Tips Memilih Baju Bayi dan Anak yang Nyaman – Kulit tubuh bayi dan anak akan cenderung sensitif terhadap segala hal yang bersentuhan dengan kulitnya, termasuk baju yang dikenakannya. Untuk itulah, memilih baju untuk bayi dan anak tidak dapat dilakukan dengan sembarang. Perhatikan beberapa hal penting ketika memilih pakaian untuk bayi dan anak. Sebaiknya pilihlah yang nyaman untuk dikenakan dan ramah lingkungan.

Memiliki bayi mungil tentu menjadi hal yang menyenangkan. Perjuangan besar yang anda lakukan selama 9 bulan kini sudah berbuah dengan hadirnya si mungil dalam pelukan anda. Setelah sebelumnya anda mengetahui bagiamana merawat bayi baru lahir dan segala perawatan yang cukup beragam.

Kini, saat usianya menginjak beberapa bulan dan sudah mulai dapat berjalan. Anda akan dikejutkan dengan perubahan besar yang terjadi dengan si buah hati. Jika sebelumnya si kecil hanya dapat bermain dengan terbaring dalam ranjangnya. Saat ini anda mungkin sudah menemukan banyak kemampuan baru yang mulai dipelajari oleh si buah hati. Bahkan kini, si mungil sudah senang hilir mudik kesana kemari dan menyentuh banyak hal yang ada di sekelilingnya.

Senang rasanya melihat si kecil aktif dan ceria, selain membuat perasaan bunda menjadi tenang. Hal ini pun tentu mengindikasikan bahwa keceriaan dan pergerakan aktif yang dilakukan oleh buah hati anda mengisyaratkan bahwa tubuhnya sehat. Lain halnya dengan anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan dimana umumnya mereka akan cenderung terlihat lesu dan kurang aktif dalam bergerak.

Untuk itulah selagi si kecil sehat dukung terus perkembangannya dengan baik ya bunda. Jangan lupa untuk selalu mengawasi si buah hati dalam dunia bermainnya. Sebab sejatinya anak-anak bayi yang masih berusia batita atau balita akan cenderung senang menyentuh dan melakukan hal apa saja yang ingin diketahuinya.

Tips Memilih Baju Bayi dan Anak yang Nyaman

Pengawasan yang tinggi dan menyertai si kecil kemanapun ia pergi akan membuat dunia bermainnya semakin mengasyikan. Selain itu, hadirnya orangtua bersama dengan si kecil akan menjadi mediator bagi mereka untuk mengenal dunia dalam lingkup yang lebih luas.

Selain disibukan dengan segala kegiatan bermain si kecil yang semakin hari semakin aktif. Anda pun mungkin kini sudah cukup senang pergi ke mall atau butik baju dan membawa serta buah hati anda. Menyenangkan rasanya bisa memilih baju dan kostum yang lucu untuk dikenakan pada si mungil.

Apalagi jika mereka pun tertarik didandani dan diberikan aksesoris yang anda terapkan pada tubuhnya. Hal semacam ini umumnya lebih dirasakan oleh ibu yang memiliki anak perempuan.

Ya, mendandani anak perempuan dan memberikan segala jenis pakaian yang diterapkan dalam tubuhnya umumnya menjadi hal yang amat menyenangkan. Apalagi bila anda bisa berbagi kebahagiaan ini dengan orang lain dengan mengunggah foto-foto lucu si kecil yang anda dandani sedemikian rupa.

Selain itu, melihat rupa lucu dari si buah hati yang didandani oleh orangtua seringkali mengundang banyak pujian dari orang lain. Ketika anda membawa serta buah hati anda pergi ke luar rumah dengan aneka macam dandanan yang lucu. Orang lain yang melihat akan mungkin mengatakan “ahh..lucunya” atau mungkin “wah..wah..lucu sekali” dan lain sebagainya. Pada intinya, mendandani si kecil dengan sedemikian rupa akan mungkin memberikan kesuksesan pada anda sebagai orangtua dan menghadirkan bayi yang membuat orang gemas melihatnya.

Akan tetapi, berbicara mengenai mendandani anak umumnya untuk anak bayi perlengkapan atau aksesoris belumlah digunakan terlalu banyak. Melainkan pada saat ini mereka cenderung senang memakaikan aneka baju pada anak-anaknya.

Nah, ketika memilih pakaian untuk anak, sebaiknya jangan lakukan dengan sembarang. Jangan hanya karena anda melihat jenis pakaian tersebut terlihat indah. Anda lantas membelinya dan memakaikannya pada si kecil. Perlu diperhatikan, kulit anak dan bayi masih begitu sensitif. Termasuk pakaian yang mereka kenakan. Untuk itulah, penting sekali memperhatikan tips memilih baju bayi dan anak yang nyaman. Ingin tahu seperti apa? Simak dibawah ini.

Tips Memilih Baju Bayi dan Anak yang Nyaman

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih baju untuk buah hati anda. Hal ini penting sekali untuk dipertimbangkan dengan baik guna menjaga dan mencegah kemungkinan alergi pada kulit anak. Dibawah ini adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan.

Tips Memilih Baju Untuk Bayi dan Batita

Bayi pada umumnya amat rentan mengalami kedinginan ataupun kepanasan. Karenanya, orangtua perlu memperhatikan jenis pakaian yang tepat yang hendak diberikan pada anak bayinya. Selain itu, pemilihan baju pun perlu disesuaikan dan mempertimbangkan kesehatan anak. Berikut ini beberapa tips sebagai panduan orangtua dalam memilih baju bayi atau batita.

  • Bahan dan kuantitas pakaian yang dipilih haruslah cukup untuk menghangatkan badan si kecil. Selain itu, pemilihan jenis ini tentunya perlu disesuaikan dengan musim maupun daya tahan tubuh bayi anda. Dalam penerapannya, orangtua perlu menghindari menyelimuti bayi dengan pakaian yang berlapis-lapis.
  • Pilihlah baju yang nyaman dimana baju tersebut tidak membatasi pergerakan setiap bagian tubuh si bayi. Selain itu, pakaian yang dipilih pun harus cukup longgar agar dapat menyerap keringat yang keluar dari tubuh bayi.
  • Pilihlah model pakaian bayi yang aman dan sesederhana mungkin. Hal ini dikarenakan bayi umumnya masih belum memerlukan pakaian dengan model yang rumit. Sebaliknya, model yang rumit dan tidak nyaman akan mungkin membuat mereka rewel dan tidak nyaman.
  • Pastikan untuk mengganti pakaian setiap hari. Bayi memang tidak banyak berkeringat akan tetapi ini bukan menjadi alasan untuk anda membiarkan tidak mengganti baju si kecil. Pastikan anda menggantinya dengan rutin bahkan saat si kecil tidak dimandikan.

Tips Memilih Pakaian Untuk Anak

Sama halnya seperti tips memilih pakaian untuk bayi dan batita, memilih pakaian untuk anak-anak yang lebih besar perlu mengacu pada pedoman yang sama. Diantaranya baju perlu menghangatkan, terbuat dari bahan aman dan tidak mengiritasi kulit bayi dan tidak membatasi ruang geraknya.

  • Pilih baju anak yang dapat membuat mereka merasa hangat, tidak terlalu banyak/tebal, ataupula tidak terlalu tipis. Selain itu, seperti biasa sesuaikan pemilihan pakaian dengan cuaca dan daya tahan tubuh si kecil.
  • Dilihat dari segi bahan, kulit anak-anak sudah bisa mengantisipasi dan akan cocok dengan penggunaan kain berbahan flanel. Jadi demikian anda bisa lebih variatif memilih jenis kain untuk baju si anak.
  • Lebih jauhnya, pakaian anak terutama model pakaian laki-laki sebaiknya tidak membatasi pergerakan si buah hati. Jangan pilih pakaian yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat.
  • Selain itu, yang terpenting adalah upayakan baju yang dikenakan oleh si buah hati terasa nyaman untuknya. Pakaian yang terlalu ketat akan mungkin tidak menyerap keringat, yang mana ini artinya akan membuat kulit si kecil mudah teriritasi.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari tips memilih baju bayi dan anak. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir – Bayi baru lahir atau bayi muda acapkali mengalami gejala non-spesifik dan tanda bahaya yang mengindikasikan adanya penyakit yang parah. Tanda-tanda ini mungkin terlihat saat atau setelah persalinan. Ataupun pada beberapa hari setelah si bayi berusia 1 bulan setelah kelahiran. Untuk itu, waspadai dan kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir dengan baik.

Memiliki bayi baru lahir adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Wajar bila rasanya, kita ingin memberikan segala sesuatunya dengan baik untuk si buah hati kita yang baru saja lahir. Naluri alamiah seorang ibu dan orangtua akan dengan sendirinya ingin melindungi si kecil dari sesuatu yang akan mungkin membahayakannya.

Bukan sebuah hal yang berlebihan bila anda ingin melakukan hal tersebut pada si kecil. Apalagi jika mengingat si kecil adalah darah daging anda dan kehadirannya dicapai dengan perjuangan yang tidak mudah. Selain itu, umumnya bayi baru lahir memang terlihat begitu rentan. Jadi, bukanlah sebuah hal yang berlebihan bila anda begitu ingin melindungi dan menjaganya dengan baik.

Jangankan melihat si kecil berada dalam bahaya atau tubuhnya yang dihinggapi dengan masalah. Melihat bekas gigitan nyamuk pada lengannya saja, akan mungkin membuat anda merasa panik. Belum lagi, buah hati anda yang masih begitu kecil umumnya belum mampu berkomunikasi. Sehingga kesakitan atau keluhan kesehatan yang mereka alami tidak akan mungkin bisa diketahui dengan mudah. Selain menangis atau tertawa, tidak banyak hal yang bisa dilakukan oleh bayi baru lahir.

Sementara itu, tubuhnya yang rentan terhadap segala macam hal membuat bayi baru lahir akan mudah terserang dengan penyakit. Belum lagi, sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna, membuat penyakit akan mudah menyerang bayi baru lahir.

Sehingga demikian, tak jarang hal ini membuat orangtua yang memiliki bayi baru lahir akan dibuat sedikit risau mengenai masalah kesehatannya. Hal ini tentunya diperparah dengan ketidakmampuan bayi untuk mengkomunikasikan sesuatu membuat ibu sulit untuk mendeteksi gangguan kesehatan pada bayi.

Ya, neonatus atau bayi baru lahir dan bayi muda memang seringkali mengalami gejala non-spesifik atau tanda yang menunjukan adanya indikasi penyakit dalam tubuhnya. Tanda-tanda seperti ini mungkin dapat dilihat saat atau setelah persalinan. Atau bisa pula pada beberapa hari sampai dengan usia si kecil 1 bulan setelah persalinan. Baik si kecil yang masih berada di rumah sakit atau pada saat mereka sudah berada di rumah.

Perhatian penuh, terhadap kesehatan bayi adalah hal penting yang perlu dilakukan oleh pada orangtua. Terlebih lagi untuk mereka yang memiliki bayi prematur. Sebab tentunya penanganan lebih dini terhadap jenis penyakit tertentu akan dapat mencegah kemungkinan penyakit yang lebih parah.

Memang tidak banyak hal yang dapat dilakukan oleh bayi baru lahir ketika terjadi gangguan kesehatan dalam tubuhnya. Selain menangis dan menjadi rewel, umumnya akan cukup sulit untuk ibu memahami apa yang sebenarnya terjadi dengan buah cintanya.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

Untuk itulah, kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir adalah hal penting untuk dilakukan. Berusahalah untuk menjadi ibu yang siaga dan waspada, terutama bila anda melihat sesuatu yang janggal dengan si kecil.

Nah, dibawah ini kami bantu anda kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir dengan mengenali beberapa hal dibawah ini.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

Mengapa penting mengetahui tanda bahaya pada bayi baru lahir? Hal ini dikarenakan bayi baru lahir umumnya memang lebih rentan terhadap gangguan penyakit. Jika mereka jatuh sakit biasanya kondisi ini akan berubah cepat menjadi kondisi yang serius dan berat. Bahkan, pada kondisi tertentu yang lebih parah kematian bisa menjadi hal yang amat mengerikan.

Gejala sakit pada bayi baru lahir memang sulit untuk dikenali. Dengan mengetahui tanda bahaya, bayi akan cepat mendapatkan pertolongan sehingga kemungkinan terburuk dari kondisi ini bisa dihindari.

Banyaknya kasus kematian pada bayi umumnya dipengaruhi karena terlambat diagnosa, terlambat memutuskan membawa bayi berobat ke dokter dan bahkan terlambat sampai ke tempat pengobatan. Nah, untuk mewaspadai kondisi tersebut berikut ini kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir.

Bayi Tidak Mau Menyusu

Bayi baru lahir umumnya akan lebih sering menyusu karena mereka membutuhkan zat untuk dapat bertumbuh dan berkembang. Selain itu, satu-satunya sumber asupan makanannya hanya didapat dari ASI. Jadi ketika bayi anda tidak mau menyusu sebaiknya curigai kondisi ini.

Bayi yang tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup akan membuat asupan nutrisi dalam tubuhnya berkurang. Hal ini tentu akan berdampak pada kesehatan tubuhnya. Selain itu, bayi yang tidak menyusu bisa jadi tubuhnya merasa lemas atau mungkin si kecil mengalami dehidrasi yang berat.

Kejang

Kejang pada bayi memang seringkali menjadi hal yang sering terjadi. Akan tetapi, yang perlu anda perhatikan dari hal ini adalah bagaimana kondisi yang memicu kejang pada si kecil. Apakah kejang terjadi saat si kecil demam. Apabilala ya, maka kemungkinan demam tersebut mengakibatkan kondisi buruk pada tubuh si kecil.

Segera konsultasikan masalah ini dengan dokter agar penanganan yang lebih tepat bisa anda dapatkan. Selain itu, bila rupanya kejang terjadi saat tidak demam, maka mungkin masalah yang lebih besar terjadi dengan kesehatan si kecil.

Lemah

Bayi baru lahir pada umumnya memang belum banyak melakukan aktvitas. Akan tetapi, anda bisa mengenali bayi anda baik-baik saja dari pergerakan dan raut wajahnya. Bayi yang baik-baik saja umumnya akan terlihat ceria dan aktif bergerak meski hanya terbaring. Akan tetapi, pada bayi yang lemah umumnya mereka akan terlihat lesu dan tidak mau menyusu. Untuk itu, sebaiknya kenali tanda bahaya bayi baru lahir yang satu ini.

Merintih

Bayi baru lahir memang belum dapat mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan dengan baik. Akan tetapi bayi anda bisa merintih karena kondisi tertentu. Bahkan setelah anda memberikan mereka ASI atau setelah anda menenangkan mereka. Untuk itu, sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter bila kondisi si kecil semakin parah.

Sesak Nafas

Frekuensi nafas pada bayi umumnya lebih cepat dibandingkan dengan kita atau anak-anak lain yang lebih besar. Umumnya, sekitar 30-60 kali per menit bayi bisa menghembuskan nafas dalam waktu tersebut.

Nah, apabila bayi anda kurang dari 30 kali per menit atau lebih dari 60 kali per menit menghembuskan nafasnya maka mungkin anda perlu waspada dengan hal ini. Perhatikan dinding dadanya, terdapat tarikan yang berat atau tidak dibagian tersebut. Bila ya, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah kemungkinan buruk dari kondisi ini.

Diatas adalah segelintir tanda yang perlu diketahui dari Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir. Semoga bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.