Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Baby Walker – Banyak orangtua masih dihinggapi keraguan pada saat hendak menggunakan baby walker pada bayinya. Banyak yang mengatakan baby walker memberikan manfaat untuk si kecil. Hanya saja, sebagian lain menyatakan alat yang satu ini berbahaya untuk si buah hati. Lalu benarkah demikian?

Bayi berusia 6 bulan keatas sudah mulai mengembangkan banyak kemampuan baru. Pada usia ini anda sudah mulai dapat memberikan mereka makanan pendamping ASI untuk pertama kalinya. Selain itu, kemampuan lain yang juga dipelajari si kecil adalah kemampuan untuk merangkak. Dimana kemampuan ini adalah cikal bakalnya untuk bisa berdiri dan berjalan. Dukung terus perkembangan ini dengan baik pada si kecil sebab beberapa bulan selanjutnya mereka akan dapat melangkah dan mulai belajar berjalan.

Nah, ketika ibu sudah mendapati si kecil mulai berusaha berdiri dengan perlahan. Maka sudah saatnya anda bisa memberikan stimulasi untuk mereka dapat berjalan dengan lebih cepat. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menstimulasi agar bayi dapat berjalan. Selain membiarkan si kecil menjangkau apa yang diinginkannya, stimulasi lain adalah dengan memanfaatkan penggunaan baby walker.

Ya, pada saat ini baby walker telah menjadi trend yang cukup menyerebak pada diri masyarakat. Banyak yang menganggap, peranan peralatan yang satu ini benar-benar membantu tugas orangtua dalam merawat bayi. Selain itu, banyak yang menganggap bahwa baby walker adalah solusi yang baik untuk membuat si kecil mempelajari kemampaun belajarnya dengan lebih cepat.

Oleh karenanya, tidak heran bila banyak orangtua memilih membelikan perlengkapan bayi yang atu ini agar anak bayinya bisa segera berjalan. Sebagian lain bahkan membelikan anak-anaknya peralatan ini dengan alasan kepraktisan. Daripada pusing mengawasi si kecil merangkak dan merayap kesana kemari. Penggunaan baby walker dianggap sebagai alat bantu mereka dan membuat orangtua tak lagi khawatir.

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Baby Walker

Sayangnya, dari menyeruaknya kabar ini, sebagian masyarakat lain menyatakan kekhawatirannya terhadap penggunaan baby walker untuk buah hatinya. Banyak yang mengatakan penggunaan baby walker dapat membuat si kecil berada dalam bahaya. Kondisi semacam ini tentu memberikan keraguan yang besar pada beberapa ibu baru yang hendak menggunakan baby walker untuk buah hatinya. Lantas benarkah demikian? Amankan penggunaan baby walker untuk anak? Simak dibawah ini.

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Baby Walker: Mengenal Baby Walker

Baby walker merupakan peralatan bayi yang dlengkapi dengan tempat duduk dan empat roda dengan dua lubang kaki. Alat ini memungkinkan si kecil dapat menggerakan kedua kakinya dan mengeksplor kemampuan berjalannya.
Pemakaian baby walker memang diharapkan agar kemampuan berjalan pada si kecil dapat dipercepat. Dengan demikianlah, tidak heran bila alat ini seringkali dianggap sebagai alat bantu bayi untuk berjalan. Selain itu, penggunaan baby walker pun dianggap sebagai alat yang akan membantu orangtua dalam hal merawat dan menjaga bayinya.

Adanya baby walker membuat orangtua dapat berpaling sebentar sewaktu ada hal yang membutuhkan perhatian mereka. Dengan begini, maka pekerjaan rumah orangtua atau dalam hal ini ibu dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Hanya saja, baby walker tentunya bukanlah penjaga bayi. Penggunaan baby walker untuk bayi berusia 4 sampai dengan 6 bulan atau lebih akan dapat berbahaya.
Nah, untuk lebih jelasnya lagi berikut ini kami jelaskan beberapa dampak positif dan negatif dari penggunaan baby walker.

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Baby Walker

Bayak ibu yang menghadapi dilema pada saat hendak menggunakan baby walker. Sebagian menyatakan alat yang satu ini memberikan manfaat. Namun sebagian lain mengatakan penggunaan baby walker akan berbahaya untuk si kecil. Untuk lebih jelasnya simak dibawah ini.
Manfaat Baby Walker

Ada beberapa manfaat dari penggunaan baby walker untuk bayi. Hal inilah yang seringkali menjadi alasan untuk orangtua memakaikan baby walker untuk anak-anaknya. Diantaranya manfaat yang bisa dirasakan adalah:

  • Membantu si kecil bergerak kesana-kemari dengan lebih mudah
  • Mengalihkan perhatian bayi agar tidak teru-terusan ingin bersama dengan orangtuanya
  • Menanangkan bayi yang bosan bermain dilantai
  • Media bermian yang menyenangkan untuk anak

Apakah Baby Wakler Membantu Anak Lebih Cepat Berjalan?

Baby walker merupakan alat yang dapat digunakan untuk anak bayi yang belum dapat berjalan bisa berpindah kesana-kemari dan berpindah dari satu tempat ke tampat lainnya. Akan tetapi demikian, baby walker bukanlah alat yang dapat membantu si kecil berjalan dan tidak pula berfungsi mempercepat kemampuan berjalannya.

Baby walker hanya berfungsi mempermudah bayi untuk berjalan dan bergeser kesana kemari. Bahkan dilihat dari kemungkinannya, alat yang satu ini dapat memperlambat kemampuan berjalan pada bayi.

Didalam baby walker, kaki si bayi umumnya akan menggantung dan hanya sedikit yang menyentuh lantai. Bahkan kondisi ini cenderung membuat kaki si kecil jinjit pada saat mereka berusaha untuk menggerakan baby walkernya. Selain itu, bayi umumnya tidak perlu menjejakan kakinya untuk dapat berjalan.

Cukup hanya dengan mengayunnya saja alat ini akan dapat bergeser dan bergerak. Kondisi seperti inilah yang pada akhirnya akan dapat membuat si kecil malas dan tidak termotivasi berjalan dengan kedua kakinya sendiri. Karena dengan baby walkernya saja ia sudah cukup dapat mengeksplor sekelilingnya.

Selain itu, lebih lanjutnya berjalan dengan menggunakan baby walker hanya akan memperkuat tungkai bawah. Sementara untuk kekuatan tungkai atas yakni paha dan pinggulnya yang sangat dibutuhkan untuk dapat berjalan menjadi tidak terlatih.

Disamping iutpun, penggunaan baby walker mmebuat anak tidak mampu melihat kakinya dan tidak membuat anak belajar bagaimana menyeimbangkan tubuh sewaktu berjalan. Untuk itulah, daripaa memberikan si kecil baby walker, ada baiknya memberikan mereka mainan dorong yang dapat menstimulasi kemampuan belajarnya.

Bahaya Penggunaan Baby Walker

Bila diatas kita sudah membahas mengenai dampak positif mengenai penggunaan baby walker. Kali ini kita bahas dampak negatif atau bahaya dari penggunaan baby walker untuk si kecil. Simak dibawah ini.

Membuat Bayi Mudah Celaka

Penggunaan baby walker memang membuat si kecil mudah mengeksplor sekelilingnya. Cukup dengan mengayunkan kedua kakinya, maka kereta baby walkernya akan berjalan dengan sendirinya. Akan tetapi, ketidak mampuan si kecil untuk mengontrol kecepatan. Akan mungkin membuat si kecil mudah celaka. Terlalu kuat mendorong baby walker akan membuatnya mengarah kemana saja. Pada saat orangtua lengah maka si kecil akan mudah selaka dan terguling. Untuk itulah, penggunaan baby walker ini sebaiknya diperhatikan dengan baik.

Resiko Bahaya Untuk Tumbuh Kembangnya

Penggunaan baby walker pun dpat menimbulkan kelainan fisik pada si kecil. Dada datar, paru-paru terhambat, cacat tulang kaki dan perubahan tulang punggung adalah beberapa akibat dari penggunaan baby walker pada bayi. Hal ini dikarenakan pada masa ini tulang bayi masih lentur dan lunak. Akibatnya jika pada usia sedini ini si kecil sudah diberikan alat antu yang bisa menopang berat tubuhnya maka tubuh si kecil akan mengalami masalah.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari dampak positif dan negatif penggunaan baby walker pada bayi. Semoga bermanfaat dan membuat anda menjadi orangtua yang bijak dalam menentukan pilihan untuk buah hatinya.

Bahaya baby walker untuk bayi – Untuk menunjang bayi dalam proses belajar berjalan, biasanya orang tua menggunakan alat bantu berupa baby walker. Namun sayangnya, penelitian menyatakan bahwa penggunaan baby walker ini memiliki dampak negatif atau bahaya untuk bayi.

Ketika bayi sudah belajar berdiri, bahkan sudah mulai melangkahkan kaki kecilnya, biasanya orang tua akan mempertimbangkan untuk menggunakan alat bantu untuk menunjang proses belajar berjalannya. Baby walker digunakan oleh orang tua sejak dulu ketika anaknya sudah masuk dalam tahapan belajar berjalan.

Akan tetapi, muncul kontroversi mengenai penggunaan baby walker. Fungsi dari baby walker dan dampak buruk penggunaan baby walker yang ditimbulkan banyak dipertanyakan.

Bahaya baby walker untuk bayi

Baby walker itu sendiri merupakan salah satu perlengkapan bayi yang dilengkapi dengan empat roda, tempat duduk dan dua lubang untuk kakinya. Orang tua menggunakan baby walker kebanyakan untuk merangsang perkembangan motorik kasar bayinya sehingga ia akan lebih cepat berjalan.

Baby walker itu sendiri mulai diperkenalkan pada khalayak umum pada tahun 1851. Dimana fungsi dari baby walker itu sendiri yaitu untuk mencegah bayi terjatuh ketika ia sedang belajar berjalan pada saat orang dewasa tidak mendampinginya. Bahkan baby walker disebut sebagai alat yang dapat membantu mempercepat kemampuan berjalan anak. Dengan dilengkapi mainan, alat ini bisa juga menjadi sarana untuk bermain si kecil. Khususnya untuk orang tua, dengan adanya alat ini mereka bisa istirahat sejanak dari aktivitasnya sambil menjaga bayinya secara bersamaan atau mempermudah dalam mengerjakan tugas lainnya.

Akan tetapi, baby walker juga memiliki resiko yang akan merugikan bayi ketika menggunakannya. Bahkan tidak sedikit orang tua tidak menyadari akan bahaya penggunaan baby walker ini.
Baby walker itu sendiri terdiri dari kerangka keras. Yang mana bayi dipegang di dalam sling dan terdapat meja mainan di depannya. Berdasarkan laporan American Academy of Pediatrics tahun 2001, menyatakan bawa ketika tahun 1999 terdapat sekitar 8800 anak berusia di bawah 15 bulan dilarikan ke rumah sakit bagian gawat darurat. Dimana penyebabnya yaitu karena kecelakaan dari baby walker. Sedangkan dari tahun 1973 hingga 1998, berdasarkan laporan 34 bayi meninggal yang diakibatkan kecelakaan karena bay walker, dimana kebanyakan bayi terjatuh dan cedera pada bagian kepala.

Bahaya Baby Walker Untuk Bayi

Meskipun terdapat beberapa manfaat dari baby walker, alat bantu untuk bayi ini bisa dikatakan cukup berbahaya. Berikut ini beberapa bahaya baby walker untuk bayi.

Terjatuh

Ketika bayi berjalan dengan cepat menggunakan baby walker, maka mereka cenderung tersandung dan terjatuh karena terbelit kakinya sendiri, dimana keadaan ini disebabkan karena ia masih belum stabil dalam berjalan. Ketika bayi terjatuh dan terguling bersama dengan baby walker, membuat ia terbentur benda-benda yang ada di sekitarnya.

Dengan baby walker, maka posisi bayi akan lebih tinggi sehingga memungkinkan bayi mencapai barang-barang yang letaknya tinggi. Selain itu, baby walker juga akan membuat bayi lebih mudah bergerak. ketika bergerak bebas bayi akan lebih mudah meraih benda di sekitar yang berbahaya. Bahkan bisa saja ia jatuh dari tangga.

Menghambat Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik pada anak sebenarnya harus sudah terlatih sejak dini, sehingga otot-otot akan berfungsi dengan baik. Akan tetapi, dengan menggunakan alat bantu baby walker ini membuat bayi selalu ketergantungan terhadap alat bantu, sehingga proses berjalan akan menjadi terhambat.

Proses berjalan bayi dengan menggunakan baby walker yaitu mendorong seperti sedang bermain scooter, akan tetapi si kecil hanya menggunakan ujung kakinya. Dimana keadaan inilah yang menjadi penyebab terhambatnya perkembangan bayi dalam kemampuan motorik dan menghambat proses berjalannya. Pada keadaan yang seharusnya, semua otot dari otot paha hingga otot betis digerakan oleh bayi sehingga otot motoriknya terlatih. Dengan menggunakan baby walker, hanya otot betisnya saja yang bekerja karena bayi berjalan hanya dengan menggunakan ujung kaki.

Ketika hanya otot betisnya yang terlatih maka proses berjalan bayi akan terganggu, otot-otot lainnya tidak terlatih sehingga keadaan ini akan menyebabkan fungsi otot lainnya melemah. Dengan baby walker bayi tidak akan mempelajari cara dalam mengimbangkan tubuhnya.

Menghambat Pertumbuhan Bayi

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa bayi yang menggunakan baby walker cenderung membuat pertumbuhannya menjadi terhambat. Tercatat bayi yang tidak menggunakan baby walker mampu berjalan ketika usianya rata-rata 10,7 bulan sampai 11 bulan. Sedangkan bayi yang menggunakan baby walker sebagai alat bantu justru mampu berjalan ketika usianya rata-rata 11,7 bulan sampai satu tahun. Ketika menggunakan baby walker bayi tidak bisa melihat kakinya pada saat melangkah. Keadaan ini akan mempengaruhi kecepatan kemampuannya dalam berjalan, karena bayi tidak bisa melihat bagaimana cara melangkah dengan baik.

Beberapa dokter spesialis anak pun menyatakan bahwa baby walker untuk bayi akan menimbulkan sifat ketergantungan pada anak ketika bergerak, sehingga dengan begitu penggunaannya akan menghambat kemampuan berjalan anak.

Dengan adanya beberapa hasil penelitian, tentunya orang tua harus kembali mempertimbangkan dalam penggunaan baby walker. Untuk menunjang proses belajar berjalan si kecil, akan lebih baik jika anak ditopang dengan menggunakan tangan orang tuanya.

Demikian beberapa bahaya baby walker untuk bayi. Semoga bermanfaat.