Kelainan pada tubuh bayi bisa diketahui dengan melihat langsung fisik bayi. Namun, kelainan pada tubuh bayi ada juga yang tidak nampak. Untuk itu, penting mengetahui apa saja kelainan pada tubuh bayi yang umum ditemui.

Kehamilan merupakan sebuah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Pasalnya, buah hati akan segera datang melengkapi keluarga. Tangisannya yang menggemaskan dan tubuhnya yang mungil akan senantiasa menghangatkan rumah.

Oleh karena itu, ketika kehamilan datang calon orang tua akan memberikan semua yang terbaik untuk buah hatinya. Meskipun masih berada di dalam kandungan, orang tua akan selalu menjaga kesehatan bayinya dengan melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin, konsumsi makanan bernutrisi dan lain sebagainya.

Kelainan Pada Tubuh Bayi

Akan tetapi, setelah bayi dilahirkan ke dunia ini, tidak jarang bayi mengalami kelainan pada tubuh atau fisiknya. Dimana kelainan pada bayi penyebabnya yaitu karena adanya kelainan fungsi, metabolisme tubuh, sturuktur yang terjadi pada saat bayi dilahirkan. Keadaan seperti ini bisa kita ketahui dengan melihat langsung fisik bayi.

Meskipun begitu, kelainan juga ada yang tidak nampak. Sehingga tidak sedikit ibu yang tidak menyadari kelainan pada anaknya tersebut.

Beberapa kelainan umum ditemui pada bayi. Untuk mengetahui lebih jelas akan apa saja kelainan pada tubuh bayi tersebut, penting untuk menyimak penjelasan di bawah ini.

Kelainan Pada Tubuh Bayi yang Umum Ditemui

Wajah

Penting bagi orang tua untuk mengamati wajah sang buah hati setelah ia lahir ke dunia ini. Amatilah apakah wajah bayi anda simetris atau tidak. Untuk mengetahuinya, anda bisa melakukan pengamatan ketika si kecil sedang tertawa atau menangis. Apabila pada saat si kecil menangis anda melihat bibirnya tidak simetris, dimana sudut bibirnya miring, keadaan tersebut merupakan tanda bahwa ada kelumpuhan yang terjadi pada saraf 7. Sedangkan jika ketidaksimetrisan tersebut terlihat pada lidah, maka tandanya terdapat kelumpuhan pada saraf 12. Jika seperti ini, maka anda bisa melakukan konsultasi langsung pada ahli saraf untuk mengetahui apakah ada bentuk penanganan atau lain sebagainya.

Kepala

Sejak lahir sampai usia bayi 1 tahun biasanya pengukuran lingkar kepala dilakukan secara berkala. Pengukuran lingkar kepala dilakukan dari dahi hingga belakang kepala. Lingkar kepala bayi yang normal sekitar 32 sampai 37 cm.

Apabila lingkar kepala bayi lebih dari 37 cm, maka penyebabnya yaitu hidrosefalus atau keadaan dimana adanya penumpukan cairan otak yang disebabkan karena terdapat gangguan pada aliran cairan di otak. Gangguan ini akan membuat cairan menjadi bertambah banyak, kemudian akan menekan jaringan otak yang terdapat di sekitarnya. Sebagai langkah untuk menangani masalah ini yaitu dengan melakukan pembedahan untuk memperbaiki saluran pembuangan cairan pada otak.

Sedangkan jika ukuran lingkar kepala bayi kurang dari 32 cm, keadaan ini disebut dengan mikrosefali. Dimana mikrosefali merupakan kelainan pada pertumbuhan tengkorak kepala bayi, akibatnya kepala penderita terlihat lebih kecil dari ukuran kepala normal. Kelainan ini dapat menjadi tanda bahwa terdapat ketidaksempurnaan yang terjadi pada perkembangan otak. Selain itu, ukuran kepala bayi yang kecil bisa menjadi pertanda bahwa sutura atau bagian tengkorak bayi sudah menutup sebelum waktunya. Jika keadaan ini terjadi, maka harus segera konsultasi pada dokter. Sutura menutup sebelum waktunya akan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak si kecil.

Selain kedua kelainan tersebut, ada juga kelainan pada kepala bayi lainnya yang disebut dengan kepala peyang atau asimetris. Dimana kelainan ini disebabkan karena adanya tekanan saat proses persalinan. Tulang tengkorak bayi masih lunak ketika ia lahir. Tekanan pada jalan lahir ketika bayi dilahirkan dapat mempengaruhi bantuk kepala bayi. Selain itu, posisi bayi saat tidur hanya pada satu sisi saja akan membuat bagian kepala yang mengalami penekanan menjadi bertambah pipih. Untuk mengatasi bentuk kepala peyang, bisa dilakukan dengan merubah posisi tidur bayi. Ketika bayi tidur, usahakan posisi kepalanya simetris atau tidak miring ke kiri maupun miring ke kanan. Kelainan bentuk kepala bayi ini akan kembali normal dengan sendirinya.

Mata

Anda harus mengetahui ukuran normal mata bayi dari pertama si kecil dilahirkan sampai usianya setahun. Saat dilahirkan diameter mata bayi normal umumnya 16 mm. Dimana ukuran mata bayi akan bertambah sampai 3,8 mm pada saat usianya setahun. Untuk kornea mata bayi memiliki ukuran atau diameter 10 mm. Sedangkan jika kornea mata lebih besar, bisa menjadi pertanda adanya gangguan yang menimpa matanya seperti misalkan glaukoma. Selain itu, bisa juga tanda hipertiroid apabila diiringi dengan gejala lainnya seperti misalkan tangan bayi selalu berkeringat berlebihan dan terlihat gemetar.

Leher

Perhatikan apakah leher bayi bisa menengok atau tidak. Jika bayi anda hanya mampu menengok ke satu sisi, anda tidak perlu merasa khawatir. Pasalnya, keadaan ini biasanya disebabkan karena adanya kelainan pada otot dan akan menghilang setelah usia bayi 8 sampai 10 minggu. Akan tetapi, jika keadaan ini menimpa bayi hingga usianya lebih dari 10 minggu, sebaiknya segera konsultasi pada dokter karena ditakutkan leher bayi mengalami kelainan.

Daun Telinga

Posisi telinga dan mata seharusnya sejajar pada saat dilakukan penarikan garis horizontal dari mata ke arah daun telinga. Apabila posisi telinga lebih rendah atau berada di bawah garis horizontal, maka kemungkinan bayi mengalami sindrom tertentu dan memerlukan penanganan yang khusus.
Apabila telinga bayi nampak terlipat saat ia dilahirkan, keadaan ini biasanya akan normal kembali dalam hitungan hari. Keadaan ini terjadi karena terdapat tekanan jalan lahir. Tapi, jika daun telinga bayi anda menempel pada kulit kepala, diperlukan tindakan untuk memisahkannya. Anda bisa konsultasi pada dokter akan kelainan tersebut.

Namun, bila hanya terlihat sedikit tonjolan pada daun telinga, anda jangan terlalu merasa khawatir. Pasalnya, kelainan bentuk ini masih pada tahap normal. Begitu pun dengan bentuk telinga yang terlalu kecil atau terlalu besar. Dimana keadaan ini umumnya memiliki kaitan dengan genetik.

Bibir

Salah satu kelainan pada bibir yaitu bibir sumbing. Bibir sumbing itu sendiri merupakan keadaan dimana terdapat ketidaksempurnaan penyambungan bibir atas tepat di bawah hidung. Bibir sumbing itu sendiri dikenal dengan celah bibir. Kelainan yang menimpa bibir ini biasanya diiringi dengan

terdapatnya celah pada langit mulut.
Bibir sumbing dapat menyebabkan gangguan berbicara, bayi akan kesulitan pada saat makan dan menyebabkan infeksi telinga pada bayi.

Tangan

Jika jari berlebihan, maka anda harus waspada. Kelebihan jari pada sekitar ibu jari dapat menjadi tanda terdapat kelainan pada jantung atau darah. Sedangkan jika kelebihan jari terjadi di sekitar kelingking, tidak menandakan keadaan apapun dan hanya kelainan bentuk.

Kaki

Kaki bayi berbentuk O atau X merupakan kelainan yang memiliki kaitan dengan posisi bayi saat berada di dalam kandungan. Kelainan pada kaki bayi ini bisa disebabkan karena bagian kaki terimpit. Akibatnya akan menyebabkan kelainan bentuk kaki atau telapak kaki.

Sedangkan jika kaki bayi tidak simetris atau panjang sebelah bisa menjadi pertanda adanya kelainan pada pinggul bayi.

Itulah beberapa kelainan pada tubuh bayi yang umum ditemui. Penting untuk memperhatikan fisik bayi anda guna mengetahui apakah kelainan tersebut dialami oleh bayi anda atau tidak. Jika anda menemukan kejanggalan, anda bisa langsung konsultasi pada dokter.

Selalu gelisah saat tidur akan menyebabkan kualitas tidur bayi menurun. Untuk menemukan solusi yang tepat, anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebab bayi gelisah saat tidur.

Berbeda dengan orang dewasa, bayi yang gelisah saat tidur tidak bisa menyesuaikannya sehingga membuat ia cenderung rewel. Orang tua kerap kali kebingungan menghadapi bayinya yang mengalami keadaan ini. Ketika bayi mengalami gelisah dalam tidurnya, posisi tidurnya cenderung berubah-rubah, berguling-guling, tegang dan nafasnya tidak teratur. Beberapa faktor diketahui menjadi penyebab bayi gelisah pada saat tidur, mulai dari faktor fisik bayi hingga berkaitan dengan psikologinya.

Bayi gelisah saat tidur akan membuat tidurnya tidak nyenyak, sehingga kualitas tidurnya akan terganggu. Seperti yang kita ketahui tidur merupakan aktivitas penting untuk bayi. Bahkan bayi dianjurkan banyak tidur, selain untuk merangsang tumbuh kembang otak, hormon pertumbuhan dikeluarkan saat tidur. Tidur memiliki andil dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Apabila tidur bayi terganggu, maka kadar sel darah putih di dalam tubuhnya akan menurun. Sehingga apabila sudah seperti ini efektivitas sistem kekebalan tubuh anak akan menjadi terganggu, akibatnya bayi akan gampang sakit. Oleh karena itu, memaksimalkan kuantitas dan kualitas tidur harus diketahui oleh orang tua, salah satunya cara mengatasi bayi gelisah saat tidur.

Penyebab bayi gelisah saat tidur

Langkah utama mengatasi bayi gelisah saat tidur yaitu dengan mengetahui terlebih dahulu penyebabnya, kemudian anda bisa menentukan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Berikut ini beberapa keadaan yang sering dikaitkan sebagai penyebab bayi gelisah saat tidur.

Penyebab Bayi Gelisah Saat Tidur

Kolik

Kolik merupakan masalah kesehatan yang sering dikaitkan dengan penyebab bayi gelisah saat tidur. Kolik umumnya terjadi pada bayi saat bulan pertama kelahirannya. Ketika si kecil mengalami kolik, maka ia cenderung lebih rewel, gelisah saat tidur, menangis kesakitan dan perutnya menjadi kembung.
Langkah yang bisa diambil untuk mengatasi keadaan ini yaitu dengan menghindari beberapa jenis makanan yang mengandung gas pada saat anda menyusui si kecil. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi oleh ibu akan diserap oleh bayi melalui ASI, sehingga berdampak pada kesehatan si kecil. Penting bagi ibu menyusui untuk menghindari makanan yang dapat mengganggu kesehatan si kecil.

Lapar

Bayi cenderung gelisah dan tidak bisa tidur ketika merasa lapar. Bayi yang tidak mendapatkan makanan atau ASI sebelum tidur akan cenderung lebih rewel dan akan sering terbangun dari tidurnya. Oleh karena itu, guna menghindari bayi gelisah saat tidur, sebaiknya pastikan si kecil dalam keadaan kenyang. Anda dapat memberinya makan 1 jam sebelum ia ditidurkan. Ketika mendapatkan cukup makanan, ia akan merasa lebih nyaman dan tidak akan sering terbangun.

Flu dan Batuk

Ketika masalah kesehatannya terganggu, seperti misalkan si kecil mengalami batuk dan flu pada bayi, maka ia akan mengalami kesulitan ketika tidur. Hanya dalam hitungan menit si kecil dapat tidur dan kembali bangun. Bahkan keadaan ini akan semakin diperparah dengan tersumbatnya hidung bayi sehingga ia akan mengalami kesulitan ketika bernafas.

Jika penyebab bayi gelisah saat tidur karena keadaan ini, maka sebagai solusinya anda bisa memposisikan kepala si kecil lebih tinggi dari kakinya. Jika hidung si kecil tersumbat, anda bisa memanfaatkan alat penyedot ingus khusus untuk bayi. Untuk melegakan pernafasannya, oleskan minyak telon pada dada si kecil.

Ruam Popok

Ruam popok pada bayi bisa menjadi penyebab bayi gelisah saat tidur. Penyebab dari ruam popok itu sendiri terjadi karena kebersihan area popok yang kurang terjaga. Dalam keadaan tertentu, bakteri yang terdapat pada urine akan terurai menjadi amonia, sehingga bayi akan mengalami ruam yang bertambah parah. Dimana keadaan ini akan membuat bayi tidak nyaman dan tidurnya akan terganggu.
Apabila si kecil terlanjur terkena ruam popok, agar keadaannya tidak bertambah parah beberapa langkah bisa anda lakukan seperti berikut:

  • Rutin periksa keadaan popok si kecil, jika sudah basah segera ganti popoknya.
  • Untuk menghindari iritasi, hindari penggunaan tisu.
  • Ketika hendak mengeringkan bagian basah, anda cukup menepuk-nepuk kulitnya. Hindari menggosok kulitnya.
  • Jangan biarkan si kecil selalu menggunakan popok karena kulit bayi juga perlu bernafas.
  • Hindari penggunaan bedak karena bedak akan memicu kulit bayi teriritasi.
  • Gunakan ukuran popok satu ukuran lebih besar selama si kecil menjalani proses penyembuhan dari ruam popok.
  • Apabila anda menggunakan popok kain, setelah digunakan harus dicuci hingga bersih, serta hindari menggunakan pewangi pakaian.
  • Jangan gunakan popok pada si kecil terlalu kencang.

Basah

Biasanya rata-rata bayi berusia 6 bulan akan buang air kecil sekitar 5 sampai 7 kali setiap malam. Jika anda menemukan popok si kecil basah, maka anda bisa segera menggantinya. Keadaan yang tetap dibiarkan akan menyebabkan ruam popok pada bayi.

Stres

Stres dapat mempengaruhi tidur si kecil, sehingga ia cenderung gelisah. Untuk mengatasinya anda bisa mencoba membantu menenangkan si kecil dengan rutinitas tidur tenang.

Untuk mendukung situasi tidur yang mempengaruhi kualitas tidurnya, maka anda bisa menciptakan suasana yang sejuk, nyaman dan hening. Untuk menghindari bayi tidur gelisah, matikan lampu kamar atau ruangan dan gunakan penerangan hanya lampu tidur saja.