Resep Ikan Tuna Untuk MPASI Bayi – Ikan tuna merupakan salah satu jenis ikan yang baik untuk MPASI bayi.

Anda dapat membuat MPASI atau makanan pendamping ASI berbahan dasar ikan tuna sendiri di rumah dengan mudah. MPASI dikenalkan pada bayi saat usia bayi 6 bulan. Karena bayi belum terbiasa dengan makanan padat, maka pengenalan makanan pada bayi harus dilakukan dengan teliti dah hati-hati. Setiap bayi memiliki kondisi berbeda-beda, begitupun ketika ia mendapatkan makanan pendamping untuk pertama kalinya. Beberapa bayi justru dapat menerima langsung makanan dengan rasa dan tekstur baru, namun ada pula bayi yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi sehingga sering kali ia menolak makanan yang diberikan.

Karena sistem pencernaan bayi masih belum sempurna, untuk itu bahan makanan yang digunakan untuk mengolah MPASI bayi harus benar-benar diperhatikan. Pemilihan bahan makanan harus diperhatikan, baik dari kebersihan, jenis, tekstur dan rasa.

Resep ikan tuna untuk MPASI bayi

Tidak semua bahan makanan dapat diberikan pada bayi. Beberapa bahan makanan justru dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi. Beberapa makanan yang dimaksud di antaranya yaitu susu, kacang-kacangan dan ikan. Sebagai langkah mengurangi resiko alergi pada bayi, maka kapan ikan dapat dikenalkan pada bayi?

Meskipun ikan baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, tetapi tidak semua anak dapat diberi menu makanan ikan langsung karena beberapa anak memiliki alergi. Penting membuat catatan menu makanan sebagai langkah mengidentifikasi kemungkinan alergi pada anak anda.

Jika anak anda tidak memiliki riwayat alergi, maka pemberian makanan pendamping berbahan ikan dapat anda lanjutkan. Ikan dapat diberikan saat pemberian makanan padat pertama pada bayi. Beberapa jenis ikan yang dapat dikenalkan di antaranya yaitu ikan air tawar dan beberapa ikan laut seperti ikan sarden, ikan salmon dan ikan tuna karena memiliki kandungan merkuri yang rendah. Berbeda halnya dengan seafood seperti cumi-cumi, udang dan kerang yang dapat anda kenalkan ketika anak anda sudah berusia 1 tahun.

Ikan adalah nutrisi penting, yang mana kandungan gizi dalam ikan dapat membantu perkembangan otak si kecil sehingga menjadi lebih optimal. Ikan mampu mempertajam penglihatan, bahkan berdasarkan penelitian ikan dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Salah satu ikan yang baik diberikan pada bayi seperti yang sudah dibahas sebelumnya yaitu ikan tuna. Anda dapat membuat ikan tuna untuk MPASI bayi dengan mudah di rumah. Berikut ini resep ikan tuna untuk MPASI bayi.

Resep Ikan Tuna Untuk MPASI Bayi

Tim Saring Tuna

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 25 gram ikan tuna
  • 625 ml air
  • 50 gram labu siam
  • 1 sendok teh mentega
  • Tomat
  • Tempe

Cara Membuat Tim Saring Ikan Tuna

  1. Langkah pertama kali yang harus anda lakukan yaitu membersihkan ikan tuna yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Jika ikan tuna sudah bersih, anda daat memotong-motongnya membentuk dadu.
    Kemudian, potong labu siam, tempe dan tomat yang sudah dicuci. Sisihkan.
  2. Cuci beras yang sudah anda siapkan. Kemudian rebus bersama dengan air, ikan tuna dan tempe hingga menjadi bubur. Jika sudah seperti itu masukan tomat dan labu siam sampai matang.
  3. Tambahkan mentega yang sudah anda siapkan. Kemudian aduk-aduk sampai merata.
  4. Tunggu beberapa menit hingga nasi tim dingin. Kemudian, anda dapat menghaluskannya dengan menggunakan blender.

Tim Beras Merah Tuna

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 600 ml air
  • 20 gram beras merah
  • 25 gram buncis
  • 25 gram ikan tuna
  • 25gram wortel

Cara Membuat Tims Beras Merah Tuna

  1. Pertama, cuci beras merah yang sudah anda siapkan dengan menggunakan air mengalir.
  2. Kemudian, bersihkan ikan tuna dan potong kecil-kecil.
  3. Ambil wortel yang sudah anda siapkan, kemudian kupas kulitnya dan iris tipis.
  4. Siangi buncis dan bersihkan.
  5. Bersihkan tomat, kemudian cincang tomat sampai halus.
  6. Rebus beras merah yang sudah anda bersihkan tadi hingga menjadi bubur dan masukan bahan bahan yang lainnya. Masak hingga semua bahan bahan matang. Jika sudah matang, anda dapat menyajikannya untuk si kecil.

Tim Ikan Tuna Tahu

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 50 gram tahu
  • 50 gram fillet ikan tuna
  • 2 liter kaldu daging
  • 20 gram beras
  • 50 gram wortel
  • 1 sendok makan jeruk nipis
  • 50 gram kebang kol

Cara Membuat Nasi Tim Ikan Tuna Tahu

  1. Pertama kali langkah yang harus anda lakukan yaitu, melumuri ikan tuna yang sudah anda siapkan dengan air jeruk nipis. Diamkan selama kurang lebih 3 menit. Jika sudah, anda dapat mencucinya hingga bersih.
  2. Kupas wortel, lalu cuci sampai bersih dan potong-potong.
  3. Cuci brokoli, lalu cincang kasar.
  4. Bersihkan beras, kemudian masak beras dengan air kaldu hingga beras menjadi lunak. Masukan wortel dan kembang kol. Kemudian masak sampai matang.
  5. Masukan tahu yang sebelumnya sudah dipotong dadu, masak kembali sampai matang dan mendidih.
  6. Selanjutnya, angkat dan sajikan tim sehat ini pada bayi.

Resep makanan bayi di atas dapat anda jadikan referensi sebagai menu makanan bayi ketika bayi menginjak usia 9 bulan. Dimana saat 9 bulan menu makanan pendamping bayi berbeda dari bulan sebelumnya. Pada usia ini makanan dengan tekstur yang lebih padat dengan tambahan lauk pauk dapat anda berikan.

Bolehkah Bayi Mengkonsumsi Makanan Bersantan? Meskipun bayi anda sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI), tetapi tidak semua makanan dapat ia terima. Dalam mengolah makanan, sebelum anda menambahkan bahan pelengkap atau bumbu seperti santan, sebaiknya perhatikan aturan dan kapan waktu yang tepat bayi dapat menerimanya.

Selama 6 bulan awal kehidupan bayi, makanan satu satunya hanyalah ASI. Setelah bayi menginjak usia 6 bulan, pemberian makanan pendamping ASI dilakukan untuk memperkenalkan berbagai kandungan nutrisi pada bahan makanan. Sebelum berusia 6 bulan kebutuhan nutrisi bayi sudah terpenuhi dalam ASI. Namun, ada saatnya nutrisi dalam ASI tidak memenuhi lagi kebutuhan bayi, sehingga bayi membutuhkan tambahan nutrisi yang didapatkan dari makanan pendamping ASI.

Sistem pencernaan bayi berbeda dengan sistem pencernaan orang dewasa yang mampu menerima berbagai jenis makanan dengan mudah. Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna, sehingga penting memperhatikan makanan yang akan diberikan pada bayi. Pemberian makanan pendamping itu sendiri harus dilakukan bertahap sesuai dengan kemampuan dan usia bayi, baik dari tekstur, jenis makanan atau lain sebagainya.

Bayi Mengkonsumsi Makanan Bersantan

Selain selektif dalam memilih makanan bayi, anda juga harus memperhatikan cara mengolah dan penambahan bahan atau bumbu pada makanan yang digunakan. Penambahan garam dan gula pada makanan bayi tidak disarankan karena dapat mempengaruhi kesehatan bayi. Lantas bagaimana dengan tambahan santan pada makanan bayi?

Santan merupakan cairan putih kental yang dihasilkan dari kelapa. Dalam santan terkandung lemak yang dapat membuat olahan makanan terasa lebih gurih dan sedap. Untuk menyempurnakan rasa, santan biasanya dijadikan tambahan ketika membuat kue atau memasak makanan tertentu.

Kapan Bayi Boleh Diberi Santan?

Meskipun santan memiliki rasa gurih alami dari kelapa, tetapi ada waktu tepat kapan bayi boleh mengkonsumsi makanan bersantan. Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga tidak semua makanan dapat diberikan pada bayi. Meskipun si kecil sudah diberi makanan pendamping ASI, tetapi pemberian makanan bersantan sebaiknya tidak dilakukan saat bayi berusia 6 bulan. Anda dapat menunda pemberian makanan bersantan hingga bayi berusia 9 bulan.

Setelah bayi berusia 9 bulan, anda bisa membuat makanan pendamping sesuai usianya atau nasi tim dengan tambahan satu sendok santan dan bahan pelengkap sayuran. Sayuran dibutuhkan bayi untuk melengkapi mineral dan vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi. Makanan bayi akan semakin lengkap dengan tambahan lemak dari santan. Dalam membuat makanan bersantan untuk bayi sebaiknya buatlah makanan hanya satu porsi saja. Pasalnya, makanan yang disimpan dalam suhu ruangan dapat cepat basi dan jika tetap dikonsumsi dapat mengganggu sistem pencernaan bayi.

Manfaat Santan Pada Makanan Bayi

Di dalam santan terkandung protein, kalsium, serat dan asam lemak omega 3. Tidak hanya itu, dalam santan juga terkandung asam folat, vitamin C, potasium, tembaga, posfor, magnesium, thiamin, vitamin K, vitamin B6 dan zat besi. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam santan bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan gizi bayi pada masa pertumbuhannya. Berikut ini beberapa manfaat penambahan santan pada makanan bayi:

Meningkatkan Perkembangan Otak Bayi

Asam lemak omega 3 terkandung dalam santan yang bermanfaat untuk kecerdasan dan perkembangan otak bayi.

Melancarkan Metabolisme Tubuh

Lemak alami yang terkandung dalam santan dapat membantu melancarkan proses metabolisme tubuh bayi. Berikan santan pada bayi saat bayi berusia 9 bulan ke atas dan dalam jumlah yang wajar karena seperti yang kita ketahui sistem pencernaan bayi masih sangat rentan.

Membantu Penyerapan Vitamin

Pemberian makanan bersantan pada bayi dapat membantu mengoptimalkan penyerapan vitamin seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K. Dimana semua vitamin tersebut bermanfaat dan dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi.

Membantu Pembentukan Organ

Kandungan lemak pada santan dapat membantu mengoptimalkan pembentukan organ pada tubuh bayi seperti jaringan otot, empedu, ginjal, hati, kelenjar adrenalin dan plasma darah. Dalam beberapa kondisi bayi mungkin tidak menerima makanan bersantan. Untuk itu, anda harus menghentikan penambahan santan pada makanan pendamping bayi.

Sumber Lemak Alami Untuk Bayi

Santan mengandung lemak yang merupakan sumber kalori tinggi yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi bayi pada masa pertumbuhannya. Agar kandungan dalam santan dapat diserap dengan optimal, maka berikan makanan mengandung santan pada bayi saat usianya 9 bulan ke atas.

Beberapa bayi tidak dapat menerima santan karena keadaan perut yang masih rentan. Untuk itu, setelah diberi makanan bersantan pastikan anda mengawasi gejala yang terjadi. Sebaiknya hentikan penambahan santan dalam makanan bayi apabila si kecil tidak dapat menerimanya.

Sumber lemak pada makanan tidak hanya terkandung dalam santan. Apabila si kecil tidak dapat menerima santan, maka anda dapat memberikan makanan alternatif sebagai asupan lemak.

Lemak dalam santan memang memiliki manfaat tinggi. Meskipun begitu orangtua tetap harus selektif dalam memilih makanan untuk buah hatinya, karena terkadang beberapa bayi tidak dapat menyerap zat yang terkandung dalam makanan tertentu. Setelah diberikan makanan pendamping ASI, penting untuk selalu memperhatikan keadaan bayi. Alergi dapat saja terjadi dan dialami bayi karena metabolisme yang masih rentan. Atur intensitas dan jumlah dalam memberikan santan pada makanan bayi agar manfaat santan untuk bayi dapat diserap dengan maksimal.

Manfaat Alpukat Untuk Bayi – Buah alpukat merupakan salah satu buah yang baik untuk makanan pendamping ASI bayi karena buah alpukat memiliki banyak manfaat.

Di usia 6 bulan, bayi sudah bisa mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI, yang mana sebelumnya atau pada enam bulan awal kehidupannya bayi hanya mengkonsumsi ASI sebagai asupan utamanya. Berbagai makanan pendamping ASI dapat dikenalkan pada bayi. Namun, makanan yang diberikan bukanlah makanan seperti yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Makanan bayi harus benar-benar diperhatikan dan memenuhi kriteria. Selain sehat dan bergizi, makanan bayi untuk pertama kalinya harus memiliki tekstur yang lembut atau lunak sehingga mudah dicerna oleh bayi.

Pada usia 6 bulan, bayi juga sudah dapat dikenalkan dengan buah-buahan. Salah satu buah yang baik untuk makanan pendamping ASI pertamanya yaitu buah alpukat. Selain teksturnya yang lembut dan rasanya creamy yang tentunya disukai oleh bayi, buah alupkat pun kaya akan kandungan dan memiliki banyak manfaat untuk bayi. Umumnya buah alpukat ini baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Manfaat Alpukat Untuk Bayi

Bagaimana dengan Kandungan Lemak Buah Alpukat?

Buah alpukat memang mengandung lemak dan kalori yang cukup tinggi. Karena alasan tersebutlah banyak orang yang menyarankan untuk menghindari buah yang satu ini. Di dalam buah alpukat berukuran sedang terkandung sekitar 322 kalori, serta 30 gram lemak. Untuk 1 gelas puree alpukat mengandung kira-kira 700 kalori, karena untuk membuat 1 gelas puree biasanya memerlukan 2 buah alpukat.

Akan tetapi, dibandingkan dengan risikonya manfaat buah alpukat jauh lebih besar. Alpukat mengandung lemak tak jenuh mono yang berperan dalam membantu menurunkan kolesterol jahat dan menjaga kesehatan jantung.

Manfaat Alpukat Untuk Bayi

Berikut ini manfaat buah alpukat untuk kesehatan bayi:

Mencegah Penyakit Saluran Pencernaan

Alpukat merupakan buah yang baik untuk bayi karena alpukat mudah dicerna. Selain mudah dicerna, buah alpukat juga memiliki manfaat yang lainnya yaitu mampu mencegah penyakit sistem pencernaan. Buah alpukat mengandung antioksidan, yang mana kandungan antioksidan dalam buah alpukat ini akan membantu bayi terhindar dari keadaan sakit perut.

Sumber Mineral dan Vitamin

Seperti yang kita ketahui, buah-buahan merupakan sumber vitamin. Alpukat adalah buah yang menjadi sumber vitamin dan mineral yang tinggi. Pada buah alpukat terkandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, serta lemak sehat, protein, seng, selenium dan karotenoid. Vitamin dan mineral yang terkandung dalam buah alpukat sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan bayi. Selain itu, kandungan dalam buah alpukat ini dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Mencegah Terjadinya Peradangan

Bayi sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk peradangan. Bagian tubuh si kecil yang paling mudah mengalami peradangan yaitu kulit. Selain peradangan, kulit bayi juga rentan mengalami infeksi. Antioksidan yang terkandung dalam buah alpukat dapat melindungi bayi agar ia terhindar dari masalah peradangan dan iritasi.

Melindungi Hati

Buah alpukat berperan untuk melindungi hati bayi yang sedang berkembang. Selain itu, buah alpukat juga dapat membuat bayi sehat.

Menyembuhkan Luka

Buah alpukat dikenal mampu membantu menyembuhkan luka.

Tips Memilih Alpukat Untuk Bayi

  • Ketika memilih atau membeli buah alpukat, sebaiknya pilihlah buah alpukat yang memiliki tekstur padat, namun tidak keras. Warna alpukat sebenarnya tidak menandakan bahwa alpukat sudah matang atau belum. Warna buah alpukat dapat bervariasi, antara berwarna gelap atau hijau.
  • Sebaiknya hindari memilih buah alpukat yang terlalu keras, karena alpukat seperti itu tandanya belum matang. Alpukat yang belum matang tidak akan baik dijadikan bubur karena akan keras dan kasar.
  • Jika anda membeli buah alpukat yang masih belum matang, anda dapat mematangkannya di tempat yang sejuk. Hindarkan buah alpukat tersebut dari sinar matahari langsung.

Mengolah Alpukat Untuk MPASI Bayi

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 1 buah alpukat
  • ASI atau susu formula

Cara Membuat:

  1. Langkah pertama kali yang harus anda lakukan yaitu mencuci buah alpukat yang sudah anda siapkan sampai bersih. Jika sudah, potong buah alpukat pada bagian tengahnya dengan arah memanjang menggunakan pisau. Untuk mencungkil keluar bijinya anda dapat memanfaatkan sendok atau pisau. Gunakan pisau yang bersih untuk mengupas kulitnya dan gunakan sendok untuk mengambil dagingnya.
  2. Jika dagingnya sudah diambil anda dapat langsung menghaluskannya dengan menggunakan blender hingga benar-benar halus. Untuk mendapatkan kekenatalan yang diinginkan anda dapat menambahkan air secukupnya. Jika tidak, anda dapat menambahkan ASI atau susu formula untuk mendapatkan tekstur yang lebih kental dan lembut.
  3. Untuk alpukat yang teksturnya lebih keras dan tebal sebaiknya diberikan pada bayi berusia di atas 10 bulan. Untuk menghaluskannya dapat menggunakan garpu.
  4. Buah alpukat dapat disajikan sebagai bubur polos atau anda dapat mengkombinasikannya dengan bubur pisang untuk memberikan kombinasi antara omega 3 dan potasium.

Bubur buah alpukat sebaiknya langsung dihabiskan setelah dibuat. Pasalnya, alpukat tidak baik apabila dibekukan. Akan tetapi, jika anda terpaksa harus menyimpan bubur alpukat, maka anda dapat menyimpannya dalam tempat tertutup yang kedap udara.

Labu kuning mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk bayi. Anda dapat membuat labu kuning sebagai MPASI bayi. Ketahui resep MPASI labu kuning dan manfaatnya untuk bayi.

MPASI atau makanan pendamping ASI dikenalkan pada bayi saat usia bayi 6 bulan. Saat usia 6 bulan, bayi membutuhkan pelengkap nutrisi dan gizi untuk menunjang tumbuh kembangnya yang bisa ia dapatkan dari makanan pendamping.

Makanan bayi tentunya berbeda dengan makanan orang dewasa. Jenis, rasa dan tekstur makanan bayi harus benar-benar diperhatikan karena mengingat sistem pencernaan bayi masih belum sempurna.
Makanan sehat akan membantu menunjang tumbuh kembang bayi. Banyak pilihan bahan makanan sehat yang dapat diolah menjadi makanan pendamping untuk bayi, dimana salah satunya yaitu labu kuning.

Resep MPASI Labu Kuning

Labu kuning itu sendiri dapat diolah menjadi berbagai hidangan makanan. Selain dapat dikonsumsi orang dewasa, ternyata labu kuning juga baik dikonsumsi oleh bayi karena terkenal kandungan gizinya yang bermanfaat untuk bayi. Labu kuning umumnya memiliki ukuran yang cukup besar dengan bentuk bulat, pipih, panjang atau bahkan lonjong tergantung varietasnya. Labu kuning yang masih muda sebagian besar berwarna hijau. Sedangkan untuk labu kuning yang berwarna tua memiliki warna kuning yang pucat.

Warna kuning yang terdapat pada daging labu kuning ini menandakan adanya kandungan karotenoid yang tinggi. Dimana kandungan karotenoid yang terdapat dalam labu kuning untuk bayi umumnya berbentuk betakaroten.

Labu kuning untuk bayi memiliki banyak manfaat. Kandungan nutrisinya dapat membantu untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Selain itu, cara mengolah labu kuning untuk bayi itu sendiri sangatlah mudah. Anda dapat membuatnya tergantung selera si kecil.

Berikut ini beberapa nutrisi labu kuning dan manfaatnya untuk bayi yang harus anda ketahui agar anda tidak lagi ragu memberikan olahan MPASI berbahan dasar labu kuning.

Nutrisi dan Manfaat Labu Kuning Untuk Bayi

Vitamin A & Betakaroten

Betakaroten merupakan pigmen yang berwarna orange atau kuning, yang mana apabila dicerna oleh tubuh bayi akan berubah menjadi vitamin A. Dimana fungsi betakaroten dan vitamin A itu sendiri yaitu untuk kesehatan mata dan kulit, membantu reproduksi dan meningkatkan kekebalan tubuh si kecil.

Selain itu, kandungan zat gizi yang terdapat pada labu kuning pun bermanfaat sebagai antioksidan, dan dapat mengurangi risiko terjadinya kanker serta penyakit jantung di kemudian hari.

Zat Besi

Zat besi dibutuhkan tubuh bayi untuk proses pembentukan darah, terutama hemoglobin. Karena seperti itu, anda dapat memberikan olahan labu kuning karena zat besi yang terdapat di dalamnya sangat baik dan bermanfaat untuk bayi anda.

Vitamin C

Di dalam labu kuning terkandung vitamin C. Dimana vitamin C itu sendiri merupakan salah satu jenis vitamin yang dapat larut dalam air yang sangat dibutuhkan oleh si kecil untuk metabolisme tubuhnya. selain itu, vitamin C juga memiliki peran untuk kekebalan tubuh dan antioksidan si kecil.

Kalium

Kalium berperan untuk menunjang proses metabolisme tubuh agar lancar. Hal ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh.

Resep MPASI Labu Kuning Untuk Bayi

Bubur Labu Kuning

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 100 gram labu kuning
  • 300 ml kaldu ayam
  • 100 bayam hijau
  • 50 gram tahu putih

Cara Membuat MPASI Labu Kuning

  1. Pertama langkah yang harus anda lakukan yaitu mencuci bayam yang sudah disiapkan sampai benar-benar bersih. Jika sudah, tiriskan terlebih dahulu, kemudian iris-iris.
  2. Potong-potong tahu putih.
  3. Bersihkan labu kuning.
  4. Rebus labu kuning bersama dengan bayam menggunakan air kaldu. Rebus bahan-bahan sampai matang atau empuk.
  5. Setelah itu, tambahkan potongan tahu. Lalu masak kembali hingga kaldu mendidih. Jika sudah mendidih, anda dapat langsung mematikan kompor dan mengangkatnya.
  6. Tiriskan semua bahan-bahan. Kemudian, haluskan dengan menggunakan blender. Jika sudah, anda dapat langsung menyajikannya untuk si kecil.

Puree Labu Kuning

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 50 gram labu kuning
  • ASI atau susu formula secukupnya

Cara Membuat Puree Labu Kuning

  1. Langkah pertama kali yang harus anda lakukan yaitu mencuci labu kuning terlebih dahulu.
  2. Kemudian, siapkan panci berisi air dan didihkan air tersebut. Jika air sudah mendidih, anda dapat memasukan potongan labu kuning dan rebus hingga matang dan empuk. Jika sudah matang dan empuk, anda dapat mengangkat dan meniriskannya.
  3. Saring labu hingga benar-benar lembut. Kemudian, tambahkan ASI atau susu formula yang sudah anda siapkan. Aduk-aduk sampai rata. Jika sudah, anda dapat segera menyajikannya.

Puree Labu Kuning Campur Tempe dan Daging

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 50 gram labu kuning
  • 20 gram tempe
  • 30 gram daging ayam
  • 1 sendok teh keju parut
  • ASI secukupnya

Cara Membuat Puree

  1. Langkah pertama, kupas labu kuning yang sudah anda siapkan. Kemudian cuci sampai bersih dan potong dadu.
  2. Buang lemak daging ayam. Cuci sampai bersih dan potong dadu.
  3. Potong dadu tempe.
  4. Rebus daging ayam yang sudah anda siapkan sampai setengah matang. Kemudian tambahkan tempe dan labu kuning. Lalu masak kembali sampai matang.
  5. Tambahkan susu dan keju.
  6. Lalu blender sampai halus. Kemudian anda dapat langsung menyajikannya untuk si kecil.

Membuat bubur tim sendiri di rumah selain lebih sehat, anda dapat memperhatikan kandungan bahan-bahannya. Cara membuat bubur tim sayuran untuk bayi dapat anda lakukan dengan mudah di rumah.

Bayi anda sudah mengkonsumsi nasi tim? Buat variasi nasi tim yang berbeda agar bayi anda tidak merasa bosan. Padukan pula dengan sayuran sehat untuk bayi agar nasi tim semakin sehat dan bergizi.

Berikut ini kami sajikan aneka resep dan cara membuat bubur tim sayuran untuk bayi.

Cara Membuat Bubur Tim Sayuran Untuk Bayi

Resep dan Cara Membuat Bubur Tim Sayuran Untuk Bayi

Resep 1

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

Bahan Kaldu
  • 5 buah kaki ayam, kaki ayam bisa diganti dengan tulang sapi, tulang ayam
  • 1.000 ml air
  • 1 batang bawang daun yang sebelumnya sudah diiris halus
  • 1 buah tomat yang sudah diiris halus
  • 2 batang seledri
  • 2 lembar daun salam
Bahan Bubur Tim
  • Siapkan bahan inti yang dibutuhkan untuk membuat bubur tim. Pilihan bahan inti yang mengandung karbohidrat kompleks dapat anda pilih seperti beras, kentang, ubi atau jagung.
  • Sumber protein dapat anda tambahkan. Pilihan sumber protein di antaranya daging, telur atau ayam.
  • Sayuran yang dapat anda pilih dan tambahkan pada bubur tim di antaranya bayam atau daun katuk.
  • Santan secukupnya

Cara Membuat Tim Sayuran

Cara Membuat Kaldu
  1. Langkah pertama yang harus anda siapkan di antaranya yaitu mengiris daun bawang dan tomat.
  2. Iris kedua bahan tersebut sampai halus.
  3. Kemudian, siapkan panci dan rebus kaki ayam dengan air sebanyak 1.000 ml yang sudah anda siapkan. Rebus hingga tersisa air sebanyak 750 ml.
  4. Selanjutnya, masukan semua bahan-bahan kemudian rebus kembali selama 15 menit.
  5. Jika sudah, anda dapat mengangkat dan menyaringnya agar kaldu bersih dari bahan-bahan atau sisa daging dan tulang.

Cara Membuat Bubur Tim Sayuran

  1. Cuci dan potong-potong, lalu iris bahan pelengkap, seperti sumber protein atau sayuran agar lebih mudah lunak.
  2. Campurkan semua bahan, kemudian rebus semuanya bersama dengan kaldu yang sudah dibuat.
  3. Kemudian aduk-aduk sampai merata.
  4. Tambahkan santan yang sudah anda siapkan secukupnya. Santan yang digunakan akan membuat penyerapan vitamin A yang dibutuhkan tubuh.
  5. Jika sudah direbus, letakan bubur tim dalam pinggan tahan panas. Panggang atau kukus selama kurang lebih 10 menit hingga bubur menjadi sedikit kering.
  6. Dalam membuat bubur tim sayuran ini sebaiknya anda buat untuk 2 porsi atau 2 kali makan. Jika 1 porsi bubur sudah di makan, anda dapat menyimpan 1 porsi yang lainnya dalam lemari es. Jika bubur akan dimakan, anda dapat merendam bubur beku dalam air mendidih dengan wadahnya sebelum diberikan pada si kecil.

Resep 2

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 4 sendok makan beras
  • 30 gram brokoli
  • 40 gram ikan pati
  • 400 ml air matang
  • 1 sendok makan bawang bombay

Cara Membuat Nasi Tim Sayuran

  1. Cuci beras yang sudah anda siapkan sampai bersih. Lalu cuci brokoli dan potong kecil-kecil. setelah itu, cincang ikan patin sampai halus.
  2. Rebus beras yang sudah dicuci dengan takaran air yang sudah ditentukan sampai matang.
  3. Masukan bahan bahan lainnya yang sudah anda siapkan. Bahan seperti di atas sebenarnya dapat anda ganti atau ditambah dengan bahan yang lainnya sesuai selera. Namun, pastikan bahan yang digunakan aman dikonsumsi oleh si kecil.
  4. Setelah sedikit matang dan diaduk sampai merata, angkat dan tuangkan ke dalam panci atau mangkuk untuk di tim.
  5. Tim selama kurang lebih 30 menit atau hingga matang dan lunak.
    Selanjutnya anda dapat menyiapkannya untuk si kecil.

Resep 3

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 500 ml air
  • 2 sendok makan beras
  • 50 gram wortel yang sudah diparut
  • 5 lembar daun bayam
  • 1 buah tomat berukuran sedang
  • 2 sendok makan santan

Cara Membuat Nasi Tim Sayuran

  1. Cuci beras yang sudah anda siapkan sampai benar-benar bersih. Lalu potong tahu berukuran kecil-kecil dan iris halus bayam.
  2. Kemudian, rebus air bersama dengan beras dan bahan bahan yang lainnya seperti misalkan bayam, wortel, tahu dan tomat. Rebus hingga semua bahan bahan matang. Jika sudah matang anda dapat langsung mengangkatnya.
  3. Tuangkan santan, kemudian aduk-aduk sampai merata. Selanjutnya tuangkan ke dalam mangkuk tahan panas yang sudah anda siapkan sebelumnya.
  4. Kukus nasi tim hingga tidak ada air yang tersisa.
  5. Setelah itu, angkat dan sajikan untuk si kecil.

Resep 4

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 4 sendok makan beras
  • 40 gram wortel
  • 400 ml kaldu ayam
  • 1/2 siung bawang putih
  • 6 buah buncis
  • 1 sendok makan daun bawang iris

Cara Membuat Nasi Tim Sayuran

  1. Cuci beras sampai bersih. Lalu kupas, cuci dan potong dadu wortel dengan ukuran kecil. Iris halus buncis muda yang sebelumnya sudah disiangi dan dicuci. Cincang halus bawang putih.
  2. Kemudian didihkan kaldu ayam. Tambahkan bahan-bahan seperti beras, buncis, wortel, daun bawang iris dan bawang putih. Masak semua bahan bahan sambil diaduk hingga airnya terserap habis. Jika sudah anda bisa langsung mengangkatnya.
  3. Tim nasi selama kurang lebih 30 menit atau hingga matang dan teksturnya lunak.
  4. Jika sudah seperti itu anda dapat mengangkat dan menyajikannya untuk si kecil.

Itulah aneka resep nasi tim sayuran untuk bayi untuk makanan pendamping ASI. Mudah dibuat bukan? Selamat mencoba.