Salah satu pemicu alergi pada bayi yaitu makanan. Agar si kecil terhindar dari masalah kesehatan ini, penting bagi anda untuk mengetahui apa saja makanan pemicu alergi pada bayi.

Alergi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum ditemui pada bayi. Alergi itu sendiri merupakan suatu respon abnormal sistem kekebalan tubuh. Orang atau bayi yang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuhnya bereaksi terhadap subtansi tertentu, dimana umumnya subtansi tersebut tidak berbahaya terhadap lingkungan. Subtansi tersebut disebut dengan alergen atau penyebab alergi.
Selain serbuk sari, bulu binatang, jamur, dan debu tungau yang menjadi penyebab alergi pada bayi, bayi mengalami alergi bisa disebabkan karena makanan yang dikonsumsinya.

Sekitar 20% anak berusia 1 tahun pernah mengalami alergi pada bayi yang disebabkan oleh berbagai jenis makanan. Lantas apa saja makanan yang menjadi pemicu alergi terhadap bayi? Untuk mengetahuinya lebih jelas, anda bisa simak ulasan di bawah ini.

Makanan Pemicu Alergi Pada Bayi

Makanan Pemicu Alergi Pada Bayi

Telur Ayam

Telur ayam merupakan salah satu jenis makanan yang dapat memicu alergi pada bayi. Akan tetapi, anak yang memiliki alergi terhadap telur ayam belum tentu alergi terhadap dagingnya.

Susu Sapi

Susu sapi atau susu formula merupakan suatu protein yang asing untuk bayi sehingga susu sapi akan memicu terjadinya alergi pada bayi. Karena seperti itu, memberikan susu sapi atau susu formula sebaiknya dilakukan saat bayi berusia lebih dari satu tahun. Gejala yang ditimbulkan karena alergi susu sapi atau susu formula yaitu muntah-muntah atau diare.

Protein yang dikandung oleh susu sapi dapat menyebabkan alergi pada si kecil yang menetap, hingga usia anak-anaknya berakhir. Anak yang memiliki alergi terhadap susu sapi, tidak berarti memiliki alergi terhadap daging sapi.

Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan memiliki sifat yang ringan, meskipun begitu jenis kacang seperti kacang mede, kacang tanah dan jenis kacang lainnya dapat memicu terjadinya alergi pada bayi. Gejala yang ditimbulkan akibat alergi terhadap jenis makanan ini yaitu gatal-gatal yang terjadi di daerah tenggorokan.

Ikan

Ikan seperti tuna, cod dan salmon dapat menyebabkan alergi pada sebagian bayi. Untuk itu, menunda memberikan ikan pada bayi adalah pilihan tepat. Apabila si kecil sudah berusia 8 atau 12 bulan, ikan dapat menjadi bagian menu yang seimbang. Tetapi anda tetap harus teliti dalam mengenalkan jenis makanan ini pada bayi.

Kerang-Kerangan

Kerang-kerangan termasuk udang, kepiting dan lobster merupakan makanan yang dapat memicu alergi pada bayi. Gejala yang biasanya ditimbulkan seperti gatal pada kulit, bengkak atau asma. Alergi yang disebabkan oleh ikan laut terbilang mudah dideteksi karena gejala yang ditimbulkan biasanya cepat. Alergi makanan yang disebabkan karena ikan laut termasuk alergi tipe cepat. Kurang dari 8 jam biasanya keluhan alergi sudah dapat dikenali.

Gandum

Gandum dalam bentuk tepung bisa saja menyebabkan alergi pada anak. Meskipun begitu, gandum tidak akan selalu menimbulkan reaksi alergi. Pasalnya, gandum akan dicerna oleh enzim pencernaan yang terdapat dalam lambung bayi.

Sayur dan Buah

Seperti yang kita ketahui, sayur dan buah merupakan makanan yang baik dan sehat untuk si kecil. Meskipun begitu, ternyata tidak selamanya buah dan sayur sehat untuk si kecil. Pasalnya, sayur dan buah bisa menjadi pemicu alergi pada anak. Sifat alergi terhadap jenis makanan ini biasanya akan hilang dengan sendirinya apabila diolah atau dimasak selama 2 menit atau disimpan di dalam freezer selama sekitar 2 minggu. Alergi pada buah dan sayur hanya dialami oleh anak-anak yang biasanya alergi terhadap serbuk bunga.

Mencegah Bayi Alergi Makanan

Untuk memperkecil resiko alergi makanan pada bayi, anda bisa perhatikan langkah di bawah ini:

Beri ASI Eksklusif

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Oleh karena itu, selama 6 bulan awal kehidupannya bayi cukup diberi ASI eksklusif. Selain untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan si kecil, memberikan ASI eksklusif akan menurunkan resiko alergi yang akan dialami oleh bayi.

Cermat Memilih Susu Formula

Apabila anda mengalami masalah menyusui dan tidak mampu memberikan ASI pada si kecil, maka anda harus lebih cermat dalam memilih susu formula untuk bayi. Berilah si kecil susu formula khusus yang memiliki sifat hipoalergenik.

Hindari Makanan Pemicu Alergi

Pada saat bayi anda masih mengkonsumsi ASI eksklusif, apabila bayi anda memiliki risiko elergi genetik dimana orang tua memiliki riwayat alergi, akan tetapi bayi belum memiliki riwayat alergi, namun anda melihat terdapat hubungan antara makanan yang anda konsumsi dengan gejala alergi pada si kecil, maka sebaiknya anda menghindari makanan yang dicurigai menyebabkan alergi pada bayi.

Apabila anda kesulitan dalam menentukan makanan penyebab alergi pada bayi atau gejala hampir sama dengan penyakit lain, maka anda bisa segera membawa si kecil ke dokter untuk melakukan tes alergi.
Namun, jika bayi anda sudah diberi MPASI atau makanan pendamping ASI, anda harus hati-hati dalam memperkenalkan makanan baru padanya.

MPASI Untuk Bayi Alergi

Dalam memperkenalkan MPASI pada si kecil, anda harus lebih teliti dan cermat. Berikut ini tips memperkenalkan MPASI pada bayi:

  • Pertama, anda harus memperkenalkan bubur tepung beras terlebih dahulu pada bayi. Pasalnya, kadar alergi lebih rendah dibandingkan dengan bubur susu atau biskuit. Susu mengandung protein dan biskuit mengandung gluten, dimana keduanya memiliki potensi menyebabkan alergi.
  • Berikan satu persatu makanan berdasarkan jenis atau rasanya. Untuk memberikan makanan dengan setiap rasa, anda bisa memberikan jeda waktu selama seminggu. Seperti misalkan, jika tepung beras yang diberikan terbukti aman, maka anda bisa melanjutkan untuk mengenalkan bubur jenis lainnya dan untuk minggu depannya anda bisa memperkenalkan kembali bubur jenis yang lainnya.
  • Begitu pun ketika memperkenalkan sari buah pada si kecil, anda harus memberikan satu per satu jangan dicampur dengan berbagai jenis buah. Lihatlah apakah ada reaksi alergi atau tidak. Jika si kecil menimbulkan reaksi alergi, maka anda harus mencatat makanan yang memicu alergi tersebut sehingga anda bisa menghindarinya di kemudian hari.
  • Begitu pula saat anda memberikan tim saring pada si kecil. Selama jeda waktu 2 minggu, anda bisa memberikannya 1 jenis lauk sayuran yang berganti-ganti. Apabila tidak ada gejala alergi karena sayuran, maka untuk berikutnya anda bisa mencampurkan dengan lauk hewani. Akan tetapi, hindari lauk hewani bukan dari jenis mamalia seperti ikan, ayam, udang, telur dan kepiting. Karena jenis lauk hewani tersebut memiliki risiko besar menyebabkan alergi.
  • Apabila semua bahan tersebut tidak menimbulkan reaksi alergi pada si kecil, saat usia si kecil menjelang 12 bulan, maka makanan bayi bisa dicampur dengan lauk hewani yang bukan dari jenis mamalia. Ketika memberikan telur, berikan bagian putihnya terlebih dahulu. Kuning telur biasanya dapat memicu terjadinya alergi. Selain itu, anda bisa menambahkan sumber protein nabati seperti tahu atau tempe yang dihaluskan.

Pemilihan makanan padat sebagai makanan pendamping ASI harus diperhatikan. Pilihlah jenis makanan padat bernutrisi untuk bayi yang mendukung tumbuh kembangnya.

Pengenalan makanan pendamping ASI atau MPASI dilakukan pada saat usia bayi menginjak 6 bulan. Ketika itu asupan bayi bukan hanya ASI atau air susu ibu saja, melainkan ia sudah mendapatkan asupan makanan padat atau makanan yang lebih bertekstur. Semakin usia bayi bertambah, maka asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkannya pun semakin bertambah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Memberikan makanan padat sesuai dengan usia yang tepat menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi bayi.

Mengenalkan makanan padat bayi sebagai makanan pendamping dilakukan dengan begitu saja. Beberapa hal penting perlu diperhatikan ketika memberikan makanan padat untuk bayi. Bayi umumnya masih perlu beradaptasi terhadap makanan yang ia rasa masih asing. Disarankan untuk memberikan makanan tersebut sesuai dengan kemampuan bayi dan usianya. Intinya pemberian makanan pendamping ASI harus dilakukan dengan bertahap dan satu persatu.

Makanan Padat Bernutrisi Untuk Bayi

Rasa, tekstur dan porsi adalah hal penting yang harus anda perhatikan ketika mengenalkan makanan pada bayi. Semuanya itu harus disesuaikan dengan usia bayi. Anda bisa memberikan makanan berdasarkan tekstur sesuai usia bayi dengan bertahap.

Dalam memperkenalkan makanan padat sebagai makanan pendamping ASI, anda pun harus memperhatikan jenis makanan yang diberikan. Berikan makanan dengan nutrisi dan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya. Pengenalan variasi makanan merupakan salah satu cara untuk mencegah bayi merasa bosan. Anda bisa memperbanyak variasi buah, sayur, karbohidrat, protein dan lemak sehat untuk si kecil.

Sebagai referensi untuk membantu dalam menyajikan menu makanan untuk bayi, anda bisa mengikuti panduan memilih makanan padat bernutrisi untuk bayi seperti berikut ini.

Jenis Makanan Padat Bernutrisi Untuk Bayi

Alpukat

Alpukat merupakan salah satu jenis buah yang memiliki banyak manfaat untuk bayi dan menjadi makanan padat bernutrisi untuk bayi. Selain kaya akan manfaat, alpukat juga memiliki rasa yang begitu enak sehingga bayi akan menyukainya. Alpukat memiliki tekstur yang lembut sehingga akan membantu bayi dalam mengenal buah yang kaya akan gizi ini.

Anda bisa memberikan alpukat pada si kecil dengan porsi yang sesuai. Sebagai saran penyajian, anda bisa melembutkan daging buah alpukat ini sampai benar-benar hancur. Agar lebih mudah anda bisa memanfaatkan blender. Tekstur buah yang lembut akan mudah diterima oleh bayi anda sehingga ia mudah menerima makanan yang anda berikan.

Alpukat mengandung vitamin A, vitamin C, niasin, zat besi, magnesium. Dimana kandungannya tersebut akan melengkapi nilai gizi yang dibutuhkan buah hati anda.

Pisang

Pilihan buah lain yang bisa anda kenalkan pada bayi yaitu buah pisang. Di dalam buah pisang terkandung kalium, fosfor, vitamin A dan asam folat. Dimana kandungan pada buah pisang tersebut sangat baik untuk kesehatan bayi. Pisang itu sendiri bisa dengan mudah dilumatkan dan cocok diberikan pada bayi. Pilihan jenis pisang yang tepat yang bisa anda berikan yaitu pisang yang sudah matang, memiliki cita rasa manis, dan teksturnya lembut. Sebagai saran penyajian, anda bisa melumatkan buah pisang dengan mengeruknya kemudian sajikan untuk si kecil. Jika tidak, anda bisa menjadikan pisang sebagai campuran bubur bayi atau pure.

Kentang

Kentang merupakan salah satu sayuran yang mengandung kerbohidrat. Dimana sayuran mengandung karbohidrat ini biasanya dijadikan sebagai pengganti nasi. Ketika menyajikan kentang untuk bayi, anda bisa memasaknya dengan menggunakan microwave. Jika sudah matang anda bisa memotong kecil kentang tersebut dan menghaluskannya. Kandungan gizi yang terdapat pada kentang di antaranya yaitu, vitamin A, protein, zat besi dan potassium yang dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi anda.

Brokoli

Brokoli merupakan salah satu sayuran yang bisa anda kenalkan pada bayi anda. Kandungan yang terdapat pada sayuran ini bisa memenuhi kebutuhan folat, kalsium dan serat. Memperkenalkan sayuran pada bayi yang baru mengenal MPASI akan jauh lebih baik, sebab sayuran memiliki rasa tawar. Sehingga dengan begitu, bayi yang terbiasa mengkonsumsi atau mendapatkan sayuran akan lebih mudah dalam menerima asupan buah, dibandingkan dengan bayi yang diperkenalkan buah terlebih dahulu.

Yogurt

Yogurt bisa dikenalkan pada bayi, akan tetapi anda harus memberikannya dengan porsi yang sesuai. Yogurt memiliki kandungan seperti karbohidrat, lemak dan protein, selain itu teskturnya pun begitu lembut sehingga akan menambah nilai gizi pada buah hati anda. Perhatikan pemilihan yogurt sebelum diberikan pada bayi anda. Sebaiknya pilihlah yogurt yang mengandung gula dan rasa tawar. Sebagai tambahan rasa, anda bisa mencampurkan yogurt dengan buah-buahan yang alami.

Tahu

Tahu memiliki tekstur yang lembut, dimana karena teksturnya inilah tahu cocok dikenalkan pada bayi sebagai makanan pendamping ASI. Selain teksturnya lembut, tahu juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk bayi. Tahu memiliki rasa tawar dan gizi yang didapatkan dari kacang kedelai akan mecukupi kebutuhan gizi bayi. Tahu ini sendiri dapat menyerap rasa, sehingga dengan begitu anda bisa membuat menu yang bervariasi dari tahu sebagai menu makanan bayi anda. Kandungan di dalam tahu di antaranya yaitu zat besi, protein, dan kalsium. Dimana kandungan dalam tahu tersebut bisa mendukung kecukupan gizi buah hati anda.

Jenis makanan tersebut baik untuk bayi sebagai makanan pendamping ASI. Beberapa aspek perlu anda perhatikan ketika memberikan makanan untuk bayi. Perhatikan makanan yang dapat menyebabkan bayi anda alergi. Untuk mengetahui makanan apa yang memicu alergi pada bayi sebaiknya hindari memberikan beberapa jenis makanan secara bersamaan.

Memilih makanan untuk balita diare – Diare merupakan salah satu masalah sistem pencernaan yang bisa menimpa siapa saja, baik dewasa, anak-anak maupun balita. Ketika balita mengalami diare, pemilihan makanan yang tepat harus dilakukan.

Kesehatan bayi merupakan hal penting yang selalu diperhatikan oleh setiap orang tua. Berubahnya kondisi kesehatan pada si kecil tidak jarang membuat orang tua merasa cemas dan khawatir. Bayi umumnya rentan mengalami beberapa masalah kesehatan, ini disebabkan karena sistem imun tubuh bayi yang masih belum terbentuk sempurna. Salah satu masalah kesehatan yang bisa dialami bayi yaitu masalah sistem pencernaan bayi. Dimana masalah sistem pencernaan tersebut berkaitan dengan buang air besar atau lebih dikenal dengan diare pada bayi.

Diare itu sendiri sebenarnya bukan penyakit, tetapi keadaan dimana feses atau tinja berubah menjadi lebih lembek atau cair dan frekuensi buang air besar paling sedikit biasanya tiga kali dalam 24 jam. Dalam beberapa kasus bayi mengalami keadaan ini secara berulang, dimana keadaan ini akan menyebabkan penyerapan nutrisi.

Makanan Untuk Balita Diare

Biasanya anak yang mengalami diare akan disertai dengan muntah. Keadaan ini sebenarnya umum terjadi, namun meskipun begitu anda tetap harus waspada. Jika keadaan ini tetap dibiarkan maka akan menyebabkan masalah kesehatan yang lainnya.

Diare pada balita biasanya lebih banyak disebabkan karena keracunan makanan. Oleh karena itu dalam memilih makanan untuk si kecil yang sedang menderita atau mengalami diare, anda harus lebih teliti dan selektif.

Panduan Memilih Makanan Untuk Balita Diare

Faktor utama yang memiliki pengaruh pada sistem pencernaan yaitu kebersihan dari makanan yang dikonsumsi. Standar makanan yang baik yaitu makanan yang kaya akan kandungan nutrisi. Selain itu makanan yang dikonsumsi kehigenisannya harus terjaga. Bakteri yang menjadi penyebab sakit perut dan mengakibatkan si kecil diare bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tidak diolah dengan cara yang baik dan benar. Oleh karena itu, penting dalam memilih jenis makanan yang tepat untuk si kecil. Berikut ini beberapa panduan memilih makanan untuk balita diare.

Pilih Makanan yang Mudah Dicerna

Dalam memilih makanan untuk balita yang sedang mengalami diare anda harus memilih jenis makanan yang lebih mudah dicerna serta mudah diserap oleh sistem pencernaan balita. Salah satu penyebab diare yang dialami oleh balita di antaranya yaitu karena jenis makanan yang sulit untuk dicerna. Oleh karena itu, anda bisa menyajikan nasi tim atau bubur dengan tekstur yang lembut.

Hindari Memberikan Makanan Tinggi Akan Serat

Selama si kecil mengalami diare maka anda bisa menghindari atau menunda memberikan makanan yang mengandung serat yang tinggi seperti misalkan sayur dan buah. Serat tinggi yang terkandung pada buah-buahan dapat merangsang produksi gas di dalam perut si kecil, akibatnya keadaan si kecil akan bertambah parah.

Hindari Makanan Kaya Akan Lemak

Makanan yang mengandung lemak tinggi pun harus dihindari selama si kecil mengalami diare. Beberapa jenis makanan yang tinggi akan lemak di antaranya yaitu santan dan cokelat. Kandungan lemak pada makanan tersebut akan semakin memperburuk kedaan pencernaan bayi anda yang mengalami diare.

Hindari Menambahkan Bumbu Pada Makanan Si Kecil

Ketika anda hendak menyajikan makanan untuk si kecil yang menderita diare, maka sebaiknya hindari menambahkan bumbu seperti merica atau rasa asam. Makanan yang berbumbu seperti itu akan semakin memperparah kondisi kesehatan si kecil.

Berikan Jus yang Tidak Memiliki Rasa Asam

Bayi yang mengalami diare memiliki resiko lebih berat mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, untuk mencegah keadaan ini anda bisa memberikan asupan cairan yang cukup. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang anda bisa memberikan jus buah. Berikan jus buah yang tidak memiliki rasa asam seperti jus melon.

Berikan Makanan Dengan Asupan Pectin

Anda bisa memberikan makanan pada si kecil yang mengandung pectin. Makanan yang mengandung pectin akan membantu penyerapan air yang terjadi pada usus besar. Makanan yang mengandung pectin di antaranya yaitu buah pisang, buah apel, wortel dan kentang.

Selain makanan yang harus diperhatikan ketika si kecil mengalami diare, pola makan selanjutnya penting untuk diperhatikan. Anda harus memastikan kecukupan nutrisi perharinya terpenuhi.
Itulah beberapa panduan dalam memilih makanan yang baik ketika balita mengalami masalah pencernaan diare. Apabila keadaan si kecil tidak kunjung membaik, serta sebagai langkah untuk mengurangi resiko terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan, sebaiknya anda bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Hindari memberikan obat apapun tanpa resep dari dokter.

Masalah sistem pencernaan bisa dicegah dengan selalu menjaga asupan makanan. Oleh karena itu, sebagai orang tua yang bijak anda harus lebih teliti dalam memilih jenis makanan untuk buah hati tercinta. Perhatikan nutrisi dan gizi yang terkandung pada makanan yang akan anda berikan serta kebersihan dari makanan tersebut. Sebelum mengolah makanan, anda harus membiasakan untuk mencuci bahan makanan hingga benar-benar bersih dan mengolah makanan dengan cara yang tepat atau hingga benar-benar matang sebelum disajikan untuk buah hati tercinta.

Demikian panduan memilih makanan untuk balita diare. Semoga bermanfaat.

Pilihan finger food untuk bayi – Pilihlah finger food untuk bayi yang sehat dan bergizi. Beberapa jenis makanan sehat bisa dijadikan finger food untuk si kecil.

Bayi membutuhkan asupan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Asupan pertama bayi hingga usia bayi menginjak 6 bulan hanyalah ASI atau air susu ibu. Setelah usianya menginjak 6 bulan bayi sudah mulai diperkenalkan pada makanan padat atau makanan pendamping ASI. Seiring bertambahnya usia dan kemampuan si kecil, maka ia sudah bisa menjangkau segala sesuatu dengan menggunakan tangannya, dimana salah satunya yaitu makanan.

Pada saat anda memberikan makanan untuk si kecil, mungkin saja ia akan meraih sendok atau makanan ketika anda menyuapinya. Apabila terjadi seperti ini maka anda bisa segera memberikannya finger food.
Memberikan finger food pada bayi berarti secara tidak langsung anda mengajarinya makan sendiri tanpa disuapi. Pemberian finger food itu sendiri dilakukan sekaligus untuk menunjang tumbuh kembangnya dalam keterampilan menggigit, mengunyah makanan dan motorik halus.

Pilihan Finger Food Untuk Bayi

Lantas apa itu finger food? Finger food itu sendiri merupakan makanan yang mudah dikonsumsi oleh bayi, mudah digigit dan dihaluskan ketika dikunyah. Finger food umumnya adalah makanan yang mudah dipegang dengan menggunakan tangannya sendiri. Masa pengenalan finger food bisa menjadi momen yang menyenangkan untuk buah hati anda. Pemberian finger food jangan dilakukan asal-asalan, dimana jenis makanan yang anda berikan sebagai finger food untuk si kecil harus diperhatikan dan disesuaikan dengan usia bayi, kemampuan serta tidak kalah penting nutrisi dan kandungan gizinya.
Kebanyakan finger food disukai oleh si kecil sebagai cemilan mereka. Finger food yang mudah dipegang bisa menjadi pilihan favorit untuk si kecil. Berikut ini beberapa pilihan finger food untuk bayi anda.

Pilihan Finger Food Untuk Bayi yang Sehat

Sayuran

Seperti yang kita ketahui, sayuran merupakan makanan sehat yang kaya akan nutrisi dan gizi. Sebagai awal memberikan finger food pada bayi yang berupa sayuran, anda bisa memberikan si kecil sayuran yang sudah diolah dengan cara direbus. Beberapa jenis sayuran yang bisa anda berikan pada si kecil di antaranya yaitu kembang kol, kentang, wortel, brokoli atau ubi manis.

Buah

Selain sayuran, finger food lainnya untuk bayi yaitu buah-buahan. Buah yang tepat yang bisa anda jadikan sebagai finger food di antaranya yaitu buah mangga, buah pir, buah pisang, buah alpukat atau semangka. Ketika memilih buah tersebut anda harus memastikan bahwa buah sudah benar-benar matang. Dalam menyajikan finger food berupa buah, anda bisa mengiris atau memotongnya kecil-kecil.

Pasta

Pasta merupakan pilihan lain untuk diberikan pada si kecil sebagai finger food. Anda dapat memberikan pasta yang sudah direbus pada bayi anda. Rebus pasta tersebut hingga benar-benar matang. Jenis pasta yang bisa anda berikan untuk si kecil yaitu fusili atau pasta yang sudah dimasak dan dipotong kecil-kecil.

Daging

Berdasarkan laporan dari American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa sekitar 15% anak di bawah usia 3 tahun tidak mendapatkan cukup kandungan zat besi yang penting untuk tahun awal masa tumbuh kembangnya. Kandungan zat besi yang terdapat pada daging bisa mencukupi kebutuhan zat besi si kecil. Akan tetapi, anda harus memperhatikan dalam memberikan daging untuk si kecil. Pastikan anda memberikan daging yang sudah diolah sampai lembut. Daging yang keras berbahaya karena akan membuat si kecil tersedak.

Telur

Ketika anda memberikan telur pada si kecil, anda harus memastikan bahwa telur sudah dimasak sampai benar-benar matang. Pengolahan telur hingga matang ini dilakukan agar si kecil tidak terkontaminasi oleh bakteri salmonella yang terdapat pada telur setengah matang.
Anda bisa mengolah telur menjadi telur rebus atau membuatnya menjadi telur orak-arik.

Sereal

Sereal bisa menjadi pilihan finger food untuk bayi anda. Anda dapat memberikannya sereal yang mudah ia pegang. Pemilihan sereal untuk bayi harus anda perhatikan. Sebaiknya pilihlah sereal yang rendah akan kandungan gula dan tidak ada tambahan zat pewarna.

Roti Panggang

Dalam menyajikan roti panggang anda bisa memotongnya seukuran jari. Saat usia bayi anda sudah mulai besar anda bisa memberikan roti panggang sebagai finger food.

Keju

Di dalam keju terkandung kalsium dan protein yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tidak hanya itu, keju juga mengandung lemak yang dibutuhkan oleh anak pada dua tahun awal kehidupannya. Dalam menyajikan keju untuk si kecil, anda bisa memilih keju lembaran yang sudah dipotong kecil atau keju yang sudah diparut.

Tips Memberikan Finger Food Untuk Bayi

Beberapa hal perlu anda perhatikan dalam memberikan finger food untuk bayi seperti berikut:
Ketika menyajikan finger food untuk si kecil, anda harus memastikan makanan sudah dipotong dengan ukuran kecil untuk menghindari bayi tersedak.

Sebelum memberikan finger food pada si kecil anda bisa mencicipinya terlebih dahulu.
Hindari memberikan finger food yang memiliki rasa terlalu manis. Gula pada makanan yang terlalu banyak akan mempengaruhi kesehatan giginya.

Beberapa makanan tidak dianjurkan diberikan pada si kecil seperti buah kering, buah ceri dan anggur utuh, sayuran mentah, kacang atau permen.

Memperkenalkan makanan sehat sejak dini penting untuk dilakukan. Tetap dampingi si kecil ketika mengkonsumsi finger food untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti tersedak.

Pengenalan makanan padat pertama bayi harus dilakukan secara bertahap. Agar proses pengenalan makanan padat pertama bayi berjalan lancar sebaiknya anda perhatikan beberapa tips pengenalan makanan padat pada bayi.

ASI merupakan makanan tunggal untuk pertumbuhan bayi hingga usianya 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif hingga enam bulan wajib dilakukan. Manfaat ASI eksklusif itu sendiri sangat banyak untuk bayi. Dimana pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan dapat melindungi bayi dan mengurangi resiko bayi mengalami infeksi saluran pencernaan.

Setelah usia bayi menginjak 6 bulan, ia harus diperkenalkan dengan makanan padat sebagai pendamping ASI. Dibutuhkan pengetahuan yang baik dalam pemberian makanan padat untuk bayi. Pasalnya, menerima makanan padat merupakan pengalaman pertama bayi sehingga harus dilakukan dengan baik dan benar.

Makanan Padat Pertama Bayi

Beberapa hal harus diperhatikan oleh setiap orang tua dalam memberikan makanan padat pada bayi. Sebagai panduan, berikut ini tips mengenalkan makanan padat pada bayi.

Tips Mengenalkan Makanan Padat Pertama Bayi

Cari Waktu yang Tepat

Setelah enam bulan, pemberian ASI hanya sekitar 60 sampai 70 persen. Dengan kata lain, pada usia tersebut bayi membutuhkan makanan tambahan atau makanan pendamping ASI (MPASI). Jika setelah enam bulan bayi tidak dikenalkan makanan pendamping ASI dikhawatirkan masa krisis untuk memperkenalkan makanan padat yang membutuhkan keterampilan mengunyah terlewatkan. Apabila keadaan ini terjadi ditakutkan bayi akan kesulitan dalam menelan makanan. Bahkan ia akan menolak makan ketika diberikan makanan padat.

Setelah bayi berusia 9 sampai 12 bulan, keterampilan bayi dalam mengunyah makanan akan semakin matang. Selain itu, kepala bayi juga akan semakin stabil. Sehingga ia akan lebih mudah mengembangkan kemampuan makannya sendiri atau secara mandiri.

Berikut ini beberapa tanda bayi siap menerima makanan padat pertama bayi.

  • Bayi akan tertarik pada makanan yang dimakan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.
  • Bayi merasa tidak puas hanya dengan pemberian ASI.
  • Bayi terbangun tengah malam karena merasa lapar.
  • Berikan Makanan Padat Secara Bertahap

Perhatikan Kriteria Makanan

Dalam mengenalkan makanan padat pertama bayi sebaiknya anda memperhatikan hal-hal seperti di bawah ini:

  • Tekstur dan kekentalan atau konsistensi. Pertama, berikan bayi anda makanan yang cair dan lumat seperti bubur susu atau sari buah. Secara bertahap anda bisa memberikan makanan bayi dengan tekstur yang lebih kasar atau padat. Bayi yang sudah menginjak usia 6 bulan bisa diberi nasi tim lengkap gizi lebih sering. Memasuki usia bayi 8 bulan hingga 12 bulan, makanan yang hanya bisa diberikan pada bayi yaitu makanan cincang.
  • Kualitas bahan makanan. Berikanlah makanan yang berkualitas baik. Pasalnya, makanan berkualitas menjamin nutrisi dan gizi yang baik.
  • Jenis makanan. Sebagai pengenalan, alangkah lebih baik untuk memperkenalkan jenis makanan satu persatu hingga ia mampu mengenalnya dengan baik. Anda bisa memberikan waktu tenggang selama 4 hari sebelum memperkenalkan makanan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah bayi anda mampu menerima jenis makanan yang baru , sekaligus mengetahui apakah ada reaksi alergi atau tidak pada bayi.
  • Porsi makan. Selama dalam masa pengenalan, sebaiknya hindari untuk memaksakan bayi menghabiskan seluruh makanannya. Pada umumnya bayi hanya mampu menerima sekitar 1 sampai 2 sendok teh makanan. Setelah bayi anda semakin besar, maka anda bisa memberikan porsi yang lebih banyak dan besar.
  • Jadwal atau waktu makan bayi harus disesuaikan dengan keadaan lapar sang bayi, keadaan ini berkaitan dengan kondisi pengosongan lambung. Sehingga dengan begitu, sistem pencernaan bayi akan menjadi lebih siap dalam menerima, menyerap dan mencerna makanan dalam waktu tertentu.

Perhatikan Nutrisi dan Gizi Seimbang

Pada minggu pertama, makanan padat pertama bayi yang diberikan  hanya sebagai pengenalan tekstur atau rasa makanan, bukan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi bayi. Anda harus tetap mengingat bahwa makanan utamanya yaitu ASI atau makanan pengganti ASI. Sehingga dengan begitu bayi anda cukup diberi makanan padat sehari sekali. Untuk selanjutnya atau ketika minggu ke 6 hingga minggu ke 8, anda bisa meningkatkan jenis dan jumlah makanan hingga bayi anda mendapat makanan sebanyak tiga kali dalam sehari.

Ketika bayi anda sudah bisa mengkonsumsi makanan yang diolah dengan cara di tim, baik itu tim biasa maupun tim saring, maka alangkah lebih baiknya jika saat itu anda mulai menerapkan gizi yang seimbang. Gizi yang seimbang ini bisa anda dapatkan dengan memilih bahan makanan yang bermacam-acam atau beraneka ragam. Pemilihan bahan makanan ini bisa anda sesuaikan dengan bahan makanan yang sudah bisa dikonsumsi bayi berdasarkan tingkatan usianya.

Meskipun bayi anda sudah diberi makanan padat, tetapi hal yang perlu anda ingat yaitu tetap memenuhi kebutuhan cairannya untuk memperlancar kinerja sistem pencernaan bayi anda. Kebutuhan cairan bisa anda cukupi dengan pemberian air putih, sari buah atau makanan yang memiliki kuah.

Buat Pengalaman yang Menyenangkan

Pemberian makanan pendamping bayi intinya jangan terlalu dipaksakan dengan jumlah yang banyak dan waktu yang cepat. Biasanya bayi yang mengalami prustasi akan cenderung melawan atau menolak dibandingkan dengan menerima makanan. Oleh karena itu, biarkan bayi anda untuk menikmati makanannya dengan cara sendiri. Apabila pengalaman makan pertamanya ini menyenangkan, maka segala sesuatu ke depannya akan menjadi lebih ringan dan mudah.

Berikut ini beberapa hal yang perlu anda lakukan dalam menciptakan pengalaman menyenangkan saat makan pada bayi.

  • Anda harus bisa membuat bayi anda merasa aman dan nyaman sebelum makan, baik dikursi makan khusus bayi atau dipangkuan anda. Ingat untuk pakaikan sabuk pengaman jika bayi anda duduk di kuris makan.
  • Pilihlah tempat makan dengan suasana ruangan yang nyaman, bersuhu sejuk, tidak berisik dan sirkulasi udara baik. Pasalnya, suasana makan yang nyaman akan semakin menambah nafsu makan bayi anda. Anda bisa memberikan si kecil makan sambil memutar lagu kesayangannya.
  • Ajak bayi anda berkomunikasi saat makan agar ia merasa senang. Rayu bayi anda agar ia mau menerima makanan yang anda berikan. Bayi memerlukan waktu untu mengunyah makanan dan menelan makanan tersebut. Ketika diberikan makanan mungkin bayi anda akan sering memuntahkan makanannya dibandingkan dengan menelannya. Namun, anda jangan panik karena hal ini normal terjadi.
  • Sabar dan jangan panik ketika bayi anda menolak untuk diberi makan. Anda bisa mengajaknya berkomunikasi jika ia melakukan hal ini, lalu coba kembali. Namun, jika ia tetap menolak hindari memaksanya. Anda bisa mencobanya kembali keesokan harinya.
  • Sebaiknya biarkan ketika bayi anda mencoba makan sendiri. Karena hal ini tanpa disadari akan membuat kemampuan makan bayi anda menjadi semakin berkembang dengan baik.
  • Anda bisa mengajak bayi anda makan bersama di meja makan dengan keluarga. Ketika itu bayi anda akan melihat bahwa makan merupakan cara yang menggembirakan. Sehingga dengan begitu selera makan bayi anda akan menjadi bertambah. Kegiatan ini juga akan melatih bayi anda bersosialisasi dengan oang-orang yang ada di sekitarnya.

Membutuhkan waktu agar bayi bisa mengenal makanan padat dengan baik. Namun, meskipun begitu anda tetap harus memprioritaskannya.