Penyebab Batuk Pada Bayi – Batuk memang sering terjadi pada bayi ataupuan anak-anak. Hal ini dikarenakan batuk memang menjadi salah satu penyakit yang cukup rentan terjadi pada bayi. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengatahui penyebab batuk pada bayi beserta cara mengatasinya. Yuk kita langsung simak saja penjelasan kami berikut ini!

Batuk yang dialami oleh bayi tentunya akan membuat para orangtua menjadi sangat khawatir. Selain membuat kondisi kesehatan bayi buruk, batuk juga membuat bayi semakin rewel. Meskipun memang pada umumnya batuk yang terjadi pada bayi dapat berhanti dengan sendirinya, namun tetap saja batuk yang terjadi pada bayi jangan dianggap remeh. Orang tua memang sangat perlu untuk mengetahui akan penyebab dan juga cara mengatasi batuk pada bayi.

Batuk tentunya menjadi salah satu gejala yang menandakan adanya infeksi pada bakteri dan virus. Namun, penyebab batuk tentunya tergantung dari jenis batuk yang diderita oleh bayi. Hal ini tentunya orang tua dapat mengetahui lebih lanjut lagi akan jenis-jenis batuk yang terjadi pada bayi. Batuk pada bayi tentunya akan membuat tumbuh kembang bayi menjadi sangat terganggu bahkan menyebabkan adanya komplikasi pada pertumbuhan bayi Anda. Baca juga: Perhatikan Pola Makan Bayi Usia 6 Bulan Agar Tumbuh Dengan Baik

Penyebab Batuk Pada Bayi

penyebab batuk pada bayi

Batuk pada bayi tentunya tidak akan membuat bayi merasa tidak nyaman karena bayi dapat mengalami kondisi yang cukup berat. Batuk pada bayi tentunya dapat terjadi sesekali dan akan menunjukkan bahwa adanya satu penyakit tertentu. Batuk yang terjadi pada bayi tentunya berhubungan dengan kurangnya pertahanan tubuh bayi. Hal ini tentunya sistem imun yang melindungi tubuh dari lendir, infeksi dan juga penyebab iritasi masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan bayi terserang batuk.

Batuk tentunya memang sangat menyiksa karena membuat bayi merasa tidak nyaman. Namun jika tidak dibatukkan, maka bakteri dan juga virus akan masuk ke dalam saluran pernapasan hingga lebih dalam lagi dan akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh bayi. Biasanya bayi dan juga anak-anak akan mengalai batuk selama beberapa hari bahkan berlangsung beberapa minggu jika terjadi batuk dalam kondisi yang cukup parah. Jika bayi mengalami batuk lebih dari 2-3 minggu, maka dapat dipastikan infeksi bakteri pada tubuh bayi sangatlah berbahaya. Alangkah baiknya jika Anda memeriksakan si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Berikut ini kami sajikan beberapa penyebab batuk pada bayi yang perlu Anda ketahui sehingga Anda dapat mendeteksi dan juga mencegahnya lebih dini, diantaranya:

Lihat juga: 10+ Bahaya Air Putih Bagi Bayi Yang Jarang Diketahui Oleh Moms

Batuk Akut Pada Bayi

Penyebab batuk pada bayi tentunya dapat berlangsung hingga dua minggu. Pada umumnya, bayi yang mengalami batuk akut disebabkan oleh infeksi virus yang terjadi pada saluran pernapasan atas seperti common cold (batuk pilek biasa). Penyebabb batuk pada bayi ini tentunya ditandai dengan batuk berdahak atau kering, hidung meler, dan juga disertai dengan demam.

Pada bayi dan juga anak-anak tentunya bisa terkena demam dengan delapan macam infeksi virus pernapasan sehingga menimbukan gejala berupa pilek dan juga batuk setiap tahunnya. Kondisi ini tentunya berlangsung hingga sekitar 10 hari. Meskipun tanpa diobati, namun batuk pada bayi dan juga anak-anak dapat sembuh dengan sendirinya. Batuk yang terjadi pada anak-anak tentunya dapat ditangani dengan beberapa cara seperti istirahat yang cukup, makanan dan penuhi cairan bayi dengan memberikannya ASI serta memberinya parasetamol jika gejala batuk pilek pada anak disertai dengan demam.

Batuk Kronis Pada Bayi

Batuk kronis tentunya berlangsung dalam jangka waktu yang sangat panjang sehingga akan terjadi gejala batuk yang berulang-ulang. Pada jenis batuk ini tentunya dapat disebabkan oleh beberapa penyebab lain yang tentunya termasuk ke dalam beberapa penyakit serius, diantaranya:

Penyakit Hidung dan Sinus

Penyebab batuk kronis yang pertama dapat terjadi karena adanya penyakit hidung dan juga sinus. Perlu kita tahu bahwa postnasal drip ialah mengalirnya lendir atau ingus dari hidung ke tengggorokan. Gejala ini tentunya dapat terjadi karena disebabkan oleh infeksi sinus (sinusitis) dan juga rhinitis. Sebagai dampaknya terjadilah batuk yang terus menerus (batuk kronis) yang terjadi pada bayi dan juga anak-anak.

Infeksi Bakteri

Penyebab batuk yang terjadi pada bayi dan juga anak-anak memang dapat disebabkan oleh adanya infeksi virus. Bisa saja meskipun bayi dan juga anak-anak sudah sehat, namun tetap saja dibutuhkan beberapa pengobatan lanjutan dan juga terapi khusus agar si kecil bisa sembuh dengan cepat. Batuk juga terkadang dapat terjadi dan dapat menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah pada bayi. Hal ini tentu menyebabkan bayi terkena batuk dan juga iritasi. Tentu saja, ini sangat sulit untuk Anda ketahui, namun ketika bayi dan juga anak-anak mengalami batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh bahkan disertai dengan demam, tentu segeralah periksakan diri Anda ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi.

Infeksi Virus

Penyebab batuk pada bayi yang selanjutnya ialah adanya infeks bakteri yang terjadi pada saluran pernapasan dan bisa jadi juga anak-anak yang sehat akan mengalami batuk yang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama hingga berminggu-minggu. Akan tetapi, Anda jangan khawatir karena kondisi ini tidak membutuhkan terapi khusus yang tentu bisa sembuh dengan sendirinya. Dalam hal ini obat batuk dapat bekerja menekan batuk sehingga terkadang tidak bekerja dengan efektif pada bayi dan juga anak-anak. Namun langkah ini juga terkadang tidak berjalan dengan sangat efektif.

Inhalasi Benda Asing

Dalam hal ini benda asing juga bisa menjadi salah satu penyebab batuk pada bayi dan juga anak-anak. Benda asing di sini tentunya berhubungan dengan benda sehari-hari yang seirng dipegang oleh si kecil seperti mainan dan juga makanan. Beberapa benda tentunya dapat menjadi sarang bakteri dan juga virus. Usia anak yang paling sering tentunya terjadi pada usia 2-4 tahun. Hal ini tentunya dapat menyebabkan batuk berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama hingga terjadi berminggu-minggu hingga berbulan-bulan lamanya.

Kebiasaan Batuk

Mungkin dapat dibilang kebiasaan karena si kecil mengalami batuk yang terus menerus. Hal ini tentunya dapat dipicu oleh batuk yang dialami oleh si kecil sebelumnya. Jenis batuk ini tentunya bisa terjadi secara berulang-ulang dan juga kering. Jika kita amati lebih lanjut lagi, kebiasaan buruk ini tentunya dapat terjadi ketika anak sedang terjaga dalam tidurnya.

Masalah lambung

Penyebab ini tentunya disebabkan oleh adanya cairan lambung yang dapat bergerak naik kembali ke tenggorokan. Kondisi ini tentunya dapat terjadi sebagai refluks atau terjadi secara diam-diam tanpa adanya sakit pada bagian perut. Mungkin pada beberapa anak kondisi tersebut akan memiliki suara serak dan juag tersedak. Untuk menentukah apakah penyebab batuk dapat dialami oleh si kecil, maka tentunya diperlukan bantuan tenaga profesional agar tidak terjadi kesalahan saat diagnosa.

Asma

Asma memang kerap dialami oleh bayi dan juga anak-anak. Asma tentunya dapat terjadi pada peradangan di saluran pernapasan pada paru-paru. Hal ini tentunya membuat saluran pernapasan menjadi sangat sempit dan juga seringkali menimbulkan gejala yang dikenal dengan istilah mengi. Namun, tentunya gejala asma pada bayi dan juga anak-anak dapat dipicu oleh infeksi bakteri dan juga virus ketika si kecil sdnag tertidur atau mungkin juga dipicu dengan aktivitas fisik atau udara dingin. Tentunya, ketika Anda mendengar nafas bayi yang mengi, alangkah baiknya jika Anda mengunjungi dokter untuk memdapatkan penanganan dan mengetahui diagnosisnya.

Cara Meringankan Batuk Pada Bayi

Tentunya saat ini banyak sekali beragam cara pengobatan yang bsia dijalankan untuk mengatasi batuk pada bayi. Namun tetap saja Anda harus benar-benar waspada, jangan sampai Anda sembarang dalam memberikan obat kepada di kecil yang justru akan berdampak buruk pada tubuh Anda. Alangkah baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter yang memang sangat ahli dibidangnya.

Terlepas kemungkinan adanya risiko dan juga efek samping dari pengobatan yang dilakukan. Pada bayi yang berusia di bawah enam tahun tentunya memang sangat disarankan untuk diberikan obat batuk ataupun pilek. Beberapa langkah alami yang bisa Anda lakukan untuk meringankan batuk pada si kecil diantaranya:

– Berikan ASI lebih banyak untuk membantu tubuh melawan infeksi yang disebabkan oleh berbagai virus dan juga bakteri

– Penuhilah kebutuhan beristirahat pada bayi dan juga anak-anak setiap harinya

– Jika bayi mengalami demam, tentunya Anda dapat memberikan obat pereda demam yang dibuat khusus untuk bayi dengan dosis dan juga takaran yang tepat.

– Penanganan batuk pada bayi tentunya dapat memanfaatkan uap panas di dalam ruangan untuk membantu melegakan saluran pernapasan. Pastikan juga Anda menjaga bayi saat menghirup uap agar tidak terluka.

Bagaimanapun juga pengobatan yang dilakukan pada bayi dan juga anak-anak diperlukan pengobatan khusus terutama jika batuk tersebut tidak hilang dalam waktu satu atau dua minggu. Pengobatan untuk setiap jenis batuk tentunya berbeda-beda tergantung dari apa penyebab dari batuk tersebut. Sebagai contohnya, untuk batuk berdahak diperlukan obat batuk khusus yang memiliki fungsi untuk mengencerkan dahal seperti guafenesin, ambroxol, dan juga OBH. Di samping itu tentunya diperlukan antialergi, antibiotik, pelega sesak dan lain-lain.

Pada batuk bayi yang terjadi dalam waktu dua minggu tentunya dianggap sebagai batuk kronis yang mungkin dapat pula disebabkan oleh rhinitis alergi (hay fever), asma, refluks dan juga penyebab lainnya. Untuk kondisi ini tentunya Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut dengan cepat dan juga tepat.

Mengenali Adanya Tanda-Tanda Bahaya Pada Batuk Bayi

Tentunya, ada beberapa tanda bahaya pada bayi yang tentu disebabkan oleh reaksi alami pada tubuh. Ada beberapa tanda yang tentu dapat Anda kenali jika batuk pada bayi disertai dengan ciri-ciri seperti yang akan kami sajikan di bawah ini:

– Bayi yang tadinya sering menyusu, jika ia tiba-tiba menolak untuk menyusu, maka dapat dipastikan hal ini cukup berbahaya. Bisa jadi bayi mengalami dehidrasi yang dapat Anda cek dengan melihat popoknya. Pada bayi yang normal tentunya bayi akan biang air kecil setiap enam jam sekali, jika dibawah itu, maka segeralah konsultasikan ke dokter anak.

– Batuk tentunya dapat menyebabkan bayi muntah

– Bayi mengalami demam tinggi dan akan berlangsung lebih dari tiga hari dan pada bayi yang berusia di bawah tiga bulan. Pada bayi yang di atas usia tersebut tentunya harus lebih diwaspadi jika memang demam bayi mencapai 39 derajat celsius atau lebih.

– Sesak napas pada bayi juga dapat diketahui dengan adanya suara tertentu ketika si kecil sedang menarik nafas atau mengeluarkan suara yang cukup keras ketika ia sedang tidur.

– Bayi tentunya tampak pucat dan juga kebiruan.

– Dahak pada bayi tentunya berwarna kuning, hijau dan juga kecokelatan.

Selain itu, beberapa tanda bahaya tersebut dapat menjadi indikasi adanya penyakit tertentu di dalam tubuh. Dalam hal ini bayi yang berusia dibawah 5 tahun memiliki risiko yang cukup tinggi untuk terkena difteri. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mencegah adanya infeksi yang cukup berat dan juga dapat mengancam nyawa si kecil. Dalam menangani batuk tentunya Anda harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan juga media dengan tepat karena diagnosa ini sangat penting bagi kesehatan tubuh bayi.

Menjaga bayi agar tidak terkena batuk memang terbilang cukup susah. Hal ini tentunya berhubungan dengan sistem imunitas tubuh bayi. Jika bayi tidak mendapatkan penanganan lebih lanjut ketika sedang batuk, maka tentunya bisa berbahaya bagi tumbuh kembang si kecil. Demikianlah beberapa penyebab batuk pada bayi dan juga cara meringankan serta tanda-tanda bahaya yang dapat timbul jika batuk bayi berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Semoga bermanfaat!