Bahaya Air Putih Bagi Bayi – Air putih memang menjadi salah satu asupan yang paling penting bagi tubuh manusia. Namun, hal ini berbeda jika diberikan kepada bayi yang tentunya akan memberikan dampak yang cukup buruk. Lantas, apa dampak dan bahaya air putih bagi bayi? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini!

Tidak dapat dipungkiri bahwa air putih memang menjadi air yang dinilai sangat penting dan juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Bagaimanapun juga, air putih memang berfungsi untuk menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai serangan bakteri dan juga penyakit. Air yang terbilang sangat murah dan juga mudah untuk didapatkan ini memang tidak dapat diragukan lagi akan khasiatnya bagi tubuh.

Akan tetapi, sepenting apapun air putih tentunya bisa juga memberikan dampak yang cukup buruk, terlebih bagi bayi. Mengapa air putih berbahaya bagi bayi? Tentunya hal ini berkaitan dengan berbagai organ yang ada di dalam tubuh bayi. Hal ini karena organ bayi masih sangat rentan untuk menerima zat asing untuk masuk ke dalam tubuhnya. Lantas, apa bahaya air putih bagi bayi? Baca juga:Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Lengkap

Bahaya Air Putih Bagi Bayi

bahaya air putih bagi bayi

Air putih bagi bayi mungkin tidak begitu berkhasiat dan juga penting untuk sistem metabolisme tubuh. Ini tentunya juga berkaitan dengan fungsi organ yang belum bisa dan stabil dalam menerima asupan lain meskipun itu berupa cairan. Tentunya, ini sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa bahaya air putih bagi bayi. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi karena diberi asupan air putih. Berikut kami sajikan beberapa bahaya air putih bagi bayi, diantaranya:

Imun bayi belum siap

Bahaya pertama yang mungkin dapat terjadi pada bayi dikarenakan sistem imun tubuh bayi belum siap. Bagaimanapun juga, air putih dapat mengganggu kekebalan tubuh bayi. Hal ini dikarenakan tubuh bayi belum siap menerima zat berupa cairan kecuali ASI. Jika bayi terpaksa menerima asupan cairan selain ASI secara terus menerus. Besar kemungkinan tubuh bayi akan mudah terserang penyakit demam.

Lihat juga: Susu Formula Menyebabkan Bayi Obesitas, Benarkah?

Ginjal bayi belum siap

Bahaya kedua yang mungkin sangat mudah untuk kita sadari ialah bahwa ginjal bayi belum siap untuk menerima cairan. Dalam hal ini pemberian air putih secara berlebihan memang sangat tidak cocok bagi bayi terutama usia 0-6 bulan. Bagaimanapun juga, rentang waktu usia tersebut, ginjal bayi memang belum terbentuk secara sempurna. Masuknya air putih ke dalam tubuh bayi tentunya akan mengeluarkan banyak sodium serta dapat memperburuk kinerja otak dan akan memicu suhu tubuh menjadi lebih rendah. JIka terus dibiarkan, maka kondisi ini akan menyebabkan tubuh bayi mudah terserang penyakit kejang-kejang.

Perkembangan tubuh bayi terhambat

Selain fungsi ginjal yang belum stabil, pemberian air putih bagi bayi juga dapat membuat perkembangan bayi menjadi lebih terhambat. Terlebih air putih yang sudah terkontaminasi bakteri dapat membuat perkembangan bayi tidak ada peningkatan justru cenderung telat mengalami perkembangan. Tidak heran juga jika bobot bayi cenderung terus menurun. Kondisi ini tentunya dapat menimbulkan kurangnya asupan nutrisi dari ASI jika memang bayi diberi asupan air putih.

Ketidakseimbangan elektrolit

Bahaya air putih bagi bayi selanjutnya yakni dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Hal ini dapat membuat elektrolit di dalam tubuh bayi menjadi lebih kacau dan juga dapat memperburuk penyerapan ASI yang merupakan asupan nutrisi terpenting bagi tubuh bayi usia 0-6 bulan. Utuk itu, janganlah memberikan asupan cairan selain ASI karena dapat membuat elektrolit tubuh bayi tidak seimbang.

Menyebabkan demam dan kejang otot

Jika air putih diberikan kepada bayi secara terus menerus tentunya dapat menyebabkan bayi deman dan juga kejang otot. Pada bayi usia 0-6 bulan, kondisi ini dapat memicu juga keracunan intoksikasi yang tentunya dapat terjadi gejala cerebral palsy pada bayi.

Menyebabkan diare

Bahaya selanjutnya yang dapat berbahaya bagi bayi yakni air putih dapat menyebabkan diare pada bayi. Bagaimanapun juga, air putih yang terinfeksi kuman dan juga jamur dapat membuat kondisi air kurang higienis sehingga dapat menyebabkan diare pada bayi, demam tinggi dan juga mual-mual.

Menyebabkan perut kembung pada bayi

Perut kembung pada bayi tentunya dapat disebabkan pula oleh pemberian air. Bagaiamnapun juga, pemberian air pada bayi dapat menyebabkan perut bayi menjadi kembung dan penuh. Perut bayi akan merasa tidak nyaman sehingga tidak heran jika bayi terus menerus menangis dan juga sering rewel.

Kekebalan tubuh bayi berkurang

Pada bayi tentunya kekebalan tubuh masih tidak stabil. Seperti yang kita tahu bahwa tubuh bayi memang sangat rentan terhadap penyakit. Jika kondisi ini ditambah dengan pemberian air pada tubuh bayi. Tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami kekebalan tubuh yang terganggu. Selain pemberian ASI, tentunya tidak dianjurkan untuk memberikan air putih. Hal ini dikarenakan air putih dapat mendominasi ASI yang tentu sangat berguna untuk menjaga kekebalan tubuh. JIka terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan bayi akan mudah jatuh sakit. ASI tentunya diperlukan untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh bayi dalam keadaan apapun.

Selera bayi pada ASI menurun

Selain menyebabkan kekebalan tubuh menjadi terganggu, pemberian ASI pada bayi juga dapat menyebabkan selera bayi pada ASI menurun. Sehingga tidak heran jika bayi tidak menyusu seperti biasanya bahkan cenderung tidak mau. Bayi yang sering menerima air putih tentunya dapat menyebabkan bayi tidak lagi tertarik pada ASI. Padahal memang ASI sangat diperlukan oleh tubuh bayi terutama usia 0-6 bulan hingga 3 tahun.

ASI menjadi gampang basi

Jika tidak diberikan ASI secara teratur, tentunya dapat menyebabkan bayi tidak lagi menyusu. Pemberian ASI yang tdiak teratur atau bahkan jarang tentunya dapat membuat kualitas ASI menjadi tidak baik. ASI akan cenderung gampang basi serta jumlahnya menjadi sangat sedikit. Bayi yang jarang menyusui tentunya akan sering minum air putih dibandingkan dengan ASI. Tidak heran jika payudara ibu menjadi membengkak dan juga nyeri. Hal ini dikarenakan produksi air susu ibu melimpah, namun tidak dimanfaatkan oleh bayi secara tepat.

Bayi akan mudah haus

Air putih tentunya berbeda dengan ASI, dimana ASI akan membuat bayi menjadi lebih kuat. Tidak heran pada bayi yang sering menerima air putih akan merasa sering kehausan dan terserang dehidrasi ringan. Dalam hal ini memang pemberian ASI pada bayi dapat mengatasi rasa haus dan juga dehidrasi yang berlebih. Untuk itu, jangan biarkan bayi 0-6 bulan diberikan air putih.

Menyebabkan gangguan gizi pada bayi

Pemberian susu formula untuk bayi usia 6 bulan tentunya memiliki takaran air putih yang lebih dibandingkan dengan susunya. Maka tidak heran jika kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam susu tersebut berkurang. Jika terus menerus dibiarkan, maka akan menyebabkan bayi mengalami kelaparan dan juga bobot tubuh bayi yang menurun.

Alasan Mengapa ASI Lebih Baik Dibandingkan Air Putih

bagaimanapun juga, ASI memang sangat diperuntukkan bagi bayi usia 0-6 bulan. Selain ASI, tentunya jangan sampai jenis cairan lainnya masuk ke dalam perut bayi. ASI tentunya menjadi sumber terbaik yang dapat diberikan kepada bayi khususnya usia 0-6 bulan. Selain itu, ASI juga menjadi sumber alami yang dapat digunakan untuk menjaga kekebalan tubuh dan juga sistem imunitas tubuh. Seperti yang kita tahu bahwa ASI menjadi sumber antibiotik alami yang dapat melawan bakteri dan juga virus yang dapat menyebabkan bayi terkena penyakit.

Pemberian air putih pada bayi di atas 6 bulan tentunya tidak masalah karena pada usia ini sudah mulai diberikan MPASI. Selain itu, susunan ginjal sudah sempurna dalam mencerna cairan selain ASI. Namun tetap saja, Anda harus memberikan air putih secara teratur dan jangan berlebihan yang justru akan membuat perut bayi menjadi kembung. Penberian air putih sangat cocok pada bayi yang mendapatkan bubur bayi. Hal ini tentunya untuk memudahkan makanan masuk ke dalam perut bayi.

Pada usia bayi 0-6 bulan, tentunya belum membutuhkan makanan dan juga air putih. Hal ini dikarenakan kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada ASI sangat mampu untuk membuat perut menjadi kenyang dan terhindar dari dehidrasi. Selain itu, pemberian ASI yang sering dapat membuat tubuh bayi menjadi lebih sehat sehingga dapat meningkatkan produksi air susu.

Untuk itu, Anda sebagai orangtua harus menjaga asupan ASI tetap seimbang dan hindari memberikannya pada bayi dibawah 6 bulan. Itulah beberapa alasan mengenai ASI yang lebih baik dibandingkan dengan air putih serta bahaya air putih bagi bayi yang harus nda waspadai. Semoga bermanfaat!