Menjaga kesehatan, serta memantau perkiraan berat badan bayi ketika masih dalam kandungan adalah hal penting yang harus ibu perhatikan. Pasalnya, berat badan bayi yang tidak normal dapat menimbulkan beberapa masalah.

Menanti kelahiran sang buah hati merupakan saat yang paling mendebarkan untuk para orangtua. Banyak hal yang ditakutkan oleh orangtua, selain takut menghadapi proses persalinan, mereka juga cemas memikirkan keadaan bayinya saat lahir. Apakah keadaan bayi normal dan tidak ada kekurangan satu pun?

Setelah lahir tidak sedikit orangtua yang mendapati berat badan bayinya tidak normal. Selain berat badan rendah, tidak sedikit pula bayi yang terlahir dengan berat badan lebih.

Berat Badan Bayi Tidak Normal Saat Lahir

Normalnya, saat lahir berat badan bayi adalah mulai dari 2,9 Kg sampai 3,6 Kg. Untuk bayi laki-laki, rata-rata berat lahirnya dari usia kehamilan 37-41 minggu yakni sekitar 3 Kg – 3,6 Kg. Sedangkan untuk berat badan bayi perempuan umumnya yaitu 2,9 Kg – 3,4 Kg.

Berat badan bayi dikatakan bermasalah apabila ia terlahir dengan berat badan yang kurang atau lebih dari berat badan seharusnya. Berat badan bayi yang tidak normal tidak bisa dianggap biasa, karena dapat berpengaruh pada kesehatan dan pertumbuhannya. Dalam beberapa kasus, berat badan bayi yang tidak normal dapat menyebabkan masalah saat kelahiran.

Berat Badan Bayi Rendah (Kurang dari Normal)

Bayi dikatakan memiliki berat badan kurang apabila ia terlahir dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg. Berat lahir rendah tidak hanya akan mempengaruhi kondisi bayi, tetapi kesehatan dan kelangsungan hidup bayi. Kurangnya berat badan bayi saat lahir dapat disebabkan oleh beragam hal.

Penyebab Berat Lahir Rendah Pada Bayi

  • Berat badan ibu saat hamil

Berat badan ibu saat hamil dapat menjadi penyebab bayi terlahir dengan kondisi berat badan yang rendah. Peningkatan asupan makanan guna memenuhi kebutuhan bayi akan berdampak pada kenaikan berat badan ketika hamil. Kenaikan berat badan yang sedikit saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi terlahir dengan berat badan rendah. Berdasarkan penelitian, kenaikan berat badan saat ibu hamil memiliki hubungan yang positif dengan berat badan bayi saat dilahirkan. Apabila berat badan ibu saat hamil semakin besar, maka semakin besar pula berat badan bayi saat dilahirkan.

  • Status gizi ibu saat hamil

Status gizi calon ibu dapat menentukan asupan yang didapatkan bayi saat dalam kandungan. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa perempuan yang berbadan kurus memiliki risiko dua kali lebih besar melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.

  • Jarak waktu melahirkan

Apabila jarak atau waktu kehamilan terlalu dekat dengan waktu melahirkan anak sebelumnya, maka kemungkinan besar tubuh ibu belum menyimpan nutrisi cukup untuk kehamilan yang berikutnya. Saat hamil kebutuhan nutrisi akan meningkat. Bahkan akan semakin tinggi apabila ibu sedang hamil dan harus memberikan ASI. Keadaan ini akan semakin meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah.

  • Masalah kesehatan

Masalah kesehatan ibu dapat menjadi penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah. Selain masalah kesehatan fisik, masalah kesehatan psikologis pun ikut berkontribusi.

Bahaya Berat Badan Bayi Rendah Saat Lahir

Meskipun bayi yang terlahir dengan berat badan rendah dapat tumbuh dengan baik, akan tetapi pada beberapa kasus tidak seperti itu. Biasanya, bayi yang terlahir dengan berat badan rendah, terlebih lagi disertai degan lahir prematur dapat meningkatkan risiko mengalami berbagai masalah kesehatan.

Beberapa masalah kesehatan apabila bayi terlahir dengan berat lahir rendah di antaranya yaitu, bayi mengalami polisitemia atau keadaan dimana darah terlalu kental. Yang mana keadaan ini disebabkan karena sel darah merah yang terlalu banyak. Bayi sangat mudah mengalami kedinginan atau hipotermia, meningkatkan risiko bayi terkena infeksi, gula darah rendah dan mengalami sindrom gangguan pernafasan.

Berat Badan Bayi Lebih dari Normal

Berat lahir bayi disebut besar apabila bayi lahir dengan berat badan lebih dari 4.000 gram. Bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari normal disebut dengan macrosomia.

Keadaan bayi besar sebenarnya cukup sulit untuk  didiagnosa pada saat masih berada dalam kandungan. Sehingga keadaan ini biasanya akan diketahui setelah bayi lahir.

Berat badan bayi saat dalam kandungan biasanya diprediksi dengan ultrasound. Akan tetapi, pengukuran ini dianggap tidak selalu akurat karena bisa saja terdapat perbedaan.

Penyebab Berat Badan Bayi Lebih dari Normal

Beberapa hal diketahui menjadi faktor penyebab bayi lahir dengan berat lahir besar seperti berikut:

  • Faktor yang paling berpengaruh terhadap kasus bayi besar yaitu faktor genetika. Selain itu, kadar gula darah selama hamil yang tidak terkontrol akibat mengalami diabetes gastational atau ibu memang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus.
  • Ibu yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas saat hamil diketahui memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat lahir besar.
  • Jenis kelamin bayi yang dikandung diduga dapat berperan. Dibandingkan dengan bayi perempuan, bayi laki-laki biasanya memiliki berat badan yang lebih besar.
  • Apabila ibu pernah melahirkan bayi dengan berat lahir besar, maka ibu cenderung melahirkan bayi besar pada kehamilan yang berikutnya.
  • Bayi yang lahir lebih bulan atau lebih dari 42 minggu memiliki risiko lebih besar lahir dengan berat badan mencapai 4.500 gram. Penyebab bayi lahir lewat bulan sebenarnya tidak diketahui. Akan tetapi, salah satu penyebabnya diketahui karena faktor genetik. Apabila ibu lahir lewat bulan, maka berpeluang melahirkan bayi lewat bulan.

Bahaya Berat Badan Bayi Lebih

Apabila berat badan bayi anda besar atau lebih saat berada dalam kandungan, maka kemungkinan besar anda akan mengalami kesulitan ketika proses melahirkan. Beberapa masalah yang mungkin akan dialami yaitu kehilangan darah, rusaknya tulang ekor dan parineum robek.

Meskipun jarang terjadi pada proses persalinan, bayi dengan berat badan besar atau lebih dari normal dapat mengalami distosia atau keadaan dimana pundak bayi tersangkut dalam kelamin. Akibat dari keadaan ini, tulang leher bayi menjadi patah.

Bayi yang lahir besar lebih rentan mengalami diabetes militus. Pasalnya, pada bayi dengan berat badan lebih, lemak dalam tubuhnya akan melakukan reaksi resistensi insulin. Sehingga bayi tidak dapat mengolah gula yang masuk pada makanan atau minuman, akibatnya gula dalam darah akan semakin meningkat.

Dalam jangka waktu yang  panjang, apabila berat badan bayi tidak diperhatikan dan bertambah tidak terkendali, ketika ia memasuki usia produktif kemungkinan besar ia dapat mengalami stroke, hiperkolesterol dan gangguan jantung.

Saat sedang hamil, anda harus sering memantau atau memeriksakan kandungan. Kesehatan dan berat badan bayi adalah hal yang penting untuk proses persalinan yang lancar dan tumbuh kembang bayi.  Selain itu, ibu harus sering  memantau kadar gula darah, meskipun sebelumnya ibu tidak memiliki riwayat penyakit diabetes.

Anda tetap harus memberikan ASI eksklusif pada bayi anda, karena seperti yang kita ketahui ASI memiliki banyak manfaat dan baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Bayi dengan berat lahir rendah memerlukan perawatan khusus. Penting bagi orang tua untuk mengetahui cara merawat bayi dengan berat lahir rendah yang tepat.

Orang tua tentunya ingin anaknya terlahir dalam keadaan normal, sehat dan tidak kekurangan satu pun. Namun, di lain sisi tidak sedikit bayi terlahir dengan keadaan berat badan rendah. Bayi dikatakan lahir dengan berat badan rendah apabila saat dilahirkan memiliki berat badan kurang dari 2.500 gram atau 2,5 kg. Bayi dikatakan memiliki berat lahir sangat rendah apabila ia terlahir dengan berat 1,5 kg, serta memiliki berat lahir rendah ekstrem apabila berat lahirya di bawah 1 kg. Berat lahir bayi itu sendiri mencerminkan kecukupan nutrisi dan perkembangan ketika dalam kandungan.

Berat lahir rendah memiliki pengaruh terhadap kondisi bayi saat dilahirkan. Namun selain itu juga mempengaruhi kesehatan, atau bahkan kelangsungan hidup bayi. Bayi dengan berat lahir rendah biasanya disebabkan karena kelahiran prematur. Namun, di samping waktu kehamilan, beberapa faktor diduga menjadi penyebab lainnya seperti berikut:

Cara Merawat Bayi dengan Berat Lahir Rendah

Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

  • Berat badan ibu sejak hamil. Peningkatan asupan ibu yag bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bayi akan berdampak pada kenaikan berat badan saat masa kehamilan. Kenaikan berat badan yang terlalu sedikit pada ibu akan meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah.
  • Status gizi ibu sebelum hamil. Status gizi ibu sebelum hamil menentukan asupan yang akan diperoleh oleh bayi ketika berada dalam kandungan. Berdasarkan penelitian, wanita yang memiliki badan kurus akan memiliki risiko lebih besar melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.
  • Usia ibu saat hamil. Bayi yang terlahir dengan berat rendah umumnya ditemukan pada ibu yang melahirkan bayinya saat usia remaja.
  • Kondisi kesehatan ibu. Masalah kesehatan ibu, baik kesehatan fisik maupun psikis dapat menjadi faktor penyebab bayi lahir dengan berat rendah.
  • Jarak melahirkan. Apabila waktu kehamilan dekat dengan waktu kelahiran sebelumnya, kemungkinan ibu belum mampu menyimpan cukup nutrisi untuk kehamilan yang selanjutnya. Kebutuhan nutrisi akan meningkat pada masa kehamilan, bahkan akan meningkat semakin tinggi jika ibu dalam masa kehamilan dan menyusui bayinya dengan bersamaan. Keadaan ini akan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah.
  • Melahirkan bayi kembar. Ketika ibu mengandung lebih dari satu bayi, maka untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya tubuh ibu akan bekerja lebih keras. Jika saat kehamilan terjadi kekurangan nutrisi, maka akan menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Selain itu, bayi kembar cenderung memiliki berat yang rendah karena terbatasnya ruang untuk berkembang ketika dalam kandungan.

Bayi dengan berat lahir rendah memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dibandingkan dengan bayi normal. Bahkan bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian saat usianya masih dini. Karena seperti itu, bayi dengan berat lahir rendah membutuhkan perawatan intensif.

Masalah Kesehatan Bayi Berat Lahir Rendah

Apabila ketika dalam kandungan bayi mengalami masalah kesehatan, serta dilahirkan secara prematur dengan berat lahir kurang dari 2,5 kg, maka bayi memiliki risiko lebih tinggi mengalami:

  • Bayi lebih rentan terhadap infeksi
  • Mengalami kesulitan bernafas yang disebabkan karena adanya gangguan sistem pernafasan
    Kadar gula darah bayi rendah
  • Bayi mengalami kesulitan dalam mempertahankan suhu tubuh untuk tetap hangat
  • Bayi dengan berat lahir rendah akan mudah merasa lelah, serta akan sering tersedak ketika menghisap ASI
  • Bayi dengan kondisi berat lahir rendah dan lahir kurang bulan adalah keadaan yang menjadi penyebab kematian bayi. Saat usianya dewasa, bayi dengan berat lahir rendah biasanya akan lebih mudah mengalami penyakit jantung, hipertensi dan diabetes.

Cara Merawat Bayi dengan Berat Lahir Rendah

Untuk mengurangi risiko masalah kesehatan pada bayi dengan berat lahir rendah, perawatan khusus dapat anda lakukan seperti berikut ini.

Cukupi Kebutuhan ASI

ASI merupakan asupan penting untuk bayi, termasuk untuk bayi dengan berat lahir rendah. Pemberian ASI atau air susu ibu adalah cara terbaik dalam memenuhi kebutuhan asupan nutrisi bayi dengan berat lahir rendah. Ibu harus memberikan ASI lebih sering pada si kecil.

Lakukan Kontak Antar Kulit

Bayi yang terlahir dengan berat lahir rendah akan mengalami kesulitan dalam mempertahankan suhu tubuhnya, sehingga kemungkinan besar bayi dengan berat lahir rendah memiliki suhu dingin. Keadaan ini disebabkan karena lapisan lemak masih tipis sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya hipotermia. WHO atau badan kesehatan dunia menyarankan pada ibu yang memiliki bayi dengan berat lahir rendah untuk melakukan kontak antar kulit lebih sering, dengan menggendong bayi menggunakan kain yang dibentuk seperti kantung kanguru.

Memperhatikan Kesehatan Bayi

Penting untuk melakukan pengawasan kesehatan bayi dengan rutin. Anda dapat memperhatikan permukaan kulit bayi, suhu tubuh bayi dan pernafasannya. Bawa bayi anda ke dokter apabila ia menunjukan gejala seperti berikut ini:

  • Bayi mengalami demam pada bayi
  • Nafasnya tidak teratur atau bahkan mengalami sesak nafas
  • Bayi keadaannya lemas dan enggan menyusu
  • Muncul gejala sakit kuning pada bayi

Temani Bayi Tidur

Menemani bayi tidur dapat anda lakukan pada bulan pertama usia bayi. Menemani si kecil tidur bisa dengan tidur di sampingnya atau menggendongnya. Bayi dengan berat lahir rendah sebaiknya didekatkan atau digendong oleh ibunya.

Hindari Penularan Infeksi

Beberapa penyakit seperti diare, flu, pneumonia penularannya lebih sering dialami oleh bayi. Dimana dampak dari penyakit ini akan lebih parah dialami oleh bayi yang terlahir dengan berat lahir rendah. Anda dapat melakukan berbagai upaya pencegahan seperti misalkan, menjaga kebersihan bayi, kebersihan perlengkapan bayi dan kebersihan lingkungan rumah.

Hindari Asap Rokok

Asap rokok berbahaya untuk bayi. Paparan asap rokok akan berdampak pada bayi dan menyebabkan asma, infeksi saluran pernafasan, serta infeksi telinga. Pada bayi dengan berat lahir rendah, paparan asap rokok dapat menyebabkan SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Mengetahui bahayanya, penting bagi anda untuk menghindarkan bayi dari paparan asap rokok.

Ganti Popok lebih Sering

Penting memeriksa popok si kecil lebih sering, dan segera ganti apabila popoknya sudah basah. Ini dilakukan agar bayi tidak merasa kedinginan. Bayi dengan berat lahir rendah biasanya tidak akan sering menangis meskipun popoknya sudah tidak nyaman. Itulah mengapa anda harus lebih sering memeriksa keadaan popok si kecil.

Jaga Kebersihan Tali Pusat

Agar tali pusat bayi tetap dalam keadaan steril, maka anda dapat selalu menjaga kebersihan tali pusatnya dengan lebih teratur dan teliti.
Jauhkan Bayi dari Orang Sakit

Karena bayi dengan berat lahir rendah sangat mudah terserang penyakit, maka penting untuk menjauhkannya dari orang yang sedang sakit. Jika ibu sakit pilek, maka untuk tetap menjaga kesehatan bayi, ibu dapat menggunakan kain penutup saat menyusui.

Perawatan khusus penting dilakukan pada bayi dengan berat lahir rendah. Untuk itu, guna kesehatan dan kelangsungan hidup si kecil, penting bagi anda untuk selalu merawat buah hati tercinta dengan sebaik mungkin. Jika anda keliru terhadap cara perawatan yang dilakukan, alangkah lebih baik untuk selalu melakukan konsultasi dengan dokter. Selain itu, segera bawa si kecil jika menunjukan gejala masalah kesehatan tertentu.