Stimulasi Pertumbuhan Gigi Bayi dengan Teether – Pertumbuhan gizi pada anak memang tidak bisa dipercepat. Akan tetapi, orangtua dapat melakukan cara untuk merangsang pertumbuhan ini dengan lebih baik. Teether disebut-sebut sebagai media perangsang tumbuhnya gigi pada bayi yang baik. Lalu apa sebenarnya teether? Simak dibawah ini.

Anak berusia 6 bulan ke atas umumnya sudah mulai mengalami perkembangan yang begitu pesat. Selain mulai diberikan makanan pendamping ASI untuk pertama kalinya. Pada usia ini si kecil pun cenderung menjadi lebih aktif dan banyak bergerak. Setiap perkembangan yang terjadi dengan si buah hati tentu menjadi hal yang membuat ibu bangga melihatnya. Apalagi pada saat yang tidak terduga si kecil mulai menunjukan hal-hal unik yang baru saja dipelajarinya.

Menjadi saksi setiap perkembangan menakjubkan yang terjadi dengan si buah hati tentu menjadi hal yang menyenangkan. Itulah mengapa pentingnya mendampingi buah hati anda setiap saat. Selain menjaga dan mengawasi agar si kecil tidak mendekati sumber bahaya. Hal ini juga penting untuk memantau jika tumbuh kembali si kecil mengalami masalah atau kendala. Dengan demikian orangtua dapat segera mengatasi kondisi yang salah dengan si kecil secepatnya. Sehingga kemungkinan buruk dari hal ini dapat diantisipasi dengan baik.

Ya, memiliki bayi berusia 6 bulan memang menggemaskan. Anda pun kini sudah dikejutkan dengan berbagai hal yang terjadi dengan si buah hati. Pergerakan yang semakin aktif dan kemampuan untuk tengkurap yang semakin lihai pada si kecil membuat anda bisa bermain dengan bebas bersamanya.

Stimulasi Pertumbuhan Gigi Bayi dengan Teether

Melihat si kecil ceria dan dapat beriteraksi dengan oranglain tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para orangtua. Selain itu, lewat kondisi ini anda pun tentu tidak perlu merasa khawatir sebab anda bisa memastikan kesehatan si kecil dengan baik.

Sayangnya, pergerakan aktif pada tubuh si kecil tidaklah lepas dari masalah atau sumber penyakit yang mengintai setiap saat. Bila anda tidak jeli dalam memperhatikan kesehatan si buah hati maka penyakit akan mudah menyerang tubuhnya.

Kondisi penyakit yang bersarang pada tubuh si buah hati akan mungkin membuatnya merasa kepayahan menahan sakit yang dialami. Selain itu, si kecil pun umumnya akan menjadi begitu rewel dan terus-terusan menangis. Dimana kondisi ini tentu akan membuat orangtua merasa panik menghadapi bayi yang seperti ini.

Untuk itulah, penting sekali untuk selalu waspada dan memperhatikan kesehatan buah hati anda dengan baik. Upayakan agar buah hati anda mendapatkan proteksi yang siaga ketika masalah kesehatan mulai mengintai.

Nah, selain masalah penyakit yang menyerang, masalah lain yang umumnya membuat si kecil menjadi rewel adalah kondisi perkembangan yang terjadi dengan tubuhnya. Seperti halnya, pertumbuhan gigi yang terjadi pada si kecil.
Ya, tahapan tumbuh gigi pada buah hati anda seringkali membuat si kecil merasa tidak nyaman. Akibatnya, kondisi ini pun cenderung membuat si kecil mudah merasa rewel.

Pertumbuhan gigi pada bayi umumnya akan membuat jaringan gusi membengkak atau terasa gatal. Hal ini dikarenakan bakal gigi pada si kecil akan terus mendorong garis gusi supaya gigi bisa timbul ke permukaan. Akibatnya, sel-sel pada gusi menjadi terpecah dan mati. Hal ini pun yang membuat si kecil akan mudah mengalami demam. Jadi demikian, wajar bila si kecil akan merasakan nyeri dan gatal pada bagian gusinya akibat tumbuhnya gigi.

Ibu dan ayah memang tidak bisa mempercepat proses tumbuhnya gigi pada anak bayinya. Akan tetapi, hal ini umumnya bisa didukung pada buah hati anda. Mendukung pertumbuhan gigi pada anak bayi akan berguna untuk mengurangi perasaan sakit dan gatal yang ditimbulkan dari proses tumbuhnya gigi. Dengan begini, maka kondisi rewel pada si buah hati akan dapat diminimalisir.

Stimulasi Pertumbuhan Gigi Bayi dengan Teether

Apa Itu Teether

Guna mendukung perkembangan gigi pada bayi, ada sebuah alat atau media yang dikenal dengan teether. Teether adalah sebuah mainan yang dapat digenggam dan memang di desain untuk digigit oleh si kecil. Tujuannya ya itu tadi, untuk meringankan perasaan sakit yang dialami oleh si buah hati.

Saat ini teether sudah mulai ramai dan banyak dipilih sebagai solusi untuk menstimulasi perkembangan gigi pada anak. Ragam dan jenisnya pun sudah semaki beragam dan memberikan pilihan yang lebih leluasa untuk ibu yang memiliki anak.

Akan tetapi, yang terpenting adalah pilihlah jenis teether yang memang nyaman untuk si buah hati. Kualitas dari teether pun perlu diperhatikan dengan baik. Jangan sampai teether yang digunakan si kecil robek atau rusak. Hal ini dikhawatirkan jika serpihan atau gigitan teether yang terbuka akan termakan oleh si kecil dan membahayakan kesehatannya.

Cara Memilih Teether yang Baik

Mengingat banyaknya variasi dan pilihan yang dijual pada teether mungkin akan membuat anda kesulitan menentukan mana jenis teether yang baik untuk bayi. Nah, berikut ini kami berikan tips dalam memilih teether yang baik dan aman untuk buah hati anda.

  • Perhatikan kualitas teether yang baik. Artinya anda harus lebih selektif dalam mencari jenis teether dengan bahan yang bagus dan baik. Bahan silikon yang lentur umumnya menjadi pilihan yang direkomendasikan.
  • Ukuran teether yang dibeli pun sebaiknya tidak sembarang. Jangan pilih teether yang terlalu kecil untuk si buah hati, dikhawatirkan hal ini akan membuat teether termakan seluruhnya.
  • Pilihkah teether yang mudah digenggam untuk si kecil dan hindari memilih teether yang terlalu rumit. Si kecil akan gemas melihat teether yang rumit namun membuat mereka sulit menggigitnya.
  • Pilih teether yang menarik. Tampilan teether yang menarik dengan warna yang mencolok akan membuat si kecil tertarik dengan mainan ini. Untuk itu, pilihlah yang disukai oleh si buah hati.

Itulah dia beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pada saat memilih teether untuk diberikan pada si kecil. Pada intinya, kualitas dan kemanan dari teether perlu diperhatikan dengan baik agar kesehatan si kecil dapat terjaga dengan baik.

Cara Merawat Teether

Selain mengetahui cara pemilihan teether, penting juga untuk anda mengetahui bagaimana merawat teether dengan baik. Hal ini dikarenakan teether adalah jenis mainan yang sering dimasukkan dalam mulutnya sehingga kebersihan adalah hal penting yang perlu diperhatikan.

  • Bersihkan teether dengan menggunakan air hangat. Air hangat akan dapat membunuh bakteri atau kuman yang terdapat dalam teether. Untuk itu, upayakan membersihkannya sampai merata
  • Bersihkan teether sampai ke bagian sela. Teether yang diproduksi dalam beraneka ragam bentuk umumnya seringkali terdapat liukan atau bagian sela yang cukup rumit. Akan tetapi, pastikan bila anda membersihkannya hingga merata.
  • Keringkan teether dengan merata menggunakan lap sampai benar-benar kering. Selain itu, pastikan tidak ada sisa sabun atau air yang masih menggenang pada teether. Hal ini dikhawatirkan akan termakan oleh si kecil.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.

Tips Memilih Sikat Gigi Untuk Balita – Dalam memilih sikat gigi balita, orangtua tidak dapat melakukanya dengan sembarangan. Sebab struktur gigi bayi dan balita umumnya berbeda dengan struktur orang dewasa. Oleh sebab itu, tips memilih sikat gigi balita kadang gampang-gampang sudah pula untuk ornagtua pemula.

Menjaga keberisihan mulut dan gigi adalah hal penting yang perlu dilakukan. Hal ini tentu saja untuk menjaga keindahan dan kesehatan organ dalam tubuh, yakni si mulut itu sendiri. Terjaganya kebersihkan mulut dan gigi akan memberikan manfaat untuk si pemilik gigi. Bukan hanya terpeliharanya kesehatan mulut, namun gigi yang putih akan membuat senyum terlihat lebih indah. Untuk itulah, penting sekali untuk kita semua dapat menjaga kesehatan mulut dan gigi sebaik-baiknya.

Tentunya akan jauh lebih mudah untuk dapat menjaga kebersihan mulut dan gigi bila hal ini telah ditanamkan sejak kecil. Dengan begini, maka tidak ada alasan untuk kita merasa enggan menyikat gigi karena hal ini sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan sejak dulu. Jadi demikian, kegiatan menyikat gigi tidak perlu menjadi hal yang harus selalu diingatkan.
Banyak orang merasa malas ketika hendak tertidur dimalam hari karena harus menyikat gigi terlebih dahulu. Apalagi saat rasa lelah dan lemas sudah menghiasi tubuhnya. Menyikat gigi seringkali diabaikan dan membuat mereka segera beranjak tidur.

Tips Memilih Sikat Gigi Untuk Balita

Padahal, kegiatan menyikat gigi tidak bisa dianggap remeh dan disepelekan begitu saja. Setelah seharian melakukan aktivitas dan mengkonsumsi banyak makanan. Sisa-sisa atau serpihan dari makanan yang kita konsumsi akan mungkin menempel pada bagian sela gigi dan gusi. Apabila tidak menggosok gigi, maka sisa-sisa makanan ini akan menumpuk dan berubah menjadi plak atau karang gigi. Pada akhirnya, akan timbul noda hitam atau kusam pada gigi yang merusak penampilannya.

Nah, untuk anda yang memiliki anak bayi dan balita dirumah. Pada mulanya si kecil mungkin terlihat antusias saat diminta untuk menyikat gigi. Akan tetapi, lama kelamaan mereka menjadi semakin malas saat tiba waktu tidur. Ketika diminta pergi ke kamar mandi mereka akan cenderung rewel dan tidak mau menggosok giginya. Hal inilah yang pada akhirnya membuat orangtua merasa khawatir bila rasa enggan ini akan menjadi kebiasaan si kecil yang terbawa hingga besar nanti.

Kebiasaan buruk ini tentu akan menjadi hal yang berbahaya untuk kesehatannya. Anak-anak yang enggan menggosok gigi atau menyikat gigi akan mungkin membuat gigi si kecil bermasalah. Untuk itulah, penting sekali bagi orangtua menerapkan kebiasaan menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur.

Selain itu, perlu diketahui bahwa pada dasarnya menggosok gigi pada anak-anak atau bayi tidaklah dapat dilakukan dengan sembarang. Hal ini dikarenakan struktur gigi pada bayi dan balita tidak sama dengan orang dewasa.

Untuk itulah, selain menerapkan kebiasaan menyikat gigi pada anak. Orangtua juga perlu memperhatikan jenis sikat gigi yang akan diberikan pada buah hatinya. Jangan biarkan si kecil sembarang menggunakan sikat gigi ayah atau bunda. Sebab bila dibiarkan hal ini akan menjadi kebiasaan dan bukan tidak mungkin berpengaruh terhadap pertumbuhan giginya.

Bukan hanya itu, ukuran mulut, kontruksi gigi dan juga kondisi dinding kulit mulut pada si kecil belumlah sekuat mulut anak-anak atau orang dewasa. Oleh sebab itu, penting sekali untuk anda memilih sikat gigi yang memang khususus dirancang untuk balita dan anak bayi.

Nah, untuk membantu anda berikut ini kami berikan tips memilih sikat gigi untuk balita.

Tips Memilih Sikat Gigi Untuk Balita

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh orangtua dalam memilih sikat gigi untuk balita. Hal ini seperti yang dijelaskan diatas bahwa kontur dan struktur gigi pada balita tidak sama dengan orang dewasa. Jadi demikian, diperlukan kehati-hatian dalam memilih sikat gigi untuk anak balita.

Perhatikan Bahan Sikat Gigi

Sikat gigi yang baik untuk bayi dan balita adalah sikat gigi yang dibuat dari bahan yang tidak berbahaya. Khususnya bahan yang digunakan untuk membuat bulu sikat dan kepala sikat gigi. Hal ini penting sekali karena tingkat kehalusan bulu sikat dan material pada kepala sikat gigi akan bersinggungan langsung dengan kulit dan gusi bayi.

Sebaiknya pilihlah jenis sikat gigi dengan kepala sikat yang baik. Biasanya, bagian kepala sikat gigi lentur dan dapat ditekuk. Hal ini berfungsi agar mulut bayi dan bagian gusinya tidak lecet. Adapun bahan yang aman untuk sikat gigi bayi adalah silicon yang fleksibel. Bukan hanya itu, upayakan jika kepala sikat gigi tidak menimbulkan alergi pada mulut bayi dan mudah dibersihkan.

Perhatikan Bentuk Sikat Gigi

Memilih sikat gigi bayi tidak dapat dilakukan dengan sembarang. Selain itu jenisnya pun tidak bisa dipilih secara acak seperti sikat gigi orang dewasa. Pilihlah sikat gigi dengan desain yang menarik yang disukai oleh si buah hati.
Dengan begini si kecil tidak akan mudah bosan. Misalkan, perhatikan pemilihan warna, bentuk atau hiasan yang terdapat pada bagian gagang. Oleh karenanya, tidak ada alasan untuk buah hati anda menolak pada saat tiba waktunya menggosok gigi.

Pedoman Dalam Memilih Sikat Gigi Bayi dan Balita

Selain dari sisi desainnya yang menarik. Sebaiknya, upayakan agar tidak ada bagian sikat gigi yang berbentuk lancip. Hal ini tentu menghindari kemungkinan sikat gigi yang akan melukai si buah hati saat mereka bermain bersama dengan sikatnya. Kesimpulan berdasarkan paparan diatas maka berikut ini adalah acuan yang singkat yang dapat anda jadikan sebagai pedoman dalam memilih sikat gigi untuk bayi dan balita.

  • Sebaiknya pilihlah sikat gigi ngan brand yang terpercaya dan sudah teruji dengan baik kualitasnya.
  • Penting juga memilih sikat gigi yang memang sudah diklasifikasikan berdasarkan dengan usia pengguna.
  • Pilihlah sikat gigi dengan tekstur dan ukuran yang sesuai untuk si kecil dengan baik.
  • Sebaiknya pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu yang amat lembut. Hal ini dilakukan agar bulu sikat tidak melukai mulut dan gusi si kecil.
  • Pilihlah sikat gigi yang tumpul dan kecil agar tidak melukai mulut si kecil atau membuatnya tersedak
  • Sebaiknya pilih sikat gigi yang mudah untuk digenggam si kecil agar ia bisa leluasa memegangnya.

Itulah dia beberapa tips memilih sikat gigi untuk balita. Semoga dapat bermanfaat dan memberikan informasi yang anda butuhkan. Pada intinya, kebiasaan menggosok gigi adalah hal penting dilakukan oleh si kecil akan tetapi pemilihan sikat gigi pun tidak dapat dilakukan dengan sembarang.

Hal ini dikarenakan struktur gigi pada si kecil tidak sama dengan anak-anak yang sudah lebih besar atau bahkan dengan orang dewasa. Kehati-hatian dalam memilih jenis sikat gigi akan menjadi media baik untunya dapat membersihkan mulut dan giginya dengan baik.

Tips Memilih Teether yang Aman Untuk Bayi – Bayi yang mulai tumbuh gigi umumnya akan mulai senang menggigit. Hal ini terjadi karena proses tumbuh gigi membuat bagian gusinya terasa nyeri dan juga gatal. Sehinga mereka akan membutuhkan sesuatu untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dialaminya. Teether adalah salah satu media yang baik untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan gigi pada anak bayi.

Menjelang usia 7 hingga 8 bulan umumnya bayi akan mulai mengembangkan pertumbuhan giginya. Perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi dengan tubuh bayi umumnya selalu membawa ‘tanda’ pada tubuhnya. Dari sekian banyak tanda tersebut, sakit, demam atau rewel seringkali membuat bayi merasa tidak nyaman.

Orangtua yang memiliki anak bayi yang rewel tentu akan merasa panik dan khawatir. Betapa tidak, jika biasanya bayi mereka terlihat ceria dan selalu aktif bergerak. Pada suatu waktu kondisi sakit dan demam tiba-tiba datang dan membuatnya tak henti menagis akan tentu membuat semua orangtua khawatir. Kekhawatiran yang dialami oleh para orangtua tentunya beralasan. Mereka takut jika sesuatu hal terjadi dengan buah cintanya. Jadi demikian, wajar jika anda akan merasa panik saat si kecil terlihat ‘berbeda’ atau ‘janggal’.

Akan tetapi, bila anda mengetahui tahapan perkembanagn si kecil dengan baik. Maka setidaknya dari mengenal gejala yang dialami oleh si kecil anda akan dapat menentukan tindakan apa yang harus dilakukan. Dengan begini, maka tingkat kepanikan sewaktu menangangi si kecil akan dapat dikurangi dengan baik.

Ada banyak hal yang membuat si kecil menjadi rewel atau terus menangis. Selain mengindikasikan ada gangguan kesehatan dalam tubuhnya. Hal lain yang juga memicu kondisi ini adalah pertumbuhan baru yang terjadi dengan tubuhnya, termasuk dengan pertumbuhan gigi. Lantas mengapa tumbuh gigi bisa membuat si kecil menjadi rewel dan bahkan mengalami demam?

Tips Memilih Teether yang Aman Untuk Bayi

Proses pecahnya gusi ketika gigi mendorong melalui garis gusi akan mungkin menyebabkan rasa nyeri dan bengkak pada si kecil. Kondisi ini akan mungkin membuat infeksi sangatlah rentan terjadi sehingga rewel atau tangisan pada si kecil menjadi hal yang umum terjadi.

Ketidak nyamanan diatas umumnya bukan semata dikarenakan gusi yang terluka. Namun lebih kepada adanya sel-sel pada gusi yang mati dan terpecah agar gigi dapat keluar. Akibatnya, kondisi ini membuat bayi mudah mengalami demam pada saat tumbuh gigi. Selain itu, umumnya kondisi ini pun membuat si kecil mengalami perubahan perilaku. Seperti sulit tidur, sulit makan dan bahkan menjadi mudah marah atau menangis.

Pada saat proses tumbuh gigi terjadi, bayi membutuhkan sesuatu yang akan dapat mengurangi perasaan sakit yang dialaminya. Selain itu, pada masa tumbuhnya gigi bayi anda akan cenderung senang menggigit. Jadi demikian, saat ini anda akan membutuhkan seusatu untuk membantu mengoptimalkan tumbuhnya gigi pada buah hati.

Nah, untuk mengatasi kondisi ini ada sebuah alat yang dapat membantu si kecil mengurangi perasaan sakit pada saat tumbuh gigi, yakni teether. Teether adalah sejenis mainan yang memang dirancang untuk digigit. Selain itu, mainan yang satu ini dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan gigi bayi pada usia 5-6 bulan ke atas.

Pada saat ini, gigi susunya mulai tumbuh dan gusi si kecil akan terasa gatal serta nyeri akibat gigi mendesak jaringan gusi. Dengan menggigit-gigit sesuatu, bayi akan merasa lebih nyaman. Bentuknya yang padat digenggam dan dijumpuk pada teether membuatnya juga dapat melatih keterampila motorik halus pada bayi.

Akan tetapi, agar tidak beresiko dalam menggunakan teether seperti, terinfeksi penyakit, luka sebab ada bagian yang tajam. Maka pemilihan teether haruslah dilakukan dengan baik dan teliti.

Nah, dibawah ini adalah beberapa tips memilih teether yang aman untuk bayi. Simak selengkapnya dibawah ini.

Tips Memilih Teether yang Aman Untuk Bayi

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum ibu memutuskan memberikan teether pada si kecil. Hal ini dikarenakan, teether adalah mainan yang dimasukkan dalam mulut anak. Sehingga demikian, kualitas dan beberapa hal penting lainnya harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Simak beberapa tips memilih teether yang aman untuk bayi berikut ini.

Pilih Teether yang Berlabel BPA-Free

Tips memiliih teether yang aman untuk bayi yang pertama adalah kualitas dari teether itu sendiri. Pilihlah kualitas yang baik dan aman untuk diberikan pada si kecil. Ketika anda pergi ke toko mainan bayi dan hendak membeli teether, sebaiknya pilihlah teether yang berlabel “BPA-Free”.

BPA adalah kepanjangan dari bisphenol-A yakni merupakan zat kimia sintetis yang pada umumnya digunakan dalam beragam jenis produk konsumer botol bayi.

Para ilmuwan menyebutkan bawah BPA dapat menjadi senyawa “penganggu hormon” karena zat ini dapat berpotensi mengganggu fungsi normal sistem hormon dalam tubuh. Efek dari masuknya senyawa ini kedalam tubuh akan dapat merugikan kesehatan serta berpengaruh terhadap masalah tingkah laku. Untuk itu, maka sebaiknya selektiflah dalam memilih jenis teether yang aman untuk bayi anda.

Pilihlah Teether yang Mudah Digenggam

Banyaknya variasi, bentuk dan warna yang tersedia pada teether membuat anda diberikan pilihan lebih leluasa saat membeli teether. Hanya saja, sebaiknya jangan pilih teether yang menurut anda menarik. Sebab tampilan lucu dan menggemaskan dari teether saja tidak cukup.

Anda perlu mempertimbangkan hal lain seperti ukuran dan bentuk dari teether. Teeteher yang terlalu besar atau terlalu kecil akan mungkin berbahaya untuk si kecil. Ukuran yang terlalu besar akan membuat si kecil sulit menggigitnya. Dan dikhawatirkan hal ini malah mambuat si kecil gemas dan malah menggigit tangannya sendiri.
Sementara itu, untuk teether yang lebih kecil dikhawatirkan akan termakan seluruhnya dalam mulut si kecil. Yang pada akhirnya membuat alat ini sulit dikeluarkan dari mulutnya.

Pilihlah Teether yang Kuat

Ada banyak jenis teether yang dijual. Akan tetapi, mengingat alat ini adalah mainan yang akan digigit oleh si kecil maka sebaiknya carilah teether yang benar-benar kuat. Atau dalam artian lain, pilihlah teether yang tidak mudah sobek atau bolong. Sebab hal ini dikhwatirkan akan membuat si kecil menelan serpihan teether yang telah dirusaknya.

Pilihlah Teether yang Mudah Dicuci

Penting sekali untuk mendapatkan teether yang mudah anda cuci. Jadi demikian sebaiknya jangan beli teether dengan ukuran yang kecil dan terdapat liukan atau ukiran rumit diatasnya. Sebab hal ini malah akan membuat anda semakin sulit membersihkan teether. Ketika teether tidak dibersihkan dengan baik maka pengaruhnya akan cukup bahaya untuk kesehatan buah hati anda. Untuk itu, cobalah bijak pada saat memilih peralatan yang satu ini.

Itulah dia beberapa hal yang penting diperhatikan dalam memilih teether. Pada dasarnya alat yang satu ini memang akan dibutuhkan oleh si kecil guna membantu mengoptimalkan pertumbuhan giginya dengan baik. Akan tetapi, memilih teether pun tidak dapat dilakukan dengan sembarang.

Penting merawat gigi susu pada bayi sejak dini. Ketahui cara merawat gigi susu bayi yang baik dan benar.

Gigi merupakan salah satu bagian penting pada bayi yang perlu diperhatikan. Gigi itu sendiri adalah bagian pendukung dalam proses mencerna makanan. Dimana gigi memiliki fungsi untuk menggigit, menghaluskan, memotong dan merobek makanan. Kesehatan dan kebersihan gigi perlu diperhatikan, terlebih lagi pada bayi. Gigi susu pada bayi merupakan gigi yang pertama kali tumbuh, dimana keberadaan gigi susu tersebut akan digantikan dengan gigi permanen.

Jumlah gigi susu seluruhnya ada 20 buah. Gigi tersebut terdiri dari empat buah gigi seri yang berada di atas dan bawah, empat gigi seri di samping yang letaknya mengapit gigi seri yang berada di tengah, delapan gigi geraham dan empat gigi taring.

Cara Merawat Gigi Susu Bayi

Cara Merawat Gigi Susu Bayi

Gigi susu pada bayi perlu diperhatikan dan dirawat oleh orang tua. Akan tetapi, sebelum mengetahui cara merawat gigi susu pada bayi, ada baiknya jika anda mengetahui waktu gigi susu tumbuh dan tanggal pada bayi seperti berikut ini.

Usia Bayi Ketika Gigi Susu Tumbuh dan Tanggal

Tumbuhnya gigi susu memiliki perbedaan antara bayi yang satu dengan bayi yang lainnya. Meskipun jarang, tetapi sebagian bayi baru lahir sudah mulai tumbuh gigi susu. Gigi susu ini umumnya akan tanggal ketika si kecil sudah beranjak dewasa atau anak-anak. Dimana waktu tanggalnya gigi susu antara anak yang satu dengan anak yang lainnya pun memiliki perbedaan. Berikut ini waktu gigi susu tumbuh pada bayi.

Gigi Susu Tumbuh

Tumbuh gigi pada rahang atas

  • Gigi seri depan umumnya akan tumbuh ketika bayi berusia 8 sampai 12 bulan
  • Gigi seri yang terletak di samping akan tumbuh ketika bayi berusia 9 sampai 13 bulan
  • Gigi taring tumbuh ketika bayi berusia 16 sampai 22 bulan
  • Gigi graham besar yang pertama tumbuh pada bayi ketika usianya 13 sampai 19 bulan
  • Gigi geraham besar yang kedua tumbuh ketika usia bayi 25 sampai 33 bulan

Tumbuh gigi pada rahang bawah

  • Gigi seri depan tumbuh ketika bayi berusia 6 sampai 10 bulan
  • Gigi seri yang terletak di samping tumbuh ketika bayi berusia 10 sampai 16 bulan
  • Gigi taring akan tumbuh pada bayi berusia 17 sampai 23 bulan
  • Gigi geraham besar yang pertama tumbuh ketika usia bayi 14 sampai 18 bulan
  • Gigi geraham besar yang kedua tumbuh pada bayi usia 23 sampai 31 bulan

Tips Menghindari Rasa Sakit Saat Tumbuh Gigi

Ketika gigi susu mulai tumbuh pada gusi bayi, maka bayi akan merasakan rasa yang berbeda. Beberapa bayi tidak akan menampakan gejala apapun, akan tetapi beberapa bayi merasa kesakitan atau rewel.
Ketika bayi rewel karena tumbuh gigi, anda jangan merasa khawatir. Pasalnya beberapa cara bisa anda lakukan untuk mengatasi bayi rewel saat tumbuh gigi. Berikut ini langkah-langkah yang bisa anda lakukan.

Teether

Teether bisa anda manfaatkan untuk mengatasi bayi rewel karena tumbuh gigi. Teether dapat membuat bayi lupa akan sakit yang dirasakan pada gusi karena tumbuh gigi. Agar fungsi teether itu sendiri lebih optimal, anda bisa menyimpan teether di dalam kulkas atau lemari es. Rasa dingin pada teether akan membuat gusi si kecil menjadi lebih nyaman. Akan tetapi, anda tetap harus memastikan jika suhu teether tidak terlalu dingin. Jangan simpan teether di dalam freezer karena akan membuat teether menjadi keras dan dingin untuk bayi.

Cemilan

Ketika giginya tumbuh kemungkinan besar si kecil sering menggigit benda-benda yang ada di sekitarnya. Untuk menghindari hal seperti itu, maka anda bisa memberikan cemilan sehat pada bayi anda. Beberapa cemilan sehat untuk bayi yang bisa anda berikan pada si kecil di antaranya yaitu irisan kecil apel, wortel atau roti. Ketika memberikan cemilan pada si kecil, anda bisa selalu mendampingi bayi anda agar ia tida tersedak.

Merawat Gigi Susu Bayi

Untuk mencegah terjadinya kerusakan, penting untuk merawat gigi susu pada bayi. Sebelum gigi susu tumbuh, anda juga bisa merawat gusi bayi.

Berikut ini cara merawat gigi susu bayi, sekaligus gusi bayi yang bisa anda lakukan di rumah.

  • Sebelum gigi susu bayi anda tumbuh, maka disarankan untuk sering membersihkan gusi bayi anda dengan rutin. Untuk menggosok gusi bayi, anda bisa memanfaatkan lap atau kain lembut yang sudah dibasahi air matang. Gosok gusi dengan kain lembut tersebut dengan perlahan-lahan.
    Anda bisa membersihkan gusi bayi sebelum bayi anda tidur atau setelah makan. Bersihkan gusi bayi sebanyak 2 kali dalam sehari.
  • Apabila anda bermaksud untuk mengenalkan sikat gigi ketika gigi susunya mulai tumbuh, maka pilihlah sikat gigi yang lembut atau khusus untuk bayi. Anda bisa membasahi sikat gigi dengan menggunakan air dan tidak perlu menggunakn pasta gigi.
  • Saat gigi susunya mulai muncul lebih banyak, anda bisa membersihkan menggunakan sikat gigi.
  • Mulailah untuk menggunakan pasta gigi. Gunakan pasta gigi khusus untuk bayi sedikit saja.
  • Ketika membersihkan gigi menggunakan sikat gigi, sebaiknya anda yang harus melakukannya. Ini bisa anda lakukan hingga si kecil bisa menggosok giginya sendiri.
  • Ketika usia si kecil sudah menginjak 3 tahun, maka anda bisa menambahkan porsi pasta gigi yang digunakan untuk membersihkan giginya.
  • Kenalkan makanan sehat pada bayi anda agar gigi susunya tetap terawat.
  • Untuk memastikan keadaan atau kesehatan giginya, anda bisa mengunjungi dokter gigi secara teratur.

Membiasakan untuk merawat gigi susu bayi sejak dini adalah hal penting. Rawatlah gigi susunya dengan sebaik mungkin dan hindari hal-hal yang akan merusak giginya. Demikian cara merawat gigi susu bayi. Semoga bermanfaat.