Berat badan bayi sulit naik dipicu karena berbagai faktor penyebab. Ketahui apa saja penyebab berat badan bayi sulit naik berikut ini.

Berat badan bayi merupakan salah satu parameter pertumbuhan bayi. Pertumbuhan bayi seringkali dilihat dari berat badannya. Apabila berat badan bayi terlihat tidak ada masalah, bayi gemuk dan sehat, banyak orang yang menilai bahwa bayi tersebut sehat. Namun sebaliknya, ketika bayi kurus , banyak orang yang beranggapan bahwa bayi tersebut tidak sehat, kurang gizi atau mengalami penyakit cacingan. Padahal sebenarnya berat badan bayi yang kurus tidak selamanya mengindikasikan bayi tidak sehat dan mengalami masalah kesehatan.

Berbicara tentang berat badan bayi, tidak sedikit ibu yang mengeluh karena berat badan bayinya sulit naik. Sulit naiknya berat badan bayi dipicu oleh beberapa faktor penyebab.

Berat Badan Bayi Sulit Naik

Ketika anda mencurigai bayi anda tidak dapat berkembang dengan baik, maka penting untuk memeriksa keadaannya. Karena berat badan yang sulit naik tersebut dapat dipicu karena kemungkinan anak yang susah makan atau keadaan tubuh yang sulit menyerap dan memproses nutrisi dari makanan.

Berikut ini beberapa penyebab mengapa berat badan bayi sulit naik.

Penyebab Berat Badan Bayi Sulit Naik

Masalah Makan

Berbagai masalah makan dapat menyebabkan berat badan bayi tidak berkembang dengan baik. Beberapa masalah makan yang diketahui dapat menyebabkan sulit naiknya berat badan di antaranya seperti berikut ini:

  • Ketika menyusu dan sebelum selesai menyusu, bayi anda tertidur.
  • Bayi anda mengalami masalah pada bibirnya, seperti retak atau pecah-oecah pada bibir dan langit-langit, yang mana keadaan ini dapat menghambat penerimaan ASI.
  • Refleks menyedot ketika menyusu lemah sehingga membuat bayi kesulitan untuk mendapatkan cukup
  • ASI atau kesulitan menerima ASI dari botol susu.
  • Apabila bayi anda mendapatkan susu formula, namun anda memberikan susu formula dengan takaran yang tidak tepat, maka akan menyebabkan berat badan anak menjadi sulit naik.
  • Bayi anda memiliki keadaan lidah yang pendek atau tongue tied. Keadaan lidah pendek ini dapat membuat si kecil kesulitan ketika mendapatkan ASI, akibatnya ia tidak mendapatkan nutrisi dalam ASI yang dibutuhkan.
  • Tidak jarang kita menemukan ibu yang menerapkan jadwal menyusui pada buah hatinya. Dalam beberapa kasus bayi yang menyusu dengan jadwal ketat akan mendapatkan nutrisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang menyusu sesuai rasa lapar. Agar bayi mendapatkan nutrisi yang optimal dari ASI, maka para pakar meyakini untuk membiarkan bayi menyusu kapanpun ketika ia menginginkannya.
  • Pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat dapat menyebabkan berat badan bayi sulit naik, anak gagal tumbuh dan pertumbuhan anak menjadi lambat. Untuk itu, penting bagi ibu untuk mengetahui cara memberikan MPASI pada bayi dengan baik dan benar.

Masalah Ibu

  • ASI pertama yang keluar saat si kecil menyusui disebut dengan foremilk. Kemudian diakhir menyusui bayi anda akan mendapatkan hindmilk. Saat memulai proses menyusui maka tubuh anda akan melepaskan hormon oksitosin. Dimana hormon oksitosin ini berperan untuk menstimulasi keluarnya hindmilk. Dibandingkan dengan foremilk, hindmilk mengandung banyak kalori yang dibutuhkan oleh bayi. Bayi tidak akan mendapatkan hindmilk jika keadaan ibunya tidak mendukung seperti merasa kesakitan, tertekan dan stres. Ketika ibu dalam keadaan tersebut akan menyebabkan gagalnya saraf otak untuk mengirim sinyal untuk pelepasan ASI. Apabila keadaan ini terus berlanjut, maka efeknya akan mempengaruhi kenaikan berat badan bayi.
  • Anak yang berat badannya sulit naik tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dapat disebabkan oleh ibu. Dimana ibu menjalankan diet rendah lemak.
  • Jika anda pernah mengalami masalah menyusui maka akan membuat bayi anda tidak mendapatkan nutrisi selama masalah tersebut terjadi. Mungkin saja payudara anda tidak memproduksi cukup ASI sehingga bayi akan kekurangan ASI.

Masalah Kesehatan Bayi

Masalah kesehatan bayi dapat menjadi faktor penyebab berat badan sulit naik, seperti misalkan:

  • Nafsu makan si kecil berkurang karena ia sedang sakit atau dalam masa pemulihan. Agar dapat kembali sehat bayi membutuhkan asupan nutrisi dan kalori yang lebih banyak.
  • Bayi mengalami masalah pencernaan seperti misalkan diare pada bayi, intoleransi laktosa, celiac, reflux dan lain sebagainya.
  • Anemia defisiensi besi dapat menyebabkan nafsu makan anak menurun, ia akan mudah sakit dan efeknya berat badan menjadi sulit naik.
  • Beberapa masalah medis lainnya seperti bibir sumbing, masalah sistem pernafasan, cystic fibrosis, parasit atau adanya gangguan pada metabolik akan menyebabkan terjadinya gangguan pada berat badan si kecil.

Pertambahan Berat Badan Bayi

Berikut ini pertambahan berat badan bayi yang normal sesuai dengan usianya:

  • Bayi berusia 0-3 bulan, berat badan bertambah 750-1.000 gram perbulan.
  • Bayi berusia 3-6 bulan, berat badan bertambah 450-750 gram perbulan.
  • Bayi berusia 6-12 bulan, berat badan bertambah 250-350 gram perbulan.

Ada kalanya berat badan bayi mengalami sedikit penurunan. Namun, keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan. Pedoman di atas sebenarnya bukan angka pasti, akan tetapi hanya sebagai patokan saja untuk memperkirakan berat badan bayi wajar.

Agar berat badan bayi anda naik sesuai dengan yang diharapkan, tentunya anda harus menemukan solusinya sesuai dengan penyebabnya. Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter untuk masalah ini.

Kiat Menaikan Berat Badan Bayi – Jangan terlalu panik ketika mengetahui berat badan bayi menunjukan kategori kurus. Anda bisa mencoba menaikan berat badan bayi dengan langkah sederhana.

Pertumbuhan bayi bisa dilihat dari tinggi badan, berat badan dan lingkar kepalanya. Umumnya bayi yang satu dengan bayi yang lainnya memiliki berat badan dan ciri yang berbeda ketika dilahirkan, rata-rata berat badan bayi yang baru lahir sekitar 2500-4500 gram. Beberapa hal yang menentukan berat badan dan ukuran bayi yaitu genetik, nutrisi yang didapatkan bayi ketika berada dalam kandungan dan kesehatan ibu selama dalam masa kehamilan. Ketika mendapati berat badan bayi baru lahir rendah, anda sebaiknya jangan merasa terlalu cemas. Karena yang terpenting berat badan bisa dicapai setelah si kecil dilahirkan. Ketika usia bayi 4 bulan, umumnya si kecil mengalami kenaikan berat badan dua kali lipat dari awal si kecil dilahirkan.

Standar kenaikan berat badan bayi bisa dilihat pada Kartu Menuju Sehat atau KMS. Anda jangan terlalu terburu-buru menyatakan bahwa bayi anda memiliki masalah dengan berat badannya, karena dalam menentukan tidak hanya dilihat dari tampilan luar bayi anda. Cara tepat yang bisa anda lakukan yaitu dengan mengukur berat badan dan tinggi badan si kecil. Jika memang hasil yang didapatkan menunjukan bahwa berat badan bayi anda masuk ke dalam kategori kurus, maka anda harus mengetahui beberapa penyebab bayi kurus.

Kiat Menaikan Berat Badan Bayi

Penyebab Bayi Kurus

Bayi kurus disebabkan karena asupan nutrisi bayi yang kurang seimbang. Ibu memiliki peranan yang besar dalam menentukan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan gizi buah hati anda.
Bayi anda telah masuk pada masa pertumbuhan tinggi badan, dimana gerak atau aktivitasnya yang aktif pada bayi berusia di atas 6 bulan akan menyebabkan berat badannya menurun, namun dalam jumlah yang wajar.

Si kecil sedang mengalami masalah sistem pencernaan bayi, sehingga mengakibatkan nafsu makan menjadi berkurang dan mempengaruhi berat badan si kecil.

Kiat Menaikan Berat Badan Bayi

Asupan ASI yang Berkualitas

Pada bayi berusia di bawah 6 bulan, satu satunya cara yang bisa dilakukan dalam menaikan berat badan yaitu dengan meningkatkan pemberian ASI. Sebagai seorang ibu anda harus bisa memberikan ASI yang berkualitas untuk si kecil. ASI yang berkualitas dihasilkan dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Anda dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian dan menghindari keadaan yang dapat mempengaruhi produksi ASI seperti stres.

Jadwal Pemberian MPASI

Bayi mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI ketika usianya menginjak 6 bulan. Ketika mendapatkan MPASI maka si kecil akan mengurangi minum ASI. Keadaan ini adalah wajar karena nutrisi lainnya sudah si kecil dapatkan dari MPASI atau makanan pendamping ASI. Dalam memberikan MPASI anda bisa menjadawalkannya. Yang mana pemberian MPASI itu sendiri bisa anda lakukan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam satu hari, sedangkan untuk porsi bisa disesuaikan dengan usia si kecil. Selain itu, hal terpenting yang harus anda perhatikan dalam pemberian MPASI pada bayi yaitu kandungan nutrisi dan gizi pada makanan, terutama kalori. Anda bisa menambahkan keju atau minyak sayur pada MPASI.

Komposisi ASI yang Tepat

Ketika ingin menaikan berat badan si kecil, maka anda harus memperhatikan jenis atau bahan untuk membuat MPASI itu sendiri. Anda bisa membuat MPASI yang terbuat dari komposisi karbohidrat dan lauk serta sayur dengan perbandingan 50:50. Sebagai contoh, anda akan membuat nasi tim 4 sendok makan yang ditambah dengan 2 sendok makan lauk dan 2 sendok makan sayuran.
Pada selang pemberian makanan utama, anda bisa memberikan cemilan sehat pada si kecil sebanyak 2 kali dalam sehari, yakni ketika menjelang siang atau sore hari.

Berikan Buah yang Mengandung Banyak Kalori

Sebagai langkah menaikan berat badan bayi, anda bisa memilih dan memberikan buah kaya akan kalori. Beberapa buah yang dimaksud di antaranya yaitu pisang, alpukat atau daging buah kelapa muda. Anda bisa memberikan jenis buah tersebut sebagai cemilan sehat untuk si kecil. Untuk menambah kalori anda bisa menambahkan susu atau kurma.

Tidur Cukup

Waktu tidur yang cukup akan membantu bayi dalam menjaga stamina. Kegiatan bayi yang terlalu berlebihan justru akan membuat berat badan bayi menjadi turun. Tidak hanya itu, pertumbuhan bayi terjadi ketika mereka tidur.

Tambahkan Mentega dan Margarin Pada MPASI

Mentega atau margarin merupakan lemak yang mengandung vitamin A, D, B1 dan protein yang memiliki manfaat untuk pertumbuhan bayi.

Anda bisa memanfaatkan mentega atau margarin ke dalam makanannya. Caranya yaitu dengan menambahkan satu sendok teh mentega atau margarin ke dalam MPASI yang sudah dikukus atau direbus. Cara ini juga dilakukan untuk menjaga agar mineral dan vitamin tidak rusak meskipun terkena panas.

Demikian beberapa cara menaikan berat badan bayi. Perlu anda ketahui, berat badan bayi yang berada di bawah level normal akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Maka dari itu penting mengetahui cara menaikan berat badan bayi.