Perawatan bayi prematur harus benar-benar diperhatikan termasuk perawatan kulitnya. Kulit bayi prematur masih tipis dan belum berfungsi sempurna. Penting mengetahui tips perawatan kulit bayi prematur yang tepat.

Bayi prematur merupakan bayi yang lahir terlalu dini atau pada usia kehamilan yang belum mencapai waktu kelahiran seharusnya. Beberapa keadaan diduga menjadi penyebab kelahiran prematur, dimana di antaranya yaitu sebelumnya ibu pernah mengalami kelahiran prematur, atau adanya gangguan pada janin dan rahim ibu. Berdasarkan WHO, kelahiran prematur dibagi menjadi 3 kategori seperti berikut:

  • Extremely preterm, yakni bayi prematur berusia 6 bulan
  • Very preterm, bayi prematur berusia 7 bulan
  • Moderate to late preterm, bayi prematur berusia 8 bulan

Perawatan Kulit Bayi Prematur

Bayi yang terlahir kurang bulan memiliki risiko lebih tinggi terhadap pembentukan organ kurang sempurna. Dimana risiko akan semakin tingi jika usia bayi semakin muda ketika dilahirkan. Bayi prematur lebih berisiko, oleh karena itu berbeda dengan bayi lahir normal, bayi prematur harus mendapatkan perawatan yang tepat dan khusus di ruangan NICU, Neonatal Intensive Care Unit. Ini dilakukan agar bayi mampu menyeimbangkan pertumbuhannya yang terlambat.

Apabila keadaan bayi prematur sudah baik dan memenuhi kriteria, bayi dapat diberi izin untuk dibawa pulang dan selanjutnya dilakukan perawatan sendiri di rumah. Kerja sama antara orang tua dan ahli medis dibutuhkan dalam merawat bayi prematur, karena umumnya bayi prematur membutuhkan perawatan khusus.

Dalam merawat bayi prematur ibu harus lebih teliti dan berhati-hati. Keadaan tubuh bayi prematur masih lemah dan perlu diperhatikan.

Melakukan perawatan bayi prematur tidak semudah merawat bayi normal pada umumnya. Segala aspek penting diperhatikan pada bayi prematur, salah satunya kulit.

Kulit adalah bagian paling luar tubuh yang memiliki fungsi utama untuk melindungi tubuh terhadap paparan dari luar termasuk mencegah penyakit. Kulit juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh agar tetap dalam keadaan optimal. Dibandingkan dengan orang dewasa, kulit bayi masih tipis dan aktivitas kelenjar minyak dan keringat lebih sedikit, sehingga memungkinkan kulit lebih rentan terhadap bahan iritan dan infeksi.

Keadaan kulit bayi prematur masih belum sempurna, kulitnya masih tipis dan terlihat lebih bening karena lapisan lemak yang masih kurang. Perawatan terhadap kulit bayi prematur harus benar-benar diperhatikan. Lantas bagaimana cara merawat kulit bayi prematur? Berikut ini perawatan tepat kulit bayi prematur.

Perawatan Kulit Bayi Prematur

Kebersihan Tubuh

  • Bayi prematur baru lahir biasanya tidak segera dimandikan. Akan tetapi memandikan bayi prematur dapat ditunda sampai beberapa hari dan keadaan umum bayi sudah stabil. Apabila tali pusat bayi belum lepas, bayi sebaiknya diseka dan tidak dicelupkan ke dalam bak mandi. Saat di rumah sakit proses memandikan dilakukan oleh petugas rumah sakit, namun setelah di rumah orang tua memiliki peran untuk memandikannya.
  • Ketika memandikan bayi, disarankan untuk menggunakan air hangat. Pastikan air yang digunakan untuk memandikan bayi tidak terlalu dingin maupun terlalu panas. Anda dapat mengceknya menggunakan pergelangan tangan atau siku. Untuk sabun, anda dapat memilih sabun yang lembut tanpa busa. Sebaiknya hindari menggunakan sabun berbusa. Gosok kulit bayi anda dengan perlahan menggunakan spon lembut. Anda harus lebih memperhatikan lipatan pada kulit leher, kulit paha, ketiak dan belakang telinga.
  • Bersihkan bagian mata bayi dengan menggunakan kapas basah. Tali pusat bayi biasanya akan puput ketika 6-7 hari. Jika tali pusar bayi basah, bau dan kemerahan maka tandanya terkena infeksi. Jika keadaannya seperti ini anda harus segera bawa si kecil ke dokter.
  • Untuk bagian bokong bayi dibersihkan menggunakan air dan keringkan dengan waslap atau handuk bersih.
  • Setelah bayi selesai minum ASI, anda dapat menyeka wajahnya dengan menggunakan kapas atau lap basah. Bersihkan pula mulut bayi untuk mencegah terjadinya infeksi jamur kandida yang dapat bersumber dari dot, ibu, atau botol susu yang kebersihannya kurang terjaga.

Menjaga Suhu Tubuh Bayi Prematur

Suhu tubuh bayi prematur belum stabil. Anda harus mempertahankan suhu tubuh bayi antara 36-37 derajat Celcius. Anda harus berupaya agar lingkungan sekitar tidak memicu terjadinya kenaikan atau penurunan suhu. Jika di ruangan menggunakan AC, anda dapat mengaturnya pada suhu 28-29 derajat Celcius.

Untuk mempertahankan suhu tubuh bayi, anda dapat mencoba melakukan metode kanguru. Anda dapat meletakan si kecil pada dada ibu, posisinya tegak lurus, sedangkan untuk kulit bersentuhan langsung dengan kulit ibu. Bayi berada pada posisi dengan tungkai dan siku tertekuk, kepala sedikit mendongak dan dadanya menempel pada dada ibu dengan nyaman.

Hal Lainnya yang Harus Diperhatikan

  • Untuk pakaian bayi sebaiknya terbuat dari bahan katun yang nyaman, tipis dan ringan.
  • Apabila popoknya basah, maka anda harus segera menggantinya baik itu karena BAK, BAB atau keringat.
  • Sebaiknya hindari penggunaan gurita karena pola nafas bayi akan lebih dominan pada perut.
    Hindarkan bayi anda dari paparan asap rokok.

Demikian perawatan kulit bayi prematur yang dapat anda lakukan. Perhatikan setiap perubahan pada bayi anda. Konsultasikan segera dengan dokter jika terdapat hal-hal yang membuat anda janggal. Semoga bermanfaat.

Selain orang dewasa, anemia juga dapat dialami oleh bayi. Anemia yang terjadi pada bayi akan membuat bayi rentan sakit. Kenali penyebab dan tanda atau gejala anemia pada bayi.

Dalam bahasa sehari-hari, kita mengenal anemia sebagai istilah untuk menggambarkan dimana tubuh kekurangan sel darah merah. Anemia biasanya sering dikeluhkan oleh orang dewasa, dimana keadaan ini menyebabkan pusing penderitanya. Namun, tahukah anda? Selain orang dewasa ternyata bayi rentan mengalami penyakit yang satu ini.

Anemia pada bayi adalah kondisi yang perlu diwaspadai oleh setiap orang tua. Anemia yang dialami oleh anak adalah kondisi cukup serius karena bisa jadi anak yang menderita anemia mengalami masalah mental dan fisik yang permanen.

Tanda Anemia Pada Bayi

Penyebab Anemia Pada Bayi

  • Anemia adalah keadaan dimana oksigen tidak terbawa oleh sel-sel darah merah dalam jumlah yang cukup ke jaringan tubuh. Diketahui berbagai kondisi dapat menyebabkan terjadinya anemia, termasuk turunan yang disebut sebagai anemia sel sabit. Akan tetapi, penyebab umum dari anemia yaitu karena kurangnya zat besi dalam tubuh.
  • Zat besi dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk pembentukan hemoglobin, pigmen merah untuk membawa oksigen di dalam darah. Apabila jumlah zat besi tidak memadai dalam tubuh bayi, maka jumlah sel darah merah akan menjadi sedikit, serta ukurannya akan lebih kecil dibandingkan dengan keadaan normal. Keadaan ini akan mengakibatkan jaringan tubuh bayi tidak mendapatkan asupan oksigen secara normal.
  • Biasanya anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan lebih rentan mengalami penyakit yang satu ini karena mereka membutuhkan lebih banyak zat besi tambahan untuk tubuhnya.
  • Anemia defisiensi besi dapat terjadi hanya dalam waktu semalam saja. Keadaan ini disebabkan karena kurangnya zat besi terus menerus dari waktu ke waktu.

Anemia Dapat Membuat Bayi Rentan Sakit

Kurangnya zat besi dalam tubuh akan menyebabkan bayi mudah lelah, sehingga ia tidak akan mendapatkan stimulasi karena malas bergerak. Zat besi yang ada dalam darah merah memiliki fungsi untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh, oksigen penting untuk proses pembentukan energi agar tubuh tidak mudah lelah dan aktivitas dapar berjalan lancar. Kurangnya zat besi akan membuat pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang, sehingga akan menyebabkan daya tangkap dan daya konsentrasi menjadi menurun.

Zat besi adalah salah satu unsur penting untuk mempertahankan sistem imun tubuh agar tidak mudah sakit atau terserang penyakit. Apabila kadar Hb bayi kurang dari 10g/dl, maka ia akan mudah terserang penyakit menular.

Gejala Anemia Pada Bayi

Ketika mengalami anemia, beberapa gejala dapat dialami bayi seperti berikut ini:

  • Bayi akan mudah rewel dibandingkan dengan biasanya
  • Enggan atau sulit makan
  • Kulit berubah menjadi pucat
  • Suhu tubuh bayi terkadang dingin
  • Daya tahan tubuh bayi menurun, tandanya bayi lebih mudah jatuh sakit dibandingkan dengan bayi seusianya

Faktor Risiko Anemia Pada Bayi

Anak berusia 9 sampai 24 bulan memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia. Akan tetapi, faktor risiko tertinggi dapat terjadi pada:

  • Bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah usia 2 bulan atau lebih. Umumnya bayi normal lahir dengan cadangan zat besi yang terkumpul selama bulan-bulan terakhir sebelum persalinan. Dimana cadangan dari zat besi ini bisa bertahan hingga 4-6 bulan. Berbeda halnya dengan bayi normal, bayi prematur memiliki cadangan zat besi hanya sekitar 2 bulan.
  • Bayi normal dan bayi yang mengkonsumsi susu formula rendah zat besi. Akan tetapi, saat ini susu formula diperkaya dengan zat besi.
  • Bayi yang mengkonsumsi susu sapi sebelum usianya 1 tahun. Di dalam susu sapi terkandung kadar zat besi rendah. Susu yang dikonsumsi bayi akan mengganggu penyerapan zat besi oleh tubuh. Selain itu, susu juga akan menggantikan makanan mengandung zat besi yang seharusnya dikonsumsi oleh si kecil. Di lain sisi, susu dapat mengiritasi lapisan usus bayi sehingga akan menyebabkan terjadinya perdarahan. Perdarahan yang terjadi serta rendahnya zat besi akan menyebabkan anemia.

Pencegahan Anemia Pada Bayi

Beberapa langkah dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan anemia pada bayi seperti berikut ini:

  • Memberikan ASI eksklusif pada bayi. Di dalam ASI terkandung kadar zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.
    Apabila usia bayi sudah lebih dari 6 bulan, berikan makanan pendamping atau MPASI dari
  • makanan yang mengandung tinggi zat besi seperti jenis sayuran hijau, serta makanan lainnya. Berikan makanan tersebut secara bertahap sesuai dengan usia bayi.
  • Apabila bayi anda lahir prematur atau berat badan rendah, anda dapat konsultasikan dengan dokter mengenai suplemen zat besi yang tepat.
  • Berikan makanan pada bayi yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi pada usus. Makanan yang dimaksud di antaranya yaitu sayuran dan buah-buahan yang mengandung tinggi vitamin C.

Apabila keadaan atau gejala yang ditunjukan oleh bayi anda semakin parah, anda dapat segera membawa bayi anda ke dokter. Penting untuk memperhatikan setiap perubahan kondisi si kecil agar anda dapat melakukan tindakan dengan segera. Semoga bermanfaat.