika ia makan. Karena tidak menutup kemungkinan bayi anda akan tersedak. Demikian beberapa tips kenalkan finger food pada bayi. Semoga bermanfaat.

Umumnya masalah makan akan ibu hadapi di usia si kecil yang ke 18 bulan. Untuk mensiasatinya, anda bisa membuat menu makanan bayi 18 bulan dari bahan-bahan yang mengandung nutrisi dan gizi harian yang dibutuhkan dengan penyajian yang unik dan menarik.

Ibu yang memiliki anak usia 18 bulan terkadang sering mengeluh karena anaknya mulai sulit makan. Bahkan si anak cenderung memilih makanan, dan mengkonsumsi makanan dengan porsi yang tidak sesuai atau sedikit karena ia malas untuk mengunyah makanan tersebut. Padahal asupan nutrisi yang didapatkan dari makanan penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembang bayi pada usia tersebut.

Mengenai menu makanan bayi pada usia 18 bulan ini, orang tua tetap harus memperhatikan makanannya yang dilihat dari kandungan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan. Pada usia ini kebutuhan gizi dan nutrisi si kecil pun akan semakin meningkat. Di samping masalah makan yang dialami oleh si kecil, anda tetap bisa mensiasati agar si kecil tetap mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan dengan makanan yang ia sukai.

Menu Makanan Bayi 18 Bulan

Menu Makanan Bayi 18 Bulan: Kebutuhan Nutrisi Anak Usia 18 Bulan

Pada usia 18 bulan, umumnya anak sudah bisa mengkonsumsi makanan padat sesuai dengan menu yang dikonsumsi oleh keluarga di rumah. Pemberian makanan padat tetap harus didampingi dengan ASI atau air susu ibu. Dimana pemberian ASI seharusnya tetap dilanjutkan hingga usia si kecil 2 tahun. Pemberian ASI dengan menu makanan yang bervariasi akan melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil.
Menerapkan pola makan yang tepat sangat baik dilakukan sejak dini, yaitu dengan pemberian makanan utama atau makan besar sebanyak 3 kali dalam sehari yang dikombinasikan dengan snack atau cemilan sehat sebanyak 2 sampai 3 kali di selang waktu pemberian makan besar atau makanan utama.

Pemberian makanan sehat bisa dilakukan bervarisi, termasuk memasukan buah-buahan atau sayuran sehat. Anda juga harus membiasakan waktu makan yang tepat pada si kecil. Dimana biasakan si kecil makan selama 20 sampai 30 menit. Sedangkan untuk makan cemilan sehat selama 10 sampai 20 menit. Anda harus tetap sabar menghadapi rutinitas makan pada usia ini.

Meskipun si kecil sudah bisa mengkonsumsi makanan keluarga, tetapi tidak selamanya ia bisa mengkonsumsi semua makanan yang sama dengan anggota keluarga. Perhatikan setiap makanan yang ia konsumsi. Hindari makanan yang tidak unggul dalam kandungan nutrisi, makanan bersoda, makanan rendah lemak, makanan yang terlalu pedas, makanan terlalu asam, makanan yang tinggi akan gula dan makanan yang mengandung banyak MSG. Makanan-makanan tersebut tidak baik untuk si kecil karena akan mengganggu kesehatannya.

Menu Makanan Bayi 18 Bulan

Menu makanan bayi usia 18 bulan bisa anda buat sendiri di rumah. Pilihlah bahan makanan yang tepat dan mengandung nutrisi serta kebutuhan gizi harian si kecil. Ketika menyajikan menu makanan bayi 18 bulan ada baiknya jika anda menyajikannya dengan dibuat kreasi agar si kesil menjadi lebih tertarik.
Adapaun pilihan menu makanan bayi 18 bulan yang bisa anda buat di rumah seperti berikut ini:

Spagetty

Bahan Bahan Speghetti

  • 100 gram spaghetti
  • 1 sendok teh minyak zaitun

Bahan Saos Bolognese

  • 120 gram daging sapi yang sudah dicincang
  • 20 gram bawang bombay yang sudah dicincang halus
  • 1/2 bagian wortel, potong dadu dan rebus
  • 1 sendok makan margarine
  • 1/2 bagian tomat yang sudah dipotong dadu
  • 2 sendok makan keju
  • 1/2 sendok teh oregano cincang
  • 3 sendok makan saos tomat

Cara Membuag Spaghetti

  1. Pertama, rebus spaghetti yang sudah anda siapkan sampai benar-benar lunak. Jika sudah, siram spaghetti tersebut dengan menggunakan air dingin, lalu tiriskan. Agar si kecil lebih mudah ketika mengkonsumsinya, maka anda bisa memotong-motongnya menjadi beberapa bagian.
  2. Setelah itu, campurkan spaghetti yag sudah direbus dengan minyak zaitun agar tidak lengket.
  3. Selanjutnya, buat soas bolognese. Panaskan margarine yang sudah anda siapkan di dalam wajan.
  4. Jika margarin sudah panas, anda bisa langsung memasukan bawang bombay hingga bawang matang dan harum.
  5. Masukan daging yang sudah anda cincang. Aduk-aduk sampai daging berubah warna dan matang.
    Masukan bahan-bahan lainnya seperti tomat yang sudah dipotong dadu, saos tomat dan oregano.
  6. Aduk merata dan masak sampai matang.
  7. Masukan pula potongan wortel. Aduk sebentar dan matikan api kompor.
    Sebagai saran penyajian, anda bisa menata spaghetti di atas piring kemudian taburi di atasnya saos yang sudah anda buat bersama dengan parutan keju.

Puding Roti Pisang

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 2 buah pisang ambon
  • 3 lembar roti tawar
  • 50 gram keju parut
  • 150 ml susu cair, anda bisa menggunakan susu formula

Cara Membuat Puding Roti Tawar

  1. Pertama-tama kupas pisang yang sudah anda siapkan. Kemudian, haluskan pisang hingga teksturnya benar-benar lembut.
  2. Sobek-sobek roti tawar yang sudah anda siapkan. Kemudian, masukan ke dalam campuran buah pisang yang sudah dihaluskan.
  3. Tambahkan susu cair dan parutan keju.
  4. Tuangkan kembali adonan ke dalam mangkuk tahan panas. Lalu kukus semua bahan selama kurang lebih 10 sampai 15 menit. Jika sudah matang anda bisa langsung mengangkat, meniriskannya, lalu sajikan untuk si kecil.

Demikian menu makanan bayi 18 bulan. Agar si kecil tidak bosan, anda bisa menyajikan menu yang berbeda setiap harinya.

Memilih makanan untuk bayi harus teliti dan hati hati. Makanan untuk bayi harus memenuhi kriteria tertentu, dimana salah satunya yaitu kaya akan nutrisi yang dibutuhkan. Tips memilih makanan bayi harus anda ketahui dalam menentukan pemilihan makanan terbaik untuk bayi anda.

Sebelum menginjak usia 6 bulan umumnya bayi hanya mendapatkan ASI sebagi asupan pertamanya. Dalam masa itu ASI sudah memenuhi semua kebutuhan gizi dan nutrisi dari bayi sehingga ia tidak memerlukan makanan pendamping. Namun, setelah usianya menginjak 6 bulan makanan pendamping ASI mulai diperkenalkan pada bayi. Pengenalan makanan bayi pendamping ASI tersebut diberikan untuk memenuhi semua kebutuhan bayi dalam masa pertumbuhannya.

Makanan menentukan daya tahan tubuh dan pertumbuhan bayi. Umumnya, bayi tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa. Dimana dalam setiap pertumbuhannya bayi memerlukan nutrisi yang cukup. Agar pertumbuhannya cepat maka dibutuhkan nutrisi yang lebih banyak dan makanan yang sehat serta baik. Makanan yang diberikan pada bayi harus memenuhi kriteria tertentu. Bayi tidak seperti orang dewasa yang mampu menerima segala jenis makanan apapun. Makanan bayi harus benar-benar dijaga dan diperhatikan karena sistem pencernaannya masih belum optimal. Makanan bayi harus sehat, kaya akan nutrisi dan segar sehingga pembentukan tubuh bayi menjadi lebih sempurna.

Tips memilih makanan bayi

Semua yang baik untuk kita, belum tentu baik untuk bayi. Sistem jasmani bayi belum terbentuk dengan baik dan sempurna. Oleh karena itu, bayi membutuhkan nutrisi yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya, seperti kebutuhan sel atau kebutuhan sistem kekebalan tubuh.

Pada tahun pertama sistem pencernaan bayi masih lemas, organ pencernaannya masih belum bisa mencerna makanan dengan baik. Sehingga pada masa itu bayi masih tergantung dengan ASI atau air susu ibu. ASI merupakan makanan bayi yang memiliki banyak nutrisi. ASI juga kaya akan zat pembangun sistem kekebalan tubuh. Selain itu, manfaat ASI eksklusif untuk bayi sangat banyak.
Air susu ibu mengandung nutrisi yang begitu lengkap untuk bayi hingga bayi bisa menggigit. Berbagai mineral, vitamin, karbohidrat, protein dan lemak dibutuhkan oleh bayi. Yang mana kandungan tersebut bisa kita dapatkan dari makanan sehat seperti sayuran, telur dan makanan hewani. Ketika memilih makanan untuk bayi kita harus lebih berhati-hati dan teliti. Pemberian makanan pada bayi sebaiknya disesuaikan dengan umur dan berat badan bayi.

Lantas makanan apa yang bisa kita berikan pada bayi? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya dimana tubuh bayi masih belum bisa mencerna makanan dengan baik. Sehingga dengan begitu tidak semua makanan bisa diberikan pada bayi. Namun, kriteria makanan yang harus dipenuhi yaitu makanan tersebut mengandung nutrisi yang mampu mendukung kekebalan tubuh, pertumbuhan bayi dan perkembangan bayi.

Tips Memilih Makanan Bayi

Berikut ini prinsip atau tips memilih makanan bayi.

  • Pada tahun kedua, bayi umumnya membutuhkan susu fullcream dan keju yang berguna untuk menyerap mineral penting dan vitamin. Namun, pada beberapa bayi susu sapi justru dapat menimbulkan reaksi alergi. Untuk mengatasinya anda bisa mengganti susu sapi dengan susu kambing. Beberapa makanan lainnya yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi yaitu kacang tanah, putih telur, ikan, buah, kacang kedelai, buah pir dan lain sebagainya.
  • Tubuh bayi sudah mulai menyerap kalsium yang berguna sebagai penunjang untuk pertumbuhan gigi dan tulang. Oleh karena itu, pemberian suplemen pada bayi sebaiknya jangan dilupakan. Vitamin C dan B komplek dapat membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh bayi, oleh karena itu jangan lupakan pemberian vitamin C dan B komplek.
  • Ketika bayi tumbuh menjadi balita, maka ketika itu bayi sudah bisa diberi makanan yang mengandung banyak nutrisi seperti sop ayam dan jus sayuran hijau. Anda bisa memberikan makanan tersebut secara reguler. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium jangan lupakan susu dan produk susu lainnya. Folic acid dan zat besi berguna untuk mencegah anemia. Keadaan ini sangt berbahaya dimana bayi mengalami kekurangan zat darah merah.
  • Pada awal pertumbuhannya bayi membutuhkan kalori ekstra. Sehingga bayi membutuhkan makanan yang kaya akan kalori dan karbohidrat. Hindari memberikan makanan junk food, air berkarbon pada bayi anda. Pasalnya, makanan dan minuman seperti itu akan merusak sistem pencernaan bayi yang masih belum terbentuk dengan sempurna. Makanan tersebut juga tidak mengandung gizi apapun yang dibutuhkan oleh bayi.
  • Beberapa sayuran sangat diperlukan oleh bayi seperti kentang tomat, bayam dan kubis. Anda bisa memberikan makanan tersebut pada bayi anda dengan cara diolah terlebih dahulu dan dihaluskan agar lebih mudah dicerna oleh bayi.
  • Pada saat bayi anda sudah tumbuh gigi, anda bisa memberikan nasi, sereal dan gandum. Makanan tersebut mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dalam tips memilih makanan bayi, anda juga harus mengetahui beberapa makanan yang tidak dianjurkan diberikan pada si kecil.

Makanan yang Tidak Dianjurkan

Kopi, alkohol dan teh. Makanan ini sangat tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi. Selain itu, makanan bercita rasa manis atau makanan ringan perlu dibatasi pemberiannya pada bayi meskipun jangan dihilangkan sepenuhnya. Pasalnya, gula murni dibutuhkan untuk menghasilkan energi dalam tubuh. Sedangkan untuk penggunaan garam, anda bisa menggunakan garam beryodium untuk mencegah munculnya penyakit gondok.

Gorengan. Dibandingkan makanan yang diolah dengan cara digoreng, sebaiknya perbanyak makanan yang diolah dengan cara direbus.

Intinya dalam tips memilih makanan bayi yaitu hindari makanan yang tidak baik dan dapat mengganggu kesehatan bayi. Amannya, anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu pada bidan atau dokter untuk menentukan makanan apa saja yang terbaik untuk bayi.

Itulah tips memilih makanan bayi. Semoga bermanfaat.