Muntah pada bayi dapat menjadi reaksi normal. Namun, muntah pada bayi dapat pula menjadi tanda bayi mengalami masalah kesehatan yang serius. Penting mengenal jenis muntah pada bayi untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan.

Setiap bayi tentunya pernah mengalami gumoh atau muntah. Muntah pada bayi bisa sering dialami atau mungkin bayi hanya mengalaminya sesekali saja. Sebenarnya muntah pada bayi bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan, karena muntah pada bayi dianggap sebagai keadaan yang normal. Namun, meskipun begitu tidak ada salahnya jika anda tetap harus mewaspadai muntah pada bayi.

Pada bayi baru lahir, muntah adalah keadaan yang normal. Pada usia tersebut bayi sedang berusaha untuk menyesuaikan dirinya dengan makanan. Biasanya muntah jenis ini disebut dengan gumoh.

Jenis Muntah Pada Bayi

Bayi akan mengalami gumoh ketika ia sudah minum susu, meskipun tidak semua bayi akan gumoh setelah menyusu. Dimana keadaan ini dapat terjadi karena setelah bayi menelan susu, susu yang masuk ke dalam mulutnya akan masuk dan melewati belakang mulut bayi, kemudian akan turun ke kerongkongan, lalu diteruskan ke lambung. Di antara kerongkongan dan lambung terdapat bagian yang disebut dengan cincin otot. Cincin ini menjadi pintu masuknya makanan atau susu ke dalam lambung bayi. Jika susu sudah masuk ke dalam lambung bayi, maka cincin akan menutup dengan sendirinya.

Akan tetapi, apabila cincin tidak dapat menutup dengan sempurna, maka akibatnya susu dapat kembali ke kerongkongan, sehingga pada akhirnya akan terjadi gumoh pada bayi. Cincin akan kuat ketika bayi berusia 4-5 bulan. Bahkan pada usia ini diketahui bayi akan berhenti gumoh.

Selain muntah setelah minum susu, bayi juga dapat muntah karena batuk atau menangis berlebihan. Dimana keadaan ini dapat dialami bayi pada tahun pertama kehidupannya.

Pada kondisi tertentu, muntah pada bayi dapat terjadi berlebihan atau bukan pada batasan normal. Muntah yang dialami bayi dapat menjadi tanda adanya suatu penyakit atau masalah kesehatan yang dialami oleh bayi. Untuk itu, penting mengenal jenis muntah pada bayi untuk mendeteksi penyakit pada bayi.

Jenis Muntah Pada Bayi

Menyembur

Ketika bayi anda muntah menyembur seperti air mancur, setelah atau tidak makan sama sekali maka sebaiknya segera periksa bayi anda ke dokter. Muntah seperti ini dapat menandakan adanya masalah atau kelainan pada susunan saraf pusat otak bayi. Dimana muntah seperti ini biasanya akan terjadi setelah bayi jatuh.

Sumbatan Pada Saluran Cerna

Muntah bayi yang berwarna hijau menandakan adanya kelainan pada sistem pencernaan bayi. Warna hijau tua pada muntahan merupakan cairan empedu yang keluar. Apabila bayi anda muntah meskipun tidak habis makan, maka penyebabnya bisa jadi karena adanya sumbatan pada saluran pencernaan bayi.
Sumbatan pada saluran pencernaan terdapat dua macam, yakni muntahan penuh dan parsial atau sebagian, yang mana letaknya dapat di antara esofagus dan lambung atau di antara lambung dan usus. Sumbatan parsial terkadang tidak dapat dengan pasti diketahui penyebabnya sebelum dilakukan pemeriksaan. Namun, kasus seperti ini biasanya jarang terjadi.

Muntah Berdarah

Pada kondisi tertentu bayi dapat muntah dengan disertai darah. Apabila darah pada muntahan bayi hanya berupa bercak, maka terdapat luka pada tenggorokan bayi akibat muntah. Sedangkan jika muntah bayi merah dan banyak, maka kemungkinan ada pembuluh darah yang pecah. Sedangkan jika darah berwarna hitam, maka terdapat darah pada lambung. Mungkin saja bayi mimisan yang mana darahnya tersebut tertelan dan sampai ke lambung. Keadaan ini akan membuat bayi tidak nyaman dan refleks membuatnya muntah. Perdarahan yang banyak sangat berbahaya karena dapat menyebabkan turunnya kadar hemoglobin sehingga bayi akan kekurangan cairan dalam pembuluh darahnya.

Muntah Disebabkan Keracunan

Muntah pada bayi dapat juga disebabkan karena keracunan. Keracunan makanan pada bayi dapat disebabkan karena tidak terjaganya kebersihan makanan, tidak mencuci tangan sebelum mengolah makanan, botol susu yang tidak disterilkan dan lain sebagainya. Gejala awal karena keracunan yaitu muntah yang diikuti dengan diare.

Arti Warna Muntah Bayi

Merah

Merah menandakan adanya darah yang keluar bersama denga muntahan. Keluarnya darah bersama dengan muntahan bayi dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah, lecet atau luka pada saluran pencernaan. Akan tetapi, jika bercak berarti hanya ada luka pada tenggorokannya.

Kuning

Jika muntah bayi berwarna kuning, maka tandanya terdapat infeksi bakteri, virus serta penyakit radang. Selain itu, muntah berwarna kuning pada bayi juga dapat disebabkan karena bayi mengalami keracunan makanan.

Hitam

Warna hitam pada muntahan bayi berasal dari darah berwarna kehitaman yang biasanya disertai dengan bau amis. Warna hitam pada muntahan bayi berasal dari lambung. Darah dari lambung dapat terjadi karena tertelannya darah yang sampai ke lambung ketika bayi mimisan.

Hijau

Jika warna muntah bayi hijau, maka terdapat cairan empedu yang keluar. Dimana keluarnya cairan empedu disebabkan karena terdapat sumbatan pada saluran pencernaan bayi. Jika bayi muntah tidak habis makan, maka bayi kemungkinan mengalami sumbatan pada saluran cerna, atau tepatnya pada usus dua belas jari atau disebut dengan deudenum.

Warna Keluar Sama dengan Warna Masuk

Warna muntahan bayi sama dengan warna makanan yang masuk ke dalam perut si kecil. Seperti misalkan, jika bayi mengkonsumsi nasi tim bayam, maka warna muntah bayi akan kehijau-hijauan. Muntah jenis ini biasanya hanya akan terjadi pada bayi yang lulus ASI. Yang mana keadaan ini disebabkan karena porsi makan bayi yang terlalu banyak atau bayi makan dengan tergesa-gesa.

Penting mengetahui penyebab bayi muntah agar anda dapat menentukan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Masalah kesehatan yang dialami oleh bayi seringkali membuat orang tua merasa khawatir dan panik, terlebih lagi pada saat bayi mengalami muntah-muntah. Muntah merupakan keadaan dimana isi lambung keluar secara paksa melalui mulut yang disebabkan karena adanya kontraksi otot perut yang kuat. Namun, muntah itu sendiri sebenarnya keadaan yang normal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan itu pun jika terjadi hanya beberapa saat saja.

Akan tetapi muntah pada bayi perlu dikhawatirkan apabila terjadi terus menerus dan sering. Jika bayi muntah terus menerus maka kemungkinan si kecil mengalami dehidrasi karena tubuhnya akan kekurangan cairan.

Penyebab Bayi Muntah

Ketika mendapati buah hati tercinta muntah-muntah, orang tua tentunya akan bertanya-tanya mengenai penyebab muntah itu sendiri. Mengetahui penyebab bayi muntah dapat memudahkan anda mencari cara atau solusi untuk mengatasinya.

Terdapat banyak masalah yang menjadi penyebab bayi muntah, baik itu masalah yang ringan hingga masalah yang berat. Berikut ini penyebab bayi muntah yang perlu anda ketahui.

Penyebab Bayi Muntah

Masalah Saat Menyusu

Pada saat bayi berusia beberapa bulan pertama, maka penyebab muntah kemungkinan besar yaitu karena masalah ketika menyusu, terlalu banyak mendapatkan susu dan masalah sistem pencernaan.

Infeksi Bakteri atau Virus

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus dapat menjadi penyebab muntah pada bayi. Ketika bakteri atau virus berhasil menginfeksi usus atau lambung bayi, selain muntah yang ditunjukan gejala lainnya yang dialami oleh bayi yaitu diare pada bayi, terasa sakit pada perut, demam, dan kehilangan nafsu makan. Muntah yang disebabkan karena infeksi bakteri atau virus biasanya akan berhenti setengah atau sampai satu hari.

Bayi Menangis Berlebihan

Ketika bayi menangis terlalu lama atau berlebihan, maka si kecil biasanya mengalami batuk-batuk kemudian diiringi dengan muntah. Jika muntah pada bayi anda disebabkan karena keadaan ini, sebaiknya anda jangan terlalu khawatir karena jarang menimbulkan masalah yang serius.

Mabuk Perjalanan

Pada saat sedang diperjalanan dan bayi mengalami muntah, maka penyebabnya dipicu karena bayi mengalami mabuk perjalanan. Berdasarkan para ahli, mabuk perjalanan dapat terjadi disebabkan karena apa yang dilihat dan dirasakan bayi tidak seimbang. Keadaan ini diatur oleh sistem keseimbangan yang terdapat pada telinga dan bagian otak tertentu.

Infeksi Lainnya

Selain infeksi karena bakteri atau virus, infeksi lainnya seperti pilek, hidung mampet atau infeksi saluran pernafasan dapat menyebabkan bayi muntah, apalagi jika bayi sampai batuk-batuk. Infeksi saluran kemih atau infeksi telinga dapat membuat bayi mual yang pada akhirnya akan mengalami muntah.

Perlu anda ketahui, muntah pada bayi dapat menjadi gejala penyakit yang serius seperti misalkan meningitis, pneumonia pada bayi dan radang usus.

Keracunan

Penyebab muntah pada bayi yang cukup sulit dideteksi yaitu karena keracunan. Muntah pada bayi dapat terjadi pada saat bayi menelan sesuatu yang sudah terkontaminasi, obat-obatan atau bahan kimia tertentu. Selain muntah, biasanya gejala lain yang dapat terlihat yaitu bayi mengalami diare.

Penyakit Gastroesophageal Reflux (GERD)

Apabila bayi muntah-muntah namun keadaannya terlihat sehat, maka kemungkinan penyebabnya yaitu karena bayi mengalami penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Penyakit ini terjadi pada saat otot yang terletak di antara esofagus dan lambung tidak dengan baik bekerja, sehingga akibatnya asam lambung akan kembali naik ke tenggorokan. Apabila anda mencurigai si kecil mengalami penyakit ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Stenosis Pilorus

Penyebab bayi muntah yang satu ini yaitu disebabkan karena kelainan bawaan pada bayi. Apabila keadaan ini terjadi, gejala muntah biasanya akan bayi alami beberapa minggu pertama kelahiran bayi. Gejala pertama biasanya akan muncul setelah bayi berusia 6 bulan.

Pada bayi yang menderita stenosis pilorus, otot yang berfungsi untuk mengontrol saluran dari lambung ke usus sebagai jalan lewatnya makanan akan mengencang, akibatnya makanan tidak dapat melewatinya, sehingga keadaan ini akan menyebabkan isi lambung naik ke atas dan dikeluarkan sebagai muntah.

Keadaan ini membutuhkan perhatian medis karena memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan dehidrasi, bayi kekurangan gizi dan masalah kesehatan yang lainnya.

Mengatasi Bayi Muntah

Jika bayi muntah setelah mendapatkan ASI, sebaiknya anda berikan ASI dalam jumlah yang sedikit. Setelah menyusu anda dapat membuat si kecil bersendawa.

Apabila bayi muntah dipicu karena keadaan pilek dengan banyak lendir dan dahak, maka anda dapat membuatnya merasa lebih nyaman. Cobalah untuk mengatasi hidung tersumbat yang dialami oleh bayi dan melakukan cara mengeluarkan dahak bayi yang tepat.

Apabila muntah disebabkan karena mabuk perjalanan, akan lebih baik jika anda berhenti terlebih dahulu untuk menenangkan perut bayi.

Apabila muntah disebabkan oleh keadaan yang berat, untuk mengatasinya anda tidak bisa melakukannya sendiri. Jika mengetahui bayi mengalami masalah kesehatan tertentu yang memicu terjadinya muntah pada bayi, maka sebaiknya segera bawa bayi anda ke dokter. Hindari memberikan obat apapun tanpa resep dari dokter.

Demikian beberapa penyebab bayi muntah yang biasanya terjadi. Setelah mengetahui apa saja penyebab bayi muntah, maka anda dapat segera melakukan tindakan yang tepat.

Bayi muntah setelah diberi ASI sering terjadi pada bayi. Namun, ketika bayi mengeluarkan isi perut melalui mulut tidak selamanya dianggap sebagai muntah, karena bisa saja itu gumoh. Anda bisa meminimalisir terjadinya gumoh setelah bayi diberi ASI.

Bayi umumnya sering mengalami muntah atau gumoh. Namun, gumoh memiliki perbedaan dengan muntah. Keduanya merupakan hal yang biasa dan normal terjadi pada bayi, serta bukanlah suatu tanda atau gejala yang serius pada bayi. Namun, dalam beberapa kasus muntah pada bayi sebagai tanda adanya masalah serius.

Baik itu gumoh maupun muntah yang terjadi pada bayi merupakan suatu keadaan dimana isi lambung keluar. Namun, bedanya pada gumoh isi lambung yang keluar diilustrasikan sebagai air yang mengalir ke bawah, bisa sedikit atau banyak, pasif atau spontan. Sedangkan muntah isi lambung yang keluar lebih banyak, dengan kekuatan lambung atau tanpa adanya kontraksi dari lambung. Bayi berusia 4 bulan ke bawah biasanya sering mengalami gumoh minimal sehari 1 kali. Akan tetapi kejadian ini semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia bayi. Meskipun gumoh pada bayi masih dibilang sebagai keadaan yang wajar dan normal, akan tetapi jika gumoh yang terjadi berlebihan akan menyebabkan berbagai macam gangguan dan masalah seperti menimbulkan komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi itu sendiri.

Bayi muntah setelah diberi ASI

Penyebab Bayi Muntah Setelah Diberi ASI (Gumoh)

Muntah sering kali dikeluhkan oleh orang tua ketika bayi mengeluarkan isi perutnya. Namun, tidak selamanya isi lambung keluar melalui mulut adalah muntah, karena bisa saja bayi mengalami gumoh. Lantas apa penyebab gumoh pada bayi? Berikut ini beberapa hal yang menjadi penyebab gumoh atau bayi muntah setelah diberi ASI.

  • Posisi Menyusui. Sering kali ibu menyusui dengan tidak menerapkan cara menyusui yang benar, dimana posisinya berbaring dan miring menghadap si bayi yang tidur telentang. Posisi seperti ini sebenarnya tidak baik dilakukan. Sebab, cairan atau ASI tidak akan masuk ke dalam saluran pencernaan, melainkan ke saluran napas. Sehingga dengan begitu bayi akan gumoh atau muntah setelah diberi ASI.
  • Pemakaian bentuk dot. Pemberian bentuk dot berpengaruh terhadap terjadinya gumoh pada bayi. Misalkan, apabila bayi anda menyukai dot besar, kemudian ia diberi dot kecil maka ia akan mulai malas untuk menghisap karena lama. Yang mana keadaan ini akan mengakibatkan susu tetap keluar dari dot yang akan memenuhi mulut bayi, udara yang masuk pun akan menjadi lebih banyak. Udara tersebut akan masuk ke lambung sehingga bayi akan mengalami gumoh.
  • Dari mulut, susu atau ASI akan masuk ke dalam saluran pencernaan, kemudian masuk ke dalam lambung. Di antara ke dua organ ini terdapat sebuah klep yang berfungsi sebagai penutup lambung. Yang mana pada bayi klep ini masih belum bisa berfungsi dengan sempurna.
  • Bayi terlalu aktif dapat menjadi penyebab bayi sering gumoh atau bayi muntah setelah diberi ASI, seperti misalkan bayi terus menerus menangis atau menggeliat. Kegiatan seperti ini akan membuat tekanan dalam perut bayi menjadi tinggi, sehingga susu atau ASI yang diminumnya akan kembali dikeluarkan dalam bentuk gumoh atau muntah.

Bagaimana Cara Meminimalisir Gumoh atau Muntah Pada Bayi?

Gumoh atau muntah pada bayi bisa diminimalisir agar tidak terus dialami oleh sang bayi. Berikut ini langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk meminimalisir bayi gumoh atau bayi muntah setelah diberi ASI.

  • Sebaiknya hindari memberikan ASi atau susu ketika bayi anda berbaring. Setelah menyusu disarankan untuk tetap membuat posisi bayi anda tetap tegak selama kurang lebih 30 menit.
  • Setelah bayi menyusui sebaiknya hindari segala hal yang akan merangsang aktivitas.
  • Hindari meletakan bayi pada kursi setelah menyusu karena akan meningkatkan tekanan pada perut.
  • Atur waktu menyusu pada bayi dan kontrol jumlah ASI atau susu yang diberikan pada bayi. Sebaiknya berikan susu atau ASI dalam jumlah sedikit namun sering.
  • Setelah bayi menyusu sebaiknya buat ia bersendawa.
  • Sebaiknya cek lubang dot yang anda gunakan untuk memberikan ASI atau susu kepada bayi anda.
  • Apabila lubang dot terlalu kecil maka udara yang masuk akan lebih meningkat. Sedangkan jika lubang terlalu besar akan membuat susu cepat mengalir sehingga kemungkinan besar bayi akan gumoh atau muntah.
  • Ketika menyusui sebaiknya miringkan posisi bayi. Kepala bayi anda diposisikan lebih tinggi dibandingkan kaki, sehingga posisinya membentuk sudut 45 derajat. Sehingga dengan begitu cairan yang masuk melalui mulutnya akan turun ke bawah dengan mudah.
  • Jangan biarkan bayi terlalu lapar. Ketika bayi terlalu lapar maka ia akan tergesa-gesa ketika menyusu, yang mana akibatnya udara akan dengan mudah masuk.

Hal yang Harus Diperhatikan

Hindari Mengangkat Bayi Saat Gumoh

Sebaiknya hindari mengangkat bayi anda saat ia gumoh atau muntah karena hal ini sangat berbahaya. Ketika bayi diangkat maka muntah atau gumoh akan turun kembali dan masuk ke dalam paru-paru, yang mana akibatnya akan mengganggu paru-paru. Sebaiknya miringkan bayi anda dan biarkan ia gumoh atau muntah.

Jangan Khawatir Ketika Bayi Mengeluarkan Gumoh dari Hidung

Keadaan ini justru lebih baik dibandingkan cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru. Muntah atau gumoh yang terjadi pada bayi tidak hanya akan keluar dari mulut saja, melainkan bisa juga keluar dari hidung. Hal ini disebabkan karena hidung, mulut dan tenggorokan memiliki saluran yang saling berhubungan.

Hindari Bayi Tersedak

Ketika bayi tersedak maka muntahannya akan masuk ke saluran pernapasan dan keadaan ini sangat bahaya. Lebih bahaya lagi jika bayi tersedak susu yang sudah masuk ke dalam lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah bayi tersedak anda bisa memiringkan badannya.