Agar BAB Bayi Lancar dan Teratur – BAB bayi tidak lancar dan tidak teratur adalah kondisi yang patut diwaspadai oleh setiap orang tua. Jika keadaan ini menimpa buah hati tercinta, penting mengetahui cara atau solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Merawat bayi untuk segelintir ibu terkadang membingungkan. Ibu selalu mendapati parubahan pada bayinya, salah satunya perubahan yang terjadi yaitu pada pola buang air besar bayi (BAB).

Untuk bayi baru lahir, ia akan buang air besar normalnya sebanyak 4 kali dalam sehari. Dimana keadaan seperti ini akan berlangsung hingga usia bayi 7 hari. Sedangkan untuk anak berusia 2 tahun, dikatakan normal apabila buang air besar sebanyak 1 sampai 2 kali dalam sehari. Untuk anak berusia 4 tahun, pola buang air besar sama dengan pola buang air besar orang dewasa, yakni 1 kali dalam sehari.
Sebagai orang tua anda jangan merasa heran melihat perubahan pola buang air besar pada buah hati tercinta. Yang harus anda lakukan yaitu tetap memperhatikan apakah pola buang air  besar bayi sesuai atau justru tidak. Pola buang air besar pada bayi yang teratur menandakan bahwa si kecil memiliki sistem tubuh yang sehat. Penting bagi tubuh untuk mengeluarkan sisa zat atau kotoran dalam tubuh. Teraturnya buang air besar juga menjadi pertanda bahwa sistem pencernaan sehat dan berfungsi dengan baik.

Agar BAB Bayi Lancar

Dalam beberapa kasus, terkadang bayi tidak buang air besar dengan teratur. Bahkan selama satu hari penuh, buang air besar pada bayi terhambat. Jika keadaan ini menimpa buah hati tercinta, sebaiknya anda jangan langsung merasa panik. Mungkin saja keadaan ini disebabkan karena penyesuaian diri usus besar.

Kebiasaan buang air besar pada bayi dipengaruhi oleh beberapa hal. Hal yang berdampak pada pola buang air besar bayi di antaranya yaitu pola makan dan minum bayi, aktivitas bayi dan kemampuan sistem pencernaan bayi dalam mencerna makanan. Selain itu, buang air besar yang tidak teratur pada bayi terkadang disebabkan karena pertumbuhan bayi yang mengalami percepatan. Dimana keadaan seperti ini akan terlihat ketika bayi berusia 2 sampai 4 bulan.

Akan tetapi, jika bayi tidak kunjung buang air besar dalam beberapa hari, agar BAB bayi lancar dan teratur, anda dapat melakukan beberapa langkah seperti berikut ini.

Cara Agar BAB Bayi Lancar dan Teratur

Gerakan Kaki Bayi Dengan Perlahan

Agar buang air besar bayi kembali lancar, maka anda dapat melakukan beberapa gerakan pada bayi. Baringkan bayi anda di tempat tidurnya, usahakan bayi berada pada posisi yang nyaman. Pegang kedua kaki bayi anda atau tepatnya pergelangan kaki bayi. Selanjutnya, gerakan kaki bayi anda dengan hati hati dan perlahan seolah-olah si kecil sedang mengayuh sepeda. Kegiatan ini dilakukan agar usus besar bayi terangsang sehingga akan membantu membebaskan kotoran atau gas yang mungkin terjebak dengan cepat dan efektif.

Berikan Pijatan Pada Perut

Selain melakukan gerakan kaki, cara lainnya yang dapat anda lakukan agar BAB bayi lancar dan teratur yaitu dengan memberikan pijatan lembut pada perut bayi. Anda dapat melakukan pijatan pada perut bayi dengan perlahan dan lembut menggunakan minyak kelapa yang sebelumnya sudah dihangatkan. Kegiatan ini akan membantu perut bayi menjadi lebih ringan. Sehingga efeknya kotoran dapat dibuang dengan lebih mudah.

ASI

Seperti yang kita ketahui, ASI memiliki banyak manfaat untuk kesehatan bayi. Dimana salah satu manfaat ASI yaitu untuk memperlancar buang air besar pada bayi, serta buang air besar bayi menjadi lebih teratur. Oleh karena itu agar BAB bayi lancar dan teratur, penting memberikan asupan ASI pada bayi agar sistem pencernaannya pun dapat berfungsi dengan baik.

Mandikan Bayi Dengan Air Hangat

Mandi air hangat dapat membantu membuat tubuh bayi merasa lebih nyaman dan tenang. Agar perut bayi menjadi lebih ringan, anda dapat memandikan atau merendam bayi dalam air hangat. Pastikan suhu air yang digunakan tidak terlalu panas.

Cukupi Kebutuhan Serat

Jika bayi anda sudah berusia lebih dari 6 bulan atau sudah mendapatkan MPASI, penting untuk memenuhi kebutuhan serat pada si kecil. Anda dapat memberikan jus pada si kecil dengan takaran yang sesuai untuk usianya. Ini dilakukan agar sistem pencernaan bayi menjadi lebih mudah dalam melunakan tinja si kecil sehingga buang air besar akan menjadi lancar dan kembali teratur.

Cukupi Kebutuhan Cairan

Supaya proses pencernaan bayi berjalan lancar, anda harus memastikan jika kebutuhan cairan bayi terpenuhi. Jika bayi anda berusia di bawah 6 bulan, kebutuhan cairannya hanya dapat dipenuhi oleh ASI atau air susu ibu saja. Hindari memberikan air putih atau cairan lainnya selain ASI pada bayi berusia di bawah 6 bulan karena akan berdampak pada kesehatannya.

Itulah beberapa cara yang dapat anda lakukan agar BAB bayi lancar dan teratur. Apabila BAB bayi tetap tidak lancar, bahkan sudah berhari-hari dan bayi cenderung rewel karena tidak nyaman, atau diikuti dengan gejala yang lainnya, sebaiknya segera bawa bayi anda ke dokter. Semoga bermanfaat.

Sembelit merupakan masalah sistem pencernaan yang rentan dialami bayi. Salah satu penyebab masalah kesehatan ini yaitu makanan. Agar si kecil terhindar dari sembelit, ketahui beberapa jenis makanan penyebab sembelit pada bayi.

Masalah sistem pencernaan yang umum dialami oleh bayi yaitu sembelit atau konstipasi. Biasanya sembelit dialami oleh bayi yang sudah mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bayi ASI bisa mengalaminya.

Sembelit atau konstipasi itu sendiri merupakan masalah kesehatan dimana bayi kesulitan buang air besar. Dalam bahasa halusnya yaitu ketidakmampuan sistem pencernaan si kecil dalam mengeluarkan sisa-sisa makanan. Si kecil mengalami sembelit ketika buang air besar sebanyak 3 kali dalam satu minggu, dimana normalnya yaitu sebanyak 5 sampai 8 kali dalam satu minggu.

Makanan Penyebab Sembelit Pada Bayi

Gejala lain yang ditunjukan ketika bayi mengalami sembelit yaitu, buang air besar dengan tinja yang keras, si kecil mengalami kesulitan buang air besar yang ditandai dengan tangisan, mengedan yang kuat dan sampai melengkingkan badan.

Sembelit yang dialami oleh bayi memiliki kaitan erat dengan makanan atau minuman apa yang dikonsumsinya. Oleh karena itu, tidak heran jika masalah pada sistem pencernaan ini sering menimpa dan terjadi pada bayi yang sudah mengkonsumsi makanan pendamping ASI atau makanan padat. Tidak hanya itu, kecepatan makan dan aktifitas fisik bayi pun mempengaruhi.

Untuk mencegah si kecil mengalami sembelit atau konstipasi, anda harus tahu beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya sembelit pada bayi seperti berikut ini.

Makanan Penyebab Sembelit Pada Bayi

  • Pisang dan Saus Apel

Meskipun memiliki rasa yang enak, akan tetapi pisang dan saus apel dapat menyebabkan sembelit pada bayi. Jika anak anda mengalami kesulitan buang air besar, maka anda bisa memberikannya buah pir, plum, prem dan buah persik. Sama halnya dengan sayuran, buah-buahan tersebut baik untuk sistem pencernaan.

  • Sereal Beras

Sereal beras adalah makanan padat pertama bayi yang diperkenalkan oleh orang tua. Namun sayangnya, makanan ini dapat memicu terjadinya sembelit pada bayi. Karena seperti itu, anda dapat mencoba untuk memberikan sereal oatmel atau selai. Pasalnya, jenis makanan ini mengandung lebih banyak serat. Untuk membantu mencegah sembelit, anda bisa menambahkan jus prem sedikit saja.

  • Makanan Cepat Saji

Tidak sedikit orang tua yang memberikan makanan cepat saji pada buah hatinya. Beberapa jenis makanan yang dimaksud di antaranya yaitu burger, kentang goreng dan chicken nugget. Makanan olahan tersebut mengandung tinggi lemak dan dapat memicu terjadinya sembelit.

  • Makanan Serat Gula

Sama halnya dengan makanan cepat saji, makanan serat gula pun dapat memicu terjadinya alergi pada bayi. Makanan serat gula yang dimaksud di antaranya yaitu kue, soda, es krim, dan permen. Apabila anak anda mengalami sembelit, sebaiknya anda menghindari keju untuk sementara waktu.

  • Susu Formula

Bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif biasanya jarang mengalami sembelit, karena protein dan lemak pada susu seimbang, sehingga tinja yang dihasilkan selalu lembut. Bahkan meskipun bayi tidak buang air besar dalam kurun waktu beberapa hari.

Apabila bayi baru mengkonsumsi susu formula, namun kemudian ia mengalami sembelit, itu mungkin saja ada sesuatu di dalam susu formula. Biasanya penyebabnya yaitu adanya komponen protein yang berbeda dalam susu formula sehingga menyebabkan sembelit. Untuk beralih ke merek lain, anda bisa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Tips Mengenalkan Makanan Padat Untuk Mencegah Bayi Sembelit

Pada saat bayi anda mulai diberikan makanan padat, anda bisa menyajikan makanan satu jenis saja dalam waktu 2 sampai 3 hari. Ini dilakukan untuk memudahkan anda dalam mengenal makanan mana yang cocok dan tidak cocok untuk si kecil, seperti makanan pemicu sembelit atau alergi.

Apabila makanan yang anda berikan tidak menimbulkan reaksi, maka anda bisa melanjutkan untuk mengenalkan pada makanan yang lainnya. Kembali beri jeda dan lihatlah apakah anda reaksi dari tubuhnya atau tidak.

Bagaimana Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi

Jika bayi anda sembelit, perawatan seperti berikut ini bisa anda lakukan:

  • Berikan Menu Sehat Pada Bayi

Ketika anda mengenalkan makanan padat pada bayi atau makanan pendamping ASI, sebaiknya hindari memberikan makanan pemicu sembelit seperti yang sudah dijelaskan di atas. Anda bisa menyediakan menu sehat untuk si kecil. Berikan bayi anda makanan yang memiliki tesktur yang lembut dan mudah dicerna, serta mengandung serat.

  • Berikan Jus Buah Pada Bayi

Memberikan jus buah yang sudah diencerkan dengan menggunakan air merupakan pilihan yang tepat untuk membantu mengatasi sembelit pada bayi. Anda bisa memberikan jus buah yang mengandung sorbitol sebanyak 2 kali dalam sehari. Buah yang direkomendasikan yaitu buah prem. Selain kaya akan sorbitol, buah ini juga mengandung dihydrophenylisatin dan kafeik.

Namun, jika anda tidak menemukan buah prem, karena umumnya jenis buah yang satu ini sulit ditemukan, anda bisa mengganti buah prem dengan buah anggur, ceri, apel atau pir. Anda dapat memberikan jus buah tersebut sebanyak 2 kali dalam sehari sampai sembelit sembuh.

  • Mengganti Susu Formula

Jika anda curiga jika sembelit yang dialami oleh bayi anda disebabkan oleh susu formula, maka anda bisa mengganti susu formula yang memiliki komposisi berbeda. Namun anda harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

  • Pijat Perut Bayi dan Gerakan Kaki

Langkah alternatif yang bisa anda lakukan sebagai cara mengatasi sembelit pada bayi yaitu dengan melakukan pijatan lembut di area perutnya. Pijatan yang dilakukan ini kemungkinan akan membantu meningkatkan pergerakan makanan pada usus si kecil. Agar lebih efektif, anda bisa melakukan pijatan sambil memandikan si kecil dengan menggunakan air hangat.

Selain itu, cara lain yang bisa anda lakukan yaitu dengan menggerakan kaki bayi dengan gerakan seperti mengayuh sepeda. Gerakan ini akan membuat otot perut bergerak dan akan memberikan tekanan lembut pada ususnya. Dimana tekanan ini akan membantu dalam mengeluarkan tinja.

  • Pastikan Bayi Mendapatkan Cukup Cairan

Ketika si kecil mengalami sembelit, anda harus memastikan jika si kecil mendapatkan cukup cairan. Berikan ia minum, atau cairan bisa didapatkan dari ASI atau susu formula.

Kapan Harus Pergi Ke Dokter

Jika sembelit yang dialami si kecil membuatnya tidak mau makan, berat badan turun, atau terdapat darah di dalam tinjanya, serta perawatan yang dilakukan seperti di atas tidak membantu, maka anda harus segera membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan terbaik.
Apabila usia si kecil kurang dari 4 bulan, anda bisa segera hubungi dokter apabila ia memiliki feses dengan tekstur yang keras atau tidak buang air besar dalam waktu 24 jam. Hindari memberikan obat-obatan pada bayi sebelum melakukan konsultasi pada dokter.

Demikian beberapa makanan penyebab sembelit pada bayi dan cara alternatif untuk mengatasinya. Intinya, agar si kecil terhindar dari penyakit sembelit anda harus menghindari beberapa makanan yang dapat menyebabkan sembelit seperti di atas. Selain makanan di atas, makanan lain yang dapat menyebabkan sembelit pada bayi yaitu, roti putih, kentang, wortel, wortel yang dimasak dan sereal.