Penting melakukan persiapan sebelum menyusui bayi agar proses menyusui bayi berjalan lancar.

Menyusui adalah kewajiban seorang ibu dan mendapatkan ASI eksklusif merupakan hak setiap anak. Memberikan ASI merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi asupan gizi bayi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara bayi yang mendapatkan ASI cukup dan bayi yang tidak mendapatkan ASI atau tidak cukup ASI. Bayi ASI memiliki sistem imun yang lebih kuat, serta perkembangan otak menjadi lebih maksimal.

Agar proses menyusui bayi berjalan lancar, tanpa ada hambatan apapun, ibu sebaiknya melakukan persiapan sebelum menyusui bayinya. Persiapan yang dilakukan berupa persiapan fisik atau psikologis.
Persiapan menyusui bayi dapat dilakukan sedini mungkin, yakni sejak kehamilan kemudian dilanjutkan setelah kalahiran.

Persiapan Sebelum Menyusui Bayi

Persiapan Sebelum Menyusui Bayi

Persiapan Sejak Kehamilan

  • Mencari Tahu Informasi Menyusui Bayi

Sebelum menyusui bayi, ibu harus mencari informasi tentang menyusui bayi sejak kehamilan. Informasi tersebut bisa didapatkan dari ahli laktasi atau lain sebagainya. Sebaiknya konsultasikan informasi yang diterima pada dokter kandungan yang anda pilih.

  • Perawatan Puting Payudara

Perawatan puting payudara penting dilakukan sejak dini. Ketika membersihkan puting sebaiknya hindari menggosok puting dengan terlalu keras. Ini dilakukan agar puting tidak terluka dan tidak akan membuat sakit saat proses menyusui bayi nanti. Ketika membersihkan puting sebaiknya bersihkan puting dengan lembut dan hati-hati.

  • Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi dapat dilakukan ibu hamil untuk mempersiapkan proses menyusui bayinya. Teknik relaksasi yang dilakukan yaitu dengan mengatur pernafasan. Teknik ini bermanfaat untuk proses menyusui bayi. Pada masa awal menyusui bayi, ketenangan harus ibu miliki untuk menenangkan bayi, serta menuntun bayi untuk menyusu atau mendapatkan air susu ibu.

  • Menyiapkan Perlengkapan Menyusui

Menyiapkan perlengkapan menyusui sesuai dengan yang dibutuhkan dapat ibu lakukan. Meskipun perlengkapan menyusui tidak wajib dimiliki, akan tetapi dengan adanya perlengkapan ini akan memudahkan ibu dalam menyusui bayinya. Perlengkapan yang dapat ibu persiapkan untuk menyusui bayi di antaranya yaitu bra khusus menyusui. Bra khusus menyusui tentunya berbeda dengan bra biasanya. Bra khusus menyusui umumnya memiliki bentuk yang besar sehingga mampu mendukung payudara ibu saat masa menyusui nanti. Bra khusus menyusui dilengkapi dengan bagian yang dapat dibuka dan ditutup pada bagian depannya sehingga akan memudahkan proses menyusui.

Selain bra, perlengkapan lain yang dapat ibu siapkan yaitu baju yang dilengkapi dengan kancing di bagian depan. Selain itu, bantal menyusui dapat ibu beli agar proses menyusui dapat berjalan lancar.

  • Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Salah satu faktor pendukung kesehatan ibu hamil yaitu asupan nutrisi yang tepat. Selain itu, nutrisi yang tepat selama kehamilan akan membantu menyiapkan kualitas ASI. Agar semua kebutuhan nutrisi terpenuhi, anda dapat membuat daftar menu sehat selama kehamilan.

  • Persiapkan Produksi Kolostrum

Kolostrum merupakan sebutan untuk susu pertama bayi yang diproduksi saat ibu hamil. Produksi kolostrum akan mempengaruhi ukuran payudara ibu. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan produksi kolostrum disarankan untuk tidak menggunkan bra yang terlalu ketat.

  • Meminta Dukungan Dari Pasangan

Meminta dukungan dari pasangan dapat anda lakukan sebagai langkah persiapan menyusui bayi. Pasangan anda yang kelak akan menjadi ayah ASI, adalah salah satu bagian penting yang dapat menentukan kesuksesan menyusui bayi. Bagi ibu menyusui yang mendapatkan dukungan dari pasangannya akan memungkinkan menyusui bayi dalam waktu lama sesuai dengan kebutuhan bayi.

Persiapan Menyusui Bayi Setelah Kelahiran

  • Persiapan menyusui bayi dilakukan tidak hanya saat kehamilan saja. Setelah kalahiran, saat pertama kali menyusui dan seterusnya ibu perlu melakukan persiapan untuk mendukung keberhasilan proses menyusui. Berikut ini persiapan menyusui bayi yang dapat anda lakukan:
  • Setiap akan menyusu disarankan untuk selalu menyiapkan mental dan fisik dengan baik supaya proses menyusui bayi dapat dilakukan dengan baik dan tenang.
  • Untuk membantu ibu lebih rileks, mandi dengan menggunakan air hangat sebelum menyusu dapat dilakukan. Mandi dengan air hangat pun dapat membuat aliran darah ibu menjadi lebih lancar, sehingga akan mempengaruhi sirkulasi air susu yang dihasilkan.
  • Sebelum menyusui, pastikan fisik ibu dalam keadaan bersih terutama tangan. Sebelum menggendong bayi disarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu hingga benar-benar bersih. Selain itu, payudara ibu sudah dalam keadaan bersih yang sebelumnya sudah dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan kapas yang sudah direndam dalam air hangat.
  • Siapkan tempat dan beberapa perlengkapan menyusui yang dibutuhkan. Siapkan kursi yang dilengkapi dengan sandaran, bantal untuk menyangga tangan dan untuk menopang tubuh bayi. Saat menyusui bayi, hindari posisi duduk yang membuat kaki ibu menggantung.
  • Untuk membantu memperlancar aliran darah dan produktivitas susu, mengompres payudara merupakan pilihan yang dapat dilakukan.
  • Agar proses menyusui lebih maksimal, penting untuk membuat pelekatan mulut bayi dan payudara ibu dilakukan dengan baik.

Dengan demikian, persiapan menyusui bayi penting dilakukan baik selama kehamilan atau setelah kelahiran, setiap kali menyusui bayi. Persiapan yang dilakukan akan memperlancar proses menyusui bayi sehingga bayi mendapatkan ASI yang cukup sesuai dengan kebutuhannya. Jangan segan-segan untuk meminta informasi dan saran dari teman atau saudara yang sudah berpengalaman, serta ahli laktasi jika diperlukan.

Cara Menyusui Bayi yang Sedang Tidur – Bayi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Ketika tidur pada waktu menyusu, anda dapat membangunkannya agar si kecil tetap menyusu atau mendapatkan ASI.

Menyusui bayi penting dilakukan oleh ibu untuk memenuhi kebutuhan asupan bayi. Selain asupan bayi yang terpenuhi, ASI atau air susu ibu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan bayi. Selain bayi yang mendapatkan manfaatnya, ibu pun akan merasakannya. Memberikan ASI eksklusif disarankan hingga bayi berusia minimal 6 bulan. ASI eksklusif akan secara tidak langsung akan memberikan imunitas alami pada bayi.

Proses menyusui bayi dapat dilakukan dengan berbagai cara, maupun posisi sesuai dengan kenyamanan ibu dan bayi. Serta dari payudara mana saja atau tidak menitik beratkan hanya pada satu payudara saja.

Menyusui bayi sebaiknya dilakukan sejak bayi lahir. Pada bayi baru lahir ibu disarankan untuk menyusui bayi dengan intensitas yang lebih sering karena bayi baru lahir membutuhkan ASI lebih banyak. Pada bayi baru lahir, pemberian ASI atau menyusui dilakukan sebanyak 8 sampai 12 kali dalam sehari. Dimana untuk waktunya sendiri bisa diatur setiap 2 sampai 3 jam sekali.

Cara Menyusui Bayi yang Sedang Tidur

Namun, bayi baru lahir biasanya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Meskipun begitu sebaiknya anda jangan membiarkan si kecil terus tidur sehingga tidak mendapatkan ASI. Anda dapat membangunkan si kecil untuk menyusu.

Lantas seperti apa cara menyusui bayi yang sedang tidur? Perlu diketahui, memberikan ASI ketika si kecil sedang tertidur tidak disarankan karena akan menyebabkan masalah. Oleh karena itu, sebelum menyusuinya sebaiknya bangunkan terlebih dahulu dan hindari menyusuinya sambil tiduran.

Bahaya Menyusui Bayi Sambil Tiduran

Terkadang setelah bayi bangun tidur untuk memudahkan, ibu menyusui bayinya sambil tiduran. Namun, menyusui bayi sambil tiduran justru berbahaya untuk bayi. Berikut ini bahaya menyusui bayi sambil tiduran:

Bayi Tersedak

Menyusui bayi sambil tiduran dapat meningkatkan risiko bayi tersedak ASI. Penyebab bayi tersedak saat tiduran yaitu karena aliran ASI yang terlalu deras saat posisi ibu tidur miring. Ketika tersedak, tentunya bayi akan batuk. Akan menjadi masalah besar apabila ASI yang membuat bayi tersedak masuk ke dalam paru-parunya sehingga akan mengakibatkan si kecil sulit bernafas. Keadaan akan semakin parah apabila ASI masuk ke dalam paru-paru, si kecil akan mengalami batuk kronik.

Infeksi Telinga

Selain tersedak, menyusui bayi sambil tiduran akan membahayakan telinganya. Ketika menyusu bisa saja ASI masuk ke dalam telinga bayi. Meskipun ASI tidak mengandung zat yang berbahaya, tetapi ASI yang masuk ke dalam telinga bayi akan menyebabkan infeksi telinga. Tanpa disadari ASI yang masuk ke dalam telinga bayi akan menumpuk, sehingga akan menyebabkan munculnya kotoran pada telinga bayi. Apabila tidak segera diatasi, maka keadaan ini akan menimbulkan iritasi dan infeksi telinga.

Bayi Sulit Bernafas

Selama masa menyusui, ukuran payudara ibu tentunya akan lebih besar dari sebelumnya. Ini akan berbahaya jika ibu menyusui bayi sambil tiduran. Posisi menyusui sambil tiduran akan membuat bayi sulit bernafas karena tertutup oleh payudara ibu. Bahkan tidak menutup kemungkinan ibu akan ketiduran sehingga tidak sengaja menindih bayi.

Cara Menyusui Bayi yang Sedang Tidur

Cara menyusui bayi yang sedang tidur dapat anda lakukan dengan tepat. Berikut ini cara menyusui bayi yang sedang tidur.

Bangunkan Dengan Lembut

Apabila bayi terlelap tidur saat waktu menyusu, anda dapat membangunkan si kecil dengan lembut dan perlahan. Tunggu beberapa saat hingga si kecil memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia sudah terbangun seperti gerakan mata, atau ia merengek. Ketika itu terjadi anda dapat langsung merengkuh bayi. Usap tubuh bayi dengan lembut, kemudian ajak si kecil berbincang hingga pada akhirnya ia terbangun. Anda dapat memanfaatkan waktu ini untuk mengganti popok hingga si kecil benar-benar terbangun.

Rubah Posisi Menyusu Apabila Bayi Tertidur

Ketika menyusu, bayi biasanya sering tertidur karena terlalu mengantuk. Apabila ini terjadi anda jangan membiarkannya. Agar si kecil terbangun dan kembali menyusu, anda dapat merubah posisi menyusui dengan lembut dan perlahan. Dengan gerakan yang anda lakukan ketika merubah posisi menyusui, si kecil akan terbangun dan langsung kembali menyusu.

Tenangkan Bayi Ketika Menyusu Setelah Tidur

Pada saat si kecil sudah terbangun, ada saatnya dimana ia tidak bisa diam atau bahkan menjadi rewel. Si kecil yang terlalu banyak bergerak akan membuat ibu kesulitan ketika menyusuinya. Jika ini terjadi, maka anda dapat membuka pakaiannya. Kemudian dekap si kecil dan ayunkan dengan perlahan dan hati-ati. Anda dapat mengajak si kecil berbicara atau bersenandung. Dengan cara seperti ini si kecil akan menjadi lebih tenang dan akan memudahkan dalam menyusuinya.

Dengan demikian, bangunkan terlebih dahulu bayi saat tidur sebelum menyusuinya. Setelah si kecil bangun, anda dapat menggendongnya kemudian menentukan posisi menyusui yang tepat. Namun, hindari menyusui dengan posisi miring atau tiduran guna menghindari bahaya yang akan terjadi. Itulah cara menyusui bayi yang sedang tidur. Semoga bermanfaat.

Kebanyakan ibu merasa tidak nyaman menyusui di depan umum, bahkan lebih memilih untuk sembunyi-sembunyi. Apabila anda salah satunya, beberapa tips menyusui di tempat umum kali ini bisa anda simak.

Ibu yang sedang menyusui kerap kali merasa terkekang harus menyusui buah hatinya di dalam rumah. Mereka merasa tidak bisa melakukan aktivitas di luar rumah. Akan tetapi tidak selamanya seperti itu, karena ibu menyusui juga bisa melakukan aktivitasnya di luar rumah sama seperti ibu ibu lainya. Namun yang menjadi masalahnya yaitu tidak semua ibu merasa percaya diri menyusui di tempat umum, mengingat tidak semua tempat bisa dijadikan tempat menyusui sehingga sulit menentukan posisi menyusui yang nyaman.

Akan tetapi dengan strategi yang tepat dan cermat akan membuat ibu nyaman ketika menyusui bayi di tempat umum. Berikut ini beberapa tips menyusui di tempat umum.

Tips Menyusui di Tempat Umum

Tips Menyusui di Tempat Umum

Gunakan Pakaian yang Nyaman

Tips menyusui di tempat umum yang pertama yaitu masalah pakaian atau baju yang anda kenakan. Sebaiknya, pakai pakaian yang nyaman dan mudah ketika anda harus menyusui di tempat umum. Anda bisa memilih pakaian yang dilengkapi dengan kancing di depan serta longgar. Dengan pakaian ini, anda bisa membuka langsung kancing di depan atau mengangkat kemeja dari bawah. Untuk sisa kain, bisa digunakan untuk menutupi payudara anda. Selain itu, anda bisa menggunakan cardigan, jaket atau pasmina untuk menutupi bagian tubuh yang lainnya yang dirasa kurang nyaman apabila terlihat.

Latihan

Jika anda merasa tidak nyaman menyusui bayi di depan umum, anda bisa melakukan latihan di depan kaca. Karena dengan latihan akan meningkatkan rasa percaya diri. Ketika menyusu, bayi akan sebagian besar menutupi payudara anda. Oleh karena tu anda tidak perlu terlalu khawatir. Selain itu, anda bisa mencoba bereksperimen menyusui dengan pakaian yang berbeda demi kenyamanan anda dan buah hati anda.

Buat Posisi Bayi Nyaman

Jika anda memutuskan menyusui si kecil dengan menggunakan penutup, sebaiknya anda pastikan si kecil mendapatkan cukup udara agar ia tidak kesulitan ketika bernafas. Menyusui di tempat umum bukan seolah-olah memperhatikan diri sendiri, anda juga harus memperhatikan kenyamanan si kecil.

Gunakan Bra yang Sesuai

Bra khusus menyusui harus anda miliki jika sewaktu-waktu anda harus menyusui si kecil di tempat umum. Bra khusus ibu menyusui yaitu bra yang dilengkapi dengan cup yang lebih mudah dibuka dengan menggunakan satu tangan sehingga mudah untuk memulai menyusui. Akan tetapi, refastening cup bra biasanya memerlukan dua tangan. Oleh karena itu, anda harus terbiasa menggunakan bra khusus ibu menyusui ini. Namun meskipun demikian masih banyak model bra khusus menyusui yang bisa anda pilih dan dirasa lebih cocok untuk anda, sehingga membuat nyaman dan proses menyusui tidak terhambat.

Pilih Tempat yang Nyaman

Pemilihan tempat yang nyaman perlu anda perhatikan ketika menyusui si kecil di tempat umum. Tempat ideal yang bisa anda jadikan sebagai tempat menyusui si kecil yaitu tempat nyaman yang bisa membuat anda duduk dan bisa menopang punggung. Ketika di dalam restoran atau rumah makan, anda bisa memilih tempat duduk yang tersembunyi. Akan tetapi, jika anda berada di dalam mall maupun pusat perbelanjaan lainnya anda bisa memilih menyusui di tempat yang tersedia.

Namun, jika tempat seperti di atas tidak tersedia, anda jangan merasa cemas dan khawatir. Anda masih bisa menyusui bayi di tempat lainnya yang mampu membuat anda nyaman. Pilihlah tempat yang luas sehingga anda bisa meletakan semua barang yang anda bawa.

Berbalik Badan Ketika Bayi Mencari Posisi Nyaman

Ketika menyusui mungkin si kecil tidak akan langsung mendapatkan posisi nyaman. Oleh karena itu, ketika bayi anda sedang mencari  yang nyaman, maka pada saat inilah bagian payudara anda akan terlihat secara tidak sengaja. Untuk mensiasatinya anda bisa membalikan badan anda ke arah yang tidak bisa terlihat oleh orang lain, seperti ke arah dinding. Jika si kecil sudah menemukan posisi nyaman, anda bisa kembali berbalik. Tetap perhatikan pula bagian-bagian tubuh anda yang mungkin akan terlihat. Anda bisa memanfaatkan penutup untuk menghalanginya. Namun, jika anda berniat menutup bagian payudara yang mungkin akan terlihat dan menutup sebagian wajah si kecil, anda harus tetap memperhatikan bahwa bayi anda mendapatkan banyak udara dan tidak kesulitan bernafas.

Gunakan Apron Menyusui

Belakangan ini, apron khusus menyusui menjadi pilihan banyak ibu untuk menyusui di tempat umum. Jika diperlukan, anda bisa menggunakan apron untuk menyusui si kecil sehingga anda maupun bayi anda merasa lebih nyaman.

Tersenyumlah ketika ada orang lain yang melirik ke arah anda. Senyuman yang anda berikan akan membuat anda merasa lebih percaya diri dan orang lain yang ada di sekitar akan merasa lebih nyaman.
Hal yang harus anda ingat yaitu bahwa menyusui di tempat umum atau dihadapan publik bukanlah suatu yang ilegal, akan tetapi keadaan alami untuk tumbuh kembang bayi anda.

Untuk ibu yang belum terbiasa menyusui di tempat umum mungkin akan merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri. Oleh karena itu, keadaan ini harus didukung dengan dorongan suami atau orang terdekat. Sehingga meskipun berada di tempat umum proses menyusui bayi masih bisa dilakukan dan bayi tetap mendapatkan cukup ASI.

Tips menyusui bayi harus anda ketahui. Segera susui bayi anda setelah ia dilahirkan. Jika anda belum terbiasa, mintalah bantuan suster atau orang berpengalaman agar proses menyusui bayi anda lancar. 

Sebenarnya, tidak semua ibu menyusui bayinya dengan ASI, karena menyusui merupakan pilihan atau keputusan pribadi. Namun, bagaimana pun itu semua ibu tentunya ingin memberikan semua yang terbaik untuk anaknya.

Bagi ibu yang memutuskan untuk menyusui bayinya, menyusui untuk pertama kalinya merupakan momen yang berharga dan spesial. Pasalnya, pada waktu ini ibu dan bayi mulai melakukan interaksi antara satu sama lain. Karena ini adalah kelahiran pertama kali, mungkin sebagian ibu akan merasa takut dan bingung ketika hendak menyusui bayinya, serta tidak mengetahui seperti apa tips menyusui bayi. Namun, tetaplah yakin bahwa keterampilan dalam menyusui bayi akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Nah, berikut ini beberapa tips menyusui bayi saat pertama kali.

Tips Menyusui bayi pertama kali

Tips Menyusui Bayi Untuk Pertama Kali

  1. Setelah bayi anda dilahirkan, maka disarankan untuk segera menyusui bayi anda. Bayi dalam keadaan bangun sebagian besar dan lebih berminat menyusu yaitu selama satu jam setelah ia dilahirkan, dibandingkan dalam waktu 8 atau 24 jam kemudian. Lakukan cara menyusui yang benar.
  2. Sebaiknya susui bayi anda yang baru lahir dalam lingkungan yang sepi dan tenang. Keadaan lingkungan seperti ini akan membuat anda tidak tegang dan membantu anda lebih rileks yang memungkinkan anda dan bayi fokus pada pemberian dan penerimaan ASI.
  3. Karena ini momen menyusui bayi untuk pertama kali, jika anda belum terbiasa dan merasa butuh bantuan dari seseorang, maka mintalah bantuan dari orang terdekat anda seperti ibu atau sahabat yang berpengalaman.
  4. Ketika itu, anda bisa meminta suami anda untuk mengajak tamu yang menjenguk untuk menunggu di luar. Hal ini dilakukan agar anda memiliki privasi pada saat anda belajar memberikan ASI pada bayi anda untuk pertama kalinya.
  5. Selain ibu atau sahabat, anda bisa meminta bantuan dari perawat rumah sakit yang berpengalaman. Namun, jika anda percaya diri untuk melakukannya sendiri maka anda bisa meminta untuk dibiarkan sendiri, namun tetap diperhatikan.
  6. Ketika menyusui, disarankan untuk mencari posisi senyaman mungkin. Usahakan punggung anda tersangga dengan baik. Anda bisa menggunakan bantal untuk menopang tangan anda dan bayi. Apabila anda melahirkan dengan proses caesar, pemberian ASI untuk pertama kalinya mungkin harus ditunda hingga satu jam lebih. Setelah itu, ketika mulai menyusui anda mungkin memerlukan bantuan yang lebih ekstra.

Permasalahan yang Akan Muncul

Ketika pertama kali menyusui dan belum terbiasa memberikan ASI, mungkin beberapa permasalahan akan muncul seperti payudara terasa penuh, infeksi dan radang payudara atau puting terasa sakit dan lecet. Jika permasalahan tersebut muncul tentunya pemberian ASI pada bayi anda akan terhambat, terlebih lagi jika anda mengalami lecet pada puting.

Penyebab Lecet atau Sakit  Puting

Lecet pada puting biasanya disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut.

  1. Penyebab puting lecet yang sering terjadi yaitu karena anda menyusui bayi anda tidak tepat, dimana posisi mulut bayi tidak berada pada seluruh aerola, sehingga bayi anda hanya menggigit pada bagian pangkalnya saja.
  2. Penggunaan pompa payudara yang tidak tepat.
  3. Terdapat infeksi jamur pada mulut atau lidah bayi yang akan menular pada ibu sehingga akibatnya puting menjadi lecet.

Perawatan Puting Lecet atau Sakit

Jika keadaan ini terjadi dan menimpa anda, maka anda jangan khawatir. Lakukan perawatan pada puting anda agar kondisinya segera pulih dan anda bisa menyusui bayi anda kembali dengan normal. Berikut perawatan yang bisa anda lakukan pada puting sakit atau lecet.

  1. Jika anda merasa dan menemukan puting susu menjadi lecet, anda bisa istirahat dan tidak menyusui selama 12 sampai 24 jam agar proses penyembuhan lebih cepat.
  2. Ketika hendak menyusui lagi, gunakan terlebih dahulu puting sebelah yang tidak dalam keadaan lecet. Apabila pada bagian payudara dengan puting susu yang lecet ASI terasa penuh anda bisa melakukan pemerahan atau pemijatan. Usahakan agar bayi anda selalu mendapatkan ASI.
  3. Gunakan puting susu yang sehat, baru setelah itu gunakan puting susu yang lecet dengan bertahap dan dalam waktu yang singkat. Biasanya bayi akan menyusu lebih lembut pada kali kedua, karena pada waktu itu bayi sudah tidak terlalu lapar.
  4. Anda harus memperhatikan melekatnya mulut bayi pada payudara anda. Usahakan sebagian besar mulut bayi meliputi aerola, atau jangan sampai berada pada ujung puting saja.
  5. Selesai menyusui, disarankan untuk membersihkan puting susu secara lembut. Anda bisa menggunakan kassa steril yang sebelumnya sudah dicelupkan ke dalam air hangat bersih.
  6. Pada saat puting dalam keadaan lecet, usahakan untuk tidak menyentuhnya secara langsung. Terlebih lagi jika anda belum atau tidak membersihkan tangan anda, karena ditakutkan akan membawa bakteri yang menjadi penyebab infeksi.
  7. Apabila anda tidak bisa menahan rasa sakit karena lecet, anda bisa menghilangkan rasa sakit tersebut dengan minum obat penghilang rasa sakit. Namun, obat yang digunakan harus resep dari dokter.
    Jika puting masih saja lecet dan rasa sakit bertambah parah, anda bisa segera konsultasi atau melakukan pemeriksaan pada dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.

Intinya, ketika pertama kali menyusui anda jangan panik agar bisa memberikan ASI dengan tepat untuk si kecil. Jika permasalahan muncul, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter atau bidan.

Demikian tips menyusui bayi untuk pertama kalinya, beserta cara mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi. Semoga bermanfaat.