Memilih makanan untuk balita diare – Diare merupakan salah satu masalah sistem pencernaan yang bisa menimpa siapa saja, baik dewasa, anak-anak maupun balita. Ketika balita mengalami diare, pemilihan makanan yang tepat harus dilakukan.

Kesehatan bayi merupakan hal penting yang selalu diperhatikan oleh setiap orang tua. Berubahnya kondisi kesehatan pada si kecil tidak jarang membuat orang tua merasa cemas dan khawatir. Bayi umumnya rentan mengalami beberapa masalah kesehatan, ini disebabkan karena sistem imun tubuh bayi yang masih belum terbentuk sempurna. Salah satu masalah kesehatan yang bisa dialami bayi yaitu masalah sistem pencernaan bayi. Dimana masalah sistem pencernaan tersebut berkaitan dengan buang air besar atau lebih dikenal dengan diare pada bayi.

Diare itu sendiri sebenarnya bukan penyakit, tetapi keadaan dimana feses atau tinja berubah menjadi lebih lembek atau cair dan frekuensi buang air besar paling sedikit biasanya tiga kali dalam 24 jam. Dalam beberapa kasus bayi mengalami keadaan ini secara berulang, dimana keadaan ini akan menyebabkan penyerapan nutrisi.

Makanan Untuk Balita Diare

Biasanya anak yang mengalami diare akan disertai dengan muntah. Keadaan ini sebenarnya umum terjadi, namun meskipun begitu anda tetap harus waspada. Jika keadaan ini tetap dibiarkan maka akan menyebabkan masalah kesehatan yang lainnya.

Diare pada balita biasanya lebih banyak disebabkan karena keracunan makanan. Oleh karena itu dalam memilih makanan untuk si kecil yang sedang menderita atau mengalami diare, anda harus lebih teliti dan selektif.

Panduan Memilih Makanan Untuk Balita Diare

Faktor utama yang memiliki pengaruh pada sistem pencernaan yaitu kebersihan dari makanan yang dikonsumsi. Standar makanan yang baik yaitu makanan yang kaya akan kandungan nutrisi. Selain itu makanan yang dikonsumsi kehigenisannya harus terjaga. Bakteri yang menjadi penyebab sakit perut dan mengakibatkan si kecil diare bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tidak diolah dengan cara yang baik dan benar. Oleh karena itu, penting dalam memilih jenis makanan yang tepat untuk si kecil. Berikut ini beberapa panduan memilih makanan untuk balita diare.

Pilih Makanan yang Mudah Dicerna

Dalam memilih makanan untuk balita yang sedang mengalami diare anda harus memilih jenis makanan yang lebih mudah dicerna serta mudah diserap oleh sistem pencernaan balita. Salah satu penyebab diare yang dialami oleh balita di antaranya yaitu karena jenis makanan yang sulit untuk dicerna. Oleh karena itu, anda bisa menyajikan nasi tim atau bubur dengan tekstur yang lembut.

Hindari Memberikan Makanan Tinggi Akan Serat

Selama si kecil mengalami diare maka anda bisa menghindari atau menunda memberikan makanan yang mengandung serat yang tinggi seperti misalkan sayur dan buah. Serat tinggi yang terkandung pada buah-buahan dapat merangsang produksi gas di dalam perut si kecil, akibatnya keadaan si kecil akan bertambah parah.

Hindari Makanan Kaya Akan Lemak

Makanan yang mengandung lemak tinggi pun harus dihindari selama si kecil mengalami diare. Beberapa jenis makanan yang tinggi akan lemak di antaranya yaitu santan dan cokelat. Kandungan lemak pada makanan tersebut akan semakin memperburuk kedaan pencernaan bayi anda yang mengalami diare.

Hindari Menambahkan Bumbu Pada Makanan Si Kecil

Ketika anda hendak menyajikan makanan untuk si kecil yang menderita diare, maka sebaiknya hindari menambahkan bumbu seperti merica atau rasa asam. Makanan yang berbumbu seperti itu akan semakin memperparah kondisi kesehatan si kecil.

Berikan Jus yang Tidak Memiliki Rasa Asam

Bayi yang mengalami diare memiliki resiko lebih berat mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, untuk mencegah keadaan ini anda bisa memberikan asupan cairan yang cukup. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang anda bisa memberikan jus buah. Berikan jus buah yang tidak memiliki rasa asam seperti jus melon.

Berikan Makanan Dengan Asupan Pectin

Anda bisa memberikan makanan pada si kecil yang mengandung pectin. Makanan yang mengandung pectin akan membantu penyerapan air yang terjadi pada usus besar. Makanan yang mengandung pectin di antaranya yaitu buah pisang, buah apel, wortel dan kentang.

Selain makanan yang harus diperhatikan ketika si kecil mengalami diare, pola makan selanjutnya penting untuk diperhatikan. Anda harus memastikan kecukupan nutrisi perharinya terpenuhi.
Itulah beberapa panduan dalam memilih makanan yang baik ketika balita mengalami masalah pencernaan diare. Apabila keadaan si kecil tidak kunjung membaik, serta sebagai langkah untuk mengurangi resiko terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan, sebaiknya anda bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Hindari memberikan obat apapun tanpa resep dari dokter.

Masalah sistem pencernaan bisa dicegah dengan selalu menjaga asupan makanan. Oleh karena itu, sebagai orang tua yang bijak anda harus lebih teliti dalam memilih jenis makanan untuk buah hati tercinta. Perhatikan nutrisi dan gizi yang terkandung pada makanan yang akan anda berikan serta kebersihan dari makanan tersebut. Sebelum mengolah makanan, anda harus membiasakan untuk mencuci bahan makanan hingga benar-benar bersih dan mengolah makanan dengan cara yang tepat atau hingga benar-benar matang sebelum disajikan untuk buah hati tercinta.

Demikian panduan memilih makanan untuk balita diare. Semoga bermanfaat.

Mengatasi mencret pada bayi baru lahir adalah hal yang penting. Hal ini dikarenakan bayi mencret cenderung berada dalam situasi yang lebih beresiko mengalami komplikasi dibandingkan dengan orang dewasa yang tengah mengalami diare. Pada kondisi ini, mencret atau diare yang menyerang bayi akan mungkin membuat si bayi baru lahir mengalami dehidrasi dengan cepat, bahkan dalam waktu 2 jam setelah diare bermula. Kondisi ini akan sangat berbahaya, terutama pada bayi baru lahir. Untuk itu penting segera ditangani.

Kondisi sistem imutinas yang belum terbentuk dengan sempurna membuat tubuh bayi baru lahir rentan dengan penyakit. Berbagai permasalah dan gangguan kesehatan akan mungkin dialami oleh bayi baru lahir. Itulah mengapa dalam hal ini orangtua perlu menjadi siaga dalam merawat dan menangani kesehatannya.

Berbeda dengan orang dewasa yang mampu menahan pengobatan saat ada kendala. Gangguan kesehatan yang terjadi pada bayi baru lahir tidaklah dapat dikompromikan. Terlambat atau salah penanganan yang terjadi akan berpengaruh besar bahkan hingga mengancam keselamatannya. Termasuk dengan masalah mencret atau diare yang terjadi.

Bayi baru lahir, terutama yang mengkonsumsi ASI memang mengeluarkan feses atau tinja dengan tekstur yang encer. Hal ini akan terlihat berbeda bila dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula. Kondisi inilah yang terkadag membuat ibu bingung dalam menentukan apakah tinja yang dikeluarkan oleh bayi anda normal atau tidak.

Umumnya, tinja normal pada bayi yang mengkonsumsi ASI akan berwarna kekuningan, bertekstur lembut dan juga cair. Meskipun tidak terlalu sering terjadi, bayi baru lahir yang masih diberikan ASI akan mungkin buang air besar hingga 5 kali dalam satu hari. Sementara itu, adakalanya saat perutnya penuh, ASI merangsang saluran pencernaan shingga bayi akan langsung buang air besar setelah diberikan ASI oleh ibunya.

Mengatasi Mencret Pada Bayi Baru Lahir

Ketika usia bayi mulai memasuki usia 1 bulan, si kecil akan dapat buang air besar sebanyak satu hingga dua kali setiap harinya. Sementara itu, untuk bayi yang diberikan denga susu formula mereka hanya buang air besar sekali sehari dengan tinjau yang berbau dan tekstur yang lebih keras.

Sebelum mengenal pola buang air besar pada bayi, ibu mungkin mengalami kesulitan dalam membedakan apakah bayi anda mengalami diare atau hanya buang air besar dengan fees atau tinja yang lunak saja. Curigai bayi anda mengalami diare apabila terjadi perubahan frekuensi buang air besar yang terjadi dengan tiba-tiba dan menjadi lebih sering daripada biasanya. Selain itu, perhatikan pula tekstur dari tinja si kecil. Pada penderita diare, tekstur tinja biasanya jauh lebih lunak dan cair daripada kondisi biasanya.

Dengan mengetahui lebih dini gejala diare pada si kecil maka penanganan lebih cepat akan dapat dapat dilakukan. Dengan begini kemungkinan terburuk dari masalah ini akan bisa dihindari.

Kenali Penyebab Mencret Pada Bayi Baru Lahir

Diare menjadi penyebab nomor satu malagizi yang terjadi pada balita pada sebagian besar negara berkembang. Kondisi ini umumnya terjadi akibat air yang terkena polusi dan makanan yang terkontaminasi yang dikonsumi oleh bayi. Adapun alasan utama bayi mengalami mencret adalah adanya penyakit Rotavirus sebagai pemicu dari penyakit gastroenteritis. Infeksi inilah yang menyebabkan gangguan pada organ dalam usus pada bayi sehingga nutrisi pada makanan menjadi tidak terserap dengan merata dan timbulah keluarnya cairan secara berlebihan.

Selain itu, penyebab lain yang mungkin memicu timbulnya diare atau kondisi mencret pada bayi adalah tubuh bayi yang terjangkit dengan virue, parasit dan bakteri. Umumnya jenis mikroorganisme ini terdapat pada benda-benda yang kotor atau lantai ketika bayi bermain. Mikroorganisme yang menempel pada tubuh dan tangan bayi kemudian masuk kedalam tubuhnya lewat mulutnya. Bayi yang mencret pun dapat terjadi sebab adanya alergi, susu formula yang tidak diolah dengan tepat, konsumsi antibiotik dan juga sebab dari kekurangan enzim.

Dampak Mencret Pada Bayi

Bayi mencret akan dapat kehilangan cairan serta elektrolit dalam tubuhnya. Hal inilah yang akan menggiring bayi pada kondisi dehidrasi. Adapun tanda dehidrasi yang dapat dikenali pada bayi adalah tubuh bayi yang tampak lemas, mata yang cekung dan tampak haus. Pada kondisi ini ketika anda memberikan ASI bayi akan dengan lahap menyantapnya, namun ia pun akan menjadi rewel dan gelisah.

Sementara itu, pada kondisi yang lebih berat dehidrasi pada bayi akan mungkin membuat mereka mengalami kantuk karena kesadaran yang menurun. Tangan dan kaki pada bayi pun akan berubah menjadi dingin dan nafasnya akan mungkin menjadi lebih cepat. Bila kondisi ini tidak segera ditangani dengan cepat maka akan berujung pada kerusakan otak dan bahkan kematian.

Mengatasi Mencret Pada Bayi Baru Lahir dan Dampak Dehidrasi

Penting sekali untuk para orangtua senantiasa mengenali gejala-gejala utama yang menandakan mencret pada bayi baru lahir. Salah satu cara mengatasi mencret pada bayi baru lahir adalah dengan siaga melakukan penanganan setelah anda melihat tanda-tandanya. Bila bayi terus mengeluarkan tinja car atau tinja yang disertai dengan darah ata lendir. Demam dan juga muntah maka sebaiknya lakuka segera beberapa hal dibawah ini.

  • Guna mencegah dehidrasi, pastikan bila si buah hati mendapatkan asupan cairan yang cukup.
  • Hindari pula memberikan ia minuman dengan kandungan gula. Hal ini dikarenakan gula yang tidak diserap oleh tubuh akan menyebabkan lebih anyak cairan kedlam usus. Kondisi ini malah memperparah.
  • Upayakan agar bayi baru lahir yang mengalami mencret untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Baringkan bayi dan pisahkan dari keramaian.
  • Pastikan bila ibu terus memberikan ia ASI agar cairan dalam tubuhnya tetap terpenuhi.

Kondisi mencret pada bayi baru lahir memang akan cukup membuat ibu khawatir. Untuk itulah mengetahui cara mengatasi mencret pada bayi baru lahir akan menjadi solusi yang tepat untuk masalah ini. Yang terpenting dalam hal ini adalah kewaspadaan ibu dalam memperhatikan dan mendeteksi gejala mencret pada bayi. Sebab bila kondisi ini terlambat ditangani maka akan fatal akibatnya. Selain melakukan beberapa hal diatas cara paling aman mengatasi mencret pada bayi baru lahir adalah dengan berkonsultasi dengan dokter.

Bayi baru lahir belum bisa diberikan sembarang obat ataupun ditangani dengan cara yang tidak tepat. Melalui dokter, maka penanganan yang terbaik akan bisa diberikan. Sebab sebelum memberikan tindakan dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi si buah hati dan segala faktor lainnya.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari mengatasi mencret pada bayi baru lahir. Semoga cara diatas dapat bermanfaat dan memberikan informasi yang anda butuhkan. Sampai berjumpa kembali pada pembahasan yang lainnya.