Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap – Melihat si kecil tidur dengan nyenyak akan tentu membuat orangtua merasa tenang. Apalagi saat posisi bayi tidur tengkurap biasanya mereka akan terlihat lebih menggemaskan. Akan tetapi, sebenarnya ada kontroversi yang besar dari posisi bayi tertidur dengan tengkurap. Mari simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap.

Bayi yang tidur dengan nyenyak dan mendapatkan posisi tidur yang nyaman akan tentu membuat orangtua tenang melihatnya. Kondisi bayi yang tertidur dengan pulas bisa mengindikasikan bahwa tubuhnya terasa nyaman. Hal ini pun dapat menjadi tanda yang baik bahwa bayi anda jauh dari masalah penyakit yang membuat tubuhnya tidak nyaman.

Ada cukup banyak posisi tidur yang akan dipelajari oleh bayi sesuai dengan perkembangannya. Salah satunya adalah kondisi tengkurap bayi bayi. Melihat bayi tidur dengan posisi tengkurap bisa sangat menyenangkan dan menggemaskan.

Akan tetapi, disamping ini ada banyak kontroversi mengenai posisi tengkurap pada tidur bayi. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja hal tersebut. Mari kita simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap. Penasaran seperti apa? Simak informasinya dibawah ini. Baca juga: Ketahui Gejala Epilepsi yang Sering Terjadi Pada Bayi

Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap

Dampak Positif dan Negatif Bayi Tidur Tengkurap

Tidur atau bermain dengan posisi tengkurap bisa jadi mengindikasikan kemampuan baru yang bisa dikuasai oleh si kecil. Akan tetapi, disamping itu kondisi tengkurap pada bayi pun bisa menimbulkan bahaya yang cukup kontroversial. Mari simak dampak positif dan negatif bayi tidur tengkurap dibawah ini.

Dampak Positif Bayi Tidur Tengkurap

Posisi tengkurap pada tidur bayi sebenarnya bisa bermanfaat dalam menstimulasi kekuatan otot tubuh bayi. Selain beberapa manfaat tersebut, dibawah ini adalah manfaat lain dari posisi tengkurap pada bayi.

Melatih otot Bagian Leher

Manfaat pertama dari tidur dengan posisi tengkurap pada bayi adalah melatih otot-otot tubuh yang terkait. Salah satunya adalah otot pada bagian leher. Hal ini dikarenakan pada posisi tidur yang seperti ini maka secara tidak langsung akan menstimulasi bayi untuk dapat mengangkat bagian kepalanya.

Hanya saja, hal lain yang perlu anda perhatikan adalah bahwa kegiatan ini akan baru aman setelah bayi menginjak usia 4 bulan lebih. Sementara itu, bayi dibawah usia ini akan mungkin berisiko saat dibiarkan dalam posisi tengkurap seorang diri.

Memperkuat Bagian Paru-Paru Bayi

Posisi tidur tengkurap akan dapat membantu pembentukan tulang pada bagian paru-paru bayi menjadi lebih kuat. Hal ini dikarenakan pada posisi ini bagian paru-paru bayi akan berkenaan dengan matras. Tulang paru-paru bayi yang kuat akan dapat membuat fungsi paru-parunya lebih baik.

Dampak Negatif Bayi Tidur Tengkurap

  • Selain memiliki manfaat yang cukup baik, posisi tidur tengkurap pada bayi pun dapat sebabkan masalah yang cukup serius. Hal inilah yang membuat kondisi ini menjadi begitu controversial. Beberapa dampak tersebut diantaranya:
  • Posisi tidur tengkurap pada bayi sebabkan tekanan pada bagian rahang bayi. Kondisi ini bisa mungkin mempersempit bagian pernapasannya. Dimana hal ini bisa sebabkan bayi sulit bernapas.
  • Teori lain menyebutkan bahwa kondisi tidur tengkurap adalah salah satu penyebab sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS).

Itulah dia beberapa dampak yang bisa didapatkan dari posisi tidur tengkurap pada bayi. Para ahli menyarankan untuk anda yang boleh membiarkan bayi tidur tengkurap sebaiknya dilakukan pada saat bayi berusia lebih dari 4 bulan. Sebaliknya, sebelum usia ini bayi tidak disarankan tidur dalam keadaan tengkurap. Sebab hal ini bisa sangat berbahaya untuk keselamatannya.

Cara Melatih Bayi Tengkurap – Semakin cepat bayi anda bisa tengkurap sendiri, maka perkembangan motoriknya pun akan menjadi semakin baik. Anda bisa memberikan stimulasi agar si kecil cepat tengkurap.

Ketika bayi sudah mulai bisa tengkurap, bahagia dan kagum tentunya akan dirasakan oleh setiap orang tua. Menyaksikan perkembangan bayi adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap orang tua.

Tengkurap itu sendiri merupakan kegiatan membalikan tubuh dengan posisi perut berada di bawah dan perut dijadikan sebagai tumpuannya. Tengkurap merupakan bagian penting dalam urutan perkembangan motorik si kecil sebelum akhirnya ia bisa duduk, melangkah dan berjalan. Pada dasarnya, perkembangan motorik bayi berpusat dan berawal dari kemampuan si kecil tengkurap. Apabila bayi anda tidak bisa tengkurap maka perkembangan motorik pada bayi selanjutnya akan mengalami hambatan.

Cara Melatih Bayi Tengkurap

Ketika bayi anda sudah bisa tengkurap sendiri, hal penting yang harus anda ingat yaitu harus tetap mengawasinya. Jangan sampai bayi anda tengkurap ketika ia sedang tidur. Posisi tengkurap ketika bayi tidur akan semakin memperbesar potensi bayi mengalami Suddent Death Infant Syndrome atau SIDS, yakni kematian mendadak saat bayi terlelap.

Kapan Bayi Bisa Tengkurap?

Kemampuan tengkurap bayi yang satu dengan bayi yang lainnya tidak sama. Sebagian bayi bisa tengkurap atau membalikan badannya sendiri ketika ia berusia 2 bulan. Ada pula bayi yang mulai bisa tengkurap pada saat usianya 3 atau 4 bulan. Intinya, fase kemampuan tengkurap antara bayi yang satu dengan bayi yang lainnya memiliki perbedaan dan tidak bisa disamakan. Akan tetapi, secara umum bayi akan berusaha untuk membalikan badannya atau tengkurap saat usianya 3 sampai 6 bulan.

Mengetahui seperti itu, anda jangan khawatir ketika bayi anda belum bisa tengkurap atau kemampuan tengkurapnya lebih lambat dibandingkan dengan bayi seumurannya. Ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi kemampuan bayi tengkurap sendiri, dimana salah satunya yaitu berat badan. Semakin berat bobot badan si kecil, maka semakin sulit ia membalikan badannya untuk tengkurap, begitu pun sebaliknya. Akan tetapi anda boleh khawatir apabila bayi anda tidak bisa tengkurap dengan diikuti oleh gejala-gejala seperti berikut ini.

  • Berat badan bayi normal atau tidak terlalu gemuk, tetapi ia tidak aktif atau pergerakannya tidak lincah.
  • Tangannya masih terlihat lemah yang bisa dilihat dari ketidakmampuannya ketika memegang sesuatu dan kemampuannya mencengkram tidak sempurna, meskipun usia si kecil sudah mencapai 6 bulan atau bahkan lebih.
  • Kaki dan tangan bayi tidak bergerak lincah yang bisa dilihat dari gerakan tangan yang menggapai udara atau aktifnya kaki menendang-nendang.
  • Setelah usia bayi lebih dari 3 bulan ia belum memiliki kemampuan untuk memiringkan tubuhnya sendiri.
  • Kepala bayi tidak tegak ketika anda mencoba untuk menengkurapkannya atau pada saat anda menggedongnnya.
  • Apabila salah satu gejala yang sudah disebutkan di atas ditunjukan oleh bayi anda, sebaiknya anda segera konsultasi dengan dokter anak.

Cara Melatih Bayi Tengkurap

Bayi yang perkembangannya normal sebenarnya bisa menengkurapkan tubuhnya sendiri. Namun, meskipun begitu ada beberapa bayi yang perlu dilatih atau distimulasi agar ia bisa melakukan tengkurap sendiri. Cara melatih bayi tengkurap atau cara menstimulasi agar bayi anda bisa menengkurapkan sendiri tubuhnya bisa anda lakukan. Berikut ini cara melatih bayi tengkurap.

  1. Anda bisa melatih si kecil tengkurap setiap hari dalam waktu yang singkat saja. Bantu si kecil membalikan tubuhnya. Biarkan bayi anda berada dalam posisi tengkurap selama kurang lebih 2 sampai 3 menit. Apabila bayi anda sudah biasa dengan posisi ini, waktu bisa ditingkatkan menjadi 10 sampai 15 menit. Lakukan latihan ini sebanyak 3 kali dalam setiap harinya.
  2. Posisikan bayi anda tengkurap pada kedua paha. Pastikan posisinya baik dan benar. Posisi seperti ini akan membuat kepala si kecil tergantung, serta melatih agar ia bisa mengangkat sendiri kepalanya.
    Posisikan diri anda telentang di atas kasur. Kemudian, ambil bayi anda dengan memintan bantuan pasangan untuk menengkurapkan si kecil di atas tubuh anda. Posisi ini akan memperkuat kontak mata antara anda dan si kecil.
  3. Jika bayi anda belum bisa mengangkat sendiri kepalanya, anda bisa membantunya. Caranya yaitu beri sanggahan dengan menggunakan bantal lembut sebagai penopang dagunya. Dalam posisi ini anda harus tetap mengawasinya dan memperhatikannya.
  4. Jika bayi anda sudah terbiasa ditengkurapkan, cobalah untuk menengkurapkan si kecil pada bidang datar lainnya namun tetap dalam keadaan empuk, lunak dan lembut sehingga si kecil merasa nyaman. Tengkurapkan ia di atas kasur atau matras. Anda bisa meletakan beragam mainan di depannya. Hal ini dilakukan untuk melihat respon si kecil dalam meraih benda-benda yang berada di sekitarnya.
  5. Melatakan perlengkapan bayi seperti mainan di dekatnya pun akan menstimulasi bayi agar ia bisa menggerakan leher, otot tangan dan pahanya.
  6. Ketika si kecil sedang tengkurap, cobalah sesekali gulingkan tubuhnya hingga ia telentang. Apabila bayi anda merasa nyaman pada posisi tengkurap maka ia akan berusaha untuk tengkurap sendiri tanpa bantuan siapa pun. Akan tetapi, jika ia belum bisa melakukannya sendiri, anda bisa menyilangkan salah satu kakinya supaya kakinya bisa menggulingkan sendiri tubuhnya.

Demikian cara melatih bayi tengkurap. Jangan memaksa apabila bayi anda menolak atau rewel ketika berlatih. Anda bisa mencobanya lagi esok harinya.