Penyebab Batuk Pada Bayi – Batuk memang sering terjadi pada bayi ataupuan anak-anak. Hal ini dikarenakan batuk memang menjadi salah satu penyakit yang cukup rentan terjadi pada bayi. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengatahui penyebab batuk pada bayi beserta cara mengatasinya. Yuk kita langsung simak saja penjelasan kami berikut ini!

Batuk yang dialami oleh bayi tentunya akan membuat para orangtua menjadi sangat khawatir. Selain membuat kondisi kesehatan bayi buruk, batuk juga membuat bayi semakin rewel. Meskipun memang pada umumnya batuk yang terjadi pada bayi dapat berhanti dengan sendirinya, namun tetap saja batuk yang terjadi pada bayi jangan dianggap remeh. Orang tua memang sangat perlu untuk mengetahui akan penyebab dan juga cara mengatasi batuk pada bayi.

Batuk tentunya menjadi salah satu gejala yang menandakan adanya infeksi pada bakteri dan virus. Namun, penyebab batuk tentunya tergantung dari jenis batuk yang diderita oleh bayi. Hal ini tentunya orang tua dapat mengetahui lebih lanjut lagi akan jenis-jenis batuk yang terjadi pada bayi. Batuk pada bayi tentunya akan membuat tumbuh kembang bayi menjadi sangat terganggu bahkan menyebabkan adanya komplikasi pada pertumbuhan bayi Anda. Baca juga: Perhatikan Pola Makan Bayi Usia 6 Bulan Agar Tumbuh Dengan Baik

Penyebab Batuk Pada Bayi

penyebab batuk pada bayi

Batuk pada bayi tentunya tidak akan membuat bayi merasa tidak nyaman karena bayi dapat mengalami kondisi yang cukup berat. Batuk pada bayi tentunya dapat terjadi sesekali dan akan menunjukkan bahwa adanya satu penyakit tertentu. Batuk yang terjadi pada bayi tentunya berhubungan dengan kurangnya pertahanan tubuh bayi. Hal ini tentunya sistem imun yang melindungi tubuh dari lendir, infeksi dan juga penyebab iritasi masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan bayi terserang batuk.

Batuk tentunya memang sangat menyiksa karena membuat bayi merasa tidak nyaman. Namun jika tidak dibatukkan, maka bakteri dan juga virus akan masuk ke dalam saluran pernapasan hingga lebih dalam lagi dan akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh bayi. Biasanya bayi dan juga anak-anak akan mengalai batuk selama beberapa hari bahkan berlangsung beberapa minggu jika terjadi batuk dalam kondisi yang cukup parah. Jika bayi mengalami batuk lebih dari 2-3 minggu, maka dapat dipastikan infeksi bakteri pada tubuh bayi sangatlah berbahaya. Alangkah baiknya jika Anda memeriksakan si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Berikut ini kami sajikan beberapa penyebab batuk pada bayi yang perlu Anda ketahui sehingga Anda dapat mendeteksi dan juga mencegahnya lebih dini, diantaranya:

Lihat juga: 10+ Bahaya Air Putih Bagi Bayi Yang Jarang Diketahui Oleh Moms

Batuk Akut Pada Bayi

Penyebab batuk pada bayi tentunya dapat berlangsung hingga dua minggu. Pada umumnya, bayi yang mengalami batuk akut disebabkan oleh infeksi virus yang terjadi pada saluran pernapasan atas seperti common cold (batuk pilek biasa). Penyebabb batuk pada bayi ini tentunya ditandai dengan batuk berdahak atau kering, hidung meler, dan juga disertai dengan demam.

Pada bayi dan juga anak-anak tentunya bisa terkena demam dengan delapan macam infeksi virus pernapasan sehingga menimbukan gejala berupa pilek dan juga batuk setiap tahunnya. Kondisi ini tentunya berlangsung hingga sekitar 10 hari. Meskipun tanpa diobati, namun batuk pada bayi dan juga anak-anak dapat sembuh dengan sendirinya. Batuk yang terjadi pada anak-anak tentunya dapat ditangani dengan beberapa cara seperti istirahat yang cukup, makanan dan penuhi cairan bayi dengan memberikannya ASI serta memberinya parasetamol jika gejala batuk pilek pada anak disertai dengan demam.

Batuk Kronis Pada Bayi

Batuk kronis tentunya berlangsung dalam jangka waktu yang sangat panjang sehingga akan terjadi gejala batuk yang berulang-ulang. Pada jenis batuk ini tentunya dapat disebabkan oleh beberapa penyebab lain yang tentunya termasuk ke dalam beberapa penyakit serius, diantaranya:

Penyakit Hidung dan Sinus

Penyebab batuk kronis yang pertama dapat terjadi karena adanya penyakit hidung dan juga sinus. Perlu kita tahu bahwa postnasal drip ialah mengalirnya lendir atau ingus dari hidung ke tengggorokan. Gejala ini tentunya dapat terjadi karena disebabkan oleh infeksi sinus (sinusitis) dan juga rhinitis. Sebagai dampaknya terjadilah batuk yang terus menerus (batuk kronis) yang terjadi pada bayi dan juga anak-anak.

Infeksi Bakteri

Penyebab batuk yang terjadi pada bayi dan juga anak-anak memang dapat disebabkan oleh adanya infeksi virus. Bisa saja meskipun bayi dan juga anak-anak sudah sehat, namun tetap saja dibutuhkan beberapa pengobatan lanjutan dan juga terapi khusus agar si kecil bisa sembuh dengan cepat. Batuk juga terkadang dapat terjadi dan dapat menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah pada bayi. Hal ini tentu menyebabkan bayi terkena batuk dan juga iritasi. Tentu saja, ini sangat sulit untuk Anda ketahui, namun ketika bayi dan juga anak-anak mengalami batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh bahkan disertai dengan demam, tentu segeralah periksakan diri Anda ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi.

Infeksi Virus

Penyebab batuk pada bayi yang selanjutnya ialah adanya infeks bakteri yang terjadi pada saluran pernapasan dan bisa jadi juga anak-anak yang sehat akan mengalami batuk yang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama hingga berminggu-minggu. Akan tetapi, Anda jangan khawatir karena kondisi ini tidak membutuhkan terapi khusus yang tentu bisa sembuh dengan sendirinya. Dalam hal ini obat batuk dapat bekerja menekan batuk sehingga terkadang tidak bekerja dengan efektif pada bayi dan juga anak-anak. Namun langkah ini juga terkadang tidak berjalan dengan sangat efektif.

Inhalasi Benda Asing

Dalam hal ini benda asing juga bisa menjadi salah satu penyebab batuk pada bayi dan juga anak-anak. Benda asing di sini tentunya berhubungan dengan benda sehari-hari yang seirng dipegang oleh si kecil seperti mainan dan juga makanan. Beberapa benda tentunya dapat menjadi sarang bakteri dan juga virus. Usia anak yang paling sering tentunya terjadi pada usia 2-4 tahun. Hal ini tentunya dapat menyebabkan batuk berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama hingga terjadi berminggu-minggu hingga berbulan-bulan lamanya.

Kebiasaan Batuk

Mungkin dapat dibilang kebiasaan karena si kecil mengalami batuk yang terus menerus. Hal ini tentunya dapat dipicu oleh batuk yang dialami oleh si kecil sebelumnya. Jenis batuk ini tentunya bisa terjadi secara berulang-ulang dan juga kering. Jika kita amati lebih lanjut lagi, kebiasaan buruk ini tentunya dapat terjadi ketika anak sedang terjaga dalam tidurnya.

Masalah lambung

Penyebab ini tentunya disebabkan oleh adanya cairan lambung yang dapat bergerak naik kembali ke tenggorokan. Kondisi ini tentunya dapat terjadi sebagai refluks atau terjadi secara diam-diam tanpa adanya sakit pada bagian perut. Mungkin pada beberapa anak kondisi tersebut akan memiliki suara serak dan juag tersedak. Untuk menentukah apakah penyebab batuk dapat dialami oleh si kecil, maka tentunya diperlukan bantuan tenaga profesional agar tidak terjadi kesalahan saat diagnosa.

Asma

Asma memang kerap dialami oleh bayi dan juga anak-anak. Asma tentunya dapat terjadi pada peradangan di saluran pernapasan pada paru-paru. Hal ini tentunya membuat saluran pernapasan menjadi sangat sempit dan juga seringkali menimbulkan gejala yang dikenal dengan istilah mengi. Namun, tentunya gejala asma pada bayi dan juga anak-anak dapat dipicu oleh infeksi bakteri dan juga virus ketika si kecil sdnag tertidur atau mungkin juga dipicu dengan aktivitas fisik atau udara dingin. Tentunya, ketika Anda mendengar nafas bayi yang mengi, alangkah baiknya jika Anda mengunjungi dokter untuk memdapatkan penanganan dan mengetahui diagnosisnya.

Cara Meringankan Batuk Pada Bayi

Tentunya saat ini banyak sekali beragam cara pengobatan yang bsia dijalankan untuk mengatasi batuk pada bayi. Namun tetap saja Anda harus benar-benar waspada, jangan sampai Anda sembarang dalam memberikan obat kepada di kecil yang justru akan berdampak buruk pada tubuh Anda. Alangkah baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter yang memang sangat ahli dibidangnya.

Terlepas kemungkinan adanya risiko dan juga efek samping dari pengobatan yang dilakukan. Pada bayi yang berusia di bawah enam tahun tentunya memang sangat disarankan untuk diberikan obat batuk ataupun pilek. Beberapa langkah alami yang bisa Anda lakukan untuk meringankan batuk pada si kecil diantaranya:

– Berikan ASI lebih banyak untuk membantu tubuh melawan infeksi yang disebabkan oleh berbagai virus dan juga bakteri

– Penuhilah kebutuhan beristirahat pada bayi dan juga anak-anak setiap harinya

– Jika bayi mengalami demam, tentunya Anda dapat memberikan obat pereda demam yang dibuat khusus untuk bayi dengan dosis dan juga takaran yang tepat.

– Penanganan batuk pada bayi tentunya dapat memanfaatkan uap panas di dalam ruangan untuk membantu melegakan saluran pernapasan. Pastikan juga Anda menjaga bayi saat menghirup uap agar tidak terluka.

Bagaimanapun juga pengobatan yang dilakukan pada bayi dan juga anak-anak diperlukan pengobatan khusus terutama jika batuk tersebut tidak hilang dalam waktu satu atau dua minggu. Pengobatan untuk setiap jenis batuk tentunya berbeda-beda tergantung dari apa penyebab dari batuk tersebut. Sebagai contohnya, untuk batuk berdahak diperlukan obat batuk khusus yang memiliki fungsi untuk mengencerkan dahal seperti guafenesin, ambroxol, dan juga OBH. Di samping itu tentunya diperlukan antialergi, antibiotik, pelega sesak dan lain-lain.

Pada batuk bayi yang terjadi dalam waktu dua minggu tentunya dianggap sebagai batuk kronis yang mungkin dapat pula disebabkan oleh rhinitis alergi (hay fever), asma, refluks dan juga penyebab lainnya. Untuk kondisi ini tentunya Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut dengan cepat dan juga tepat.

Mengenali Adanya Tanda-Tanda Bahaya Pada Batuk Bayi

Tentunya, ada beberapa tanda bahaya pada bayi yang tentu disebabkan oleh reaksi alami pada tubuh. Ada beberapa tanda yang tentu dapat Anda kenali jika batuk pada bayi disertai dengan ciri-ciri seperti yang akan kami sajikan di bawah ini:

– Bayi yang tadinya sering menyusu, jika ia tiba-tiba menolak untuk menyusu, maka dapat dipastikan hal ini cukup berbahaya. Bisa jadi bayi mengalami dehidrasi yang dapat Anda cek dengan melihat popoknya. Pada bayi yang normal tentunya bayi akan biang air kecil setiap enam jam sekali, jika dibawah itu, maka segeralah konsultasikan ke dokter anak.

– Batuk tentunya dapat menyebabkan bayi muntah

– Bayi mengalami demam tinggi dan akan berlangsung lebih dari tiga hari dan pada bayi yang berusia di bawah tiga bulan. Pada bayi yang di atas usia tersebut tentunya harus lebih diwaspadi jika memang demam bayi mencapai 39 derajat celsius atau lebih.

– Sesak napas pada bayi juga dapat diketahui dengan adanya suara tertentu ketika si kecil sedang menarik nafas atau mengeluarkan suara yang cukup keras ketika ia sedang tidur.

– Bayi tentunya tampak pucat dan juga kebiruan.

– Dahak pada bayi tentunya berwarna kuning, hijau dan juga kecokelatan.

Selain itu, beberapa tanda bahaya tersebut dapat menjadi indikasi adanya penyakit tertentu di dalam tubuh. Dalam hal ini bayi yang berusia dibawah 5 tahun memiliki risiko yang cukup tinggi untuk terkena difteri. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mencegah adanya infeksi yang cukup berat dan juga dapat mengancam nyawa si kecil. Dalam menangani batuk tentunya Anda harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan juga media dengan tepat karena diagnosa ini sangat penting bagi kesehatan tubuh bayi.

Menjaga bayi agar tidak terkena batuk memang terbilang cukup susah. Hal ini tentunya berhubungan dengan sistem imunitas tubuh bayi. Jika bayi tidak mendapatkan penanganan lebih lanjut ketika sedang batuk, maka tentunya bisa berbahaya bagi tumbuh kembang si kecil. Demikianlah beberapa penyebab batuk pada bayi dan juga cara meringankan serta tanda-tanda bahaya yang dapat timbul jika batuk bayi berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Semoga bermanfaat!

Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi – Pilek memang sangat rentan menyerang manusia baik dewasa, anak-anak bahkan bayi sekalipun. Penyakit pilek memang sangat rentan dialami oleh bayi yang baru dilahirkan ataupun bayi yang sudah beberapa bulan. Untuk itu, Anda sebagai orangtua diwajibkan untuk mengetahui cara mengatasi pilek pada bayi seperti yang akan kami sajikan di bawah ini!

Pilek memang menjadi salah satu penyakit yang memang rentan dialami oleh bayi. Tentunya, penyakit ini membuat seorang bayi merasa tidak nyaman. Tidak jarang bayi yang menderita batuk, demam, tidak ingin menyusu juga rewel. Hal ini diakibatkan oleh adanya komplikasi dari penyakit tersebut.

Pilek tentunya sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Setidaknya orang dewasa perah mengalami pilek dengan frekuensi 2-4 kali dalam setahun. Sedangkan untuk anak-anak, pilek menjadi lebih besar yaitu dari 7-10 kali dalam setahun. Akan tetapi, bayi dan juga anak-anak memang lebih sering terkena pilek dibandingkan dengan orang dewasa. Tentunya, pilek pada bayi bukan tanpa sebab melainkan dikarenakan oleh beberapa faktor yang akan kami paparkan di bawah ini! Baca juga: Penyebab Sindrom Edward Pada Bayi | Gejala & Cara Mencegahnya

Penyebab Pilek Pada Bayi

cara mengatasi pilek pada bayi

Pilek pada bayi tentunya bukan karena sebab, kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab pilek pada bayi baru lahir tentunya tidak jauh dari penyebab pilek pada orang dewasa. Jenis virus yang masuk pada tubuh yang menyebabkan pilek dapat melalui perantara udara ketika batuk ataupun bersin atau juga melalui sentuhan tangan antara penderita pilek dengan calon penderita.

Pilek dapat dikatakan penyakit yang cukup biasa menyerang orang-orang. Pada umumnya, pilek mengganggu sistem kekebalan tubuh pada masing-masing individu sehingga virus akan mudah berperan aktif di dalam tubuh. Gejala pilek pada bayi tentunya dapat ditandai dengan adanya ingus dan juga hidung yang tersumbat. Lihat juga:

Pada awalnya, ingus pada bayi berwarna bening dan juga jernih, lalu akan berubah menjadi lebih kuning dan juga hijau. Hidung yang tersumbat pada bayi diakibatkan oleh lubang hidung pada bayi yang masih sangat kecil sehingga mereka akan bernafas melalui mulut. Dengan begitu, bayi Anda akan terlihat sesak karena bernafas melalui mulut. Pilek pada bayi sering ditandai dengan adanya demam, waktu tidur yang terganggu, mata merah, menyusui menurun, bersih, batuk, dan juga suhu tubuh yang cukup tinggi pada bayi sekitar <38oC.

Beberapa faktor lain yang menyebabkan seorang bayi terkena pilek, diantaranya:

  1. Terpapar asap rokok
  2. Paparan dari orang dewasa yang memang sedang sakit pilek bisa orangtuanya sendiri atau orang di sekitarnya.
  3. Tidak mendapatkan ASI yang eksklusif tentunya hal ini menyebabkan bayi rentan terkena bersin-bersin dan juga pilek.

Tentunya, Anda dapat dengan mudah mengenali penyebab dan juga faktor yang memang menyebabkan sakit pilek pada bayi.

Gejala Sakit Pilek Pada Bayi

Setelah kita mengetahui penyebab sakit pilek pada bayi tentunya kita akan beranjak pada beberapa gejala pilek yang rentan dialami oleh bayi, diantaranya:

  1. Bersin yang terus menerus
  2. Batuk yang terus menerus terutama ketika bayi berumur di bawah 28 hari
  3. Suhu tubuh kurang dari 38oC
  4. Terdengar bunyi seperti mengi ketika bayi bernafas
  5. Bayi terihat kesulitan untuk bernafas
  6. Bayi jarang bernapas atau menghirup nafas yang sangat dangkal
  7. Napas begitu cepat normalnya sekitar 30-60 kali dalam semenit
  8. Saat bayi bernapas tentunya kulit pada sekitar iga tertarik ke dalam
  9. Bayi akan lebih rewel dari biasanya
  10. Kulit bayi akan berubah warna dan kulit akan lebih pucat pada bagian mulut dan juga bawah kuku
  11. Bayi akan merintih kesakitan
  12. Bayi jarang bisa ditenangkan ketika rewel dan juga menangis
  13. Bayi sangat sulit untuk dibangunkan dan muka bayi akan tampak lebih lesu
  14. Bayi sepertinya sangat malas untuk bergerak dan juga menetek pada ibunya
  15. Kulit pada bayi akan terlihat kemerah-merahan
  16. Bayi akan sering muntah
  17. Leher bayi akan terlihat kaku
  18. Batuk sangat hebat sehingga menyebabkan bayi menjadi muntah
  19. Akan terlihat nanah di tenggorokan
  20. Bayi batuk ketika diberikan makan atau susu
  21. Popok bayi tidak penuh atau basah dalam kurun waktu 8 jam.

Gejala-gejala tersebut tentunya dialami oleh bayi yang mengalami sakit pilek. Anda seyogianya harus mewaspadai jika gejala-gejala pada di atas ada pada bayi Anda. Hal yang wajib Anda lakukan ialah dengan mencari cara mengatasi pilek pada bayi. Karena jika bayi mengalami pilek di bawah umur 3 bulan akan sangat rentan terkena komplikasi yang lebih serius seperti radang paru-paru, sesak napas dan juga infeksi telinga.

Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi

cara mengatasi pilek pada bayi

Setelah kita mengetahui penyebab dan juga gejala sakit pilek pada bayi, saatnya sekarang kita mengetahui cara mengatasi pilek pada bayi. Tentunya, Anda tidak ingin melihat bayi Anda menderita sakit pilek yang berkepanjangan karena akan membuat bayi Anda lebih parah. Ada beberapa cara mengatasi pilek pada bayi secara alami, diantaranya:

1. Menghirup uap alami

Cara mengatasi pilek pada bayi yang pertama ialah dengan menghirup uap alami berupa air panas. Anda dapat menuangkan air panas pada sebuah wadah. Kemudian dekatkan uap panas tersebut pada bayi, namun jangan terlalu dekat karena akan membuat bayi Anda kepanasan. Biarkan bayi Anda menghirup uap panas tersebut. Pasalnya, uap panas dipercaya dapat membantu melegakan hidung bayi yang tersumbat sehingga ingus yang menghambat pernapasan akan keluar secara perlahan. Ingus yang mampet inilah yang tentunya menghambat pernapasan pada bayi.

2. Memijat hidung bayi

Cara mengatasi pilek pada bayi yang kedua ialha dengan melakukan pemijatan pada hidung bayi. Berikan pijatan lembut pada bayi mulai dari hidung, alis dan sekitarnya. Memberikan pijatan lembut pada hidung bayi tentunya dapat mencairkan ingus yang mampet sehingga hidung akan terasa lebih lega. Pijatan lembut yang dilakukan oleh orangtua tentunya dapat membantu mengeluarkan lendir yang ada dan mengganggu hidung Anda.

3. Menghangatkan tubuh bayi

Tubuh bayi yang dingin tentunya sangat berpotensi membuat bayi terserang penyakit pilek. Untuk itu, demi menghindarkan bayi Anda dari penyaki pilek. Hal yang perlu Anda lakukan ialah dengan memberikan kehangatan pada bayi. Kehangatan tersebut tentunya dapat membantu melegakan hidung bayi yang tersumbat. Tubuh yang senantiasa hangat tentunya dapat menjaga bayi dari terserang penyakit pilek. Selain itu, Anda dapat memandikan bayi dengan menggunakan air hangat, lalu menjemurnya agar tubuh bayi terkena sinar matahari alami.

4. Mengatur posisi tidur bayi

Cara mengatasi pilek pada bayi yang selanjutnya ialah dengan mengatur posisi tidur bayi. Posisi tidur yang miring tentunya dapat membuat bayi lebih mudah dan juga bebas untuk bernapas. Untuk itu, Anda dapat memiringkan tubuh bayi ke arah kiri ketika hidung kanan tersumbat atau sebaliknya. Posisi tidur yang terlentang tentunya dapat membuat kondisi bayi bertambah parah.

5. Istirahatkan bayi

Ketika bayi mengalami pilek, tentunya Anda harus membuat jadwal istirahat bayi lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. Bayi yang beristirahat lebih banyak tentunya dapat mempercepat penyembuhan pilek pada bayi. Berikan bayi Anda istirahat yang cukup baik siang maupun malam hari.

Selain dari cara mengatasi pilek pada bayi secara alami, tentunya Anda dapat memberikan beberapa obat alami yang tentu sangat aman untuk bayi Anda. Cara mengatasi pilek pada bayi dengan cara alami, Anda dapat melakukan beberapa cara di bawah ini:

1. Berikan larutan garam

Obat pertama yang dipercaya mampu mmebuat bayi lebih baik dari penyakit pilek yang dideritanya ialah dengan memberikan larutan air garam. Larutan ini tentunya dapat mempercepat gejala pilek menjadi lebih cepat. Anda dapat memberikan dua tetes garam dengan menggunakan pipet tetes kepada hidung bayi setidaknya tiga kali dalam sehari. Tetesan garam tersebut tentunya dapat mencairkan ingus bayi dan juga dapat melegakan hidung bayi yang tersumbat. Anda dapat melarutkan garam sekitar setengah sendok makan garam dengan segelas air hangat. Lakukan tips dan juga cara ini dengan tepat dan juga tetap berhati-hati.

2. Bawang merah dan juga minyak telon

Bawang merah tentunya dipercaya dapat menghilangkan dan juga menyembuhkan masuk angin dan juga demam pada bayi. Anda dapat mencampurkan bawang merah dan juga minyak telon bayi pada dada, punggung dan juga perut bayi. Berikan bawang merah dan juga minyak telon bayi tersebut dengan melakukan pijatan-pijatan lembut agar memberikan kehangatan pada tubuh bayi.

3. Berikan jeruk nipis dan juga madu

Selain cara di atas tentunya Anda dapat memberikan bayi dengan meminum air hangat dicampur dengan madu dan juga jeruk nipis. Campuran tersebut tentunya dapat membantu melegakan pernapasan pada bayi. campuran jeruk nipis dan juga madu tentunya dapat lebih melegakan pernapasan pada hidung yang tersumbat pada bayi.

Pencegahan Pilek Pada Bayi

Tentunya, Anda tidak ingin pilek menyerang bayi Anda terus menerus. Untuk itu, Anda harus melakukan cara dan juga alternatif sebagai pencegahan pada bayi. Pilek pada bayi tentunya tidak akan bertambah berat dan juga tidak akan terulang jika kita melakukan cara-cara pencegahan sebagai berikut:

1. Berikan ASI

Penyakit pilek pada bayi tentunya dapat menyerang sistem imun pada tubuh bayi. Jika sistem imun pada tubuh bayi lemah, tentunya virus yang menyebabkan pilek akan sangat mudah menyerang tubuh manusia. Untuk itu, Anda dapat melakukan pencegahan pada bayi dengan memberikannya ASI eksklusif hingga 6 bulan. ASI eksklusif inilah yang menjadi sebuah benteng untuk mencegah virus pilek masuk ke dalam tubuh Anda. Kondisi inilah yang dapat memberikan kemampuan pada tubuh bayi untuk menolak virus pilek masuk pada tubuh bayi.

2. Orangtua tetap hidup sehat

Ketika orangtua menderita sakit pilek atau sedang sakit apapun, tentunya kita sebagai oarngtua harus mencegah supaya virus yang ada di dalam kita tidak masuk ke dalam tubuh bayi. Untuk itu, Anda harus memakai masker ketika menyentuh dan juga memberikan ASI pada bayi. Hal ini dikarenakan penyakit pada orang dewasa sangat mudah terpapar pada tubuh bayi.

3. Bersihkan lingkungan

Lingkungan yang tidak bersih tentunya dapat membuat kondisi bayi menjadi lebih buruk lagi bagi kesehatan bayi. Anda tentunya dapat membersihkan lingkungan di rumah dan juga lingkungan tempat bayi bermain agar dapat terhindar dari virus. Tentunya, Anda harus seulet mungkin untuk membersihkan mainan secara rutin seperti boneka, robot dan juga mainan lainnya.

4. Selalu mencuci tangan

Ketika Anda hendak menyentuh atau menggendong bayi, tentunya hal yang harus Anda lakukan ilah dengan selalu mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Mencuci tangan tentunya dapat menghindarkan diri dari beberapa penyakit yang kemungkinan akan menyerang tubuh kita. Anda harus mencuci tangan untuk mencegah penyakit pilek pada bayi sebelum menyuapi bayi, setelah Anda batuk atau bersin dan juga setelah menggendong atau memegang bayi.

5. Pastikan benda bayi bersih

Benda bayi di sini tentunya berhubungan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan mulut bayi. Benda-benda di sini diantaranya dot, dan mainan gigitan pada bayi. Untuk itu, sebelum memasukkan dot pada mulut bayi, alangkah baiknya jika Anda membersihkannya terlebih dahulu agar benda tersebut dapat terhindar dari kuman dan juga bakteri yang menempel pada dot tersebut. Pasalnya, bayi yang masih merangkak sangat rentan memungut benda asing dan juga memasukan ke dalam mulutnya.

6. Jauhkan bayi

Anda tentunya dapat menjauhkan bayi dari orang yang sedang sakit atau bahkan yang sedang terkena pilek. Hal ini dikarenakan orang yang sedang sakit sangat mudah menularkan virus terutama pada bayi. Tubuh bayi yang masih lemah tentu sangat rentan terkena virus dari orang dewasa yang sedang sakit. Jangan biarkan orang yang sedang sakit memberikan makanan dan juga bersentuhan dengan bayi secara langsung.

7. Usahakan untuk tutup mulut saat batuk

Tidak dapat dipungkiri bahwa Anda sebagai orangtuanya akan terkena batuk. Ketika sedang batuk tentunya Anda harus menutup mulut Anda agar virus batuk tidak langsung masuk ke dalam tubuh bayi melalui udara. Pilek dapat disebut sebagai penyakit yang mudah sekali menular, tidak terkecuali pada bayi. Maka dari itu, menutup mulut Anda sedang batuk dapat menghindarkan diri dari virus batuk.

Melakukan pengobatan dan juga pencegahan pada bayi agar tidak terserang pilek memang sangt dianjurkan bagi Anda. Bagaimanapun juga, penyakit pilek memang sangat rentan menyerang baik kepada orang dewasa maupun kepada anak-anak. Mengobati pilek dengan cara yang alami tentunya  dapat membuat bayi Anda lebih aman dan juga sehat. Demikianlah beberapa cara mengatasi pilek pada bayi yang wajib Anda lakukan sekarang juga. Pastikan untuk selalu mencegah beberapa kemungkinan penyebab pilek pada bayi semaksimal mungkin. Semoga bermanfaat!

Batuk pilek merupakan penyakit yang umum dialami oleh bayi. Karena seperti itu, penting mengetahui seputar penyakit batuk pilek pada bayi, baik penyebab atau cara pengobatan.

Terdapat sekitar 200 virus berkeliaran yang dapat menyebabkan pilek. Sehingga tidak heran apabila bayi yang memiliki sistem imun tubuh yang belum sempurna rentan terhadap serangan penyakit yang satu ini.

Pada saat bayi anda sudah mulai merangkak, ia akan mulai bergerak aktif dan mengeksplorasi ruangan di rumah, menggapai benda-benda yang berada di dalam rumah yang belum tentu kebersihannya terjaga, serta memasukan benda-benda ke dalam mulutnya. Dimana keadaan ini akan membuat virus penyebab pilek mudah masuk dan menyerang tubuhnya.

Batuk Pilek Pada Bayi

Biasanya, bayi rentan terkena pilek ketika musing penghujan. Pasalnya, membran yang terdapat dalam hidungnya akan menjadi mengering yang disebabkan karena udara dingin, sehingga memudahkan virus penyebab pilek berkembang biak pada hidung bayi. Meskipun begitu, bukan berarti jika pilek tidak akan dialami bayi saat musim lainnya.

Rata-rata anak biasanya terkena pilek antara 6 sampai 10 kali dalam setahun. Sedangkan untuk anak yang sudah masuk sekolah, serangan penyakit pilek menjadi meningkat yakni menjadi 12 kali dalam waktu setahun. Penyakit pilek memiliki perbedaan dengan penyakit flu atau alergi, meskipun sekilas terlihat sama.

Gejala pilek itu sendiri ditandai dengan keluarnya cairan dari hidung yang berwarna jernih, dimana cairan tersebut dapat berubah menjadi kehijauan atau kekuningan setelah satu minggu. Dan kemungkinan pilek akan disertai dengan batuk serta sedikit demam. Meskipun begitu, umumnya bayi masih bisa bermain normal dan mau makan.

Batuk pilek umum dialami oleh bayi, dengan mengenal atau mengetahui lebih lanjut seputar batuk pilek pada bayi, anda bisa mendampingi si kecil dan bisa mencegah agar batuk pilek tidak sering dialami oleh bayi anda.

Penyebab Batuk Pilek Pada Bayi

Batuk pilek pada bayi secara garis besar dapat disebabkan karena infeksi dan alergi pada bayi. Batuk pilek yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan gejala demam, hidung meler atau tersumbat, bersin, nyeri otot, mata berair, sakit kepala dan batuk-batuk. Penyebaran infeksi ini biasanya melalui batuk, bersin atau kontak tangan dengan si penderita.

Batuk pilek bisa dialami oleh bayi baru lahir. Yang mana keadaan ini berlangsung sekitar 2 sampai 3 hari dan penyebab yang paling sering yaitu virus. Akan tetapi, jika keadaan berlanjut dan sampai terjadi selama 1 minggu, maka kemungkinan besar terjadi infeksi bakteri lanjutan atau disebabkan karena alergi.

Pilek dan influenza memiliki perbedaan, berikut ini perbedaannya:

  • Umumnya gejala pilek lebih ringan dibandingkan dengan gejala flu dan perkembangannya terjadi dengan perlahan.
  • Keduanya sama-sama merupakan jenis infeksi saluran pernafasan dan disebabkan oleh virus. Meskipun begitu virus penyebabnya tidak sama atau memiliki perbedaan. Pilek disebabkan oleh sekitar 200 virus penyebab vilek, sedangkan flu disebabkan oleh virus influenza.

Pengobatan Batuk Pilek Pada Bayi di Rumah

Batuk pilek sebenarnya merupakan mekanisme tubuh untuk melawan kuman penyebab penyakit dan mengamankan saluran pernafasan. Untuk mengobati batuk pilek, anda bisa melakukan perawatan sendiri di rumah seperti berikut ini:

  • Ketika bayi anda terserang batuk pilek, anda harus tetap memberikan ASI kepada si kecil. Pasalnya, kandungan yang terdapat dalam ASI akan membantu meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuh si kecil. Tidak hanya itu, ketika menghisap payudara gerakannya akan menutup saluran eustachius, yakni sebuah saluran yang menghubungkan hidung dengan telinga. Dimana keadaan ini akan semakin mengurangi risiko bayi terkena infeksi telinga yang disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada hidung dan tenggorokan.
  • Sebagai langkah untuk meredakan hidung si kecil yang tersumbat, anda bisa mengeluarkan cairan dengan melakukan penguapan atau menepuk-nepuk punggung si kecil dengan lembut pada posisi telungkup di paha ibu. Selain itu, untuk mengeluarkan cairan yang terdapat pada hidungnya anda bisa memanfaatkan alat penyedot khusus bayi.
  • Jemur bayi anda pada pagi hari. Sinar matahari ketika pagi hari sangat baik dan dapat membantu membasmi virus, bakteri atau jamur.
  • Untuk membuat bayi anda lebih nyaman, anda bisa memposisikan kepalanya saat tidur lebih tinggi dari tempat tidurnya dengan meletakan bantal di bawah kepalanya.
  • Apabila suhu tubuh bayi meningkat atau mencapai 38,5 derajat Celcius, anda bisa memberikan obat penurun panas dari dokter.

Kapan Harus Ke Dokter?

Anda harus segera membawa bayi anda ke dokter apabila ia mengalami batuk pilek lebih dari 7 hari atau menunjukan gejala seperti berikut ini:

  • Bayi tidak bisa menelan
  • Sering muntah dan enggan meminum cairan
  • Perut terasa sakit
  • Sangat mengantuk dan pucat
  • Kepala terasa sakit
  • Batuk terus menerus
  • Tetap mengalami demam tinggi meskipun sudah diberi obat penurun panas
  • Terdapat ruam pada kulitnya
  • Bayi cenderung rewel atau mudah menangis
  • Bernafas sangat cepat atau kesulitan bernafas

Itulah penyebab dan pengobatan batuk pilek pada bayi. Selama si kecil terserang batuk pilek, usahakan untuk tetap memberikan asupan cairan yang cukup dan makanan yang mengandung gizi tinggi. Ketika si kecil sakit, tubuh memerlukan nutrisi tinggi untuk melawan kuman yang terdapat dalam tubuhnya. Semoga bermanfaat.