Dehidrasi sangat beresiko pada bayi. Oleh karena itu penting mengetahui tips mencegah dehidrasi pada bayi.

Dehidrasi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum menimpa bayi. Karena kurangnya pemahaman akan masalah kesehatan yang satu ini, sehingga banyak orang tua bertanya akan bahaya yang ditimbulkan. Apakah dehidrasi pada bayi berbahaya dan berakibat fatal? Jika tidak segera diatasi dehidrasi akan berakibat fatal. Bayi yang mengalami dehidrasi akan mengalami berbagai kerusakan tubuh, bahkan bisa saja menyebabkan kematian.

Dehidrasi yang dialami oleh bayi sama halnya dengan dehidrasi yang dialami oleh orang dewasa. Dimana ketika bayi mengalami dehidrasi, tubuhnya mengalami kehilangan banyak cairan. Sedangkan sekitar 70 persen tubuh manusia diisi oleh cairan yang memiliki manfaat sebagai pelancar aliran darah.
Apabila cairan di dalam tubuh berkurang, maka akibatnya aliran darah ke seluruh tubuh akan mengalami hambatan. Padahal seperti yang kita ketahui, fungsi utama darah dalam tubuh yaitu untuk membawa oksigen dan makanan ke seluruh tubuh, terlebih lagi ke paru-paru dan otak yang berfungsi sebagai pengatur metabolisme tubuh.

Mencegah dehidrasi pada bayi

Dehidrasi pada bayi itu sendiri disebabkan oleh beberapa hal. Berikut ini beberapa penyebab dehidrasi pada bayi.

Penyebab Dehidrasi Pada Bayi

Diare/Muntaber. Sampai saat ini, diare pada bayi merupakan masalah kesehatan yang menjadi penyebab utama kematian yang dialami oleh bayi. Penyakit diare akan membuat si kecil terinfeksi. Dimana gejala yang ditunjukan yaitu mual dan muntah, serta buang air besar berulang. Keadaan si kecil akan semakin bertambah parah, karena biasanya ketika mengalami diare nafsu makan maupun minum akan menurun. Apabila ada makanan atau minuman yang masuk, mungkin jumlahnya hanya sedikit. Bahkan tidak lama kemudian akan kembali dikeluarkan melalui muntah atau buang air besar.

Diare biasanya berlangsung selama berhari-hari. Akibatnya perbandingan antara cairan yang masuk dan keluar tidak seimbang. Mineral penting seperti halnya potasium, sodium dan klorida terbuang. Sehingga keadaan ini akan menambah resiko dehidrasi. Penyebab diare itu sendiri karena makanan yang dikonsumsi sudah terkontaminasi oleh bibit penyakit maupun racun.

Kurang Minum dan Makan. Kasus ini sebenarnya jarang terjadi, karena bayi yang haus dan lapar biasanya akan meminta dengan menangis. Akan tetapi keadaan ini bisa terjadi pada bayi yang sedang sakit, yang disertai dengan mual dan demam. Dimana biasanya ia akan mengalami penurunan terhadap nafsu makan atau minumnya. Apabila asupan makanan dan minuman bayi kurang selama 3 sampai 5 hari, maka dehidrasi mungkin saja akan terjadi.

Demam. Demam menjadi salah satu penyebab bayi dehidrasi. Ketika demam tubuh si kecil akan berusaha menurunkan suhu tubuhnya, sehingga air akan menguap dari kulitnya. Bahkan dalam keadaan ini si kecil akan bernafas dengan cepat, dimana cairan akan keluar dalam jumlah yang lebih banyak. Semakin tinggi suhu tubuh si kecil, maka semakin besar kemungkinan ia mengalami dehidrasi.
Selain itu, beberapa penyebab dehidrasi lainnya pada bayi yaitu karena si kecil mengeluarkan keringat berlebihan, penyakit pneumonia dan lain sebagainya.

Tips Mencegah Dehidrasi Pada Bayi

Karena umumnya penyebab dehidrasi pada bayi adalah diare, maka sebagai tips untuk mencegah dehidrasi pada bayi yaitu dengan menghindari bayi dari diare. Caranya yaitu dengan menjaga kebersihan, baik itu lingkungan, makanan, mainan, peralatan makan dan lain sebagainya. Berikut ini langkah yang bisa anda lakukan:

Menjaga Kebersihan

  • Botol susu yang digunakan oleh bayi ketika menyusu harus selalu dalam keadaan steril, terlebih lagi ketika hendak digunakan. Apabila botol susu terpapar oleh kuman, maka akan sangat mudah mendatangkan penyakit pada bayi karena seperti yang kita ketahui daya tahan tubuh bayi masih lemah.
  • Ketika botol susu jatuh ke lantai, hindari memberikannya pada si kecil tanpa disterilkan kembali.
    Apabila setelah satu jam ASI atau susu formula yang terdapat pada botol tidak diminum sebaiknya dibuang.
  • Mencuci tangan bayi sesering mungkin penting dilakukan karena mengingat bayi sering memasukan tangannya ke dalam mulut.
  • Anda harus memastikan makanan yang akan dikonsumsi bayi higenis dan terbebas dari kuman.

Gizi Seimbang

  • Dengan asupan gizi yang seimbang maka akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi sehingga ia tidak akan mudah terserang penyakit. Berikut ini langkah yang bisa anda lakukan.
  • Hidangkan menu seimbang untuk buah hati anda yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Atur porsi sesuai dengan porsi yang bisa diterima bayi.
  • ASI adalah makanan terbaik dan mengandung gizi komplit untuk bayi. Karena seperti itu, setiap ibu yang memiliki bayi dianjurkan memberikan ASI eksklusif hingga usia bayi minimal 6 bulan.

Tetap Sediakan Obat

Karena daya tahan tubuh bayi masih lemah, maka banyak kemungkinan yang akan terjadi pada bayi mengenai masalah kesehatannya, baik itu demam, batuk, diare atau flu. Untuk mencegah keadaan tersebut, anda bisa menyediakan obat berdasarkan petunjuk dari dokter.

Selain mencegah diare seperti langkah-langkah di atas, untuk mencegah dehidrasi pada bayi anda bisa melakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Pada saat keadaan cuaca sedang panas, disarankan untuk memberikan asupan cairan yang cukup pada bayi.
  • Mengganti cairan yang keluar bisa anda lakukan sebagai langkah mencegah dehidrasi pada bayi. Mengganti setiap cairan yang keluar diharapkan tidak akan membuat bayi mengalami dehidrasi.
  • Beberapa keadaan yang perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi dehidrasi seperti berikut:

Demam: Ketika si kecil mengalami demam, maka anda bisa memberikan cukup cairan pada si kecil. Apabila si kecil mengalami kesulitan dalam menelan, maka anda bisa memberikan obat anti nyeri berdasarkan resep dari dokter.

Kepanasan: Ketika si kecil beraktivitas di luar ruangan, atau bahkan terlalu lama berada di ruangan yang pengap maka keringat akan banyak keluar dan cairan akan terkuras. Oleh karena itu, anda bisa memberikannya cairan dalam jumlah yang cukup banyak untuk menggantikan cairan yang hilang.

Menolak minum: Ketika si kecil menolak minum atau enggan menyusu, mungkin saja disebabkan oleh beberapa keadaan seperti misalkan sedang tumbuh gigi, sakit tenggorokan atau lain sebagainya. Ketika keadaan ini terjadi anda harus lebih seksama memperhatikan keadaan bayi anda. Apabila terlihat ada masalah pada mulutnya seperti sariawan, kerongkongan berwarna merah, akan lebih baik jika anda melakukan konsultasi dengan dokter. Dan tetap berikan ASI pada si kecil agar ia tidak kehilangan banyak cairan.

Sedangkan jika bayi sudah terlanjur mengalami dehidrasi, maka pertolongan pertama bisa anda lakukan.

Sebagai pertolongan pertama, anda bisa memberikan banyak cairan ketika bayi mengalami dehidrasi. Anda bisa memberikan oralit, akan tetapi dengan takaran yang tepat.

Agar si kecil mendapatkan pertolongan yang tepat dan lebih intensif, anda bisa membawa ia ke dokter. Apabila gejala yang ditunjukan dari dehidrasi berupa hilangnya kesadaran, nafas menjadi cepat, detak jantung cepat dan wajah pucat, maka anda bisa segera membawa bayi anda ke unit gawat darurat rumah sakit.

Tanda dehidrasi pada bayi penting diketahui oleh orang tua agar bisa mendeteksi keadaan ini lebih dini. Jika benar bayi anda mengalami dehidrasi, maka anda bisa segera mengatasinya karena dehidrasi yang tidak segera diatasi akan menyebabkan keadaan bertambah parah.

Dehidrasi merupakan keadaan dimana tubuh kekurangan cairan. Keadaan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, sebab bayi pun bisa mengalaminya. Keadaan dimana cairan pada tubuh kurang sangat berbahaya untuk bayi jika tidak ditangani dengan tepat dan benar.

Dehidrasi pada bayi terjadi pada saat bayi tidak mendapatkan cukup cairan yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Keadaan ini lebih sering dialami oleh bayi karena pada umumnya berat badan bayi masih cenderung rendah, sehingga membuat ia sensitif apabila kehilangan cairan meskipun dalam jumlah yang tidak banyak.

Tanda dehidrasi pada bayi

Beberapa faktor dapat memicu terjadinya dehidrasi pada bayi, dimana beberapa faktor yang dimaksud di antaranya adalah seperti berikut:

Kurang Cairan

Kurang cairan merupakan faktor utama yang membuat bayi mengalami dehidrasi. Kurangnya cairan bisa saja karena bayi anda tidak mendapatkan cukup ASI. Dimana keadaan ini mungkin saja terjadi ketika si kecil mengalami penurunan terhadap nafsu makan atau minumnya. Selain itu, beberapa kemungkinan yang menyebabkan ia menolak makanan atau minuman yaitu karena giginya mulai tumbuh, mengalami masalah pada mulutnya seperti sariawan pada bayi, sakit gigi atau karena sedang pilek. Keadaan ini bisa membuat keadaan mulutnya menjadi tidak nyaman ketika mendapatkan asupan makanan maupun minuman.

Diare yang Disertai Muntah

yang disertai dengan muntah merupakan keadaan yang patut diwaspadai oleh setiap orang tua. Kondisi ini terjadi karena disebabkan bayi terinfeksi oleh virus dalam perutnya seperti halnya gastroenteritis. Ketika si kecil mengalami diare, maka ia tidak mampu menyerap cairan yang berada dalam ususnya. Sementara itu, cairan dalam tubuhnya terbuang lebih banyak karena si kecil buang air besar lebih sering. Keadaan ini akan bertambah parah ketika si kecil muntah, dimana muntah akan semakin menguras cairan dalam tubuhnya. Kondisi dimana bayi diare dan muntah akan menyebabkan ia demam yang akan membuat cairan lebih banyak terbuang dan kemungkinan mengalami dehidrasi lebih tinggi.

Overheat

Pada saat bayi anda dibawa keluar rumah dan terkena cahaya matahari, maka ia akan berkeringat dan cairan akan lebih banyak hilang dari tubuhnya. Keringat juga akan muncul pada saat si kecil melakukan aktivitas pada cuaca yang panas. Overheat juga bisa terjadi pada saat si kecil melakukan aktivitas di ruangan yang panas dan pengap. Pakaian yang tidak mendukung, seperti menggunakan pakaian yang berlapis dan bahan yang tidak sesuai membuat bayi mudah berkeringat.

Demam

Demam merupakan kondisi bayi dimana suhu tubuhnya berada di atas batas normal. Demam merupakan keadaan paling lumrah yang membuat bayi dehidrasi. Pada saat si kecil demam, tubuhnya akan berusaha untuk menurunkan suhu tubuhnya sehingga air akan menguap dari kulitnya. Selain itu, dalam keadaan ini si kecil akan bernafas lebih cepat dan cairan akan lebih banyak keluar ketika si kecil mengeluarkan nafas. Apabila suhu tubuh bayi semakin tinggi, maka kemungkinan ia mengalami dehidrasi lebih besar.

Tanda Dehidrasi Pada Bayi

Ketika bayi mengalami dehidrasi, maka beberapa tanda atau gejala akan ia tunjukan. Lantas apa saja tanda dehidrasi pada bayi?

  • Dehidrasi pada bayi memiliki tingkatan yang berbeda mulai dari yang ringan hingga parah, sehingga tanda yang muncul pun berbeda-beda dari setiap kondisi.
  • Bayi yang mengalami dehidrasi bibir dan mulutnya akan terlihat kering.
  • Pada saat menangis air mata tidak keluar dari matanya.
  • Keadaan tubuhnya terlihat lemah dan lesu.
  • Bayi bernafas lebih cepat dari sebelumnya.
  • Meskipun sudah dipakai selama lebih dari 6 jam, tetapi keadaan popoknya tetap kering.
  • Urine bayi berubah warna menjadi lebih gelap, bahkan baunya lebih menyengat dari biasanya.

Tanda dehidrasi parah

Dehidrasi yang dialami bayi sudah terbilang parah jika si kecil menunjukan tanda dehidrasi pada bayi seperti berikut ini:

  • Keadaan matanya cekung.
  • Kaki dan tangannya lebih dingin.
  • Gelisah dan rewel.
  • Keadaan ubun-ubunnya cekung.
  • Kuantitas tidur lebih tinggi dibandingkan dengan biasanya.

Cara Mengatasi Dehidrasi Pada Bayi

Beberapa perawatan bisa dilakukan di rumah sebagai langkah mengatasi dehidrasi pada bayi seperti berikut ini:

  • Berikan bayi anda cairan, baik ASI atau susu formula dalam porsi yang sedikit namun lebih sering. Hindari memberikannya jus buah atau minuman berkarbonasi, terlebih lagi jika dehidrasi yang dialaminya disebabkan karena diare.
  • Apabila bayi anda menolak minum karena rasa sakit pada mulutnya, maka anda bisa memberikannya obat untuk membuatnya lebih nyaman. Namun, obat yang digunakan harus berdasarkan resep dari dokter.
  • Pada saat cuaca sedang panas, usahakan untuk menempatkan si kecil pada tempat yang nyaman dan dingin. Sebisa mungkin jauhkan ia dari sinar matahari. Memberikan cairan lebih banyak bisa anda lakukan. Ketika cuaca terik, apabila ASI sudah diberikan pada si kecil, maka anda tidak perlu lagi memberinya air. Akan tetapi, jika bayi anda hanya diberi susu formula, maka anda bisa memberikannya air.
  • Apabila bayi yang dehidrasi ditandai dengan gejala yang berat, sebaiknya anda bawa si kecil ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Perawatan yang dilakukan di rumah sakit biasanya dengan memberikan cairan melalui infus.