Penting mengetahui apa saja kesalahan mengganti popok bayi agar anda dapat menghindarinya, serta si kecil tetap nyaman dan sehat.

Merawat bayi terlihat mudah dan menyenangkan. Namun, sebenarnya ibu membutuhkan perjuangan yang keras, karena merawat bayi tidak semudah seperti yang dibayangkan, termasuk ketika mengganti popok bayi.

Bayi tidak bisa terlepas dari popok. Popok bayi itu sendiri ada beberapa jenis, mulai dari popok kain hingga popok sekali pakai. Dari beberapa jenis popok yang ada, kebanyakan ibu biasanya lebih memilih popok sekali pakai karena dianggap lebih praktis

Kesalahan Mengganti Popok Bayi

Mengganti popok bayi tidak semudah seperti yang dibayangkan. Faktanya, beberapa kesalahan mengganti popok bayi sering dilakukan oleh ibu meskipun tanpa disadari. Lantas apa saja kesalahan yang dimaksud? Untuk mengetahuinya, simak beberapa kesalahan mengganti popok bayi seperti berikut ini.

Kesalahan Mengganti Popok Bayi

Tidak Melakukan Persiapan Terlebih Dahulu

Seringkali ibu tidak melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum menggantikan popok buah hatinya. Karena popok dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan tidak berada di jangkauan ibu, maka terpaksa ibu harus membawa popok dan perlengkapan yang dibutuhkan. Ketika ibu mengambil perlengkapan yang dibutuhkan, bisa saja bayi berguling ke pinggir tempat tidur untuk menghampiri ibu. Sebaiknya, hindari meninggalkan bayi seorang diri meskipun hanya sebentar tanpa pengawasan orangtua karena akibatnya akan fatal.

Tidak Menutup Kemaluan Bayi

Tidak sedikit ibu sering melakukan kesalahan yang satu ini. Kemaluan bayi dibiarkan ketika ibu menyiapkan popok baru atau melipat popok bekas yang sudah digunakan. Apabila kemaluan bayi tetap dibuka, khususnya pada bayi laki-laki, maka paparan udara bisa saja menyebabkan bayi buang air kecil. Akibatnya, air pipis bayi dapat mengenai alas tidur, baju ibu atau barang lain yang berada di sekitarnya. Jadi, sebaiknya tutup kemaluan bayi anda dengan menggunakan popok yang bersih.

Membersihkan Kemaluan Bayi dengan Tidak Tepat

Sangat disarankan untuk membersihkan kemaluan bayi dengan tepat pada saat mengganti popoknya. Bersihkan kemaluan bayi anda dengan menggunakan kapas atau tisu basah untuk membersihkan sisa feses atau sisa urine dengan menyapukan dari arah depan ke belakang atau dari arah kemaluan ke anus, bukan sebaliknya. Langkah seperti ini khususnya harus dilakukan pada bayi perempuan. Membersihkan kemaluan dari anus ke kemaluan bukanlah langkah yang tepat karena hanya akan menyebarkan bakteri yang dapat memicu infeksi saluran kencing.

Memasukan Tali Pusat Bayi ke Dalam Popok

Memasukan tali pusat bayi ke dalam popok adalah kesalahan meskipun perekat popok dikendurkan. Hindari hal ini jika tali pusat bayi anda belum puput. Sebaiknya lipat garis pinggang popok ke arah bawah supaya area tersebut tetap dalam keadaan kering. Untuk mencegah iritasi, meskipun tali pusat bayi anda sudah puput, sebaiknya tetap lipat ke bawah selama beberapa hari.

Memakaikan Popok Terlalu Ketat

Memakaikan popok terlalu ketat tidak disarankan karena akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Dengan popok yang terlalu ketat, maka guratan akan muncul pada perut dan kaki bayi anda. Anda dapat merenggangkan perekat popok. Jika tidak berhasil, maka anda harus mengganti popok bayi dengan ukuran yang lebih besar. Apabila pada perut atau kaki bayi anda nampak ruam, maka bisa saja kulit bayi anda sensitif terhadap bahan yang digunakan. Untuk menghindari masalah kulit yang semakin parah, cobalah untuk mengganti popok yang biasa digunakan dengan merek yang lainnya.

Mengarahkan Kemaluan Bayi Laki-Laki ke Atas

Ketika memakaikan popok, seringkali ibu mengarahkan alat kelamin bayi laki-lakinya ke atas. Hal seperti ini jarang disadari, bahkan para ibu tidak mengetahui akibatnya. Ketika mengarahkan alat kelamin ke atas, maka akan membuat urin bayi mengalir ke atas melalui pinggangnya ketika bayi buang air kecil. Apabila hal seperti ini terjadi ketika malam hari, maka mungkin saja ibu tidak akan menyadari bagian pinggang, perut atau punggung si kecil basah. Untuk menghindari hal seperti ini, maka sebelum mengencangkan popok anda harus memastikan jika alat kelamin bayi anda terlipat ke bawah.

Lupa Mencuci Tangan Setelah Mengganti Popok

Setelah mengganti popok bayi disarankan untuk langsung mencuci tangan. Pasalnya, tangan anda bisa saja terpapar oleh kuman. Dimana kuman yang terdapat pada tangan anda bisa saja menyebar ke benda lainnya yang anda pegang.

Membiarkan Tempat Sampah Penuh dengan Popok Bekas

Sebelum penuh, seringkali para ibu tidak mengosongkan tempat sampah dan membiarkan popok bekas menumpuk. Seharusnya, tempat sampah dikosongkan setiap hari dari popok bekas. Ini dilakukan untuk mencegah tempat sampah menjadi bau. Membiarkan tempat sampah penuh dengan popok bekas akan membuat bakteri berkembang biak di sana.

Meskipun terkesan sederhana, tetapi kesalahan mengganti popok bayi ini dapat berakibat pada kenyamanan dan kesehatan bayi anda. Oleh karena itu, ganti popok bayi anda dengan cara mengganti popok bayi yang benar dan tepat. Hindari kesalahan-kesalahan yang tanpa disadari sering dilakukan tersebut.

Selain menghindari beberapa kesalahan yang sering dilakukan tersebut, penting bagi anda untuk memeriksa popok bayi dengan rutin. Bayi tidak tahan lama kontak langsung dengan urine atau feses pada popoknya karena kulitnya masih sensitif. Oleh karena itu, seringlah mengganti popok bayi dan hindari mengganti popok sampai menunggu benar-benar penuh.

Kesehatan bayi merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua. Sudah menjadi tugas orangtua untuk memperhatikan kesehatan buah hatinya. Untuk itu, penting bagi orangtua mengetahui tips menjaga kesehatan bayi.

Kehadiran buah hati di rumah tentunya membawa kebahagiaan tersendiri untuk orangtua dan keluarga. Suasana rumah kini menjadi ramai dan hangat dengan kehadiran si kecil. Orangtua selalu berharap buah hatinya tumbuh sehat, ceria dan aktif. Namun, orangtua tiba-tiba akan merasa sangat panik ketika mendapati buah hatinya sakit dan terkulai lemas di tempat tidur.

Bayi dan anak-anak masih rentan terhadap berbagai serangan penyakit, sehingga wajar jika mereka mudah sakit. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh bayi masih lemah dibandingkan dengan orang dewasa.

tips menjaga kesehatan bayi

Namun, sebagai orangtua bukan berarti jika anda tidak dapat menjaga kesehatan bayi anda. Menjaga kesehatan bayi dapat dilakukan dari hal-hal yang sederhana sehingga ia tidak akan mudah terserang penyakit. Karena suatu hal yang sederhana dapat berakibat fatal untuk kesehatan bayi. Berikut ini beberapa tips menjaga kesehatan bayi yang dapat anda lakukan.

Tips Menjaga Kesehatan Bayi

Selalu perhatikan kesehatan bayi

Untuk orangtua, anak merupakan harta yang paling berharga. Orangtua akan memprioritaskan anak dibandingkan dengan hal apapun. Penting bagi orangtua untuk selalu memperhatikan kesehatan anak. Ketika anda mendeteksi adanya tanda serius yang dialami oleh anak anda, sebaiknya jangan anggap spele keadaan tersebut. Segera konsultasikan keadaan si kecil dengan dokter. Sebaiknya, hindari memberi obat sebelum anda berkonsultasi dengan dokter.

Cukupi Kebutuhan ASI

Seperti yang kita ketahui semua, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Berikan ASI eksklusif pada bayi pada 6 bulan pertama kehidupan bayi. ASI mengandung zat antibodi yang dapat mencegah bayi terserang berbagai penyakit. Penting bagi ibu untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi. Susui bayi kapan pun si kecil menginginkan. Selain untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, ASI bermanfaat untuk kesehatan bayi. Meskipun si kecil sudah mendapatkan makanan pendamping, pemberian ASI setidaknya dilakukan hingga bayi berusia 2 tahun.

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Bayi

Setelah selesai masa ASI eksklusif, bayi akan dikenalkan pada makanan pendamping ASI. Makanan pendamping diperlukan bayi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi. Saat anda memberikan makanan, perhatikan makanan yang diberikan pada si kecil. Perhatikan kandungan gizi dari jenis bahan makanan. Jika kebutuhan gizi si kecil tercukupi maka akan membantu meningkatkan kekebalan tubuhnya. Protein, contohnya protein yang didapatkan dari susu berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sertakan buah-buahan dan sayuran sehat yang mengandung betakaroten dan vitamin C pada menu makannya.

Kandungan betakaroten dan vitamin C diyakini mampu menangkal virus dan membantu mengoptimalkan perkembangan sel-sel baru. Dalam memberikan makanan pendamping anda harus memperhatikan tingkatan kepadatannya, berikan makanan dengan tekstur sesuai kemampuan dan usia bayi. Makanan yang tidak tepat justru akan menyebabkan masalah kesehatan.

Perhatikan dan Jaga Kebersihan Bayi

Kuman dan bakteri kapanpun dapat menyerang bayi dan mengganggu kesehatannya. Untuk itu, sudah menjadi tugas orangtua untuk selalu menjaga dan memperhatikan kesehatan bayi. Ibu dituntut untuk selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan, baik kebersihan bayi atau kebersihan lingkungan sekitar. Jika si kecil sudah mengkonsumsi MPASI atau makanan pendamping ASI, ibu harus memperhatikan kebersihan bahan makanan untuk MPASI.

Penuhi Kebutuhan Cairan Bayi

Memenuhi kebutuhan cairan bayi harus ibu lakukan sebagai upaya untuk menjaga kesehatan bayi. Tubuh membutuhkan cairan yang berperan untuk proses sirkulasi dalam darah dan pencernaan, serta proses metabolisme tubuh yang lainnya. Untuk menunjang kelangsungan proses tersebut dengan optimal, dibutuhkan cairan yang cukup.

Ketika tubuh kekurangan cairan, maka tubuh akan mengalami dehidrasi. Dimana risiko dehidrasi pada bayi sangat fatal. Pastikan si kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup. Anda dapat memberikan air putih, makanan berkuah atau cairan lainnya pada si kecil jika ia sudah mengkonsumsi makanan pendamping. Jika si kecil dalam masa ASI eksklusif, sebaiknya anda memenuhi kebutuhan cairannya hanya dari ASI saja.

Hindarkan Anak dari Tempat Umum

Tempat umum atau tempat yang ramai pengunjung biasanya rentan terhadap kumah-kuman pembawa penyakit. Ketika berada di tempat umum tentunya akan susah melindungi diri dari kuman-kuman yang ada di udara sehingga dapat dengan mudah terhirup oleh pernafasan. Jika anda terpaksa harus membawa si kecil ke tempat umum, pastikan ia selalu dalam pengawasan. Kurangi kontak denga benda-benda yang berada di tempat umum karena bisa saja benda tersebut menjadi sarang kuman.

Lakukan Imunisasi

Imunisasi terbilang efektif dan ampuh dalam mencegah penyakit. Oleh karena itu, pastikan si kecil mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan jadwal.

Cukupi Waktu Tidur Bayi

Berdasarkan penelitian, tidur nyenyak pada bayi dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuhnya. Ketika tidur tubuh bayi membangun sel-sel baru untuk menangkal serangan virus atau bakteri. Intinya, tidur yang cukup dapat meningkatkan sistem imunitas bayi. Untuk itu, pastikan tidur bayi berkualitas dan waktu tidurnya cukup.

Hindarkan Bayi dari Asap Rokok

Penting bagi orangtua untuk menghindarkan si kecil dari asap rokok. Selain mengganggu kesehatan, bayi yang sering terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian mendadak pada bayi, asma, bronkitis dan infeksi telinga.

Cara merawat rambut keriting pada bayi – Perawatan bayi harus dilakukan dengan baik dan tepat agar bayi tumbuh sehat. Semua bagian tubuh bayi harus ibu rawat dan perhatikan agar kebersihannya tetap terjaga dan terhindar dari berbagai masalah. Salah satu hal yang harus ibu perhatikan yaitu perawatan rambut bayi.

Rambut yang sehat dan terawat bisa menjadi salah satu tanda kecukupan nutrisi. Begitu pun dengan rambut si kecil. Jika anda ingin rambut anak sehat, anda harus melakukan perawatan sedini mungkin.
Umumnya rambut memiliki tekstur, warna dan jenis yang berbeda, termasuk pada bayi. Tidak semua bayi memiliki jenis rambut yang sama. Bagi anda yang memiliki bayi dengan rambut lurus, mungkin dalam merawatnya tidak akan ada hambatan apapun. Namun, lain halnya apabila rambut anak keriting. Orangtua harus bersusah payah dalam merawat rambut anaknya. Merawat rambut keriting pada anak biasanya akan cukup sulit. Si kecil seringkali menolak untuk disisir karena rambut yang mudah kusut membuatnya kesakitan. Perlu cara khusus dalam merawat rambut anak yang keriting.

Perlu anda ketahui, rambut bayi merupakan rambut velus. Rambut velus itu sendiri merupakan rambut sementara yang mana akan habis sampai usia bayi 1-3 bulan. Ketebalan rambut bayi sebenarnya dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Cara Merawat Rambut Keriting Pada Bayi

Rambut keriting memiliki jenis yang berbeda pula, baik keriting kecil, keriting besar atau keriting melingkar. Perawatan sedikit sulit dilakukan karena rambut keriting memiliki tekstur yang berbeda.
Nah, bagi anda yang memiliki bayi dengan rambut keriting, anda dapat merawat rambut keriting pada bayi dengan langkah perawatan seperti berikut ini:

Cara Merawat Rambut Keriting Pada Bayi

Menjaga Kelembaban Rambut

Apabila rambut anak anda keriting, maka anda harus bisa menjaga kelembaban rambutnya. Sehingga meskipun rambut si kecil keriting keadaan rambutnya akan tetap halus dan lembut. Anda dapat menggunakan perawatan deep conditioning sebanyak 2 minggu sekali. Jika tipe rambut keriting anak anda kering, maka sebaiknya hindari terlalu sering mencucinya. Gunakan perawatan rambut khusus bayi dengan kandungan bahan kimia yang sedikit sehingga tetap aman digunakan oleh si kecil.

Keringkan Rambut dengan Langkah yang Tepat

Setelah mencuci rambut si kecil, sebaiknya hindari mengeringkannya dengan menggunakan handuk yang terbuat dari bahan kasar atau membungkusnya agar rambut cepat kering. Sebaiknya keringkan rambut keriting anak anda dengan perlahan-lahan. Anda dapat memanfaatkan handuk berbahan halus untuk mengeringkan rambut si kecil. Usap secara perlahan agar rambut si kecil tidak berantakan.

Gunakan Conditioner

Aplikasikan conditioner setelah mencuci rambut si kecil. Dalam memilih conditioner sebaiknya pilihlah conditioner yang tepat, serta dapat memudahkan ketika menyisir rambut si kecil, khususnya setelah selesai keramas. Sebaiknya pilihlah produk yang benar-benar aman untuk si kecil. Jika diperlukan, sebelum memilih produk perawatan anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Gunakan Sisir Khusus

Ketika sudah panjang, biasanya rambut keriting akan mudah kusut dan menjadi sulit di sisir. Untuk merapikan rambut terdapat beberapa pilihan sisir. Dimana sisir sikat biasanya sering digunakan oleh mereka pemilik rambut lurus dengan tujuan selain merapikan rambut juga membuat rambut terlihat lebih bervolume. Namun sebaiknya hindari sisir sikat bagi pemilik rambut keriting. Sebaiknya gunakanlah sisir khusus bayi dengan gigi jarang agar rambut bayi lebih mudah disisir dan si kecil tidak kesakitan.

Potong Ujung Rambut

Guna merangsang pertumbuhan rambut si kecil, anda dapat memotong bagian ujungnya minimal sekali satu bulan. Selain dapat merangsang pertumbuhan rambut, cara ini dilakukan untuk mencegah rambut bayi kering dan bercabang.

Tips Merawat Rambut Bayi Agar Lebat

Agar rambut si kecil lebat dan tebal, perawatan sederhana dapat anda lakukan seperti berikut ini:

  • Perhatikan asupan gizi si kecil pada makanan yang dikonsumsinya. Apabila si kecil belum mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI), maka ibulah yang harus mengkonsumsi makanan bergizi seperti misalkan makanan yang mengandung vitamin, protein, zat besi yang bermanfaat untuk kesehatan rambut si kecil.
  • Sedangkan apabila si kecil sudah mendapatkan MPASI, anda dapat memberikan makanan yang mengandung protein sehat. Apabila asupan protein cukup maka dapat membantu rambut si kecil tumbuh baik. Jenis vitamin yang diperlukan untuk kesehatan rambut bayi di antaranya yaitu vitamin C, vitamin B dan vitamin E. Untuk memenuhi kelengkapan vitamin tersebut anda bisa mendapatkannya dari aneka sayuran, buah dan kacang-kacangan seperti misalkan wortel, alpukat, labu, ubi jalar, kacang kenari atau kacang almond. Asupan makanan si kecil pun harus mengandung zat besi sekitar 7-10 mg dalam per harinya. Kandungan zat besi dapat membantu menjaga rambut si kecil dari kerontokan. Mineral ini bisa anda dapatkan dari bahan makanan seperti beras merah, kentang, hati ayam, aprikot dan kacang hijau.
  • Banyak anggapan bahwa dengan sering memotong rambut, maka rambut akan menjadi lebih lebat dan tebal. Faktor ketebalan rambut sebenarnya dipengaruhi oleh faktor keturunan. Namun, memotong rambut bukan berarti tidak memiliki manfaat. Memotong rambut dapat dilakukan sebagai langkah perawatan rambut kepala yang lebih sehat dan bersih dari kerak maupun kotoran.

Seringkali orangtua panik ketika bayinya terjatuh dari tempat tidur. Ketika si kecil terjatuh, anda dapat memberikan pertolongan pertama saat bayi jatuh berikut ini.

Melihat perkembangan bayi yang semakin menakjubkan tentunya membawa kebahagiaan tersendiri untuk para orangtua. Perkembangan bayi sampai usia batita yang semakin pesat selain membuat orangtua gembira, juga akan terasa lebih merepotkan dan melelahkan.

Tugas menjadi orangtua akan semakin bertambah. Pada masa ini pengawasan terhadap si kecil harus dilakukan dengan intens dibandingkan saat mereka baru lahir karena umumnya bayi baru lahir menghabiskan waktunya untuk tidur lelap dalam waktu yang cukup lama.

Pertolongan pertama saat bayi jatuh

Selain menjadi orangtua, anda tentu harus menyelesaikan tugas menjadi ibu rumah tangga. Berbagai pekerjaan rumah tentu menanti untuk dikerjakan. Tidak akan menjadi masalah jika anda memiliki seorang asisten rumah tangga sehingga semua waktu yang anda miliki akan fokus pada si kecil. Lantas bagaimana jika mengurus bayi dan pekerjaan rumah dilakukan seorang diri?

Karena kesibukan sebagai orangtua dan ibu rumah tangga, tentunya waktu yang anda miliki harus terbagi. Sehingga keadaan ini kadang kala membuat pengawasan terhadap si kecil menjadi sedikit berkurang. Bahkan ketika anda lengah, berbagai hal dapat dialami si kecil, termasuk terjatuh dari ranjangnya.

Bahaya Bayi Terjatuh dari Tempat Tidur

Kerusakan Tengkorak

Apabila bayi terjatuh di atas ketinggian minimal 50 cm, maka risiko yang akan terjadi yaitu tengkorak kepala bayi mengalami kerusakan, baik retak atau bentuk tengkorak yang berubah.

Terganggunya Syaraf Pusat

Risiko fatal lainnya yang dapat dialami bayi ketika terjatuh di tempat tidur yaitu mengalami kerusakan pada syaraf pusatnya. Syaraf pusat terdapat pada otak, apabila syaraf pusat terganggu maka akan mempengaruhi syaraf yang berpusat padanya.

Terganggunya Penglihatan

Keadaan ini dapat terjadi jika bayi yang terjatuh mengalami masalah pada syaraf pusatnya. Dimana salah satu syaraf yang berpusat pada otak yaitu syaraf mata.

Masalah Pendengaran

Salah satu syaraf yang dibawahi oleh syaraf pusat yaitu saraf pendengaran. Ketika syaraf pusat terganggu maka bayi dapat mengalami gangguan pendengaran.

Kejang

Tanda bahaya yang harus diwaspadai ketika bayi terjatuh dari tempat tidurnya yaitu kejang-kejang. Kejang yang dialami bayi menjadi tanda adanya masalah pada syaraf pusat. Bawa bayi ke dokter apabila mengalami kejang-kejang setelah terjatuh dari tempat tidurnya.

Gegar Otak

Bayi yang terjatuh ari tempat tidurnya rentan mengalami gegar otak.

Penggumpalan Darah

Penggumpalan darah merupakan salah satu risiko yang harus diwaspadai. Terjadinya penggumpalan darah setelah terjatuh sering tidak disadari. Selain bayi, sebenarnya orang dewasa pun dapat mengalaminya. Penggumpalan darah terjadi apabila benturan yang terjadi pada kepala mengakibatkan pembekuan darah di pembuluh darah. Darah yang membeku dapat menyebabkan terhambatnya aliran darah. Ketika aliran darah pada otak terhambat maka akibatnya berbagai macam masalah pada otak dapat terjadi.

Cedera

Jatuh dari atas tempat tidur dapat memicu terjadinya cedera. Cedera dapat dialami bayi dari cedera ringan sampai cedera berat.

Kematian

Dampak yang paling fatal ketika bayi terjatuh di tempat tidur yaitu dapat menyebabkan kematian. Dimana kematian pada bayi dapat dipicu karena berbagai hal seperti gegar otak berat yang tidak segera ditangani atau penggumpalan darah yang terlambat diketahui.

Pertolongan Pertama Saat Bayi Jatuh

Pertolongan pertama saat bayi jatuh dapat anda lakukan seperti berikut ini:

  • Ketika anda melihat si kecil terjatuh dari ranjangnya, maka anda dapat segera mengangkatnya, kemudian gendong si kecil dan tenangkan. Ketika terjatuh biasanya bayi akan menangis dan ia akan berhenti menangis ketika didekap dan ditimang-timang.
  • Anda dapat memeriksa keadaan tubuh bayi dengan teliti. Perhatikan bagian tubuh mana yang terbentur, apakah kepala, wajah atau bagian tubuh yang lainnya. Jika terdapat benjolan anda dapat mengompresnya dengan menggunakan es. Jika terdapat luka yang menyebabkan perdarahan, maka anda dapat menekan lukanya dengan menggunakan kapas bersih selama kurang lebih 10 menit. Namun, jika perdarahan tetap tidak berhenti, segara bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.
  • Jika tidak ada luka pada tubuh si kecil dan ia sudah merasa tenang, anda dapat memberikannya ASI. Setelah mendapatkan ASI biasanya si kecil akan langsung tertidur.

Perhatikan Keadaan Bayi Untuk Memastikan Tanda Bahaya

Apabila si kecil sudah tenang, maka anda dapat melakukan pengamatan lebih lanjut dengan melakukan pemeriksaan seperti berikut:

Amati Bagian Tubuh yang Terbentur dan Kronologi Kejadian

Saat si kecil terjatuh perhatikan ketinggian tempat tidurnya. Perhatikan pula apakah si kecil membentur benda lain yang ada di sekitarnya atau tidak. Selain itu, perhatikan pula posisi si kecil ketika terjatuh, apakah telungkup, tengkurap dan amati bagian tubuh mana yang mengalami benturan.

Periksa Bagian Kepala, Tangan dan Kaki

Cobalah untuk menggerakan tangan bayi anda, baik ke atas, ke depan, samping dan rentangkan. Apabila si kecil menangis ketika digerakan tangannya, anda dapat memeriksa bagian mana yang menimbulkan lebam-lebam. Lakukan langkah yang sama pada bagian kakinya.

Untuk bagian kepala, anda dapat menengokannya ke samping kanan atau samping kiri. Dekatkan secara perlahan dagu bayi ke dadanya. Apabila ia menangis maka kemungkinan ada bagian yang ia rasa sakit. Apabila ada keluhan, baik memar atau benjolan anda dapat mencatatnya sebagai data saat si kecil dibawa ke dokter.

Perhatikan Benjolan di Kepala

Periksa dan raba kepala bayi anda untuk memastikan benjolan atau keadaan lainnya pada kepala. Jika pada ubun-ubun terasa terdapat benjolan, maka keadaan ini kemungkinan disebabkan karena terjadi peningkatan dalam otak, yang disebabkan karena perdarahan atau edema otak. Apabila keadaan ini terjadi, anda harus segera bawa si kecil ke dokter. Terlebih lagi jika terdapat benjolan di kepalanya, khususnya di dareah samping kepala atau temporal. Jika pada daerah ini terjadi retak tulang, maka akan menyebabkan pembuluh darah pada dinding tulang kepala robek, yang pada akhirnya akan menyebabkan perdarahan.

Amati Fungsi Penglihatan

Untuk mengamati fungsi penglihatan, anda dapat memanfaatkan senter. Kemudian lakukan langkah seperti berikut:

  • Arahkan senter ke mata bayi anda. Jika mata bayi merespon senter dengan menutup mata, berkedip atau kaget berarti tidak ada penglihatannya yang terganggu.
  • Jika bayi mengikuti gerakan senter, maka itu berarti penglihatan bayi baik baik saja.
  • Jika pupil mata kanan dan kiri bayi ukurannya tidak sama, baik tidak sama kecil atau tidak sama besar, maka anda dapat segera membawanya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cek Kesadaran Bayi

Penting mengcek kesadaran anak 2-3 jam ke depannya. Apabila anda mendapati bayi tidak sadarkan diri, maka anda dapat segera membawanya ke dokter.

Tips Mencegah Bayi Terjatuh dari Tempat Tidur

  • Jika bayi sudah bisa merangkak, maka sebaiknya hindari menggunakan ranjang. Sebagai gantinya orangtua hanya menggunakan kasur untuk tidur. Ini dilakukan sebagai langkah untuk menghindari bayi terjatuh di tempat tidur.
  • Sedangkan apabila bayi sudah bisa merangkak, maka penggunaan box bayi dapat dihindari. Meskipun box bayi dilengkapi dengan kunci, tetapi ia dapat merangkak naik ke atas dan membuatnya terjatuh.
  • Penting bagi orangtua untuk selalu mengawasi bayi. Terlebih lagi jika bayi sudah tengkurap atau merangkak.
  • Untuk keamanan bayi, anda dapat memasang kasur tipis di bawah tempat tidurnya.

Melatih bayi tidur sendiri sejak dini sangat bermanfaat untuk kemandiriannya kelak. Untuk itu, penting mengetahui cara melatih bayi tidur tanpa digendong dan disusui.

Memiliki seorang bayi tentunya akan begitu menyenangkan. Namun, di sisi lain tugas berat harus diemban oleh seorang ibu. Selain mengurus keperluan rumah tangga, seorang ibu harus berusaha merawat dan membesarkan bayinya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Mengurus dan merawat bayi bukanlah kegiatan yang mudah untuk dilakukan. Selain membutuhkan tenaga ekstra, ibu harus berhati-hati dan teliti ketika merawat buah hati tercinta, pasalnya bayi masih sangat lemah dan rapuh.

cara melatih bayi tidur tanpa digendong

Agar ibu dapat menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu dan istri dengan baik, maka salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu dengan mensiasati waktu. Ibu dapat mengatur waktu dalam merawat dan mengurus bayi dengan tugas rumah tangga yang lainnya. Ibu dapat mengerjakan tugas rumah tangga dengan memanfaatkan waktu tidur bayi. Agar waktu lebih efektif, ada baiknya jika ibu melatih bayi tidur sendiri tanpa harus digendong atau disusui.

Waktu yang biasanya digunakan untuk menimang bayi atau menyusui bayi bisa digunakan untuk mengurus hal yang lainnya. Akan tetapi, melatih bayi tidur tanpa digendong dan disusui tidak mudah. Ibu harus melakukannya dengan penuh kesabaran dan konsisten. Lantas bagaimana cara melatih bayi tidur tanpa digendong dan menyusu? Untuk mengetahuinya anda dapat simak pembahasan di bawah ini.

Cara Melatih Bayi Tidur Tanpa Digendong dan Disusui

Pisahkan Waktu Menyusui dan Tidur

Langkah pertama yang dapat anda lakukan untuk melatih bayi tidur tanpa digendong dan disusui yaitu dengan memisahkan waktu menyusu dan waktu tidur si kecil. Anda harus membuat batasan antara dua kegiatan tersebut. Hindari membiasakan bayi anda menyusu sebelum atau sambil tidur.

Apabila anda mendapati bayi terbangun ketika malam hari karena lapar, maka anda dapat memberikannya susu. Jika sudah selesai biarkanlah ia untuk tertidur kembali. Begitu seterusnya, ketika si kecil bangun lagi anda dapat kembali memberinya susu hingga kenyang kemudian biarkan ia tertidur kembali.

Akan tetapi apabila bayi anda hanya terlihat mengantuk, anda dapat menggendongnya dengan berjalan-jalan dan diayun sedikit dibandingkan dengan memberinya susu. Hal penting pada langkah pertama ini yaitu memberikan pilihan pada si kecil selain menyusu agar ia dapat dengan mudah tertidur.

Ada baiknya jika anda melakukan cara ini dengan berulang-ulang sampai bayi terbiasa tidak menyusu agar ia dapat kembali tertidur.

Langkah seperti ini dapat anda lakukan setelah bayi anda berusia lebih besar. Hindari melakukan cara ini ketika usia bayi anda masih kecil atau sedang dalam masa growth spurt atau percepatan pertumbuhan. Bayi yang usianya masih kecil atau bayi baru lahir membutuhkan lebih banyak asupan susu, ia pun akan lebih mudah merasa lapar. Bayi baru lahir harus disusui minimal setiap 2-4 jam sekali.

Menidurkan Bayi Tanpa Harus Diayun

Apabila bayi anda sudah terbiasa tidur tanpa menyusu, maka untuk langkah yang selanjutnya yaitu anda dapat membiasakan bayi anda tidur tanpa diayun-ayun meskipun ia perlu digendong.

Cara yang dapat anda lakukan yaitu dengan menggendong si kecil. Kemudian ayunkan ia hingga terlihat mengantuk dan hampir terlelap untuk tidur. Akan tetapi hal yang harus anda ingat sebelum bayi benar tidur yaitu berhenti diayunkan dan anda bisa duduk. Namun jika si kecil terbangun saat ayunan dihentikan, anda dapat kembali mengayunnya dengan perlahan hingga akhirnya si kecil kembali tertidur.

Cara ini dilakukan dengan berulang-ulang agar berhasil, yakni hingga bayi mengantuk dan ketika hampir tertidur tidak perlu diayun.

Semakin lama, maka waktu mengayun bayi untuk bisa tidur semakin berkurang, sehingga pada akhirnya si kecil dapat tertidur digendongan namun tanpa diayun.

Memindahkan Bayi ke Tempat Tidurnya

Apabila cara yang kedua sudah berhasil, maka anda dapat melakukan langkah yang selanjutnya. Pertama tunggu si kecil tertidur ketika anda menggendongnya atau tidur sendiri tanpa harus diayun meskipun masih dalam gendongan.

Saat si kecil hampir tertidur dan anda dalam posisi duduk, maka anda dapat mencoba berdiri kemudian diam sejenak. Ketika si kecil terbangun, kembali ayunkan sedikit. Jika sudah hampir tertidur, anda dapat meletakan si kecil ke tempat tidurnya dengan perlahan dan hati-hati.

Sebelum dibaringkan ke tempat tidur biasanya si kecil akan menangis dan terbangun. Apabila hal tersebut terjadi, maka anda dapat kembali menggendongnya dan mengayunnya pelan. Kemudian ulangi atau tidurkan kembali di tempat tidurnya saat si kecil akan tertidur pulas.

Agar cara ini dapat berhasil anda perlu mengulanginya beberapa kali. Intinya hal yang harus anda lakukan pada langkah ini yaitu memindahkan ke tempat tidur saat si kecil hampir tertidur, bukan setelah ia tidur pulas dalam gendongan.

Berikan Sentuhan Lembut, Bukan Gendongan

Jika langkah sebelumnya sudah berhasil, maka anda dapat kembali melanjutkan pada langkah yang terakhir ini. Saat ini bayi anda sudah bisa tidur tanpa harus diayun dan digendong. Sebelum tidur anda dapat memberikan sentuhan lembut dengan memeluknya atau anda dapat menggendongnya sebentar. Anda boleh mengayun si kecil sebentar hingga terlihat mengantuk, kemudian letakan ia di tempat tidurnya dengan terus menyentuh dahinya, tangan atau dada.

Anda dapat terus melakukan kegiatan ini hingga bayi anda mengerti bahwa ini merupakan rutinitas barunya. Lama kelamaan dengan seperti ini si kecil dapat tertidur sendiri.